Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN MINI RISET

“Analisis Permasalahan Petani Padi

Di Desa Laut Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan”

Diajukan untuk memenuhi tugas

Mata Kuliah : Geografi Ekonomi dan Pembangunan

Disusun Oleh :

Bahtarim (3163131005)

Fahrizal Adi Kurniawan (3173331013)


Sania Mutia (3171131026)
Yohana Manurung (3173131039)

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat
dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas minireseach ini.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan


kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan tugas ini.

Di dalam penyelesaian mini riset yang telah penulis buat ini masih jauh dari
kesempurnaan dan masih banyak kekurangannya, baik isi maupun penyusunannya. Atas
semua itu dengan rendah hati kami harapkan kritik dan saran baik dari dosen maupun dari
para pembaca yang dapat membangun guna menyempurnakan tugas dalam penyelesaian
tugas ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan memberikan informasi
yang lebih akurat bagi kita semua dan penulis mengucapkan terimakasih.

Medan, November 2018

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...........................................................................................i

DAFTAR ISI .........................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah..................................................................................1
B. Identitas Masalah.............................................................................................1
C. Batasan Masalah..............................................................................................1
D. Rumusan Masalah...........................................................................................2
E. Tujuan Penelitian.............................................................................................2

BAB II KAJIAN PUSTAKA


A. Deskripsi Teori................................................................................................3
B. Kerangka Berpikir...........................................................................................6

BAB III METODE PENELITIAN


A. Lokasi Penelitian.............................................................................................7

B. Populasi dan Sampel........................................................................................7

C. Teknik Pengumpulan Data..............................................................................7

D. Teknik Analisis Data........................................................................................7

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Antusiasme masyarakat dalam menyambut Pilkada.......................................8
B. Tanggapan masyarakat mengenai pemilu 2019..............................................10

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan.......................................................................................................12

B. Saran.................................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR LAMPIRAN

2
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Prioritas pembangunan di Indonesia diletakkan pada pembangunan di bidang ekonomi


dengan titik berat pada sektor pertanian. Pembangunan pertanian diarahkan untuk
meningkatkan produksi pertanian guna memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuhan industri
dalam negeri, meningkatkan ekspor, meningkatkan pendapatan petani, memperluas
kesempatan kerja dan mendorong pemerataan kesempatan berusaha (Soekartawi 2003).
Pertanian merupakan hal yang sangat substansial dalam pembangunan, yaitu sebagai
pemenuhan kebutuhan pangan, penyedia bahan mentah untuk industri, penyedia lapangan
kerja, dan penyumbang devisa bagi negara, sehingga sebagai prioritas utama dalam
pembangunan, khususnya dalam pembangunan perekonomian nasional. Fungsi pembangunan
adalah upaya atau rekayasa secara legal, menyediakan berbagai macam kebutuhan negara
untuk menigkatkan kesejahteraan.

Tingkat kesejahteraan masyarakat pedesaan dengan mata pencarian utama di sektor


pertanian sebagian besar masih berada di bawah ratarata pendapatan nasional. Menurut
Kementan (2015), sektor pertanian dalam pembangunan nasional merupakan kunci utama
keberhasilan dalam mewujudkan Indonesia yang bermartabat, mandiri, maju, adil dan
makmur. Pembangunan pertanian ke depan untuk mewujudkan kedaulatan pangan, agar
Indonesia sebagai bangsa dapat mengatur dan memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya secara
berdaulat.

Kedaulatan pangan harus dimulai dari swasembada pangan yang secara bertahap
diikuti dengan peningkatan nilai tambah usaha pertanian secara luas untuk meningkatkan
kesejahteraan petani. Sektor pertanian menjadi sektor penting yang mempunyai porsi yang
besar dalam menyumbang pendapatan nasional. Usaha pertanian pada saat ini adalah
menyediakan pangan yang cukup bagi penduduk, karena keterbatasan lahan dilakukan upaya
meningkatkan produksi pertanian yang lebih baik dilakukan melalui peningkatan hasil panen
per satuan lahan.

1
Lahan dataran rendah di Indonesia merupakan modal besar yang dapat mendukung
dalam pengembangan dan peningkatan produksi pangan yaitu padi. Pembangunan pertanian
di lahan kering telah banyak dilaksanakan tetapi tidak menunjukan hasil yang kurang
menggembirakan antara lain karena tidak berkembangnya kemandirian masyarakat dan
pembinaan yang tidak berkesinambungan. Hal ini menyebabkan usahatani di dataran rendah
semakin tertinggal. Pengelolaan lahan perlu dilakukan untuk memperkuat pemenuhan pangan
penduduk dan pemantapan ketahanan pangan. Lahan Dataran rendah merupakan salah satu
sumberdaya yang mempunyai potensi besar untuk pembangunan pertanian khususnya lahan
ladang yang menghasilkan padi.

