Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH

ANATOMI TUMBUHAN
(Struktur dan fungsi anatomi batang)

DISUSUN OLEH : KELOMPOK VIII


 Megawati (2018310316)
 Hildayanti (2018310308)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP)
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BULUKUMBA

1
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum, wr. wb

Puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan
Rahmat, Taufik, Hidayah serta kekuatan kepada kami sampai saat ini, sehingga
kami dapat menyelesaikan tugas makalah Anatomi Tumbuhan yang berjudul
“Struktur dan fungsi anatomi batang ”. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah
satu tugas mata kuliah Anatomi Tumbuhan serta untuk menambah pengetahuan
dalam pendidikan.

Kami menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam


penyusunan makalah ini. Sehingga masukan berupa kritik dan saran tentunya akan
sangat membantu kami dalam penulisan makalah selanjutnya. Kami mengharapkan
semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya dan bagi kami
sendiri.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Bulukumba , 8 Oktober 2019

Kelompok VIII

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................... i

DAFTAR ISI .......................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................... 1

A. Latar belakang ........................................................................... 1

B. Rumusan masalah ...................................................................... 1

C. Tujuan masalah ........................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN ..................................................................... 3

A. Batang tumbuhan ....................................................................... 3

B. Struktur batang secara umum ................................................... 4

C. Anatomi batang dikotil .............................................................. 7

D. Anatomi batang monokotil ....................................................... 11

E. Tipe tipe batang ........................................................................ 12

BAB III PENUTUP ............................................................................ 19

A. Kesimpulan ............................................................................... 19

B. Saran ......................................................................................... 19

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................ 20

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Batang merupakan bagian dari tumbuhan yang amat penting, dan mengingat

serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan

dengan sumbu tubuh tumbuhan. Seperti kita ketahui bersama bahwa batang

merupakan hal yang sangat vital dari organ-organ yang ada pada suatu

tumbuhan pada umumnya, betapa penting nya dari suatu organ

batang,tumbuhan tidak dapat hidup dengan sempurna tanpa adanya organ

yang nama nya batang seperti suatu hal yang tidak dapat di pisahkan. Batang

sendiri mempunyai beberapa yang menyusun suatu batang tumbuhan

tersebut.dalam makalah ini,kelompok kami akan membahas

tentang”anatomi batang” yang akan membahas tentang beberapa sub

pembahasan antara lain Struktur dan perkembangan batang dikotil, Struktur

dan perkembangan batang monokotil, serta Struktur dan perkembangan

batang gymnospermae.

B. Rumusan masalah

1. Apakah yang dsebut dengan batang?

2. Bagaimanakah struktur batang secara umum ?

3. Bagaimanakah struktur batang dikotil ?

4. Bagaimana struktur batang monokotil ?

5. Apa sajakah tipe tipe batang ?

4
C. Tujuan

1. Mengetahui pengertian batang

2. Mengetahui struktur batang secara umum

3. Mengetahui struktur batang dikotil

4. Mengetahui struktur batang monokotil

5. Mengetahui tipe tipe dari batang

5
BAB II

PEMBAHASAN

A. Batang tumbuhan

Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang amat penting dan merupakan

tempat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan. Batang dapat disamakan

dengan sumbu tubuh tumbuhan.

Pada umumnya batang mempunyai sifat sifat berikut :

a. Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula

mempunyai bentuk lain, akan tetapi selalu bersifat aktinomorf, artinya

dapat dengan sejumlah bidang dibagi menjadi dua bagian yang setangkup.

b. Terdiri atas ruas ruas yang masing masing dibatasi oleh buku buku, dan

pada buku buku inilah terdapat daun.

c. Tumbuhnya biasanya keatas, menuju cahaya bersifat fototrop/ heliotrop.

d. Selalu bertambah panjang diujungnya. Sehingga disebut batang

mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas.

e. Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan tidak

digugurkan, kecuali kadang kadang cabang atau ranting yang kecil.

f. Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek.

