Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PERUBAHAN DIRI

PADA LEVEL AKAL, MENTAL DAN SPIRITUAL

Disusun untuk memenuhi tugas UAS matakuliah Etika Bisnis dan Profesi yang
diampu oleh Prof. Iwan Triyuwono

Disusun oleh :
Mirza Adliawan
165020307111061

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2019
PENDAHULUAN

Etika bisnis dan profesi merupakan salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa S1
Jurusan Akuntansi, yang mengajarkan tentang refleksi diri, tentang bagaimana kita melatih
jiwa, akal, dan mental kita menjadi bersih, guna terciptanya pribadi yang bermoral dan
beretika dalam ekonomi dan bisnis. Hal ini terproyeksikan pada kegiatan yang selalu kami
lakukan selama perkuliahan berlangsung. Setiap minggunya kami harus melakukan olah rasa
dan olah akal, baik terhadap diri sendiri, orang lain, hewan, alam, Tuhan, bahkan benda mati,
yang mana kegiatan tersebut bertujuan agar kami dapat mengembangkan jiwa kasih sayang
yang bersih terhadap diri sendiri dan juga lingkungan sekitar. Setiap pertemuan, kami diajak
untuk selalu berdoa dan membahas materi yang berkaitan dengan Tuhan, dan terkadang
melakukan meditasi juga. Hal ini bertujuan agar kita bisa lebih dekat tidak menjalani hidup
hanya dengan akal saja, melainkan dengan rasa Ilahi yang ada di dalam diri kami masing –
masing.
Etika bisnis dan profesi menurut saya merupakan mata kuliah yang wajib untuk
ditempuh. Bukan semata – mata menjalankannya hanya sebatas kewajiban untuk syarat
kelulusan, tetapi juga sebagai bentuk refleksi diri, guna terciptanya jiwa mahasiswa yang
beretika dan bermoral, karena sebentar lagi, kami, mahasiswa semester 6, akan dihadapkan
dengan dunia kerja nyata. Mengingat kondisi saat ini, banyak orang yang mengesampingkan
etika dan tidak berperilaku etis hanya karena dibutakan oleh jabatan, harta, dan hal – hal
duniawi lainnya. Disinilah peran pembelajaran etika bisnis dan profesi, kami diharapkan akan
selalu menjunjung tinggi etika disetiap tindakan yang kami lakukan. Seperti halnya Kota
Malang, tempat kami menuntut ilmu, yang terkenal dengan kesejukannya, kami diharapkan
dapat merefleksikan Kota Malang ini sebagai pribadi yang sejuk dan penuh etika di dunia
kerja nanti.
Bersama dengan laporan perubahan diri ini, saya, Mirza Adliawan, akan mengukur
seberapa besar perubahan yang ada di dalam diri saya setelah menempuh mata kuliah ini
selama satu semester, dan apakah saya sebagai mahasiswa sudah mencerminkan tindakan –
tindakan yang etis dan menjadi manusia seutuhnya. Laporan perubahan ini akan menyajikan
seberapa besar perubahan saya yang diukur dari segi akal, mental dan spiritual.
Perubahan pada Level Akal
Perubahan Akal yang saya rasakan yaitu pengetahuan saya yang semakin bertambah,
baik pengetahuan tentang materi yang dibahas selama perkuliahan maupun pengetahuan
mengenai pengalaman dari teman sekelas dan dosen pengajar mengenai etika. Selama
dikelas, dosen saya mengajarkan materi mengenai teori – teori etika dan isu – isu etika yang
ada di lingkungan sekitar. Yang menarik bagi saya yaitu ketika dosen saya mengajar tentang
bagaimana etika setiap daerah itu berbeda – beda, tergantung dari budaya yang mereka jalani,
dan bagaimana kita harus berperilaku. Memang benar setiap daerah memiliki budayanya
masing – masing dan tolak ukur etika nya pun berbeda – beda, itulah sebab nya kita harus
menghargai orang lain tanpa memandang Suku, Ras dan Agama (SARA) dan itu merupakah
salah satu perilaku beretika didalam lingkungan sosial. Saya juga yakin bahwa walaupun
kami semua berbeda – beda, tetapi terdapat 1 hal yang pasti, yaitu pada dasarnya semua
budaya dan agama mengajarkan 1 hal, yaitu selalu mengajarkan kebaikan.
Selain itu, saya juga diajarkan untuk selalu peka dengan isu – isu etika Akuntansi.
