Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH BAHASA INDONESIA

RAGAM DAN LARAS BAHASA

Dosen Pengampu : Ajeng Dinar Wisesa Wardhani, M.Pd

Nama Kelompok :
Dena Sabillah 201912500467
Diana Puji Lestari Anti 201912500428
Dwi Retno Suryanti 201912500556
Indah Cahyani 201912500461
Puspita Ayu Paramitha 201912500452
Sandi Yoga Kalewu 201912500419
Siti Hajar Souwakil 201912500480
Riska Damayanti 201912500459
Wilis Syafitri 201912500427
Yosepine Magdalena Simanjuntak 201912500499
Zaneti Ruzik Abduloh 201912500417

PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS


FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI
2019
Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena telah
melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga makalah ini
bisa selesai pada waktunya.

Terima kasih juga kami ucapkan kepada teman-teman yang telah


berkontribusi dengan memberikan ide-idenya sehingga makalah ini bisa disusun
dengan baik dan rapi.

Kami berharap makalah ini bisa menambah pengetahuan untuk pembaca.


Namun terlepas dari itu, kami memahami bahwa makalah ini masih jauh dari kata
sempurna, sehingga kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun demi terciptanya makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.

Jakarta, Oktober 2019

Penyusun

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar...............................................................................................................2
DAFTAR ISI..................................................................................................................3
BAB I.............................................................................................................................4
PENDAHULUAN.........................................................................................................4
A. Latar Belakang....................................................................................................4
B. Rumusan Masalah...............................................................................................4
C. Tujuan.................................................................................................................4
BAB II...........................................................................................................................5
PEMBAHASAN............................................................................................................5
A. Pengertian Ragam Bahasa..................................................................................5
B. Jenis Ragam Bahasa...........................................................................................6
C. Faktor Penyebab Timbulnya Ragam Bahasa....................................................10
E. Pengertian Laras Bahasa...................................................................................11
F. Ciri-Ciri Laras Bahasa......................................................................................13
G. Jenis – Jenis Laras Bahasa................................................................................13
H. Macam-Macam Laras Bahasa..........................................................................14
BAB III........................................................................................................................19
PENUTUP...................................................................................................................19
A. Kesimpulan.......................................................................................................19
B. Saran.................................................................................................................19
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................20

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda


menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan pembicara,
orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990).
Menurut Dendy Sugono (1999:9), bahwa sehubungan dengan pemakaian Bahasa
Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tak
baku. Dalam situasi resmi, seperti di sekolah, di kantor, atau di dalam pertemuan
resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi, seperti di rumah, di
taman, di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa baku.

B. Rumusan Masalah

1. Pengertian ragam dan laras bahasa


2. Jenis-jenis dan fungsi ragam dan laras bahasa
3. Faktor penyebab ragam bahasa

C. Tujuan

Seiring perkembangan zaman maka terjadi perkembangan ragam dan laras bahasa
pada masyarakat, sehingga memacu penggunaan bahasa tidak baku pada situasi
resmi. Oleh karena itu, penyusun mengangkat judul ragam dan laras bahasa.

4
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Ragam Bahasa

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ragam bahasa adalah variasi
bahasa menurut pemakaiannya, topik yang dibicarakan, hubungan pembicara dan
teman bicara, dan medium pembicaraannya. (2005:920). Ragam bahasa merupakan
varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian.

Pengertian ragam bahasa menurut para ahli, diantaranya adalah :

1. Bachman, 1990
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda
menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang
yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Ragam bahasa yang oleh
penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik (mempunyai prestise tinggi), yang
biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis,
perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi
(seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi.

2. Dendy Sugono, 1999


Sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu
masalah penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi resmi, seperti di
sekolah, di kantor, atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya
dalam situasi tak resmi, seperti di rumah, di taman, di pasar, kita tidak dituntut
menggunakan bahasa baku.

5
3. Fishman Ed, 1968
Suatu ragam bahasa, terutama ragam bahasa jurnalistik dan hukum, tidak tertutup
kemungkinan untuk menggunakan bentuk kosakata ragam bahasa baku agar dapat
menjadi anutan bagi masyarakat pengguna bahasa Indonesia. Dalam pada itu perlu
yang perlu diperhatikan ialah kaidah tentang norma yang berlaku yang berkaitan
dengan latar belakang pembicaraan (situasi pembicaraan), pelaku bicara, dan topik
pembicaraan.

