Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Di industri peralatan alat ukur dan alat control saling berkaitan. Oleh karena
kedua fungsi tersebut erat kaitannya antara yang satu dengan yang lainnya.
Peralatan instrument yaitu alat-alat yang mengukur dan mengendalikan proses
variabel seperti, tekanan, suhu, ketinggian permukaan, dan laju aliran fluida jenis
flow meter.
Hampir semua industri yang menggunakan boiler sebagai penyedia energi
panas menggunakan steamtraps untuk menghilangkan kondensat dari sistem
perpipaannya. Pengambilan kondensat atau steamtraps adalah bagian dari suatu
sistem penyediaan energi yang fungsi utamanya adalah memisahkan kondensat
yang berbentuk pada suatu sistem perpipaan
Dalam suatu sistem perpipaan alat-alat tersebut biasanya dipasang
berangkaian. Akan tetapi tak jarang pula terjadi kerusakan pada alat tersebut,
sehingga untuk menjaga kerusakan alat harus dilakukan perawatan.

1.2. Tujuan

1. Mengetahui cara kerja alat valve dan steam traps

2. Mengetahui fungsi dari komponen-komponen valve dan steam trap


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Valve

Valve (Katup) adalah sebuah perangkat yang mengatur, mengarahkan atau


mengontrolaliran dari suatu cairan (gas, cairan, padatan terfluidisasi) dengan
membuka, menutup, ataumenutup sebagian dari jalan alirannya. Ada beberapa
jenis valves yang pada umumnya dibedakan pada mekanisme pengaturan
penutupan bidang yang dialiri cairan atau gas.

Katup memainkan peran penting dalam aplikasi industri mulai dari


transportasi air minum juga untuk mengontrol pengapian di mesin roket.
Valve/Katup dapat dioperasikan secara manual, baik oleh pegangan , tuas pedal
dan lain-lain. Selain dapat dioperasikan secara manual katup juga dapat
dioperasikan secara otomatis dengan menggunakan prinsip perubahan aliran
tekanan, suhu dll.

Jenis-Jenis Valve

1. Gate Valve

Gate valve adalah jenis katup yang digunakan untuk membuka aliran
dengan cara mengangkat gerbang penutup nya yang berbentuk bulat atau
persegi panjang. Gate Valve adalah jenis valve yang paling sering dipakai
dalam sistem perpipaan. Yang fungsinya untuk membuka dan menutup
aliran. Gate valve tidak untuk mengatur besar kecil laju suatu aliran fluida
dengan cara membuka setengah atau seperempat posisinya, Jadi posisi gate
pada valve ini harus benar benar terbuka (fully open) atau benar-benar
tertutup (fully close). Jika posisi gate setengah terbuka maka akan terjadi
turbulensi pada aliran tersebut dan turbulensi ini akan menyebabkan Akan
terjadi pengikisan sudut-sudut gate dan terjadi perubahan pada posisi
dudukan gerbang penutupnya.
Gambar 2.1.2 Sketsa Gate valve

Ada 3 jenis gate valve:

1. Rising Stem Gate Valve

Jika dioperasikan handwheel naik dan stem juga naik

2. Non Rising Stem Gate Valve;

Jika di opersikan handwheel tetap dan stem juga tetap.

3. Outside Screw & Yoke Gate Valve;

Jika di operasikan handwheel tetap tapi stemnya naik. Rising Stem &
Non Rising Stem digunakan untuk tekanan yang tidak terlalu tinggi, dan
tidak cocok untuk getaran. Outside Screw & Yoke Gate Valve amat cocok
digunakan untuk high pressure. Biasanya OS & Y banyak di gunakan di
lapangan minyak, medan yang tinggi, temperature tinggi. Karena pada OS &
Y stem naik atau turun bisa dijadikan sebagai penanda. Contoh, apabila stem
tinggi itu menandakan posisi valve sedang buka penuh. Pada dasarnya body
& bonet pada gate terbuat dari bahan yang sama.

2. Globe Valve

Globe Valve adalah jenis Valve yang digunakan untuk mengatur laju
aliran fluida dalam pipa.
Gambar 2.1.3 Globe Valve

Prinsip dasar dari operasi Globe Valve adalah gerakan tegak lurus disk
dari dudukannya. Hal ini memastikan bahwa ruang berbentuk cincin antara
disk dan cincin kursi bertahap sedekat Valve ditutup.