Desa Laut Dendang pada mulanya merupakan salah satu daerah yang masyarakatnya
banyak berprofesi sebagai petani, dalam hal ini kami membahas mengenai petani padi.
Namun seiring dengan perkembangan dan arus globalisasi, semakin banyak nya petani padi
yang beralih profesi. Baik itu menjadi seorang buruh, wirasasta, dan lain sebagainya.
Berkurangnya jumlah petani pada Desa Laut Dendang ini, tentu sangat berbanding terbalik,
atau berlawan dari pernyataan – pernyataan pihak pemerintahan terkait pembangunan
ekonomi di bidang pertanian, dan mengenai kedaulatan petani yang selalu di gaung –
gaungkan. Mengusik rasa penasaran kami mengenai masalah yang dihadapi petani padi di
Desa Laut Dendang.

Sesuai dengan uraian dari latar belakang tersebut diatas maka penulis tertarik meneliti
dan membahasnya dengan terlebih dahulu merumuskan judul miniriset yaitu : “Analisis
Permasalahan Petani Padi Di Desa Laut Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan”.

B. Identifikasi Masalah
a) Teknologi yang digunakan petani.
b) Perawatan tanaman padi yang dilakukan petani.
c) Masalah dalam proses produksi padi.
d) Kendala yang dimiliki petani dalam masalah pemasaran.
e) Peran Pemerintah dalam mendukung Petani padi.

C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah maka ruang lingkup yang akan diteliti dibatasi
mengenai Permasalahan dalam bertani padi. Peneliti akan mengambil topik mengenai
permasalahan petani padi di Desa Laut Dendang.

D. Rumusan Masalah

2
Adapun rumusan masalah yang akan dikaji oleh peneliti adalah sebagai berikut :
a) Bagaimana masalah atau kendala dalam bertani padi di Desa Laut Dendang?
b) Bagaimana tanggapan Pemerintah dalam menyikapi masalah pertanian di Desa Laut
Dendang?

E. Tujuan Penelitian

a) Untuk mengetahui masalah yang dihadapi Petani padi di Desa Laut Dendang.

b) Untuk mengetahui tanggapan dan peran Pemerintah dalam memajukan para petani.

3
BAB II
KAJIAN TEORI

A. Deskripsi Teori
1. Komoditas padi
Padi merupakan tanaman pangan berupa rumput berumpun. Tanaman pertanian
kuno ini berasal dari dua benua, yaitu Asia dan Afrika Barat tropis dan subtropis. Tanaman
padi (Oryza sativa L.) termasuk golongan tumbuhan Gramineae yang ditandai dengan
batang yang tersusun dari beberapa ruas. Tanaman padi terdiri dari ribuan varietas yang
masing – masing memiliki karakteristik sama dan terbagi menjadi dua golongan,yaitu
golongan Indica dan golongan Yaponica. Golongan tanaman padi yang terdapat di
Indonesia merupakan padi golongan Indica.

Tanaman padi dapat hidup dengan baik di daerah beriklim panas dan lembab.
Pulau Jawa, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, merupakan sentra produksi
padi di Indonesia. Selain itu, daerah sentra produksi padi lainnya adalah Kalimantan
Tengah, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah (Purwono dan Purnawati, 2007).
Tanaman padi yang dipanen akan menghasilkan Gabah Kering Panen (GKP) dengan kadar
air antara 18 hingga 25 persen. Setelah dikeringkan atau dijemur hingga kadar air
berkurang sampai pada batas maksimal 14 persen di kenal sebagai Gabah Kering Giling
(GKG).

2. Konsep usaha tani

Menurut Suratiyah 2015, Ilmu usahatani adalah ilmu yang mempelajari bagaimana
seseorang mengusahakan dan mengkordinir faktor – faktor produksi, berupa lahan dan
alam sekitarnya sebagai modal, sehingga memberikan manfaat yang sebaik – baiknya.
Ilmu usahatani merupakan ilmu yang mempelajari cara – cara petani menentukan,
mengorganisasikan dan mengkoordinasikan penggunaan faktor – faktor produksi seefektif
dan seefisien mungkin, sehingga usaha tersebut memberikan pendapatan semaksimal
mungkin. Faktor – faktor yang bekerja didalam suatu usahatani adalah faktor alam, faktor
tenaga kerja dan faktor modal. Faktor alam dapat dibedakan menjadi dua yaitu faktor
tanah dan lingkungan alam sekitarnya. Berikut faktor-faktor didalam usahatani adalah :

