Anda di halaman 1dari 15

CRITICAL JURNAL REVIEW

Perencanaan Desa Wisata Dengan Pendekatan Konsep Community Based


Tourism (CBT) Di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak
“Jurnal Pertama”
Identifikasi Produk Wisata Pariwisata Kota (URBAN TORISM) Kota
Pangkalan Bun Sebagai Urban Heritage Tourism “Jurnal Kedua”

Disusun untuk memenuhi tugas Geografi Desa Kota


Dosen Pengampu :

Novida Yenny

Disusun Oleh:

Fahrizal Adi Kurniawan

(3173331013)

KELAS D’17
JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan Yang
Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat
menyelesaikan tugas mata kuliah Geografi Desa Kota Critical Journal
Review. Selama penyusunan makalah ini, penulis banyak mengalami
kesulitan dan hambatan. Namun berkat bantuan dan dorongan dari
berbagai pihak, makalah ini dapat terselesaikan. Penulis menyadari bahwa
baik isi maupun teknik penyajian tulisan masih jauh dari sempurna, maka
dari itu penulis mengharapkan kepada para pembaca untuk memberi
tanggapan berupa kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk
meningkatkan mutu penulisan selanjutnya. Akhir kata semoga tugas
makalah ini bermanfaat untuk kalangan umum maupun pendidikan.

Medan, September 2019

Penulis

ii | Critical Journal Riview


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1

BAB II PEMBAHASAN 2
A. Ringkasan Jurnal 2
a.1 Identitas Jurnal 2
a.2 Ringkasan Jurnal 2
B. Pembahasan 6
b.1 Kerelevansian topik jurnal 6
b.2 Pokok-pokok argumentasi penulis dalam pendahuluan 6
b.3 Pemilihan serta cakupan kajian teori 7
b.4 Metodologi penelitian yang digunakan dan relevansinya 7
b.5 Kerangka berfikir penulis pada bagian pembahasan 7
b.6 Kesimpulan dan saran yang diajukan penulis . 9

b.7 Pembahasan bias .. 9

BAB III PUNUTUP 10


A. Kesimpulan 10
B. Saran 10

DAFTAR PUSTAKA 11
Lampiran Jurnal

iii | Critical Journal Riview


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, yang


terdiri atas
sekitar 17.508 buah pulau dengan garis pantai sepanjang sekitar 95.181
km. Total luas wilayah Indonesia tersebut adalah sekitar 9 juta km2 yang
terdiri atas 2 juta km2 daratan dan 7 juta km2 lautan yang terbentang dari
barat ke timur sepanjang
5.110 km dan dari utara ke selatan sejauh 1.888 km (Soegiarto, 1982;
Polnain, 1983 dalam Kusmana 2008). Namun ironisnya sekitar 80% dari
penduduk pesisir di negara-negara sedang berkembang berada dalam
kondisi kehidupan yang miskin dengan kualitas lingkungan pesisir yang
terdegradasi.
Dalam perkembangannya, wilayah pesisir bukan lagi hanya berupa
permukiman nelayan yang kumuh, namun saat ini dapat dikembangkan
sebagai tempat wisata yang menarik dengan penanganan khusus agar
wilayah pesisir dapat berkembang secara berkelanjutan (sustainable
development ).
Menurut Ahwort dan Tunbridge (1990), peninggalan sejarah adalah
salah satu dari sekian banyak potensi wisata dalam pariwisata kota. Kota
Pangkalan Bun yang merupakan kota dari Kabupaten Kotawaringin Barat
mempunyai sumber daya yang potensial untuk dikembangkan sebagai
pariwisata kota, dilihat dari corak kehidupan masyarakat dan peninggalan
sejarah dari Kerajaan Kutaringin.

