Anda di halaman 1dari 31

DEMI KEADILAN

PEMBELAAN
(P L E I D O O I)

Perkara Pidana No. PDM-128/BJRMS/04/2017


Pengadilan Negeri Banjarmasin.

Dengan hormat,
Kami yang bertanda tangan di bawah ini :

Adv. KUSMAN HADI, S.H., M.H., C.L.A., C.I.L.

Adv. HJ. GT. RINI HERNAWANTI, S.Pd., S.H., C.I.L.

Adv. NOVIE KASUMA JAYA, S.H.

Adv. DARZAD, S.H.

ANGGIE SURIANSYAH, S.H.

SANDY NORMA ISTIQFAR, S.H.

Kesemuanya Advokat dan Advokat Magang pada Kantor Hukum “Bilo And Partners”
beralamat kantor di Jl. Pangeran Antasari, RT. 06 No. 02 Kel. Pekapuran Raya, Kec.
Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Prov. Kalimantan Selatan, Indonesia. Telepon : 0813
4961 4323 / 0852 4992 9999 / 0823 5209 4747, Email : bilostar@yahoo.com. Berdasarkan
Surat Kuasa Khusus, tertanggal 03 Mei 2017, bertindak baik sendiri-sendiri, maupun
bersama-sama, untuk dan atas nama pemberi kuasa, yaitu Dalam Perkara Pidana atas nama
Terdakwa : -----------------------------------------------------------------------------------------------------

Nama lengkap : FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD


Tempat lahir : Banjarmasin
Umur / tanggal Lahir : 34 tahun / 06 September 1982
Jenis kelamin : Laki-Laki
Kebangsaan : Indonesia
Tempat tinggal : Jl. Martapura Lama Komp. Graha Sejahtera 4
Blok J No. 21 Rt. 08 Rw. – Kel. Sei. Tabuk
Kab. Banjar.
Agama : ISLAM
Pekerjaan : Swasta
Pendidikan : SMA

1
Ditahan di RUTAN

- Penyidik
: Sejak tanggal 01-03-2017 s/d tanggal 20-03-2017.

- Perpanjangan Kepala Kejaksaan Tinggi Kal-sel


: Sejak tanggal 21-03-2017 s/d tanggal 29-04-2017.

- Perpanjangan Kepala Kejaksaan Negeri Bjm


: Sejak tanggal 26-04-2017 s/d tanggal 15-05-2017.

PEMBUKAAN

” BERIKANLAH SAYA SEORANG HAKIM YANG JUJUR, CERDAS DAN BIJAK, SERTA
BERIKANLAH SAYA SEORANG JAKSA YANG BENAR, MAKA DENGAN UNDANG –
UNDANG YANG PALING BURUK SEKALIPUN, SAYA AKAN MENGHASILKAN
PUTUSAN YANG PALING ADIL ”

I. PENDAHULUAN.

Majelis Hakim yang Mulia,


Jaksa Penuntut Umum yang Kami hormati,
Sidang Pengadilan yang Kami muliakan

Setelah melalui Persidangan-persidangan yang itensif, maka pada akhirnya


sampailah kini giliran Kami Penasehat Hukum untuk menyampaikan dan membacakan
Pembelaan, atas Tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang telah dibacakan di Persidangan
tanggal 20 Juli 2017.

Sudah selayaknya dan sepatutnya apabila terlebih dahulu Kita semua mengucapkan Puji dan
Syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kekuatan dan kesehatan yang telah diberikan
kepada Kita semua didalam melaksanakan Proses pemeriksaan perkara ini, dapat berjalan
dengan tertib dan lancar.

Selanjutnya perkenankanlah kami selaku penasehat hukum atas nama terdakwa dalam
Perkara ini, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada Ketua Majelis Hakim
dan Anggota Majelis Hakim yang telah memimpin jalannya Persidangan dengan arif dan
bijaksana, sehingga Acara Persidangan dapat berjalan dengan Tertib dan Lancar dan juga
Yang Terhormat Majelis Hakim sangat memperhatikan hak-hak serta kepentingan semua
pihak, bebas tanpa tekanan, obyektif dan tidak memihak, baik kepentingan Jaksa Penuntut
Umum yang bertugas menjalankan kewajibannya untuk membuktikan Dakwaannya,

2
maupun kepentingan-kepentingan Terdakwa dalam Perkara ini, didalam mencari Kebenaran
Materiel.

Majelis Hakim yang terhormat telah mengindahkan dengan sepatutnya Azas Praduga Tak
Bersalah (Azas Presumption Of Innosence) dalam Pasal 8 Undang-Undang Pokok
Kekuasaan Kehakiman (UU No. 14/1970) dan juga dalam Penjelasan Umum butir 3 c
KUHAP, yang berbunyi sebagai berikut :

“Setiap orang yang disangka, ditangkap, ditahan dan atau dihadapkan didepan
Pengadilan, wajib dianggap tidak bersalah sebelum adanya Putusan Pengadilan yang
menyatakan kesalahannya dan memperoleh kekuatan Hukum yang tetap.”

Dengan demikian Kami yakin dan percaya, bahwa Majelis Hakim yang terhormat akan
menerima dan mempertimbangkan dengan seksama isi Pembelaan (Pleidooi) ini, sebagai
bahan untuk menghasilkan Keputusan yang seadil-adilnya dalam Perkara ini. Serta kepada
Jaksa Penuntut Umum juga tak lupa Kami mengucapkan terima kasih atas peran serta Jaksa
Penuntut Umum yang telah dengan Aktif mengikuti Proses Persidangan ini dari awal
Persidangan sampai akhir Pembacaan Tuntutannya (Requisitornya) pada tanggal 20 Juli
2017 yang secara bersama-sama telah membantu Majelis Hakim, memperlancar jalannya
Persidangan guna mencapai suatu Keadilan yang murni.

Kami pun Penasehat Hukum menghargai Jaksa Penuntut Umum dalam Upaya menjalankan
fungsinya membuktikan Dakwaannya.

Memang harus diakui untuk mencapai kebenaran selalu membuat orang frustasi, apalagi
kebenaran atas perbuatan yang jelas-jelas tidak dilakukannya, namun didakwakan oleh
Penuntut Umum sebagai perbuatan yang telah dilakukannya, padahal Terdakwa hanyalah
seorang yang dikambing-hitamkan oleh pihak-pihak tertentu yang mempunyai
kepentingan.

Benarlah kiranya apa yang dikatakan oleh DANIEL WEBSTER bahwa: -------------------

“Justice is the great interest of man on earth” (Keadilan merupakan kepentingan yang
besar bagi kehidupan manusia di dunia; Hart, halaman 11).

Bahwa tanpa adanya keadilan akan timbul keresahan dalam masyarakat, dan rasa keadilan
harus memiliki kepentingan yang berimbang dalam proses peradilan pidana, termasuk rasa
keadilan bagi Terdakwa, keadilan tanpa didasari penegakan hukum akan menghilangkan
nurani kemanusiaan, namun demikian keadilan dengan menelantarkan kepastian hukum dan
hak asasi Terdakwa justru menjadikan keadilan sebagai sarana kepentingan politik sesaat,
bahkan akan dijadikan kepastian hukum dan sebagai sarana persuasi dari makna
Rule of Law suatu Negara, termasuk Indonesia sebagai Negara Kesatuan. Agaknya tidak
berkelebihan dikemukakan, bahwa ada suatu pendapat yang hidup dalam masyarakat,
khususnya pencari keadilan, bahwa baik Hakim, Penuntut Umum maupun Penasihat Hukum
mempunyai fungsi yang sama walaupun berlainan posisi.

3
Untuk itu, masing-masing pihak yang berproses digambarkan oleh Prof. Mr. M.
TRAPMAN sebagai berikut:

“Bahwa Terdakwa mempunyai pertimbangan yang subjektif dalam posisi yang


subjektif, Penasihat Hukum mempunyai pertimbangan yang objektif dalam posisi yang
subjektif, Penuntut Umum mempunyai pertimbangan yang subjektif dalam posisi yang
objektif, sedangkan Hakim mempunyai pertimbangan yang objektif dalam posisi yang
objektif pula.“ (Prof. Mr. Van Bemmelen, “Leerboek van het Ned. Strafprocesrecht”,
halaman 132, 6 e herziene druk).

Nota Pembelaan ini bertitik tolak pada fakta yang terjadi dalam persidangan berdasarkan
keterangan saksi-saksi, alat bukti surat yang diajukan dalam persidangan, serta keterangan
Terdakwa, selanjutnya disusul dengan analisa hukum dan uraian mengenai unsur-unsur
tindak pidana dikaitkan dengan perbuatan yang didakwakan kepada Terdakwa, kemudian
diakhiri dengan tangkisan terhadap requisitoir Penuntut Umum.

Pembelaan (Pleidooi) yang Kami bacakan ini, Kami mohon dengan sangat agar dianggap
sebagai bagian dari pada Proses Perkara Pidana pada Umumnya, yakni untuk mencari
Kebenaran Materiel secara Obyektif, oleh karena itu Pembelaan Kami ini selaku Penasehat
Hukum Terdakwa bukanlah semata-mata untuk membela Terdakwa yang dianggap
bersalah, melainkan tugas Kami adalah untuk mencari dan menemukan kebenaran dan
keadilan serta memberikan bahan-bahan atau pendapat-pendapat kepada Sidang
Pengadilan, seyogyanya dapat bermanfaat sebagai bahan perbandingan bagi yang terhormat
Majelis Hakim dalam mempertimbangkan pada Akhir Keputusannya, atas dasar Hukum
Positif yang tepat dan memenuhi rasa keadilan dari masyarakat sebagai wujud Kebenaran
Materiel dalam perkara ini.

Akhirnya Kami Penasehat Hukum memohon kepada Yang Terhormat Majelis Hakim
untuk memberikan Putusan yang seadil-adilnya (Ex Aequo Et Bono) dengan hanya
mengacu pada kebenaran yang terungkap dalam persidangan ini dan pada ketentuan-
ketentuan Hukum yang ada serta dengan memperhatikan Unsur-Unsur Pasal Tindak
Pidana.

Majelis Hakim yang Kami Muliakan, Jaksa Penuntut Umum yang Kami hormati, Sidang
Pengadilan yang Kami Muliakan, adapun Sistematika dari Pembelaan (Pleidooi) ini terdiri
dari : -------------------------------------------------------------------------------------------------------

I. PENDAHULUAN.
II. SURAT DAKWAAN.
III. FAKTA-FAKTA DIPERSIDANGAN.
IV. ANALISA FAKTA-FAKTA PERSIDANGAN.
V. PEMBAHASAN YURIDIS :
1. TANGGAPAN TERHADAP SURAT DAKWAAN.
2. TANGGAPAN TERHADAP SURAT TUNTUTAN.
VI. KESIMPULAN.
VII. PENUTUP.
4
II. SURAT DAKWAAN

Majelis Hakim yang Kami Muliakan,


Jaksa Penuntut Umum yang Kami Hormati,
Sidang Pengadilan yang Kami Muliakan,

Dengan dilatar belakangi pentingnya dakwaan yang harus dibuktikan dalam persidangan ini
dan tidak wajib membuktikan hal-hal diluar dakwaan, sehingga untuk mempermudah
memadukan fakta-fakta hukum dengan dakwaan dalam pledoi atau pembelaan ini kami
mengutif surat dakwaan penuntut umum sebagai berikut :

DAKWAAN KESATU

 Pasal 263 ayat (2) KUHP

“Diancam dengan pidana yang sama, barang siapa dengan sengaja memakai surat palsu atau yang
dipalsukan seolah-olah sejati, jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian”.

