Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pada zaman yang serba modern saat ini dengan kecanggihan tekhnologi
informasi mendorong seluruh penggiat bisnis untuk dapat menyesuaikan dengan
kondisi modernisasi atau yang lebih dikenal dengan Era Globalisasi. Seluruh
perusahaan dihadapkan pada lingkungan bisnis global dengan persaingan yang
sangat kompetitif.

Globalisasi ekonomi tidak hanya meningkatkan pertambahan pesaing di pasar,


tetapi juga menambah bervariasinya persaingan yang ada di pasar. Perkembangan
teknologi informasi seperti jaringan internet, dan teknologi digital lainnya membuka
celah pemasaran/distribusi produk yang tidak terbatas pada ruang, tempat, dam
waktu. Jaringan dan teknologi digital lainnya ini, juga memungkinkan pertukaran
informasi baik mengenai produk, produsen, maupun costumer secara global dan
menyeluruh. Hal tersebut dapat diakses oleh pelaku ekonomi dengan mudah
sehingga transaksi bisnis tidak lagi terpaku melalui kertas tapi bisa dilaksanakan
melalui jalan raya elektronik dengan menggunakan fasilitas-fasilitas yang
disediakannya seperti shared database, electronic fund transfer, electronic data
incharge, electronic commerce, dsb. Oleh karena itu, mobilitas ekonomi pun
semakin cepat dan kompetitif.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana konsep pemasaran global?
2. Apa saja jenis-jenis Pemasaran Global?

1.3 Tujuan Masalah


Memenuhi tugas Critical Book Review

1.4 Manfaat Masalah


1. Dipelajari guna untuk menambah khasanah pengetahuan kita mengenai
pemasaran global,
2. Dapat di implementasikan dalam dunia bisnis yang akan kita rintis
BAB II
REVIEW BUKU

2.1 Identitas Buku I

Judul Buku : Pemasaran Global: Internasionalisasi dan Internetisasi


Nama Pengarang : Grego Chandra, Fandy Tjiptono, Yanto Chandra
Nama Penerbit : ANDI
Tahun Penerbit : 2004
Tempat Penerbit : Yogyakarta

BAB 1 PEMASARAN GLOBAL: Lingkup dan Tantangan


Istilah “globalisasi” hingga saat ini masih banyak diperdebatkan dikalangan
akademisi. Defenisi berbasis ekonomik ini mengasumsikan bahwa integrasi yang
malampaui batas-batas negara berpotensi menghasilkan skala ekonomis pada level
perusahaan/produk-produk bermerk global. Sebagian industri mengalami globalisasi
yang dipicu oleh 4 faktor utama yang disebut 4C: Customers, Cost, Country, dan
Competition.
Pemasaran mengacu pada suatu fokus strategik terhadap lingkungan untuk
menghasilkan manfaat-manfaat tertentu bagi perusahaan dan stakeholders. Pemasaran
diinterpretasikan sebagai arahan manajerialterhadap sumber daya yang ada untuk
merealisasikan peluang-peluang lingkungan pemasaran dengan menyadari pula bahwa
pelanggan memiliki kebutuhan dan keinginan yang tak terbatas.

BAB 2 INTERNASIONALISASI: Teori dan Perkembangan


Teori-Teori pokok perdagangan internasional yang berkaitan erat dengan
pemasaran global, yaitu; teori keunggulan komparatif, teori siklus hidup produk, konsep
keunggulan kompetitif negara. Walaupun bidang pemasaran internasional telah
mengalami perkembangan pesat pada beberapa dekade akhir ini, namun sampai saat ini
masih belum ada konsensus diantara para peneliti tentang defenisi internasionalisasi.
Biaya internasionalisasi dapat meningkatkan level internasionalisasi perusahaan
perusahaan, governance dan transaction costs meningkat secara eksponensial.
Bisnis global harus menghadapi kenyataan bahwa dunia ini penuh dengan
hambatan tarif, kuota, dan non-tarif lainnya yang dirancang untuk melindungi pasar
suatu negara dari gangguan maupun penetrasi oleh perusahaan-perusahaan asing.

