Anda di halaman 1dari 12

I.

JUDUL
Penentuan Tetapan Kesetimbangan Asam Lemah secara Konduktometri

II. TUJUAN
1. Menentukan pengaruh konsentrasi larutan terhadap daya hantar listrik.
2. Menentukan konstanta kesetimbangan dari asam lemah (asam asetat) dengan cara
mengukur hantarannya.
3. Menentukan konstanta (sebenarnya) termodinamik dari asam lemah (asam asetat)

III. DASAR TEORI


Konduktometri adalah salah satu metoda analisa kimia kuantitatif berdasarkan daya
hantar listrik suatu larutan. Daya hantar listrik (G) suatu larutan bergantung pada jenis dan
konsentrasi ion di dalam larutan. Daya hantar listrik berhubungan dengan pergerakan suatu
ion di dalam larutan ion yang mudah bergerak mempunyai daya hantar listrik yang besar
((Basset, 1994:615) dalam Nur Rahmi, 2014).
Elektrolit adalah suatu senyawa yang apabila dilarutkan dalam pelarut akan
menghasilkan larutan yang menghantarkan listrik. Larutan elektrolit dapat menghantarkan
arus listrik karena mengalami ionisasi (Suardana, 2003). Gerakan ion dalam larutan dapat
dipelajari dengan mengukur konduktivitas listrik dari larutan elektrolit. Migrasi kation menuju
elektroda bermuatan negatif dan anion menuju elektroda bermuatan positif, membawa muatan
melalui larutan. Pengukuran dasar yang digunakan untuk mempelajari gerakan ion adalah
pengukuran tahanan listrik larutan. Tahanan merupakan kebalikan dari hantaran. Pada suhu
tetap, hantaran suatu larutan bergantung pada konsentrasi ion- ion dan mobilitas ion- ion
tersebut dalam larutan. Sifat hantaran listrik dari suatu elektrolit biasanya mengikuti hukum
ohm yang dituliskan dengan rumus V= I x R, dimana V adalah tegangan (Volt). I adalah arus
listrik (ampere), dan R adalah tahanan (ohm). Hantaran suatu larutan (L) didefinisikan sebagai
kebalikan dari tahanan.
I
L= ……………………………………..(1)
R
Hantaran jenis  adalah hantaran suatu larutan yang terletak di dalam suatu kubus
dengan rusuk 1,0 cm antara dua permukaan yang sejajar. Bila untuk dua permukaan yang
sejajar dengan luas A m2 dan berjarak  m satu dengan yang lain, maka berlaku hubungan :
xA
L ....................................(2)

Dalam pengukuran hantaran, diperlukan pula suatu tetapan sel (k) yang merupakan
suatu bilangan, bila dikalikan dengan hantaran suatu larutan dalam sel bersangkutan akan
memberikan hantaran jenis dari larutan tersebut sehingga:
k
  kL  .............................(3)
R
l
Dari persamaan (2) dan (3) didapat hubungan bahwa k  yang merupakan tetapan suatu sel.
A
Hantaran molar (  ) dari suatu larutan didefinisikan sebagai hantaran larutan antara dua
permukaan sejajar yang berjarak 1,0 cm satu dengan yang lain dan mempunyai luas
sedemikian rupa sehingga di antara kedua permukaan tersebut terdapat elektrolit sebanyak 1
mol.

  10 3 ………………………(4)
C
dimana C adalah konsentrasi larutan dalam satuan mol/m3 (Retug, 2004).
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh Kohlrausch, hubungan antara hantaran
molar dan hantaran jenis terhadap konsentrasi adalah sebagai berikut.
1. Untuk elektrolit kuat, hantaran jenis elektrolit akan naik secara cepat dengan naiknya
konsentrasi, sedangkan untuk elektrolit lemah hantaran jenis elektrolit akan naik
secara perlahan-lahan dengan naiknya konsentrasi. Perbedaan ini disebabkan karena
perbedaan daya ionisasi kedua elektrolit, dimana elektrolit kuat terionisasi sempurna
sedangkan elektrolit lemah terionisasi sebagian.
2. Untuk elektrolit kuat dan lemah, hantaran molarnya akan naik dengan naiknya
pengenceran dan akan bernilai maksimal pada pengenceran tak terhingga.
Hubungan antara hantaran molar pada konsentrasi tertentu (  ) dan hantaran molar pada
pengenceran tak terhingga (  o ) terhadap konsentrasi (C) untuk elektrolit kuat adalah sebagai
berikut.
  o  b C
Grafik hantaran molar dengan akar kuadrat konsentrasi untuk beberapa elektrolit dapat
digambarkan sebagai berikut.