ATAUDAKWAAN KEDUA

 Pasal 378 KUHP

“Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan
hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun
rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya,
atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan
pidana penjara paling lama empat tahun”.

Untuk menyingkat waktu perkenankanlah Kami Penasehat Hukum untuk tidak mengutip
seluruh Dakwaan secara in extenso, karena panjangnya Surat Dakwaan, akan tetapi kiranya
Kami hanya mengutip pasal yang didakwakan kepada Terdakwa, akan tetapi dalam bagian
pembahasan lain pembahasannya nanti Kami akan kutip rumusan-rumusan yang relevan saja
beserta Unsur-Unsur Tindak Pidananya. Namun demikian Kami mohon agar Surat
Dakwaan dianggap telah dimuat selengkap-lengkapnya dalam Pembelaan ini.

Kemudian pada hari Selasa tanggal 20 Juli 2017, Saudari Jaksa Penuntut Umum telah
mengajukan Surat Tuntutan No. Reg. Perkara Pidana. PDM-128/BJRMS/04/2017 terhadap
diri terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD dan meminta kepada Majelis
Hakim Pengadilan Negeri Banjarmasin yang memeriksa dan mengadili perkara ini
memutuskan :

1. Menyatakan terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD terbukti secara sah
dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Menggunakan Surat Palsu”,
sebagaimana diatur dan diancam melanggar Pasal 263 ayat (2) KUHP dalam
Dakwaan Pertama Jaksa Penuntut Umum.

5
2. Menjatuhkan pidana terhadap mereka terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN
ARSYAD dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dikurangi selama terdakwa
berada dalam tahanan sementara, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan.

3. Menyatakan barang bukti berupa :


1 (satu) unit mobil Avanza warna merah maron dengan nomor polisi B 11 67 POB
dikembalikan kepada pihak Recovery Head PT. Mandiri Tunas Finance;
1 buah BPKB No. 1-51683477 an. ANDY IRFANSYAH, 1 lembar faktur Toyota, 1
lembar sertifikat nomor identitas kendaraan bermotor (NIK), 1 lembar STNK an.
ANDY IRFANSYAH, 1 lembar SKPD an. ANDY IRFANSYAH dirampas untuk
dimusnahkan
1 lembar surat pernyataan yang ditandatangani FAISAL tetap melekat didalam berkas

4. Menetapkan supaya terdakwa dibebani biaya perkara sebesar Rp.2.500,-

III. FAKTA-FAKTA DI PERSIDANGAN

Bapak Majelis Hakim yang mulia,


Jaksa Penuntut Umum yang Kami hormati,

Fakta-fakta dipersidangan dapat kami sampaikan sebagai pembanding dengan tuntutan


Saudara Jaksa Penuntut Umum yang telah kami rekam dan catat, selanjutnya kami akan
menguraikan sebagaimana keterangan saksi-saksi, keterangan saksi a de charge dan
keterangan Terdakwa di depan persidangan :

A. KETERANGAN SAKSI – SAKSI :

1. RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDA, Lahir TULUNG AGUNG, 08 Juni
1968, Jenis Kelamin Laki-laki, Kewarganegaraan Indonesia, Suku Jawa, Agama
Islam, Pendidikan Terakhir SMP (lulus), Pekerjaan Swasta (servis jok kendaraan),
Alamat Jl.Pusara Rt. 03 Rw. 01 Kel. Pelaihari Kec. Pelaihari Kab. Tanah Laut,
sesuai NIK 6301030806680002 No. Hp 085332837360.

Pada hari Selasa tanggal 30 Mei 2017 didepan persidangan dan dibawah sumpah
pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut :

 Bahwa saksi menerangkan awalnya tidak mengenal terdakwa FAISAL Als


ISAL Bin MI’UN ARSYAD.
 Bahwa saksi menerangkan awal Pebruari 2017 Saksi ditawari mobil 1(satu) unit
Avanza warna merah maron dengan nomor polisi B 1167 POB oleh Saudara
ANDIN, AGUS dan RUDI sebesar Rp. 65.000.000 (enam puluh lima juta
rupiah).
 Bahwa Saksi menerangkan pertama kali bertemu dengan terdakwa FAISAL
Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD pada saat penyerahan dari penjualan

6
mobil1(satu) unit Avanza warna merah maron dengan nomor polisi B 1167
POB dirumah Saksi.
 Bahwa saksi menerangkan pada saat itu terdakwa FAISAL Als ISAL Bin
MI’UN ARSYAD datang bersama Sdr. EDO (DPO).
 Bahwa Saksi menerangkan bahwa harga jadi (deal) mobil 1(satu) unit Avanza
warna merah maron dengan nomor polisi B 1167 POB sebesar Rp. 65.000.000
(enam puluh juta rupiah) tukar tambah dengan mobil Kijang Grand Tahun 1996
dan uang sebesar Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah).
 Bahwa saksi menerangkan melakukan pembayaran sebesar Rp. 20.000.000,-
(dua puluh juta rupiah) melalui rekening terdakwa FAISAL Als ISAL Bin
MI’UN ARSYAD karena Sdr. EDO tidak mempunyai rekening.
 Bahwa Saksi menerangkan kalau mobil 1(satu) unit Avanza warna merah
maron dengan nomor polisi B 1167 POB adalah Milik Sdr. EDO (DPO).
 Bahwa Saksi menerangkan menerima mobil 1(satu) unit Avanza warna merah
maron dengan nomor polisi B 1167 POB tanpa surat menyurat karena kata
pemilik Sdr. EDO (DPO) masih dalam pengurusan.
 Bahwa Saksi menerangkan pengurusan surat menyurat dari mobil 1(satu) unit
Avanza warna merah maron dengan nomor polisi B 1167 POB di serahkan oleh
Saudara EDO (DPO) kepada terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN
ARSYAD.
 Bahwa saksi menerangkan mengetahui bahwa yang menguruskan surat
menyurat dari mobil 1(satu) unit Avanza warna merah maron dengan nomor
polisi B 1167 POB adalah Saudara HENDRO Als ENDRO selama 1 (satu)
bulan.
 Bahwa saksi menerangkan mengenal Saudara HENDRO Als ENDRO.
 Bahwa saksi menerangkan mengetahui kalau BPKB mobil 1(satu) unit Avanza
warna merah maron dengan nomor polisi B 1167 ada di H. IPIN.
 Bahw saksi menerangkan mengeluarkan uang sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta
rupiah) dan diberikan kepada HENDRO Als ENDRO untuk menguruskan
perpanjangan STNK mobil Avanza warna merah maron.
 Bahwa saksi menerangkan diamankan oleh kepolisian beserta mobil Toyota
Avanza di rumahnya.

Tanggapan Terdakwa atas Keterangan Saksi :


Atas keterangan saksi, terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD
menyatakan tidak keberatan atas keterangan saksi.

7
2. MEIDYANI SAPUTRA Bin SOGIANNOR, Lahir BANJARMASIN, 22 Januari
1985, Jenis Kelamin Laki-laki, Kewarganegaraan Indonesia, Agama Islam,
Pendidikan Terakhir SMU, Pekerjaan Polri, Alamat Jl. Merak Raya Rt. 12 Rw. 01
Kel. Basirih, Kec. Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin.

Pada hari Kamis tanggal 08 Juni 2017 di depan persidangan dan dibawah sumpah
pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut :

 Bahwa saksi menerangkan pada hari dan tanggal yang tidak dapat diingat
dengan pasti sekitar awal Februari 2017 bertempat dirumah RAHMAD
ABIDIN Als AMAT Bin MISDI yang beralamat di Jalan Pusara Rt 03 Rw. 01
Kelurahan Pelaihari Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut mengamankan
RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI beserta 1 (satu) unit mobil Avanza
warna merah maron dengan nomor polisi B 1167 POB yang tidak dilengkapi
dokumen resmi.
 Bahwa saksi menerangkan berhasil mengamankan terdakwa FAISAL Als
ISAL Bin MI’UN ARSYAD dan terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN
ARSYAD menerangkan kalau mobil Avanza warna merah maron dengan
nomor polisi B 1167 POB adalah milik Sdr. EDO.
 Bahwa saksi menerangkan tidak mengetahui ada DPO dalam perkara ini.
 Bahwa saksi menerangkan tidak mengetahui tentang surat keterangan
kehilangan STNK dari mobil terssebut

Tanggapan Terdakwa atas Keterangan Saksi :


Atas keterangan saksi, terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD
Menyatakan tidak keberatan atas keterangan saksi.

3. ACH. TAUFIK HIDAYAT, S.H. Bin H. ABDUL MUIN, Lahir PAMEKASAN,


10 April 1986, Jenis Kelamin Laki-laki, Kewarganegaraan Indonesia, Agama
Islam, Pendidikan Terakhir Strata I (Hukum), Pekerjaan Polri, Alamat Jl. A. Yani
KM. 4,5 Aspol Bina Brata Blok F Kota Banjarmasin.

Pada hari Kamis tanggal 08 Juni 2017 di depan persidangan dan dibawah sumpah
pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut :

 Bahwa saksi menerangkan pada hari dan tanggal yang tidak dapat diingat
dengan pasti sekitar awal Februari 2017 bertempat dirumah RAHMAD
ABIDIN Als AMAT Bin MISDI yang beralamat di Jalan Pusara Rt 03 Rw. 01
Kelurahan Pelaihari Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut mengamankan
RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI beserta 1 (satu) unit mobil Avanza
warna merah maron dengan nomor polisi B 1167 POB yang tidak dilengkapi
dokumen resmi.

8
 Bahwa saksi menerangkan berhasil mengamankan terdakwa FAISAL Als
ISAL Bin MI’UN ARSYAD dan terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN
ARSYAD menerangkan kalau mobil Avanza warna merah maron dengan
nomor polisi B 1167 POB adalah milik Sdr. EDO.
 Bahwa saksi menerangkan tidak mengetahui ada DPO dalam perkara ini.
 Bahwa saksi menerangakan tidak pernah melihat surat keterangan kehilangan
STNK tersebut.

Tanggap Terdakwa atas Keterangan Saksi :


Atas keterangan saksi, terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD
Menyatakan tidak keberatan atas keterangan saksi.

4. HENDRO AGUNG MUSTAFA Als ENDRO Bin SARJONO, Lahir


PELAIHARI, 04 September 1987, Jenis Kelamin Laki-laki, Kewarganegaraan
Indonesia, Agama Islam, Pendidikan Terakhir SMA, Pekerjaan Sopir, Alamat Jl.
Taruna Jaya Rt. 12 Rw. 04 Kel. Karang Taruna Kec. Pelaihari, Kab. Tanah Laut.