Misalnya rumput dan waktu batang masih muda.

Sebagai bagian tubuh tumbuhan, batang mempunyai tugas untuk :

a. Mendukung bagian bagian tumbuhan yang ada diatas tanah, yaitu :

daun, bunga dan buah.

6
b. Dengan percabangannya memperluas asimilasi.

c. Jalan pengangkutan air dan zat zat makanan dari bawah keatas dan jalan

pengangkutan hasil hasil asimilasi dariatas kebawah.

d. Menjadi tempat penimbunan zat zatmakanan cadangan.

B. Struktur anatomi batang secara umum

Apabila batang dipotong secara melintang maka,akan nampak bagian-bagian

berikut :

1. Epidermis

Jaringan epidermis merupakan jaringan tubuh tumbuhan yang

terletak paling luar. Biasanya epidermis hanya terdiri dari selapis sel

yang berbentuk pipih dan rapat. Fungsi jaringan epidermis adalah

sebagai pelindung jaringan di dalamnya serta sebagai tempat pertukaran

zat. Ciri-ciri jaringan epidermis adalah:

 Tersusun dari sel sel hidup

 Terdiri atas satu lapis sel tunggal

 Beragam bentuk, ukuran dan susunannya, tetapi biasanya tersusun

rapat tidak ada ruang antar sel.

 Tidak memiliki klorofil.

 Dinding sel jaringan epidermis bagian luar yang berbatasan dengan

udara mengalami penebalan , sedangkan dinding sel jaringan

epidermis bagian dalam yang berbatasan dengan jaringan lain

dinding selnya tetap tipis.

7
2. Korteks dan jaringan empulur

Korteks dibagi menjadi beberapa lapisan, yaitu :

 Lapisan luar korteks yang berupa kolenkim (jaringan dalam

tumbuhan yang berfungsi sebagai bahan penguat, pada dinding

selnya mengalami penebalan) dan parenkim (jaringan yang

berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan atau

tempat penimbunan zat makanan).

 Lapisan dalam korteks yang mengandung parenkim berkloropas

serta tidak mengandung endodermis tapi zat pati.

 Empulur , yaitu bagian lunak yang terdapat di tengah-tengah batang

dan merupakan hasil pertumbuhan sekunder. Empulur tersusun dari

sel parenkim dan memiliki ruang antar sel yang banyak.

3. Stele

Stele merupakan sistem jaringan primer yang terdiri atas satuan berkas

pengangkut beserta jaringan dasar pengangkutnya, baik tersusun

sederhana maupun yang kompleks. Stele batang terletak disebelah

dalam batang. Lapisan terluar dari stele disebut periskel. Didalam stele

terdapat sel parenkim dan berkas pengangkut berupa xylem dan floem.

Pada tumbuhan dikotil, bagian tepi stele dibatasi oleh cambium,

sedangkan pada tumbuhan monokotil tidak terdapat cambium.

Aktivitas kambium pada akar dan batang sama, yaitu arah luar

membentuk unsur kulit, kearah dalam membentuk unsur kayu.

Pertumbuhan kearah dalam jauh lebih banyak, sehingga kayu yang

8
dihasilkan juga tebal. Kayu pada akar dan batang tersusun oleh

pembuluh kayu. Kulit akar dan batang tersusun oleh pembuluh tapis

dan sel pengiringnya. Jaringan penguat dapat berupa kolenkim,

sklerenkim, dan parenkim.

kambium yang terletak antara berkas pengangkut dan parenkim disebut

kambium fasikuler, sedangkan kambium yang terletak diantara dua

berkas pengangkut disebut kambium interfasikuler. Bagian yang

berubah menjadi cambium tidak hanya parenkim diantara xylem dan

floem saja tetapi juga sel-sel jaringan empulur yang segaris dengan

kambium fasikuler. Adanya kambium menyebabkan adanya

pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan diameter batang

membesar. Aktivitas kambium tidak selalu sama dan teratur. Pada

musim hujan, aktivitas pertumbuhan kambium lebih giat dibandingkan

musim kemarau. Akibatnya terjadi perbedaan lebar cincin kosentis

yang disebut lingkaran tahun.