a. Modal

4
Modal adalah barang ekonomi yang dapat digunakan untuk
memproduksi kembali atau barang ekonomi yang dapat dipergunakan untuk
mempertahankan dan meningkatkan pendapatan. Modal dikatakan sebagai
land saving capital jika dengan modal tersebut dapat menghemat penggunaan
lahan, tetapi produksi dapat dilipatgandakan tanpa harus memperluas areal.
Contohnya adalah pemakaian pupuk, bibit unggul, pesitisida dan intensifikasi.
Modal dikatakan sebagai labour saving capital jika dengan modal tersebut
dapat menghemat penggunaan tenaga kerja. Contohnya adalah pemakaian
traktor untuk membajak, mesin penggiling padi dan sebagainya.
b. Tenaga Kerja
Tenaga kerja merupakan salah satu unsur penentu untuk berusahatani
yang dapat di pekerjakan dari mulai pengolahan lahan samapai panen. Tenaga
kerja di bagi menjadi dua macam yaitu tenaga kerja dalam keluarga dan tenaga
kerja luar keluarga.
c. Faktor Tanah
Tanah merupakan faktor produksi yang penting karena tanah
merupakan tempat tumbuhnya tanaman, tempat usaha ternak dan usahatani
keseluruhannya. Tentu saja faktor tanah tidak terlepas dari pengaruh alam
sekitarnya yaitu sinar matahari, curah hujan, angin dan sebagainya. Tanah
mempunyai sifat istimewa antara lain bukan merupakan barang produksi, tidak
dapat diperbanyak dan tidak dapat dipindah – pindah.
d. Faktor Iklim
Iklim sangat menentukan komoditas yang diusahakan, baik tanaman
maupun ternak. Komoditas yang diusahakan harus cocok dengan iklim
setempat agar produktivitasnya tinggi dan memberikan manfaat yang lebih
baik bagi manusia. Iklim juga berpengaruh dalam penentuan teknologi mana
yang cocok untuk digunakan pada saat usahatani tersebut berlangsung.
Kegiatan usahatani berdasarkan coraknya dapat dibagi menjadi dua, yaitu
usahatani subsisten dan usahatani komersial. Usahatani subsisten bertujuan
memenuhi konsumsi keluarga, sedangkan usahatani komersial adalah
usahatani dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Ciri – ciri petani
komersial adalah cepat dalam mengadopsi inovasi pertanian, cepat tanggap
dalam mencari informasi, lebih berani dalam mengambil resiko dalam
berusaha serta memiliki sumber daya yang cukup.
B. Kerangka Berpikir

5
Desa Laut Dendang merupakan salah satu desa di sekitaran kota medan yang masil
memiliki pertanian sebagai profesi masyarakatnya. Di desa Laut Dendang, penulis masih
menemukan petani padi, yang mana jumlahnya sudah sangat berkurang secara signifikan
apabila dibandingkan dengan kondisi beberapa tahun yang lalu. Di sekeliling dari pertanian
padi ini sudah dikelilingi oleh pemukiman warga, rumah kos – kosan maupun perumahan.
Berkurangnya jumlah petani mencuri perhatikan kami untuk meneliti lebih lanjut apakah
permasalahan yang ada pada petani padi tersebut, sehingga mengakibatkan banyaknya petani
yang menyerah dalam bertani padi, dan beralih profesi atau bahkan menjual lahan pertanian
mereka. Sedangkan dewasa ini, pemerintah sangat banyak mengkampanyekan mengenai
pembangunan ekonomi dibidang pertanian. Dengan mengangkat permasalahan kedaulatan
para petani.

Petani padi

Masalah / Kendala

Produksi Pasca produksi

Solusi Pemerintah

Kerangka Berpikir

BAB III

6
METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Metode Penelitian

Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian yang ingin dicapai maka penelitian
ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, salah satu metode penelitian
yang banyak digunakan untuk penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan suatu kejadian
yang akan mendeskripsikan bagaimana masalah yang dimiliki petani padi di desa Laut
Dendang.

B. Lokasi dan waktu Penelitian

Penelitian ini di laksanakan di Desa Laut Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan. Desa
ini dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan salah satu daerah dataran rendah yang
memiliki pertanian, yang mana sesuai untuk dijadikan lokasi dari topic penelitian kami.
Selain itu juga karena keterbatasan jarak dan waktu yang tidak terlalu banyak.

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang
menjadi kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari
dan dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2015). Populasi dalam
penelitian ini ialah seluruh petani yang tinggal di Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut
Sei Tuan.

2. Sampel

Menurut Arikunto (2010), sampel adalah bagian dari populasi (sebagian atau
wakil populasi yang diteliti). Menurut Sugiyono (2015), sampel adalah bagian dari
jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Teknik sampling merupakan teknik
pengambilan sampel (Sugiyono, 2015).Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian
ini adalah sampling purporsive yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan
tertentu.Pemilihan sekelompok subjek dalam purporsive sampling, didasarkan atas ciri-
ciri tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri populasi
yang sudah diketahui sebelumnya (Margono, 2004). Sampel dalam penelitian ini adalah
orang petani yang tinggal di Desa Laut Dendang.

