Anda di halaman 1dari 75

KULIAH FA 6224

PENGEMBANGAN OBAT
MACAM SEDIAAN FARMASI

Bio Produk : vaksin,serum


OBAT :
Solida : tablet, tablet salut, supositoria,
1. Bahan sintetik ovula,tablet kunyah, serbuk (ORAL)
2. Bahan alam Larutan : Larutan, suspensi, emulsi
(ORAL)
Semi solida : salep,krim,gel (TOPIKAL)
Sediaan steril : injeksi (PARENTERAL),
salep mata, tetes telinga, tetes mata, tetes
hidung, serbuk

Sistem penghataran obat baru : transdermal, mikropartikulat, intra nasal,


intra buccal, colon, oral pelepasan terkendali, inhalasi, pulsatile,
bioadhesiv/mucoadhesiv, peptida dan protein

2
PENGEMBANGAN OBAT

SEDIAAN OBAT : BAHAN AKTIF


BAHAN ADITIF
RUTE PEMBERIAN

PREPARASI SEDIAAN FARMASI


1. Produksi dan kontrol bahan aktif

2. Produksi dan kontrol sediaan farmasi

Preparasi bentuk sediaan farmasi yang berbeda dengan bahan


aktif yang sudah diketahui dan diperbolehkan

Preparasi sediaan farmasi dengan berbagai bentuk sediaan


mengandung bahan aktif baru (FORMULASI) atau memperbaharui
sediaan farmasi dengan bahan aktif yang sudah diketahui dan
diperbolehkan (REFORMULASI)

3
DASAR PENGEMBANGAN OBAT BARU

PREFORMULASI

INTERAKSI FISIKO ASPEK BIOFARMASI -


CARA EVALUASI
KIMIA DALAM FARMAKOKINETIKA
PRODUK
SEDIAAN OBAT

STABILITA PENJAMINAN
OBAT MUTU OBAT
4
TAHAP PENGEMBANGAN SEDIAAN
1. PREFORMULASI
2. FORMULASI SKALA LABORATORIUM
3. TAHAP SKALA PILOT
4. TAHAP SKALA PRODUKSI

Modifikasi skala kecil menjadi skala besar perlu dilakukan karena :


1. Jumlah bahan yang digunakan dalam volume besar

2. Proses produksi dan pengemasan tunggal secara otomatis

3. Pengembangan standar metode kontrol kualitas untuk menjamin


stabilita sediaan, homogenitas, kemurnian dan identitas produk

5
PREFORMULASI DAN FORMULASI

Pengembangan obat tergantung dari sifat fisika dan kimia bahan aktif,
untuk :

menseleksi formulasi obat dengan komposisi yang optimum untuk rute


pemberian tertentu dan akan dikembangkan menjadi formulasi obat dalam
skala besar

Untuk mendapatkan bentuk sediaan obat yang baik dipasarkan harus


memenuhi persyaratan :

1. Sediaan stabil dalam penyimpanan

2. Kompatibel antara zat aktif dengan bahan aditif

3. Memenuhi persyaratan bioavaibilitas

4. Di produksi dengan biaya yang ekonomis


6
Jaminan keamanan dan efikasi obat dalam pengembangan
sediaan obat

Untuk menjamin keamanan dan efikasi sediaan obat,


dalam pengembangan obat perlu dihubungkan antara
kimia, manufaktur, dan kontrol

Dasar jaminan keamanan dan effikasi obat :


1. Kualitas bahan
2. Identitas bahan
3. Kemurnian bahan
4. Kekuatan bahan aktif
7
Bahan kimia, manufaktur dan kontrol

Bahan obat

Menurut FDA :

Data dokumen pengembangan obat baru berisi :

