Anda di halaman 1dari 31

TUGAS BOTANI FARMASI

MAKALAH

Apetalae

Disusun Oleh Kelompok 2 :

Ichda Ramadani Utomo 19040056


Iklila Muzaiyanah 19040057
Indah Rahayu 19040058
Indri Ilmiyatul Hasanah 19040059
Intan Ayu Wulandari 19040061

STIKES dr. SOEBANDI JEMBER

FAKULTAS FARMASI

2019
Kata Pengantar

Puji syukur alhamdulillah kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha


Esa, karena telah melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan
sehingga tugas Botani Farmasi ini bisa kami selesaikan tepat waktu.

Terima kasih juga kami ucapkan kepada teman-teman yang telah


berkontribusi dengan memberikan ide-idenya sehingga makalah ini bisa disusun
dengan baik dan rapi.

Kami berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para


pembaca. Namun terlepas dari itu, kami memahami bahwa makalah ini masih jauh
dari kata sempurna, sehingga kami sangat mengharapkan kritik serta saran yang
bersifat membangun demi terciptanya makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.

Jember, 30 November 2019

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dikehidupan sehari-hari sering kita jumpai beragam jenis tumbuhan yang mana bila kita
amati memiliki ciri tersendiri. Ciri tersebut yang berbeda-beda pada setiap tumbuhan akan
dijadikan salah satu cara untuk mengelompokan tumbuhan tersebut ke dalam golongan-
golangan tersendiri. Ilmu taksonomi tumbuhan merupakan ilmu yang mengkaji mengenai
pengelompokan tumbuhan yang ada di alam ini.
Sebagaimana yang kita sama-sama ketahui bahwa Divisio Spermatophyta
dikelompokkan menjadi subdivisio gymnospermae dan Angiospermae. Pada subdivisio
angiospermae ini dibagi menjadi dua kelas, yaitu monocotyledoneae dan Dicotyledoneae.
Berhubung materi mengenai tumbuhan Gymnospermae dan Angiospermae untuk kelas
monocotyledoneae sudah kita bahas pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, maka untuk
makalah yang akan disajikan kali ini akan dibahas mengenai tumbuhan Angiospermae pada
kelas Dicotyledoneae.
Dicotyledoneae merupakan kelompok tumbuhan yang mempunyai lembaga dengan dua
daun lembaga dan ujung akar serta pucuk lembaga yang tidak mempunyai pelindung yang
khusus, serta masih banyak ciri-ciri lainnya yang nantinya akan diuraikan didalam makalah
ini.
Tjitrosoepomo 2002 membagi classis Dicotyledoneae menjadi tiga sub classis. Antara
lain : Monoclamidae/Apetalae, Dyalipetalae, Sympetalae

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah yang dimaksud dengan Apetalae (Monochlamidae) ?
2. Tanaman apa saja yang tergoolong Apetalae (Monochlamidae) ?
3. Bagaimana habitat, morfologi dan struktur masing masing tanaman Apetalae
(Monochlamidae) ?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui dan memahami tanaman Apetalae ( Monochlamidae)
2. Mengetahui dan mengenali tanaman Apetaladae ( Monochlamidae)
3. Mengetahui habitat, morfologi, dan struktur dari tanaman Apetalae (Monochlamidae)
BAB II

PEMBAHASAN

3.1 Pengertian Apetalae


Apetalae adalah hiasan bunga yang tubggal yang biasanya menyerupai kelopak, jarang
menyerupai mahkota. Apetalae terbagi kedalam beberapa ordo yakni Casuarinales, Fragales,
Myricales, Juglandales, Salicales, Urticales, Piperales, Proteales, Santalales, Polygonales,
Caryophyllales, Euphorbiales, dan Hammalidales.

Hiasan bunga tidak ada atau kalau ada hanya tunggal, oleh sebab itu disebut
Monochlamydeae ( Mono = satu, tunggal; chlamydos = mantel, selubung). Hiasan bunga
menyerupai kelopak, jarang menyerupai mahkota, oleh sebab itu dinamankan Apetalae ( a =
tidak, tanpa ; petala = daun mahkota). Hanya pada golongan tertentu saja terdapat hiasan
bunga ganda antara lain pada suku Caryophyllaceae. Benang sari sama banyaknya dengan
jumlah daun-daun hiasan bunga, duduknya berhadapan dengan daun-daun hiasan bunga,
atau terdapat jumlah benang sari yang lebih banyak.

3.2 Macam – macam Apetalae


Tumbuh-tumbuhan yang termasuk dalam Anak kelas ini meliputi beberapa bangsa (Ordo)
yaitu:

1. Ordo Casuarinales
Ordo Casuarinales adalah salah satu bangsa/ordo anggota tumbuhan berbunga.
Ordo ini hanya terdiri dari satu famili, yaitu : Famili Casuarinaceae.
a) Famili Casuarinaceae
 Batangnya berkayu, cabang-cabang yang muda berwarna hijau dan cabangnya
kecil.
 Daun termodifikasi seperti sisik, daunnya tersusun secara berkarang, dan
memiliki biji yang bersayap.
 Batangnya berbuku-buku dengan daun-daun yang amat tereduksi menjadi
seperti selaput kecil dan tersusun berkarang.
 Bunga uniseksualis, bunga jantan di ujung dahan dan bunga betina di ujung
cabang pendek dalam karangan spika.
 Buahnya buah kurung yang bersayap dan diselubungi oleh dua daun
pelindungnya yang menjadi berkayu.
 Habitusnya perdu dan pohon.
 Penyebarannya di belahan bumi selatan, terutama di wilayah tropis dunia lama,
termasuk indo-malaysia, australia, dan kepulauan pasifik.

2. Ordo Fagales
Ordo fagales adalah salah satu bangsa tumbuhan berbunga. Ordo ini meliputi
tumbuh-tumbuhan yang berbatang kayu dengan daun serta daun-daun penumpu yang
lekas runtuh. Bunga berkelamin tunggal tersusun dalam majemuk yang menyerupai
bangunan lada dengan penyerbukan secara anemogami. Buahnya buah keras yang berisi 1
biji. Biji tanpa endosperm dengan lembaga yang lurus. Ordo Fagalesmeliputi beberapa
suku (familia):
a) Suku (Familia) Betulaceae
 Terdiri atas pohon-pohon atau perdu dengan daun tunggal yang tersebar dan
daun penumpu yang lekas runtuh.
 Bunga berkelamin tunggal berumah 1, tersusun dalam bunga majemuk yang
menyerupai bunga lada dan terdiri atas bagian-bagian yang bersifat simos
 Hiasan bunga tidak ada atau berupa tenda bunga yang kecil, berbilangan 4,
bebas atau berlekatan satu sama lain.
 Bunga jantan melekat pada daun pelindungnya dengan 2-12 benang sari yang
seringkali terbelah, dalam bunga-bunga yang berbilangan 4 duduknya
berhadapan dengan daun-daun tenda bunga.
 Bunga betina dengan putik yang terdiri atas 2 daun buah dan mempunyai 2
kepala putik, bakal buah beruang 2, tiap ruang dengan 2 atau 1 bakal biji,
masing-masing dengan 1 selaput biji.
 Buahnya buah keras dengan 1 biji, biji tanpa endosperm
 Daun pelindung pada pertumbuhan buah membesar seperti sayap.
Suku ini meliputi 6 marga dengan ± 100 jenis yang tersebar di sebelah utara
khatulistiwa.

b) Famili Fagaceae
 Tumbuh – tumbuhan berkayu dengan daun – daun tunggal yang kedudukannya
tersebar dan daun penumpu yang lekas gugur.
 Bunga berkelamin tunggal dan berumah satu.
 Uniseksual, bunga jantan tunggal/ karangan capitulum/ amentumm dan bunga
betina : tunggal/ berkelompok.
 Habitusnya semak dan pohon.
 Tumbuhan asli kawasan tropis dan subtropis asia, penyebaran di Indonesia
yaitu Sumatera, Jawa dan Kalimantan.
 Tumbuh di daerah dataran rendah sampai 2000 m di atas permukaan laut.
 Manfaat saninten yaitu untuk balok pada perumahan dan jembatan, papan,
tiang dan rusuk dan baik untuk dijadikan sirap. Kayu saninten tidak mudah
pecah.

