Anda di halaman 1dari 4

Re n ca na Asu ha n Ke pe raw a tan

Tanggal Lahir :
PROGRAM PROFESI NERS ………………………………………………...
UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
2019 Nama : ………………………………………………...

No. RM :………………………………………………...

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


Tanggal Diagnosa dan Data Fokus Kriteria Hasil Intervensi
Hipertermia Setelah dilakukan tindakan Intervensi :
keperawatan selama .... x .... Manajemen Hipertermia
Penyebab : suhu tubuh pasien kembali
Observasi
berada pada rentang normal,
1. Identifikasi penyebab hipertermia (mis. Dehidrasi,
 Dehidrasi dengan kriteria hasil hasil: terpapar lingkungan panas, penggunaan
 Terpapar lingkungan incubator)
panas Luaran : 2. Monitor suhu tubuh
 Proses penyakit (mis. 3. Monitor kadar elektrolit
Infeksi, kanker) Termoregulasi 4. Monitor haluaran urin
 Ketidaksesuaian pakaian 5. Monitor komplikasi akibat hipertermia
dengan suhu lingkungan  Suhu tubuh membaik 6. …………………………………………
 Peningkatan laju  Suhu kulit membaik
metabolisme Terapeutik :
 Respon trauma 1. Sediakan lingkungan yang dingin
 Aktivitas berlebihan 2. Longgarkan atau lepaskan pakaian
 Penggunaan inkubator 3. Basahi dan kipasi permukaan tubuh
4. Berikan cairan oral
Data Subjektif : 5. Ganti linen setiap hari atau lebih sering jika
mengalami hyperhidrosis (keringat berlebih)
6. Lakukan pendinginan eksternal (mis. Selimut
hipotermia atau kompres dingin pada dahi, leher,
dada, abdomen aksila)
7. Hindari pemberian antipiretik atau aspirin
8. Berikan oksigen, jika perlu
9. …………………………………………

Edukasi :
1. Anjurkan tirah baring
2. …………………………………………

Kolaborasi :
1. Kolaborasi pemberian cairan dan elektrolit
intravena, jika perlu
2. ………………………………………….

Data Objektif :
Re n ca na Asu ha n Ke pe raw a tan

Tanggal Lahir :
PROGRAM PROFESI NERS ………………………………………………...
UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
2019 Nama : ………………………………………………...

No. RM :………………………………………………...

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


Tanggal Diagnosa dan Data Fokus Kriteria Hasil Intervensi
Hipotermia Setelah dilakukan tindakan Intervensi :
keperawatan selama .... x .... Manajemen Hipotermia
Penyebab : suhu tubuh pasien kembali
Observasi
berada pada rentang normal,
1. Monitor suhu tubuh
 Kerusakan hipotalamus dengan kriteria hasil hasil: 2. Identifikasi penyebab hipotermia (mis. Terpapar
 Konsumsi alkohol suhu lingkungan rendah, pakaian tipis, kerusakan
 Berat badan ekstrem Luaran : hipotalamus, penurunan laju metabolism,
 Kekurangan lemak kekurangan lemak subkutan)
subkutan Termoregulasi 3. Monitor tanda dan gejala akibat hipotermia
 Terpapar suhu lingkungan (hipotermia ringan: takipnea, disartria, menggigil,
rendah  Menggigil menurun hipertensi, diuresisi; Hipotermia sedang: aritmia,
 Malnutrisi  Suhu tubuh membaik hipotensi, apatis, koagulopati, refleks menurun;
 Pemakaian pakaian tipis  Suhu kulit membaik Hipotermia berat: oliguria, refleks menghilang,
 Penurunan laju edema paru, asam-basa abnormal)
metabolisme 4. ………………………………………………….
 Tidak beraktivitas
 Transfer panas (mis.
Konduksi, konveksi, Terapeutik :
evaporasi, radiasi) 1. Sediakan lingkungan yang hangat (mis. Atur suhu
 Trauma ruangan)
 Proses penuaan 2. Ganti pakaian dan/atau linen yang basah
 Efek agen farmakologis 3. Lakukan penghangatan pasif (mis. Selimut,
menutup kepala, pakaian tebal)
 Kurang terpapar informasi
4. Lakukan penghangatan aktif eksternal (mis.
tentang pencegahan
Kompres hangat, botol hangat, selimut hangat)
hipotermia
5. Lakukan penghangatan aktif internal (mis. Infus
cairan hangat, oksigen hangat, lavase peritoneal
Data Subjektif :
dengan cairan hangat)
6. ………………………………………………….

Edukasi :
1. Anjurkan makan/minum hangat
2. ………………………………………………….

Data Objektif :
Re n ca na Asu ha n Ke pe raw a tan

Tanggal Lahir :
PROGRAM PROFESI NERS ………………………………………………...
UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
2019 Nama : ………………………………………………...

No. RM :………………………………………………...