1. karakterisasi bahan aktif dan sediaan obat

2. metoda preparasi

3. kontrol kualitas

4. informasi stabilita
8
Studi struktur kimia meliputi :

stereokimia, rumus molekul, bobot molekul

Elusidasi struktur meliputi :

analisis elemen, spektrofotometri masa, LC/MS, NMR, IR,


analisis stereokimia, analisis konfigurasi dan konformasi,
analisis sinar X

9
Karakterisasi bahan aktif yang penting

Konstanta ionisasi, koefisien partisi, profil kelarutan

Kelarutan bioavalibilitas obat murni dan dalam bentuk


sediaan

Penting :

untuk prediksi toksisisitas obat pada pre klinis dan


perbandingan metabolisme pada binatang dan
manusia

10
Profil konsentrasi obat yang sukar larut
dalam air di dalam plasma dari bentuk
sediaan suspensi dan larutan
11
Stabilitas larutan :

Contoh : derajat absorpsi obat secara oral dipengaruhi


oleh degradasi hidrolitik di dalam lambung.

Studi pH stabilitas obat informasi potensial untuk


mengetahui pengaruh lingkungan dalam tubuh terhadap
pH stabilitas obat

Higroskopisitas dan pembentukan hidrat

Kemampuan obat membentuk hidrat  kemungkinan


penguraian obat secara in vivo.

Hidrat disebabkan pengaruh humiditas dalam konversi


order hidrat lebih rendah  lebih tinggi
12
Polimorfisme

Bentuk kristal yang


berbeda dari bahan
aktif yang sama akan
mempengaruhi
kelarutan dan efikasi
obat

Plot Van’t Hoff pada sistem


enatiotropik polimorf
13
Distribusi ukuran partikel

Berperan penting pada ketersediaan hayati obat,


terutama pada kecepatan disolusi.

Pengaruh formulasi pada ukuran partikel  kelarutan


berubah

Pengaruh pembentukan hidrat pada ukuran partikel

14
KEMURNIAN BAHAN AKTIF: deteksi dg LC-MS lebih baik

Penentuan HPLC bahan aktif dengan metode yang berbeda


Metode A : tidak dapat mendeteksi derajat kemurnian bahan aktif X
Metode B : spesifikasi lebih baik dan mampu mendeteksi
kemurnian bahan aktif X yg ditambahkan
15
Pengaruh proses manufaktur terhadap bahan aktif

Dimulai pada saat proses produksi. Dilakukan optimasi


proses dari skala laboratorium sampai skala produksi
cGMPs (current Good Manufacturing Practices)

Untuk trial klinis perlu dilakukan produksi satu batch untuk


meyakinkan hasil analisis klinis sama dengan evaluasi pra
klinis

16
SPESIFIKASI

Meliputi metode analisis dan pelengkap lain yang


mendukung kriteria yang sudah ditentukan

1. Sediaan obat

2. Eksipien

3. Proses Manufaktur

4. Spesifikasi

17
Hubungan karakterisasi sifat fisiko kimia obat dengan
parameter in vivo

18
BAHAN AKTIF
BENTUK SEDIAAN
EKSIPIEN
1. PRAFORMULASI
Studi sifat fisika & kimia
Studi farmakologi Skala Pilot
Studi pemasok
Studi harga
Studi interaksi obat dg. eksipien
Studi pasar

2. FORMULA TEORITIK
Hipotesa
Pengembangan formula
Pemilihan eksipien
19
3. EKSPERIMEN
LABORATORIUM
Analisis hambatan
Analisis titik kritis proses
Analisis kebaikan

4. PEWADAHAN
Primer
Sekunder

20
5. PILOT PLAN
Modifikasi
Arah perbaikan skala industri

6.UJI KLINIS
Optimasi
Formula

7. UJI PENYIMPANAN
Suhu
Kelembaban
Cahaya
21
8. PENGEMBANGAN PROSES
Validasi proses
Kapasitas alat produksi

9. DOKUMENTASI PROSES
SOP : Bahan, alat, personal

22
Garis Besar Alur Produksi Sediaan Farmasi

Penerimaan bahan awal

Pengolahan bahan

Pengemasan

Obat jadi

23
Tahap proses produksi sediaan farmasi

Likuida Produk steril


1. Preformulasi : si fi &ki 1. Preformulasi : si fi &ki
(kelarutan,stabilitas ) (kelarutan, termolabil/
stabil )
2. a. Melarutkan :pelarut
tunggal,campur 2. Tahap produksi (tgt
bentuk sediaan )
b. Mendispersikan :
padat-cair,cair-cair 3. Sterilisasi poduk : cara
kering, cara basah ,
3. Mixing aseptis, gas, filtrasi
4. Pewadahan 4. Pewadahan : tube, vial,
5. Evaluasi : in proses ampul, botol infus
kontrol, produk jadi 5. Evaluasi : in proses
kontrol, produk jadi 24
Tahap proses produksi sediaan farmasi