BAB 3 Lingkungan Pemasaran Global


Kinerja suatu negara dapat dinilai menggunakan berbagai macam indikator
ekonomi, diantaranya: ukuran perekonomian, tingkat pendapatan, distribusi pendapatan,
konsumsi personal tingkat pertumbuhan ekonomi, populasi, tren inflasi, posisi finansial
eksternal, posisi nilai tukar uang, pasar finansial dan bank, sistem perpajakkan,
perencanaan ekonomi, dan tingkat kompetensi. Tahap-tahap prkembangan pasar :
- Negara berpenghasilan rendah
- Negara berpenghasilan menengah bawah
- Negara berpenghasilan menengah atas
- Negara berpenghasilan tinggi
- Kasus keranjang

Pemerintah merupakan bagian internal dari setiap aktivitas bisnis domestik dan luar
negeri. Karenanya, setiap perusahaan global dipengaruhi oleh lingkungan politik negara
asal dan negara tujuan pemasarannya. Lingkungan politik yang ideal bagi setiap
perusahaan global adalah pemerintah yang stabil dan bersahabat. Sayangnya, kenyataan
yang dijumpai tidak selalu demikian.

Secara garis besar, ada dua macam sistem hukum internasional, yaitu common
lad dan code law. Kedua sistem ini memiliki perbedaan cukup signifikan. Common law
yang dikembangkan di Inggris merupakan sistem hukum yang didasarkan pada
preseden, kebiasaan/konvensi masa lalu, dan interpretasi terhadap hukum yang
seharusnya diterapkan pada situasi tertentu. Code law dikembangkan pertama kali
banyak zaman kerajaan Romawi dan hingga masih banyak diterapkan tiga hukum yaitu;
hukum dagang, hukum perdata, dan hukum pidana.

BAB 4 Segmentasi, Targeting, Positioning, dan Branding Global

Segmentasi pasar adalah proses memilah suatu pasar kedalam


berbagaikelompok pelanggan yang berperilaku sama ataumemiliki kebutuhan serupa.
Setiap kelompok bisa dipilih sebagai pasaar sasaran untuk dilayani dengan strategi
pemasaran tersendiri. Segmentasi pasar global merupakan proses membagi pasar dunia
ke dalam berbagai kelompok pelanggan yang berperilaku sama atau memiliki kutuhan
serupa.

Global targeting merupakan proses mengevaluasi dan membandingkan berbagai


segmen pasar global, serta memilih suatu atau lebih diantaranya sebagai pasar sasaran
yang dinilai berpotensi paling besar untuk dilayani secara efektif dan efisien.

Global positioning berusaha menempatkan produk dalam benak pelanggan


sasaran sedemikian rupa, hingga memperoleh posisi yang unik dan unggul
dibandingkan produk pesaing.

Global branding isu pokok yang menyangkut standarisasi versus adaptasi.

Seiring dengan derasnya desus arus globalisasi, perusahaan-perusahaan berusaha


menciptakan merek-merek global dan secara agresif berupaya mencari pasar-pasar
potensial di seluruh belahan dunia. Terlepas dari debat konseptual mengenai istilah
merek global, satu hal yang pasti adalah dampaknya terhadap merek-merek lokal atau
domestik.
BAB 5 Strategi Memasuki Pasar Global

Bila sebuah perusahaan ingin memasuki suatu negara secara cepat agar dapat
memanfaatkan peluang pertumbuhan pasar, pilihan-pilihan seperti lisensi, waralaba
maupun akuisisi merupakan alternatif terbaik. Ini disebabkan strategi-strategi tersebut
memanfaatkan fasilitas prduksi dan jaringan distribusi yang sudah mapan, serta
pengetahuan dasar dan kontak lokal. Sebaliknya, jika suatu perusahaan ingin lebih
berhati-hati dalam memasuki pasar internasional, maka pilihannya adalah strategi
bertahap. Strategi ini diawali dengan ekspor, kemudian secara bertahap beraalih
kepembentukkan armada penjualan lokal dan akhirnya membangun fasilitas produksi di
pasar asing. Proses inkremental ini biasanya banyak diterapkan prusahaan kecil dan
menengah dari negara-negara Skandinavia.