7
D. Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Wawancara

Yaitu berupa kegiatan tanya jawab atau interview langsung yang dilakukan oleh
penulis kepada responden. Wawancara ini dilakukan untuk mencari data yang lengkap
dan akurat mengenai masalah petani padi dengan pihak yang berhubungan langsung
dengan masalah yang akan diteliti yakni petani padi di Desa Laut Dendang.

2. Observasi

Yaitu melakukan observasi langsung ke lapangan yakni petani di Desa Laut


Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan. Observasi ini dilakukan untuk mencari data
permasalahan para petani padi sehingga membantu menjawab pertanyaan penulis.

3. Studi Dokumenter

Yaitu pengumpulan data dengan melakukan dokumentasi. Studi dokumenter


dilakukan untuk mencari data masalah petani padi dengan cara mendokumentasikan bukti
tersebut.

E. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah suatu upaya untuk mengurai menjadi bagian-bagian sehingga
susunan bentuk sesuatu diurai tampak dengan jelas dan dapat diketahui maknanya agar
permasalahan dapat dipahami.Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data
kualitatif.

Analisis data kualitatif adalah proses mencari serta menyusun secara sistematis data
yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, studi dokumenter dan bahan lainnya
sehingga mudah dipahami agar dapat diinformasikan kepada orang lain. Langkah-langkah
analisis data penelitian ini adalah :

1. Reduksi

Reduksi data adalah proses analisis untuk memilih, memusatkan perhatian,


menyederhanakan, mentransformasikan data yang muncul dari catatan-catatan
lapangan. Mereduksi data berarti membuat rangkuman, memilih hal-hal pokok,
memfokuskan pada hal-hal penting, mencari tema dan pola, serta membuang yang

8
dianggap tidak perlu. Dengan demikian, data yang direduksi akan memberikan
gambaran yang lebih spesifik dan mempermudah peneliti melakukan pengumpulan
data selanjutnya serta mencari data tambahan jika diperlukan. Reduksi data dapat
dilakukan dengan memilih data yang penting serta
mengkategorikan/mengklasifikasikan data yang dapat dibantu teman sejawat.

2. Penyajian (Display) Data

Penyajian data diarahkan agardata hasil reduksi terorganisasikan, tersusun


dalam pola hubungan, sehingga semakin mudah dipahami.Penyajian data dapat
dilakukan dengan naratif, bagan, hubungan antar kategori, diagram alur (flow chart)
dan lain sejenisnya.Pada langkah ini, peneliti berusaha menyusun data relevan
sehingga menjadi informasi yang dapat disimpulkan dan memiliki makna
tertentu.Prosesnya dapat dilakukan dengan cara menampikan dan membuat hubungan
antar fenomena untuk memaknai apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang perlu
ditindaklajuti untuk mencapai tujuan penelitian.

3. Verifikasi Data (Conclusion Drawing)

Proses untuk mendapatkan bukti-bukti yang konkrit disebut verifikasi data.


Pada langkah verifikasi ini peneliti sebaiknya masih tetap terbuka untuk menerima
masukan data.Bahkan pada langkah verifikasi ini sebagian peneliti juga masih kadang
ragu meyakinkan dirinya apakah dapat mencapai kesimpulan pada tingkat final,
dimana langkah pengumpulan data dinyatakan telah berakhir.

Untuk dapat mengetahui kualitas data, seorang peneliti dapat menilai melalui
beberapa metode seperti berikut :

a) Mengecek representativeness atau keterwakilan data


b) Mengecek data dari pengaruh peneliti
c) Mengecek melalui triangulasi
d) Melakukan pembobotan bukti dari sumber data-data yang dapat dipercaya
e) Membuat perbandingan atau mengkontraskan data

4. Pengujian Keabsahan Data

Dalam penelitian kualitatif, temuan atau data dinyatakan valid apabila tidak
ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya

9
terjadi pada objek yang diteliti. Uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif
meliputi :

a) Uji credibility (validitas internal)


b) Uji transferability (validitas eksternal)
c) Uji dependability (reliabilitas)
d) Uji confirmability (objektivitas)

DAFTAR PUSTAKA

Prasetio. E 2018 Analisis Pendapatan dan Tingkat Kesejahteraan Petani Padi Sawah (Oryza
Satifa) DI Kabupaten Lampung Tengah. Jurnal pertanian.

10
Khasanah. 2018. Pendapatan dan Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Padi Ladang di
Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal pertanian

11