Tablet Semi solida


1. Preformulasi : si fi &ki 1. Preformulasi : si fi &ki
(partikel,termolabil dan (kelarutan, termolabil/
termostabil) stabil )
2. a.pencampuran serbuk 2. Pembuatan basis semi
solida : pelelehan dan
b. Proses granulasi : pencampuran
kering dan basah
3. Pencampuran basis
c. Cetak langsung dengan zat aktif
3. Pencetakan tablet 4. Pewadahan : tube
4. Pewadahan 5. Evaluasi : in proses
5. Evaluasi : in proses kontrol, produk jadi
25
kontrol, produk jadi
PRODUKSI SKALA PILOT (UP SCALING)

Definisi kualitas
Dejarat kesesuaian dengan tujuan penggunaannya 
Fitness for use

Kualitas sediaan dipengaruhi Parameter kualitas obat


1. Bahan baku 1. Kemurnian
2. Formulasi obat 2. Homogenitas zat aktif
3. Proses manufakturing 3. Keamanan
4. Personal 4. Stabilitas
5. CPOB 5. Bioavaibilitas
26
PRODUKSI SKALA PILOT (UP SCALING)

1. Bahan baku
• Variasi kualitas satu batch
• Variasi kualitas beberapa batch dr satu pabrik
• Variasi kualitas dari beberapa pabrik/negara

2. Alat produksi
• Variasi alat (alat pengaduk tdk sama)
• Perbedaan pengaturan bobot
• Perawatan minimum efektivitas <
• Usia kerja alat
27
PRODUKSI SKALA PILOT (UP SCALING)
3. Metoda kerja  Validasi penting
• Kebijakan
• Sistem kerja
• Prosedur umum dan standar operasional
• Proses validasi
• Pasti dapat dilaksanakan

4. Manusia
• Kualifikasi personal
• Minat dan penghayatan terhadap pekerjaan
• Emosi : kejujuran, keletihan
28
TAHAP PRODUKSI SEDIAAN FARMASI

Litbang : vol., 1 – 2 liter


Evaluasi : fisika kimia bahan dan sediaan
pemasok bahan baku dan kemasan
pasar

Skala pilot : vol. 10 – 50 liter


Modifikasi & validasi proses dan alat, pembuatan SOP,
alur dokumen dan produksi , personal, kapasitas alat dlm
proses,pewadahan, managemen penyimpanan ( FIFO,
karantina

Skala Produksi : vol. 100 – 1000 liter


Modifikasi & validasi proses dan alat, penerapan SOP,
dokumentasi, monitoring. 29
Pertimbangan penting dalam studi skala pilot
1. Evaluasi formula dan peralatan  tetapkan
modifikasi, kendala,persyaratan proses (CPOB), dan
kemasan

2. Konfirmasi stabilitas dan keseragaman


produkstabilita fisik dan kimia, stabilita dlm wadah
akhir, metoda analisis

3. Evaluasi bahan baku, uji bahan baku berbagai


pemasok, penyusunan spesifikasi, jaminan
kesinambungan pemasok

30
Pertimbangan penting dalam studi skala pilot
4. Proses dalam kecepatan penuh, sasaran standar
produk memenuhi syarat

5. Denah fisik, lay out produksi

6. Persyaratan personalia, direncanakan kualitas


personil

7. Laporan pertanggung jawab, untuk evaluasi tahapan


proses produksi dan kendala, hasil pengamatan
(kendala)

31
CARA PEMBUATAN OBAT YANG BAIK (CPOB)

Definisi :