3. Ordo Myricales
Bangsa ini hanya terdiri atas satu suku yaitu suku Myricaceae, yang terdiri atas
tumbuh-tumbuhan berkayu dengan daun-daun tunggal yang tersebar, mempunyai daun-
daun penumpu atau tidak ada. Pada daun terdapat sel-sel minyak. Bunga berkelamin
tunggal. Tersusun dalam bulir-bulir tunggal atau majemuk. Bunga tanpa hiasan bunga,
pada jantan memiliki 2-16 benang sari. Pada betina dengan bakal buah menumpang yang
terdiri atas 2 daun buah. Mempunyai 1 ruangan dan 1 bakal biji dengan 1 selaput biji.
Buahnya buah batu, biji tanpa endosperm. Suku ini meliputi marga Myrica dengan
kurang lebih 50 jenis yang tersebar di Eropa, Asia dan Amerika, misalnya: Myrica
cerifera yang bermanfaat menghasilkan lilin

4. Ordo Juglandales
Bangsa ini meliputi pohon-pohon dengan daun-daun majemuk menyirip gasal yang
duduknya tersebar, kadang-kadang berhadapan. Daun penumpu tidak terdapat. Bunga
berkelamin tunggal, anemogami, berumah satu. Buahnya buah semu yang menyerupai
buah batu atau buah keras yang diselubungi semacam kupula dengan kulit luar tipis atau
berdaging dan kulit dalam yang keras. Biji tanpa endosperm. Bunga jantan dengan tenda
bunga yang biasanya berbilangan 4 yang beserta daundaun pelindung berlekatan dengan
bakal buahnya. Bakal buah tenggelam, beruang 1 dengan 1 bakal biji yang mempunyai 1
selaput biji. Buahnya buah semu yang menyerupai buah batu atau buah keras yang
diselubungi semacam kupula dengan kulit luar tipis atau berdaging dan kulit dalam keras.
Biji tanpa endosperm. Dalam ordo Juglandales terdapat suku (Familia) Juglandaceae Ciri-
cirinya sebagai berikut :
a) Pohon-pohon dengan daun majemuk menyirip gasal yang tersebar atau berhadapan
tanpa daun penumpu, daun kaya akan zat-zat yang berbau sedap. Bunga berkelamin
tunggal, berumah satu,anemogami.
b) Bunga jantan tersusun dalam bulir yang terdiri atas banyak bunga, kebanyakan
dengan hiasan bunga, bunga betina dalam bulir yang lebih sedikit akan bunga.
c) Masing-masing bunga betina dengan hiasan bunga, pada bagian bawah diselubungi
badan yang menyerupai kupula, yang nanti akan menjadi selubung buah yang
berdaging atau berubah menjadi alat untuk beterbangan.
Suku ini terdiri atas 6 marga,dengan ± 50 jenis yang tersebar di daerah-daerah iklim
sedang di belahan bumi utara dan daerah Asia tropika dan Amerika Selatan.

5. Ordo Salicales
Bangsa terdiri hanya atas suku Salicaceae, yang meliputi tumbuh-tumbuhan yang
berbatang kayu dengan daun-daun tunggal yang tersebar dan mempunyai daun-daun
penumpu. Bunga berkelamin tunggal, berumah dua, jarang sekali berumah satu, tersusun
dalam bulir tanpa hiasan bunga atau jika ada amat tereduksi dan tidak pernah menyerupai
mahkota. Pada pangkal bunga terdapat suatu badan seperti piala atau cakram yang sering
dipandang sebagai hiasan bunga yang tereduksi. Bunga jantan dengan 2-8 benang sari,
bunga betina dengan satu putik yang terdiri atas dua buah deengan bakal buah yang
duduknya menumpang. Mempunyai 1 ruang yang mengandung banyak sekali bakal biji
yang anatrop dengan 2-4 papan biji yang parietal. Bakal biji dengan 1 selaput biji.
Penyerbukan secara anemogami atau entomogami. Buahnya bunga kendaga yang
membuka dengan 2 katup. Biji amat kecil dengan seberkas rambut dari tali pusarnya,
endosperm sedikit atau tidak ada. Suku ini hanya terdiri atas 2 marga dengan ±300 jenis
yang tersebar di daerah beriklim sedang di bagian belahan utara bumi dan beberapa jenis
di daerah tropik. Beberapa jenis sebagai contoh :
 Populus : P. nigra, P. balsamifeera, P. deltoids
 Salix : S. alba, S. fragillus, S. purpurea, S. Amygdalina
Cabang-cabang muda berbagai jenis mudah dibengkokkan seperti rotan dan banyak
pula digunakan sebagai bahan anyaman. Adapun ciri-ciri Salix alba sehingga dimasukkan
ke dalam ordo Salicales dan familia Salicaceae adalah daun-daun tunggal yang tersebar
dan mempunyai daun-daun penumpu. Bunga tersusun dalam bulir tanpa hiasan bunga
atau jika ada amat teerduksi dan tidak pernah menyerupai mahkota. Pada pangkal bunga
terdapat suatu badan seperti piala atau cakram yang sering dipandang sebagai hiasan
bunga yang tereduksi. Bunga jantan dengan 2 benang sari. Manfaat Salix alba sebagai
obat pengurang rasa sakit dan penurun panas, menghasilkan senyawa aktif salisin (Salix)
jika diekstrak.Salix alba juga disebur willow putih.

6. Ordo Urticales
Ordo urticales adalah salah satu bangsa/ordo anggota tumbuhan berbunga. Ordo ini
meliputa terna, semak-semak maupun pohon-pohon dengan kebanyakan daun-daun
tunggal yang tersebar dan mempunyai daun penumpu. Bunga kebanyakan berkelamin
tunggal, tersusun dalam bunga majemuk terbatas, biasanya kecil-kecil, aktinomorf
dengan tenda bunga yang berwarna hijau.
Penyerbukan secara anemogami, pembuahan kalazogami atau bentuk-bentuk
peralihan ke porogami. Buahnya buah keras atau buah batu. Ordo urticales ini meliputi
Famili Moraceae, Famili Cannabiaceae, dan Famili Urticaceae.
a) Famili Moraceae
 Habitusnya berupa pohon.
 Bergetah putih atau bening.
 Daun-daun tunggal yang duduknya tersebar dengan daun-daun penumpu yang
lebar yang kadang-kadang memeluk batang.
 Stipula besar melindungi batang, daun tersebar.
 Bunga berkelamin tunggal, tersusun dalam bunga majemuk berbatas, yang
berbentuk bongkol, tongkol, atau periuk.
 Bunga uniseksual ukurannya kecil. Brachtea besar melindungi batang muda.
 Organ vegetatif : bergetah susu (putih), berdaun penumpu berbentuk tudung,
bila gugur meninggalkan bekas perlekatan apda ranting berupa lingkaran cincin
di ketiak keduduakn daun.
 Organ generatif : bunga/buah semu, dasar bunga (receptaculum) pada marga
ficus tumbuh keluar melanjut, melingkar bentuk bulat, pada bagian atasnya
terdapat pintu tempat masuknya serangga (semut)
 Bunga jantan dengan tenda bunga yang berbilangan 2 → 6, kebanyakan 4,
benang sari sama dengan daun hiasan bunga.
 Bunga dengan bakal buah yang tenggelam sampai menumpang, dengan 1 atau
2 tangkai putik.
 Bunga jantan dan bunga betina terletak di luar dasar bunga.
 Penyebarannya di seluruh wilayah Indonesia dan daerah tropis.
b) Famili Cannabiaceae
 Tumbuhan yang mirip dengan famili moraceae.
 Terdiri dari 2 marga yaitu cannabis (herba tegak) dan humulus (memanjat).
 Terna berbau aromatik tanpa getah.
 Daun tunggal bertoreh menjari, uduknya tersebar atau berhadapan, dengan
daun-daun penumpu yang bebas dan tidak gugur.
 Bunga berkelamin tunggal, berumah 2, tersusun dalam bungan majemuk
berbatas yang menyerupai tandan, bongkol, atau bunga lada.
 Bunganya actinomorphic (radial simetris) dan tidak mencolok, karena tanaman
ini diserbuki oleh angin. Kelopak pendek dan tidak ada mahkota.
 Putik terbuat dari dua bawaan karpel , ovarium biasanya unggul adalah
unilocular dan tidak ada jumlah tetap pada benang sari.
 Buahnya buah keras dengan biji yang mempunyai lembaga yang bengkok atau
tergulung.
c) Famili Urticaceae
 Kebanyakan berupa terna dan semak yang tidak bergetah.
 Daun tunggal, tersebar atau berhadapan dengan penumpu/stipula yang
seringkali tidak sama besar.
 Bunga berkelamin tunggal jarang banci, tersusun dalam tukal – tukal atau
bongkol yang simos dan selanjutnya terkumpul dalam rangkaian yang
menyerupai tandan atau bunga lada.
 Bunga dengan tenda bunga yang berjumlah 4 → 5 (kadang – kadang 2 → 3),
benang – benang sari sama banyaknya dengan daun tenda bunga, berhadapan
dengan daun tenda bunga, dalam kuncup membengkok ke dalam, pada waktu
bunga mekar lalu membengkok keluar.
 Putik dengan 1 kepala putik yang berbentuk seperti bulu atau seberkas rambut
– rambut.
 Bunga dalam perbungaan ( cymosa, spika, capitulum ).
 Umumnya uniseksualis, bunga jantan 4 stamen.
 Seringkali ada stamenodium, berupa sisik terdapat pada bagian basis dari
pistilum