4. Alwi, 1998
Istilah lain yang digunakan selain ragam bahasa baku adalah ragam bahasa standar,
semi standar dan nonstandar. Bahasa ragam standar memiliki sifat kemantapan
berupa kaidah dan aturan tetap. Akan tetapi, kemantapan itu tidak bersifat kaku.
Ragam standar tetap luwes sehingga memungkinkan perubahan di bidang kosakata,
peristilahan, serta mengizinkan perkembangan berbagai jenis laras yang diperlukan
dalam kehidupan modern.

B. Jenis Ragam Bahasa

Jenis ragam bahasa dibedakan menjadi 2 yaitu ragam bahasa berdasarkan situasi
dan ragam bahasa berdasarkan media.

1. Ragam bahasa berdasarkan situasi


Ragam bahasa berdasarkan situasi yaitu ragam bahasa yang digunakan dalam situasi
atau keadaan tertentu. Ada dua masalah pokok dalam penggunaan bahasa, yaitu
penggunaan bahasa baku dan penggunaan bahasa tidak baku. Penggunaan bahasa
tersebut terkait dengan situasi, yaitu situasi resmi dan situasi tidak resmi.

Berdasarkan situasi pemakainya, dapat dibagi menjadi 3 yaitu :

6
a. Ragam Formal
Digunakan dalam situasi resmi. Bentuk ragam ini (atau disebut juga ragam baku)
yaitu ragam yang mengikuti kaidah atau aturan kebahasaan. Beberapa contoh
keperluan dan kegiatan sehari-hari yang menggunakan ragam fomal :
 Komunikasi resmi
 Wacana teknis
 Pembicaraan di depan khalayak ramai
 Pembicaraan dengan orang yang dihormati

b. Ragam Semi Formal


Jenis ragam ini memiliki ciri mengikuti kaidah dan aturan yang tetap tetapi tidak
secara konsisten dilakukan pada saat tertentu. Sebagai contoh yaitu bahasa
jurnalistik, dimana biasanya pembaca berita membacakan beritanya tidak selalu
dengan kata-kata yang baku, melainkan terkadang ditengah kata-kata baku yang
mereka ucapkan terselip kata-kata yang biasa kita ucapkan sehari-hari (bahasa
santai atau non formal).

c. Ragam Non-formal
Tidak menggunakan kata baku, dan tidak memiliki kaidah atau aturan yang tetap.
Contohnya ketika kita berbicara dengan teman. Kita juga bisa mengidentifikasi
apakah disebut formal, semi formal, atau non-formal dengan melihat beberapa
aspek berikut :
 Bergantung kepada topik yang dibahas
 Hubungan antar pembicara
 Medium yang digunakan
 Situasi saat pembicaraan terjadi
 Penggunaan kata sapaan dan kata ganti

7
2. Ragam Bahasa Berdasarkan Media
Berdasarkan media pembicaraan, ragam bahasa berdasarkan media dibagi menjadi 2
yaitu ragam lisan dan ragam tertulis.

a. Ragam Lisan
Ragam bahasa lisan merupakan bahasa yang berasal dari alat ucap. Dalam bahasa
ini kita memakai tata bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam pengungkapan gagasan
dalam bahasa ini kita dapat menggunakana tinggi rendahnya suara, penekanan,
air muka, atau bahkan gerak tangan dan isyarat sebagai pembantu
tersampaikannya gagasan tersebut.
Ciri-ciri ragam bahasa berdasarkan lisan :
 Memerlukan kehadiran orang lain
 Unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap
 Terikat ruang dan waktu
 Dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suara
Kelebihan ragam bahasa lisan :
 Dapat disesuaikan dengan situasi
 Faktor efisiensi waktu
 Faktor kecepatan, pembicara segera melihat reaksi pendengar terhadap apa
yang dibicarakannya.
Kelemahan ragam bahasa lisan :
 Bahasa lisan berisi beberapa kalimat yang tidak lengkap, terdapat frase-frase
sederhana.
 Penutur sering mengulangi beberapa kalimat.
 Tidak semua orang bisa melakukan bahasa lisan.
 Aturan-aturan bahasa yang dilakukan tidak formal.