Pada hari Kamis tanggal 08 Juni 2017 di depan persidangan dan dibawah sumpah
pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut :

 Bahwa saksi menerangkan telah menggadaikan 1 (satu) unit mobil Toyota


Avanza warna merah maron dengan nomor polisi B 1167 POB selama 1 malam
bersama suratnya berupa BPKB kepada Sdr. M.ARIFIN.
 Bahwa saksi menjelaskan mobil tersebut adalah milik orang Kapuas.
 Bahwa benar saksi menjelaskan yang menjual mobil Toyota Avanza warna
merah maron dengan nomor polisi B 1167 POB kepada RAHMAD ABIDIN Als
AMAT Bin MISDI adalah Sdr. EDO sendiri bersama terdakwa FAISAL Als ISAL
Bin MI’UN ARSYAD sebagai perantara (maklar).
 Bahwa saksi menjelaskan kalau pajak mobil tersebut tidak dapat diperpanjang
karena dokumennya yang diduga palsu.

Tanggapan Terdakwa atas Keterangan Saksi :


Atas keterangan saksi, terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD
Menyatakan tidak keberatan atas keterangan saksi.

5. SUBARNA Als ASEP BUDIMAN, Lahir SAMARINDA, 25 Maret 1981, Jenis


Kelamin Laki-laki, Kewarganegaraan Indonesia,Agama Islam, Pendidikan Terakhir
SMU (lulus), Pekerjaan Wiraswasta (RECOVERY HEAD PT. MANDIRI TUNAS
FINANCE), Alamat Jl. A. Veteran Komp. Ruko A. Yani Rt. 14 Rw. 02 No. 86
Kel. Pengambangan Kec. Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin.

Pada hari Selasa tanggal 20 Juni 2017 di depan persidangan dan dibawah sumpah
pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut :

9
 Bahwa saksi adalah Recovery Head pada PT. Mandiri Tunas Finance.
 Bahwa saksi menerangkan PT. Mandiri Tunas Finance ada melakukan
pembiayaan terhadap 1 (satu) buah mobil Avanza dengan nomor rangka
MHFMBA3JBK372432 Nopol DA 7871 TL kepada Sdr. Sugianto akan tetapi
pinjaman tersebut telah macet sejak tahun 2014 sedangkan unitnya sudah tidak
ada lagi ditempat Sugianto.
 Bahwa saksi menerangkan telah berkoordinasi dengan Polda Kalsel tentang
hilangnya 1 (satu) unit mobil Avanza a/n. Sugianto tersebut.
 Bahwa saksi menerangkan menemukan mobil tersebut telah diamankan oleh
pihak Dit. Reskrimum Polda Kalsel.
 Bahwa saksi menerangkan dapat mengenali mobil tersebut dengan mengecek
nomor mesinnya sesuai dengan BPKB yang dijadikan jaminan di PT. Mandiri
Tunas Finance sedangkan untuk Nopolnya sudah berubah dan saksi tidak
mengenali BPKB, SKPD, dan STNK.

Tanggapan Terdakwa atas Keterangan Saksi :


Atas keterangan saksi, terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD
Menyatakan tidak paham dan tidak tahu atas keterangan saksi

B. KETERANGAN SAKSI AHLI

1. FARED SIMANJUNTAK anak dari MARNALA SIMANJUNTAK, Lahir


BANJARMASIN, 27 Nopember 1978, Jenis Kelamin Laki-laki, Kewarganegaraan
Indonesia, Agama Kristen, Pendidikan SMA Lulus, Pekerjaan Polri (anggota
Direktorat Lalulintas Polda Kalsel), Alamat Jl. S. Andai Komp. HERLINA Blok C-
D No. 9 Rt. 27 Rw. 03 Kel. Sungai Andai Kec. Banjarmasin Utara Kota
Banjarmasin sesuai NIK 6371042711780005.

Pada hari Selasa tanggal 4 Juli 2017 di depan persidangan dan dibawah sumpah
pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut :

 Bahwa saksi menerangkan tentang sertifikasi penerbit STNK dari Korlantas.


 Bahwa saksi menerangkan telah mengecek STNK maupun fisik mobil Avanza
dengan nomor STNK 1958505/MJ/2011 No. Pol B 1167 POB.
 Bahwa saksi menerangkan setelah melakukan pengecekan di Ditlantas Polda
Kal-Sel diperoleh data bahwa nama pemilik mobil Avanza tersebut a/n.
SUGIANTO dengan alamat di Pelaihari dengan Nopol DA 7871 TL dengan
nomor rangka MHMFM1BA3JBK372432.
 Bahwa saksi menerangkan setelah dilakukan pengecekan STNK maupun fisik
mobil tidak sesuai atau tidak sama dengan yang terdata pada server Dit Lantas
Polda Kal-Sel yaitu Nopol, nama pemilik dan alamat.
 Bahwa saksi menerangkan STNK tersebut dinyatakan palsu :

10
 Saat disinar dengan ultra violet tidak memantulkan gambar lambang lalu
lintas
 Fisik kertas pada STNK tersebut halus dan tipis sedangkan untuk STNK
yang asli agak kasar dan agak tebal.
 Pada STNK tersebut tidak ada titik-titik lubang pada saat dilakukan
penyinaran.
 Bahwa saksi menerangkan STNK asli tersebut dengan ciri-ciri :
 Bila disinar akan memantulkan gambar lambang lalulintas
 Angka dan huruf apabila diraba akan terasa/timbul.
 Jenis kertas tebal dan berserat.
 No STNK jika disinar akan berubah warna dan design tulisan STNK
berupa lubang-lubang kecil.
 Pada pojok kanan atas STNK terdapat BARCODE
 Terdapat titi-titik lubang bila disinar.

Tanggapan Terdakwa atas Keterangan Saksi :


Atas keterangan saksi, terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD
Menyatakan tidak tahu dan tidak paham atas keterangan saksi

2. M. RIDUANSYAH, AMd, Lahir BANJARMASIN, 29 Juli 1986, Jenis Kelamin


Laki-laki, Kewarganegaraan Indonesia, Agama Islam, Pendidikan Terakhir D3
Elektro, Pekerjaan PNS (Badan Keuangan daerah Provinsi Kalimantan Selatan),
Alamat Jl. Sutoyo S Gang Purnawirawan Rt. 15 Rw. 01 No.30 Kelurahan
Pelambuan Kecamatan Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin Sesuai KTP
63710390780012.

Pada hari Selasa tanggal 4 Juli 2017 di depan persidangan dan dibawah sumpah
pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut :

 Bahwa saksi adalah PNS di Badan Keuangan Daerah yang membawahi


pengadaan Surat Ketetapan Pajak Daerah.
 Bahwa saksi menerangkan untuk SKPD pencetakan diserahkan kepada masing-
masing daerah dan bentuknya setiap daerah berbeda dan setiap tahun berubah.
 Benar saksi menerangkan untuk bentuk Notice pajak / SKPD yang dikeluarkan
oleh Dispenda dengan ciri-ciri sebagai berikut :
 Nomor lembar pajak menggunakan VERFORASI LASER (cetak
berubang).
 Menggunakan hologram strip pada bagian kanan bentuk logogram.
 Kertas security (khusus).
 Ada nama perusahaan pencetak pada bagian pojok kiri atas.
 Ada pita khusus berwarna merah pada masa berlaku.
 Apabila diterawang terlihat logo perusahaan pencetak.

11
 Apabila disinar akan terlihat kepolisian, pempprov dan jasa raharja.
 Kertas lebih tebal dan apabila diraba terasa kasar.
 Bahwa saksi menerangkan memeriksa barang bukti SKPD no. AD1098999 an.
ANDY IRFANSYAH tersebut ternyata tidak sesuai seperti ciri-ciri SKPD yang
asli karena jenis kertas yang digunakan HVS, lambang hologram berpa
tempelan, saat disinar tidak terlihat lambang kepolisian, pemprov dan Jasa
Raharja, pada bagian kolom jumlah nilai pajak ada tulisan VOID yang
seharusnya tidak ada VOID muncul apabila SKPD di fotocopy.
 Bahwa saksi menerangkan 1 lembar SKPD no. AD1098999 a/n. ANDY
IRFANSYAH tersebut yang pernah saksi periksa ternyata memang tidak sesuai
dengan aslinya.

Tanggapan Terdakwa atas Keterangan Saksi :


Atas keterangan saksi, terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD
Menyatakan Tidak paham dan mengerti atas keterangan saksi

C. KETERANGAN A DE CHARGE :

1. BAHRUDIN, Lahir , KANDANGAN, 20 Mei 1973, Jenis Kelamin Laki-laki,


Kewarganegaraan Indonesia, Agama Islam, Pekerjaan Pengemudi, Alamat Jl. A.
Yani Angsau Rt. 11 Rw. 03 Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan
Selatan.

Pada hari Selasa tanggal 11 Juli 2017 di depan persidangan dan dibawah sumpah
pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut :

 Bahwa saksi menerangkan kenal dengan terdakwa FAISAL Als ISAL Bin
MI’UN ARSYAD.
 Bahwa saksi menerangkan terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN
ARSYAD mengatakan kepadanya kalau ada teman yang minta jualkan 1 (satu)
unit mobil toyota Avanza.
 Bahwa saksi menerangkan bahwa mempertemukan Sdr. RAHMAD ABIDIN
Als AMAT Bin MISDI dengan Sdr. EDO dan terdakwa FAISAL Als ISAL
Bin MI’UN ARSYAD di rumah Sdr. RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin
MISDI yang beralamat di Jalan Pusara Rt 03 Rw. 01 Kelurahan Pelaihari
Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut beserta mobil 1(satu) unit Avanza
warna merah maron dengan nomor polisi B 1167 POB.
 Bahwa saksi Bahwa Saksi menerangkan kalau mobil 1(satu) unit Avanza warna
merah maron dengan nomor polisi B 1167 POB adalah Milik Sdr. EDO (DPO).
 Bahwa Saksi menerangkan mobil 1(satu) unit Avanza warna merah maron
dengan nomor polisi B 1167 POB tanpa surat menyurat karena kata pemilik
Sdr. EDO (DPO)) masih dalam pengurusan.
12
 Bahwa saksi menerangkan kalau pembayaran dibayarkan oleh saksi RAHMAD
ABIDIN Als AMAT Bin MISDI melalui transfer karena tidak mempunyai uang
tunai saat itu.
 Bahwa saksi menerangkan pembayaran melalui transfer dikirim oleh saksi
RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI ke rekening terdakwa FAISAL Als
ISAL Bin MI’UN ARSYAD karena Sdr. EDO mengatakan tidak mempunyai
rekening dan atas permintaan Sdr. EDO pembayaran dikirim ke rekening
terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD.

Tanggapan Terdakwa atas Keterangan Saksi :


Atas keterangan saksi, terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD
menyatakan tidak keberatan atas keterangan saksi dan membenarkannya.