7. Ordo Piperales
Ordo piperales adalah salah satu bangsa tumbuhan berbunga. Kebanyakan berupa
terna, hanya kadang-kadang berupa tumbuh-tumbuhan dengan batang yang berkayu.
Daun tunggal, bunga amat kecil berkelamin tunggal atau banci tanpa hiasan bunga.
Dalam ordo ini terdapat 3 famili : Famili Piperaceae, Famili Saururaceae, dan Famili
Chloranthaceae.
a) Famili Piperaceae
 Terna atau tumbuh-tumbuhan berkayu seringkali memanjat dengan
menggunakan akar-akar pelekat.
 Umumnya memiliki daun berbentuk jarum dan batang berbuku.
 Memiliki bau aromatis karena ada sel minyak.
 Biseksual dan uniseksual
 Daun tunggal bentuk jantung, yang duduknya tersebar atau berkarang dengan
atau tanpa daun – daun penumpu.
 Perbungaan berupa spika dengan ukuran bunga yang kecil dan brakhteatus.
 Bunga tersusun dalam bunga majemuk yang disebut bunga lada (amentum),
masing – masing kecil tanpa hiasan bunga, berkelamin tunggal atau banci
dengan 1 → 10 benang sari ; putik terdiri 1 → 6 bakal biji yang tegak pada
dasarnya.
 Buahnya buah batu atau buah buni, jadi dengan endosperm dan perisperm.

8. Ordo Proteales
Bangsa ini hanya terdiri dari satu suku yaitu Proteaceae, dengan ciri-ciri habitus
pohon atau perdu, jarang berupa terna. Daun tunggal, bertorah pertualangan menyirip,
daun kaku atau seperti belulang, duduk tersebar atau berhadapan tanpa daun penumpu.
Bunga hemaprodit atau berubah menjadi uniseksual karena adanya reduksi pada salah
satu kelamin bunga. Bunga tersusun bentuk bulir, tandan atau tongkol. Masing-masing
bunga dengan hiasan bunga menyerupai mahkota berbilangan 4, aktinomorf atau
zigomorf. Benang sari berhadapan dengan daun tajuk hiasan bunga dan berlekatan tetap
kepala sari bebas. Bakal buah menumpang, beruang 1 dengan 1 sampai banyak bakal
buah yang parietal. Tiap bakal biji dengan 2 selaput. Buahnya buah kendaga atau buah
kurung, biji tanpa endosperm. Lembaga dengan lebih katiledon. Suku ini terdiri dari 50
marga dengan 1200 jenis yang tersebar di daerah sebelah selatan khatulistiwa terutaman
didaerah Australia dan Afrika selatan.

9. Ordo Santales
Merupakan tumbuh-tumbuhan berbatang kayu atau terna yang sering bersifat sebagai
parasit dengan daun-daun tunggal yang tersebar atau berhadapan, tanpa daun penumpu.
Bunga mempunyai tenda bunga dengan benang-benang sari yang berhadapan dengan
daun-daun tenda bunga, seringkali terdapat hiasan bunga yang rangkap dan benang
benang sari yang tersusun dalam 1 sampai 2 lingkaran. Bakal buah tenggelam, beruang 1
sampai 3 tiap ruang dengan 1 bakal biji dengan tembuni di pusat. Kadang-kadang bakal
biji tidak jelas terpisah dari papan bijinya tanpa selaput. Bangsa ini mempunyai beberapa
famili, yaitu :
a) Suku santalaceae
 Terna, perdu, atau pohn-pohon yang kadang-kadang hidup sebagai setengah
parasit, dengan daun-daun tunggal yang duduknya tersebar atau
berhadapan.bunga amat kecil, banci atau berkelamin tunggal, terpisah-pisah
atau berkelompok dalam ketiak-ketiakdaun.
 Kelopak seringkali menyerupai mahkota, mahkota tidak ada. Benang sari sama
banyaknya dengan jumlah daun kelopak, berhadapan dengan daun-daun
kelopak tadi.
 Bakal buah tenggelam, beruang 1 dengan 2-4 bakal biji dengan tembuni di
pusat, bakal biji tanpa selaput atau dengan 1 selaput.
 Buahnya buah keras atau buah batu dengan 1 biji tanpa kulit biji, endosperm
besar berdaging, lembaga kecil.

Suku ini meliputi 400 jenis terbagi dalam 30 marga yang kebanyakan terdapat di
daerah tropika, di antaranya : Santalum : S. album (cendana) yang banyak terdapat di
Nusa Tenggara Timur (Sumba, Timor) untuk diambil kayunya dan minyak. Santalum
album.