Gambar 1. Hubungan hantaran molar terhadap akar kuadrat konsentrasi elektrolit


Berdasarkan grafik di atas, dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Plot hantaran molar terhadap akar kuadrat konsentrasi berupa garis lurus untuk
elektrolit kuat, dan lengkungan curam untuk elektrolit lemah.
2. Ekstrapolasi data hantaran molar sampai pengenceran tak terhingga dikenal sebagai
limit hantaran molar (  o ) yang didasarkan pada migrasi bebas rata-rata dari ion-ion,
seperti yang dikemukakan oleh Kohlrausch.
Menurut hukum tersebut, hantaran molar dari setiap elektrolit pada pengenceran tak
terhingga (λo) adalah jumlah hantaran molar dari ion-ion pada pengenceran tak terhingga. Hal
ini disebabkan pada pengenceran tak terhingga, masing-masing ion dalam larutan dapat
bergerak bebas tanpa dipengaruhi oleh ion-ion lawan. Apabila jumlah ion positif dan ion
negatif dinyatakan sebagai v+ dan v- serta hantaran molar pada pengenceran tak terhingga ion-
ion positif dan negatif dinyatakan sebagai λo+ dan λo-, maka dapat dirumuskan sebagai berikut.
 o  v  λ o  v  λ o

Penerapan utama dari hukum Kohlrausch adalah untuk menentukan harga limit hantaran
molar dari elektrolit lemah. Misalnya suatu elektrolit AD, hantaran molar pada pengenceran
tak terhingga (limit hantaran molarnya) ditentukan dari penentuan hantaran molar larutan
elektrolit kuat AB, CD, CB dengan menggunakan persamaan berikut.
A o (AD)  A o (AB)  A o (CD)  A o (CB)

A o (AD)  λ oA   λ oB  λ oC  λ oD  λ oC - λ oB  λ oA   λ oD


Pada pengenceran tak berhingga pada hantaran molar berlaku pula keaditifan hantaran
ion-ionnya sesuai dengan hukum Kohlrausch. Suatu larutan elektrolit lemah tidak terionisasi
secara sempurna dalam air tetapi terdapat kesetimbangan antara ion-ionnya. Hubungan antara
derajat ionisasi (α) dengan hantaran molar (Λ) dinyatakan dengan rumusan.
ΛC
α= …………………………………………………(5)
Λ0

Dimana :
ΛC = hantaran molar pada konsentrasi C
Λo = hantaran molar pada konsentrasi tak hingga
Untuk elektrolit lemah harga tetapan kesetimbangannya dinyatakan dengan rumus
α 2C
Ka = ………………………………………………(6)
1 α
Dari persamaan (6) harga derajat disosiasi suatu larutan elektrolit dapat diketahui,
sehingga harga tetapan kesetimbangan (Ka) dapat dihitung. Harga tetapan kesetimbangan
termodinamik (K) merupakan fungsi dari Ka dan koefisien keaktifan dari ion-ionnya. Untuk
larutan pada pengenceran tak hingga, koefisien keaktifan adalah 1, sehingga harga tetapan
kesetimbangan sebenarnya dapat dinyatakan dengan rumus.

log K a = log K + 2Λ αC ………………………………(7)


Keterangan :
Ka = tetapan kesetimbangan
K = tetapan kesetimbangan sebenarnya (termodinamik)
Λ = tetapan
α = derajat disosiasi
C = konsentrasi larutan
Persamaan yang mengungkapkan bahwa aturan log Ka terhadap αC merupakan garis
lurus. Sehingga hasil ekstrapolasi ke harga C = 0 akan diperoleh harga log K (Suardana, 2003).
IV. ALAT DAN BAHAN
3.1 Alat
Nama Alat Jumlah
Konduktometer 1 buah
Sel hantaran 1 buah
Termometer 1 buah
Gelas kimia 100 mL 2 buah
Gelas kimia 250 mL 2 buah
Botol semprot 1 buah
Pipet tetes 2 buah
Labu ukur 250 mL 2 buah
Labu ukur 100 mL 3 buah
Termostat 1 buah
Spatula 2 buah
Batang pengaduk 2 buah
Gelas ukur 10 mL 1 buah
Gelas ukur 25 mL 1 buah

3.2 Bahan
Nama Bahan Konsentrasi Jumlah
Larutan KCl 0,1 N 25 mL
Larutan CH3COONa 0,1N; 0,05N; 0,025N; 350 mL
0,0125N; 0,00625N;
0,00312N; 0,00156N
Larutan CH3COOH 0,1N; 0,05N; 0,025N; 350 mL
0,0125N; 0,00625N;
0,00312N; 0,00156N
Larutan NaCl 0,1N; 0,05N; 0,025N; 350 mL
0,0125N; 0,00625N;
0,00312N; 0,00156N
Larutan HCl 0,1N; 0,05N; 0,025N; 350 mL
0,0125N; 0,00625N;
0,00312N; 0,00156N
Aquades - secukupnya