BAB 6 Pemasaran Ekspor

Ekspor merupakan mode of entry yang memiliki tingkat risiko dan komitmen
paling kecil. Oleh sebabitu, tidaklah mengherankan jika ekspor paling banyak
diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang berkecimpung dalam pemasaran global.
Mengpa ekspor? Sebagian besar pemerintah dan perusahaan diseluruh penjuru dunia
menyadari pentingnya kegiatan ekspor. Hal ini dikarenakan ada dua jenis manfaat
utama ekspor: manfaat ekonomik dan manfaat nonekonomik. Ekspor juga diyakini
mampu memberikan manfaat besar bagi para karyawan yang bekerja di perusahaan
yang melakukan ekspor. Ekspor telah menjadi aktivitas perdagngan paling cepat
pertumbuhannya dan secara terus-menerus tumbuh lebih cepat daripada tingkat
pertumbuhan output perekonomian dunia selama 2 dekade terakhir.

Kemampuan ekspor suat negara telah diketahui memiliki pengruh yang positif
terhadap perekonomian negara bersangkutan, termasuk juga perusahaan yang
melakukannya. Secara umum ada 2 jenis hambatan yangmmebuat perusahaan enggan
melakukan ekspor yaitu :

1. Kurangnya insentif pada skala makro dan kurangnya kebijakan nasional yang
berpihak pada ekspor
2. Kendala yangberasal dari dalam perusahaan terhadap ekspor, dimana ekspor
tidak menjadi prioritas.

Selama kurun waktu 30 Tahun terakhir, ada sejumlah penelitian yang dipublikasikan
tentang determinan kinerja ekspor. Hal ini merupakan bukti pentingnya isu tersebut dan
legitimasi bidang keilmuan yang memusatkan diri pada pemasaran ekspor.

BAB 7 International Business Partnerships

Literatur IBP dapat dikelompokkan menjadi beberapa paradigma teoritis untuk


menjelaskan organisasi, operasi, dan hasil dari International Joint Venture.
Perspektif/paragdima yang sring digunakan untuk menjelaskan IBP. Pendapatan yang
diperoleh dari kerjasama bisnis internasional lebih besar dibandingkan penghasilan dari
operasi sendiri-sen..diri karena melalui kemitraan, perusahaan mendapatkan akses
market knowledge, teknologi, pasar, kontak ke pembeli pemerintah, serta mempercepat
payback. IBP tidak selalu menguntungkan bagi perusahaan karena huga dapat
mengurangi pendapatan dan meningkatkan biaya. Ada kalanya kemitraan malah
membuat pihak tertentu tidak mendapatkan keleluasaan dalam mengembangkan lini
bisnisnya, harga akhir produk yang dijual malah lebih rendah dari harga jual sebelum
bermitra, atau karena pihak partner mengurangi keinginannya untuk melakukan
penjualan ke luar negeri. Faktor kunci sukses dalam IBP :
- Kompetensi inti
- Pemilihan mitra bisnis
- Pemilihan negara
- Tipe kemitraan
- Hubungan pribadi
- Komitmen
- Saling ketergantungan
- Komunikasi
- Trust
- Sensitivitas budaya
- Investasi dalam membina hubungan
- Orientasi jangka panjang
- Shared vision
- Pembuatan keputusan bersama
- Stabilitas personalia
- Perlakuan terhadap staf
- Karateristik pribadi.

