Anda di halaman 1dari 7

PANDUAN

PRAKTIK KLINIS

KLINIK PRATAMA KIMIA FARMA


Jl. Raya Pemuda, Blok A8, Nomor 3, Kelurahan Padurenan,
Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor,
Provinsi Jawa Barat, Indonesia, 16340
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan
hidayahNya, kami dapat menyelesaikan Panduan praktik klinis Klinik Pratama Kimia Farma.
Buku ini kami susun sebagai panduan dalam tatalaksana pelayanan praktik klinis Klinik
Pratama Kimia Farma.
Pada kesempatan ini perkenankan saya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi
kepada semua pihak yang terlibat dalam proses penyusunan panduan Klinik Pratama Kimia
Farma. Kami sadari buku ini belum sempurna, oleh karenanya masukan dan saran perbaikan
sangat kami harapkan guna penyempurnaannya.

Gunung Sindur, 12 Maret 2019


Kepala Klinik Pratama Kimia Farma,

Darian Mandala Sofian

1
DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ............................................................................................................... 2


DAFTAR ISI.............................................................................................................................. 3
BAB I. PENDAHULUAN ................................................................................................... 3
A. LATAR BELAKANG ....................................................................................... 3
B. MAKSUD TUJUAN .......................................................................................... 3
BAB II. ISI............................................................................................................................. 4
A. DEFINISI ........................................................................................................... 4
B. RUANG LINGKUP ........................................................................................... 4
C. TATALAKSANA ............................................................................................... 5
D. DOKUMENTASI ............................................................................................... 5
BAB III. PENUTUP................................................................................................................ 6

2
BAB I
PENDAHULUAN
A. PENDAHULUAN
Pelayanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi
dalam pembangunan kesehatan. Hal tersebut harus dipandang sebagai suatu investasi
untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mendukung pembangunan
ekonomi, serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan.

Berbagai permasalahan penting dalam pelayanan kesehatan antara lain disparitas


status kesehatan; beban ganda penyakit; kualitas, pemerataan dan keterjangkauan
pelayanan kesehatan; pelindungan masyarakat di bidang obat dan makanan; serta
perilaku hidup bersih dan sehat. Beberapa masalah penting lainnya yang perlu ditangani
segera adalah peningkatan akses penduduk miskin terhadap pelayanan kesehatan,
penanganan masalah gizi buruk, penanggulangan wabah penyakit menular, pelayanan
kesehatan di daerah bencana, dan pemenuhan jumlah dan penyebaran tenaga kesehatan.

Fasilitas kesehatan tingkat pertama dan Rumah Sakit adalah salah satu fasilitas
pelayanan kesehatan yang memiliki peranan penting dalam sistem kesehatan nasional.
Selain itu masih banyak fasilitas pelayanan kesehatan yang berkembang di Indonesia,
oleh karena itu perlu dibahas hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan guna
mencapai derajat kesehatan yang optimal.

B. MAKSUD DAN TUJUAN


Panduan ini dimaksudkan sebagai panduan dalam melaksanakan Praktik Klinis di
Klinik Pratama Kimia Farma.

31
BAB II
ISI
A. DEFINISI
Rawat jalan adalah pelayanan medis yang diberikan kepada pasien untuk tujuan
pengamatan preventif, promotif, diagnostik, terapeutik, rehabilitatif, dan pelayanan
kesehatan lainnya tanpa mengharuskan rawat inap.
Pelayanan gawat darurat adalah pelayanan kesehatan yang harus diberikan
secepatnya untuk mencegah terjadinya kematian, keparahan dan kecacatan sesuai dengan
kemampuan klinik pratama kimia farma.
Pasien klinik yang sudah mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan
kondisinya dapat pulang ke rumah. Pemeriksaan penunjang adalah pemeriksaan
tambahan terhadap pemeriksaan kesehatan yang dilakukan dokter untuk mendapatkan
kepastian diagnosa dan ketepatan terapi terhadap pasien. Konsultasi adalah upaya
memberikan pengertian dan pengetahuan kepada pasien mengenai hal-hal yang harus
diketahui berhubungan dengan kondisi kesehatannya.

