Anda di halaman 1dari 63

PERENCANAAN SISTEM PLAMBING AIR BERSIH

A. Metode Luas Lantai Efektif Gedung

1) Luas Bangunan ( Denah) = 528.000 m2/lantai


= 528.000 x 3 lantai
= 1584.000 m2
2) Luas Efektif Gedung = luas bangunan x tabel 3.12
= 1584.000 x 65% ( jenis gedung KANTOR)
= 1029.600 m2
3) Jumlah Penghuni = Luas efektif gedung /kepadatan hunian
= 1029.600 / 10 m2/orang ( 5-10 m2/org)
= 102.960 orang = 103 0rang
4) Kebutuhan air per hari (Q) = Jumlah penghuni x kebutuhan air/hari/kapita
= 103.000 x 120 liter/orang
= 12360 liter
5) Total Pemakain air = ditambahkan 20% dari kebutuhan air per hari
= 12360 + ( 20% x 12360 )
= 14832 liter/hari
6) Debit per jam (Qh) = Q / jangka waktu pemakaian
= 14832 / 8 jam/hari ( 08.00-16.00 )
= 1854 liter/jam
7) Debit jam puncak (Qh max) = Qh x faktor jam puncak (1,5-2)
= 1854 x 2 (dipilih 2)
= 3708 liter/jam
8) Debit menit puncak (Qm menit) = Qh x faktor menit puncak ( 3-4 )
= 14832 x 3 ( dipilih 3)
= 44496 liter/menit
= 741.6 liter/jam

B. Jenis dan Jumlah Alat Plambing

1) Identifikasi jenis dan jumlah alat plambing


Jumlah Alat Plambing
jenis Alat
Plambing Lantai 1 Total Gedung
Lantai 2 Lantai 3
(3 lantai)
Kloset 4 4 4 12
Lavatory 4 10 2 16

Lihat Tabel 3.13 (hal 49) dan Tabel 3.15 (hal 66)
2) Jumlah alat plambing

Alat Jumlah per Kebutuhan air Penggunaan per Faktor Pemakaian


Plambing lantai per pemakaian jam Pemakaian Air
(%) (L/jam)
Kloset 12 15 10 30 540
Lavatory 16 10 12 45 864
Jumlah Kebutuhan Air 1404
33696
33696

5) Total Pemakaian air = ditambahkan 20% dari kebutuhan air per hari
= 33696 + ( 20% x 33696 )
= 40435.2 liter/hari
6) Debit per jam (Qh) = Q / jangka waktu pemakaian
= 40435.2 / 8 jam/hari ( 08.00-16.00 )
= 129 liter/jam
7) Debit jam puncak (Qh max) = Qh x faktor jam puncak (1,5-2)
= 129 x 2 (dipilih 1.7)
= 258 liter/jam
8) Debit menit puncak (Qm menit) = Qh x faktor menit puncak ( 3-4 )
= 40435.2 x 3 ( dipilih 3.5)
= 121305.6 liter/menit
= 2021.76 liter/jam

C. Metode Unit Beban Alat Plambing

Lihat Tabel 3.16 (hal 68)

Alat Jumlah Unit Beban Alat Jumlah Unit


Plambing Plambing Beban
Kloset 12 10 120
Lavatory 16 2 32
total 152
Kebutuhan air = 305 liter/menit
= 439200 liter/hari

Kesimpulan ( diambil yang terbesar dari ketiga Metode)

Kebutuhan Air yang


Metode Kebutuhan Air (liter/hari)
dipakai (liter/jam)

I 14832

II 40435.200 40435.200
III 439200
Tabel 3.15 Faktor Pemakaian (%) dan jumlah alat plambing
Jumlah alat
plambing dan
1 2 4 8 12 16 24 32 40 50 70 100
jenis alat
plambing
Kloset dengan 1 50 50 40 30 27 23 19 17 15 12 10
katup gelontor 1 2 3 4 5 6 7 7 8 9 10
Alat plambing 1 100 75 55 48 45 42 40 39 38 35 33
biasa 2 3 5 6 7 10 13 16 19 25 33
Metode Kerugian Gesek
jenis Jumlah Alat Plambing
Alat
Plambin Pria Wanita Total/Lantai unit alat plambing untuk umum
g
Kloset 2 2 4 12
Urinoir 0 0 0 0
Lavatory 1 1 2 16
Faucet 0 0 0 0
Total beban 1 lantai
Total beban 3 lantai
Perhitungan R

LANTAI 3
H = 3m
Ketinggian Alat Plambing Terjauh
Head Statik (H)
Head Standar (Hs)
K = dipakai 2.5
L = 2m +2m
l = 0.3 m+2m+1m+1m+9.8+0.37m+0.99m+1.01m+1m+0.3m+1.1m+0.1m
maka R = -31.71839
Karena R negatif maka perlu ditinggikan dan diberi pompa dengan besar tekanan = 10 m
sehingga R = 30.47453 m

LANTAI 2 SISTEM 1
H = 6m
Hs = 1.1 m
K = dipakai 2.5
L = 7m
l = 0.3 m+2m+1m+1m+9.8+0.37m+0.99m+1.01m+1m+0.3m+1.1m+0.1m

maka R = -32.345013
Karena R negatif maka perlu ditinggikan dan diberi pompa dengan besar tekanan = 10 m
sehingga R = 121.6789 m

LANTAI 2 SISTEM 2
H = 6m
Hs = 1m
K = dipakai 2.5
L = 0m
l = 2 m+10m+6m+12m+0.37m+3.36m+3.43m+0.3m+1m+0.1m
maka R = -20.736133
Karena R negatif maka perlu ditinggikan dan diberi pompa dengan besar tekanan = 10 m
sehingga R = 82.94453 m

LANTAI 2 SISTEM 3
H = 6m
Hs = 1m
K = dipakai 2.5
L = 0
l = 10m+6m+5m+2.83m+1.27m+0.3m+1m+0.1m

maka R = -30.188679
Karena R negatif maka perlu ditinggikan dan diberi pompa dengan besar tekanan = 10 m
sehingga R = 120.7547 m

LANTAI 2 SISTEM 4
H = 6m
Hs = 1m
K = dipakai 2.5
L = 0
l = 7m+3.03m+3.43m+2.05m+0.3m+1m+0.1m

maka R = -47.309284
Karena R negatif maka perlu ditinggikan dan diberi pompa dengan besar tekanan = 10 m
sehingga R = 189.2371 m

LANTAI 1 SISTEM 1
H = 9m
Hs = 1.1 m
K = dipakai 2.5
L = 11
l = 1m+1m+9.8m+0.37m+0.99m+1.01m+1m+0.3m+1.1m+0.1m

maka R = 13.0104807 = 13.01


Karena R negatif maka perlu ditinggikan dan diberi pompa dengan besar tekanan = 10 m
sehingga R = 157.5714 m

LANTAI 1 SISTEM 2
H = 9m
Hs = 1m
K = dipakai 2.5
L = 0
l = 10m+6m+5m+2.83m+1.27m+0.3m+1m+0.1m

maka R = 15.0943396 = 15.094


Karena R negatif maka perlu ditinggikan dan diberi pompa dengan besar tekanan = 10 m
sehingga R = 166.0377 m