2. AGUS SUPRIYANTO, Lahir SUNGAI ULIN, 09 Agustus 1977, Jenis Kelamin


Laki-laki, Kewarganegaraan Indonesia, Agama Islam, Pekerjaan Karyawan Swasta,
Alamat Jl. A. Yani Angsau Rt. 015 Rw. 005 Pelaihari Kabupaten Tanah Laut
Provinsi Kalimantan Selatan.

Pada hari Selasa tanggal 11 Juli 2017 di depan persidangan dan dibawah sumpah
pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut :

 Bahwa saksi menerangkan kenal dengan terdakwa


 Bahwa saksi menerangkan terdakwa mengatakan kepadanya kalau ada teman
yang minta jualkan 1 (satu) unit mobil toyota Avanza.
 Bahwa saksi menerangkan bahwa mempertemukan Sdr. RAHMAD ABIDIN
Als AMAT Bin MISDI dengan Sdr. EDO dan terdakwa di rumah Sdr.
RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI yang beralamat di Jalan Pusara Rt
03 Rw. 01 Kelurahan Pelaihari Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut
beserta mobil 1(satu) unit Avanza warna merah maron dengan nomor polisi
B 1167 POB.
 Bahwa saksi menerangkan kalau mobil 1 (satu) unit Avanza warna merah
dengan nomor polisi B 1167 POB adalah Milik Sdr. EDO (DPO).
 Bahwa Saksi menerangkan mobil 1 (satu) unit Avanza warna merah maron
dengan nomor polisi B 1167 POB tanpa surat menyurat karena kata pemilik
Sdr. EDO (DPO) masih dalam pengurusan.
 Bahwa saksi menerangkan kalau pembayaran dibayarkan oleh saksi RAHMAD
ABIDIN Als AMAT Bin MISDI melalui transfer karena tidak mempunyai uang
tunai saat itu.
 Bahwa saksi menerangkan pembayaran melalui transfer dikirim oleh saksi
RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI ke rekening terdakwa FAISAL
Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD karena Sdr. EDO mengatakan tidak
mempunyai rekening dan atas permintaan Sdr. EDO pembayaran dikirim ke
rekening terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD

13
Tanggapan Terdakwa atas Keterangan Saksi :
Atas keterangan saksi, terdakwaFAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD
menyatakan tidak keberatan atas keterangan saksi dan membenarkannya.

D. KETERANGAN TERDAKWA :

FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD, Lahir Banjarmasin, 06 September 1982,
Jenis Kelamin Laki-laki, Kewarganegaraan Indonesia, Agama Islam, Pekerjaan
Karyawan Swasta, Alamat Jl. Martapura Lama Komp. Graha Sejahtera 4 Blok J no.21
Rt. 08 Rw. Kelurahan Sei Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Provinsi
Kalimantan Selatan.

Pada hari Selasa tanggal 18 Juli 2017 di depan persidangan pada pokoknya memberikan
keterangan sebagai berikut :

 Bahwa terdakwa menerangkan pada hari dan tanggal yang tidak dapat diingat dengan
pasti sekitar awal Februari 2017 datang ke rumah saksi RAHMAD ABIDIN Als
AMAT Bin MISDI bersama Sdr. EDO dengan maksud menjual 1 (satu) unit mobil
Avanza warna merah maron dengan Nopol B 1167 POB seharga Rp. 65.000.000,-
(enam puluh lima juta rupiah).
 Bahwa terdakwa menerangkan Sdr. EDO menjelaskan kepada saksi RAHMAD
ABIDIN Als AMAT Bin MISDI tentang mobil dan dokumennya bermasalah namun
apabila dipakai sendiri tidak apa-apa.
 Bahwa terdakwa menerangkan karena saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin
MISDI merasa yakin dan percaya dengan kata-kata Sdr. EDO sehingga mau
membeli mobil yang ditawarkan dengan cara tukar tambah yaitu saksi RAHMAD
ABIDIN Als AMAT Bin MISDI menyerahkan 1 (satu) unit Toyota Kijang Grand
Tahun 1996 yang dihargai Rp. 45.000.000,- (empat puluh lima juta rupiah)
sehingga saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI harus menambah sebesar
Rp. 20.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah).
 Bahwa terdakwa menerangkan kalau pembayaran dibayarkan oleh saksi RAHMAD
ABIDIN Als AMAT Bin MISDI melalui transfer karena tidak mempunyai uang
tunai saat itu.
 Bahwa terdakwa menerangkan pembayaran melalui transfer dikirim oleh saksi
RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI ke rekening FAISAL Als ISAL Bin
MI’UN ARSYAD karena Sdr. EDO mengatakan tidak mempunyai rekening dan atas
permintaan Sdr. EDO pembayaran dikirim ke rekening FAISAL Als ISAL Bin
MI’UN ARSYAD .

14
IV. ANALISA FAKTA-FAKTA PERSIDANGAN

Majelis Hakim Yang Mulia,


Jaksa Penuntut Umum yang Kami Hormati,
Sidang Pengadilan yang Kami Muliakan,

Bahwa selama mengikuti persidangan yang cukup panjang telah terungkap fakta yuridis
yang kami ikuti sebagimana keterangan saksi-saksi, saksi A De Charge, barang bukti dan
keterangan terdakwa yang terungkap selama mengikuti persidangan adalah sebagai berikut :

1. Bahwa pada waktu dan tempat tersebut diatas, bermula awal bulan Februari 2017
terdakwa bersama Sdr. EDO (belum tertangkap) datang kerumah saksi RAHMAD
ABIDIN Als AMAT Bin MISDI yang beralamat di Jalan Pusara Rt 03 Rw. 01
Kelurahan Pelaihari, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut dengan maksud
menjual 1 (satu) unit mobil Avanza warna merah maron dengan nomor polisi B
1167 POB seharga Rp. 65.000.000,- (enam puluh juta rupiah) yang mana waktu itu
terdakwa mengatakan bahwa mobil tersebut adalah milik Sdr. EDO dan Sdr.
EDO sendiri yang menjamin dan mengatakan kepada saksi RAHMAD
ABIDIN Als AMAT Bin MISDI kalau mobil Toyota Avanza tidak bermasalah
atau tidak bodong karena lengkap surat menyuratnya baik BPKB maupun
STNK nya, artinya terdakwa Cuma sebagai perantara antara penjual mobil
Toyota Avanza (Sdr. EDO) dan pembeli dalam hal ini adalah saksi RAHMAD
ABIDIN Als AMAT Bin MISDI. Dan tidak mengetahui sebelumnya kalau
surat menyuratnya baik BPKB maupun STNK nya tersebut dibuat secara
tidak benar atau palsu.

2. Bahwa karena Saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI merasa yakin
atau percaya dengan kata-kata Sdr .EDO tesebut sehingga mau membeli mobil
yang ditawarkan oleh Sdr. EDO dengan cara tukar tambah yaitu saksi
RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI menyerahkan 1 (satu) unit Toyota
Kijang Grand Tahun 1996 yang dihargai sebesar Rp. 45.000.000- (empat puluh lima
juta rupiah) sehingga saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI harus
menambah sebesar Rp. 20.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah) dan setelah jual
beli mobil antara Sdr. EDO dengan saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin
MISDI kemudian saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI beserta
mobil Toyota Avanza diamankan oleh kepolisikan karena ada Laporan Polisi
nomor : LP / 116 / II / 2017 / KALSEL / SPKT, Tanggal 28 Februari 2017.
Artinya saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI tidak melaporkan
adanya permasalahan dengan surat menyurat baik berupa BPKB maupun
STNK nya dari mobil Toyota Avanza yang dibelinya melainkan diamankan
oleh kepolisian sedangkan terdakwa disini hanya sebagai perantara jual beli
mobil antara Sdr. EDO dan saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI.

3. Bahwa terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD menolak atas segala
tuduhan terhadap dirinya, karena Sdr. EDO sendiri sebagai pemilik yang
15
menjamin dan mengatakan kepada saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin
MISDI kalau mobil Toyota Avanza tidak bermasalah atau tidak bodong
karena lengkap surat menyuratnya baik BPKB maupun STNK nya. Dan
faktanya tidak ada satu orang pun yang dapat membuktikan di depan persidangan
bahwa terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD telah melakukan
perbuatan sebagaimana melanggar Pasal 263 ayat (2) KUHPidana.

V. PEMBAHASAN YURIDIS

Majelis Hakim Yang Kami Muliakan,


Saudara Jaksa Penuntut Umum Yang Kami Hormati,

Sebagaimana telah kita ketahui bersama, bahwa tuntutan Jaksa Penuntut Umum kepada
Terdakwa yaitu Terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD telah melakukan
perbuatan sebagaimana melanggar Pasal 263 ayat (2) KUHPidana.

Bahwa sebelum kami sampaikan pembahasan Tinjauan Yuridis, kami Penasihat Hukum
Terdakwa akan memberikan pernyataan tentang masalah pembuktian secara Yuridis.

A. ANALISIS PEMBUKTIAN.

Pembuktian ini penting sekali untuk diketahui, terutama bagi Jaksa Penuntut Umum,
karena tugas utama Jaksa Penuntut Umum yang diatur dalam Kitab Undang-Undang
Hukum Acara Pidana (KUHAP) adalah mencari dan mendapatkan bukti-bukti yang
membuktikan kebenaran yang sebenar-benarnya dan selengkap-lengkapnya tentang : ---

1. Perbuatan apakah yang telah dilakukan oleh si Terdakwa;


2. Apakah perbuatan Terdakwa itu benar sesuai dengan yang didakwakan atau tidak;
3. Apakah perbuatan Terdakwa itu merupakan perbuatan pidana dan dapat dibuktikan
sesuai dengan syarat-syarat dari hukum pembuktian atau tidak atau bukan
merupakan perbuatan pidana;
4. Apakah perbuatan Terdakwa itu telah memenuhi unsur-unsur dari suatu peraturan
pidana atau tidak, perbuatan itu sesuai dengan suatu peraturan atau Undang-Undang
atau tidak sesuai, atau perbuatan itu belum diatur oleh suatu Undang-Undang dan
lain-lain ketentuan yang tentunya diperoleh dari alat-alat bukti yang ditemukan.

Kami berkeyakinan Majelis Hakim tentu telah mengetahui secara jelas, sebagaimana
disebutkan di dalam Pasal 183 KUHAP, dapat diketahui bahwa dalam Hukum Acara
Pidana kita menganut sistem pembuktian “Negatief Wettelijk Bewijs Theori”, yaitu
pembuktian yang harus didasarkan kepada 2 (dua) syarat, yaitu:

1. Harus didasari kepada alat bukti yang diakui oleh Undang-Undang atau sebagai alat
bukti yang sah adalah alat bukti yang diatur dalam Pasal 184 KUHAP, yaitu: -----------

16
a. Keterangan saksi;
b. Keterangan ahli;
c. Surat;
d. Petunjuk (aan wijzingen);
e. Keterangan Terdakwa;

2. Negatief Bewijs. Pengertian Negatief Bewijs yang dimaksud oleh Undang-Undang


adalah bahwa keyakinan Hakim saja tidak cukup untuk menyatakan seseorang telah
bersalah, keyakinan Hakim harus dibentuk dari paling kurang dua alat bukti yang saling
mendukung.