b) Suku loranthaceae
 Setengah parasit yang batangnya berkayu, tumbuh pada dahan anggota-
anggotaGymnospermae dan Dicotyledoneae yang berkayu, dengan daun-daun
tunggal yangkaku seperti belulang, duduknya bersilang/berhadapan atau
berkarang, tanpa daunpenumpu.
 Kadang-kadang tidak terdapat daun-daun, dalam hal itu ruas-ruas cabang-
cabangnya berwarna hijau dan berfungsi sebagai alat untuk asimilasi.
 Tumbuh-tumbuhan membentuk alat penghisap yang beraneka rupa
 Pada perkecambahan alat pelekatnya ada yang lalu membentuk alat penghisap
yang pipih dan meluas melekat pada kayu inangnya. Adapula yang dari alat
pelekat itu tumbuh streng-streng penghisap seperti akaryang meluas pada
permukaan gelam tumbuh-tumbuhan inangnya dan dari streng-streng tersebut
masuk ke dalam kayu alat penghisap yang disebut penyelam, ada pul yang
langsung dari cakram pelekatnya mengeluarkan penyelam ke bagian kayu
inangnya.
 Bunga banci atau berkelamin tunggal
 Berumah 1 atau 2
 Aktinomorf dengan tenda bunga yang sedikit terdiferensiasi atau jelas
mempunyai hiasan bunga yang rangkap, hiasan bunga berbilangan 2-3.
 Benang sari sama banyaknya dengan taju-taju tenda bunga dan berhadapan
dengan taju-taju tersebut, bebas atau sedikit banyak berlekatan dengan tenda
bunga tadi.
 Bakal buah tenggelam dalam sumbu bunganya, biasanya tidak jelas diferensiasi
antara tembuni dengan bakal bijinya
 Buahnya menyerupai buah batu, bagian pusat mengandung 1 atau tidak jelas
diferensiasi antara papan biji dengan bakal bijinya k. Buahnya menyerupai
buah batu, bagian pusat mengandung 1 atau beberapa lembaga dan biasanya
diselubungi oleh suatu substansi seperti lendir yang berasal dari lapisan dalam
sumbu bunga l. Lembaga mempunyai 2 kadang-kadang 3-6 daun lembaga
Penyerbukan biasanya secara entomogami atau ornitogami, tetapi terdapat pula
anemogami. Antara penyerbukan dan pembuahan terdapat perbedaan waktu
yang lama. Penyebaran biji/buah biasanya secara ornitokori.86 Loranthaceae
terdiri atas + 40 marga dengan 1.300 jenis yang tyersebar luas di daerah
tropika, hanya sebagian kecil terdapat di luar tropika.

c) Suku balanophoraceae
 Parasit-parasit sejati, yang sama sekali tak mempunyai klorofil lagi, biasanya
hidup pada akar tumbuh-tumbuhan yang berkayu dengan bagian-bagian
vegetatif yang mengalami reduksi yang amat mendalam.
 Pada tumbuh-tumbuhan inang terdapat semacam rimpang yang serupa umbi
dengan percabang-cabangan serupa yang langsung bersambungan dengan akar
tumbuhan inangnya, tanpa penyelam, daun-daun tereduksi berupa sisik-sisik
atau sama sekali tidak ada.
 Pada ujung umbi atau percabangannya terdpat bunga majemuk yang nanti
muncul di atas tanah, berupa bongkol atau bulir, kadang-kadang mulai rapat.
 Bunga telanjang atau dengan tenda bunga yang kecil, dengan tenda bunga yang
berbilangan 3-4 atau kadang-kadang 2-8 seringkali berlekatan.
 Benang sari berhadapan dengan daun-daun tenda bunga, jumlahnya sama
dengan daun-daun tenda bunga atau kurang
 Kepala sari dengan 1 atau beberapa ruang sari
 Bunga betina biasanya telanjang, bakal buah menumpang, terdiri atas 1-3 daun
buah,beruang 1 dengan 1-3 bakal biji tanpa selaput.
 Kadang-kadang bakal biji tidak jelas, dalam tembuni atau dinding bakal buah
lalu terdapat kandung lembaga Penyerbukan secara entomogami atau
anemogami. Buahnya buah keras berisi 1 biji dengan endosperm dan lembaga
kecil yang belum terdiferensi. Penyebaran dengan perantaraan semut.
Suku ini meliputi lebih dari 100 jenis yang terbagi dalam 17 marga terutama dalam
hutan-hutan di daerah tropika, a.l. : Balanophora: B. globosa, B.elongata. Lophophyum: L.
leandri Langsdorffia: L. hypogea Helosis: H. Brasiliensis

d) Suku cynomoriaceae
 Parasit-parasit akar yang berwarna perang kemerahan-merahan, tanpa klorofil
mempunyai rimpang yang mengeluarkan akar-akar adventif dan akar-akar
inilah timbul haustoria yang melekat pada tumbuhan inangnya.
 Batang tidak bercabang dengan daun-daun yang berbentuk sisik. Bunga banci
atau berkelamin tunggal, tersusun dalam bunga maemuk yang berbentuk
tongko,l atau menyerupai gada.
 Mempunyai tenda bunga, 1 benang sari, bakal buah yang tenggelam beruang 1
dengan 1 bakal biji yang mempunyai 1 selaput. Habitus menyerupai
Balanophoraceae, tetapi jelas berbeda dalam bentuk susunanm rimpang dan
terdapatnya selaput bakal biji. Suku ini bersifat monotipik, hanya terdiri atas 1
marga dengan 1 jenis: Cynomorium coccineum, yang hidup sebagai parasit
pada akar berbagi macam tumbuhan halofita di pantai Laut Tengan dan
padang-padang rumput di Asia Barat. Dalam bangsa Santales masih termasuk
beberapa suku yang belum mendapatkan perhatian yang cukup dari para ahli
ilmu tumbuhan : Suku : Grubbiaceae, Octocnemaceae, Olacaceae, Opiliaceae,
dan Myzidendraceae.
10. Bangsa Polygonales
Ordo ini hanya terdiri atas 1 suku Polygonaceae dengan ciri-ciri sebagai berikut :
Terna, perdu atau pohon-pohonan dengan daun-daun yang duduknya tersebar dan
mempunyai omrea yang memeluk batang. Bunga dengan tenda bunga atau jelas dengan
kelopak dan mahkota, banci (hemaprodit) atau erkelamin tunggal, aktinomorf, berbilang
2 sampai 3 atau 5. Benang sari 4 sampai 12, kebanyakan 6 sampai 9. Putik terdiri atas 2
sampai 4 daun buah dengan tangkai putik yang sama dengan jumlah daun buahnya, bakal
buah menumpang, dikelilingi oleh sebuah cakram, beruang 1 dengan 1 bakal biji yang
atrop atau kadang-kadang anatrop. Buahnya buah keras berbentuk pipih atau segi tiga,
kadangkadang diselubungi tenda bunganya. Biji mempunyai endosperm tanpa perisperm.
Suku ini meliputi 800 jenis yang terbagi dalam 32 marga kebanyakan tersebar disebelah
utara khatulistiwa.
Beberapa contoh : Rheum ; Rheum palmatum, Rheum officinale, keduannya
menghasilkan “radix rhei” yang berguna untuk obat-obatan. Di Jawa Tengah untuk
industry rokok klemak menyan. Rheum raponticum, Rheum rhabarbarum (sayuran)
Fagopyrum : Fagopyrum esculentum (soba), dapat dimakan. Antigonon : A. leptopus (Air
mata pengantin , banyak ditanaman sebagai tanaman hias). Polygonum : P. umplexicaule,
P. aviculare, P. perfoliatum.Rumex : R. crispus, R. ambiguous, R. sagittatus ( Sayuran )

11. Bangsa Caryophyllales


Umumnya berupa terna, jarang sekali tumbuh-tumbuhanyang berkayu. Daun tunggal,
biasanya tanpa daun penumpu. Bunga banci ataukarena adanya reduksi menjadi
berkelamin tunggal, aktinomorf, dengan tenda bunga yangrangkap atau tunggal atau jelas
dengan kelopak dan mahkota. Benang sari dalam satulingkaran, berhadapan dengan tenda
bunga atau dalam dua lingkaran. Bakal buahtenggelam atau menumpang, kebanyakan
beruang satu dengan banyak 1 bakal biji yangkampilotrop, yang hampir selalu
mempunyai 2 selaput biji, terletak pada tembuni yang sentral. Biji dengan lembaga yang
bengkok mengelilingi perispermnya. Ordo ini mencakup beberapa famili, diantaranya :
a) Suku (Familia) Chenopodiaceae
Terna atau kadang-kadang tumbuhan berbatang kayu (yang sering
memperlihatkancara penebalan yang abnormal) dengan daun-daun tunggal yang
duduknya tersebar, jarangsekali berhadapan, kadang-kadang bersifat sukulen. Tanpa
daun penumpu. Bunga kecilkehijau-hijauan, tersusun dalam bunga majemuk yang
rasemos, kebanyakan aktinomorf 90dengan tenda bunga yang tunggal, banci, atau
berkelamin tunggal. Tenda bunga berbilangan 1 sampai 5 atau sama sekali tidak ada.
Benang sari sama atau kurang daripada jumlah daun tenda bunga duduknya
berhadapan dengan daun-daun tenda bunga, dalam kuncup membengkok ke dalam.
Bakal buah menumpang atau setengah tenggelam, terdiri atas 2 daun buah dengan 2
sampai 5 kepala putik, beruang 1 dengan 1 bakal biji yang kamilotrop dengan tali
pusar yang basal. Buahnya buah keras atau buah yang kalau masak membuka dengan
sebuah tutup, biasanya diselubungi daun daun tenda bunga yang berdaging. Bunga
dengan perisperm yang dikelilingi oleh lembaga yang tergulung. Suku ini meliputi
±1400 jenis, dari ± 100 marga. Contoh: Chenopodium abrosioides, Beta vulgaris,
spinocia oleracea, Salicorniaherbacea, salsola soda, Holoxylon ammodendron dll.