1 | Critical Journal Riview


BAB II
PEMBAHASAN

A. Ringkasan Jurnal
a.1 Identitas Jurnal

1. Jurnal Pertama
Judul : Perencanaan Desa Wisata Dengan Pendekatan
Konsep
Community Based Tourism (CBT) Di Desa Bedono,
Kecamatan Sayung, Kabupaten
Penulis : Muhammad Syafii dan Djoko Suwandono
Vol/No : Volume 1, No. 2
ISSBN/ISSN : 2356-0088
Penerbit : Universitas Diponogoro
Tahun terbit : 2015

2. Jurnal Kedua
Judul : Identifikasi Produk Wisata Pariwisata Kota (URBAN
TORISM) Kota Pangkalan Bun Sebagai Urban
Heritage
Tourism
Penulis : Yesser Priono
Vol/No : Volume 7, No. 2
ISSBN/ISSN : 1907 - 8536

2 | Critical Journal Riview


Penerbit : Universitas Palangka Raya
Tahun terbit : 2012

a.2 Ringkasan Jurnal


1. Jurnal Pertama
• Pendahuluan

Desa Bedono merupakan salah satu desa yang berada di wilayah pesisir
Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Desa ini memiliki potensi alam
yang potensial untuk dikembangkan sebagai tempat wisata karena sudah
memiliki hutan mangrove, wisata air, wisata religi berupa makam Syeikh
Mudzakir, kuliner olahan mangrove berupa keripik mangrove, dan menjadi
habitat hidup burung Kuntul Perak, Potensi tersebut jika dimanfaatkan
sebagai atraksi wisata yang attractive bahkan dikembangkan dan dikelola
secara professional maka besar kemungkinan desa Bedono untuk
dikembangkan menjadi desa Wisata. Pembangunan desa Wisata ini
merupakan realisasi dari pelaksanaan Undang-undang Otonomi Daerah
(UU No. 22 Tahun 1999). Diharapkan dengan peranan desa wisata
berbasis masyarakat di Desa Bedono terbentuk karena adanya keterkaitan
antara ekonomi penduduk lokal, konservasi sumberdaya alam serta
kelestarian budaya lokal dan mampu berjalan secara sustainability.
Diperlukannya komitmen yang kuat terhadap alam dan masyarakat agar
didapat dampak positif seperti terjaganya lingkungan alam dan
meningkatnya kesejahteraan masyarakat lokal.

• Pembahasan
Desa Bedono merupakan salah satu desa di wilayah pesisir
kabupaten Demak yang memiliki potensi wisata mangrove dan wisata
religi, dengan adanya komunitas mangrove bahari dan komunitas nelayan
Morosari yang sangat potensial dalam pengembangan berbasis

3 | Critical Journal Riview


masyarakat. Community Based Tourism merupakan konsep
pengembangan desa wisata dengan melibatkan dan menempatkan
masyarakat lokal yang memiliki kewenangan untuk mengelola dan
mengembangkan daerahnya sendiri untuk peningkatan kesejahteraan
masyarakat lokal dan keberlanjutan kebudayaan lokal dan sumber daya
alam. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi strategi
pengembangan dan pengelolaan desa wisata di kawasan pesisir Desa
Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak dengan pendekatan
konsep Community Based Tourism (CBT). Pada penelitian ini digunakan
metode analisis deskriptif kualitatif dan dibagi dalam tiga kegiatan yang
dilakukan secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data dan
penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian kemudian dijadikan sebagai
masukan untuk pengembangan dan pengelolaan kawasan wisata di Desa
Bedono yaitu sebuah strategi pengembangan dan pengelolaan desa
wisata Bedono yang berasal dari potensi masalah yang ada di desa
Bedono dan didukung oleh kebijakan serta organisasi yang ada.

• Kesimpulan
Desa Bedono memiliki potensi pariwisata yang dapat
dikembangkan menjadi desa wisata. Potensi atraksi wisata alam seperti
pantai dan ekosistem mangrove, serta makam Syeikh Abdullah Mudzakir
yang didukung oleh komitmen yang tinggi dari pemerintah desa untuk
pembentukan desa wisata. Namun kesiapan SDM masyarakat masih perlu
ditingkatkan dan perlunya dibentuk lembaga/organisasi masyarkat
pendukung pariwisata seperti kelompok sadar wisata.
Melalui desa wisata dengan dilibatkannya masyarakat sebagai
pengelola bukan hanya bertujuan untuk hanya memberdayakan
masyarakat desa tetapi dalam rangka untuk menjaga keberlangsungan
ekonomi masyarakat dengan menjadikan desa sebagai tujuan wisata
namun demi menjaga kelestarian ekosistem mangrove yang ada dan juga

4 | Critical Journal Riview


pelestarian nilai-nilai budaya religi yang berlaku dimasyarakat.