BAB 8 INTERNETISASI: Konsep dan Strategi


Perspektif business yang berfokus pada peluang dan model bisnis yang lebih
beroperasi sebagai entitas elektronik daripada entitas fisik. Faktor kunci dalam model
ini adalah askpek finansial. Secara garis besar, kemajuan teknoologi Internet yang
disertai dengan berkembangknya bermacam-macam titik akses. Aplikasi internet dalam
bidang bisnis yakni :
1. Yellow pages
2. Web traffic control
3. On-line store front
4. Standart websites
5. Business-to-business links
6. Community sites
7. Informational
8. Content-based sites
Pesatnya perkembangan internet membawa peluang sekaligus tantangan bagi pemasaran
konvesional. Dalam hal filosofi pemasaran, terjadi perubahan fokus yang berkaitan
dengan produk, ukuran pasar, alat kompetitif, teknologi kunci, dan ukuran kunci yang
membedakan empat perspektif pemasaran utama. Terdapat faktor internal yaitu faktor-
faktoor yang bisa dikendalikan oleh perusahaan dan eksternal yakni faktor-faktor yang
diluar kendali perusahaan dan berpengaruh terhadap aktivitas internasional perusahaan
BAB 9 Strategi Pemasaran Kompetitif Internasional
Secara umum, posisi kompetitif dinilai berdasarkan sejumlah dimensi yang
berpengaruh terhadap (1) kinerja pasar international, seperti pendapatan penjualan,
pangsa pasar, serta citra merek/perusahaan (2) kinerja laba internasional. Karateristik
utama perusahaan dominan adalah pangsa pasar yang secara signifikanlebih besar
dibandingkan pesaing terdekat dipasar luar negeri. Perusahaan-perusahaan yang
berusaha meng jar dominasi di pasar luar negeri memiliki dua rute sukses, yaitu
1. Berfokus pada satu pasar kuar negeri
2. Mengidentifikasi ceruk pasar atau pasar terspesialisasi dengan potensi global
dan berusaha mendominasinya.
Secara garis besar, strategi pemimpin pasar internasional meliputi tiga bentuk, yaitu :
1. Memperluas pasar keseluruhan
2. Melindungi pangsa pasar
3. Meningkatkan pangsa pasar
Pemilihan strategi tersebut harus mempertimbangkan kondisi politik dan peraturan di
negara tujuan pemasaran, struktur disribusi, dan loyalitas konsumen masing-masing
negara.

BAB 10 Manajemen Produk dan Jasa Global


Produk bisa diklasifikasikan menurut berbagai kategori. Misalnya, berdasarkan
tipe pemakai dan tujuan konsumsinya, maka produk bisa dibedakan tipe pemakai dan
tujuan konsumsinya, maka produk bisa dibedakan menjadi produk konsumen dan
prooduk industial. Positioning produk menyangkut posisi suatu merek dalam benak
konsumen sedemikian rupa, sehingga dipersepsikan unik dan unggul dibandingkan
merek pesaing dalam hal atribut dan manfaat produk. Desain produk merupakan faktor
kunci dalam menentukan kesuksesan pemasaran global. Manfaat dari peningkatan
penjualan potensial ini harus lebih besar dibandingkan biaya mengubah desain produk
dan mengujinya di pasar. Karateristik perusahaan-perusahaan meliputi:
1. Berfokus pada satu atau hanya beebrapa bisnis
2. Manajemen senior terlibat secara aktif dalam menentukan dan menyempurnakan
proses pengembangan produk.
3. Berkemampuan untuk merekrut dan mempertahankan karyawan terbaik dalam
bidangnya
4. Menyadari sepenuhnya bahwa faktor kecepatan dalam memasarkan produk baru
memperkuat kualitas produk.

