Anda di halaman 1dari 4

PEMANFAATAN KULIT KERANG DARAH (Anadara granosa) SEBAGAI BAHAN

BAKU ALTERNATIF PEMBUATAN GELATIN

PROPOSAL
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Proyek Biologi
Yang Dibimbing oleh Bapak Drs. Agus Dharmawan, M.Si

Disusun oleh :
Kelompok 6/Offering IL
Anggy Ningtyas (160342606237)
Hakimatush Shodiqoh (160342606204)
Maulidya Nur A.P (160342606259)
Moch. Abdul Hafidh (160342606252)
Muly Pramesti (160342606245)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN MATEMATIKA
PROGRAM STUDI BIOLOGI
September 2019
A. Rasional
Gelatin merupakan senyawa protein yang diesktraksi dari hewan dan dapat
diperoleh dari jaringan kolagen hewan yang terdapat pada kulit, tulang dan jaringan ikat.
Gelatin yang adaa di pasaran umumnya diproduksi dari kulit dan tulang sapi atau babi.
Gelatin banyak digunakan dalam industri farmasi, kosmetika, fotografi, dan makanan.
Penggunaan gelatin dalam produk murni bersifat sebagai penjernih. Istilah gelatin mulai
popular kira-kira 1700 dan berasal dari kata “gelatus” yang berarti kuat, kokoh, atau dibuat
beku secara fisik gelatin membeku atau dibuat beku. Secara fisik gelatin berbentuk padat,
kering, tidak berasa, dan transparan (Imeson, 1992). Gelatin memiliki sifat yang khas, yaitu
berubah secara reversible dari bentuk sol (koloid) ke bentuk gel, mengembang dalam air
dingin, dapat membentuk film serta mempengaruhi viskositas suatu bahan (Parker, 1982).
Pengunaan gelatin sangat luas khususnya dalam bidang industri pangan maupun non
pangan. Gelatin juga mempunyai banyak fungsi dan sangat aplikatif penggunaannya dalam
industri pangan maupun non pangan. Penggunaan gelatin dalam industri pangan misalnya,
produk jeli, di industri daging dan susu dan dalam produk low fat food supplement. Pada
industri non pangan gelatin digunakan misalnya pada industri pembuatan film foto
(Anonim, 2008). Sifat khas lainnya dari gelatin yang paling disukai oleh hampir seluruh
industri makanan maupun farmasi yaitu melting in the mouth (meleleh dalam mulut),
karena titik leleh gelatin antara 27-34°C, oleh sebab itu gelatin disebut miracle food
(Poppe, 1992). Sumber utama gelatin yang banyak dimanfaatkan adalah berasal dari kulit
dan tulang sapi atau babi. Bahan-bahan ini menimbulkan masalah, khususnya untuk negara
berpenduduk mayoritas muslim, seperti Indonesia, karena babi diharamkan untuk
dikonsumsi, serta isu-isu lain dari hewan mamalia terutama sapi tentang maraknya berita
penyakit sapi gila (mad cow disease) atau bovine spongioform encephalopathy (BSE)
(Irawaty, 2005), karena kekhawatiran tersebut, maka diperlukan bahan baku alternatif lain
yang melimpah, murah dan halal.
Kerang darah (Anadara granosa) merupakan jenis kerang yang populer di
Indonesia. Kerang darah (Anadara granosa) memiliki beberapa kegunaan, salah satunya
adalah diolah sebagai makanan, sehingga cangkang kerang darah (Anadara granosa) yang
merupakan bahan sisa produksi makanan dapat menimbulkan limbah yang cukup banyak.
Dari potensi kerang yang dihasilkan, kebanyakan masyarakat hanya memanfaatkan daging
kerang saja sedangkan cangkang kerang belum dimanfaatkan secara optimal, tercatat hanya
20% dari limbah cangkang kerang yang diproduksi sebagai pakan, kerajinan dan produk
lain (Anwar, et al., 2011). Cangkang kerang darah merupakan salah satu sumber alternatif
dalam pembuatan kolagen yang belum dimanfaatkan.Menurut Nasution (2015), kandungan
kimia cangkang kerang dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1. Kandungan Kimia Cangkang Kerang