Aktivitas kambium merusak jaringan yang terdapat pada floeterma,

korteks, dan epidermis. Kemudian terbentuklah cambium, khususnya

dibawah epidermis, yang disebut cambium gabus (felogen). Felogen

dapat membelah kearah luar saja atau kearah dalam saja.

9
C. Anatomi batang dikotil

1. Epidermis

Epidermis di bagian batang pada tumbuhan yang tergolong dikotil

tersusun dari sel pipih yang rapat. Bagian ini mempunyai fungsi untuk

melakukan perlindungan terhadap jaringan yang terletak di bagian

dalam batang. Setelah batang mengalami suatu proses pertumbuhan

sekunder pada bagian-bagian tertentu, ternyata epidermis akan

mengalami pemecahan dan kemudian akan diisi oleh jaringan gabus

yang diperoleh dari bagian kambium gabus. Lapisan yang ada gabusnya

ini sering disebut sebagai lentisel. Lentisel sendiri mempunyai fungsi

sebagai suatu tempat yang digunakan untuk melakukan pertukaran gas

dan juga proses penguapan.

2. Korteks

Korteks yang ada di bagian batang pada tumbuhan yang tergolong

dikotil merupakan jaringan yang susunannya terdiri dari sel-sel

parenkim yang digunakan sebagai jaringan dasarnya. Korteks batang

10
sendiri terbagi menjadi dua yakni korteks bagian luar dan korteks

bagian dalam. Korteks bagian luar terdiri dari bagian sel-sel kolenkim

yang berkoloni atau pun bagian sel-sel kolenkim yang bercampur

menjadi satu (selang-seling) dengan bagian sel-sel parenkim yang

mengalami proses pembentukan lingkaran yang tertutup.

Pada korteks bagian luar tidak terlihat pada bagian batang semua jenis

tumbuhan, melainkan hanya jenis-jenis tumbuhan tertentu saja.

Sedangkan pada korteks bagian dalam bisa terlihat pada bagian batang

semua jenis tumbuhan. Hal ini bisa terjadi karena korteks bagian dalam

adalah bagian pemisah antara bagian korteks dengan bagian stele.

Korteks bagian dalam terbentuk dari bagian sel-sel parenkim. Korteks

bagian dalam yang ada pada tumbuhan mempunyai biji tertutup yang

mempunyai suatu lapisan sel yang akan mengalami proses

pembentukan menjadi lingkaran dan di dalamnya berisi butir-butir pati

yang sering disebut sebagai seludang pati.

3. Stele

Stele atau sering disebut sebagai silinder pusat di bagian batang pada

tumbuhan yang tergolong dikotil adalah bagian yang paling dalam dari

bagian batang itu sendiri yang letaknya di sebelah dalam bagian

endodermis. Stele tersusun atas lapisan paling luar yang sering disebut

dengan perikambium atau bisa juga disebut dengan perisikel. Di dalam

perikambium sendiri ada empulur dan juga berkas vaskuler yang terdiri

atas dua bagian yakni floem dan juga xilem. Definisi dari empulur ialah

11
dimana parenkim terletak di bagian tengah-tengah stele. Selain itu

empulur juga terletak di bagian sekitar berkas vaskuler yang

mempunyai bentuk serupa dengan jari-jari, sehingga sering disebut

sebagai jari-jari empulur. Pada bagian berkas vaskuler yang ada di

floem dan juga xilem pada tumbuhan yang tergolong dikotil terbentuk

menyerupai cincin yakni dengan cara kolateral terbuka.

