Anda di halaman 1dari 35

KONSEP

KEBUTUHAN
AKTIVITAS
Ahmad Juliadi

D3 Keperawatan FKIK UM Bjm 2019


Definisi

• Aktivitas adalah suatu energy atau keadaan


bergerak di mana manusia memerlukan untuk dapat
memenuhi kebutuhan hidup.
• Kebutuhan Aktivitas (Mobilisasi) adalah kemampuan
seseorang untuk berjalan bangkit berdiri dan
kembali ke tempat tidur, kursi, kloset duduk, dan
sebagianya disamping kemampuan mengerakkan
ekstermitas atas (Hincliff, 1999).
• Aktivitas tubuh merupakan kegiatan atau kerja
yang dilakukan oleh bagian2 tubuh. Umumnya
tingkat kesehatan seseorang dinilai dari
kemampuan orang tersebut untuk melakukan
aktivitas sehari-hari.
• Kemampuan beraktivitas merupakan kebutuhan
dasar yg diharapkan oleh setiap manusia.
• Gangguan dlm kemampuan beraktivitas dapat
mempengaruhi harga diri dan citra tubuh
seseorang. (Saputra, 2013).
Sistem Tubuh Yang Berperan dalam
Kebutuhan Aktivitas :
Sistem Muskoluskletal
Tulang
Merupakan organ yang memiliki berbagai fungsi, bebrapa
tulang akan terangkai dgn tulang yg lain sehingga
membentuk rangka. Fungsi tulang yaitu:
• fungsi mekanis untuk membentuk rangka dan tempat
melekatnya berbagai otot,
• fungsi sebagai tempat penyimpanan mineral khususnya
kalsium dan fosfor yang bisa dilepaskan setip saat sesuai
kebutuhan,
• fungsi tempat sumsum tulang dalam membentuk sel darah,
• fungsi pelindung organ-organ dalam.
• Menyokong atau mendukung jaringan tubuh
• Memberi bentuk tubuh
• Melindungi bagian2 tubuh yg lunak, misalnya otak,
paru2, hati dan medula spinalis.
• Sebagai tempat melekat otot dan tendon, termasuk
juga ligamen
• Sebagai tempat penyimpanan mineral,khususnya
kalsium dan fosfor, yg bisa dilepaskan setiap saat
sesuai kebutuhan
• Berperan dlm prooses produksi sel darah (saputra,
2013)
Otot & Tendon
• Bagian tubuh yang berperan sebagai alat gerak aktif
adalah otot.
• Otot dapat berkontraksi dan relaksasi sehingga
memungkinkan tubuh bergerak sesuai dengan keinginan.
• Otot dihubungkan dengan tulang melalui tendon yang
tersususn oleh jaringan ikat, tendon yang melekat pada
tulang yang tidak berubah kedudukannya ketika otot
berkontraksi disebut origo dan tendon yg melekat pd
tulang yg bergerak ketika otot berkontraksi disebut
insersi.
• Selain berperan dlm proses pergerakan otot juga berperan
membentuk postur tubuh dan menghasilkan panas
melalui kontraksi otot (Saputra, 2013)
Ligamen
Merupakan bagian yang menghubungkan tulang
dengan tulang. Ligamen bersifat elastis sehingga
membantu fleksibilitas sendi dan mendukung
sendi. Ligamen pada lutut merupakan struktur
penjaga stabilitas, oleh karena itu jika terputus
akan mengakibatkan ketidakstabilan.
Sendi
Merupakan tempat dua atau lebih ujung tulang bertemu. Sendi membuat
segmentasi dari rangka tubuh dan memungkinkan gerakan antar segmen dan
berbagai derajat pertumbuhan tulang.
Berdasarkan sifat geraknya sendi dibedakan menjdi sendi mati, sendi kaku dan
sendi gerak.
Sendi mati tidk terdpat celah sendi sehingga tdk dpt digerakan ex: sendi yg
menghubungkan tulang2 tengkorak.
Sendi kaku gerakan yg dpt dihasilkan sangat terbatas ex: sendi tulang betis dan
tulang kering.
Sendi gerak atau sendi sinovial dpt terjadi gerakan yg bebas ex: sendi synovial
yang merupakan sendi kedua ujung tulang berhadapan dilapisi oleh kartilago
artikuler, ruang sendinya tertutup kapsul sendi dan berisi cairan synovial.
Beradasrkan bentuk dan arah gerakannya, sendi gerak dapat dibedakan menjadi
sendi pelana (sendi ibu jari), sendi peluru (sendi anatara pangkal paha dan panggul),
sendi engsel (sendi siku dan lutut), sendi putar (persendian antara tulang tulang
tengkorak dan atlas), sendi geser atau sendi luncur (persendian antar tulang
penyusun telapak tangan), sendi ovoid dan elipsoid (sendi antara radius dan ulna)
Sistem Saraf
Sistem saraf merupakan sistem yg berfungsi mengatur kerja alat tubuh, salah
satunya adalah alat-alat tubuh yg terdapat pd sistem muskuloskeletal yg
berperan dlm kebutuhan aktivitas.
Sistem saraf terdiri atas sel-sel saraf. Sel saraf merupakan sel yg peka
terhadap rangsang dan mampu menghantarkan rangsang dari bagian tubuh yg
satu kebagian tubuh yg lain.
Secara umum sel saraf dapat dibagimenjadi tiga jenis yaitu sel saraf
sensorik(aferen), sel saraf motorik (eferen) dan sel saraf konektor. Sel saraf
sensorik berfungsi menghantarkan impuls saraf dari indra ke otakatau medula
spinalis. Sel saraf motorik berfungsi menyampaikan impuls saraf dari otak atau
medula spinalis ke efektor yaitu otot atau kelenjar tubuh. Sel saraf konektor
(interneuron atau neuron asosiasi) berfungsi meneruskan rangsang dari sel saraf
sensorik ke sel saraf motorik.
Secara umum impuls yg diterima oleh sel saraf akan diproses oleh sistem saraf
pusat. Sistem saraf pusat ini terdiri ata otak dan medula spinalis.
Terjadinya kerusakan pada sistem saraf pusat seperti pada fraktur tulang
belakang dapat menyebabkan kelemahan secara umum.
Aktivitas dan fungsinya pada manusia