b) Suku (Familia) Amaranthaceae


Terna berumur pendek atau tumbuh-tumbuhan berbatang kayu, dengan daun-
daun yang kadang-kadang bersifat sukulen,duduknya berhadapan atau tersebar tanpa
daun penumpu. Susunan bunga menyerupai bunga Chenopodiaceae. Bunga terdapat
dalam ketiak-ketiak daun atau tersusun dalam bunga majemuk yang bersifat seperti
dikasium yang selanjutnya tersusun lagi dalam rangkaian-rangkaian yang
menyerupai bulir, seringkali berwarna kehijau-hijauan. Benang sari pada pangkalnya
seringkali berlekatan menjadi buluh, seringkali diantaranya terdapat
pseudostaminodium yang bersifat petaloid. Bakal buah menumpang, beruang 1
dengan 1 bakal biji. Tangkai putik tidak ada atau berbentuk benang dengan kepala
putik yang berbentuk kancing atau terbelah. Bakal biji kampilotrop, tegak atau
bergantungan pada tali pusar yang basal. Buahnya buah buni, 91 buah keras atau
buah kering yang membuka dengan sebuah tutup, kadang-kadang diselubungi tenda
bunga. Biji dengan lembaga yang bengkok melingkari endospermnya. Suku ini
memiliki ± 850 jenis.Contoh: Amaranthus spinosus, Celosia cristata, Alternanthera
sessilis, Gomphrena globosa.Celosia cristata Celosia Plumosa
c) Suku( Familia) Phytolaccaceae
Terna atau tumbuh-tumbuhan berbatang berkayu dengan daun daun tunggal
yang tersebar dan hampir selalu tanpa daun-daun penumpu. Bunga amat kecil
tersusun dalam bunga majemuk yang bersifat simos atau rasemos, banci, kadang-
kadang karena terjadi reduksi menjadi berkelamin tunggal, aktinomorf, tenda bunga
tunggal, hanya kadang-92 kadang saja mempunyai hiasan bunga yang rangkap,
berbilangan 4 sampai 5, biasanya tetap tinggal menyelubungi buah. Susunan benang
sari macam-macam ada yang sama jumlahnya dengan jumlah daun-daun hiasan
bunga, duduknya berseling atau berhadapan dengan daun-daun hiasan bunga
tersebut, dapat juga terdapat jumlah benang sari yang besar. Bakal buah buah
menumpang terdiiri dari 1 atau tak terhitung daun buah, sinkarp atau apokarp, tiap
ruang dengan 1 bakal biji. Buahnya buah buni atau buah kendaga, beruang 1 atau
beruang banyak yang dapat pecah menjadi bagian-bagian buah yang masing-masing
berisi 1 biji. Biji mempunyai salut, perisperm bertepung, lembaga bengkok
melingkari perispermnya.
Meliputi ±120 jenis dari 17 marga. Contoh Phytolacca decandra, P.
Americana. Rivina humilis L Klasifikasi Getih getihan Rivina humilis L :

d) Suku (Familia) Nyctaginaceae


Terna atau tumbuhan berkayu dengan daun-daun tunggal yang duduknya
berhadapan, tanpa daun penumpu. Bunga tersusun dalam kelompok-kelompok kecil
yang seringkali diselubungi oleh daun-daun pelindung yang berwarna menarik, banci
atau karena adanya reduksi berkelamin tunggal, aktinomorf, atau sedikit zigomorf.
Hiasan bugna tunggal, kebanyakan menyerupai mahkota, kadangkadang kecil sekali,
berbilangan 5 dan berlekatan satu sama lain, di luarnya sering terdapat daun-daun
pembalut yang menyerupai kelopak. Bagian bawah hiassan bunga tinggal sebagai
selubung buah. Benang sari 1 10, tersusun dalam 2 lingkaran, duduk berseling
dengan taju-taju hiasan bunga. Bakal buah menumpang, beruang satu yang basal.
Penyerbukan secara entomogami atau kleistogami. Buahnya buah kurung, dinding
buah rapat dan berlekatan dengan kulit biji. Lembaga lurus atau bengkok, biji
mempunyai perisperm.93 Suku ini meliputi ± 30 marga dengan ± 300 jenis. Contoh:
Bougenvillea spectabilis, Mirabilis jalapa dll

e) Suku (Familia) Aizoaceae


Terna berumur pendek atau panjang atau tumbuh-tumbuhan berkayu dengan
daundaun yang berhadapan, jarang sekali tersebar, biasanya sukulen dan merupakan
rozet akar, kadang-kadang terduksi, dengan daun-daun penumpu. Bunga hampir
selalu banci, aktinomorf dengan tenda bunga yang berbilangan 5 sampai 8, bebas
atau berlekatan, kadang-kadang jelas dengan kelopak dan sejumlah besar daun daun
mahkota yang merupakan metamorfosis benang-benang sari yang paling luar.
Benang sari 5, duduk berseling dengan daun daun tenda bunga, atau banyak dan
berlekatan pada pangkalnya. Bakal buah menumpang sampai tenggelam, beruang 1
sampai 20. Dengan tembuni disudut, basal, atau perial bakal biji tak terhingga,
anatrop atau kamilotrop. Buahnya buah kendaga atau buah keras atau berdaging
seperti buah buni. Biji dengan perisperm yang bertepung dan lembaga yang bengkok,
seringkali mempunyai salut biji. Suku ini meliputi ± 600 jenis. Contoh:
Mesembryanthemum edule, Tetragonia expansa,Mollugo pentaphylla.

f) Suku (Familia) Cactaceae


Batang Sukulen, kebanyakan xerofita atau kadang-kadang epifita, tanpa daun
daun. Batang tebal berdaging (dengan jaringan air) dengan bentuk yang beraneka
ragam, bulat, bersegi, silinder, seperti pilar, dll. Daun-daun telah tereduksi menjadi
duri-duri, jarang sekaliterdapat daun-daun yang normal, di dalam ketiaknya
seringkali terdapat berkas rambut-rambut.
Bunga relatif besar, duduk diatas bantalan-bantalan daun, aktinomorf atau
sedikit zigomorf, banci, dengan sumbu bunga yang panjang berbentuk buluh.. Hiasan
bunga terdiriatas sejumlah besar daun-daun hiasan bunga yang biasanya sukar
dibedakan antar kelopak dan mahkotanya, di bagian bawah seringkali berlekatan
menjadi suatu buluh. Benang sari , bakal buah tenggelam, mempunyai satu tangkai
putik, tersusun atas beberapa daun buah, beruang 1 dengan tembuni di dinding. Bakal
biji dengan 2 selaput biji, buahnya buah buni yang berisi banyak biji, biji dengan
sedikit atau tanpa endosperm. Suku ini meliputi ± 100 marga dengan ± 1500 jenis
.Contoh: Cereus giganteus,Opuntia vulgaris, Nopaleacoccinellifera