Proses ini berarti menandakan bahwa di antara bagian floem dan juga

xilem terkandung kambium di dalamnya. Berkas vaskuler sendiri bisa

tersusun dari prokambium yang selanjutnya akan mengalami proses

diferensiasi yang akan menjadi berkas kolateral bersama dengan xilem

dan juga floem primer. Prokambium yang terletak pada bagian antara

xilem dan juga floem juga akan mengalami deferensiasi yang

membentuk menjadi kambium vaskuler. Sedangkan bagian kambium

sendiri yang tersusun dari bagian parenkim pada area yang ada di antara

xilem dan juga floem, akan selalu berdampingan sehingga sering

disebut sebagai kambium intervaskuler. Kedua bagian kambium itu

akan mengalami proses pembentukan menjadi lingkaran kambium yang

memiliki bentuk utuh.

Tubuh primer suatu tumbuhan berkembang dari merisetem apikal. Pada

tumbuhan dikotil selain jaringan primer permanen sebagai fundamen

tumbuhan,terjadi pertumbuhan lebih jauh terutama dalam ketebalan

akibat aktivitas kambium. Jaringan yang terbentuk pada pertumbuhan

12
sekunder disebut jaringan sekunder. Jaringan sekunder ada dua tipe

jaringan vaskuler sebagai hasil perkembangan kambium vaskuler, dan

jaringan gabus dan feloderma sebagai hasil perkembangan felogen(

kambium gabus). Jari-jari empulur berkembang secara radial seperti

sebuah pita pada xilem sekunder. Jari-jari empulur berkembang dari

kambium jari-jari empulur.Kambium ke arah dalam membentuk xilem

sekunder dan ke arah luar membentuk floem sekunder. Sementara

kambium gabus menghasilkan feloderma dan jaringan gabus ke arah

luar. Xilem sekunder pada batang perennial umumnya tersusun atas

lapisan-lapisan konsentris, yang masing-masing menunjukkan musim.

Lapisan-lapisan melingkar seperti cincin disebut lingkaran tahun .Lebar

lingkaran tahun beragam tergantung laju pertumbuhan suatu pohon.

xilem sekunder terdiri atas satu massa sel sel berdinding tebal yang rapi,

tersusun sedemikian dan membentuk dua sistem, yaitu sistem

longitudinal ( vertikal ) dan sistem horizontal. Sistem longitudinal

terdiri atas sel sel memanjang yang tumpang tindih dan saling

mengunci( yaitu trakeida, serabut dan unsur unsur trakea ) dan deretan

longitudinal sel sel parenkima. Semua sel ini memiliki sumbu

panjangnya sejajar dengan sumbu panjang organ yang ditempatinya.

13
D. batang monokotil

Batang monokotil sama dengan batang dikotil, memiliki epidermis, korteks

dan stele. Korteks bisa berkembang baik atau tidak nyata.Struktur dan

susunan berkas vaskuler terutama yang membedakan batang dikotil dan

monokotil. Berkas vaskuler tersebar,termasuk juga pada empulur sehingga

tidak ada batas yang jelas antara korteks dan empulur.Berkas vaskuler

monokitil tidak memiliki kambium, sehingga tidak mengalami penebalan

sekunder. masing masing bekas vaskuler diselubungi selubung berkas

pengangkut yang tersusun dari jaringan sklerenkim. tampilan anatomi

batang yang khas dan yang paling mencolok ialah sebagai berikut:

 Berkas vaskular banyak

 Stele terpecah pecah menjadi berkas berkas yang tersebar dalam

jaringan dasar sumbu

 Endodermis tidak ada. Korteks, perisikel dan empulur tidak

terdferensiasi karena kehadiran berkas berkas vaskuler yang

tersebar di seluruh sumbu

 Tipe berkas vaskular ialah tipe kolateral tertutup

14
 Berkas lacak daun banyak.lacak daun pada saat masuk batang

menusu dalam

 Setiap berkas pengangkut dibungkus oleh selubung sklerenkimatis

yang berkembang biak

 Berkas vaskular biasanya oval

 Floem hanya tersusun dari buluh tapis dan sel pengiring

 Empulur tidak dapat ditentukan

 Biasanya mempunyai hipodermis yang sklerenkimatis

 Biasanya tidak ada trikoma

E. Tipe tipe batang

Struktur batang primer berbeda dengan struktur batang sekunder sehingga

sering kali digunakan untuk membedakan tipe batang. Biasanya tipe batang

dibedakan atas batang Conifer, Dikotil berkayu, Dikotil tidak berkayu

(perdu), Dikotil merambat, Dikotil dengan pertumbuhan menyimpang, dan

Monokotil.

1. Batang conifer

Contoh batang Conifer adalah Pinus. Batang Pinus mempunyai tipe berkas

pengangkut konsentris amfikribral. Pada floem primer tidak terbentuk

serabut pada bagian tepi dan tidak ditemukan adanya endodermis. Selama

pertumbuhan sekunder, batas luar dari floem dapat dikenali dengan adanya

jari-jari empulur. Terkadang, sel di luar floem berisi tannin. Sejak

15
pertumbuhan awal, batang mengandung pembuluh resin pada korteks.

Apabila batangnya membesar, pembuluh resin juga menjadi lebih luas.

2. Batang dikotil berkayu

Pada kebanyakan Dikotil yang berbentuk pohon, daerah antar

pembuluhnya sempit, misalnya pada Salix, Prunus, dan Quercus, dan

sangat sempit pada Tilia. Pada spesies-spesies tersebut, jaringan sekunder

membentuk silinder yang membentang terus, tidak diputus oleh jari-jari

empulur.

Di bawah epidermis terdapat selapis sel parenkim yang kemudian menjadi

beberapa lapisan kolenkim. Bagian korteks yang lain terdiri atas sel

parenkim yang berisi klorofil. Endodermis yang berisi tepung disebut

floeoterma atau selubung tepung.

Empulur terdiri atas sel parenkim yang berisi getah (sel getah) yang juga

terdapat pada bagian korteks. Pada batang yang sudah tua, empulur terdiri

atas sel berdinding tebal dan berwarna lebih yang mengandung tepung.

Pada floem sekunder banyak dibentuk serabut yang terdiri atas pembuluh

pengangkut dan sel parenkim.

3. Batang dikotil tidak berkayu

Pada batang muda terdapat epidermis dan masih terdapat pada awal

pertumbuhan sekunder. Pada batang tua akan terbentuk periderm dengan

lentisel. Satu atau dua lapisan korteks di bawah epidermis berisi kloroplas.

Lapisan ini diikuti oleh dua atau tiga lapisan kolenkim, dan parenkim

16
dengan sel getah. Floem primer berisi serabut dekat dengan korteks

(serabut protofloem). Di dalam floem sekunder juga terdapat serabut,

tetapi tidak pada metafloem. Cambium pembuluh memisahkan floem

dengan xylem sekunder dengan membentuk silinder yang pada. Empulur

terdiri atas sel parenkim yang berisi sel getah. Tepung dan Kristal sering

terdapat dalam empulur maupun korteks.

Berkas pengangkut pada batang menerna biasanya kolateral. Solanaceae,

misalnya tomat, kentang, dan tembakay, serta Cucurbitaceae, misalnya

labu, mempunyai berkas pengangkut bikolateral. Jadi, selain floem yang

terdapat di bagian luar xylem, juga terdapat floem dalam. Kambium

terdapat diantara floem luar dengan xylem sehingga pertumbuhan

sekunder hanya terdapat daerah antara floem luar dan xylem saja. Korteks

terdiiri atas parenkim dan kolenkim.

4. Batang dikotil merambat

Para Aristolochia, jaringan pembuluh primer tersusun kolateral. Jaringan

primer terdiri atas epidermis, korteks yang terdiri atas parenkim dan

kolenkim yang mengandung klorofil, dan silinder pusat (stele) yang terdiri

atas serabut yang banyak mengandung tepung.