Tabel 3.19 Penentuan ukuran pipa berdasarkan keru


gbr 3.62
I II III IV V VI VII
Beban
unit Ukuran pipa Ratio Ratio
Daerah (mm) dengan
alat l ( m) l' (m)
Plambin R< 85.3287 ( mm air/m) ( m/det)
aliran (mm/m)
g
l
A-B 152 305 65 62 1.4 4 6.48
B-a3 44 180 50 70 1.3 14.47 11.88
a3-b3 34 170 50 59 1.2 0.99 0.6
b3-e3 24 145 50 45 1 0.505 0.6
Lantai
e3-c3 20 135 50 40 0.95 0.505 0.6
ke-3
c3-d3 10 100 40 75 1.25 2.5 7.5
e3-f3 4 75 40 45 0.9 1.1 0.45
f3-g3 2 70 32 85 1.1 1.87 6
f3-h3 2 70 32 85 1.1 1.87 6

I II III IV V VI VII
Beban
unit Ukuran pipa Ratio Ratio
sistem 1 Daerah (mm) dengan
alat l ( m) l' (m)
Plambin R< 121.679 ( mm air/m) ( m/det)
aliran (mm/m)
g
l
B-C 108 265 65 41 1.25 3 3.6
C-a2 60 210 50 95 1.6 3.3 5.19
a2-j2 50 195 50 82 1.48 10.8 3.09
j2-b2 44 180 50 70 1.3 0.37 0.6
b2-c2 34 170 50 59 1.2 0.99 0.6
Lantai
c2-f2 24 145 50 45 1 0.505 0.6
ke-2
f2-d2 20 135 50 40 0.95 0.505 0.6
d2-e2 10 100 40 75 1.25 2.5 7.5
f2-g2 4 75 32 95 1.25 1.1 0.36
g2-h2 2 70 32 85 1.2 1.87 6
g2-i2 2 70 32 85 1.2 1.87 6
I II III IV V VI VII
Beban
unit Ukuran pipa Ratio Ratio
sistem 2 Daerah (mm) dengan
alat l ( m) l' (m)
Plambin R< 82.9445 ( mm air/m) ( m/det)
aliran (mm/m)
g
l
j2-k2 6 90 40 62 1.1 30.37 6.45
Lantai
k2-l2 4 75 40 45 0.9 3.36 0.45
ke-2
l2-m2 2 70 40 42 0.83 4.85 7.5

I II III IV V VI VII
Beban
unit Ukuran pipa Ratio Ratio
sistem 3 Daerah (mm) dengan
alat l ( m) l' (m)
Plambin R< 98.1132 ( mm air/m) ( m/det)
aliran (mm/m)
g
l
a2-n2 10 100 40 75 1.25 21 3.45
Lantai
n2-o2 4 75 32 98 1.25 2.83 0.45
ke-2
o2-p2 2 70 32 85 1.2 1.27 7.5

I II III IV V VI VII
Beban
unit Ukuran pipa Ratio Ratio
sistem 4 Daerah (mm) dengan
alat l ( m) l' (m)
Plambin R< 153.755 ( mm air/m) ( m/det)
aliran (mm/m)
g
l
n2-q2 6 90 32 140 1.45 10.03 1.56
Lantai
q2-r2 4 75 32 98 1.25 3.43 0.36
ke-2
r2-s2 2 70 32 85 1.2 3.45 6

I II III IV V VI VII
Beban
sistem 1 Daerah unit Ratio Ratio
alat Ukuran pipa l ( m) l' (m)
Plambin (mm) dengan ( mm air/m) ( m/det)
aliran R< 13.01 (mm/m)
g
l
C-D 48 190 80 10 0.6 4 3.63
D-a1 48 190 80 10 0.6 1 0.9
a1-b1 44 180 80 9 0.58 11.17 6.9
b1-c1 34 170 80 8 0.52 0.99 0.9
Lantai c1-f1 24 145 80 5.2 0.42 0.505 0.9
ke-1 f1-d1 20 135 65 12.5 0.58 0.505 0.75
d1-e1 10 100 65 7 0.45 2.5 12
Lantai
ke-1

f1-g1 4 75 65 4.1 0.35 1.1 0.75


g1-h1 2 70 65 3.6 0.32 1.87 12
g1-i1 2 70 65 3.6 0.32 1.87 12

I II III IV V VI VII
Beban
unit Ukuran pipa Ratio Ratio
sistem 2 Daerah (mm) dengan
alat l ( m) l' (m)
Plambin R< 15.094 ( mm air/m) ( m/det)
aliran (mm/m)
g
l
Lantai a1-j1 4 75 65 4.1 0.35 25.1 7.95
ke-1
beban unit alat
untuk umum
untuk umum
120
0
32
0
152

= 3 m
= 1.1
= 1.9
= 1.1 m
= 7 m
= 4 m
= 18.97 m

= 10 m

= 6 m
= 1.1 m
= 2.5 m
= 7 m
= 18.97 m

= 10 m

= 6 m
= 1 m
= 2.5 m
= 0 m
= 38.58 m
= 10 m

= 6 m
= 1 m
= 2.5 m
= 0 m
= 26.5 m

= 10 m

= 6 m
= 1 m
= 2.5 m
= 0 m
= 16.91 m

= 10 m

= 9 m
= 1.1 m
= 2.5 m
= 11 m
= 16.67 m

= 10 m

= 9 m
= 1 m
= 2.5 m
= 0 m
= 26.5 m

= 10 m

pipa berdasarkan kerugian gesek yang diizinkan


62
VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVII X
Ukuran
R(l+l') perban pipa R R(l + l') perban
l' (m) l + l' (m) l ( m) l' (m) l + l' (m)
mm air dingan perkecil (mm/m) mm air dingan
(mm)
6.48 10.48 649.76 894.2448 - - - - - - -
11.88 26.35 1844.5 2248.411 - - - - - - -
0.6 1.59 93.81 135.6726 - - - - - - -
0.6 1.105 49.725 94.28821 - - - - - - -
0.6 1.105 44.2 94.28821 - - - - - - -
7.5 10 750 853.287 - - - - - - -
0.45 1.55 69.75 132.2595 - - - - - - -
6 7.87 668.95 671.5369 - - - - - - -
6 7.87 668.95 671.5369 - - - - - - -

VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVII X


Ukuran
R(l+l') perban pipa R R(l + l') perban
l' (m) l + l' (m) l ( m) l' (m) l + l' (m)
mm air dingan perkecil (mm/m) mm air dingan
(mm)
3.6 6.6 270.6 803.0814 50 150 3 3 6 900 730.074
5.19 8.49 806.55 1033.055 - - - - - - -
3.09 13.89 1138.98 1690.121 - - - - - - -
0.6 0.97 67.9 118.0286 - - - - - - -
0.6 1.59 93.81 193.4696 40 180 0.99 0.45 1.44 259.2 175.2178
0.6 1.105 49.725 134.4553 40 140 0.505 0.45 0.955 133.7 116.2034
0.6 1.105 44.2 134.4553 40 130 0.505 0.45 0.955 124.15 116.2034
7.5 10 750 1216.79 32 160 2.5 6 8.5 1360 1034.272
0.36 1.46 138.7 177.6513 - - - - - - -
6 7.87 668.95 957.6137 - - - - - - -
6 7.87 668.95 957.6137 - - - - - - -
VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVII X
Ukuran
R(l+l') perban pipa R R(l + l') perban
l' (m) l + l' (m) l ( m) l' (m) l + l' (m)
mm air dingan perkecil (mm/m) mm air dingan
(mm)
6.45 36.82 2282.84 3054.016 - - - - - - -
0.45 3.81 171.45 316.0185 32 95 3.36 0.36 3.72 353.4 308.5535
7.5 12.35 518.7 1024.365 32 82 4.85 6 10.85 889.7 899.9478

VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVII X


Ukuran
R(l+l') perban pipa R R(l + l') perban
l' (m) l + l' (m) l ( m) l' (m) l + l' (m)
mm air dingan perkecil (mm/m) mm air dingan
(mm)
3.45 24.45 1833.75 2398.868 - - - - - - -
0.45 3.28 321.44 321.8113 - - - - - - -
7.5 8.77 745.45 860.4528 - - - - - - -

VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVII X


Ukuran
R(l+l') perban pipa R R(l + l') perban
l' (m) l + l' (m) l ( m) l' (m) l + l' (m)
mm air dingan perkecil (mm/m) mm air dingan
(mm)
1.56 11.59 1622.6 1782.02 - - - - - - -
0.36 3.79 371.42 582.7315 - - - - - - -
6 9.45 803.25 1452.985 - - - - - - -

VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVII X


Ukuran
R(l+l') perban pipa R R(l + l') perban
l' (m) l + l' (m) l ( m) l' (m) l + l' (m)
mm air dingan perkecil (mm/m) mm air dingan
(mm)
3.63 7.63 76.3 99.2663 - - - - - - -
0.9 1.9 19 24.719 - - - - - - -
6.9 18.07 162.63 235.0907 - - - - - - -
0.9 1.89 15.12 24.5889 65 20 0.99 0.75 1.74 34.8 22.6374
0.9 1.405 7.306 18.27905 65 13 0.505 0.75 1.255 16.315 16.32755
0.75 1.255 15.6875 16.32755 - - - - - - -
12 14.5 101.5 188.645 - - - - - - -
0.75 1.85 7.585 24.0685 50 15.6 1.1 0.6 1.7 26.52 22.117
12 13.87 49.932 180.4487 50 13.1 1.87 10.5 12.37 162.047 160.9337
12 13.87 49.932 180.4487 50 13.1 1.87 10.5 12.37 162.047 160.9337

VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVII X


Ukuran
R(l+l') perban pipa R R(l + l') perban
l' (m) l + l' (m) l ( m) l' (m) l + l' (m)
mm air dingan perkecil (mm/m) mm air dingan
(mm)
7.95 33.05 135.505 498.8567 50 17 25.1 6.9 32 544 483.008
X XVIII
Ukuran
perban pipa
dingan diperole
h (mm)
- 65
- 50
- 50
- 50
- 50
- 40
- 40
- 32
- 32

X XVIII
Ukuran
perban pipa
dingan diperole
h (mm)
730.074 50
- 50
- 50
- 50
175.2178 40
116.2034 40
116.2034 40
1034.272 32
- 32
- 32
- 32
X XVIII
Ukuran
perban pipa
dingan diperole
h (mm)
- 40
308.5535 32
899.9478 32

X XVIII
Ukuran
perban pipa
dingan diperole
h (mm)
- 40
- 32
- 32

X XVIII
Ukuran
perban pipa
dingan diperole
h (mm)
- 32
- 32
- 32

X XVIII
Ukuran
perban pipa
dingan diperole
h (mm)
- 80
- 80
- 80
22.6374 65
16.32755 65
- 65
- 65
22.117 50
160.9337 50
160.9337 50

X XVIII
Ukuran
perban pipa
dingan diperole
h (mm)
483.008 50
Metode Kerugian Gesek
beban unit
Jenis Alam plambing untuk umum Jumlah Alat alat
Alat
Plambing untuk
Plambing Lantai 1 Lantai 2 Lantai 3 umum
Kloset 4 4 4 12 120
Lavatory 4 10 2 16 32
Total beban 3 lantai 152

Perhitungan R

LANTAI 3
H = 3m
Ketinggian Alat Plambing Terjauh
Head Statik (H)
Head Standar (Hs)
K = dipakai 2.5
L = 2m +2m
l = 0.3 m+2m+1m+1m+9.8+0.37m+0.99m+1.01m+1m+0.3m+1.1m+0.1m
maka R = -88.8114933
Karena R negatif maka perlu ditinggikan dan diberi pompa dengan besar tekanan = 10 m
sehingga R = 85.32869 m

Tabel 3.19 Penentuan ukuran pipa berdasarkan kerugian g


gbr 3.62
I II III IV V VI VII VIII
Beban Ukuran pipa Ratio
Daerah unit Ratio
(mm)
dengan R< l ( m) l' (m) l + l' (m)
alat ( mm
85.329 ( m/det)
Plambing (mm/m) air/m)
aliran
A-B 152 305 65 62 1.4 4 6.48 10.48
B-a3 44 180 50 70 1.3 14.47 11.88 26.35
a3-b3 34 170 50 59 1.2 0.99 0.6 1.59
b3-e3 24 145 50 45 1 0.505 0.6 1.105
Lantai
e3-c3 20 135 50 40 0.95 0.505 0.6 1.105
ke-3
c3-d3 10 100 40 75 1.25 2.5 7.5 10
e3-f3 4 75 40 45 0.9 1.1 0.45 1.55
f3-g3 2 70 32 85 1.1 1.87 6 7.87
f3-h3 2 70 32 85 1.1 1.87 6 7.87
= 3 m
= 1.1 m
= 1.9 m
= 7 m
= 2.5 m
= 4 m
= 18.97 m

= 10 m

berdasarkan kerugian gesek yang diizinkan

VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVII X XVIII

R(l+l') Ukuran Ukuran


perban pipa R R(l + l') perban pipa
l + l' (m) mm l ( m) l' (m) l + l' (m)
dingan perkecil (mm/m) mm air dingan diperoleh
air
(mm) (mm)
10.48 649.76 894.2448 - - - - - - - 65
26.35 1844.5 2248.411 - - - - - - - 50
1.59 93.81 135.6726 - - - - - - - 50
1.105 49.725 94.28821 40 120 0.505 0.45 0.955 114.6 81.4889 40
1.105 44.2 94.28821 40 110 0.505 0.45 0.955 105.05 81.4889 40
10 750 853.287 - - - - - - - 40
1.55 69.75 132.2595 32 95 1.1 0.36 1.46 138.7 124.5799 40
7.87 668.95 671.5369 - - - - - - - 32
7.87 668.95 671.5369 - - - - - - - 32
XVIII
Ukuran
pipa
diperoleh
(mm)
65
50
50
40
40
40
40
32
32
Tabel 2.4 Penentuan ukuran pipa berdasarkan kerugian gesek yang diizinkan
LANTAI 3
R< 85.3287 Gambar 2.2
I II III IV V VI VII VIII IX X XI XII
Beban Ukuran pipa Ratio Ukuran
Daerah unit Ratio R(l+l')
(mm) perban pipa R
dengan R< l ( m) l' (m) l + l' (m) mm
alat ( mm dingan perkecil (mm/m)
85.329 ( m/det) air
Plambing (mm/m) air/m) (mm)
aliran
A-B 152 305 65 62 1.4 4 6.48 10.48 649.76 894.2448 - -
B-a3 44 180 50 70 1.3 14.47 11.88 26.35 1844.5 2248.411 - -
a3-b3 34 170 50 59 1.2 0.99 0.6 1.59 93.81 135.6726 - -
b3-e3 24 145 50 45 1 0.505 0.6 1.105 49.725 94.28821 40 120
Lantai
e3-c3 20 135 50 40 0.95 0.505 0.6 1.105 44.2 94.28821 40 110
ke-3
c3-d3 10 100 40 75 1.25 2.5 7.5 10 750 853.287 - -
e3-f3 4 75 40 45 0.9 1.1 0.45 1.55 69.75 132.2595 32 95
f3-g3 2 70 32 85 1.1 1.87 6 7.87 668.95 671.5369 - -
f3-h3 2 70 32 85 1.1 1.87 6 7.87 76010.81 671.5369 - -
diizinkan

