Anda di halaman 1dari 7

CRITICAL JOURNAL REVIEW

Mata Kuliah Geografi Bencana dan Mitigasi

“KAJIAN MITIGASI BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN


BANJARNEGARA”

Disusun Oleh:

FAHRIZAL ADI KURNIAWAN

3173331013

KELAS : B (2017)

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat
dan RahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Geografi Bencana
dan Mitigasi ini yang berjudul “Critical Journal Review”. Penulis berterima kasih kepada
Ibu dosen yang bersangkutan yang sudah memberikan bimbingannya.

Penulis juga menyadari bahwa tugas ini masih banyak kekurangan oleh karena itu
penulis minta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan penulis juga mengharapkan kritik
dan saran yang membangun guna kesempurnaan tugas ini.

Akhir kata penulis ucapkan terima kasih, semoga dapat bermanfaat dan bisa
menambah pengetahuan bagi pembaca.

Medan, September 2018

Fahrizal Adi Kurniawan


A. BIBLIOGRAFI JURNAL

Jurnal Utama Jurnal Pembanding


Judul artikel KAJIAN MITIGASI BENCANA ANALISIS KERENTANAN TANAH
TANAH LONGSOR DI KABUPATEN LONGSOR SEBAGAI DASAR
BANJARNEGARA MITIGASI DI KABUPATEN
BANJARNEGARA
Jurnal JURNAL MANAJEMEN DAN Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah
KEBIJAKAN PUBLIK Aliran Sungai
Donwload http://ejournal- http://download.portalgaruda.org/article.
php
s1.undip.ac.id/index.php/jose
Volume dan Volume 1, Nomor 1, Tahun 2015, Vol. 1 No. 1 April 2017 : 49-59
Halaman Halaman 1 – 14
Tahun 2015 2017