Sel yang dibentuk pada akhir masa pertumbuhan relative lebih kecil.

Floem sekunder tidak berserabut. Apabila diameter batang membesar,

setiap berkas pengangkut juga membesar ke arah luar atau ke arah tepi.

Pada beberapa spesies, beberapa sel parenkim berubah menjadi sel batu.

Periderm membentuk sel kolenkim di bawah epidermis.

17
Cucurbita mempunyai berkas pangangkut bikolateral. Epidermis

uniseriate dan di bawahnya terdapat kolenkim dan klorenkim. Klorenkim

terdapat di bawah epidermis yang mempunyai stomata. Endodermis

mengandung tepung. Cirri khas batang Diotil merambat adalah

terdapatnya sklerenkim di luar berkas pengangkut.

5. Batang dikotil dengan pertumbuhan menyimpang

Pertumbuhan sekunder yang menyimpang digunakan untuk menunjukkan

bentuk keaktifan kambium yang menyimpang dari kebiasaan, yang

ditemukan pada Conifer dan tumbuhan Dikotil berkayu dari daerah

beriklim sedang. Pada beberapa tumbuhan dengan pertumbuhan

menyimpang, kambium pembuluh terdapat pada kedudukan normal.

Namun, tubuh sekunder menunjukkan penyebarang xylem dan floem yang

tidak biasa. Pada Leptadenia, Strychnos, dan Thunbergia, floem dibentuk

tidak hanya ke arah luar, tetapi juga ke arah dalam sehingga floem

sekunder terdapat di dalam xylem sekunder.

Pada Amaranthaceae, Chenopodiaceae, Menispermaceae, dan

Nygtaginaceae, serangkaian cambium pembuluh tersusun dari bagian

pusat batang ke arah luar. Masing-masing kambium menghasilkan xylem

ke arah dalam dan floem ke arah luar sehingga terjadi lapisan yang terdiri

atas xylem, kambium, dan floem. Pada batang Bougaienvillea spectobilis,

xylem dan floem membentuk untaian yang tertanan dalam jaringan

parenkim, yang disebut jaringan konjungtif. Jaringan ini merupakan hasil

keaktifan kambium di antara berkas pengangkut yang mirip dengan

18
keaktifan kambium antarpembuluh, tetapi masa keaktifannya terbatas.

Bougainvillea spectibilis mempunyai kambium yang tidak normal.

Pertumbuhan menyimpang yang lain juga terjadi pada Bignoniaceae.

Setelah silinder kambium biasa terbentuk pada akhir pertumbuhan primer,

empat bidang kambium berhenti menghasilkan xylem, tetapi terus

melepaskan turunannya ke sisi floem. Jadi, ada dua jenis kambium, yaitu

(1) dipleuris, yang menunjukkan keaktifan ke dua arah, dan (2)

monopleuris, yang keaktifannya hanya satu arah. Dari pertumbuhan yang

menyimpang ini terbentuklah floem yang tertanan dalam xylem. Setiap

panel floem yang tertanam dalam xylem mempunyai kambium yang hanya

mengahsilkan floem ke arah luar saja. Diantara xylem dan floem tepi

terdapat kambium yang menghasilkan xylem ke arah dalam dan floem ke

arah luar.

Aralia cordeta, yang mempunyai berkas penangkut bikolateral, juga

mengalami pertumbuhan menyimpang, berkas pengangkut bikolateral

biasanya terdiri atas xylem di bagian tengah dan floem di sebelah luar dan

dalam. Pada Aralia terjadi sebaliknya, yaitu floem terdapat di tengah, dan

xylem terdapat di sebelah luar dan dalam.