XIII XIV XV XVII X XVIII


Ukuran
R(l + l') perban pipa
l ( m) l' (m) l + l' (m)
mm air dingan diperoleh
(mm)
- - - - - 65
- - - - - 50
- - - - - 50
0.505 0.45 0.955 114.6 81.48891 40
0.505 0.45 0.955 105.05 81.48891 40
- - - - - 40
1.1 0.36 1.46 138.7 124.5799 40
- - - - - 32
- - - - - 32
LANTAI 2 SISTEM 1
H = 6m
Ketinggian Alat Plambing Terjauh
Head Statik (H)
Head Standar (Hs)
K = dipakai 2.5
L = 2m +2m+1m+2m
l = 0.3 m+2m+1m+1m+9.8+0.37m+0.99m+1.01m+1m+0.3m+1.1m+0.1m
maka R = -32.3450135
Karena R negatif maka perlu ditinggikan dan diberi pompa dengan besar tekanan = 10 m
sehingga R = 121.6789 m

LANTAI 2 SISTEM 2
H = 6m
Ketinggian Alat Plambing Terjauh
Head Statik (H)
Head Standar (Hs)
K = dipakai 2.5
L = 0
l = 10m+6m+5m+2.83m+1.27m+0.3m+1m+0.1m
maka R = 30.18867925

LANTAI 2 SISTEM 3
H = 6m
Ketinggian Alat Plambing Terjauh
Head Statik (H)
Head Standar (Hs)
K = dipakai 2.5
L = 0
l = 7m+3.03m+3.43m+2.05m+6.05m+3.4m+3.35m+0.1m+0.3m+1m
maka R = 26.92696062
I II III IV V VI VII VIII
Beban Ratio
sistem 1 Daerah unit Ratio
Ukuran pipa
(mm) dg l ( m) l' (m) l + l' (m)
alat ( mm
R< 121.679 ( m/det)
Plambing (mm/m) air/m)
aliran
B-C 108 265 65 41 1.25 3 3.6 6.6
C-a2 60 210 50 95 1.6 3.3 5.19 8.49
a2-j2 50 195 50 82 1.48 10.8 3.09 13.89
j2-b2 44 180 50 70 1.3 0.37 0.6 0.97
b2-c2 34 170 50 59 1.2 0.99 0.6 1.59
Lantai
c2-f2 24 145 50 45 1 0.505 0.6 1.105
ke-2
f2-d2 20 135 50 40 0.95 0.505 0.6 1.105
d2-e2 10 100 40 75 1.25 2.5 7.5 10
f2-g2 4 75 32 95 1.25 1.1 0.36 1.46
g2-h2 2 70 32 85 1.2 1.87 6 7.87
g2-i2 2 70 32 85 1.2 1.87 6 7.87

R< 20.736
I II III IV V VI VII VIII
Beban Ratio
sistem 2 Daerah unit Ratio
Ukuran pipa
(mm) dg l ( m) l' (m) l + l' (m)
alat ( mm
R< 20.736 ( m/det)
Plambing (mm/m) air/m)
aliran
j2-k2 6 90 50 20 0.69 30.37 9 39.37
Lantai
k2-l2 4 75 50 16 0.58 3.36 0.6 3.96
ke-2
l2-m2 2 70 50 13.8 0.56 4.85 10.5 15.35

R< 30.189
I II III IV V VI VII VIII
Beban Ratio
sistem 2 Daerah unit Ratio
Ukuran pipa l ( m) l' (m) l + l' (m)
alat (mm) dengan ( mm
R< 30.189 ( m/det)
Plambing air/m)
aliran (mm/m)
a2-j2 16 120 50 30 0.82 21 4.8 25.8
Lantai
j2-k2 4 75 50 16 0.58 2.83 0.6 3.43
ke-2
k2-l2 2 70 50 14 0.52 1.27 10.5 11.77

R< 26.9269
I II III IV V VI VII VIII
Beban Ukuran pipa Ratio
sistem 3 Daerah unit Ratio
(mm)
dengan R< l ( m) l' (m) l + l' (m)
alat ( mm
26.9269 ( m/det)
Plambing (mm/m) air/m)
aliran
j2-m2 12 108 65 8 0.68 10.03 3.15 13.18
m2-n2 10 100 50 24 0.75 3.43 0.6 4.03
Lantai n2-o2 8 98 50 20 0.7 2.06 0.6 2.66
ke-2 o2-p2 6 90 50 19 0.65 6.06 0.6 6.66
p2-q2 4 75 50 15 0.58 3.35 0.6 3.95
q2-r2 2 70 40 41 0.81 4.75 7.5 12.25
= 6 m
= 1.1
= 4.9
= 7 m
= 2.5 m
= 7 m
= 18.97 m

= 10 m

= 6 m
= 1
= 5
= 3 m
= 2.5 m
= 0 m
= 26.5 m

= 6 m
= 1
= 5
= 3 m
= 2.5 m
= 0 m
= 29.71 m
VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVII X XVIII

R(l+l') Ukuran Ukuran


perban pipa R R(l + l') perban pipa
l + l' (m) mm l ( m) l' (m) l + l' (m)
dingan perkecil (mm/m) mm air dingan diperoleh
air
(mm) (mm)
6.6 270.6 803.0814 50 150 3 3 6 900 730.074 50
8.49 806.55 1033.055 - - - - - - - 50
13.89 1138.98 1690.121 - - - - - - - 50
0.97 67.9 118.0286 - - - - - - - 50
1.59 93.81 193.4696 40 180 0.99 0.45 1.44 259.2 175.2178 40
1.105 49.725 134.4553 40 140 0.505 0.45 0.955 133.7 116.2034 40
1.105 44.2 134.4553 40 130 0.505 0.45 0.955 124.15 116.2034 40
10 750 1216.79 32 160 2.5 6 8.5 1360 1034.272 32
1.46 138.7 177.6513 - - - - - - - 32
7.87 668.95 957.6137 - - - - - - - 32
7.87 668.95 957.6137 - - - - - - - 32

VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVII X XVIII

R(l+l') Ukuran Ukuran


perban pipa R R(l + l') perban pipa
l + l' (m) mm l ( m) l' (m) l + l' (m)
dingan perkecil (mm/m) mm air dingan diperoleh
air
(mm) (mm)
39.37 787.4 816.3763 - - - - - - - 50
3.96 63.36 82.11456 - - - - - - - 50
15.35 211.83 318.2976 - - - - - - - 50

VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVII X XVIII

R(l+l') Ukuran Ukuran


perban pipa R R(l + l') perban pipa
l + l' (m) mm l ( m) l' (m) l + l' (m)
dingan perkecil (mm/m) mm air dingan diperoleh
air
(mm) (mm)
25.8 774 778.8762 - - - - - - - 50
3.43 54.88 103.5483 40 44 2.83 0.45 3.28 144.32 99.01992 40
11.77 164.78 355.3245 40 41 1.27 7.5 8.77 359.57 264.7575 40
1.5226409278

VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVII X XVIII

R(l+l') Ukuran Ukuran


perban pipa R R(l + l') perban pipa
l + l' (m) mm l ( m) l' (m) l + l' (m)
dingan perkecil (mm/m) mm air dingan diperoleh
air
(mm) (mm)
13.18 105.44 354.8965 50 26 10.03 2.7 12.73 330.98 342.7794 50
4.03 96.72 108.5154 - - - - - - - 50
2.66 53.2 71.62555 - - - - - - - 50
6.66 126.54 179.3332 - - - - - - - 50
3.95 59.25 106.3613 40 45 3.35 0.45 3.8 171 102.3222 40
12.25 502.25 329.8545 - - - - - - - 40
XVIII
Ukuran
pipa
diperoleh
(mm)
50
50
50
50
40
40
40
32
32
32
32

XVIII
Ukuran
pipa
diperoleh
(mm)
50
50
50

XVIII
Ukuran
pipa
diperoleh
(mm)
50
40
40

XVIII
Ukuran
pipa
diperoleh
(mm)
50
50
50
50
40
40
Tabel 2.4 Penentuan ukuran pipa berdasarkan kerugian gesek yang diizinka
LANTAI 2
R < 121.679 Gambar 2.2
I II III
Ukuran IV V VI VII VIII IX X XI
Beban pipa Ratio Ukuran
sistem 1 Daerah unit Ratio R(l+l')
(mm) dg perban pipa
l ( m) l' (m) l + l' (m) mm
alat R< ( mm dingan perkecil
( m/det) air
Plambing 121.679 air/m) (mm)
aliran
B-C 108 265 (mm/m)
65 41 1.25 3 3.6 6.6 270.6 803.0814 50
C-a2 60 210 50 95 1.6 3.3 5.19 8.49 806.55 1033.055 -
a2-j2 50 195 50 82 1.48 10.8 3.09 13.89 1138.98 1690.121 -
j2-b2 44 180 50 70 1.3 0.37 0.6 0.97 67.9 118.0286 -
b2-c2 34 170 50 59 1.2 0.99 0.6 1.59 93.81 193.4696 40
Lantai
c2-f2 24 145 50 45 1 0.505 0.6 1.105 49.725 134.4553 40
ke-2
f2-d2 20 135 50 40 0.95 0.505 0.6 1.105 44.2 134.4553 40
d2-e2 10 100 40 75 1.25 2.5 7.5 10 750 1216.79 32
f2-g2 4 75 32 95 1.25 1.1 0.36 1.46 138.7 177.6513 -
g2-h2 2 70 32 85 1.2 1.87 6 7.87 668.95 957.6137 -
g2-i2 2 70 32 85 1.2 1.87 6 7.87 668.95 957.6137 -

R< 30.189 Gambar 2.2


I II III IV V VI VII VIII IX X XI
Beban Ratio Ukuran
sistem 2 Daerah unit Ratio R(l+l')
perban pipa
Ukuran pipa l ( m) l' (m) l + l' (m) mm
alat (mm) dengan ( mm dingan perkecil
R< 30.189 ( m/det) air
Plambing air/m) (mm)
aliran (mm/m)
a2-j2 16 120 50 30 0.82 21 4.8 25.8 774 778.8762 -
Lantai ke-
j2-k2 4 75 50 16 0.58 2.83 0.6 3.43 54.88 103.5483 40
2
Lantai ke-
2
k2-l2 2 70 50 14 0.52 1.27 10.5 11.77 164.78 355.3245 40

R< 26.9269 Gambar 2.2


I II III IV V VI VII VIII IX X XI
Beban Ukuran pipa Ratio Ukuran
sistem 3 Daerah unit Ratio R(l+l')
(mm) perban pipa
dengan R< l ( m) l' (m) l + l' (m) mm
alat ( mm dingan perkecil
26.9269 ( m/det) air
Plambing (mm/m) air/m) (mm)
aliran
j2-m2 12 108 65 8 0.68 10.03 3.15 13.18 105.44 354.8965 50
m2-n2 10 100 50 24 0.75 3.43 0.6 4.03 96.72 108.5154 -
Lantai ke- n2-o2 8 98 50 20 0.7 2.06 0.6 2.66 53.2 71.62555 -
2 o2-p2 6 90 50 19 0.65 6.06 0.6 6.66 126.54 179.3332 -
p2-q2 4 75 50 15 0.58 3.35 0.6 3.95 59.25 106.3613 40
q2-r2 2 70 40 41 0.81 4.75 7.5 12.25 502.25 329.8545 -
gesek yang diizinkan

XII XIII XIV XV XVII X XVIII


Ukuran
R R(l + l') perban pipa
l ( m) l' (m) l + l' (m)
(mm/m) mm air dingan diperoleh
(mm)
150 3 3 6 900 730.074 50
- - - - - - 50
- - - - - - 50
- - - - - - 50
180 0.99 0.45 1.44 259.2 175.2178 40
140 0.505 0.45 0.955 133.7 116.2034 40
130 0.505 0.45 0.955 124.15 116.2034 40
160 2.5 6 8.5 1360 1034.272 32
- - - - - - 32
- - - - - - 32
- - - - - - 32

XII XIII XIV XV XVII X XVIII


Ukuran
R R(l + l') perban pipa
l ( m) l' (m) l + l' (m)
(mm/m) mm air dingan diperoleh
(mm)
- - - - - - 50
44 2.83 0.45 3.28 144.32 99.01992 40
41 1.27 7.5 8.77 359.57 264.7575 40

XII XIII XIV XV XVII X XVIII


Ukuran
R R(l + l') perban pipa
l ( m) l' (m) l + l' (m)
(mm/m) mm air dingan diperoleh
(mm)
26 10.03 2.7 12.73 330.98 342.7794 50
- - - - - - 50
- - - - - - 50
- - - - - - 50
45 3.35 0.45 3.8 171 102.3222 40
- - - - - - 40
LANTAI 1 Sistem 1
H = 9 m
Ketinggian Alat Plambing Terjauh
Head Statik (H)
Head Standar (Hs)
K = dipakai 2.5
L = 11 m
l = 1m+1m+9.8m+0.37m+0.99m+1.01m+1m+0.3m+1.1m+0.1m
maka R = 13.01048066

LANTAI 1 Sistem 2
H = 9m
Ketinggian Alat Plambing Terjauh
Head Statik (H)
Head Standar (Hs)
K = dipakai 2.5
L = 0
l = 10m+6m+5m+2.83m+1.27m+0.3m+1m+0.1m
maka R = 75.47169811

