Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Seiring dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat khususnya
pada teknologi telekomunikasi berdampak pada mobilitas client yang semakin
tinggi pula serta meningkatnya kebutuhan pada layanan telekomunikasi dengan
perkembangan tersebut menjadikan komunikasi jarak yang jauh bias terasa
menjadi dekat dengan menggunakan komunikasi seluler. Melihat keuntungan
yang sangat menjanjikan karena kebutuhan masyarakat dalam berkomunikasi di
era modern sekarang, dan dengan hadirnya smartphone murah yang mampu
dijangkau berbagai lapisan masyarakat dan kecendrungan memiliki ponsel lebih
dari satu dengan fitur dual SIM card. menjadikan banyak industri dan perusahan
swasta bermunculan termasuk salah satunya di industri telekomunikasi yaitu
Perusahaan operator seluler (Benny Osta Nababan & Awwalin, 2019). Perusahaan
operator sekarang berlomba-lomba dalam memasarkan produknya seperti
Telkomsel,Indosat,Three,Smartfren,Axis dan lainnya la tidak hanya itu, kualitas
jaringannya pun ditingkat menjadi lebih baik. Bermula dari perkembangan
layanan jaringan yang pertama yaitu 1G berkembang lagi menjadi 2G, kembali
berkembang lagi menjadi 3G seiring berkembangnya teknologi, maka lahirnya
jaringan 4G LTE (Long Term Evolution) dengan segala kelebihannya dapat
menjanjikan komunikasi data bergerak super cepat. Untuk dapat menikmati
layanan 4G di beberapa titik 4G, masyarakat dapat menukarkan kartu SIM 3G
milik mereka dengan kartu sim yang berbasis jaringan 4G, bentuk kartu SIM 3G
dengan USIM 4G sama, bedanya hanya pada teknologi yang tertanam di
dalamnya saja (Nurbojatmiko, Taufiqiya, Aziz, Shiddiq, & Musri, 2018).
Layanan 4G ini dapat dinikmati dengan pengguna smartphone yang
mimiliki layanan jaringan 4G apabila pada smartphone tidak memiliki layanan
jaringan 4G maka kartu 4G tidak dapat digunakan pada smartphone mereka.
Dalam hal ini akan dilakukan analisis terhadap kualitas jaringan 4G pada
operator Telkomsel,Smartfren, dan Axis pada wilayah kota Malang menggunakan
parameter RSRP,RSRQ, dan SNR dengan menggunakan aplikasi android yaitu G-
Net Track.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana cara mendapatkan nilai parameter sinyal menggunakan G-Net
Track?
2. Bagaimana membandingkan kualitas sinyal pada operator
Telkomsel,Smartfren, dan Axis
3. Bagaimana hasil perbandingan kualitas level sinyal yang dihasilkan pada
operator Telkomsel,Smartfren, dan Axis

1.3 Tujuan Penelitian


1. Untuk mengetahui cara melalkukan tracking pada G-net Track.
2. Untuk mengetahui kualitas level sinyal pada operator Telkomsel,Smrtfren,
dan Axis pada jaringan 4G LTE di kota Malang
3. Untuk mendapatkan hasil parameter sinyal operator jaringan pada G-net
Track

1.4 Batasan Masalah


1. Teknologi yang di analisis adalah teknologi jaringan 4G (LTE) Telkomsel,
Smartfren, dan Axis
2. Menggunakan metode pengukuran tracking dengan menggunakan G-Net
track
3. Parameter yang diteliti adalah RSRP, RSRQ, dan SNR
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Landasan Teori

Pada tinjauan pustaka, akan dikemukakan teori-teori, penelitian-


penelitian dan publikasi umum yang ada hubungannya dengan penelitian
untuk dijadikan landasan teori dalam pelaksanaan penelitian ini.

2.1.1. Teknologi 4G LTE

3GPP Long Term Evolution atau yang biasa disingkat LTE adalah
sebuah standar komunikasi akses data nirkabel tingkat tinggi yang berbasis
pada jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSPA. Jaringan antarmukanya
tidak cocok dengan jaringan 2G dan 3G, sehingga harus dioperasikan
melalui spektrum nirkabel yang terpisah. Teknologi ini mampu
mengunduh sampai dengan kecepatan 300 mbps dan upload 75 mbps.
Layanan LTE pertama kali dibuka oleh
perusahaan TeliaSonera di Stockholm dan Oslo pada tanggal 14 desember
2009.