Gambar 2.1.4 Sketsa Angle-Body

Ada tiga jenis desain utama bentuk tubuh Globe Valve, yaitu: Z-body,
Y-body dan Angle- body :

• Z-Body desain adalah tipe yang paling umum yang sering dipakai,
dengan diafragma berbentuk Z. Posisi dudukan disk horizontal dan
pergerakan batang disk tegak lurus terhadap sumbu pipa atau dudukan disk.
Bentuknya yang simetris memudahkan dalam pembuatan, instalasi maupun
perbaikannya.
• Y-Body desain adalah sebuah alternatif untuk high pressure drop. Posisi
dudukan disk dan batang (stem) ber sudut 45˚ dari arah aliran fluidanya.
Jenis ini sangat cocok untuk tekanan tinggi

• Angle-Body desain adalah modifikasi dasar dari Z-Valve. Jenis ini


digunakan untuk mentransfer aliran dari vertikal ke horizontal.

3. Ball Valve

Ball Valve adalah sebuah Valve atau katup dengan pengontrol


aliran berbentuk disc bulat (seperti bola/belahan). Bola itu memiliki lubang,
yang berada di tengah sehingga ketika lubang tersebut segaris lurus atau
sejalan dengan kedua ujung Valve / katup, maka aliran akan terjadi.Tetapi
ketika katup tertutup, posisi lubang berada tegak lurus terhadap ujung katup,
maka aliran akan terhalang atau tertutup.

Gmbar 2.1.5 Ball Valve


Ball valve banyak digunakan karena kemudahannya dalam perbaikan
dan kemampuan untuk menahan tekanan dan suhu tinggi. Tergantung dari
material apa mereka terbuat, Bal Valve dapat menahan tekanan hingga
10.000 Psi dan dengan temperature sekitar 200 derajat Celcius.Ball Valve
digunakan secara luas dalam aplikasi industri karena mereka sangat
serbaguna, dapat menahan tekanan hingga 1000 barr dan suhu hingga 482 ° F
(250 ° C). Ukurannya biasanya berkisar 0,2-11,81 inci (0,5 cm sampai 30
cm). Ball Valve dapat terbuat dari logam , plastik atau pun dari bahan
keramik. Bolanya sering dilapisi chrome untuk membuatnya lebih tahan
lama.
Ada 2 tipe Ball Valve yaitu :
a. Full bore ball valve

Gambar 2.1.6 Full bore ball valve


Full bore ball valve adalah tipe ball valve dengan diameter lubang
bolanya sama dengan diameter pipa. Jenis full bore ball valves biasanya
digunakan pada blow down, piggable line, production manifold, pipeline dll.
b. Reduced bore ball valves

Gambar 2.1.7 Reduced bore ball valve


Reduced bore ball valves adalah jenis ball valve yang diameter lubang
bolanya tidak seukuran dengan ukuran pipa. Minimum diameter bola katup
yang berkurang adalah satu ukuran lebih rendah dari ukuran diameter
pipa sebenarnya. Misalnya ukuran diameter pipa 4 inci dan diameter bola
valve adalah 3 inchi.
4. Check Valve
Check valve adalah alat yang digunakan untuk membuat aliran fluida
haCheck valve berfungsi untuk mengalirkan fluida secara searah dengan
tujuan untuk menghindari terjadinya aliran balik (back flow). Dalam
prosesnya, untuk membuat fluida mengalir sejajar dan tidak menimbulkan
back flow maka digunakan tekanan serta gaya gravitasi dari aliran fluida itu
sendiri. Hal tersebut tidak seperti jenis valve lain yang menggunakan handle
untuk mengatur aliran fluida, pada check valve tidak menggunakan handle
untuk mengatur aliran fluidanya. Karena valve jenis ini dapat mencegah back
flow, check valve sering di aplikasikan dalam sebuah equipment pada suatu
sistem perpipaan.
Penggunaan check valve sering ditemui pada bagian discharge pompa
sentrifugal. Saat aliran fluida sesuai dengan arahnya, laju dari aliran tersebut
akan membuak disk atau plug, sementara apabila terdapat aliran yang
berlawanan, maka plug tersebut akan tertutup, sehingga tidak akan terjadi
aliran balik yang berkelanjutan di dalam pipa.