Hal ini dapat terlihat pada Pasal 183 KUHAP, yang berbunyi sebagai berikut:
“Hakim tidak boleh menjatuhkan putusan pidana kepada seseorang, kecuali apabila
sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah ia memperoleh keyakinan, bahwa suatu
tindak pidana benar-benar terjadi dan bahwa Terdakwa-lah yang bersalah
melakukannya”.

Tentang keterangan Saksi dalam Pasal 185 KUHAP disebutkan: -------------------------------

(1) “Keterangan saksi sebagai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan dalam sidang”.
(2) “Keterangan seorang Saksi saja tidak cukup untuk membuktikan bahwaTerdakwa
bersalah terhadap perbuatan yang didakwakan kepadanya”.

Dari perumusan tersebut jelaslah, bahwa keterangan saksi yang dianggap sebagai alat bukti
yang sah hanyalah apa yang dinyatakan saksi di hadapan sidang dan keterangan seorang
saksi saja tidak dapat dijadikan alat bukti yang sah sebagaimana yang lazim disebut “Unus
Testis Nullus Testis”.
Begitu pula mengenai kesaksian di persidangan disebutkan dalam Pasal 185 ayat (5)
KUHAP, yaitu “Baik pendapat maupun rekaan yang diperoleh dari hasil pemikiran
saja, bukan keterangan saksi”. Sebaliknya walaupun ada 10 (sepuluh) orang saksi, tetapi
antara saksi-saksi tersebut keterangan mereka berbeda atau bertentangan antara yang satu
dengan yang lain, apalagi keterangan saksi bertentangan dengan alat bukti yang lain atau
bertentangan dengan bukti-bukti authentik yang lain, maka KETERANGAN SAKSI yang
demikian HARUS DITOLAK atau dengan kata lain TIDAK DAPAT DIJADIKAN
sebagai ALAT BUKTI.

Pada akhirnya Pasal 191 KUHAP dinyatakan secara tegas: --------------------------------------

“Jika Pengadilan berpendapat bahwa dari hasil pemeriksaan dalam sidang, kesalahan
Terdakwa atas perbuatan yang didakwakan kepadanya tidak terbukti secara sah dan
meyakinkan, maka Terdakwa harus diputus bebas.”

Dari ketentuan-ketentuan pasal tersebut juga memberi ketentuan tentang penggunaan alat-
alat bukti secara langsung (“ommiddelijkheid der bewijsvoering”).

17
Asas ini dipakai sebagai upaya untuk menelusuri “materiele waarheid” (kebenaran
materil) sebagaimana dinyatakan oleh Prof. Van Bemmelen dalam bukunya berjudul
“Leerboek van het Ned. Strafprocesrecht, 6 e herziene druk”, halaman 95, yaitu:

“Dalam menelusuri kebenaran materil, maka berlaku suatu ASAS bahwa


KESELURUHAN PROSES YANG MENGHANTARKAN kepada PUTUSAN HAKIM,
harus secara langsung dihadapkan kepada Hakim dan proses secara keseluruhan diikuti
oleh Terdakwa serta harus diusahakan dengan ALAT BUKTI YANG SEMPURNA”.

Suatu azas yang disebut “IN DUBIO PRO REO” yang juga berlaku bagi Hukum Pidana
yang menyatakan bahwa apabila terdapat cukup alasan untuk meragukan kesalahan
Terdakwa, maka Hakim membiarkan neraca timbangan jomplang untuk keuntungan
Terdakwa (Reus = antara lain Terdakwa). Prinsip doktrin dalam Hukum Pidana tetap
dominan dalam kehidupan diri Terdakwa yang universal, karenanya hindarilah sejauh
mungkin subjektifitas atas penanganan perkara yang dihadapi siapapun, baik itu berkaitan
dengan masalah sosial, politis maupun ekstra interventif lainnya, sehingga adagium bahwa
“Lebih baik membebaskan seribu orang bersalah daripada menghukum satu orang tidak
bersalah”, dapat diterapkan secara total objektif, begitu pula pada diri dan kasus
Terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD.

Asas “Tiada Pidana Tanpa Kesalahan” (Geen Straf Zonder Schuld) atau
“Anwijzigheid van alle Schuld” yang sudah menjadi yurisprudensi konstan dan dapat
diturunkan dari Pasal 182 ayat (6) KUHAP. Begitu pula menjadi doktrin dan asas tetap
dalam Hukum Pidana “Anwijzigheid van alle Materielle Wederrechtelijkheid” atau
“Tiada Pidana Tanpa Melawan Hukum Materil”, suatu asas yang sangat berkembang
dalam Hukum Pidana, khususnya dalam kaitannya dengan tindak pidana yang sedang
dihadapi atau didakwakan pada Terdakwa.

Demikian teori-teori pembuktian ini kami sampaikan, bukan bermaksud untuk menggurui
Majelis Hakim, tetapi kami merasa sangat penting untuk menuangkannya dalam pembelaan
ini, karena Jaksa Penuntut Umum sudah terlalu jauh menyimpang dari cara-cara
pembuktian yang dimaksud oleh hukum pembuktian yang diatur dalam Kitab Undang-
Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang kita anut.

Dalam menilai keterangan Seorang Saksi, hakim harus memperhatikan sebagaimana


dinyatakan di dalam Pasal 185 ayat (6) KUHAP sebagai berikut : ---------------------------

a. Persesuaian antara keterangan saksi satu dengan yang lain.


b. Persesuaian antara keterangan saksi dengan alat bukti yang lain.
c. Alasan yang mungkin digunakan oleh saksi untuk memberikan keterangan tertentu.
d. Cara hidup dan kesusilaan saksi serta segala sesuatu yang pada umumnya dapat
mempengaruhi dapat tidaknya keterangan itu dipercaya.

18
B. ANALISIS FAKTA-FAKTA DALAM PERSIDANGAN

Berdasarkan Pasal 185 ayat (6) KUHAP tersebut, kami menyatakan SURAT
TUNTUTAN PENUNTUT UMUM MENYAMPAIKAN ANALISA FAKTA DAN
FAKTA-FAKTA PERSIDANGAN DALAM TUNTUTANNYA ADALAH TIDAK
BENAR & REKAYASA BELAKA, karena JAKSA PENUNTUT UMUM TELAH
MENYAMPAIKAN FAKTA-FAKTA YANG DIMANIPULIR DENGAN FAKTA
YANG TIDAK BENAR, antara lain adalah sebagai berikut : -----------------------------

1. TANGGAPAN TERHADAP SURAT DAKWAAN.

Bahwa Dr. Andi Hamzah, SH., berpendapat Dakwaan merupakan Dasar Hukum Acara
Pidana, karena berdasarkan Dakwaan itulah Pemeriksaan di Persidangan dilakukan.
Hakim tidak dapat menjatuhkan Pidana diluar batas-batas Dakwaan, Terdakwa hanya
dapat dipidana jika terbukti telah melakukan Delik yang disebut dalam Dakwaan. Jika
Terdakwa tersebut melakukan Delik tetapi tidak disebutkan dalam Dakwaan, maka ia
tidak dapat dipidana. (Dr. Andi Hamzah, SH., Pengantar Hukum Acara Pidana
Indonesia, Jakarta, Ghalia Indonesia, Cetakan Pertama, Januari 1984, hal 167-168) ;
Bahwa M. Yahya Harahap, SH., berpendapat Surat Dakwaan adalah Surat atau Akta
yang memuat rumusan Tindak Pidana yang didakwakan kepada Terdakwa yang
disimpulkan dan ditarik dari hasil pemeriksaan penyidikan dan merupakan dasar serta
landasan bagi Hakim dalam pemeriksaan dimuka sidang Pengadilan, Perumusan Surat
Dakwaan konsisten dan sinkron dengan Hasil Pemeriksaan Penyidikan. (M. Yahya
Harahap, SH., Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP, jilid I, Jakarta,
Pustaka KARTINI, Cetakan Kedua November 1988, hal 414-415) ;

Bahwa Surat Dakwaan merupakan Faktor yang sangat menentukan didalam Proses
Perkara Pidana, maka untuk itu perkenankanlah Kami menelusuri terlebih dahulu hal-
hal yang menyangkut dengan Hasil Pemeriksaan dan hal-hal sebagaimana telah
dikemukakan didalam Surat Dakwaan.

Bahwa Dalam Dakwaan Halaman 1 (satu) menyatakan : ---------------------------------

PERTAMA

-----Bahwa terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD pada hari dan tanggal
yang tidak dapat diingat dengan pasti sekitar awal bulan Februari 2017 atau setidak-
tidaknya pada suatu waktu dalam bulan Februari tahun 2017, bertempat di rumah saksi
RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI yang beralamat di JalanPusara Rt 03 Rw.
01, Kelurahan Pelaihari, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut mengingat
kediaman sebagian besar saksi yang dipanggil lebih dekat pada Pengadilan Negeri
Banjarmasin sesuai Pasal 84 ayat (2) KUHAP, maka Pengadilan Negeri Banjarmasin
berwenang untuk mengadili Perkara ini, dengan sengaja memakai surat palsu atau yang
dipalsukan seolah-olah sejati, jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian,
perbuatan mana dilakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut : --------------------------
19
- Pada waktu dan tempat tersebut diatas, bermula awal bulan Februari 2017 terdakwa
bersama Sdr. EDO (belum tertangkap) datang kerumah saksi RAHMAD ABIDIN Als
AMAT Bin MISDI yang beralamat di Jalan Pusara Rt 03 Rw. 01 Kelurahan Pelaihari
Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut dengan maksud menjual 1 (satu) unit mobil
Avanza warna merah maron dengan nomor polisi B 1167 POB seharga Rp. 65.000.000,-
(enam puluh juta rupiah) yang mana waktu itu terdakwa mengatakan bahwa mobil
tersebut adalah milik Sdr. EDO dan dijamin tidak bermasalah atau tidak bodong karena
lengkap surat menyuratnya baik BPKB maupun STNK nya.