g) Suku (Familia) Portulacaceae


Terna atau semak-semak kecil dengan daun-daun tunggal yang tebal berdaging,
duduknya tersebar atau berhadapan atau dalam rozet,dengan daun-daun penumpu
yang tipis seperti selaput atau mengalami metamorfosis menjadi seberkas rambut-
rambut,jarang sekali tanpa daun penumpu. Bunga banci aktinomorf. Bunga dengan 2
sampai 5 daun-daun pembalut atau lebih yang menyerupai kelopak: tenda bunga
berbilangan 4 sampai 6, biasanya lekas gugur. Benang sari sama dengan jumlah daun
hiasan bunga atau lebih banyak atau kurang. Biasanya duduk berhadapan dengan
daun-daun gtenda bunga. Bakal buah menumpang atau setengah tenggelam,
mulamula beruang banyak, kemudian menjadi beruang 1 karena lenyapnya sekat-
sekat, berisi 1 bakal biji yang kampilotrop dengan tembuni yang sentral. Buahnya
buah kendaga yang membuka dengan katup-katup atau dengan sebuah tutup biasanya
mengandung banyak biji. Biji dengan perisperm yang besar, lembaga bengkok
mengelilingi perisperm. Suku ini meliputi 19 marga dengan ± 500 jenis yang
sebagian besar Xerofita. Contoh: Portulacaoleraceae, P. grandiflora, Talinum
triangulare, montia minor dll

h) Suku (Familia) Basellaceae


Terna berumur panjang, batang membelit, kaang-kadang sedikit berkayu,
dengan daun-daun tunggal yang tersebar, seringklai bersifat sukulen, tanpa daun
penumpu, bunga dalam bunga majemuk yang rasemos, banci, jarang sekali
berkelamin tunggal, aktinomorf, dengan 5 daun tenda bunga yang berlekatan pada
pangkalnya serta 2 daun pembalut yang 96 seringkali dikira daun-daun kelopak.
Benang sari 5, berhadapan dengan daun-daun tendabunga, pada pangkal berlekatan
dengan daun-daun tenda bunga. Daun buah menumpang, mempunyai 1 tangkai putik,
dengan 1 bakal biji yang kamilotrop dengan tembuni didasarnya. Buahnya buah buni
atau buah batu, berdaging, diselubungi oleh daun-daun tenda bunga yang tidak
gugur. Biji dengan sedikit endosperm dan lembaga yang bengkok. Suku ini meliputi
5 marga dengan ± 20 jenis. Contoh: Basella alba, B. rubra: Ullucus tuberosus:
Boussingaultia baselloides.

i) Suku (Familia) Caryophyllaceae


Terna atau kadang-kadang semak-semak kecil dengan daun-daun yang sempit
yangduduknya tersebar, dengan atau tanpa daun-daun penumpu. Bunga tersusun
dalam bunga majemuk yang simos, banci atau berkelamin tunggal, seringkali dengan
daun-daun peralihan atas yang steril sebagai selubung atau mempunyai kelopak dan
mahkota, hampirselalu berbilangan 5. Benang sari 5 -10, tersusun dalam 1 atau 2
lingkaran. Bakal buah terdiri dari 2 sampai 5 daun buah, menumpang atau setengah
tenggelam, beruang 1 atau beruang banyak tidak sempurna, mempunyai 2 sampai 5
tangkai putik atau mempunyai 1 tangkai putik dengan 2-5 kepala putik. Bakal biji ,
anatrop atau tampilotrop denga tembuni yang basah atau di sudut-sudut pusat.
Buahnya buah kendaga atau buah buni. Biji dengan perisperm dalam kendaga yang
bengkok. Penyerbukan secara entomogami, adakalanya autogami atau kleistogami.
Suku ini meliputi 80 marga

12. Bangsa Euphorbiales (Tricoccae)


Umumnya terna atau tumbuh-tumbuhan berkayu dengan daun tunggal atau majemuk
yang duduknya tersebar atau berhadapan, kebanyakan mempunyai daun
penumpu. Bunga tanpa hiasan bunga atau dengan hiasan bunga yang tunggal, jarang
terdapat kelopak dan mahkota, seringkali dalam bunga majemuk yang mempunyai
susunan yang khusus kebanyakan aktinomorf, hampir selalu berkelamin tunggal. Bakal
buah biasanya terdiri atas 3 daun buah (jarang sekali kurang atau lebih) yang berlekatan
membentuk 3 ruang, tiap ruang dengan 1-2 bakal biji. Ordo ini mencakup beberapa famili
diantaranya:
a) Suku (Familia) Euphorbiaceae
Tumbuhan berkayu, tetapi termasuk pula di dalamnya terna. Karena adaptasi
terhadap lingkungannya kadang-kadang mempunyai habitus seperti Cactaceae, ada
pula yang mempunyai filokladium. Daun tunggal atau majemuk, duduknya tersebar
atau berhadapan, dengan daun-daun penumpu yang seringkali menyerupai kelenjar-
kelenjar. Bunga hampir selalu berkelamin tunggal, berumah 1 atau 2, dengan bentuk
dan susunan yang beraneka rupa, ada yang tanpa hiasan bunga, dengan hiasan bunga
rangkap atau tunggal, biasanya berangkai dalam bunga majemuk yang berganda.
Bunga jantan dengan benang sari yang sama jumlahnya dengan daun-daun
hiasan bunga, dapat pula kurang atau lebih. Bunga betina dengan putik yang berdiri
atas 3 daun buah dengan 3 tangkai putik yang bebas atau berlekatan, bakal buah
menumpang, beruang 3. Buahnya biasanya buah kendaga yang kalau masak pecah
menjadi 3 bagian buah, ada 98 pula yang berupa buah buni atau buah batu. Biji
dengan endosperm yang besar, lembaga letaknya sentral.
Hampir semua bagian tubuh tumbuhan dalam suku ini mengandung getah yang
terdapat dalam saluran-saluran getah yang dapat hanya berdiri atas 1 sel saja (suatu
senosit) yang panjang dan bercabang-cabang serta bersambungan satu sama lain
(anastomoseren), dapat pula merupakan fusi banyak sel )seperti buluh-buluh
pengangkutan).

b) Suku (Familia) Dichapetalaceae


Tumbuhan berkayu, kadang-kadang berupa liana, dengan rata, duduknya
tersebar, mempunyai daun penumpu. Bunga kecil tersusun sebagai bunga majemuk
yang terdapat dalam ketiak-ketiak daun, aktinomorf atau zigomorf, banci atau
berkelamin tunggal. Sumbu bunga dengan sisik-sisik atau cakram yang berbentuk
piala. Hiasan bunga rangkap, berbilangan 5. Benang sari 5, semuanya fertil atau 2-4
bersifat staminodial, bebas atau berlekatan menjadi buluh, berlekatan pula dengan
mahkota. Putik 2-3 tangkai putik, bakal buah menumpang atau setengah tenggelam,
beruang 2-3, tiap ruang dengan 2 bakal biji yang epitrop (bergantungan), masing-
masing dengan 2 selaput bakal biji. Buahnya buah batu, biji tanpa endosperm.

c) Suku (Familia) Buxaceaee


Umumnya berupa tumbuh-tumbuhan berkayu dengan daun-daun bertepi rata
yang duduknya tersebar atau berhadapan, tanpa daun-daun penumpu. Bunga dalam
ketiak daun, terpisah-pisah atau berupa bulir atau bongkol., berkelamin tunggal,
aktinomorf. Tenda bunga berwarna hijau berbilangan 4 atau lebih, pada bunga jantan,
tenda bunga seringkali tidak terdapat. Bunga jantan dengan 4 benang sari atau lebih,
duduknya berhadapan dengan daun-daun tenda bunga. Bunga betina mempunyai
putik dengan 2-4 tangkai putik, bakal buah yang menumpang, beruang 2-4, biasanya
3, tiap ruang dengan 1-2 bakal biji. Buahnya buah kendaga yang kalau masuk
membuka dengan membelah ruang (loculicide) atau buah batu. Biji dengan
endosperm dan kebanyakan mempunyai karunkula.

d) Suku (Familia) Callitrichaceae


Biasanya terdiri ats terna yang tergolong dalam hidrofita, dengan daun-daun
tunggal yang duduknya berhadapan., tanpa daun penumpu. Bunga kecil, berkelamin
tunggal, berumah 1, telanjang, biasanya terdapat dalam ketiak-ketiak daun. Bunga
jantan dengan 1 benang sari, yang betina mempunyai putik dengan 2 tangkai putik,
terdiri atas 2 100 daun buah, bakal buah beruang 2 masing-masing dengan 2 bakal
biji, tetapi kemudian dengan pembentukan sekat median menjadi beruang 4. Buahnya
kalau masak pecak menjadi 4 bagian buah yang masing-masing menyerupai buah
batu. Biji mempunyai endosperm.