b. Ragam Tertulis

8
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan
dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan
tata cara penulisan kosakata. Dengan kata lain dengan ragam bahasa tulis , kita
dituntut adanya kelengkapan unsur kata seperti bentuk kata ataupun susunan
kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan dan penggunaan
tanda baca dalam mengungkapkan ide.
Ciri - Ciri ragam bahasa tertulis :
 Tidak memerlukan orang kedua /teman bicara
 Tidak tergantung kondisi, situasi dan ruang serta waktu
 Berlangsung lambat
 Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi
Kelebihan ragam bahasa tulis :
 Informasi yang disajikan bisa dipilih untuk dikemas sebagai media atau materi
yang menarik dan menyenangkan.
 Umumnya memiliki kedekatan budaya dengan kehidupan masyarakat.
 Sebagai sarana memperkaya kosakata.
 Dapat digunakan untuk menyampaikan maksud, membeberkan informasi atau
mengungkapkan unsur-unsur emosi sehingga mampu mencanggihkan
wawasan pembaca.
Kelemahan ragam bahasa tulis :
 Alat atau sarana yang memperjelas pengertian seperti bahasa lisan itu tidak
ada akibatnya bahasa tulisan harus disusun lebih sempurna .
 Tidak mampu menyajikan berita secara lugas , jernih dan jujur, jika harus
mengikuti kaidah-kaidah bahasa.
 Yang tidak ada dalam bahasa tulisan tidak dapat diperjelas, oleh karena itu
dalam bahasa tulisan diperlukan keseksamaan yang lebih besar.

9
C. Faktor Penyebab Timbulnya Ragam Bahasa

Ada beberapa faktor penyebab timbulnya keragaman bahasa yang ada di-Indonesia
seperti halnya :

1. Faktor Budaya
Setiap daerah mempunyai perbedaan kultur atau daerah hidup yang berbeda, dan
banyak sekali kebudayaan setiap daerah di Indonesia, seperti wilayah Jawa dan
Papua dan beberapa wilayah Indonesia lainnya.
Seperti contoh di atas jawa dan papua mempunyai perbedaan yang cukup kontras
dengan papua dalam keragaman bahasa. Intonasi orang papua saat berbicara akan
terkesan sangat tegas dengan nada-nada yang sedikit di tekankan pada saat
berbicara. Hal ini berbeda dengan jawa, meskipun di jawa terdapat bahasa jawa
yang halus dan juga kasar. Namun, orang jawa saat berbicara lebih cenderung
menggunakan intonasi yang jauh lebih halus dibandingkan dengan papua. Faktor
kebudayaan itulah yang mempengaruhi keragaman bahasa di Indonesia.

2. Faktor Sejarah
Setiap daerah pasti memiliki kebiasaan dan bahasa yang berbeda-beda yang
sudah dibawakan oleh nenek moyang. Perbedaan tersebut terbawa hingga
sekarang dan menjadikan bahasa tersebut tetap tumbuh dan terjaga.misalnya
dalam bahasa sunda terdapat bahasa sunda yang halus dan juga bahasa sunda
yang kasar, dimana kedua perbedaan tersebut timbul dikarenakan sejarah yang
telah ada sebelumnya.

3. Faktor Perbedaan Demografi


Demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia.
Meliputi di dalamnya ukuran, struktur, dan distribusi penduduk, serta bagaimana
jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran, kematian, migrasi, serta
penuaan.

10
Hal ini mempengaruhi ragam bahasa karena setiap daerah memiliki dataran yang
berbeda seperti contohnya adalah wilayah di daerah pantai, pegunungan yang
biasanya cenderung mengunakan bahasa yang singkat jelas dan dengan intonasi
volume suara yang besar. Hal ini dikarenakan tidak banyak masyarakat yang
tinggal di daerah pegunungan, dan mayoritas mereka tinggal dengan jarak yang
cukup berjauhan sehingga mereka terbiasa berkomunikasi dengan intonasi
voleme yang jelas. Berbeda dengan pemukiman padat penduduk yang
menggunakan bahasa lisan yang panjang lebar dikarenakan lokasinya yang saling
berdekatan dengan intonasi volume suara yang kecil.