Saya harus mencari tahu apa saja isu – isu etika yang terjadi di dunia akuntansi, sehingga
saya mengerti tentang beberapa hal, salah satunya yaitu hal – hal yang mungkin terkesan
biasa bagi mereka tetapi ternyata melanggar etika, seperti contoh, mereka yang merubah atau
memanipulasi laporan keuangan untuk keperluan pribadi, padahal bisa dibilang mereka yang
melanggar etika tersebut adalah orang- orang yang pintar dari segi Akademik. Memang
benar, menjadi pintar saja tidak cukup jika tidak memiliki etika dan itulah tujuan saya untuk
mencari tahu isu Akuntansi, agar saya paham dan saya bisa menjadi seorang Akuntan yang
beretika.
Saya juga diajarkan untuk tidak selalu berfokus pada dunia semata. Ilmu – ilmu yang
kita dapatkan tidak boleh terfokus untuk urusan pribadi saja tetapi juga harus memikirkan
apakah ilmu ini bermanfaat untuk sekitar atau tidak, karena jika demikian, bisa saja saya
melakukan tindakan yang melanggar etika, seperti hal nya dari kasus di atas mengenai isu
Akuntansi diatas, mungkin jika saya hanya terfokus menggunakan ilmu saya pada urusan
pribadi saja, saya bisa tergiur untuk melakukan pelanggaran etika saat kerja nanti, entah itu
memanipulasi laporan keuangan untuk keperluan pribadi saya, ataupun tindakan sesuka hati
lainnya tanpa memikirkan dampak dari perilaku saya kepada lingkungan sekitar.
Saya merasa adanya perubahan dari level akal ini, bahwa saya harus memiliki prinsip
hidup yang beretika, yang memikirkan setiap tindakan agar tidak merugikan lingkungan
sekitar. Dan harus menyadari bahwa setiap ilmu yang di dapatkan harus diterapkan sebaik –
baik nya dengan penuh etika.
Perubahan pada Level Mental
Selanjutnya, saya juga merasakan perubahan pada Level Mental setelah menempuh
mata kuliah Etika Bisnis dan Profesi. Selama satu semester, setiap minggunya saya selalu
dilatih untuk melakukan olah rasa, baik kepada teman, orang lain, Tuhan, benda mati, alam,
maupun makhluk hidup lainnya. Secara tidak langsung, kegiatan olahrasa ini melatih dan
mengembangkan rasa kasih sayang saya. Pada saat pertama kali melakukan olah rasa, saya
merasa aneh pada awal nya, dan jujur saja saya tidak sungguh – sungguh melakukan olah
rasa pada awalnya. Namun pada satu momen dimana saya memutuskan untuk mencoba
bersungguh-sungguh melakukan olahrasa, disitulah saya merasakan sesuatu yang unik, yaitu
timbul rasa kasih sayang yang bersih dan perasaan ingin menjaganya
Bukan kali pertama bagi saya untuk berbicara dengan hewan karena saya adalah
seorang pecinta kucing, setiap bermain dengan kucing saya terkadang mengajak berbicara.
Namun, meminta izin kepada nyamuk, lalu berbicara kepada tumbuhan, alam dan benda mati
merupakan kali pertama bagi saya dan terasa aneh, tetapi seiring dengan berjalanya waktu,
saya secara tiba – tiba merasa saya terhubung, saya merasa mereka bisa mendengar saya,
disaat itulah saya merasa olahrasa ini membuahkan hasil pada diri saya. Dulu, jika ada
nyamuk saya tidak segan untuk langsung membunuhnya karena merasa terganggu, lalu
membuang sampah sembarangan tanpa rasa bersalah dan tidak memikirkan dampak pada
alam, dan juga terkadang suka menginjak tumbuhan saat sedang jalan sehingga tumbuhan,
dan saya tidak pernah bisa menjaga barang – barang saya dengan awet. Namun sekarang,
setelah proses olahrasa yang saya alami, saya sebisa mungkin mencoba meminta izin kepada
nyamuk untuk pergi tidak mengganggu saya, lalu sekarang saya sangat menghargai alam dan
merasa bersalah jika membuang sampah sembarangan, dan saya akan menghindari tumbuh –
tumbuhan saat sedang jalan kaki karena merasa mereka berhak untuk hidup, dan sekarang
saya semakin menjaga dan menghargai barang – barang pribadi saya.
Kasih sayang bukan hanya kepada sesame makhluk hidup saja, tetapi kepada