- Bahwa karena Saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI merasa yakin atau
percaya dengan kata-kata terdakwa tesebut sehingga mau membeli mobil yang
ditawarkan oleh terdakwa dengan cara tukar tambah yaitu saksi RAHMAD ABIDIN Als
AMAT Bin MISDI menyerahkan 1 (satu) unit Toyota Kijang Grand Tahun 1996 yang
dihargai sebesar Rp. 45.000.000- (empat puluh lima juta rupiah) sehingga saksi
RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI harus menambah sebesar Rp. 20.000.000,-
(dua puluh lima juta rupiah) dan setelah jual beli mobil antara terdakwa RAHMAD
ABIDIN Als AMAT Bin MISDI kemudian saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin
MISDI bermaksud memperpanjang pajak STNK mobil Avanza warna merah maron
dengan nomor polisi B 1167 POB tersebut dengan mengeluarkan uang sebesar Rp.
5.000.000,- (lima juta rupiah) namun ternyata tidak bisa karena STNK nomor
1958505.MJ/2011 nomor polisi B 1167 POB untuk Toyota Avanza kan oleh Direktur
Lalu Lintas karena STNK tersebut dibuat secara tidak benar atau palsu dan terdakwa
menggunakannya dengan maksud sebagai kelengkapan dalam menjual mobil Toyota
Avanza tersebut kepada saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI dan oleh saksi
RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI merasa dirugikan sehingga langsung
melaporkan perbuatan terdakwa kepada pihak berwajib dan akhirnya terdakwa berhasil
diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Akibat dari perbuatan terdakwa tersebut, saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin
MISDI mengalami kerugian yang sebesar Rp. 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah)

Bahwa berdasarkan fakta-fakta di persidangan, baik dari Bukti-bukti Surat


maupun Saksi-saksi, sebagai berikut : ---------------------------------------------------------

- Bahwa pada waktu dan tempat tersebut diatas, bermula awal bulan Februari 2017
terdakwa bersama Sdr. EDO (belum tertangkap) datang kerumah saksi RAHMAD
ABIDIN Als AMAT Bin MISDI yang beralamat di Jalan Pusara Rt 03 Rw. 01 Kelurahan
Pelaihari Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut dengan maksud menjual 1 (satu)
unit mobil Avanza warna merah maron dengan nomor polisi B 1167 POB seharga Rp.
65.000.000,- (enam puluh juta rupiah) yang mana waktu itu terdakwa mengatakan
bahwa mobil tersebut adalah milik Sdr. EDO dan Sdr. EDO sendiri yang menjamin
dan mengatakan kepada saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI kalau
mobil Toyota Avanza tidak bermasalah atau tidak bodong karena lengkap surat
menyuratnya baik BPKB maupun STNK nya, artinya terdakwa Cuma sebagai
perantara antara penjual mobil Toyota Avanza (Sdr. EDO) dan pembeli dalam hal
20
ini adalah saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI. Dan tidak mengetahui
sebelumnya kalau surat menyuratnya baik BPKB maupun STNK nya tersebut
dibuat secara tidak benar atau palsu.

- Bahwa karena Saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI merasa yakin atau
percaya dengan kata-kata Sdr. EDO tesebut sehingga mau membeli mobil yang
ditawarkan olehSdr. EDO dengan cara tukar tambah yaitu saksi RAHMAD ABIDIN
Als AMAT Bin MISDI menyerahkan 1 (satu) unit Toyota Kijang Grand Tahun 1996
yang dihargai sebesar Rp. 45.000000- (empat puluh lima juta rupiah) sehingga saksi
RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI harus menambah sebesar Rp. 20.000.000,-
(dua puluh lima juta rupiah) dan setelah jual beli mobil antara Sdr. EDO dengan saksi
RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI kemudian saksi RAHMAD ABIDIN Als
AMAT Bin MISDI beserta mobil Toyota Avanza diamankan oleh kepolisikan
karena ada Laporan Polisi nomor : LP / 116 / II / 2017 / KALSEL / SPKT, Tanggal
28 Februari 2017. Artinya saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI tidak
melaporkan adanya permasalahan dengan surat menyurat baik berupa BPKB
maupun STNK nya dari mobil Toyota Avanza yang dibelinya melainkan
diamankan oleh kepolisian sedangkan terdakwa disini hanya sebagai perantara jual
beli mobil antara Sdr. EDO dan saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI.

Analisa fakta inilah yang kemudian dijadikan sebagai dasar untuk menentukan dan
menilai perbuatan Terdakwa, apakah perbuatanTerdakwa memenuhi unsur-unsur dari
dakwaan yang didakwakan oleh Penuntut Umum ataukah perbuatanTerdakwa tidak
memenuhi unsur-unsur dari Dakwaan yang didakwakan oleh Penuntut Umum, sehingga
Dakwaan Penuntut Umum harus dinyatakan TIDAK TERBUKTI dan Terdakwa harus
DIBEBASKAN dari Dakwaan dan Tuntutan Penuntut Umum.

Dengan mengemukakan analisa fakta yang direkayasa dan dimanipulir dalam Surat
Tuntutan Penuntut Umum, membuktikan bahwa Penuntut Umum tidak dapat
membedakan fakta mana yang merupakan fakta hukum dan fakta mana yang bukan
merupakan fakta hukum, dan sekaligus membuktikan bahwa fakta-fakta yang digunakan
oleh Penuntut Umum untuk membuktikan dakwaan yang menurut Penuntut Umum
menyatakan terbukti adalah dakwaan Kesatu yaitu Pasal 263 ayat (2), faktanya apa yang
dibukltikan oleh Jaksa Penuntut Umum tidak didasari kepada fakta - fakta hukum yang
sebenarnya telah terungkap di depan persidangan, namun hanya didasarkan kepada
keterangan saksi yang ada di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) atau saksi yang diberikan
di depan Penyidik. Begitu juga dengan pembuktian yang dilakukan Penuntut Umum
hanya di dasari kepada REKAAN dan ASUMSI BELAKA dari Penuntut Umum, serta
MANIPULASI FAKTA yang diciptakan oleh Penuntut Umum dengan tujuan untuk
mendukung surat tuntutan, yang tentunya dengan maksud untuk MENGELABUI
Majelis Hakim serta dengan tujuan untuk MENCAPAI KEINGINAN ORANG-
ORANG tertentu yang sangat menginginkanTerdakwa dijatuhi hukuman.

Telah diketahui bersama berdasarkan fakta hukum didepan persidangan bahwa Terdakwa
sama sekali tidak pernah mengetahui proses pembuatan surat menyuratnya baik BPKB
maupun STNK karena waktu itu yang MENJUAL MOBIL adalah Sdr. EDO sendiri
21
dan dia menjamin dan mengatakan kepada saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT
Bin MISDI kalau mobil Toyota Avanza tidak bermasalah atau tidak bodong karena
lengkap surat menyuratnya baik BPKB maupun STNK, hal ini telah disampaikan
dan diakui oleh saksi BAHRUDIN dan AGUS SUPRIYANTO di depan
persidangan dan dibawah Sumpah dan saksi juga mengatakan bahwa Terdakwa
FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD tidak mengetahui apakah Surat Menyurat
yang digunakan dalam menjual mobil tersebut palsu atau tidak.

Bahwa dari Fakta Hukum tersebut, terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD
tidak pernah mengetahui sebelumnya mengenai surat menyurat berkaitan dengan
1 (satu) unit mobil Toyota Avanza baik BPKP nya maupun STNK nya karena
antara penjual (Sdr. EDO) dan pembeli (saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin
MISDI) bertemu secara langsung transaksi dilakukan langsung oleh penjual dan
pembeli sedangkan terdakwa disini hanya sebagai perantara yang
mempertemuakan antara penjual (Sdr. EDO) dan pembeli (saksi RAHMAD
ABIDIN Als AMAT Bin MISDI).

Bahwa kebenaran fakta Hukum tersebut didukung oleh Keterangan Saksi-saksi :


MEIDIYANI SAPUTRA Bin SOGIANNOR, ACH. TAUFIK HIDAYAT, SH Bin H.
ABDUL MUIN, BAHRUDIN, AGUS SUPRIYANTO dan Terdakwa FAISAL Als
ISAL Bin MI’UN ARSYAD.

Bahwa dari fakta-fakta Hukum tersebut, maka jelas telah terbuktiterdakwa tidak pernah
mengetahui sebelumnya mengenai surat menyurat berkaitan dengan 1 (satu) unit
mobil Toyota Avanza, baik BPKP nya maupun STNK nya.

Bahwa dari uraian-uraian tersebut diatas, maka telah terbukti Dakwaan Jaksa Penuntut
Umum tidak terpenuhi dan mengada-ada, sehingga HARUSLAH DITOLAK dan
DIKESAMPINGKAN.

Bahwa Dalam Dakwaan Halaman 2 (dua) menyatakan : ----------------------------------

ATAU KEDUA

-----Bahwa ia terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD Pada waktu dan
tempat sebagaimana telah di uraikan dalam dakwaan pertama diatas, dengan maksud
untuk menguntungankan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum , baik dengan
memakai nama palsu, keadaan palsu, dengan akal dan tipu muslihat, ataupun dengan
karangan dan rangkain kebohongan, mengerakan orang lain untuk menyerahkan barang
sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang,
perbuatan mana dilakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut: ----------------------------

- Bermula awal bulan Februari 2017 terdakwa bersama Sdr. EDO (belum tertangkap)
datang kerumah yang saksi RAHMAD ABIDIN Als Bin MISDI yang beralamat di
jalan pusara Rt.03 Rw.01 kelurahan pelaihari kecamatan pelaihari kabupaten Tanah
22
laut dengan maksud menjual 1 (satu) unit mobil Avanza warna merah maron dengan
nomor polisi B 1167 POB seharga Rp 65.000.000,- (enam puluh juta rupiah) yang
mana waktu itu terdakwa dengan rangkaian kebohongannya mengatakan bahwa
mobil tersebut adalah milik Sdr. EDO dan dijamin tidak bermasalah atau tidak
bodong karena lengkap surat menyuratnya baik berupa BPKB maupun STNK nya.

- Bahwa karena saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI merasa yakin atau
percaya dengan kata-kata terdakwa tersebut sehingga mau membeli yang ditawarkan
oleh terdakwa dengan cara tukar tambah yaitu saksi RAHMAD ABIDIN Als MISDI
menyerahkan 1 (satu) unit Toyota kijang Grand Tahun 1996 yang di hargai sebesar
Rp. 45.000.000,- (empat puluh lima juta rupiah) sehingga saksi RAHMAD ABIDIN
Als AMAT Bin MISDI Harus menambah sebesar Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta
rupiah) dan setelah terjadi jual beli mobil antara terdakwa dengan saksi RAHMAD
ABIDIN Als AMAT Bin MISDI kemudian saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT
Bin MISDI bermaksud memperpanjang pajak STNK mobil Avanza warna merah
maron dengan nomor B 1167 POB tersebut dengan mengeluarkan uang sebesar
Rp5.000.000,- (Lima juta rupiah) namun ternyata tidak bisa karena STNK nomor
1958505/MJ/2011 nomor polisi B 1167 POB untuk Toyota Avanza tidak ada
dikeluarkan oleh direktur lalu lintas karena STNK tersebut di buat secara tidak benar
atau palsu dan terdakwa menggunakannya dengan maksud sebagai kelengkapan
dalam menjual mobil Toyota Avanza tersebut kepada saksi RAHMAD ABIDIN Als
AMAT Bin MISDI dan oleh karena saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin
MISDI merasa dirugikan sehingga langsung melaporkan perbuatan terdakwa kepada
pihak yang berwajib dan akhirnya terdakwa berhasil diamankan untuk
mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Akibat dari perbuatan terdakwa tersebut, saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin
MISDI mengalami kerugian yang sebesar Rp. 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah).