BAB 11 Distribusi Global


Distribusi merupakan salah satu keputusan penting yang menentukan
keberhasilan pemasaran global. Akselarasi siklus hidup produk dan meningkatkan
kebutuhan kapital untuk riset dan pengembangan produk menuntut entri pasar global
yang cepat ke sejumlah pasar nasional. Seluruh distribusi adalah srangkaian organisasi
yang saling terkait dan terlibat dalam proses penyampaian atau penyaluran barang dan
jasa dari ‘point of origin’ ke ‘point of consumption’ guna memenuhi kebutuhan
pelanggan secara menguntungkan. Dalam konteks pemasaran global, manajemen
saluran distribusi internasional mengacu pada proses menjalin dan mengembangkan
relasi dengan berbagai pihak yang memfasilitasi transfer produk dan jasa dari produsen
di suatu negara kepada konsumen di negara lainnya. Distribusi global memiliki
karateristik khusus yang membedakannya dengan distribusi di pasar domestik.
Karateristik tersebut menyangkut kompleksitas variabel-variabel yang berpengaruh
terhadap pilihan aktivitas-aktivitas internasional. Tujuan pokook saluran distribusi
adalah menciptakan utilitas bagi para pelanggan. Yakni :
 Utilitas temoat
 Utilitas waktu
 Utilitas bentuk
 Utilitas informasi
 Utilitas kepemilikkan
Kelima utilitas dasar ini bisa menjadi sumber keunggulan kompetitif dan nilai produk.
Karena itu, pemilihan strategi distribusi merupakan salah satu keputusan kunci dalam
manajemen pemasaran global.
Inovasi saluran distribusi berkenaan dengan pencarian dan penemuan tipe
perantara baru yang bisa dipakai untuk mendistribusikan produk atau jasa perusahaan.
Inovasi bisa dihasilkan dari tiga sumber : (1) perubahan teknologi yang memungkinkan
perusahaan menggunakan tipe perantara yang sebelumnya tidak tersedia, (2) peraturan
yang memungkinkan penciptaan tipe perantara tersebut, dan (3) eksperimentasi dengan
tipe perantara yang sebelumnya belum pernah dicoba oleh eksportir.

BAB 12 Penetapan Harga Global


Penetapan harga merupakan salah satu keputusan penting dalam pemasaran
global. Harga adalah satu-satunya elemen bauran pemasaran yang memberikan
pemasukan bagi pemasaran, sedangkan elemn-elemen lainnya justru membutuhkan
dana besar.terdapat tiga faktor utama yang menentukan batas-batas harga yaitu :
1. Biaya produk yang menentukan harga dasar atau harga minimum.
2. Harga produk setara buatan pesaing yang menentukan harga maksimun atau
batas atas.
3. Harga optimun yang merupakan fungsi permintaan akan produk yang ditentukan
oleh kemauan dan kemampuan pelanggan untuk membeli.
Tugas penetapan harga global menjadi semakin rumit dengan adanya fluktuasi kurs
mata uang yang sebenarnya tidak terlalu berhubungan dengan biaya-biaya yang
mendasarinya. Harga dalam pasar global harus selalu dievaluasi secara reguler dan
disesuaikan bilamana diperlukan. Sselain itu, tujuan penetapan harga bisa bervariasi,
tergantung pada tahap siklus hidup produk dan situasi persaingan di masing-masing
negara tujuan.
 Market Skimming: usaha secara sistematis untuk menjangkau dan melayani
segmen pasar yang bersedia membayar harga premium untuk suatu produk.
 Penetration Pricing: menggunakan harga sebagai senjata bersaing guna meraih
posisi pasar.
 Market Holding: merespon setiap penyesuaian harga oleh para pesaing.
 Cost Plus: untuk memperoleh pijakan dalam pasar global.
Ada tiga alternatif kebijakan penetapan harga global, yaitu :
 Kebijakan Penetapan Harga Extension: Dalam kebijakan ini, harga suatu produk
akan sama seluruh dunia dan importir menanggung biaya pengiriman dan bea
impor.
 Kebijakan Penetapan Harga Adaptation: Perusahaan memberikan wewenang
kepada para manajer kantor cabang untuk menetapkan sendiri tingkat harga yang
dirasa paling cocok untuk situasi yang mereka hadapi
 Kebijakan Penetapan Harga Invention: Perusahaan tidak menetapkan satu harga
untuk diberlakukan diseluruh dunia dan juga tidak menyerahkan keputusan
penetapan harga kepada cabang perusahaan, namun justru mengambil posisi
diantara keduanya.
Dumping merupakan praktik diskriminasi harga yang menjual produk impor dengan
harga yang lebih murah daripada harga produk yang sama di negara asal. Selain itu,
praktik diskriminasi harga yang menjual prduk impor dengan harga yang lebih rendah
daripada biaya produksinya.
Penetapan harga transfer adalah penentuan harga baran dan jasa yang
dijualbelikkan oleh unit operasi atau disi dalam satu perusahaan. Dengan kata lain,
harga transfer berkaitan dengan pertukaran.
Ada tiga pendekatan alternatif dalam menentukan harga transfer, yaitu :
1. Coast-Based Transfer Pricing
2. Market-Based Transfer Pricing
3. Negotiated Transfer Pricing