D. Fungsi Ragam dan Laras Bahasa

Fungsi ragam bahasa diantaranya yaitu :


1. Bahasa resmi kenegaraan
2. Bahasa pengantar resmi di sekolah dan universitas,
3. Bahasa resmi tingkat nasional dalam kepentingan perencanaan dan pelaksanaan
pembangunan Indonesia
4. Bahasa resmi kebudayaan dalam pengembangan kebudayaan, ilmu, teknologi
dan komunikasi di Indonesia.

Sedangkan fungsi laras bahasa adalah sebagai berikut :


1. Sebagai alat ekspresi diri
2. Sebagai alat komunikasi
3. Sebagai alat integrasi social
4. Sebagai alat kontrol sosial

E. Pengertian Laras Bahasa

11
Laras Bahasa adalah ragam bahasa yang digunakan untuk suatu tujuan atau pada
konteks sosial tertentu. Banyak sekali laras bahasa yang dapat diidentifikasi tanpa
batasan yang jelas di antara mereka.

Definisi dan kategorisasi laras bahasa antara para ahli linguistik antara lain :

1. Ure dan Ellis (1977)


Menganggap laras bahasa sebagai pola bahasa yang lazim digunakan mengikut
keadaan tertentu. Hal ini bermakna, sesuatu situasi akan menentukan bentuk bahasa
yang digunakan oleh pengguna bahasa itu dan pemilihannya berdasarkan konvensi
sosial masing-masing.

2. Reid (1956)
Menyatakan seorang penutur dalam situasi berbeda-beda akan menggunakan laras
mengikut situasi sosial yang berlainan iaitu istilah teknik untuk menyatakan
perlakuan bahasa (linguistic behavior) seseorang individu.

3. Halliday (1968)
Menyebut bahawa laras sebagai variasi bahasa yang berlainan berdasarkan fungsi.
Laras akan sentiasa berubah mengikut situasi. Dia telah membuat penjenisan laras
kepada tiga kategori yaitu tajuk wacana (field of discourse), cara penyampaian
wacana (mode of discourse) dan gaya wacana (style of discourse).

4. Joos (1961)
Beliau membagi lima laras bahasa menurut derajat keformalannya, yaitu :
a. Ragam beku digunakan pada situasi hikmat dan sangat sedikit memungkinkan
keleluasaan seperti pada kitab suci, putusan pengadilan, dan upacara
pernikahan formal (resmi)

12
b. Ragam resmi digunakan dalam komunikasi resmi seperti pada pidato resmi,
rapat resmi, dan jurnal ilmiah.consultative (konsultatif)
c. Ragam konsultatif digunakan dalam pembicaraan yang terpusat pada transaksi
atau pertukaran informasi seperti dalam percakapan di sekolah dan di pasar.
d. Ragam santai digunakan dalam suasana tidak resmi dan dapat digunakan oleh
orang yang belum tentu saling kenal dengan akrab.
e. Ragam akrab digunakan di antara orang yang memiliki hubungan yang sangat
akrab dan intim.

F. Ciri-Ciri Laras Bahasa

Menurut Nik Safiah Karim (1989), kajian terhadap laras bahasa perlu
mempertimbangkan dua faktor yang utama yaitu ciri keperihalan peristiwa bahasa
dan ciri linguistik yang wujud. Ciri keperihalan pula dibahagikan kepada dua aspek
utama, yaitu situasi luaran dan situasi persekitaran.
Situasi luaran adalah latar belakang sosial dan kebudayaan sesuatu masyarakat
bahasa yang merangkumi struktur sosial dan keseluruhan cara hidup yang
menentukan perlakuan setiap anggota masyarakat. Contohnya, apabila kita mengkaji
laras bahasa masyarakat Melayu lama, kita perlu mengaitkan dengan situasi istana,
stratifikasi sosial, tradisi sastra lisan dan aspek-aspek lain anggota masyarakat zaman
itu.
Situasi persekitaran pula meliputi aspek-aspek yang terlibat secara langsung
dalam penggunaan bahasa. Terdapat empat situasi persekitaran yang menyebabkan
wujudnya bahasa yang berlainan atau laras. Situasi yang dimaksudkan ialah cara
penyampaian, perhubungan sosial dan peribadi, bahan yang diperkatakan, dan fungsi-
fungsi sosial perlakuan bahasa.