Bahwa dari fakta-fakta persidangan, baik dari Bukti-bukti maupun keterangan


Saksi-saksi, sebagai berikut : --------------------------------------------------------------------

- Bahwa awal bulan Februari 2017 terdakwa bersama Sdr. EDO (belum tertangkap)
datang kerumah saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI yang beralamat
di jalan pusara Rt.03 Rw.01 kelurahan pelaihari kecamatan pelaihari kabupaten
Tanah laut dengan maksud menjual 1 (satu) unit mobil Avanza warna merah maron
dengan nomor polisi B 1167 POB seharga Rp.65.000.000,- (enam puluh juta rupiah)
yang mana waktu itu terdakwa mengatakan bahwa mobil tersebut adalah milik
Sdr. EDO dan Sdr. EDO mengatakan sendiri kepada saksi RAHMAD ABIDIN
Als AMAT Bin MISDI bahwa mobil Avanza warna merah maron dengan
nomor polisi B 1167 POB tersebut dijamin tidak bermasalah atau tidak bodong
karena lengkap surat menyuratnya baik berupa BPKB maupun STNK nya.

23
- Bahwa karena Saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI merasa yakin
atau percaya dengan kata-kata Sdr. EDO tesebut sehingga mau membeli mobil
yang ditawarkan oleh terdakwa dengan cara tukar tambah yaitu saksi RAHMAD
ABIDIN Als AMAT Bin MISDI menyerahkan 1 (satu) unit Toyota Kijang Grand
Tahun 1996 yang dihargai sebesar Rp. 45.000.000- (empat puluh lima juta rupiah)
sehingga saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI harus menambah sebesar
Rp. 20.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah) dan setelah jual beli mobil antara
Sdr. EDO dengan saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI kemudian
saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI beserta mobil Toyota Avanza
diamankan oleh kepolisikan karena ada Laporan Polisi nomor : LP / 116 / II /
2017 / KALSEL / SPKT, Tanggal 28 Februari 2017. Artinya saksi RAHMAD
ABIDIN Als AMAT Bin MISDI tidak melaporkan adanya permasalahan
dengan surat menyurat baik berupa BPKB maupun STNK nya dari mobil
Toyota Avanza yang dibelinya melainkan diamankan oleh kepolisian
sedangkan terdakwa disini hanya sebagai perantara jual beli mobil antara
Sdr. EDO dan saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI.

- Bahwa dari Fakta Hukum tersebut, yang melakukan transaksi penjualan mobil
Avanza adalah pemilik mobil sendiri yaitu Sdr.EDO dengan saksi RAHMAD
ABIDIN Als AMAT Bin MISDI dan Sdr. EDO lah yang mengatakan sendiri
kepada saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI bahwa mobil Avanza
warna merah maron dengan nomor polisi B 1167 POB tersebut dijamin tidak
bermasalah atau tidak bodong karena lengkap surat menyuratnya baik berupa
BPKB maupun STNK nya.

- Bahwa kebenaran fakta Hukum tersebut didukung oleh Keterangan Saksi-saksi


antara lain saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI, BAHRUDIN,
AGUS SUPRIYANTO dan Terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD.

- Bahwa dari fakta-fakta Hukum tersebut, maka jelas telah terbukti Terdakwa tidak
pernah memberikan penjelasan kepada saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT
Bin MISDI bahwa mobil Avanza warna merah maron dengan nomor polisi
B 1167 POB tersebut dijamin tidak bermasalah atau tidak bodong karena
lengkap surat menyuratnya baik berupa BPKB maupun STNK nya, yang
menerangkan kalau mobil Avanza warna merah maron dengan nomor polisi
B 1167 POB tersebut dijamin tidak bermasalah atau tidak bodong karena
lengkap surat menyuratnya baik berupa BPKB maupun STNK nya adalah Sdr.
EDO (DPO) sendiri sebagai pemilik mobil.

- Bahwa dari uraian-uraian tersebut diatas, maka telah terbukti Dakwaan Jaksa
Penuntut Umum tidak terpenuhi dan mengada-ada, sehingga HARUSLAH
DITOLAK DAN DIKESAMPINGKAN.

24
2. TINJAUAN TUNTUTAN PENUNTUT UMUM

Majelis Hakim Yang Kami Muliakan,


Saudara Jaksa Penuntut Umum Yang Kami Hormati,

Bahwa prolog tersebut diatas merupakan pengantar kami selaku Penasihat Hukum untuk
memperlihatkan dan menegaskan bagaimana sebenarnya posisi perkara atau fakta peristiwa
yang menarik dan menjadikan Tersangka dalam sebuah tindakan yang menurut pihak
penyidik dan Penuntut Umum dikualifikasi sebagai tindak pidana. Bahwa diketahui surat
dakwaan Jaksa Penuntut Umum menduduki peranan penting dalam setiap perkara pidana
dan surat tuntutan merupakan fundamen utama untuk menentukan kepastian seseorang
dinyatakan bersalah, layak atau patut dinyatakan sebagai Tersangka / Terdakwa.

Bahwa berdasarkan keterangan Terdakwa yang disampaikan di depan Persidangan serta


fakta – fakta yang ditemukan dan terungkap dipersidangan melalui keterangan saksi-saksi
tidak terdapat unsur yang jelas untuk menyatakan bahwa Terdakwa terbukti melanggar
Pasal 263 ayat (2) KUHP.

Bahwa di dalam perkara ini Terdakwa telah didakwa dan dituntut oleh Jaksa Penuntut
Umum dan menyatakan bahwa Terdakwa terbukti melanggar Pasal 263 ayat (2) serta
dengan pidana penjara selama 2 (dua) Tahun dikurangi selama Terdakwa berada dalam
tahanan dan memerintahkan agar Terdakwa di tahan di Rutan, Menyatakan barang bukti
berupa : -------------------------------------------------------------------------------------------------

- 1 (satu) unit mobil Avanza warna merah maron dengannomor polisi B 11 67 POB
dikembalikan kepada pihak Recovery Head PT. Mandiri Tunas Finance;
- buah BPKB No. 1-51683477 a/n. ANDY IRFANSYAH, 1 lembar faktur Toyota, 1
lembar sertifikat nomor identitas kendaraan bermotor (NIK), 1 lembar STNK an.
ANDY IRFANSYAH, 1 lembar SKPD a/n. ANDY IRFANSYAH dirampas untuk
dimusnahkan.
- menyatakan 1 (satu) lembar surat pernyataan yang ditandatangani FAISAL tetap
melekat didalam berkas perkara.
- Dan menetapkan agar Para Terdakwa masing-masing membayar biaya perkara
sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah).

Bahwa kami penasihat hukum Terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD
tentunya menyadari dan memahami bahwasanya apa yang terjadi terhadap Terdakwa
merupakan hal yang tak sepantasnya terjadi karena dimana Terdakwa tidak pernah
mengetahui bagaimana terbitnya Surat Surat yang berkaitan dengan mobil tersebut.

Bahwa sejak dari awal proses penyelidikan dan penyidikan banyak sekali tindakan yang
bertentangan dengan norma keadilan serta menghancurkan kepercayaan masyarakat
atas supremasi hukum yang dilakukan oleh polisi Dit Reskrimum Polda Kalsel yang
ternyata lebih mengutamakan nilai - nilai material untuk mengungkap perkara ini dan
mengesampingkan nilai hukum dan hati nurani. Sebuah kata bijak yang patut direnungkan
dalam menggali perkara ini menyatakan “katakanlah yang benar adalah benar
25
walaupun terasa pahit”. Dan ungkapan yang tegas untuk menegakkan keadilan dengan
kalimat “berbicara tentang kebenaran adalah kewajiban setiap insan yang masih
menyimpan nurani kemanusiaan”.

UNTUK ITU KAMI MOHON KEADILAN TERHADAP DIRI TERDAKWA.

Majelis Hakim yang Kami Muliakan,


Jaksa Penuntut Umum yang Kami hormati,
Sidang Pengadilan yang Kami muliakan.

Bahwa terhadap Materi Dakwaan dalam Tuntutan Pidana dari Jaksa Penuntut Umum,
Kami telah menyampaikan Pembahasan, selanjutnya akan kami uraikan dalam Tanggapan
dibawah ini, dimana Kami Penasehat Hukum Terdakwa akan berusaha semaksimal
mungkin menerangkan dan menjelaskan bagaimana sebenarnya peranan Terdakwa.

Bahwa mengenai Fakta-fakta Persidangan dalam Tuntutan Pidana dan mengenai Fakta-
fakta Persidangan telah Kami uraikan dalam Bab III Pembelaan ini, baik Keterangan Saksi-
saksi, Keterangan Terdakwa dan Tanggapan Kami terhadap Keterangan Saksi-saksi dan
Surat-surat bukti yang diajukan dalam Persidangan.

Bahwa oleh sebab itu Kami Penasehat Hukum akan membuktikan satu persatu unsur-unsur
tindak pidana didalam ; --------------------------------------------------------------------------------

 Pasal 263 ayat (2) KUHP

“Diancam dengan pidana yang sama, barang siapa dengan sengaja memakai surat palsu atau yang
dipalsukan seolah-olah sejati, jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian”.

Unsur “Barang Siapa”.

Bahwa unsur “barang siapa” pada suatu delik pada prinsipnya sama dengan unsur
“setiap orang” dalam delik-delik umum yaitu sebagai subjek hukum. Yang dimaksud
dengan unsur “barang siapa” adalah perseorangan atau termasuk korporasi.

Bahwa sesuai ketentuan Hukum Pidana maka, tidak semua subjek hukum dapat dimintai
pertanggungjawaban Pidana, akan tetapi dibatasi oleh keadaan-keadaan tertentu-tertentu
kejiwaan dari perilaku tindak pidana.

Bahwa dalam Dakwaan maupun Surat Tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum, maka Jaksa
Penuntut Umum menyebutkan yang mengatakan kalau surat menyurat mobil Toyota
Avanza warna merah maron dengan nomor polisi B 1167 POB tersebut dijamin tidak
bermasalah atau tidak bodong karena lengkap surat menyuratnya baik berupa BPKB
maupun STNK nya adalah Terdakwa.

26
Bahwa ternyata penyebutan atas Terdakwa tersebut jelas mengabaikan fakta-fakta
Hukum dipersidangan, dimana dari Bukti-bukti maupun keterangan Saksi-saksi,
Sdr. EDO lah yang mengatakan sendiri kepada saksi RAHMAD ABIDIN Als
AMAT Bin MISDI bahwa mobil Avanza warna merah maron dengan nomor polisi
B 1167 POB tersebut dijamin tidak bermasalah atau tidak bodong karena lengkap
surat menyuratnya baik berupa BPKB maupun STNK nya.