BAB 13 Komunikasi Pemasaran Global


Ada sejumlah variabel yang bisa mempengaruhi efektivitas komunikasi
pemasaran yang melewati batas-batas negara. Beberapa diantara faktor tersebut bisa
dikendalikan oleh manajemen lokal atau manajemen kantor pusat. Pendapat yang
mendukung strategi adaptasi pesan agar bisa memenuhi kebutuhan lokal atau regional
tertentu didasarkan pada beberapa argumen berikut :
1. Kebutuhan konsumen
2. Infrastuktur
3. Tingkat pendidikan antar negara berbeda-beda
4. Tingkat dan cara pengendalian terhadap komunikasi pemasaan disetiap negara
merupakan refleksi dari kondisi ekonomi, budaya, dan politik setempat.
5. Manajemen lokal terhadap implementasi pesan standar yang ditentukan secara
terpusat sangat mungkin tidak efektif karena kurang nya rasa kepemilikkan atas
pesan bersangkutan.
Terdapat sejumlah isu yang perlu dicermati oleh setiap pemasar global, diantaranya:
1. Perbedaan bahasa
2. Ketersediaan media
3. Kendali pemerintah
4. Ketersediaan agen periklanan
5. Ketentuan mengenai Promosi Penjualan
6. Kemunculan media-media mutakhir

BAB 14 Perencanaan, Pengorganisasian, dan Pengendalian Pemasaran Global


Perencanaan meliputi identifikasi langkah-langkah sistematis yang bakal
membantu perusahaan merumuskan tindakan rinci dalam menerapkan strategi umum.
Proses perencanaan harus mencerminkan langkah-langkah perumusan strategi
didasarkan pada tiga faktor utama, yaitu evaluasi terhadap lingkungan global, industri,
dan perusahaan sendiri.
Struktur organisasi menentukan siapa melakukan apa, termasuk karyawan mana
yang memiliki gatekeeping power untuk mendukung atau menolak keputusan yang
dibuat pihak lain. Struktur organisasi jug menentukan sejauh mana aktivitas-aktivitas
organisasi telah integrasi. Isu dasar menyangkut struktur organisasi dalam pemasaran
global adalah sentralisasi versus dentralisasi. Perusahaan global membutuhkan
koordinasi kuat di kantor pusat untuk melaksanakan dan menyelia implementasi strategi
pemasaran global.
Pengendalian merupakan salah satu aspek kritis dalam pemasaran global. Tujuan
pengendalian adalah mengarahkan operasi bisnis dan pemesanan agar bisa mewujudkan
tujuan yang ditetapkan.