Pedoman yang digunakan untuk memastikan sifat dan


mutu obat yang dihasilkan sesuai dengan yang
dipersyaratkan, dilakukan penyesuaian dengan standar
mutu obat yang akan dicapai

32
1. Personalia : organisasi, kualifikasi, tanggung
jawab, pelatihan

2. Bangunan : lokasi, bentuk fisik gedung, peralatan


gedung, rancang bangun, daerah khusus, daerah
pengolahan prod.ttt, fasilitas dan infrastuktur

3. Peralatan : rancang bangun dan konstruksi,


pemasangan dan penempatan, pemeliharaan

4. Sanitasi dan higienis : personalia, bangunan,


peralatan, validasi dan keandalan prosedur

33
4. Produksi : bahan baku, validasi proses,
pencemaran, penomoran batach dan lot,
penimbangan dan penyerahan, pengolahan, proses
produksi

5. Pengawasan mutu : laboratorium uji, personalia,


kalibrasi instrumen uji

6. Evaluasi diri : gugus kendali mutu

7. Dokumentasi

34
Ruang lingkup validasi
Kerja Validasi Pengujian utk apa
Personal Kualifikasi dan jumlah
Gedung Rancangan dan konstruksi
Servis Air, pencahayaan,
pemanasan, pendinginan,
ventilasi, sanitasi, limbah
Peralatan Rancangan, ukuran,
lokasi, konstruksi, gambar
mesin, suku cadang,
parameter operasi, alat
pencucian
Bahan baku Kontrol, penyimpanan,
distribusi
35
Ruang lingkup validasi
Kerja Validasi Pengujian utk apa
Prosedur Operasi standar,
manufaktur,batas waktu proses,
reproses, pengemas, labeling,
sampling
Gudang/distribusi FIFO, karantina
Lab. Kontrol Pengujian, pelepasan , uji
stabilitas, pengujian khusus,
cadangan sampel
Record dan laporan Penggunaan dan pencucian alat,
pemakaian kontainer, label dan
etiket, master batch record,
control prosedur, review, laporan
klaim, laboratorium, distribusi
produk, pengembalian produk 36
FASE PENGEMBANGAN

Studi keamanan non klinis


untuk pendukung
pemasaran obat baru :
PRA KLINIS :
• Toksisitas dosis tunggal
pada binatang
• Toksisitas dosis ganda
percobaan
• Toksisitas reproduksi
• Genotoksisitas
• Toleransi lokal
• Potensi karsinogenik
• Keamanan farmakologi
• Studi farmakokinetika
37
ASPEK BIOFARMASI DALAM DISAIN DAN
EVALUASI PRODUK OBAT

PENDAHULUAN

Sediaan farmasi diberikan pada manusia untuk


memberikan efek terapi suatu zat aktif dalam sediaan

Untuk mencapai tujuan

Pelepasan zat aktif dengan konsentrasi tertentu harus


sampai ke tempat tujuan pengobatan dengan reseptor
yang spesifik dan memberikan efek terapi

38
ASPEK BIOFARMASI DALAM DISAIN DAN
EVALUASI PRODUK OBAT

Konsentrasi zat aktif di dalam biofase tergantung dari


cara pemberian dosis obat ttt, disamping absorpsi,
distribusi dan eliminasi obat di dalam tubuh
dipengaruhi oleh FORMULASI SEDIAAN

39
BIOFARMASETIKA

Cabang ilmu yang mempelajari efek formulasi


terhadap aktifitas terapetika produk obat
dengan meningkatkan penggunaan sediaan obat
melalui disain bentuk sediaan obat dan regimen
obat.