Bahwa perlu diketahui, saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI beserta
mobil Toyota Avanza diamankan oleh kepolisikan karena ada Laporan Polisi
nomor : LP / 116 / II / 2017 / KALSEL / SPKT, Tanggal 28 Februari 2017. Artinya
saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI tidak melaporkan perbuatan Sdr.
EDO melainkan diamankan oleh kepolisian sedangkan terdakwa disini hanya
sebagai perantara jual beli mobil antara Sdr. EDO dan saksi RAHMAD ABIDIN
Als AMAT Bin MISDI.

Bahwa dari uraian-uraian tersebut diatas, maka sangat jelas telah terbukti Jaksa
Penuntut Umum salah dan keliru menyebutkan status dari Terdakwa tersebut dalam
Tuntutannya, sehingga atas kesalahan dan kekeliruannya tersebut, maka Unsur Barang
Siapa yang dimaksud oleh Jaksa Penuntut Umum TIDAK TERPENUHI.
Dengan tidak terpenuhinya unsur tersebut maka Terdakwa haryus dibebaskan dari
segala Tuntutan.

Sehubungan dengan uraian-uraian diatas kami mohonkan perhatian dan menunjuk


Yurisprudensi Jawa Barat yaitu Putusan Pengadilan Negeri Kuningan tanggal 7 April
1971 No. 17/1971/Pid/PN.Kng, yang Kaedah Hukumnya menyatakan :

“Tidak dipenuhinya salah satu unsur yang dituduhkan mengakibatkan tidak terbuktinya
tuduhan seluruhnya dan Terdakwa karenanya harus dinyatakan DIBEBASKAN dari
segala Tuntutan”.

Unsur “dengan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah –olah
sejati, jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian”.

Bahwa dari fakta-fakta hukum dipersidangan, Terdakwa tidak pernah mengatakan


kepada saksi RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI bahwa mobil Avanza
warna merah maron dengan nomor polisi B 1167 POB tersebut dijamin tidak
bermasalah atau tidak bodong karena lengkap surat menyuratnya baik berupa
BPKB maupun STNK nya.

Bahwa fakta hukumnya, Sdr. EDO lah yang mengatakan sendiri kepada saksi
RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI dan didengar oleh para saksi bahwa
mobil Avanza warna merah maron dengan nomor polisi B 1167 POB tersebut
dijamin tidak bermasalah atau tidak bodong karena lengkap surat menyuratnya
baik berupa BPKB maupun STNK nya.

27
Bahwa kebenaran fakta Hukum tersebut didukung oleh Keterangan Saksi-saksi
diPersidangan yaitu, RAHMAD ABIDIN Als AMAT Bin MISDI,BAHRUDIN,
AGUS SUPRIYANTO dan Terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD

Bahwa dari uraian-uraian tersebut diatas, maka Jaksa Penuntut Umum telah terbukti
SALAH dan KELIRU dalam membuat dan menyusun Surat Dakwaan maupun Surat
Tuntutannya, sehingga kekeliruan dan kesalahan Jaksa Penuntut Umum “dengan
sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah-olah sejati, jika
pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian” adalah TIDAK TERBUKTI
dan TIDAK TERPENUHI.

Sehingga menurut kami Penasihat Hukum Terdakwa, pendapat Jaksa Penuntut Umum
yang berpegang pada berkas perkara untuk meletakan Terdakwa sebagai subyek hukum
dan/ atau pelaku tindak pidana sangat tidak beralasan hukum
(ERROR IN PERSONA), karena hanya bersifat spekulatif dan tidak didasari
pembuktian yang cukup untuk menyatakan Terdakwa bersalah dalam perkara ini,
dengan demikian unsur ini TIDAK TERPENUHI.
Dengan tidak terpenuhinya unsur tersebut maka Terdakwa harus DIBEBASKAN
DARI SEGALA TUNTUTAN.

Sehubungan dengan uraian-uraian diatas kami mohonkan perhatian dan menunjuk


Yurisprudensi Jawa Barat yaitu Putusan Pengadilan Negeri Kuningan tanggal 7 April
1971 No. 17/1971/Pid/PN.Kng, yang Kaedah Hukumnya menyatakan :

“Tidak dipenuhinya salah satu unsur yang dituduhkan mengakibatkan tidak terbuktinya
tuduhan seluruhnya dan Terdakwa karenanya harus dinyatakan dibebaskan dari segala
Tuntutan.”

VI. KESIMPULAN

Bahwa setelah Kami Penasehat Hukum menguraikan segala sesuatunya dalam Pembelaan
ini, maka dari fakta-fakta persidangan dan uraian-uraian tersebut diatas Kami Penasehat
Hukum Terdakwa memberikan Kesimpulan sebagai berikut :

Bahwa atas Tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menyatakan Terdakwa bersalah
melakukan Tindak pidana, “barang siapa dengan sengaja memakai surat palsu atau
yang dipalsukan seolah-olah sejati, jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan
kerugian”, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 263 ayat (2) KUHPidana, jelas
TIDAK TERBUKTI dan TIDAK DAPAT DITERIMA, maka dari itu haruslah
dinyatakan DITOLAK.

28
Karena dari fakta-fakta persidangan bahwa unsur-unsur yang terdiri dari : ------------------

- Unsur “Barang Siapa”.

- Unsur “dengan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah –olah
sejati, jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian”.

Bahwa sangatlah terang dan jelas bahwa Unsur tersebut diatas TIDAK
TERBUKTI SECARA SAH DAN MEYAKINKAN.
Bahwa karena Unsur-unsurnya Tidak Terbukti Secara Sah Dan Meyakinkan, maka semua
Dakwaan dan/atau Tuntutan Jaksa Penuntut Umum haruslah dinyatakan DITOLAK
dan/atau DIKESAMPINGKAN dan/atau dinyatakan BATAL DEMI HUKUM.

VII. PENUTUP

Majelis Hakim Yang Mulia,


Jaksa Penuntut Umum Yang Kami Hormati,
Sidang Pengadilan Yang Kami Muliakan,

Bahwa kami yakin dan percaya Majelis Hakim yang menyidangkan perkara Terdakwa
yang sedang duduk menanti keadilan di hadapan kita ini, adalah Majelis Hakim yang
mempelopori diterapkannya disiplin ilmu sosial yang memeriksa perkara ini, bukan
secara gegabah melakukan Jumping Concluion. Akan tetapi betul – betul memeriksa
dan memutuskan perkara ini berdasarkan kapasitas kesalahan Terdakwa serta
dapat mencerminkan rasa keadilan yang ada pada diri Majelis Hakim, sebab
keadilan yang ada pada yang mulia Majelis Hakim adalah hukum yang tertinggi, dan
bukankah hukum itu adalah alternatif. Bukan kewajiban seperti kata Rad Bruch. Dan
kalau kita hanya berdasarkan keadilan menurut Undang – Undang, maka kami khawatir
kita akan menghidupkan ungkapan kuno, "Orang yang sering mematuhi undang –
undang adalah sering merugikan keadilan" (Summum Ius Suma Iniuiria , dalam
bukunya Dr. Theo Hujbers, Filsafat Hukum dalam Lintasan Sejarah, tahun 1982 Hlm.
33).

Bahwa Kami selaku Penasihat Hukum Terdakwa perlu menyampaikan hal - hal yang
dianggap memberatkan oleh Jaksa Penuntut Umum tersebut, sama sekali tidak beralasan
karena Terdakwa di dalam dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum tidak terpenuhi,
dan sangatlah Wajar dan beralasan Hukum jika Terdakwa dan kami Penasihat Hukum
Terdakwa sangat keberatan dengan hal - hal yang dikemukakan oleh Jaksa Penuntut
Umum, karena menurut kami alasan yang dikemukakan oleh Jaksa Penuntut Umum tidak
mempunyai dasar dan tidak beralasan hukum sehingga haruslah DITOLAK MENURUT
HUKUM, karena SECARA NYATA DAN SAH TIDAK TERBUKTI.
29
Bahwa hal-hal yang meringankan Terdakwa adalah : -------------------------------------------

1. Terdakwa bersikap sopan di persidangan.


2. Terdakwa memberikan keterangan tidak berbelit belit dan kooperatif.
3. Terdakwa mempunyai tanggungan keluarga.
4. Terdakwa tidak pernah dihukum.

Majelis Hakim Yang Kami Muliakan,


Saudara Jaksa Penuntut Umum Yang Kami Hormati,

Bahwa berdasarkan alasan dan uraian tersebut diatas sebagai fakta hukum dan fakta
perkara bahwa Terdakwa dianggap bersalah dan dianggap terbukti melanggar Pasal 263
ayat (2) KUHP dalam Surat Dakwaan dan Surat Tuntutan Pertama Penuntut Umum,
maka justru itu Kami sebagai Penasihat Hukum Terdakwa berkeyakinan bahwa
perbuatan Terdakwa tidak terbukti sebagai perbuatan tindak pidana yang dilakukan
olehTerdakwa sebagaimana uraian dalam unsur pasal yang didakwakan dan dituntut oleh
Jaksa Penuntut Umum tersebut SECARA NYATA SAH TIDAK TERPENUHI DAN
TIDAK TERBUKTI.

Maka demi HUKUM dan KEADILAN sebagai permohonan kami kepada Majelis
Hakim yang mulia, yang mengadili perkara ini untuk : ------------------------------------------

MEMUTUSKAN

1. Menyatakan terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD secara sah dan
menyakinkan tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana “Menggunakan
Surat Palsu”, sebagaimana diatur dan diancam melanggar Pasal 263 ayat (2)
KUHP dalam Dakwaan Pertama Jaksa Penuntut Umum.

2. Membebaskan Terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD dari


dakwaan-dakwaan tersebut (Vrijspraak ) sesuai Pasal 191 ayat (1) KUHAP.

3. Membebaskan oleh karena itu Terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN
ARSYAD dari tahanan.

4. Mengembalikan nama baik Terdakwa FAISAL Als ISAL Bin MI’UN ARSYAD
di masyarakat, dengan mewajibkan kepada Jaksa Penuntut Umum agar
mengiklankan di beberapa harian media massa.

5. Membebankan biaya perkara kepada Negara.

30
Menutup rangkaian akhir Nota Pembelaan (Pledooi) ini kami mengutip kata mutiara
sebagai bahan renungan buat kita semua : ---------------------------------------------------------

“Menjatuhkan kesalahan terhadap seseorang yang sebenarnya tidak bersalah berarti


menitipkan kehancuran di muka bumi”.

Dan.

“Lebih baik membebaskan seratus orang bersalah daripada menghukum satu


orang yang tidak bersalah”.

Demikian Pembelaan (Pledooi) yang kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya
kami ucapkan terima kasih.

Banjarmasin, 25 Juli 2017


Hormat kami
Penasihat Hukum Terdakwa

Adv. KUSMAN HADI, S.H., M.H., C.L.A., C.I.L.

Adv. HJ. GT. RINI HERNAWANTI, S.Pd., S.H., C.I.L.

Adv. NOVIE KASUMA JAYA, S.H.

Adv. DARZAD, S.H.

ANGGIE SURIANSYAH, S.H.

SANDY NORMA ISTIQFAR, S.H.

31