5. Butterfly Valve

2.2. Steam Trap

Steam traps merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengambil


kondensat dari suatu sistem perpipaan, pemanas, dan peralatan yang dipanaskan
dengan uap. Jenis steam trap dipasaran yang penting adalah pengambil
kondensat yang diatur oleh pelampung dan pengambil kondensat bi-metal yang
diatur oleh suhu.

Agar pengoperasian steam system lebih efektif dan efisien maka harus
diproteksi dari ketiga hal berikut:
1. Kondensat
Kondensat terbentuk dalam sistem ketika panas dari steam telah
digunakan. Oleh karena kehadiran kondensat akan mengganggu
efisiensi dari operasi steam system maka kondensat harus dibuang dari
sistem.
2. Udara
Udara adalah salah satu isolator yang paling bagus, tetapi jika
bercampur dengan steam maka akan menurunkan temperatur steam dan
akan mengurangi efektifitas dari keseluruhan steam system. Untuk
alasan tersebut udara harus secara kontinyu dikeluarkan dari sistem
dengan menggunakan steam trap agar dapat beroperasi secara efisien
dan hemat energi.
3. Fluida non-kondensibel
Fluida non-kondensibel seperti karbon dioksida (CO2) yang
dapat memacu terjadinya korosi dan berbagai kerusakan lain terhadap
peralatan.
Teknik Perawatan Steam Trap
Pemeliharaan (maintenance) steam trap yang benar sangatlah diperlukan
bagi steam system. Steam trap yang gagal tidak hanya membuang energy tetapi
juga berkontribusi terhadap erosi pada pipa karena kualitas air yang buruk.
Steam trap yang gagal dapatmemberikan efek buruk terhadap kualitas produk
seperti kertas, makanan, atau produk kimia serta dapat menyebabkan polusi
terhadap lingkungan.
Steam trap harus diperiksa secara rutin. Frekuensi inspeksi ditentukan
berdasarkan penggunaan steam trap. Sebagai contoh steam system yang
digunakan untuk fasilitas biasa (pemanas air dll) diinspek tahunan, sedangkan
steam trap untuk proses manufaktur atau industri sebaiknya diinspeksi 2 kali
setahun atau 4 kali setahun tergantung dari efek steam terhadap proses tersebut.
Sekarang banyak user steam trap yang melakukan preventive maintenance
dengan mengganti elemen trap tiap tahun. Langkah tersebut kurang efektif
karena biayanya tinggi dan juga bisa menyebabkan steam trap gagal serta bocor
selama penggantian elemen tersebut. Sebenarnya banyak steam trap yang
mampu bekerja lebih lama lagi dari pada jadwal preventive maintenance itu.
Akan lebih efektif apabila dilakukan audit steam trap rutin, sebagai bagian dari
predictive maintenance. Pengetahuan terhadap sistem adalah hal kritikal yang
perlu dipahami. Oleh karena itu sebelum dilakukan inspeksi harus ada map atau
P & ID dari semua steam trap. semua steam trap harus diberi nama dan dipasang
plat. Penyimpanan steam trap harus menyertakan tipe, ukuran, manufakturnya,
dan tujuan penggunaannya.
Data hasil inspeksi harus disimpan agar informasi mengenai steam trap
bisa diakses setiap saat. Hal tersebut akan membantu apabila ada masalah yang
sama terulang kembali, kemungkinan mengenai kesalahan penggunaan steam
trap dan juga data mengenai biaya serta jumlah yang bisa dihemat dapat kita
ambil. Ada beberapa software manajemen steam komersial yang tersedia
sehingga bisa membantu pengumpulan dan pengolahan data yang akurat
BAB III

METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Alat

1. Gate Valve 4. Check Valve

2. Globe Valve 5. Butterfly Valve

3. Ball Valve 6. Steam Trap

3.2 Langkah Kerja

Mengamati kerangka luar


dari masing-masing alat.