6. Batang monocotyledonae

Batang Poaceae pada penampang melintangnya tampak mempunyai

berkas pengangkut yang tersusun dalam dua lingkaran. Pada rumput-

rumputan, berkas pengangkut yang tersusun melindungi di sebelah luar

tertanam dalam jaringan sklerenkim. Antara berkas pengangkut yang kecil

19
dengan epidermis terdapat serabut dan klorenkim. Stomata terdapat pada

epidermis di dekat klorenkim. Pada batang dengan bekas pengangkut

tersebar, tidak terdapat lapisan serabut tepi, akan tetapi parenkim di bawah

epidermis mengalami penskleritan. Pada batang Monokotil, tidak terjadi

pertumbuhan sekunder dan berkas pengangkutnya mempunyai selubung

sklerenkim.

Monocotyledoneae selain Poaceae juga mempunyai berkas pengakut

tersebar atau melingkar dekat bagian tepi. Potamogeton, tumbuhan

Monokotil yang hidup di air, mempunyai korteks lebar yang terdiri atas

jaringan aerenkim. Antara korteks dan silinder pembuluh dibatasi oleh

endodermis yang selnya kecil.

Pada umumnya, Monokotil tidak mempunyai pertumbuhan sekunder dari

kambium pembuluh, tetapi batangnya dapt berkembang menajd itebal.

Misalnya pada Palmae. Penebalan ini berasal dari pembelahan dan

pembesaran sel parenkim dasar. Pertumbuhan ini disebut pertumbuhan

sekunder menyebar (diffuse). Namun ada juga tumbuhan Monokotil yang

mempunyai kambium sehingga mengalami pertumbuhan sekunder, yaitu

pada Liliflorae berkayu (Agave, Aloe, Cordyline, Draceaena, Sansevieria,

dan Yucca). Kambium berasal dari parenkim yang terdapat di luar berkas

pengangkut primer, yang menghasilkan berkas pengangkut sekunder dan

parenkim ke arah dalam, serta sejumlah kecil parenkim ke arah luar.

Perkembangan berkas pengangkut berasal dari sel turunan kambium yang

membelah memanjang, kemudian sel yang dihasilkan membelah

20
memanjang lagi dua atau tiga kali. Hasil pembelahan ini berdiferensiasi

menjadi unsur pembuluh dan bergabung dengan sel sklerenkim. Sel yang

berderet tegak bergabung membentuk berkas pengangkut. Berkas

pengangkut sekunder mungkin kolateral atau amfivasal.

21
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Secara umum struktur anatomi batang terdiri atas epidermis, korteks dan

jaringan empulur serta stele.

2. Secara umum, ada 2 jenis batang yaitu, batang dikotil yang mengalami

pertumbuhan primer sekaligus pertumbuhan sekunder dan batang

monokotil yang hanya mengalami pertumbuhan primer.

3. Berdasarkan struktur primer dan struktur sekunder maka batang

debadakan atas dibedakan atas batang Conifer, Dikotil berkayu, Dikotil

tidak berkayu (perdu), Dikotil merambat, Dikotil dengan pertumbuhan

menyimpang, dan Monokotil.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, adapun saran yang dapat kami sampaikan yaitu

pembaca hendaknya lebih mempelajari dan memahami struktur dan fungsi

jaringan tumbuhan. Khususnya hal-hal yang dianggap mudah, namun

kenyataanya sangat sulit untuk dipahami seperti pada jaringan batang ini.

22
DAFTAR PUSTAKA

Meilani mia,2017. http://miameilani25.blogspot.com/2017/11/anatomi-


batang.html?m=1

Sibuea Rahmah siti. 2015 . https://id.scribd.com/doc/293073843/anatomi-tumbuhan-


batang

Umaironez. 2017. http://umairohannisa.blogspot.com/2017/01/makalah-anatomi-


batang_5.html?m=1

Putri arwinda.

https://www.academia.edu/21673810/makalah_batang_anatomi_tumbuhan

http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._BIOLOGI/19660716199 011-

AMPRASTO/bahan_kuliah/e learningantum/batang_%2810%29.pdf

23