Komponen Komposisi (%)


Ca + C 98,77
Mg 0,0476
Na 0,9192
P 0,0183
K 0,0398
Lain-lain 0,1981
Kolagen merupakan komponen struktural utama jaringan ikat putih (white
connective tissue) yang meliputi hampir 30% total protein pada organ tubuh vertebrata dan
invertebrata (Setiawati, 2009). Pendayagunaan kolagen yang berasal dari hewan yang
hidup di air dapat menjadi alternatif yang menjanjikan, mengingat kolagen komersial
biasanya diperoleh dari kulit sapi, kulit babi, atau kulit ayam (Setyowati dan Setyani,
2015). Kolagen dapat diperoleh melalui ekstraksi bahan-bahan sumber kolagen dengan
menggunakan asam-asam organik ataupun asam anorganik. Faktor penting yang
mempengaruhi hasil akhir kolagen adalah konsentrasi dan waktu perendaman dalam
larutan asam asetat. Konsentrasi asam asetat dapat mengubah pH yang mengatur kerapatan
muatan protein yang memodifikasi interaksi elektrostatik dan struktur protein. Proses
ekstraksi dipengaruhi juga oleh waktu karena waktu sangat menentukan perpindahan
molekul zat selama proses difusi. Menurut Minah et al., (2016), tahapan perendaman harus
dilakukan dengan tepat (waktu dan konsentrasinya), agar tidak terjadi kelarutan kolagen
dalam larutan dan menyebabkan penurunan rendemen yang dihasilkan. Oleh sebab itu,
untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah padat kerang sebagai kolagen akan dilakukan
penelitian mengenai pengaruh konsentrasi asam asetat dan waktu perendaman terhadap
kadar kolagen cangkang kerang darah yang dihasilkan.
Daftar Pustaka

Anonim, 2008, Gelatin halal gelatin haram, Jurnal Halal (LPPOM MUI) on line,
http://www.indohalal.com.doc_h alal2.html.

Anwar, K., Rinaldi, R., Nisa, H., Sitepu, S.F., 2011, Pasta Gigi Cakradent, Pasta Gigi Cangkang Kerang Sehat
Tanpa Flouride dan SLS, Proposal Program Kreativitas Mahasiswa Universitas Negeri Medan, Medan.

Imeson (ed). 1992. Thickening and Gelling Agents. Academic Press, New York.

Irawaty, 2005, Pengaruh Penambahan Konsentrasi Asam Asetat pada Pembuatan Gelatin dari Ikan Gurami
(Osphronemus gouramy lac), Jakarta

Minah, Faidliyah N., Siga, Wea Drira M., S., Catur Pratiwi, 2016, Ekstraksi Gelatindari Hidrolisa Kolagen
Limbah Tulang Ikan Tuna dengan Variasi Jenis Asam dan Waktu Ekstraksi, Seminar Nasional Inovasi dan
Aplikasi Teknologi di Industri, Institut Teknologi Nasional Malang, Malang.

Nasution, Jeffry Haryadi, 2015, Pembuatan Adsorben Dari Cangkang Kerang Bulu Yang Daktivasi Secara
Termal Sebagai Pengadsorbsi Fenol, Skripsi, Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, Sumatera.

Parker, A. L. 1982. Principle of Biochemistry. Maryland: Word Publishers Inc.

Poppe,J., 1992, Gelatin di dalam Thickening and Gelling Agent for Food, ed: A. Imeson, Academic Press,
New York.

Setiawati, I. H., 2009, Karakterisasi Mutu Fisika Kimia Gelatin Kulit Ikan Kakap Merah (Lutjanus Sp.) Hasil
Proses Perlakuan Asam, Skripsi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Setyowati, H., dan Wahyuning S., 2015, Potensi Nanokolagen Limbah Sisik Ikan Sebagai Cosmeceutical,
Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.