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


Tanggal Diagnosa dan Data Fokus Kriteria Hasil Intervensi
Hipervolemia Setelah dilakukan tindakan Intervensi :
keperawatan selama .... x .... Manajemen Hipervolemia
Penyebab : pasien tidak mengalami
Observasi
hipervolemia, dengan kriteria
1. Periksa tanda dan gejala hypervolemia (mis.
 Gangguan mekanisme hasil hasil: Ortopnea, dyspnea, edema, JVP/CVP, meningkat,
regulasi refleks hepatojugular positif, suara nafas
 Kelebihan asupan cairan Luaran : tambahan)
 Kelebihan asupan natrium 2. Identifikasi penyebab hypervolemia
 Gangguan aliran balik Keseimbangan Cairan 3. Monitor status hemodinamik (mis. Frekuensi
vena Status Cairan jantung, tekanan darah, MAP, CVP, PAP, POMP,
 Efek agen farmakologis CO, CI), jika tersedia
(mis. Kortikosteroid,  Haluaran urin meningkat 4. Monitor intake dan output cairan
chlorpropamide,  Edema menurun 5. Monitor tanda hemokonsentrasi (mis. Kadar
tolbutamide, vincristine,  Turgor kulit membaik natrium, BUN, hematocrit, berat jenis urine)
tryptilinescarbamazepine)  Tekanan darah membaik 6. Monitor tanda peningkatan onkotik plasma (mis.
 Denyut nadi radial Kadar protein dan albumin meningkat)
membaik 7. Monitor kecepatan infus secara ketat
Data Subjektif : 8. Monitor efek samping diuretic (mis. Hipotensi
 Ortopnea menurun
ortostatik, hypovolemia, hypokalemia,
 Dispnea menurun
hyponatremia)
 Kadar Ht membaik
9. …………………………………………………..

Terapeutik :
1. Timbang berat badan setiap hari pada waktu yang
sama
2. Batasi asupan cairan dan garam
3. Tinggikan kepala tempat tidur 30-400
4. ………………………………………………….

Edukasi :
1. Anjurkan melapor jika haluaran urin <0,5
ml/kg/jam dalam 6 jam
2. Anjurkan melapor jika BB bertambah >1 kg dalam
sehari
3. Ajarkan cara mengukur dan mencatat asupan dan
haluaran cairan
4. Ajarkan cara membatasi cairan
5. …………………………………………………..

Data Objektif :
Kolaborasi :
1. Kolaborasi pemberian diuretic
2. Kolaborasi penggantian kehilangan kalium akibat
diuretic
3. Kolaborasi pemberian continuous renal
replacement therapy (CRRT), jika perlu
4. ……………………………………………..
Re n ca na Asu ha n Ke pe raw a tan

Tanggal Lahir :
PROGRAM PROFESI NERS ………………………………………………...
UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
2019 Nama : ………………………………………………...

No. RM :………………………………………………...

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


Tanggal Diagnosa dan Data Fokus Kriteria Hasil Intervensi
Hipovolemia Setelah dilakukan tindakan Intervensi :
keperawatan selama .... x .... Manajemen Hipovolemia
Penyebab : pasien tidak mengalami
Observasi
hipovolemia, dengan kriteria
1. Periksa tanda dan gejala hypovolemia (mis.
 Kehilangan volume cairan hasil hasil: Frekuensi nadi meningkat, nadi teraba lemah,
aktif tekanan darah menurun, tekanan nadi
 Gangguan mekanisme Luaran : menyempit, turgor kulit menurun, membrane
regulasi mukosa kering, volume urin menurun, hematocrit
Status Cairan meningkat, haus, lemah)
Keseimbangan Cairan 2. Monitor intake dan output cairan
Data Subjektif : 3. …………………………………………………
 Asupan Cairan meningkat
 Kelembaban membran
mukosa meningkat Terapeutik :
 Dehidrasi menurun 1. Hitung kebutuhan cairan
 Mata cekung membaik 2. Berikan posisi modified Trendelenburg
 Turgor kulit meningkat 3. Berikan asupan asupan cairan oral
 Kekuatan nadi meningkat 4. ………………………………………………..
 Frekuensi nadi membaik
 Tekanan darah membaik
Edukasi :
 Tekanan nadi membaik 1. Anjurkan memperbanyak asupan cairan oral
 Kadar Ht membaik 2. Anjurkan menghindari perubahan posisi
mendadak
3. …………………………………………………

Kolaborasi :
1. Kolaborasi pemberian cairan IV isotonis (mis.
NaCl, RL)
2. Kolaborasi pemberian cairan IV hipotonis (mis.
Glukosa 2,5%, NaCl 0,4%)
3. Kolaborasi pemberian cairan koloid (mis. Albumin,
plasmanate)
4. Kolaborasi pemberian produk darah
5. …………………………………………………

Data Objektif :