V. PROSEDUR KERJA DAN HASIL PENGAMATAN


No. Prosedur kerja Hasil pengamatan
1 Sel dicuci dengan air dan hantarannya di
tentukan didalam air. Sel dicuci kembali
dan hantarannya ditentukan sampai
menunjukkan hasil yang tetap.
2 Sel dibilas dengan larutan KCl 0,1 N dan
hantarannya ditentukan dalam larutan KCl
tersebut. Temperatur larutan KCl
ditentukan dan data hantaran jenis larutan
KCl 0,1N pada berbagai temperatur
disajikan pada tabel berikut:
x (ohm- x (ohm-
T(0C) T(0C)
1m-1) 1m-1)

21 1,191 26 1,313
22 1,215 27 1,337
23 1,239 28 1,362
24 1,264 29 1,387
25 1,288 30 1,412

3 Larutan NaCl masing-masing dibuat


dengan konsentrasi 0,1 N; 0,05 N; 0,025
N; 0,0125 N; 0,00625 N; 0,00312 N; dan
0,00156 N. Konsentrasi larutan tersebut
dicatat dengan teliti, kemudian hantaran
dari masing-masing larutan tersebut
diukur dengan alat konduktometer.
Hantaran dari larutan CH3COONa,
CH3COOH, dan HCl juga ditentukan pada
konsentrasi yang sama dengan NaCl
dengan alat konduktometer.
4 Berdasarkan hasil data pada langkah 1-3,
dibuat kurva dari masing-masing zat
tersebut antara hantaran molarnya (A)
terhadap √C
5 Harga Ao larutan NaCl, CH3COONa, dan
HCl ditentukan melalui ekstrapolasi.
6 Harga Ao larutan CH3COOH ditentukan
dengan menggunakan hukum Kohlrusch.

VI. Perhitungan
a) Perhitungan pembuatan larutan KCl:
Konsentrasi KCl (N) = M x n

Massa KCl = [KCl] × Mr KCl × L

b) Perhitungan Massa NaCl


Konsentrasi NaCl (N) = M x n
Massa NaCl = [NaCl] × Mr NaCl × L
c) Perhitungan massa CH3COONa
Konsentrasi CH3COONa = M x n

d) Perhitungan Volume HCL

V1 x N1 = V2 x N2

e) Perhitungan Volume CH3COOH

V1 x N1 = V2 x N2

f) Perhitungan Pengenceran
Larutan yang akan dibuat adalah larutan HCl, NaCl, CH3COONa, dan CH3COOH dengan
konsentrasi 0,05N, 0,025N, 0,0125N, 0,00625N, 0,00312N, 0,00156N, sehingga dilakukan
pengenceran. Perhitungan pengenceran untuk semua larutan adalah sebagai berikut:

V1 x N1 = V2 x N2

g) Tetapan sel hantaran:


1. Hantaran molar (Ʌ) pada larutan HCl:

2. Hantaran molar (Ʌ) pada larutan CH3COONa:

3. Hantaran molar (Ʌ) pada larutan CH3COOH:

4. Hantaran molar (Ʌ) pada larutan NaCl:

Buatlah Kurva Larutan NaCl antara Hantaran Molar (Ʌ) terhadap √C dan Tentukan
harga melalui ekstrapolasi
Konsentrasi (N) Akar Konsentrasi (√C) Hantaran Molar
(mho m2/mol)

0,1

0,05
0,025

0,0125

0,00625

0,00312

0,00156

Buatlah Kurva Larutan CH3COONa antara Hantaran Molar (Ʌ) terhadap √C dan Tentukan
harga melalui ekstrapolasi

Konsentrasi (N) Akar Konsentrasi (√N) Hantaran Molar


(mho m2/mol)

0,1

0,05

0,025

0,0125

0,00625

0,00312

0,00156

Buatlah Kurva Larutan HCl antara Hantaran Molar (Ʌ) terhadap √C dan Tentukan harga
melalui ekstrapolasi
Konsentrasi (N) Akar Konsentrasi (√N) Hantaran Molar
(mho m2/mol)

0,1

0,05

0,025

0,0125
0,00625

0,00312

0,00156

Hantaran Molar Larutan CH3COOH pada Pengenceran Tidak Terhingga (Ʌo)

Derajat Disosiasi dan Tetapan Kesetimbangan Larutan CH3COOH

Derajat Disosiasi dan Tetapan Kesetimbangan Larutan CH3COOH 0,1, 0,05, 0,025,
0,0125, 0,00625, 0,00312, 0,00156, N

Harga Tetapan Kesetimbangan Sebenarnya (K) Larutan CH3COOH a. Kurva Larutan


CH3COOH antara log Ka dan √αC
Konsentrasi Derajat αC √αC log Ka
(C) Disosiasi (α)

0,1 N

0,05 N

0,025 N

0,0125 N

0,00625 N

0,00312 N

0,00156 N
Harga Tetapan Kesetimbangan Sebenarnya (K) Larutan CH3COOH

Anda mungkin juga menyukai