Menentukan hubungan antara sifat fisika dan


kimia zat aktif dengan pengembangan bentuk
sediaan obat , disamping juga antara efek
fisiologi zat aktif sesudah diberikan dengan
40
bermacam bentuk sediaan
Menurut Wagner :
Biofarmasetika adalah studi hubungan antara zat
aktif dan intensitas efek biologi yang diobservasi
pada hewan dan manusia dengan melakukan :
1. Modifikasi kimia obat secara sederhana (ester,
kompleks, garam)
2. Modifikasi sifat fisika (ukuran partikel, luas
permukaan dan luas tempat adsorpsi,
kristalografi, amorf dan polimorfisme)
3. Sifat aditif
4. Tipe bentuk sediaan ( larutan, suspensi,tablet,
emulsi)
5. Modifikasi proses manufaktur ( homogenisasi,
granulasi, kekuatan pencetakan, penyalutan)
41
TAHAP PENGEMBANGAN SEDIAAN OBAT

Rute obat
secara
teoritis

PARAMETER Farmakokinetika
KEBERHASILAN : adalah parameter
untuk evaluasi hasil
manufaktur reprodusibel penentuan
memberikan efektivitas biofarmasetika secara
terapetik yang konstan kuantitatif 42
APLIKASI FARMAKOKINETIKA

Diagram sederhana untuk absorpsi, metabolisme,


distribusi obat dan eliminasi

43
APLIKASI FARMAKOKINETIKA

Sediaan obat : bahan aktif obat dalam bentuk bebas atau


berikatan dibuat dalam bentuk sediaan ( tablet,kapsul,
suspensi,dll)

Sediaan obat, sirkulasi darah dan urine merupakan


suatu ruang terpisah yang disebut dengan kompartemen
kecepatan perpindahan zat aktif atau metabolit dari satu
kompartemen ke kompartemen lain, ditentukan oleh satu
atau lebih kecepatan yang konstan  Kinetika reaksi
mengikuti orde satu
44
Korelasi antara rute pemberian, absorpsi dan distribusi

p.o = peroral
i.p =
intraperitonial
s.c = subkutan
i.cut = intracutan
percut = percutan
i.m =
intramuskular
1.c = intra cardiac
i.v = intra vena
i.a = intra arteri

45
Efek biologi : akan maksimum, apabila dicapai kadar tertentu zat
aktif di dalam darah. Pada umumnya terapetik efek tergantung
efek biologi yang akan muncul sesudah pemberian obat multi
dosis  zat aktif akan terakumulasi di dalam tubuh selama
pemberian multi dosis
Kuantitas obat = Ab setelah waktu t tertentu, sama dengan C,
yaitu konsentrasi zat aktif didalam cairan tubuh yang
terdistribusi pada t tertentu, akan digandakan oleh Vd ( volume
distribusi zat aktif di dalam cairan tubuh).
Kuantitas obat (Ab)tergantung dari :
• jumlah dosis tunggal dan dosis pemeliharaan
• kecepatan absorpsi
• waktu interval pemberian multi dosis
• jumlah dosis yang diberikan (n)

Parameter farmakokinetika yang penting : waktu paruh (t½)

46
Perhitungan waktu paruh
Tergantung dari sistem penghantaran obat dan kompartemen

Model satu kompartemen terbuka,


C = konsentrasi zat aktif di dalam kompartemen, V =
volume kompartemen, ka = kec. absorpsi konstan, ke =
kec. eliminasi konstan
47
[Co]
k e =———————
A/ + B/

A & B = intersepts pada garis ordinat


 &  = sudut yang dibentuk oleh garis intersep dengan
ordinat ( konstanta)
k e = kecepatan eliminasi untuk satu kompartemen

48
Model dua kompartemen terbuka :
C1 = kons. zat aktif pada kompartemen sentral, C2 = kons. zat aktif
pada kompartemen periferal
V1 = volume kompartemen sentral , V2 = volume kompartemen
perifer
k12 = kecepatan konstan obat masuk kompartemen periferal
k21 = kecepatan kontan obat masuk kembali ke kompartemen
sentral
49
ka = kecepatan absorpsi obat
Serum level pada dosis regimen maksimum , T = interval waktu, *D
= initial dosis, D = dosis maintenance, T = waktu bekerjanya obat, C
max = serum level maksimum obat, C min = serum level minimum
obat

