Anda di halaman 1dari 9

CHAPTER 15 – EQUITY

3 Primary form of Business Organization : Proprietorship, Partnership, dan Corporation


Corporation form has 3 special characteristic :
1. Influence of corporate law ( UU no 40 tahun 2007)
Jika ingin bangun perusahaan harus submit articles of incorporation, lalu pemerintah
keluarin corporation charter baru legal pendirian perusahaannya
2. Share System
Perusahaan terdiri dari banyak kepemilikan saham. Terdapat hak : voting, dapat bagian
dari profit & lose, dapat bagian dari likuidasi, preemptive right (Hak bagi pemegang
saham lama untuk dapat penawaran saham lebih dulu guna mempertahankan proporsi
kepemilikan saham)
3. Variety of ownership
- Share Capital : Ordinary dan preference dicatat senilai Par x OS
- Share Premium : Selisih dari nilai saham (Rate x par) dengan jumlah yang
disetorkan oleh Pemegang saham
- Retained earning : Cerminan keuntungan dan kerugian dari awal perusahaan berdiri
- Accumulated OCI : Komponen yang bisa dipisahkan dari laporan laba/rugi
o Selisih kenaikan/penurunan dari investasi non-trading
o Dana pensiun
o Surplus revaluasi asset tetap
o Selisih kurs akibat translasi (perubahan mata uang/terjemah) laporan
keuangan

Issuance of shares
1. Accounting of par value shares
Tidak berkaitan dengan fair value
2. Accounting for no par shares
Cash xxx (Total)
Share Capital – Ordinary xxx (Par)
Share Premium – Ordinary xxx (Selisih)

Kebanyakan perusahaan mencatat no par shares dengan stated value (Jika par value
shares = stated value) . Jadi saat authorized stock no par cuman dicatat di memo
perusahaan aja, dicatatnya baru saat saham tersebut diisue sejumlah harga jualnya

Shares issued with other securities (Lump-Sum Sales)


1. Proportional Method : dilakuin saat ada fair value yang berbeda antara 2 sekuritas
terus saat dijual pake lump-sum (Istilahnya murah karena borongan). Nah baru tentuin
sebenarnya berapa proporsi masing-masing sekuritas
Ex : Company issue 1000 ordinary shares yang fair value nya $20/share dan 1000
preference share yang fair valuenya $12/share for lump sum $30.000
2. Incremental Method : dilakuin saat company ga bisa tentuin fair value dari
sekuritasnya. Jadi menggunakan FV salah satu sekuritas yang diketahui
Ex : Company issue 1000 shares of $10 stated value ordinary shares that have fair value
$20 and 1000 shares of $10 par value preference having no established fair value for
lump sum $30.000

Share Issued in Non-Cash Transaction


Jadi fair value yang pertama digunain itu FV dari property/service nya dulu baru kalau
memang gaada pake FV dari issued shares. Kalau FV keduanya tidak diketahui baru pake
appraisal
Cost of Issuing Shares
Saat perusahaan issue share, ada direct cost yang harus direport. Direct cost tersebut adalah
Underwriting cost, printing cost, taxes, accounting and legal fees. Direct cost ini akan
mengurangi proceeds received saat penjualan shares

PREFERENCE SHARES
Feature :
1. Preference as to dividends
2. Preference as to asset when liquidation
3. Convertible to ordinary shares
4. Callable at the option of the corporation
5. Non-voting
Biasanya perusahaan ketika issue saham preferen akan bagiin dividen dengan Percentage of the
par value, tapi kalo misalkan saham preferennya no par maka akan dividen akan dibagikan secara
Specific amount dollar (ditentuin)
Feature tambahan :
1. Cumulative Preference Share : Kalau misalkan perusahaan tidak bisa bayar dividen pada
than ini, maka di tahun depan perusahaan harus bayar dividen saham preferen tahun
sebelumnya sebelum bayar dividen ke pemegang saham ordinary
2. Participating Preference Share : Jadi pemegang participating preference shares ini selain
dapat pengembalian tetap dari saham dividennya, dia juga bisa dapat return lebih kalau dia
ikut berpartisipasi penuh/membayar lebih dari ordinary shares. Return lebihnya bisa sama
kaya return dari ordinary share.
Accounting : Bishop issues 10.000 shares of $10 par value preference shares for $12 cash per
share. Bishop will record the issuance :
Cash $120.000
Share Capital – preference $100.000
Share premium – preference $20.000

REACQUISITION of SHARES
Leveraged Buyout (LBO) : tempat perusahaan pinjam uang buat membiayai kegiatan
share repurchases. Setelah reacquiring shares, perusahaan bisa retire atau hold saham tersebut. Jika
di hold maka akan menjadi Treasury Shares yang kemudian akan di re-issue
Treasury bukan bagian dari asset, tapi ketika terjadi membeli treasury shares maka akan
berpengaruh pada bagian asset dan equity. Jadi bukan treasury sharesnya yang pengaruhi asset tapi
kas yang dikeluarkan untuk beli lagi treasury yang akan mempengaruhi bagian asset.

