Anda di halaman 1dari 7
Cc. HUKUM OHM 1. Kuat Arus Listrik Pernahkah Anda mendengar kata kuat arus listrik? Coba diingat! Di rumah Anda lampu menyala disebabkan oleh aliran listrik dalam rangkaian arus bolak-balik. Jika Anda menghubungkan lampu listrik kecil dan baterai dengan kabel, apa yang terjadi? Lampu akan menyala, yang disebabkan oleh aliran listrik dalam rangkaian arus searah. Aliran listrik ditimbulkan oleh muatan listrik yang bergerak di dalam suatu penghantar. Arah arus listrik (1) yang timbul pada penghantar berlawanan arah dengan arah gerak elektron. Muatan listrik dalam jumlah tertentu yang menembus suatu penampang dari suatu penghantar dalam satuan waktu tertentu disebut sebagai kuat arus listrik. Jadi kuat arus listrik adalah jumlah muatan listrik yang mengalir dalam kawat penghantar tiap satuan waktu. Gambar Segmen dari sebuah kawat penghantar berarus Jika dalam waktu t mengalir muatan listrik sebesar Q, maka kuat arus listrik | adalah: I: kuat arus listrik (coulomb/sekon = ampere, A) 1=Q_ : muatan listrik (coulomb) T: — waktu (sekon) Makin banyak jumlah muatan listrik yang bergerak, makin besar pula kuat arusnya. Contoh soal: Jika sebuah kawat penghantar listrik dialiri muatan listrik sebesar 360 coulomb dalam waktu 1 menit, kita dapat menentukan kuat arus listrik yang Melintasi kawat penghantar tersebut. Caranya seperti berikut: Kansep Dasar Teknik Elektranika Kelistrikan a Diketahui: Q = 360 coulomb t = 1 menit = 60 sekon Maka kuat arus listrik (1) adalah .... Jadi kuat arus listrik (1) itu adalah 6 A. Beda Potensial atau Tegangan Listrik (V) Untuk mempelajari beda potensial atau tegangan listrik, Coba kity perhatikan sebuah baterai; yang Anda pasti sudah tahu, pada baterai ity terdapat 2 (dua) kutub, yaitu kutub positif dan kutub negatif. Bila kutup positif dan kutub negatif kita hubungkan dengan kawat penghantar listrik, maka akan mengalir elektron dari kutub negatif melalui Penghubung ke kutub positif. Para ahli telah melakukan Perjanjian bahwa arah arus listrik Mengalir dari kutub positif ke kutub negatif. Jadi arah arus listrik berlawanan dengan arah aliran elektron. Seandainya Anda ingin lebih Jelas lagi, perhatikan gambar di bawah ini, 2 ® aweat ~ Oe O@ «4 8 Ve \b (4) ay @) + elektron Gambar Perjanjian ee ian arah arus listrik 1. kutub Positif (+) 2, kutub Negatif (-) ; arah arus listrik arah gerak elektron Konsen Dace.) 5, . potensial antara kutub positif dengan kutub negatif, dimana kutub positif mempunyai potensial yang lebih tinggi dibandingkan kutub negatif. Jadi arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah, sedangkan aliran elektron mengalir dari potensial rendah ke potensial tinggi. Beda potensial antara kutub positif dan kutub negatif dalam keadaan terbuka disebut gaya gerak listrik dan dalam keadaan tertutup disebut tegangan jepit. 3. Hubungan antara Tegangan listrik (V) dan Kuat arus listrik (I) Hubungan antara V dan | pertama kali ditemukan oleh seorang guru Fisika berasal dari Jerman yang bernama George Simon Ohm. Dan lebih dikenal sebagai hukum Ohm yang berbunyi: Besar kuat arus listrik dalam suatu penghantar berbanding langsung dengan beda potensial (V) antara ujung-ujung penghantar asalkan suhu penghantar tetap. Hasil bagi antara beda potensial (V) dengan kuat arus (I) dinamakan hambatan listrik atau resistansi (R) dengan satuan ohm (Q). Hambatan dalam rangkaian listrik diberi simbol: ~‘*” atau ». Gambar sebenarnya adalah —air Maka persamaannya dapat ditulis: R =4 atauV=J/.R Keterangan: R : hambatan listrik (ohm = 9) v : beda potensial