2. Jurnal Kedua
• Pendahuluan
Pangkalan Bun adalah ibukota Kecamatan Arut Selatan sekaligus
ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Kabupaten
Kota-waringin Barat sebagai pintu gerbang Propinsi Kalimantan tengah di
bagian Barat memiliki jaringan transportasi baik udara, laut, sungai
maupun darat.

• Pembahasan
Peninggalan sejarah adalah salah satu dari sekian banyak potensi
wisata dalam pariwisata kota. Kota Pangkalan Bun yang merupakan kota
dari Kabupaten Kotawaringin Barat mempunyai sumber daya yang
potensial untuk dikembangkan sebagai pariwisata kota, dilihat dari corak
kehidupan masyarakat dan peninggalan sejarah dari Kerajaan Kutaringin.
Pariwisata Kota (Urban Tourism) pada dasarnya adalah produk wisata,
dimana di dalamnya terdapat konsentrasi berbagai bentuk atraksi,
amenitas dan kemudahan aksesibilitas yang dapat menarik pengunjung
baik dari domestic maupun international, termasuk wisatawan dan para
pelaku bisnis dan konferensi. Kota Pangkalan Bun mempunyai sumber
daya yang potensial dalam pengembangan sebagai pariwisata kota. Kota
Pangkalan Bun dikategorikan sebagai Urban Heritage Tourism.

• Kesimpulan
Pada sisi produk, kota Pangkalan Bun mempunyai potensi besar
sebagai tujuan wisata kota, dari aspek keberadaan sejarah dan budaya
yang dimiliki kawasan juga pada keberadaan perkampungan tradisional
tepi sungai arut kota Pangkalan Bun yang mempunyai arsitektur yang
uniquely mendorong terciptanya domestik image yang unik dan khas.

5 | Critical Journal Riview


Area fungsional kota Pangkalan Bun termasuk ke dalam kota
sejarah dan kota budaya. Dalam konstelasi dengan kawasan wisata dan
elemen-elemen fungsional wilayah kota lainnya sudah membentuk jejaring
atau rangkaian produk atraksi yang memadai, apabila dikembangkan
dengan manajemen dan perencanaan pengelolaan yang baik akan
mendorong terbentuknya suatu urban historic city dengan daya tarik
utama objek daya tarik wisata Istana Kuning sebagai wisata sejarah dan
budaya.

B. Pembahasan
b.1 Kerelevansian antara topik jurnal dengan karya-karya dan bidang
keahlian penulis jurnal
Topik pembahasan yang diambil oleh masing-masing penulis jurnal
adalah mengenai pariwisata, baik itu pariwisata desa maupun pariwisata
kota. Adapun pada juranl pertama membahas mengenai pariwisata yang
ada di desa yang dimana penulis jurnal tersebut berasal dari kalangan
pendidikan pariwisata yang ada di UNDIP. Sedangkan jurnal kedua
membahas mengenai pariwisata yang ada di kota yang dimana penulis
jurnal tersebut berasal dari kalangan perspektif arsitektur. Jadi, jurnal
pertama lebih relevan terhadap pembahasan penulis dengan apa yang
dikajinya.

b.2 Pokok-pokok argumentasi penulis dalam pendahuluan


• Dalam perkembangannya, wilayah pesisir bukan lagi hanya berupa
permukiman nelayan yang kumuh, namun saat ini dapat
dikembangkan sebagai tempat wisata yang menarik dengan
penanganan khusus agar wilayah pesisir dapat berkembang secara
berkelanjutan (sustainable development ).
• Desa ini memiliki potensi alam yang potensial untuk dikembangkan
sebagai tempat wisata karena sudah memiliki hutan mangrove,

6 | Critical Journal Riview


wisata air, wisata religi berupa makam Syeikh Mudzakir, kuliner
olahan mangrove berupa keripik mangrove, dan menjadi habitat
hidup burung Kuntul Perak, Potensi tersebut jika dimanfaatkan
sebagai atraksi wisata yang attractive bahkan dikembangkan dan
dikelola secara professional maka besar kemungkinan desa
Bedono untuk dikembangkan menjadi desa Wisata.
• Kabupaten Kota-waringin Barat sebagai pintu gerbang Propinsi
Kalimantan tengah di bagian Barat memiliki jaringan transportasi
baik udara, laut, sungai maupun darat.