3GPP Long Term Evolution, atau lebih dikenal dengan sebutan LTE dan
dipasarkan dengan nama 4G LTE adalah sebuah standard komunikasi
nirkabel berbasis jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSDPA untuk aksess
data kecepatan tinggi menggunakan telepon seluler mau pun perangkat
mobile lainnya.

LTE pertama kali diluncurkan oleh TeliaSonera di Oslo dan Srockholm


pada 14 Desember 2009. LTE adalah teknologi yang didaulat akan
menggantikan UMTS/HSDPA. LTE diperkirakan akan menjadi
standarisasi telepon seluler secara global yang pertama.
Walaupun dipasarkan sebagai teknologi 4G, LTE yang dipasarkan
sekarang belum dapat disebut sebagai teknologi 4G sepenuhnya. LTE
yang di tetapkan 3GPP pada release 8 dan 9 belum memenuhi standarisasi
organisasi ITU-R. Teknologi LTE Advanced yang dipastikan akan
memenuhi persyaratan untuk disebut sebagai teknologi 4G.

2.1.2. G-net Track Mobile

G-net track adalah aplikasi yang digunakan untuk mengecek kualitas


jaringan internet. Sehingga aplikasi G-net Track ini cocok untuk analisis
ini.G-NetTrack bisa juga digunakan sebagai pelengkap dari RF Signal
Tracker. Dalam g-net track terdapat 4 menu tab utama

 Cell : Berisi ringkasan data sektor BTS yang sekarang melayani


HP kita mulai dari MCC, MNC, LAC, RNC, CELLID, dll.
 Nei : Berisi informasi cell neighbors/tetangga di sekitar cell yang
sekarang melayani kita. Tetapi, seperti disebutkan oleh
developernya, cell neighbors ini hanya bisa ditampilkan dibeberapa
jenis HP yang telah dites sebelumnya seperti Sony, HTC, Alcatel
dan LG.
 Map : Berisi peta google map. Sayang, belum bisa disetting agar
peta yang ditampilkan bisa juga peta offline. Ada pilihan untuk
memilih informasi apa yang akan ditampilkan di peta ini, yakni :
Level kuat sinyal yang diterima, Kualitas, Cell, Download rate,
Upload rate dan kecepatan. Yang sedikit mengganggu adalah
tingkat pewarnaan yang tidak lazim saat kita memilih level.
Umumnya, saat drive test, sinyal terkuat sampai terlemah akan
digambar dengan titik berwarna hijau terang – kuning – jingga dan
merah untuk sinyal terlemah. Namun dalam aplikasi ini, terkuat
adalah merah – jingga – kuning – hijau – biru – abu-abu dan hitam
untuk yang terlemah.
 Info : berisi informasi tentang HP dan sofware G-NetTrack yang
sedang dipakai.
2.1.3 Parameter

Parameter yang diganakan dalam analisis ini adalah sebagai berikut :

 RSRP (Reference Signal Received Power) didefinikan sebagai


rata-rata pada konribusi power resource element yang membawa
referensi signal yang dianggap sebagai pengukuran bandwidth
frekuensi. Namun hanya yang terukur pada OFDM symbol yang
membawa reference signal.

Gambar 1. User 1 Menerima Serving RSRP dari Site

Table 1. Standar Nilai Signal Strength RSRP

Kategori Range Nilai RSRQ


Sangat Bagus -9
Bagus -10, ≤ -9
Normal -15, ≤ -10
Buruk -19, ≤ -15
Sangat Buruk < -20
 RSQR(Reference Signal Received Quality). RSRQ memberi
informasi tambahan ketika RSRP tidak cukup untuk memutuskan
melakukan handover atau cell reselection. didefinisikan sebagai
rasio antara jumlah N RSRP terhadap RSSI (Received Signal
Strength Indication). Atau biasa ditulis RSRQ = N x RSRP / RSSI.
RSSI mengukur power bandwidth termasuk serving cell power,
noise, dan interference power.

