Anda di halaman 1dari 2

NAMA : MELA ANGGRAENI

NIM : 010117A056

S1 KEPERAWATAN

ANALISIS JURNAL
PEMULIHAN PTSD ANAK-ANAK KORBAN BENCANA TANAH LONGSOR DENGAN
PLAY THERAPY

A. Analisis PICO
- P : Penelitian ini bertujuan mengetahui gejala PTSD dan pengaruh play therapy terhadap
PTSD pada anak-anak korban bencana tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara. Sampel penelitian
ini adalah pada anakanak korban bencana tanah longsor usia 4-12 tahun yang mengalami gangguan
psikologis pasca bencana.

- I : a. bentuk intervensi yang dapat diterapkan untuk memulihkan kondisi psikologis anak-
anak korban bencana adalah konseling melalui terapi bermain (play therapy). Jadi, terapi bermain
yang diterapkan pada anak yang mengalami gangguan stres pasca bencana bertujuan untuk
menurunkan gangguan tersebut dengan membantu anak belajar menerima diri sendiri dan
mengembalikan kontrol diri serta merasakan kebebasan dalam berekspresi.

b. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian quasy experiment pre post
test with control group. Kriteria eksklusinya adalah tidak mengalami gangguan jiwa berat. Instrumen
penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan paired t test dan independent t test.

c. hasil penelitiannya menunjukan gangguan perilaku yang menonjol pada anak-anak


korban bencana tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara dari hasil pretest adalah sembunyi jika
mendengar suara keras seperti sirene, ambulan dan lain-lain, mengalami ketakutan tanpa alasan yang
jelas, tampak cemas, tampak sedih, dan menunjukkan perilaku agresif. Hasil posttest adalah tampak
cemas, mengalami mimpi buruk, tampak sedih, dan mudah marah.

- C

- D : Anak sebagai korban bencana yang rentan mengalami Post Traumatic Stress Disorder
(PTSD) perlu mendapat penanganan yang serius agar akibat yang ditimbulkan tidak berkepanjangan
dan dapat menghambat perkembangannya. Salah satu bentuk intervensi yang dapat diterapkan yaitu
terapi bermain (play therapy). Penelitian ini bertujuan mengetahui gejala PTSD dan pengaruh play
therapy terhadap PTSD pada anak-anak korban bencana tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara.
Play therapy berpengaruh signifikan terhadap Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada anak
anak korban bencana tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara, dibuktikan dengan selisih skor Post
Traumatic Stres Disorder (PTSD) sebelum dan sesudah Play therapy pada kelompok intervensi dan
kontrol (p value 0,003).
B. Keuntungan
Keuntungan dari jurnal:
1. Peneliti sudah menjelaskan tentang play therapy dan pengaplikasiannya
2. Penelitian membuahkan hasil, yaitu mengetahui gejala PTSD
3. Sampel yang di amati jelas yaitu anak-anak dengan uusia 4-12 yang memang sangat renta
4. Peneliti juga menjelaska jenis penanganan psikoterapi pada PTSD

C. Kerugian
Kerugian dari jurnal
1. Peneliti tidak menjelakan cara penanganan psikoterapi pada PTSD
2. Penelitian hanya dilakuan pada anak-anak umur 4-12, sedangka dikejadian juga ada orang
dewasa dan oranng tua

D. KESIMPULAN
1. Penelitian ini dpat dimanfaatkan sebagai landasan teori bagi pendididkan guna pembelajaran
penanganan PTSD
2. Menurut saya play terapy menjasi alternatif yang cukup efektif untuk membantu mengatassi
gejala PTSD
3. Terapis memakai permainan unuk memulai topik yang tidak dapat dimulai secatra lansung,
hal ini dapat membantu anakn lebih nyaman dalam beproses dengan pengalaman
traumatiknya
4. Menurut saya play teraphy berprngaruh trhadap PTSD anak-anak korban bencana longsor di
Kabupaten Banjarnegara, karena play therapy dengan jenis permainan SIAGA dapat
bermanfaat untuk media informasi bagi anak dalam menghadapi bencana sehingga anak
menjadi siap secara fisik dan psikologis.
5. Menurut saya penerapan terapi yang di pakai dalam jurnal ini sangat bagus, yaitu terapi
bermain yang diterapkan pada anak yang mengalami gangguan stres pasca bencana
bertujuann untuk menurunkan gangguan tersebut dengan membantu anak belajar menerima
diri sendiri dan mengembalikan kontrol diri serta merasakan kebebasan dalam berekspresi.
6. Anak-anak korbanbencana memiliki karakteristik yang khas,sehingga memerlukan bentuk-
bentuk intervensi yang sesuai dengan karakteristik dan tahap perkembangannya agar
gangguan stress pasca trauma yang dialami dapat menurun
7. Menurut saya pemilihan intervensi dalam jurnal ini sangat tepat, yaitu intervensi yang dapat
diterapkan untuk memulihkan kondisi psikologis anak-anak korbanbencana adalah konseling
melalui terapi bermain (play therapy). Dengan bermain anak diberi kesempatan berada dalam
dunia naturalnya sebagai anak