50
Skema transport zat aktif
51
STABILITA SEDIAAN FARMASI

Stabilitas sediaan adalah faktor penting untuk


mendeteksi apakah salah satu komponen atau
campuran komponen dalam sediaan masih mempunyai
efek farmakologi

Didefinisikan sebagai derajat ketahanan komponen zat


aktif dalam sediaan terhadap perubahan secara kimia
dan fisika. Effikasi sediaan konstan sampai waktu
tertentu, dinyatakan sebagai tanggal kadaluarsa

52
Beberapa aspek yang mempengaruhi stabilitas
sediaan :
Stabilita kimia : sifat kimia (pH, kinetika reaksi,
hidrolisis, oksidasi, fotolisis)
Stabilita fisika :sifat fisika ( kelarutan, bentuk kristal,
waktu disintegrasi, bentuk fisik, sifat koloidal)
Stabilita mikrobiologi :
sterilitas, resisten terhadap pertumbuhan bakteri
Stabilita terapetik : tidak ada perubahan terapetik
Stabilita toksikologi : peningkatan toksisitas

53
Tujuan uji stabilitas

Untuk membuktikan bahwa kualitas suatu bahan aktif


(berkhasiat) atau sediaan obat tidak bervariasi sejalan
dengan waktu penyimpanan, yang disebabkan oleh
pengaruh faktor lingkungan seperti : temperatur,
kelembaban, cahaya,vibrasi saat transport,
penyimpanan, penggunaan, serta memberikan
rekomendasi penyimpanan, periode pengujian
ulang dan menetapkan usia guna.

54
Obyek stabilisasi

Untuk mencegah perubahan kimia, fisika atau

perubahan lainnya, yang mengakibatkan adanya

perubahan pada penampilan obat, efek samping

penggunaan obat dan efek terapi, peningkatan

toksisitas

55
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STABILITAS OBAT

FAKTOR INTERNAL :
1. Interaksi obat-obat
2. Interaksi obat- eksipien

FAKTOR EKSTERNAL :
1. Pelepasan alkali dari wadah
2. Pelepasan logam berat dari wadah logam
3. Pelepasn komponen dari tutup wadah : plastik, karet

PERUBAHAN YANG TERJADI PADA PENYIMPANAN :


1. Perubahan fisika
2. Perubahan kimia
3. Perubahan secara mikrobiologi

56
1. Perubahan fisika

Perubahan bentuk fisik meliputi : warna, struktur


kristal, bentuk fisik sediaan, hidrasi, konsistensi,
viskositas, homogenitas, dispersi, keutuhan dan
pemisahan zat padat.

Warna : perubahan warna asli, oksidasi dan


perubahan bobot molekul polimer
Struktur kristal : perubahan bentuk kristal
menjadi bentuk metastabil atau bentuk stabil
akibat : pelarut, tremperatur dan pH
57
Bentuk fisik sediaan : pemadatan bentuk salep,
pemadatan bentuk pasta, perubahan titik leleh serbuk
(eutetic), pemisahan emulsi, pengendapan sistem
dispersi

Hidrasi : kehilangan kadar air dalam ekstrak


tanaman, peningkatan higroskopisitas

Kelarutan : penguapan pelarut dan perubahan


temperaturpengendapan

58
2. Perubahan kimia

Hidrolisis : dekomposisi obat adanya air  digunakan


pelarut campur, terjadi pada kinetika reaksi penguraian
orde dua

Oksidasi : dekomposisi oleh oksigen dari udara, terjadi


kehilangan elektron, disebabkan:
temperatur,konsentrasi oksigen, katalis,
konsentrasi pengoksidasi

Perubahan sterik : konfigurasi sterik dalam molekul


obat  berinteraksi dg reseptor membentuk ikatan
kimiaefek terapi berubah
59
Rasemisasi : transformasi komponen optik dengan
adanya perubahan intramolekul

Isomerisasi : bentuk isomeri cis dan trans, vitamin


A  6-mono-cis-isomer  aktivitas biologi menurun

Polimerisasi : interaksi dua atau lebih molekul dg


tipe yang sama, merubah kelarutan polimer 
formulasi.