 SNR (Signal to Interference Noise Ratio) yang merupakan rasio


antara rata-rata power yang diterima dengan rata-rata interferensi
dan noise. Minimum RSRP dan SINR yang sesuai tergantung pada
band frekuensinya. Minimum SINR untuk semua band adalah -4
dB, dimana RSRP tergantung dari band frekuensinya. Hal inilah
mengapa SINR sangat penting, SINR memberikan informasi
berharga pada coverage dan throughput yang diharapkan.
Sehingga, map coverage yang dihasilkan SINR lebih akurat
daripada map coverage RSRP atau RSSI. Begitu juga, dengan map
throughput yang dihasilkan oleh SIN
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi


Penelitian yang dilakukan yaitu di belakang gedung polinema di Jl.
Semanggi Barat, melewati Jl. Simpang Remujung, lalu Jl. Pisang Kipas,
dan Jl. Kesumba. Penelitian dilakukan pada tanggal 31 agustus 2019.

3.2 Pengumpulan Data


Data yang diperlukan pada penelitian ini yaitu data Sinyal Gnet Track
menggunakan Operator 4G Axis, Telkomsel dan Smartfren.

3.3 Peralatan yang digunakan


Adapun peralatan yang digunakan, yaitu :
1) Handphone sebagai media operator.
2) Kartu SIM sebagai layanan operator jaringan.
3) Laptop sebagai alat untuk memonitoring.
4) Power Bank sebagai alat untuk membantu pengisian baterai
handphone.
5) Software G-NetTrack Lite adalah Netmonitor dan test drive aplikasi
alat untuk
UMTS / GSM / LTE / CDMA / jaringan EVDO.

3.4 Drive Test


Secara umum drive test bertujuan untuk mengumpulkan informasi jaringan
dan mengukur kualitas sinyal secara real di lapangan.Data pengukuran dari
area belakang polinema dikumpulkan menggunakan software Gnet Track
dimana Engineer mendapatkan RF coverage atau mengidentifikasi
permasalahan yang terjadi pada lapangan serta menentukan pemecahan
masalah tersebut.
Sebelum memulai drive test, pastikan BTS beserta arah sektornya sudah
tampil di peta dengan cara pilih menu – settings dan centang : Show Sites,
Show Serving Line dan Show Cell Names.

Jangan lupa aktifkan GPS. Jika HP kita sudah mengunci satelit GPS yang
berarti posisi kita di peta sudah sesuai posisi sebenarnya maka kita tinggal
jalan melakukan drive test. Jika ingin menyimpan log file, tekan menu dan
pilih Start Log. Jika sudah selesai jangan tekan End Log.

Ada yang sedikit mengganjal dengan cara Start – End Log ini. Jika sudah
tekan start log, kemudian kita melakukan drive test. Jika suatu saat ada
telepon yang masuk ke HP kita maka akan meng-interupt proses logging
ini. Dan, entah mengapa, kita harus melakukan Start Log lagi dari awal.
Hasil Logging sebelumnya yangdi-interupt telpon masuk juga tidak bisa
kita buka di google earth.

Satu kelemahan yang lain adalah tidak adanya fasilitas untuk memutar
atau menampilkan lagi file Log tersebut di aplikasi G-NetTrack di HP.
Jadi hasil log hanya bisa dibuka di PC. Di sini RF Signal Tracker lebih
unggul karena ada fasilitas Big Picture untuk menampilkan log yang sudah
ada dan bisa memutar kembali tracking yang sudah dilakukan.
MASALAH KESEMPATAN

Jaringan 4G LTE yang Pengembangan kualitas


belum stabil jaringan 4G

PENDEKATAN

Melakukan Drive test,


menggunakan parameter
RSRP,RSRQ, dan SNR

HASIL ANALISIS
PENYELESAIAN MASALAH
Parameter yang diteliti adalah
Data hasil simulasi sesuai
RSRP, RSRQ, dan SNR
standar menggungakan aplikasi
Gnet Track Operator Axis, Telkomsel,
Smartfren pada jaringan 4G LTE
Blok
Diagram penyelesaian masalah pada jaringan di belakang polinema menggunakan
Gnet Track.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Rute Pengujian


Pada hasil tracking menggunakan aplikasi G-net track melalui operator
Telkomsel,Smartfren,dan XLpada rute yang telah ditentukan diperoleh
titik jalur yang telah dilalui pada saat melakukan pengujian menggunakan
aplikasi G-net track seperti gambar dibawah merupakan hasil pada saat
melakukan tracking.