13.01
I II III IV V VI VII VIII
Beban Ukuran pipa Ratio
sistem 1 Daerah unit Ratio
(mm)
dengan R< l ( m) l' (m) l + l' (m)
alat ( mm
13.01 ( m/det)
Plambing (mm/m) air/m)
aliran
C-D 48 190 80 10 0.6 4 3.63 7.63
D-a1 48 190 80 10 0.6 1 0.9 1.9
a1-b1 44 180 80 9 0.58 11.17 7.53 18.7
b1-c1 34 170 80 8 0.52 0.99 0.9 1.89
Lantai c1-f1 24 145 80 5.2 0.42 0.505 0.9 1.405
ke-1 f1-d1 20 135 65 12.5 0.58 0.505 0.75 1.255
d1-e1 10 100 65 7 0.45 2.5 12 14.5
f1-g1 4 75 65 4.1 0.35 1.1 0.75 1.85
g1-h1 2 70 65 3.6 0.32 1.87 12 13.87
g1-i1 2 70 65 3.6 0.32 1.87 12 13.87
75.472
I II III IV V VI VII VIII
Beban Ukuran pipa Ratio
sistem 2 Daerah unit Ratio
(mm)
dengan R< l ( m) l' (m) l + l' (m)
alat ( mm
75.472 ( m/det)
Plambing (mm/m) air/m)
aliran
Lantai a1-j1 4 75 40 48 0.9 25.1 4.95 30.05
ke-1 j1-k1 2 70 40 41 0.82 1.27 7.5 8.77
= 9 m
= 1.1
= 7.9
= 7 m
= 2.5 m
= 11 m
= 16.67 m

= 9 m
= 1
= 8
= 3 m
= 2.5 m
= 0 m
= 26.5 m

VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVII X XVIII

R(l+l') Ukuran Ukuran


perban pipa R R(l + l') perban pipa
l + l' (m) mm l ( m) l' (m) l + l' (m)
dingan perkecil (mm/m) mm air dingan diperoleh
air
(mm) (mm)
7.63 76.3 99.2663 - - - - - - - 80
1.9 19 24.719 - - - - - - - 80
18.7 168.3 243.287 - - - - - - - 80
1.89 15.12 24.5889 65 20 0.99 0.75 1.74 34.8 22.6374 65
1.405 7.306 18.27905 65 13 0.505 0.75 1.255 16.315 16.32755 65
1.255 15.6875 16.32755 - - - - - - - 65
14.5 101.5 188.645 - - - - - - - 65
1.85 7.585 24.0685 50 15.6 1.1 0.6 1.7 26.52 22.117 50
13.87 49.932 180.4487 50 13.1 1.87 10.5 12.37 162.047 160.9337 50
13.87 49.932 180.4487 50 13.1 1.87 10.5 12.37 162.047 160.9337 50
VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVII X XVIII

R(l+l') Ukuran Ukuran


perban pipa R R(l + l') perban pipa
l + l' (m) mm l ( m) l' (m) l + l' (m)
dingan perkecil (mm/m) mm air dingan diperoleh
air
(mm) (mm)
30.05 1442.4 2267.934 32 95 25.1 3.96 29.06 2760.7 2193.216 32
8.77 359.57 661.8894 32 41 1.27 6 7.27 298.07 548.6814 32
XVIII
Ukuran
pipa
diperoleh
(mm)
80
80
80
65
65
65
65
50
50
50
XVIII
Ukuran
pipa
diperoleh
(mm)
32
32
Tabel 2.4 Penentuan ukuran pipa berdasarkan kerugian gesek yang diizinkan
LANTAI 1
R < 13.01 Gambar 2.2
I II III IV V VI VII VIII IX X XI XII
Beban Ukuran pipa Ratio Ukuran
sistem 1 Daerah unit Ratio R(l+l')
(mm) perban pipa R
dengan R< l ( m) l' (m) l + l' (m) mm
alat ( mm dingan perkecil (mm/m)
13.01 ( m/det) air
Plambing (mm/m) air/m) (mm)
aliran
C-D 48 190 80 10 0.6 4 3.63 7.63 76.3 99.2663 - -
D-a1 48 190 80 10 0.6 1 0.9 1.9 19 24.719 - -
a1-b1 44 180 80 9 0.58 11.17 7.53 18.7 168.3 243.287 - -
b1-c1 34 170 80 8 0.52 0.99 0.9 1.89 15.12 24.5889 65 20
Lantai ke- c1-f1 24 145 80 5.2 0.42 0.505 0.9 1.405 7.306 18.27905 65 13
1 f1-d1 20 135 65 12.5 0.58 0.505 0.75 1.255 15.6875 16.32755 - -
d1-e1 10 100 65 7 0.45 2.5 12 14.5 101.5 188.645 - -
f1-g1 4 75 65 4.1 0.35 1.1 0.75 1.85 7.585 24.0685 50 15.6
g1-h1 2 70 65 3.6 0.32 1.87 12 13.87 49.932 180.4487 50 13.1
g1-i1 2 70 65 3.6 0.32 1.87 12 13.87 49.932 180.4487 50 13.1

R< 75.472 Gambar 2.2


I II III IV V VI VII VIII IX X XI XII
Beban Ukuran pipa Ratio Ukuran
sistem 2 Daerah unit Ratio R(l+l')
(mm) perban pipa R
dengan R< l ( m) l' (m) l + l' (m) mm
alat ( mm dingan perkecil (mm/m)
75.472 ( m/det) air
Plambing (mm/m) air/m) (mm)
aliran
Lantai ke- a1-j1 4 75 40 48 0.9 25.1 4.95 30.05 1442.4 2267.934 32 95
1 j1-k1 2 70 40 41 0.82 1.27 7.5 8.77 359.57 661.8894 32 41
sek yang diizinkan

XII XIII XIV XV XVII X XVIII


Ukuran
R R(l + l') perban pipa
l ( m) l' (m) l + l' (m)
(mm/m) mm air dingan diperoleh
(mm)
- - - - - - 80
- - - - - - 80
- - - - - - 80
20 0.99 0.75 1.74 34.8 22.6374 65
13 0.505 0.75 1.255 16.315 16.32755 65
- - - - - - 65
- - - - - - 65
15.6 1.1 0.6 1.7 26.52 22.117 50
13.1 1.87 10.5 12.37 162.047 160.9337 50
13.1 1.87 10.5 12.37 162.047 160.9337 50

XII XIII XIV XV XVII X XVIII


Ukuran
R R(l + l') perban pipa
l ( m) l' (m) l + l' (m)
(mm/m) mm air dingan diperoleh
(mm)
95 25.1 3.96 29.06 2760.7 2193.216 32
41 1.27 6 7.27 298.07 548.6814 32
distribusi3
Distribusi Beban Alat Plambing

Lantai 3

Daerah Alat Plambing


A-B Kloset
Lavatory
Total

Daerah Alat Plambing


B-a3 Kloset
Lavatory
Total

Daerah Alat Plambing


a3-b3 Kloset
Lavatory
Total

Daerah Alat Plambing


b3-ec3 Kloset
Lavatory
Total

Daerah Alat Plambing


e3-c3 Kloset
Lavatory
Total

Daerah Alat Plambing


c3-d3 Kloset
Lavatory
Total

Daerah Alat Plambing


e3-f3 Kloset
Lavatory
Total

Daerah Alat Plambing


f3-g3 Kloset
Lavatory
Total

Daerah Alat Plambing


f3-h3 Kloset
Lavatory
Total

Page 43
distribusi3

Jumlah UAP
12 10
16 2

Jumlah UAP
4 10
2 2

Jumlah UAP
3 10
2 2

Jumlah UAP
2 10
2 2

Jumlah UAP
2 10
0 2

Jumlah UAP
1 10
0 2

Jumlah UAP
0 10
2 2

Jumlah UAP
0 10
1 2

Jumlah UAP
0 10
1 2

Page 44
distribusi3

Beban UAP
120
32
152

Beban UAP
40
4
44

Beban UAP
30
4
34

Beban UAP
20
4
24

Beban UAP
20
0
20

Beban UAP
10
0
10

Beban UAP
0
4
4

Beban UAP
0
2
2

Beban UAP
0
2
2

Page 45
Lantai 2
Sistem 1 Sistem 2
Daerah Alat Plambing Jumlah UAP Beban UAP Daerah Alat Plambing
Kloset 8 10 80 Kloset
B-C j2-k2
Lavatory 14 2 28 Lavatory
Total 108 Total