Mengamati bagian
dalam masing-masing
alat.

Menggambar masing-
masing alat.
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Insani Mardliyyah

Di praktikum teknik perawatan ini dilakukan pengamatan dari beberapa jenis


valve dan steam trap. Valve sendiri memiliki pengertian berupa katup yang
biasamya terpasang dalam sistem perpipaan dengan fungsi utamanya untuk
mengatur, mengontrol, dan juga mengarahkan laju aliran fluida. Cara kerja valve
umumnya dengan membuka penuh atau membuka sebagian sehingga aliran fluida
bisa mengalir masuk ke dalam perpipaan.

Valve yang diamati ada beberapa jenis, yaitu :

a. Gate valve

Gate valve ini memiliki fungsi untuk mengalirkan fluida. Tidak


direkomendasikan untuk mengatur atau mengontrol aliran karena ditakutkan
akan menimbulkan turbulensi pada aliran yang dapat menyebabkan
kerusakan pada material pipa, juga dapat mengikis sudut gate, atau juga
dapat menimbulkan passing yaitu adanya pergeseran antar gerbang penutup
dengan dudukannya. Untuk cara kerja gate valve sendiri memakai
handwheel, jika handwheel diputar gate akan terangkat dan membuka jalur
aliran fluida.

Pada gate valve kerusakan yang biasanya terjadi adalah dari dudukan
penutupnya tidak rata, hal ini mengakibatkan ketika fluida mengalir dan
valve ditutup maka fluida akan dapat lolos dari lubang yang ditimbulkan dari
ketidakratan dudukan sehingga valve tidak tertutup secara baik. Sehingga
langkah yang diambil untuk perawatannya diantaranya adalah membersihkan
dudukan dari gate-nya secara rutin. Salah satu yang termasuk perawatan gate
yaitu memakai gate valve sesuai fungsinya. Juga pemberian minyak pada
dudukan secara berkala.

b. Globe valve
Globe valve yang diamati merupakan jenis Z-body. Berbeda dengan gate
valve, globe valve dapat digunakan untuk mengontrol aliran fluida. Prinsip
kerjanya jika diputar handwheel dari valve tersebut maka katup penutut akan
ikut berputar dan terangkat ke atas. Putaran bisa diatur sebagaimana bukaan
yang dibutuhkan.

c. Ball valve

Ball valve merupakan valve yang paling sering dipakai memiliki fungsi
yang sama dengan gate valve yaitu hanya bisa mengalirkan aliran saja,
karena hanya dapat dibuka penuh dan ditutup penuh. Hal ini dikarenakan
mudahnya membuka dan menutup ball valve dan jika dibuka sebagian
lingkaran yang terbuka tidak akan terbentuk lingkaran sempurna dan bukaan
pun akan menjadi miring tidak terbuka lurus.

d. Check valve

Check valve berfungsi untuk menghindari aliran backflow. Prinsip


kerjanya saat aliran fluida sesuai dengan arahnya disk dari valve akan
terbuka, tapi kalau aliran berbalik arah disk otomatis tertutup.

e. Butterfly valve

Butterfly valve ini biasa digunakan untuk aliran bertekanan rendah dan
juga cocok dipakai untuk fluida yang korosif. Butterfly valve berfungsi juga
sebagai pengontrol aliran karena kehilangan tekanan dari butterfly valve
dalam pipa relatif besar.

Kerusakan ringan seperti goresan dapat diperbaiki dengan pemolesan


menggunakan bahan abrasive yang halus. Jika kerusakan tidak dapat diperbaiki
dengan proses lapping maka dapat dilakukan built up atau dengan penmbahan
material material yang sama pada disc dan seat melalui pengelasan . Untuk mengatasi
kerusakan pada gasket, packing, bushing, stem pada valve maka dilakukan
penggantian material yang baru. Pemeliharaan yang lain yang dapat dilakukan
terhadap valve adalah dengan menggunakan minyak pelumas. Minyak pelumas sangat
dibutuhkan dalam perawatan. Valve yaitu pada bagian screw. Dalam jangka waktu
yang telah ditentukan minyak pelumas ini perlu diberikan pada bagian-bagian screw.
Hal ini ditujukan untuk memperlancar proses pemutaran pada valve.