Penulis Amni Zarkasyi Rahman Pranatasari Dyah Susanti, Arina


Miardini, dan Beny Harjadi
ISSN 2460-9714 2579-5511

Reviewer Fahrizal Adi Kurniawan Fahrizal Adi Kurniawan

B. HASIL dan PEMBAHASAN

JURNAL UTAMA JURNAL PEMBANDING


Tujuan Penelitian Untuk mendiskripsikan upaya mitigasi untuk mengetahui tingkat
dan upaya kerentanan tanah
peningkatan mitigasi bencana Tanah longsor di Kabupaten
Longsor di Kabupaten Banjarnegara. Banjarnegara.
Subjek Penelitian Wilayah Kabupaten Banjarnegara Wilayah Kabupaten Banjarnegara
Assesment Data Menggunakan cara, yaitu: Menggunakan cara, yaitu:
1. Observasi lapangan, dan 1. Observasi lapangan
2. Wawancara
Metode Metode penelitian yang digunakan adalah Metode penelitian yang dilakukan
Penelitian penelitian deskriptif, dengan adalah survey dan
menggunakan pendekatan Kualitatif deskriptif kuantitatif dengan
dalam menjabarkan mitigasi bencana menggunakan metode kerentanan
tanah longsor pada Pemerintah Kabupaten longsor dengan parameter:
Banjarnegara. Penelitian ini juga faktor alami dan manajemen.
menggunakan teknik purposive sampling Analisis yang digunakan adalah
yaitu peneliti telah menentukan tempat overlay dari parameter yang
atau informan yang dituju, dalam telah ditentukan dan pembobotan.
penelitian ini adalah Badan
Penanggulangan Bencana Daerah
Kabupaten Banjarnegara (BPBD
Kabupaten Banjarnegara) dan tokoh-
tokoh masyarakat di sekitar lokasi rawan/
terdampak bencana longsor di Kabupaten
Banjarnegara.
Langkah Diawali dengan penentuan informan dan Diawali dengan pengumpulan alat
Penelitian tempat yang akan dituju. Dalam penelitian dan bahan penelitian, berupa: peta
ini, yaitu Kabupaten Banjarnegara, RBI Skala 1:25.000, Data Curah
sedangkan subjek atau informan dalam Hujan harian kumulatif 3 hari
penelitian ini yaitu individu dan instansi berurutan (mm/3 hari) selama 10
yang terkait seperti BPBD dan masyarakat tahun terakhir pada 12 stasiun
sekitar kejadian bencana. Selanjutnya, penakar curah hujan. Notebook
peneliti akan mengolah data dan ASUS Core i3 kapasitas RAM 6 GB
melakukan telaah guna untuk dapat dan harddisk 500 GB, Software Arc
melakukan mitigasi bencana di daerah GIS 10.1 dan Software Ms.Word dan
tersebut. Ms. Excel. Lalu mulai lakukan
analisis terhadap data yang telah
didapat menggunakan metode
survey dan deskriptif kuantitatif
dengan menggunakan metode
kerentanan longsor dengan
parameter
Hasil Penelitian Hasil penelitian ini menghasilkan Hasil penelitian menunjukkan
pemahaman bahwa sasaran pembangunan bahwa wilayah dengan
tidak akan tercapai tanpa pertimbangan kelas kerentanan: 1) tidak rentan
risiko bencana dan bahwa pembangunan seluas 44,88 ha (0,04%), 2) sedikit
berkelanjutan tidak dapat dicapai kalau rentan 7.800,84 ha (7,29%), 3) agak
pengurangan risiko bencana tidak diarus rentan 88.505,80 ha (82,74%), 4)
utamakan kedalam kebijakan, rentan 10.423,32 ha (9,74%), dan 5)
perencanaan dan pelaksanaan sangat rentan 196,16 ha (0,18%).
pembangunan. Jelasnya, perspektif Parameter yang dominan untuk
pengurangan risiko bencana harus tanah longsor di Banjarnegara
dipadukan kedalam perencanaan adalah hujan, geologi dan
pembangunan setiap negara dan dalam kedalaman regolith. Upaya mitigasi
strategi pelaksanaannya yang terkait. yang dapat diterapkan pada wilayah
Pada pelaksaannya, hal ini sudah yang dikategorikan rentan longsor
didukung perangkat teknologi yang sudah ini adalah berbasis kemandirian
ada dalam kemampuan untuk mengambil masyarakat melalui pembentukan
tindakan proaktif untuk mengurangi risiko desa tangguh bencana, yaitu desa
kerugian akibat bencana sebelum terjadi. yang tanggap dan dapat
meminimalkan risiko bencana
melalui adaptasi atau penyesuaian
diri terhadap lingkungan yang
rentan terhadap bencana tanah
longsor. Beberapa hal yang harus
dilakukan secara mandiri oleh
masyarakat adalah peningkatan
kewaspadaan saat musim hujan dan
tindakan penutupan rekahan di
permukaan tanah, serta konservasi
tanah (stabilisasi dan
perlindungan lereng)
Kekuatan Kelebihan dari jurnal ini ialah pada Kelebibihan dari jurnal ini adalah
Penelitian pengumpulan data. Penulis mengobservasi bahwa penulis memasukkan data
secara langsung data yang diperoleh serta selengkap – lengkapnya, disertai
mewawancarai pihak yang berwenang dengan sumber data tersebut,
dalam memberikan informasi. Data sehingga lebih menyakinkan para
tersebut berupa fakta yang ada di pembaca.
lapangan. Jurnal ini mempunyai saran Penulis juga menyertakan peta
terhadap pihak terkait untuk memberikan rawan bencana serta tabel data
saran terhadap hasil penelitian. longsor di daerah Banjarnegara
Kelemahan Kelemahan dari jurnal ini, data yang Pada jurnal ini, terdapat beberapa
kata asing yang tidak diberi
Penelitian dituliskan kurang lengkap. Misalnya pada
penjelasan, sehingga menyulitkan
pemasangan alat peringatan dini, peneliti para pembaca. Contohnya polygon
thiessen.
tidak mencantumkan jumlah pasti dari alat
yang sudah diberikan di daerah tersebut.
Peneliti juga terlalu banyak mengambil
referensi tanpa perubahan yang saya
temui pada jurnal lainnya. Contohnya saja
pada masyarakat tangguh bencana. Selain
itu, sangat banyak dijumpai kesalahan –
kesalahan penulisan. Referensi jurnal ini
juga kurang banyak sehingga kurang
meyakinkan pembaca akan kebenaran
hasil penelitian penulis.
Kesimpulan Mitigasi bencana tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara merupakan
Kabupaten Banjarnegara dilakukan wilayah yang rentan terhadap
secara struktural maupun non struktural. longsor. Wilayah yang masuk pada
Mitigasi structural dilakukan dengan kelas sangat rentan meliputi
penyusunan data base daerah potensi Kecamatan Wanayasa (64,41 ha),
bahaya dan pemasangan Early Warning Pagedongan (43,78 ha),
System (EWS). Mitigasi non struktural Banjarnegara (38,84 ha), Bawang
dilakukan dengan pemberian informasi, (18,65 ha), Kalibening (1,21 ha),
sosialisasi serta pelatihan dan simulasi Karangkobar (3,58 ha), Pandanarum
bencana. (21,34 ha), Susukan (4,03 ha), dan
Upaya yang telah dilakukan untuk Mandiraja (0,30 ha). Faktor alami
meningkatakan efektifitas mitigasi seperti kemiringan lereng yang
bencana adalah dengan pembentukan tinggi, curah hujan tinggi, adanya
masyarakat tangguh serta desa tangguh sesar, kondisi geologi serta
bencana. kedalaman regolith merupakan
faktor yang berpengaruh di wilayah
ini. Potensi kerentanan longsor pada
wilayah ini semakin meningkat
dengan adanya infrastruktur yaitu
bangunan akibat kepadatan
penduduk pada wilayahwilayah
yang rentan terhadap longsor.

Kesimpulan reviewer

Dari hasil review yang saya lakukan terhadap kedua jurnal ini, menurut pendapat
saya. Jurnal pembanding lebih baik dari jurnal utama. Alasan saya yaitu karena jurnal
pembanding memiliki beberapa kelebihan dibandingkan jurnal utama. Seperti pada jurnal
pembanding terdapat tabel data, yang tidak dimiliki jurnal utama. Jurnal pembanding
memiliki peta rawan bencana sedangkan jurnal utama tidak.
Jurnal pembanding juga lebih unggul dikarenakan pada jurnal pembanding banyak
memasukkan pendapat para ahli yang lebih menyakinkan pembaca. Sedangkan pada jurnal
utama, lebih unggul dalam materi mitigasi bencana tanah longsor.

Daftar Pustaka

Karnawati, D. 2004. Bencana Gerakan Massa Tanah/ Batuan di Indonesia;


Evaluasi dan Rekomendasi, Dalam Permasalahan, Kebijakan dan
Penanggulangan Bencana Tanah Longsor di Indonesia. P3-TPSLK BPPT dan
HSF.Jakarta.
Nurjannah, dkk. 2012. Manajemen Bencana. Bandung: Alfabeta.