Penguraian enzimatik : akibat kontaminasi


mikrobakteri, adanya enzim dari bahan alam

60
3. Perubahan secara mikrobiologi

Perubahan mikrobiologi  kontaminasi


mikroorganisme : bakteri, kapang, jamur,alga 
merubah parameter fisika, kimia dan biokimia serta
penampilan sediaan menghasilkan toksin dan
pirogen, dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan
efek samping obat dan toksisitas.

Prediksi perubahan dalam sediaan farmasi dan


penentuan tanggal kadaluarsa dapat diketahui
dengan penerapan reaksi kinetik dengan
perubahan suhu.
61
UJI STABILITAS DIPERCEPAT

Ada 5 sasaran pengujian stabilitas dipercepat

1. Menentukan jangka stabilitas, untuk memperoleh jaminan


bahwa sediaan menunjukkan aktivitas penuh sampai saat
akhir usia guna.
2. Untuk memenuhi syarat registrasi di suatu negara, ataupun
regional misalnya Uni Eropa.
3. Untuk menetapkan waktu pengujian ulang (retesting).
4. Untuk mengantisipasi bila produk mengalami stress ekstrim,
misalnya selama transportasi dari Jakarta ke Surabaya, Irian,
dlsbnya.

62
Penyimpanan obat
Usia guna sediaan
Faktor yg mempengaruhi :
Penentuan waktu fluktuasi suhu, kelembaban
penyimpanan sediaan dan cahaya perlu
dengan kondisi tertentu, simulasi uji stabilitas
dengan persyaratan zat Stabilitas kualitas obat
aktif yang terurai sampai saat digunakan oleh
diperbolehkan sampai 10 pasien batas usia guna <
% tanggal daluwarsa (exp.
date) used before

63
Pada saat ini obat yang stabil pun dibatasi
penggunaanya hanya untuk waktu 3 tahun, contoh :

Produk perawatan badan 2 tahun


Emulsi minyak/air 1 tahun
Pasta gigi 6 bulan
Sabun dari minyak tanaman, dslbnya 2 tahun
Tanaman obat 18 bulan
Sediaan vitamin 2 tahun
Sediaan diet 1 tahun
Aqua medicinalis 1 tahun
64
ZONA IKLIM DUNIA
Schumacher : meneliti kondisi iklim dunia, dan
mengelompokan hasil penelitiannya seperti terlihat
pada Tabel 1 berikut
Zona iklim Temperatur Kelembaban Temperatur Kelembaban
rata-rata udara rata-rata 4 udara
tahunan bulan terpanas
Iklim sedang (Belgia, Perancis,  150C Tanpa batas  220C Tanpa batas
Inggis, Rusia, Amerika Serikat,
Cile, dan New Zealand
Iklim subtropik dan 15 – 220C Tanpa batas 22-300C Tanpa batas
mediteranenan (Yugoslavia,
Spanyol, Cina, Jepang, Kenya,
dan Afrika Selatan
Iklim panas dan kering > 220C < 60% > 300C < 65%
(Nepal, Arab Saudi, Afrika
Tengah, Costa Rika, Columbia,
Australia)
Iklim panas dan basah > 220C  60% >300C > 65%
(Srilangka, Hongkong, India,
Gana, Kuba, Brazil, Irian)

65
Tabel 2
Zona iklim dunia berdasarkan Temperatur rata-
rata dan kelembaban

Zona iklim Definisi Kondisi


penyimpanan
Zona I : Eropa Utara Temperate 210C/45% RH
Zona II : Eropa Selatan, Jepang, Mediteranean 250C/60%RH
AS
Zona III : Sahara Hot and Dry 300C/35% RH
Zona IV : Afrika Tengah, Indonesia, Hot and Wet 300C-40oC/
70% RH

66
Tabel 3
Kriteria dan panduan untuk menetapkan zona
iklim dari suatu kota

Panduan untuk menetapkan zona iklim


Kriteria secara individual
I II III IV
Temperatur rata-rata Sp 150C >15- > 220C > 220C
tahunan, diukur secara 22oC
terbuka
Temperatur rata-rata Sp 20,5oC >20,5- >240C 240C
tahunan perhitungan 24oC
(<190C)
Kelembaban rata-rata Sp 11 mbar >11-18 Sp 15 >15
tekanan parsial uap air mbar mbar mbar