Gambar 2. Rute Tracking

4.2 Hasil Pengukuran pada provider Telkomsel

Longitude Latitude RSRP RSRQ SNR Speed


112.61719 -7.945852 -89 -11 6.0 4km/h
112.61571 -7.944931 -89 -10 8.0 11km/h
112.61446 -7.944425 -78 -9 16.0 7km/h
112.61336 -7.943126 -98 -11 4.0 7km/h
112.61353 -7.942275 -91 -9 4.0 5km/h
112.61413 -7.942424 -95 -11 8.0 6km/h
112.61415 -7.941548 -92 -12 2.0 8km/h
112.61495 -7.941590 -85 -8 10.0 16km/h
112.61593 -7.942130 -92 -10 3.0 5km/h
112.61871 -7.944012 -79 -9 14.0 27km/h
4.3 Hasil Pengukuran pada provider Smartfren

Longitude Latitude RSRP RSRQ SNR Speed


112.61444 -7.944311 -84 -8 4.8 0km/h
112.61621 -7.943717 -100 -12 12.2 0km/h
112.61334 -7.943123 -100 -12 6.4 19km/h
112.61621 -7.943717 -100 -10 10.4 0km/h
112.61500 -7.941610 -83 -8 15.6 15km/h
112.61878 -7.944058 -94 -12 1.8 9km/h
112.61357 -7.942372 -75 -10 15.0 6km/h
112.61769 -7.944797 -85 -9 17.0 6km/h
112.61592 -7.942205 -82 -10 8.2 9km/h
112.61422 -7.941573 -82 -10 23.0 16km/h

4.4 Hasil pengukuran pada provider XL

Longitude Latitude RSRP RSRQ Speed


112.61781 -7.944871 -91 -10 5km/h
112.61873 -7.944059 -70 -9 15km/h
112.61593 -7.942239 -100 -14 10km/h
112.61504 -7.941670 -97 -11 13km/h
112.61425 -7.941618 -95 -10 22km/h
112.61414 -7.942415 -107 -12 0km/h
112.61359 -7.942450 -96 -12 5km/h
112.61345 -7.943232 -102 -14 5km/h
112.61451 -7.944086 -86 -10 0km/h
112.61574 -7.944995 -87 0 0km/h

4.5 Hasil pengukuran pada provider XL


4.5.1 RSRP
Nilai RSRP yang diperoleh pada pengukuran menggunakan
aplikasi G-net track provider Telkomsel merupakan kategori yang
bagus karena nilai RSRP tidak melebihi -100 sedangkan pada
provider Smartfren dan XL terdapar nilai RSRP 100 yang berarti
normal Nilai RSRP menandakan semakin jauh jarak antara site dan
user, maka semakin kecil pula RSRP yang diterima oleh user.
4.5.2 RSRQ
Nilai RSRQ pada pengukuran menggunakan aplikasi G-net track
pada provider Telkomsel,Smartfren, dan XL mendapat kan nilai -8
hingga -14 termasuk dalam kategori normal tetapi provider
Telkomsel dan Smartfren kualitas nilai RSRQ lebih bagus
dibandingkan dengan XL .

4.5.3 SNR
Dari hasil percobaan pengukuran jaringan antara provider
Telkomsel dan Smartfren diperoleh nilai SNR terbaik pada
provider Smartfren dengan nilai 23.0 sedangkan pada operator
Telkomsel nilai terbaik sebesar 16.0

4.5.4 Speed
Dari hasil percobaan pengukuran jaringan antara provider
diperoleh nilai data speed tertinggi yaitu 27km/h pada provider
telkomsel dan nilai terendah 0km/jam pada provider Smartfren dan
XL