B. RUANG LINGKUP AUDIT KLINIS


Ruang lingkup pelayanan klinis poli umum di klinik pratama kimia farma meliputi:
1. Pemeriksaan awal
Pemeriksaan awal pasien dilakukan di meja perawat sesuai dengan keluhan dan
kondisi pasien.
2. Pemeriksaan lanjutan oleh dokter umum
Setelah dilakukan anamnesis dan pemeriksaan singkat mengenai garis besar
keluhan pasien, serta tanda-tanda vital, pasien diarahkan ke ruang periksa dokter
umum. Bila dianggap perlu, maka dokter yang memeriksa kondisi pasien akan
melakukan tindakan lanjutan meliputi tindakan terapeutik ataupun pemeriksaan
penunjang diagnostik.
3. Pelayanan laboratorium
Apabila dianggap perlu, maka dokter yang memeriksa kondisi pasien dapat
merujuk pasien ke unit penunjang (laboratorium) untuk mendapatkan
pemeriksaan penunjang yang sesuai, demi mendapatkan informasi lebih lengkap
mengenai kondisi pasien.
4. Pelayanan kefarmasian
Apabila pasien sudah selesai diperiksa dan membutuhkan obat, maka pasien akan
diberi resep yang akan dibawa ke bagian farmasi untuk mendapatkan obat sesuai
dengan yang tertera dalam resep.
5. Unit Rujukan Pasien
Pasien yang membutuhkan penatalaksanaan lebih lanjut mengenai kondisi
kesehatannya yang lebih rinci akan dirujuk ke unit terkait, misalnya konsultasi
gizi, konsultasi psikologi, ataupun konsultasi spesialisasi.

4
2
C. TATALAKSANA
1. POLI UMUM DAN GIGI
a. Petugas penanggung Dokter umum
jawab Perawat
b. Perangkat kerja Tensimeter
Stetoskop
Termometer
c. Tata laksana  Perawat melakukan pemanggilan pasien.
 Perawat melakukan anamnesis awal untuk
mengetahui garis besar keluhan dan kondisi pasien,
kemudian memeriksa tanda-tanda vital, mencatatnya
di rekam medis, kemudian pasien dipersilakan
menuju ruang periksa dokter.
 Dokter melakukan pemeriksaan terhadap pasien dan
mencatatnya di rekam medis. Setelah diperiksa,
dokter akan menentukan apakah pasien memerlukan
tindakan terapeutik di tempat ataukah hanya
memerlukan obat. Jika pasien dirasa memerlukan
tindakan terapeutik di tempat maka dokter akan
menyerahkannya ke perawat yang ada di dalam agar
dapat dibantu persiapannya. Untuk pasien yang hanya
memerlukan obat, dokter akan menuliskan resep ke
bagian farmasi. Bila dokter merasa pasien perlu
mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut, maka dokter
akan membuat surat rujukan baik internal (ke
laboratorium) atau eksternal (rujukan spesialisasi)
dan memberikannya kepada pasien. Bila tidak, maka
pasien mendapatkan resep sesuai kondisi
penyakitnya.

D. DOKUMENTASI
Semua dokumentasi yang berhubungan dengan pelayanan medis di catat
dalam rekam medis baik tindakan maupun konsultasi

5
3
BAB III

PENUTUP
Fasilitas pelayanan kesehatan merupakan suatu tempat yang digunakan untuk
menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif, maupun
rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat.
Fasilitas pelayanan kesehatan dibagi menjadi pelayanan kesehatan tingkat pertama,
pelayanan kesehatan tingkat kedua, dan pelayanan kesehatan tingkat ketiga. Fasilitas
pelayanan kesehatan tersebut dilaksanakan oleh pihak Pemerintah, Pemerintah daerah, dan
swasta. Setiap fasilitas pelayanan kesehatan wajib memberikan akses yang luas bagi
kebutuhan penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan dan mengirimkan laporan
hasil penelitian dan pengembangan kepada pemerintah daerah atau Menteri. Institusi
pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara
paripurna dan menyediakan pelayanan bagi masyarakat.

6
4