Daerah Alat Plambing Jumlah UAP Beban UAP Daerah Alat Plambing
Kloset 4 10 40 Kloset
C-a2 k2-l2
Lavatory 10 2 20 Lavatory
Total 60 Total

Daerah Alat Plambing Jumlah UAP Beban UAP Daerah Alat Plambing
Kloset 4 10 40 Kloset
a2-j2 l2-m2
Lavatory 5 2 10 Lavatory
Total 50 Total

Daerah Alat Plambing Jumlah UAP Beban UAP


Kloset 4 10 40
j2-b2
Lavatory 2 2 4 Sistem 3
Total 44 Daerah Alat Plambing
Kloset
a2-n2
Daerah Alat Plambing Jumlah UAP Beban UAP Lavatory
Kloset 3 10 30 Total
b2-c2
Lavatory 2 2 4
Total 34 Daerah Alat Plambing
Kloset
n2-o2
Daerah Alat Plambing Jumlah UAP Beban UAP Lavatory
Kloset 2 10 20 Total
c2-f2
Lavatory 2 2 4
Total 24 Daerah Alat Plambing
Kloset
o2-p2
Daerah Alat Plambing Jumlah UAP Beban UAP Lavatory
Kloset 2 10 20 Total
f2-d2
Lavatory 0 2 0
Total 20
Sistem 4
Daerah Alat Plambing Jumlah UAP Beban UAP Daerah Alat Plambing
Kloset 1 10 10 Kloset
d2-e2 n2-q2
Lavatory 0 2 0 Lavatory
Total 10 Total

Daerah Alat Plambing Jumlah UAP Beban UAP Daerah Alat Plambing
Kloset 0 10 0 Kloset
f2-g2 q2-r2
Lavatory 2 2 4 Lavatory
Total 4 Total

Daerah Alat Plambing Jumlah UAP Beban UAP Daerah Alat Plambing
Kloset 0 10 0 Kloset
g2-h2 r2-s2
Lavatory 1 2 2 Lavatory
Total 2 Total

Daerah Alat Plambing Jumlah UAP Beban UAP


Kloset 0 10 0
g2-i2
Lavatory 1 2 2
Total 2
Sistem 2
Jumlah UAP Beban UAP
0 10 0
3 2 6
Total 6

Jumlah UAP Beban UAP


0 10 0
2 2 4
Total 4

Jumlah UAP Beban UAP


0 10 0
1 2 2
Total 2

Sistem 3
Jumlah UAP Beban UAP
0 10 0
5 2 10
Total 10

Jumlah UAP Beban UAP


0 10 0
2 2 4
Total 4

Jumlah UAP Beban UAP


0 10 0
1 2 2
Total 2

Sistem 4
Jumlah UAP Beban UAP
0 10 0
3 2 6
Total 6

Jumlah UAP Beban UAP


0 10 0
2 2 4
Total 4

Jumlah UAP Beban UAP


0 10 0
1 2 2
Total 2
Tabel 3.18

Panjang Ekivalen (m)


D nominal (mm)
Belokan 90 Belokan 45 T-90 Cabang T-90 Lurus Katup Sorong Katup Bola

15 0.6 0.36 0.9 0.18 0.12 4.5


20 0.75 0.45 1.2 0.24 0.15 6
25 0.9 0.54 1.5 0.27 0.18 7.5
32 1.2 0.72 1.8 0.36 0.24 10.5
40 1.5 0.9 2.1 0.45 0.3 13.5
50 2.1 1.2 3 0.6 0.39 16.5
65 2.4 1.5 3.6 0.75 0.48 19.5
80 3 1.8 4.5 0.9 0.63 24
100 4.2 2.4 6.3 1.2 0.81 37.5
125 5.1 3 7.5 1.5 0.99 42
150 6 3.6 9 1.8 1.2 49.5
200 6.5 3.7 14 4 1.4 70
250 8 4.2 20 5 1.7 90

Aksesoris (l')
Lantai 3

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total


Katup Sorong 1 0.48 0.48
A-B T-90 Cabang 1 3.6 3.6
Belokan 90 1 2.4 2.4
Total 6.48

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total


Katup Sorong 2 0.39 0.78
B-a3 T-90 Lurus 1 0.6 0.6
Belokan 90 5 2.1 10.5
Total 11.88

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total


a3-b3 T-90 Lurus 1 0.6 0.6
Total 0.6

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total


b3-e3 T-90 Lurus 1 0.6 0.6
Total 0.6

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total


e3-c3 T-90 Lurus 1 0.6 0.6
Total 0.6

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total


c3-d3 Belokan 90 5 1.5 7.5
Total 7.5

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total


e3-f3 T 90 Lurus 1 0.45 0.45
Total 0.45

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total


f3-g3 Belokan 90 5 1.2 6
Total 6

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total


f3-h3 Belokan 90 5 1.2 6
Total 6
Katup Sudut Katup Satu Arah

2.4 1.2
3.6 1.6
4.5 2
5.4 2.5
6.6 3.1
8.4 4
10.2 4.6
12 5.7
16.5 7.6
21 10
24 12
33 15
43 19
Tabel 3.18

Panjang Ekivalen (m)


D nominal (mm)
Belokan 90 Belokan 45 T-90 Cabang T-90 Lurus Katup Sorong Katup Bola

15 0.6 0.36 0.9 0.18 0.12 4.5


20 0.75 0.45 1.2 0.24 0.15 6
25 0.9 0.54 1.5 0.27 0.18 7.5
32 1.2 0.72 1.8 0.36 0.24 10.5
40 1.5 0.9 2.1 0.45 0.3 13.5
50 2.1 1.2 3 0.6 0.39 16.5
65 2.4 1.5 3.6 0.75 0.48 19.5
80 3 1.8 4.5 0.9 0.63 24
100 4.2 2.4 6.3 1.2 0.81 37.5
125 5.1 3 7.5 1.5 0.99 42
150 6 3.6 9 1.8 1.2 49.5
200 6.5 3.7 14 4 1.4 70
250 8 4.2 20 5 1.7 90
T90 cabang Katup Sorong

Aksesoris (l')
Lantai 2 Sistem 1
Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total Panjang Ekivalen
B-C T-90 Cabang 1 3.6 3.6 3
Total 3.6 Total

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total


Katup Sorong 1 0.39 0.39
C-a2 T-90 Lurus 1 0.6 0.6
Belokan 90 2 2.1 4.2
Total 5.19

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total


Katup Sorong 1 0.39 0.39
a2-j2 T-90 Lurus 1 0.6 0.6
Belokan 90 1 2.1 2.1
Total 3.09