Purchase of Treasury Shares


Terdapat 2 metode yang dapat digunakan
1. The Cost Method : Mendebit akun treasury shares dan melaporkan akun treasury
sebagai pengurang equity di SOFP
2. The Par (Stated) Value Method : Mencatat semua transaksi treasury berdasarkan parnya
dan melaporkan akun treasury sebagai pengurang dari share capital aja

Under the cost Method :


Pacific company issued 100.000 shares of $1 par value ordinary shares at a price of $10
per share. In addition it has retained earnings of $300.000

Lalu, perusahaan mengacquires 10.000 its shares at $11 per share, maka equity section
akan menjadi :

Sale of Treasury Shares


Jika selling price dari treasury share = cost nya, maka perusahaan akan mencatat penjualan
sebesar salesnya
Cash xxx
Treasury Shares xxx

1. Sale of Treasury ABOVE Cost


Pacific company acquired 1.000 $11 per share. It now sells 1.000 shares at $15 per
share (10 Maret 2019)
Cash $15.000
Treasury Shares $11.000
Share premium – treasury $4.000
Kenapa tidak dicatat sebagai gain on Sale Treasury Shares? Karena penggunaan gain/ loss
itu ditujukan untuk penjualan asset, sedangkan treasury bukan bagian dari asset. Alasan
lainnya gain/loss tidak mungkin diakui dari kepemilikan saham sendiri

2. Sale of Treasury BELOW Cost


Next, Pacific company sells 1.000 shares at $8 per share (21 Maret 2019)
Cash $8.000
Share premium – treasury $3.000
Treasury Shares $11.000

Retiring of Trasury Shares


Maka akan terjadi cancellation of treasury shares dan reduction in the number of issued shares.
Penjurnalan Treasury Shares :
Company issued 5000 shares of its $5 par value common stock at $8 per share. Later, company bought
back 1000 shares at $12 per share and immediately retired them

The Cost Method The Par Value Method


Cash $40.000 Cash $40.000
Issued Share Capital – Ordinary $ 25.000 Share Capital – Ordinary $ 25.000
Share Premium – ordinary $ 15.000 Share Premium – ordinary $ 15.000
Treasury Shares $5.000
When 1000
Treasury Shares $12.000 Share premium – ordinary $3000
shares are
Cash $12.000 Retained Earning $4.000
bought back
Cash $12.000
Share Capital - Ordinary $5.000
When
Share premium – ordinary $3000 Share Capital – Ordinary $5000
Treasury Share
Retained Earning $4.000 Trasury Shares $5000
retired
Treasury Share $12.000

FINANCIAL CONDITION and DIVIDEND DISTRIBUTIONS


Sebelum mendeklarasi deviden, manajemen perusahaan harus mempertimbangkan ketersediaan dana
untuk membayar dividen tersebut.
Semua jenis dividend kecuali Share dividends akan mengurangi total equity dalam perusahaan.
Types of Dividend :
1. Cash Dividend :
 Membagikan deviden lewat pembayaran kas, dimana terdapat jadwal-jadwal pembagian
deviden (Declaration date, Recording Date, Payment Date)
 Deviden yang dideklarasikan merupakan liability, dan karena akan segera terjadi
pembayaran maka bisa dikategorikan sebagai current liability
 Declared devidends bisa berupa
o percentage of par. (Rate x par value of outstanding shares = Total Dividend)
o sebesar amount of share (Amount per shares x outstanding share = Total
Dividend)

2. Property Dividends / Dividends in Kind


 Membayar deviden selain menggunakan kas. Pembayaran bisa berupa merchandise, real
estate, investments
 Saat mendeklarasi Property deviden, perusahaan harus me-restate fair value dari property
lalu menganalisis gain/loss
3. Liquidating Dividends
 Berbasis paidment by shareholders

4. Share Dividends
- Dividen dibagikan dalam bentuk share
- Tidak dipengaruhi oleh Fair value saat itu, setiap pemegang saham tetap memperoleh
proporsi interest yang sama dari perusahaan.
SHARE SPLIT
Tidak ada penjurnalan akuntansi untuk stock split, tapi hanya berpengaruh pada perubahan par value dan
peningkatan jumlah saham beredar

Perbedaan share split dan share dividends


Share split increase outstanding shares dan decrease par value dari share, sedangkan share deviden
increase outstanding shares tapi tidak decrease par value dari share malah increase total par value of
outstanding share

ANALYSIS
Menggunakan equity ratio untuk menghitung berapa keuntungan perusahaan dan kemampuan perusahaan
melunasi utangnya di masa yang akan datang
1. Return on Ordinary Share Equity
Dilihat dari sisi shareholders. Ratio ini menunjukkan berapa uang yang akan diperoleh dari setiap
uang yang diinvestasikan oleh investor. ROE ini juga membantu investor untuk menilai
worthiness saham perusahaan.
2. Payout Ratio
Ratio of cash dividends to net income

3. Book Value per Share


Amount dari setiap share yang akan diterima oleh perusahaan ketika dilikuidasi. Dilaporkan di
SOFP