G. Jenis – Jenis Laras Bahasa

13
Laras bahasa dapat dibagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu :

1. Tajuk Wacana, merupakan merangkumi bidang penggunaan bahasa seperti


bidang Matematik.
2. Cara Penyampaian Wacana, merupakan media perlakuan bahasa samada secara
lisan atau bertulis.
3. Gaya wacana, merupakan bidang tentang perhubungan antara peserta perlakuan
bahasa yaitu secara formal atau tidak formal.

Adapun laras bahasa yang dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari yaitu laras
bahasa biasa dan laras bahasa khusus.

1. Laras Bahasa Biasa


Adalah laras bahasa yang sering ditemukan dan digunakan oleh masyarakat luas,
misalnya laras bahasa yang dipakai dalam bidang hiburan, seperti laras bahasa
berita, penerangan, dan lain-lain.
2. Laras Bahasa Khusus
Laras bahasa khusus adalah laras bahasa yang digunakan dalam pemakaian
khusus yaitu, laras bahasa ilmiah yang dipakai dalam penulisan laporan ilmiah,
dan lain-lain.

Kedua jenis laras bahasa ini dapat dibedakan dengan cara melihat beberapa hal
berikut ini :
a. Kosakata
b. Gaya Bahasa
c. Tata bahasa.

H. Macam-Macam Laras Bahasa

1. Laras Hukum

14
Laras Hukum, adalah laras yang yang corak penggunaan bahasanya dengan dunia
hukum. Yang mempunyai ciri-ciri yaitu, mempunyai bahasa yang tersendiri, Objektif
dan menekan prasangka pribadi, dan tidak beremosi dan menjauhi tafsiran bersensasi.
Laras bahasa hukum adalah bahasa Indonesia yang corak penggunaan bahasanya khas
dalam dunia hukum, mengingat fungsinya mempunyai karakteristik tersendiri, oleh
karena itu bahasa hukum Indonesia haruslah memenuhi syarat-syarat dan kaidah-
kaidah bahasa Indonesia.

Ciri-ciri laras bahasa hukum :


a. Mempunyai gaya bahasa yang khusus.
b. Lugas dan eksak karena menghindari kesamaran dan ketaksaan.
c. Objektif dan menekan prasangka pribadi.
d. Memberikan definisi yang cermat tentang nama, sifat dan kategori yang
diselidiki untuk menghindari kesimpangsiuran.

Contoh :

Sanksi pelanggaran pasal 44:


Undang undang 6 tahun 1982 tentang Hak cipta
”Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual
pada suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hasil hak cipta sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun
atau denda paling banyak Rp.50.000.000,00 (Lima pulu juta rupiah).

2. Laras Bahasa Kedokteran


Istilah medis memang terdengar begitu rumit. Sebenarnya istilah ini bukan
dimaksudkan agar pasien tidak mengerti. Tujuannya adalah keseragaman,
universalitas. Agar istilah yang dituliskan dokter di Amerika tetap dapat dipahami
dokter di Papua.

15
Secara umum istilah medis terdiri dari 4 bagian :
a. Kata induk
b. Awalan
c. Akhiran
d. Penghubung antar bagian

Kita ambil satu contoh sederhana, yaitu perikarditis.

“Peri” adalah awalan yang berarti sesuatu yang di tepi atau melingkupi.
“Kard” artinya jantung.
“Itis” adalah akhiran yang berarti “peradangan”
Jadi, Pericarditis artinya peradangan pada jaringan yang melingkupi jantung.

3. Laras Akademik
Meliputi berbagai bidang seperti sains, teknologi, komunikasi, matematik dan
sebagainya yang terletak dalam ruang lingkup pendidikan. Dalam penulisan ilmiah,
misalnya penulisan thesis, penulis perlu mengikut format tertentu seperti perlu ada
catatan bibiliografi (rujukan), nota kaki di bawah muka surat atau nota hujungan di
penghujung setiap bab.Menggunaka istilah-istilah yang khusus kepada bidang, dan
biasanya perlu dihafal. Contohnya ialah fotosintesis, pecutan, mengawan,
pendebungaan dan sebagainya.