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total


j2-b2 T-90 Lurus 1 0.6 0.6
Total 0.6

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total Panjang Ekivalen


b2-c2 T-90 Lurus 1 0.6 0.6 0.45
Total 0.6 Total

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total Panjang Ekivalen


c2-f2 T-90 Lurus 1 0.6 0.6 0.45
Total 0.6 Total

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total Panjang Ekivalen


f2-d2 T-90 Lurus 1 0.6 0.6 0.45
Total 0.6 Total

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total Panjang Ekivalen


d2-e2 Belokan 90 5 1.5 7.5 1.2
Total 7.5 Total

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total


f2-g2 T-90 Lurus 1 0.36 0.36
Total 0.36

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total


g2-h2 belokan 90 5 1.2 6
Total 6

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total


g2-i2 Belokan 90 5 1.2 6
Total 6
Lantai 2 Sistem 2

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen


Belokan 90 4 1.5
j2-k2
Katup Sudut Katup Satu Arah T-90 Lurus 1 0.45
Total
2.4 1.2
3.6 1.6 Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen
4.5 2 k2-l2 T-90 Lurus 1 0.45
5.4 2.5 Total
6.6 3.1
8.4 4 Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen
10.2 4.6 l2-m2 Belokan 90 5 1.5
12 5.7 Total
16.5 7.6
21 10
24 12 Lantai 2 Sistem 3
33 15
43 19 Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen
Belokan 90 2 1.5
a2-n2
T-90 Lurus 1 0.45
Total

Total Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen


3 n2-o2 T-90 Lurus 1 0.36
3 Total

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen


o2-p2 Belokan 90 5 1.2
Total

Lantai 2 Sistem 4

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen


Belokan 90 1 1.2
n2-q2
T-90 Lurus 1 0.36
Total

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen


q2-r2 T-90 Lurus 1 0.36
Total

Total Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen


0.45 r2-s2 Belokan 90 5 1.2
0.45 Total

Total
0.45
0.45

Total
0.45
0.45

Total
6
6
Panjang Ekivalen Total
1.5 6
0.45 0.45
6.45

Panjang Ekivalen Total Panjang Ekivalen Total


0.45 0.45 0.36 0.36
0.45 Total 0.36

Panjang Ekivalen Total Panjang Ekivalen Total


1.5 7.5 1.2 6
7.5 Total 6

Panjang Ekivalen Total Panjang Ekivalen Total


1.5 3 1.2 2.4
0.45 0.45 0.36 0.36
3.45 Total 2.76

Panjang Ekivalen Total


0.36 0.36
0.36

Panjang Ekivalen Total


1.2 6
6

Panjang Ekivalen Total


1.2 1.2
0.36 0.36
1.56

Panjang Ekivalen Total


0.36 0.36
0.36

Panjang Ekivalen Total Panjang Ekivalen Total


1.2 6 0.9 4.5
6 Total 4.5
Tabel 3.18

Panjang Ekivalen (m)


D nominal (mm)
Belokan 90 Belokan 45 T-90 Cabang T-90 Lurus Katup Sorong Katup Bola

15 0.6 0.36 0.9 0.18 0.12 4.5


20 0.75 0.45 1.2 0.24 0.15 6
25 0.9 0.54 1.5 0.27 0.18 7.5
32 1.2 0.72 1.8 0.36 0.24 10.5
40 1.5 0.9 2.1 0.45 0.3 13.5
50 2.1 1.2 3 0.6 0.39 16.5
65 2.4 1.5 3.6 0.75 0.48 19.5
80 3 1.8 4.5 0.9 0.63 24
100 4.2 2.4 6.3 1.2 0.81 37.5
125 5.1 3 7.5 1.5 0.99 42
150 6 3.6 9 1.8 1.2 49.5
200 6.5 3.7 14 4 1.4 70
250 8 4.2 20 5 1.7 90
T90 cabang Katup Sorong

Lantai 1 Sistem 1

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total


Belokan 90 1 3 3
C-D
Katup Sorong 1 0.63 0.63
Total 3.63

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total


D-a1 T-90 Lurus 1 0.9 0.9
Total 0.9

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total


T 90 Lurus 1 0.9 0.9
a1-b1 Belokan 90 2 3 6
Katup Sorong 1 0.63 0.63
Total 7.53

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total Panjang Ekivalen


b1-c1 T-90 Lurus 1 0.9 0.9 0.75
Total 0.9 Total

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total


b1-c1 T-90 Lurus 1 4 4
Total 4

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total


c1-f1 T-90 Lurus 1 0.9 0.9
Total 0.9

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total


f1-d1 T-90 Lurus 1 0.75 0.75
Total 0.75

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total


d1-e1 Belokan 90 5 2.4 12
Total 12

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total Panjang Ekivalen


f1-g1 T-90 Lurus 1 0.75 0.75 0.6
Total 0.75 Total

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total Panjang Ekivalen


g1-h1 Belokan 90 5 2.4 12 2.1
Total 12 Total

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen Total Panjang Ekivalen


g1-i1 Belokan 90 5 2.4 12 2.1
Total 12 Total
Tabel 3.18

D nominal (mm)
Katup Sudut Katup Satu Arah Belokan 90 Belokan 45 T-90 Cabang

2.4 1.2 15 0.6 0.36 0.9


3.6 1.6 20 0.75 0.45 1.2
4.5 2 25 0.9 0.54 1.5
5.4 2.5 32 1.2 0.72 1.8
6.6 3.1 40 1.5 0.9 2.1
8.4 4 50 2.1 1.2 3
10.2 4.6 65 2.4 1.5 3.6
12 5.7 80 3 1.8 4.5
16.5 7.6 100 4.2 2.4 6.3
21 10 125 5.1 3 7.5
24 12 150 6 3.6 9
33 15 200 6.5 3.7 14
43 19 250 8 4.2 20
T90 cabang

Lantai 1 Sistem 2

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen


Belokan 90 3 2.4
a1-j1
T 90 Lurus 1 0.75
Total

Daerah Aksesoris Jumlah Panjang Ekivalen


j1-k1 Belokan 90 5 2.1
Total

Total
0.75
0.75
Total
0.6
0.6

Total
10.5
10.5

Total
10.5
10.5
Panjang Ekivalen (m)

T-90 Cabang T-90 Lurus Katup Sorong Katup Bola Katup Sudut Katup Satu Arah

0.9 0.18 0.12 4.5 2.4 1.2


1.2 0.24 0.15 6 3.6 1.6
1.5 0.27 0.18 7.5 4.5 2
1.8 0.36 0.24 10.5 5.4 2.5
2.1 0.45 0.3 13.5 6.6 3.1
3 0.6 0.39 16.5 8.4 4
3.6 0.75 0.48 19.5 10.2 4.6
4.5 0.9 0.63 24 12 5.7
6.3 1.2 0.81 37.5 16.5 7.6
7.5 1.5 0.99 42 21 10
9 1.8 1.2 49.5 24 12
14 4 1.4 70 33 15
20 5 1.7 90 43 19
T90 cabang Katup Sorong

Panjang Ekivalen Total Panjang Ekivalen Total


2.4 7.2 2.1 6.3
0.75 0.75 0.6 0.6
7.95 Total 6.9

Panjang Ekivalen Total


2.1 10.5
10.5