13. Bangsa Hamamelidae


Merupakan anak kelas yang terkecil dalam magnoliopsida. Muncul sekitar 100 juta
tahun yang lalu pada periode kretasius bahwa yang ditandai oleh penyerbukan oleh
angin dan bagian-bagian bunga yang tereduksi, sering uniseksual. Kecuali beberapa
taksa dari bangsa urticales, kebanyakan bentuk hidupnya berupa tumbuhan berkayu, dan
sering suku-sukunya memounyai jenis-jenis yang jumlahnya relative sedikit. Pada
kelompok yang telah maju, bunganya tersusun dalam perbungaan spika. Perhiasan
bunga tidaka ada atau tidak terdeferensiasi, ovulnya tunggal. Dalam beberapa fase dari
evolusinya, hamamelidae mulai menggunakan tannin sebagai senyawa kimia untuk
pertahanan dari beberapa herbivore.

a) Hamamelidaceae (rasamala-rasemalaan)
Suku Hemamelidaceae merupakan bangsa Hamamelidales, anak kelas
Hamamelidae. Suku Hamamelidaceae berupa pohon atau perdu, umumnya terdapat
diderah subtropics dan daerah temperature hangat terutama di Asia Timur.
Penyebaran dan habitat jenis ini menyebar mulai dari Himalaya menuju
wilayah lembab di Myanmar hingga Semenanjung Malaysia, ke Sumatera dan Jawa.
Di Jawa, jenis ini hanya tumbuh di wilayah barat dengan ketinggian 500-1.500 m
dpl, di hutan bukit dan pegunungan lembab. Di Sumatera, A. excelsa tersebar di
Bukit Barisan. Tumbuh alami terutama pada tapak lembab dengan curah hujan lebih
100 mm per bulan dan tanah vulkanik. Jenis ini digunakan untuk penanaman
terutama di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Ditanam pada jarak rapat, karena pohon
muda cenderung bercabang jika mendapat banyak sinar matahari (Muliawati, 1991).
Pohon selalu hijau, tinggi dapat mencapai 40-60 m dengan tinggi bebas cabang
20-35 m, diameter hingga 80-150 cm. Kulit kayu halus, abu-abu, dan kayunya
merah. Pohon yang masih muda bertajuk rapat dan berbentuk piramid, kemudian
berangsur menjadi bulat setelah tua. Letak daun bergiliran, bentuknya lonjong,
panjangnya 6 - 12 cm, dan lebarnya 2,5-5,5 cm, dengan tepi daun bergerigi halus.
Bunga berkelamin satu. Bunga jantan dan betina terpisah pada pohon yang sama.
Malai betina terdiri dari 14-18 bunga, berkumpul menyerupai kepala. Jenis ini
berbunga dan berbuah sepanjang tahun, tetapi puncak pembungaannya April-Mei.
Puncak pembuahan dan saat terbaik untuk pengumpulan benih adalah Agustus-
Oktober. Vektor penyerbukan belum diketahui, tetapi diduga perantara
penyerbukannya adalah angin, berdasarkan tinjauan bahwa bunga tidak memiliki
kelopak dan mahkota, benang sari sangat berlimpah, dan kepala putiknya berupa
“papila”. Buah berdiameter 1,2-2,5 cm, berwarna coklat, seperti kapsul yang terdiri 4
ruang. Setiap ruang berisi 1-2 benih yang telah dibuahi. Selain benih yang dibuahi,
dalam setiap ruang tersebut juga terdapat benih yang tidak dibuahi yang jumlahnya
mencapai 35 butir. Benih pipih dan dikelilingi sayap yang berbau aromatik. Setiap kg
benih terdiri 177.000 butir atau 75.000 benih/liter. Perkecambahannya epigeal.
Kegunaan; Kayunya sangat awet walaupun langsung bersentuhan dengan
tanah. Karena bebas cabangnya tinggi, maka kayunya cocok untuk kerangka
jembatan, tiang, konstruksi, tiang listrik dan telpon, serta penyangga rel kereta api.
Selain itu, kayunya dimanfaatkan untuk konstruksi berat, rangka kendaraan, perahu
dan kapal, lantai, rakit, finir, dan plywood. Daun yang masih muda berwarna merah
sering untuk sayur atau lalap. Di Jawa, daun yang telah ditumbuk halus digunakan
sebagai obat batuk. Getahnya berbau aromatik sebagai pengharum
3.3 Tanaman Apetalae
1. Casuarina exselsa L ( Cemara Norfolk)

Ordo Casuarinales Ordo casuarinales adalah salah satu bangsa/ordo


anggota tumbuhan berbunga.Ordo ini hanya terdiri dari satu famili, yaitu : Famili
Casuarinaceae.

Famili Casuarinaceae

Kingdom : Plantae
Devisi : Spermatophyta
Kelas : Dycotyledoneae
Sub kelas : Hamamelidae
Ordo: Casuarinales
Famili: Casuarinaceae
Genus : Casuarina
Spesies : Casuarina excelsa L

Batang tanaman kasar, mencapai ketinggian 5 m lebih dengan cabang-cabang


melintang atau tumbuh horizontal mengelilingi pohon. Setiap tahun tanaman ini
pertumbuhannya bertambah 7,5 – 15 cm. Cabang-cabangnya kuat dan besar, tertutup
oleh daun berbentuk seperti jarum sepanjang 1 – 1,5 cm. Bunganya mempunyai
benang sari banyak, buahnya berbentuk rajang buah yang sudah tua, besar dengan
diameternya 10 – 13 cm. Pohon tanaman ini membentuk mahkota berbentuk
pyramidal. Daunnya selalu hijau dan tidak pernah gugur (evergreen).
2. Pipper bettle L (Sirih)

Ordo Piperales
Ordo piperales adalah salah satu bangsa tumbuhan berbunga. Kebanyakan
berupa terna, hanya kadang – kadang berupa tumbuh – tumbuhan dengan batang
yang berkayu. Daun tunggal, bunga amat kecil berkelamin tunggal atau banci tanpa
hiasan bunga.

Dalam ordo ini terdapat 3 famili : Famili Piperaceae, Famili Saururaceae, Dan Famili
Chloranthaceae.