atau tegangan (volt = V) l : kuat arus listrik (ampere = A) Contoh Soal: Arus listrik 400 mA mengalir pada suatu penghantar. Jika beda Potensial antara ujung kawat 40 V, carilah hambatan listrik kawat tersebut! Diketahui: |= 400 mA =0,4AV = 40 V Ditanyakan: Re, Jawaban: Konsep Dasar Teknik Elektranika Kelistrikan A ¥_ 40 1090.2 Re OA 4, Hubungan Antara Tegangan (V) dan Kuat Arus (y Alat dan bahan: 3 buah baterai masing-masing 1,5 V 3 buah lampu pijar kecil - kawat nikrom secukupnya - ampere meter Cara melakukan kegiatan: Susunlah tiga macam rangkaian seperti pada gambar di bawat a) ini! Dron {Bann T sove ® w 4 —} 4 W H {bamral * 2 baterai . ‘Sbatera @ e) ©) 2) Catatlah hasil yang ditunjukkan ampere meter pada setiap percobaan (a), (b) dan (c). Jumlah | Tegangan | Kuat Tegangan/kuat Baterai ) Arus arus V/I (1) @) 15 (2) 3 (3) 45 3) Buat grafik V—| Vv ta Kelistrikat Konsep Dasar Teknik Elektronika Kelis" 4) Buat kesimpulan, dan faktor yang mempengaruhi hasil percobaan 5. trertpan Hukum Ohm Dalam Kehidupan Sehari- | Coba And. perhatikan bola lampu di rumah! Bila bola lampu diberi tegangan (V), apa yang terjadi? Yang terjadi adalah arus mengalir melalui filamen, sehingga bola lampu menyala Tegangan yang diberikan pada suatu alat listrik seperti bola lampu harus disesuaikan dengan tegangan yang seharusnya diperuntukkan bagi alat lersebut, Jika lampu 220 V diberi tegangan 110 V, filamen lampu akan dialiri oleh arus yang lebih kecil dari yang seharusnya sehingga lampu 220 V tersebut, menyala redup. Sebaliknya jika lampu 110 V diberi tegangan 220 V, filamen lampu akan dialiri oleh arus yang terlalu besar dari yang seharusnya sehingga lampu 110 V filamennya terbakar. Jadi Anda harus memahami, bila Anda mempunyai sesuatu alat listrik harus dengan tegangan yang ada di rumah dan tegangan yang tercantum di alat listrik tersebut. F, Hubungan antara Hambatan Kawat dengan Jenis Kawat Dan Ukuran Kawat Hambatan atau resistansi berguna untuk mengatur besarnya kuat arus listrik yang mengalir melalui suatu rangkaian listrik. Dalam radio dan televisi, resistansi berguna untuk menjaga kuat arus dan tegangan pada nilai tertentu dengan tujuan agar komponen-komponen listrik lainnya dapat berfungsi dengan baik. Untuk berbagai jenis kawat, panjang kawat dan penampang berbeda terdapat hubungan sebagai berikut: ate A dengan ketentuan: R= hambatan (Q) = hambatan jenis penghantar (Q m) = panjang penghantar (m) = luas penampang penghantar (m’) untuk kawat berbentuk lingkaran =ar bra? Konsep Dasar Teknik Elektronika Kelistrikan 43 r = jari-jari lingkaran kawat. Untuk mempermudah Anda mengenal berbagai macam jenig hoes 7 dan hambatan jenisnya, Anda perhatikan tabel di bawah ini! Tabel Hambatan jenis beberapa zat Hambatan jenis (p) pada 200 ¢ uD Zat (ohmmeter) a nghantar , Se 1,8.x 10-8 + Tembaga 1,7 x 10-8 + Alumunium 2,8 x 10-8 + Tungsten 5,6 x 10-8 + Nikel 6,8 x 10-8 + Besi 10,0 x 10-8 + Baja 18,0 x 10-8 * Mangan 44,0 x 10-8 + Karbon 3500 x 10-8 2. | Semikonduktor + Germanium 0,5 + Karbon 35x 10-5 + Doiksid tembaga | 1x 103 3. Isolator +Kaca 1010-1014 * Karet 1013 - 1016 Contoh soal: ; Seutas kawat besi panjangnya 20 meter dan luas penampangnya ! mm’, mempunyai hambatan jenis 107 ohmmeter. Jika antara ujung-ujung kawat dipasang beda potensial 60 volt, tentukan kuat arus yang mengli dalam kawat! Diketahui: £ =20m A =1mm? = 1x10%m? Vv =60V p = 10 ohm-meter Ditanyakan: 1 = Jawaban: Langkah pertama, selidiki dahulu nilai hambatannya. £ -7 20 Re Py eye om bh Konsep Dasar Teknik Elektronika Kelst!® Berdasarkan hukum Ohm: =f a 2