67
Uji stabilitas menurut ICH (dokumen QIA)

Kondisi Periode waktu


minimal untuk
pendaftaran
Uji jangka panjang 250C  20C/60% RH  12 bulan
5%
Uji dipercepat 400C  20C/75% RH  6 bulan
5%

68
Kriteria untuk bahan aktif

Terjadi perubahan bermakna, penyimpanan 6 bulan


pada kondisi uji dipercepat pada 400C  20C/75% RH 
5%,  pengujian tambahan pada kondisi antara (yaitu
300C  20C/60% RH  5%)

Aplikasi awal registrasi harus memasukkan minimal data


dari pengujian 6 bulan dari 12 bulan yang harus
dilakukan.
Jika terjadi perubahan bermakna pada pengujian pada
400C/75% RH atau 300C/60% RH, maka zat dinyatakan
gagal memenuhi spesifikasi.

69
Kriteria untuk sediaan

Apabila terjadi perubahan yang bermakna selama


pengujian dipercepat, perlu dilakukan pengujian
tambahan pada kondisi antara, misalnya
300C  20C/60%  5% RH.

70
Perubahan bermakna pada uji dipercepat ialah bila terjadi :

1. Kehilangan 5% potensi dari kadar awal suatu batch.


2. Bila hasil urai melewati nilai batas spesifikasi.
3. Produk melewati batas pH nya.
4. Disolusi melewati batas spesifikasi untuk 12 tablet atau kapsul.
5. Gagal memenuhi spesifikasi untuk penampilan dan sifat-sifat fisika
seperti : warna, pemisahan fasa, resuspensibilitas, caking,
pengerasan, dlsbnya.

Pengujian jangka panjang harus dilanjutkan sesudah 12 bulan,


untuk menentukan usia guna pada periode pengujian yang sesuai.

71
Uji fotostabilitas obat baru dan sediaannya

Pendekatan uji fotostabilitas harus dilakukan secara


sistematik meliputi :

1.Pengujian bahan berkhasiat


2.Pengujian produk yang sudah diformulasi di luar
kemasan langsung
3.Pengujian sediaan jadi dalam kemasan langsung jika
pada kondisi ini ada gejala fotostabilitas
4.Pengujian sediaan jadi dalam kemasan yang akan
dipasarkan

72
Sumber cahaya untuk studi fotostabilitas sebagai berikut
:

Emisi standar: lampu fluoresensi artificial cahaya siang


(kombinasi keluaran ultra violet (UV) dan cahaya
tampak) xenon, atau lampu metal (halida) dengan
jendela penyaring gelas dg keluaran signifikan < 320 nm.

Ekspose sampel yang sama terhadap kedua lampu


: Lampu fluoresens putih (cool white fluorescent lamp)
ISO 10977:1993. Lampu fluoresens UV dekat ( 320 nm
sampai 400 nm 73
Pengujian bahan aktif

Program pengujian bahan aktif harus terdiri dari 2


fasa : degradasi yang dipaksa (stress) dan uji
konfirmasi. Sampel harus diuji untuk perubahan sifat
fisik (seperti penampilan, warna larutan, kejernihan
larutan, dlsbnya), penentuan dan pengujian produk
degradasi, dibandingkan dengan pembanding, harus
dianalisis pada waktu yang sama.

74
Sediaan Farmasi

Studi sediaan uji dan kontrol harus diuji secara


bersamaan, meliputi :

1. Produk diekspose secara penuh


2. Produk dalam kemasan primer
3. Produk dalam kemasan untuk dipasarkan.
4. Evaluasi meliputi sifat fisika (penampilan, kejernihan
dan warna larutan, disintegrasi atau disolusi kapsul,
dlsbnya)
5. Evaluasi sifat kimia (penentuan untuk bahan aktif
dan produk degradasi.

75