b.3 Pemilihan serta cakupan kajian teori


• Oka A Yoeti (1988) mengartikan wisata adalah perjalanan sebagai
padanan kata ‘travel’ sehingga wisatawan adalah ‘traveler’, orang
yang melakukan perjalanan.
• Menurut Suansri (2003: 14) "CBT adalah pariwisata yang
menitikberatkan keberlanjutan lingkungan, sosial, dan budaya
kedalam satu kemasan.
• Menurut Ahwort dan Tunbridge (1990), peninggalan sejarah adalah
salah satu dari sekian banyak potensi wisata dalam pariwisata kota.
• Menururt Wirth dan Freestone (2002) budaya mempunyai peran
penting dalam pembangunan kota-kota saat ini. Budaya tidak hanya
menjadi identitas dan bermakna bagi individu dan masyarakat kota,
akan tetapi sekarang telah menjadi sumber ekonomi bagi kota-kota
pasca industrialisasi.
• Pariwisata kota juga merupakan dasar kebijakan pembangunan
kota yang mengkombinasikan antara pengembangan produk kota
untuk memenuhi keinginan pengunjung dan kesejahteraan
masyarakat kota (European Communities, 2000).

b.4 Metodologi penelitian yang digunakan dan relevansinya

7 | Critical Journal Riview


Dalam prosesnya pengumpulan data dilakukan dengan cara
wawancara mendalam terhadap narasumber yaitu kepada stakeholder,
observasi dan juga studi pustaka atau literatur. Analisis data dilakukan
secara terus-menerus mulai saat penyusunan konseptual penelitian, saat
pengumpulan data di lapangan dan sesudahnya. Reduksi dilakukan untuk
memilih, menyederhanakan, mentransformasikan data, menajamkan,
mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasi.
Penyajian data dilakukan dalam bentuk teks naratif, matriks, grafik, dan
bagan. Selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan yang diverifikasi
selama penelitian berlangsung.
Pada pembahasan jurnal kedua tidak terdapat metode penelitian
yang digunakan oleh peneliti.

b.5 Kerangka berpikir penulis pada begian pembahasan


▷ Jurnal Pertama
Desa Bedono merupakan salah satu desa di wilayah pesisir kabupaten
Demak yang memiliki potensi wisata mangrove dan wisata religi, dengan
adanya komunitas mangrove bahari dan komunitas nelayan Morosari yang
sangat potensial dalam pengembangan berbasis masyarakat. Community
Based Tourism merupakan konsep pengembangan desa wisata dengan
melibatkan dan menempatkan masyarakat lokal yang memiliki
kewenangan untuk mengelola dan mengembangkan daerahnya sendiri
untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal dan keberlanjutan
kebudayaan lokal dan sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk
memberikan rekomendasi strategi pengembangan dan pengelolaan desa
wisata di kawasan pesisir Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten
Demak dengan pendekatan konsep Community Based Tourism (CBT).
Pada penelitian ini digunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan
dibagi dalam tiga kegiatan yang dilakukan secara bersamaan, yaitu reduksi
data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian

8 | Critical Journal Riview


kemudian dijadikan sebagai masukan untuk pengembangan dan
pengelolaan kawasan wisata di Desa Bedono yaitu sebuah strategi
pengembangan dan pengelolaan desa wisata Bedono yang berasal dari
potensi masalah yang ada di desa Bedono dan didukung oleh kebijakan
serta organisasi yang ada.