4. Laras Bahasa Media


Berita sebagai wacana memiliki struktur teks yang tersendiri, lain dari struktur teks
fiksi, dan lain pula dari struktur teks esai dan karya ilmiah. Wartawan atau penulis
koran menggunakan bahasa untuk menjelaskan sesuatu menurut cara yang paling
mudah diterima sesuai dengan selera sejumlah pembaca koran.Tiga fitur penting yang
harus ada dalam berita koran yang baik, pertama, bahasa yang digunakan mudah.

16
kedua, gaya tulisan yang jelas dan ketuiga, isi tulisan harus akurat. Karena koran
diterbitkan untuk masyarakat, maka bahasa koran haruslah sesuai dengan bahasa
penggunaan orang-orang. Kalimat yang panjang, berisi beberapa klausa,
menggunakan kutipan, metafora, kiasan, istilah teknik, dan sebagainya haruslah
dihindari.

5. Laras Bahasa Satra

Memperlihatkan gaya bahasa yang menarik dan kreatif. Bahasanya dapat dalam
bentuk naratif, deskriptif, preskriptif, dramatis dan puitis.

Beberapa ciri bahasa sastra :


a. Kreatif dan imajinatif: mengandung arti
b. Mementingkan penyusunan, pengulangan, pemilihan kata
c. Puitis dan hidup: monolog, dialog, dan sebagainya.
d. Menggunakan bahas tersirat: perlambangan, kiasan, perbandingan,
peribahasa, metafora, simile, ilusi, personifikasi dan sebagainya.
e. Ada penyimpangan tata bahasa atau manipulasi bahasa.

Contoh : Lagu Hymne Guru

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru


Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuiukir didalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianku
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa.

17
6. Laras Bahasa Agama

Berisi istilah agama dari bahasa Arab. Struktur ayatnya banyak dipengaruhi struktur
bahasa Arab. Disisipkan dengan kutipan dari al-Quran dan hadist.

18
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Ragam bahasa adalah variasi penggunaan bahasa tergantung dari topik yang
sedang di bicarakan dengan kawan bicara maupun pada saat situasi resmi. Kadang
ragam bahasa yang baik banyak digunakan oleh kalangan terdidik, kalngan pejabat
maupun kalangan pengusaha. Sedangkan laras bahasa ialah penggunaan bahasa atau
pemakaian kata-kata yang khusus untuk sesuatu penggunaan berdasarkan situasi
sosial seseorang itu ketika berkomunikasi dengan orang ramai. Penggunaan istilah-
istilah khusus yang membedakan antara variasi-variasi bahasa menjadikan sesuatu
komunikasi terkesan berlebihan.

B. Saran

Lebih memberikan pengenalan ragam bahasa dan laras bahasa pada masyarakat
terutama remaja dan anak-anak untuk mengurangi terjadinya penyimpangan-
penyimpangan kaidah bahasa dan penggunaan bahasa tidak baku yang bukan pada
tempatnya.

19
DAFTAR PUSTAKA

https://www.sarjanabersama.com/2018/03/pengertian-ragam-bahasa-dan-laras-
bahasa.html?m=1. (diakses pada 27 September 2019).

http://aldiunanto.com/ragam-bahasa-dan-laras-bahasa.aldi. (diakses pada 27


September 2019).

https://irfanisprayudhi.wordpress.com/2013/09/30/arti-fungsi-dan-ragam-bahasa/
(diakses pada 27 September 2019).

http://rezaadipr.blogspot.com/2015/10/ragam-bahasa-dan-laras-bahasa.html (diakses
pada 29 September 2019).

http://ukhybelajar.blogspot.com/2015/02/macam-macam-laras-dan-contohnya.html
(diakses pada 29 September 2019).

https://vianisilv.wordpress.com/2014/10/17/laras-bahasa-2/ (diakses pada 29


September 2019).

http://anglingseto.blogspot.com/2014/10/kali-ini-kita-akan-mempelajari-
tentang.html?m=1 (diakses pada 31 September 2019)

20