lingkungan dan benda mati juga. Saya merasakan hidup saya penuh dengan kebahagiaan dan
kasih sayang yang murni dari lingkungan sekitar saya. Saya merasa bahwa setiap tindakan
baik yang saya lakukan akan kembali lagi kepada saya, dan saya akan menerapkan prinsip ini
didalam hidup saya agar saya menjadi pribadi yang penuh etika dan dipenuhi kebahagiaan.
Walaupun sekarang tidak ada tugas olahrasa, saya akan tetap melakukan olahrasa sesekali
didalam hidup saya untuk membersihkan jiwa saya. Terima kasih yaAllah atas segala nikmat
dan karunia ini. Saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih beretika.
Perubahan pada Level Spiritual
Saat menempuh perkuliahan Etika Bisnis dan Profesi, terdapat materi mengenai
Tuhan, yang kita semua tahu bahwa membahas Tuhan adalah hal yang cukup sensitif. Tetapi
didalam perkuliahan ini berbeda, dan itu membuat saya tertarik. Saya belajar materi tentang
Tuhan dari perspektif yang berbeda dan unik. Saat dikelas, dosen saya mengharuskan saya
dan teman – teman dikelas untuk bertanya kepada Tuhan mengenai jawaban dari materi yang
diberikan oleh dosen saya. Awal nya cukup sulit melakukannya, terlebih saat diminta untuk
memejamkan mata sambil berdoa dan berbicara kepada Tuhan, bukannya mendapatkan
jawaban yang saya cari tetapi malah memikirkan hal – hal lainnya sehingga saya kehilangan
fokus. Namun, dosen saya memberikan arah dan langkah – langkah bagaimana kami semua
bisa mencapai ketenangan dan fokus pada saat memejamkan mata dan berbicara dengan
Tuhan. Setelah saya mencoba untuk mengatur hati dan pikiran saya agar hasil nya datang
bukan dari dugaan diri sendiri melainkan datang dari Tuhan, ternyata hasil nya cukup
mengejutkan. Disaat saya sudah bisa fokus, saya bertanya lagi kepada Tuhan mengenai
jawaban dari materi yang diberikan oleh dosen saya, ternyata muncul seperti gambar –
gambar, dan setelah saya telaah lebih lanjut, gambar itu seperti jawaban dari materi yang saya
tanyakan kepada Tuhan, dan saya yakin itu merupakan sebuah jawaban yang datang dari
Tuhan disaat hati dan pikiran kita sudah bersih sepenuhnya.
Setelah beberapa kali melakukan metode tersebut, saya mencoba melakukannya
sebelum memulai kelas. Dengan konsentrasi yang tinggi, saya merasa perasaan dan hati saya
menjadi tenang dan ringan. Rasanya sangat berbeda ketika saya memulai belajar hanya
mengucap Bismillah, saya merasa lebih mudah mencerna semua materi – materi yang
diberikan pada saat perkuliahan.
Tidak hanya itu, saya juga mencoba metode yang sama disaat saya sedang merasa
kesulitan, saya mencoba metode yang sama dengan yang saya pelajari di kelas Etika Bisnis
dan Profesi. Alhamdulillah, saya merasa diri saya seperti diberi bantuan oleh Allah SWT dan
dipermudah jalan untuk keluar dari permasalahan yang sedang saya hadapi
Menurut saya, apabila kita menginginkan sesuatu dan meminta kepada Tuhan, bicara
lah, minta lah kepada Tuhan dengan hati yang bersih dan se rendah – rendahnya diri kita
dihadapanNya, insyaAllah jawaban nya datang lebih dekat dari yang kita duga.
Satu semester telah berlalu, tidak terasa perkuliahan Etika bisnis dan Profesi sudah
selesai. Saya mendapatkan banyak sekali pelajaran, terutama bagaimana caranya untuk
menjadikan diri saya menjadi pribadi yang lebih baik, yang bermoral dan beretika, yang
penuh kasih sayang dan kebahagiaan, dan mencintai Allah SWT.
Terima kasih atas semua materi yang saya dapatkan, saya merasa sudah menjadi
pribadi yang lebih baik dari sebelum nya, dan sesuai dengan tujuan akhir dari matakuliah
yang ditempuh, Etika bisnis dan Profesi, saya siap, baik dari segi akal, mental dan spiritual,
untuk menyambut dunia kerja dengan sikap toleransi dan profesionalitas yang tinggi, serta
dengan perilaku yang beretika dan bermoral.