Anda di halaman 1dari 4

PENGANTAR TEKNOLOGI

KEBUMIAN DAN ENERGI

NAMA : FARHAN HUSEIN

NIM : 071001900112

DOSEN PENGAMPUH : HARIN WIDIYATNI

RUANG KELAS : A1-204


BAPAK EKO HARI

SKK MIGAS

Dalam penjelasannya bapak Eko Hari yang adalah salah setu orang penting di SKK MIGAS,
beliau menegaskan bahwa persoalan migas di Indonesia mencakup lima hal penting, anatara lain:

 Indonesia Negara yang “KAYA ENERGI”


 Indonesia itu “HALAMAN BERMAINMU”
 Kegiatan hulu migas di Indonesia dan tantangannya
 Peluang dan harapan masa depan
 Catatan penting: visi seorang WR.Supratman

Dalam penjelasannya ini, beliau menjelaskan tentang kelima hal ini, maka dari itu saya ingin
membuat sedikit ringkasan tentang pembicaraan beliau.

1. INDONESIA NEGARA YANG “KAYA ENERGI”


Beliau menjelaskan bahwa Indonesia merupakan Negara yang kaya akan energy
baik energy fosil maupun energy baru dan terbarukan. Indonesia itu diberi berkah yang
sangat besar oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, karena Indonesia memiliki model Geologis
yang sangat kompleks, seperti sebuah supermarket besar yang dapat memenuhi seluruh
kebutuhan. Beliau memberikan data Fakta Energi Indonesia per tahun 2018, yang mana
dari energy fosil migas kita masih memiliki cadangan 3,2 BBO dan 52,5 TCF serta
sumber daya sebesar 69,9 BBOOE. Kalau dari batu bara, batu bara di Indonesia masih
memiliki cadangan sebesar 37 miliar ton sedangkan sumber dayanya sebesar 166 miliar
ton.
2. INDONESIA ITU “HALAMAN BERMAINMU”

Ibarat sebuah rumah, maka yang seharusnya paling mengenal rumanya adalah
sang pemilik rumah sendiri. Indonesia dapat diibaratkan dengan pekarang rumah yang
telah menyediakan semua model dan sumber daya enrgi. Kenalilah Indonesia dengan
baik agar tercapai kemandirian energy bahkan dapat melakukan ekspansi. Beliau
menjelaskan bahwa kami sebagai penerus dunia migas di Indonesia harus bias mengenal
dengan baik Negara ini agar kami dapat mengolah segala sumber daya energy baik fosil
maupun energy baru terbarukan dengan baik.

3. KEGIATAN HULU MIGAS INDONESIA DAN TANTANGANNYA


Kegiatan hulu migas di Indonesia juga dipengaruhi oleh badan pengendali dan
pengawas migas yang senantiasa berubah sejak era 70-an hingga sekarang ini, dan yang
kita tahu sekarang badan pengendali dan pengawas migas adalah SKK MIGAS. Dalam
proses kegiatan produksi migas, kita dapat memgenal tentang lingkup kegiatan Hulu dan
Hilir migas. Berdasarkan data di tahun 2018, ada beberapa pencapain dan potensi yang
telah berhasil ditemukan. Untuk pencapaiannya, di tahun 2018 terdapat 14 sumur
eksplorasi yang menemukan hidrikarbon, 6 sumur terindikasi hidrokarbon dan 3 lainnya
sumur kering. Pencapaian lain adalah bahwa nilai geological success ratio di tahun 2018
adalah 59% dengan sumber daya postdrill sebnayak 494 MMbo minyak dan 531,1
MMscfd gas. Sedangkan untuk potensinya, ditahun 2018 teridentifikasi 10 area
eksplorasi yang memiliki potensi penemuan giant field. Dibuktikan dengan penemuan di
beberapa sumur yang menjadi highlight utama, yaitu sumur KBD-2X, sumur BNW-1
dan TKBY-2.
Sedangkan tantangan terbesar dalam dunia migas di negeri kita ini adalah
bagaimana membuka peluang di remote area yang membutuhkan investasi besar dan
tekhnologi tinggi

4. PELUANG DAN HARAPAN MASA DEPAN


Berbicara mengenai peluang di masa mendatang nanti, ada beberapa hal yang
mesti kita ingat adalah bahwa peluang untuk melakukan eksplorasi dan menemukan
cadangan baru masih terbuka lebar. Hingga 10 tahun kedepam Indonesia masih memiliki
banyak lapangan migas yang harus dikawal pengembangan produksinya un tuk dapat
menahan laju penurunan produksi bahkan dapat meningkatkan produksi migas.
Harapnnya untuk kedepannya adalah akan adanya penajaman kurikulum guna
mengembangkan pengelolaan energy di segi penelitian, bisnis, dan birokrasi.
Mendorong ketersediaan lapangan pekerjaan keahlian sector energi, serta penyususnan
blueprint energy dan sumber daya nasional serta pengelolaannya.
5. VISI SEORANG WR. SUPRATMAN
Kita semua pasti kena dengan sosok WR. Supratman, beliau adalah pengarang
lagu Indonesia Raya. Dalam stanza yang ditulisnya, beliau menegaskan tentang
Indonesia yang kaya akan kaya akan segala jenis sumberdaya, baik manusia maupun
alam. Dalam Stanza ke-2 yang berjudul Kaya Sumberdaya, belaiu menuliskan banyak
hal tentang kekayaan alam Indonesia namun ada tiga kalimat yang menjadi intinya, yaitu
TANAH KITA YANG KAYA, SUBURLAH TANAHNYA, SUBURLAH JIWANYA