▷ Jurnal Kedua
Peninggalan sejarah adalah salah satu dari sekian banyak potensi
wisata dalam pariwisata kota. Kota Pangkalan Bun yang merupakan kota
dari Kabupaten Kotawaringin Barat mempunyai sumber daya yang
potensial untuk dikembangkan sebagai pariwisata kota, dilihat dari corak
kehidupan masyarakat dan peninggalan sejarah dari Kerajaan Kutaringin.
Pariwisata Kota (Urban Tourism) pada dasarnya adalah produk wisata,
dimana di dalamnya terdapat konsentrasi berbagai bentuk atraksi,
amenitas dan kemudahan aksesibilitas yang dapat menarik pengunjung
baik dari domestic maupun international, termasuk wisatawan dan para
pelaku bisnis dan konferensi. Kota Pangkalan Bun mempunyai sumber
daya yang potensial dalam pengembangan sebagai pariwisata kota. Kota
Pangkalan Bun dikategorikan sebagai Urban Heritage Tourism.

b.6 Kesimpulan dan saran yang diajukan penulis serta implikasi pada
penelitian berikutnya
• Kelebihan dan kekurangan jurnal pertama
− Kelngkapan dari junal ini sangat lengakp.
− Pembahasan yang disajikan cukup menarik.
− Mudah dipahami oleh banyak kalangan.
− Banyak sampel yang digunakan dalam penelitian di desa tersebut.
− Tidak terdapat metode penelitian yang disajikan sebagai
pembuktian penulis.

9 | Critical Journal Riview


• Kelebihan dan kekurangan jurnal kedua
− Kelngkapan jurnal sangat baik dan bagus.
− Mudah dipahami oleh kalangan umum.
− Sangat relevan di berbagai bidang terhadap kajian si peneliti.

b.7 Pembahasan bias memuat persetujuan, kritik, sanggahan, uraian


penjelas serta posisi penulis journal review (mahasiswa) terhadap
jurnal
• Sebagai mahasiswa di prodi pendidikan Geografi, rasanya jurnal ini
merupakan jurnal yang dapat mempermudah mahasiswa geografi
untuk mengerjakan atau pemicu dalam mengembangkan bakatnya.
• Dalam pemilihan jurnal ini, periview melihat bahwa jurnal ini cocok
untuk dijadikan objek dalam mengerjakan tugas dalam kurikulum
KKNI.
• Dalam periviewan jurnal ini periview meminta kepada pembaca agar
dapat memberikan kritik dan saran yang membangun.

BAB III
PENUTUP

10 | Critical Journal Riview


A. Kesimpulan
Melalui desa wisata dengan dilibatkannya masyarakat sebagai
pengelola bukan hanya bertujuan untuk hanya memberdayakan
masyarakat desa tetapi dalam rangka untuk menjaga keberlangsungan
ekonomi masyarakat dengan menjadikan desa sebagai tujuan wisata
namun demi menjaga kelestarian ekosistem mangrove yang ada dan juga
pelestarian nilai-nilai budaya religi yang berlaku dimasyarakat.
Pada sisi produk, kota Pangkalan Bun mempunyai potensi besar
sebagai tujuan wisata kota, dari aspek keberadaan sejarah dan budaya
yang dimiliki kawasan juga pada keberadaan perkampungan tradisional
tepi sungai arut kota Pangkalan Bun yang mempunyai arsitektur yang
uniquely mendorong terciptanya domestik image yang unik dan khas.
Area fungsional kota Pangkalan Bun termasuk ke dalam kota
sejarah dan kota budaya. Dalam konstelasi dengan kawasan wisata dan
elemen-elemen fungsional wilayah kota lainnya sudah membentuk jejaring
atau rangkaian produk atraksi yang memadai, apabila dikembangkan
dengan manajemen dan perencanaan pengelolaan yang baik akan
mendorong terbentuknya suatu urban historic city dengan daya tarik
utama objek daya tarik wisata Istana Kuning sebagai wisata sejarah dan
budaya.

B. Saran
Diharapkan kepada pembaca agar dapat memberikan masukan
yang bersifat membangun kepada penulis agar kedepannya penulis dapat
menghasilkan karya-karya yang lebih bagus lagi.

11 | Critical Journal Riview


DAFTAR PUSTAKA

Syafii, Muhammad, dkk. 2015. Perencanaan Desa Wisata Dengan


Pendekatan Konsep Community Based Tourism (CBT) Di Desa
Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Volume 1, No. 2,
Universitas Diponogoro.

Priono, Yesser. 2012. Identifikasi Produk Wisata Pariwisata Kota (URBAN


TORISM) Kota Pangkalan Bun Sebagai Urban Heritage Tourism.
Volume 7, No. 2, Universitas Palangka raya.

12 | Critical Journal Riview