Kingdom : Plantae.
Division : Magnoliophyta.
Class : Magnoliopsida.
Ordo : Piperales.
Family : Piperaceae.
Genus : Piper.
Species : P. Betle

Batang sirih berwarna coklat kehijauan,berbentuk bulat, beruas dan merupakan


tempat keluarnya akar. Daunnya yang tunggal berbentuk jantung, berujung runcing,
tumbuh berselang-seling, bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas.
Panjangnya sekitar 5 - 8 cm dan lebar 2 - 5 cm. Bunganya majemuk berbentuk bulir
dan terdapat daun pelindung ± 1 mm berbentuk bulat panjang. Pada bulir jantan
panjangnya sekitar 1,5 - 3 cm dan terdapat dua benang sari yang pendek sedang pada
bulir betina panjangnya sekitar 1,5 - 6 cm dimana terdapat kepala putik tiga sampai
lima buah berwarna putih dan hijau kekuningan. Buahnya buah buni berbentuk bulat
berwarna hijau keabu-abuan. Akarnya tunggang, bulat dan berwarna coklat
kekuningan.
Bagian daun tanaman sirih memiliki bentuk serupa jantung. Daunnya tunggal dan
pada bagian ujung cenderung runcing. Daun ini tersusun dengan cara selang seling.
Pada tiap daunnya terdapat tangkai. Daun tersebut memiliki aroma yang cukup khas
apabila diremas. Daun ini memiliki kisaran panjang antara 5 sampai 8 cm. Lebarnya
mulai dari 2 cm sampai 5 cm.
Tanaman sirih memiliki bunga dengan bentuk bulir. Bunga ini juga memiliki daun
pelindung dengan ukuran 1mm, bentuknya bulat memanjang. Sirih juga memiliki
buah yang digolongkan sebagai buah buni (buah dengan dinding dua lapis). Bentuk
buah ini bulat dan warnanya hijau cenderung abu-abu.
Organ akar pada tanaman sirih digolongkan sebagai akar tunggang. bentuknya
bulat dan warnanya coklat dengan sedikit menjurus pada warna kuning khas akar
lainnya.

3. Ficus elastica (Karet hutan)

Ordo Urticales
Ordo urticales adalah salah satu bangsa/ordo anggota tumbuhan berbunga.Ordo
ini meliputa terna, semak – semak maupun pohon – pohon dengan kebanyakan daun
– daun tunggal yang tersebar dan mempunyai daun penumpu. Bunga kebanyakan
berkelamin tunggal, tersusun dalam bunga majemuk terbatas, biasanya kecil – kecil,
aktinomorf dengan tenda bunga yang berwarna hijau. Penyerbukan secara
anemogami, pembuahan kalazogami atau bentuk – bentuk peralihan ke porogami.
Buahnya buah keras atau buah batu.

Ordo urticales ini meliputi Famili Moraceae, Famili Cannabiaceae, dan Famili
Urticaceae.

Famili Moraceae

Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Sub Kelas: Dilleniidae
Ordo: Urticales
Famili: Moraceae
Genus: Ficus
Spesies: Ficus elastica Roxb. ex Hornem
Deskripsi Tumbuhan berbentuk pohon, berumur panjang (perenial), tinggi bisa
mencapai 20 - 30 m. Akar tunggang. Batang berkayu, silindris, warna coklat tua,
permukaan halus, percabangan meyebar tak beraturan hingga membentuk pohon
yang rindang, keluar akar-akar menggantung dari batang atau cabang yang sudah
besar Daun tunggal, bertangkai, tersusun berseling (alternate), bentuk
lonjong(elliptica), ujung dan pangkal meruncing (acuminatus), tepi rata, permukaan
mengkilat (nitidus), pada pohon yang masih muda panjang daun +/- 35 cm, lebar +/-
15 cm, setelah pohon menjadi dewasa rata-rata panjang daun menjadi lebih kecil
dengan panjang +/- 10-15 cm dan lebar +/- 5-7 cm, daun muda berwarna merah hati
setelah dewasa menjadi hijau tua, kuncup daun muda tertutup dengan selaput
bumbung (ocrea) berbentuk kerucut tajam berwarna merah muda Bunga muncul di
ketiak daun, berwarna merah kusam, penyerbukan sangat tergantung pada satu jenis
kumbang Buah bulat telur, panjang +/- 1 cm, berwarna kuning kehijauan Perbanyaan
Generatif (biji) dan vegetatif (pemisahan)

4. Amaranthus spinosus (bayam duri)

Ordo ini mencakup beberapa famili diantaranya:

Famili Amaranthaceae

Regnum : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Caryophyllales
Famili : Amaranthaceae
Genus : Amaranthus
Spesies : Amaranthus spinosus L.
Akar tanaman (Amaranthus spinosus L.) bayam duri sama seperti akar tanaman
bayam pada umumnya, yaitu memiliki sistem perakaran tunggang.
Batang tanaman bayam duri ini kecil berbentuk bulat, lunak dan berair. Batang
tumbuh tegak bisa mencapai satu meter dan percabangannya monopodial. Batangnya
berwarna merah kecoklatan. Yang menjadi ciri khas pada tanaman ini adalah adanya
duri yang terdapat pada pangkal batang tanaman ini.
Daun spesies ini termasuk daun tunggal. Berwarna kehijauan, bentuk bundar telur
memanjang (ovalis). Panjang daun 1,5 cm sampai 6,0 cm. Lebar daun 0,5 sampai 3,2
cm. Ujung daun obtusus dan pangkal daun acutus. Tangkai daun berbentuk bulat dan
permukaannya opacus. Panjang tangkai daun 0,5 sampai 9,0 cm. Bentuk tulang daun
bayam duri penninervis dan tepi daunnya repandus.
Merupakan bunga berkelamin tunggal, yang berwarna hijau. setiap bunga
memiliki 5 mahkota. panjangnya 1,5-2,5 mm. Kumpulan bunganya berbentuk bulir
untuk bunga jantannya. Sedangkan bunga betina berbentuk bulat yang terdapat pada
ketiak batang. Bunga ini termasuk bunga inflorencia.
Memiliki buah yang berbentuk lonjong berwarna hijau dengan panjang 1,5 mm.
Memiliki biji yang berwarna hitam mengkilat dengan panjang antara 0,8 - 1 mm.

5. Manihot utilisima (ketela pohon)

Selain Ordo Carryophyllales, ordo ini juga termasuk dalam Subclassis Apetalae.
Dalam Ordo ini termasuk di dalamnya;
Famili Euphorbiales
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Manihot
Species : Manihot utilisima

Batang Batang tanaman singkong berkayu, beruas – ruas, dengan ketinggian


mencapai lebih dari 3 m. Warna batang bervariasi, ketika masih muda umumnya
berwarna hijau dan setelah tua menjadi keputih – putihan, kelabu, atau hijau kelabu.
Batang berlubang, berisi empulur berwarna putih, lunak, dengan struktur seperti
gabus. Daun Susunan daun singkong berurat, menjari dengan cangap 5 – 9 helai.
Daun singkong, terutama yang masih muda mengandung racun sianida, namun
demikian dapat dimanfaatkan sebagai sayuran dan dapat menetralisir rasa pahit
sayuran lain, misalnya daun papaya dan kenikir. Bunga Bunga tanaman singkong
berumah satu dengan penyerbukan silang sehingga jarang berbuah. Dan Umbi Umbi
yang terbentuk merupakan akar yang menggelembung dan berfungsi sebagai tempat
penampung makanan cadangan.
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dikotil adalah daun lembaga dua. Tumbuhan-tumbuhan yang tergolong dalam anak kelas
dicotyledonae kebanyakan berupa pohon-pohon atau tumbuhan-tumbuhan yang batangnya
berkayu, bunga berkelamin tunggal dengan penyerbukan anemogami, hiasan bunga tidak
terdapat.
Tumbuhan dikotil dibedakan lagi menjadi tiga subkelas berdasarkan ada tidaknya dain-
dain mahkota (petalae) yakni apetalae, dialypetalae, dan sympetalae. Apetalae adalah hiasan
bunga yang tubggal yang biasanya menyerupai kelopak, jarang menyerupai mahkota. Apetalae
terbagi kedalam beberapa ordo yakni Casuarinales, Fragales, Myricales, Juglandales, Salicales,
Urticales, Piperales, Proteales, Santalales, Polygonales, Caryophyllales, Euphorbiales, dan
Hammalidales
Daftar Pustaka

Gembong. 1985. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Gembong. 2010. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Moertolo, Ali, dkk. 2004. Tumbuhan Berbiji Terbuka. Malang: Universitas Negeri

Malang

Stennis, van, C. G. G. J. 2005. Flora. Jakarta. PT. Pradaya Paramita

Sudarmi, Siti, dkk. 1986. Botani Umum 3. Bandung: Angkasa