Steam trap yang diamati merupakan steam trap berjenis thermodynamic steam
trap. Umumnya untuk melakukan perawatan pada steam traps tergantung dari aplikasi
steam traps tersebut. Apabila steam trap tersebut berfungsi untuk fasilitas pemanas
harus dilakukan inspeksi setiap tahun, sedangkan untuk steam utilitas yang
merupakan bagian dari proses manufaktur harus dilakukan inspeksi setiap tiga bulan,
tergantung dari pengaruh steam tersebut terhadap proses. Pembersihan yang dilakukan
secara berkala juga merupakan salah satu perawatannya.

Gambar Keterangan

Butterfly Valve
1. Driving shaft
2. Circlip
3. Bosh plate
4. O-ring
5. Bearing
6. Body
7. Valve shaft
8. Seat
9. Bearing shaft
10. Cover plate

Ball Valve
1. Handle
2. Stem
3. Stem
4. Bonnet
5. Spring
6. Body
7. Seat
8. Ball

Globe Valve
1. Handwheel
2. Stem
3. Bonnet
4. Disc
5. Body
6. Seat ring

Gate Valve
1. Handwheel
2. Stem
3. Gland packing
4. Bonnet
5. Body
6. Gate/wedge
7. Seat ring
Check Valve
1. Cover
2. Hinge pin
3. Disc
4. Seat ring
5. Body

Steam Trap
1. Cover
2. Disc
3. Body
4. Strainer
5. Strainer cover

4.2. Iqbal Muhammad Fariz

4.3. Kamil Haikal Fauzi

Pengamatan valve dilakukan untuk mengetahui bagian-bagian valve secara


visual. Dengan begitu dapat diketahui pula bagian-bagian mana saja yang perlu
dilakukan perawatan. Selain valve, dilakukan pengamatan terhadap steam trap.
Berikut ditampilkan gambar bagian-bagian valve dan steam trap :
Gambar 4.3.1. 1) Ball Valve dan 2) Check Valve
Gambar 4.3.2. 3) Globe Valve dan 4) Gate Valve
Gambar 4.3.3. 5) Butterfly Valve dan 6) Steam Trap

Valve-valve tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda. Yang pertama, ball


valve, berfungsi untuk mengontrol aliran dengan membuka sebagian katup. Ball
cocok untuk mengatur aliran fluida yang viskos dan berupa slurry. Yang kedua, check
valve berfungsi untuk mencegah terjadinya aliran balik/backflow yang terjadi akibat
saluran yang tersumbat atau control valve yang gagal membuka. Yang ketiga, globe
valve, berfungsi untuk mengatur aliran untuk fluidda yang encer. Yang keempat, gate
valve, berfungsi untuk menahan aliran ketika ditutup penuh dan mengalurkan aliran
ketika membuka penuh. Gate valve tidak direkomendasikan sebagai pengatur aliran
dikarenakan ketika gate valve dibuka sebagian akan terjadi tabrakan antara fluida
dengan gate yang mengakibatkan pengikisan. Jika pengikisan berlangsung lama,
ketika gate ditutup penuh fluida akan mengalir melalui bagian gate yang terkikis dan
tidak dapat menahan semua aliran fluida. Yang kelima, butterfly valve, berfungsi
untuk membuka dan menutup aliran serta mengatur laju alir fluida pada tekanan
rendah (150 psig di bawah vacuum). Yang keenam, steam trap, berfungsi sebagai
pemisah steam dan kondensat. Pemisahan tersebut diperlukan karena steam yang
terpisah dengan kondensat dapat digunakan untuk memutar turbin untuk
menghasilkan listrik. Bila steam mengandung kondensat, maka ketika digunakan
untuk memutar turbin akan mengurangi efisiensi turbin.

Cara perawatan dari valve-valve adalah dilakukan pembersihan rutin dengan


cairan khusus yang tidak merusak bahan dari masing-masing valve dan menggunakan
valve sesuai fungsi dan batasan kondisi operasinya. Cara perawatan steam trap yaitu
membersihkannya dari kerak secara berkala dan mengganti bagian yang sudah rusak.

4.4. Kautsar Yudha Pratama