Mobilitas
• Mobilitas atau mobilisasi merupakan
kemampuan individu untuk bergerak secara
bebas, mudah dan teratur dengan tujuan untuk
memenuhi kebutuhan aktivitas guna
mempertahankan kesehatannya
Jenis-jenis Mobilisasi
 Mobilitas Penuh
• Mobilitas Penuh, merupakan kemampuan
seseorang untuk bergerak secara penuh dan
bebas sehingga dapat melakukan interaksi social
dan menjalankan peran sehari-hari. Mobilitas
penuh ini merupakan fungsi saraf motorik
volunteer dan sensorik untuk dapat mengontrol
seluruh area tubuh seseorang.
 Mobilitas sebagian
• Mobilitas sebagian, merupakan keadaan ketika gerakan
seseorang seseorang memiliki batasan yang jelas dan
gerakan tersebut tidak dapat dilakukan dengan bebas
karena gangguan pd saraf motorik dan sensorik pada
area tubuhnya. Hal ini dapat dijumpai pada kasus cidera
atau patah tulang dengan pemasangan traksi. Pasien
paraplegi dapat mengalamai moblitas sebagian pada
ekstremitas bawah karena kehilangan control motorik
dan sensorik.
Jenis mobilitas sebagian:
Mobilitas sebagian temporer
• Mobilitas sebagian temporer, merupakan
kemampuan individu untuk bergerak dengan
batasan yang sifatnya sementara. Hal tersebut
dapat disebabkan oleh trauma reversible pada
sistem musculoskeletal, contohnya adanya
dislokasi sendi dan tulang.
Mobilitas sebagian permanen
• Mobilitas sebagian permanen, merupakan
kemampuan individu untuk bergerak dengan
batasan yang sifatnya menetap. Hal tersebut
disebabkan oleh rusaknya sistem saraf yang
reversible. Contohnya terjadinya hemiplegia
karena stroke, paraplegi karena cidera tulang
belakang, poliomyelitis karena terganggunya
sistem saraf motorik dan sensorik.
Faktor yang mempengaruhi aktivitas
 Gaya hidup dan kebiasaan dapat mempengaruhi mobilitas
seseorang karena berdampak pada kebiasaan atau
perilaku sehari-hari ex olah raga
 Keadaan Penyakit/Cidera. Hal dapat mempengaruhi
mobilitas karena dapat berpengaruh pada fungsi sistem
tubuh. Seperti, orang yang menderita fraktur femur akan
mengalami keterbatasan pergerakan dalam ekstremitas
bagian bawah.
 Budaya, sebagai contoh orang yang memiliki budaya
sering berjalan jauh memiliki kemampuan mobiltas yang
kuat. Begitu juga sebagliknya, ada orang yang
mengalami gangguan mobilitas (sakit) karena adat dan
budaya yang dilarang untuk beraktivitas.
 Tingkat Energi untuk melakukan mobilitas diperlukan
energy yang cukup.
 Usia dan Status Perkembangan. Terdapat kemampuan
mobilitas pada tingkat usia yang berbeda.
Imobilitas
• Imobilitas atau imobilisasi merupakan keadaan
dimana seseorang tidak dapat bergerak secara
bebas karena kondisi yang mengganggu
pergerakan (aktivitas), misalnya mengalami
trauma tulang belakang, cidera otot berat
disertai fraktur pada ekstremitas, kelainan saraf
dan sebagainya.
Jenis Imobilisasi:
• Imobilitas fisik
• Imobilitas fisik, merupakan imobilitas yang
disebabkan oleh keterbatasan fisik. Dapat
disebabkan oleh faktor lingkungan atau kondisi
orang tersebut. seperti pada pasien hemiplegia
yang tidak mampu mempertahankan tekanan di
daerah paralisis sehingga tidak dapat mengubah
posisi tubuhnya untuk mengurangi tekanan.
• Imobilitas intelektual
• Imobilitas intelektual, merupakan imobilitas yang
disebabkan oleh keterbatasan pengethauan atau
daya fikir. seperti pada pasien yang mengalami
gangguan otak akibat suatu penyakit.
• Imobilitas emosional
• Imobilitas emosional, merupakan imobilitas yang
disebabkan oleh perubahan secara mendadak
dalam menyesuaikan diri. Seperti keadaan stress
berat karena diamputasi ketika mengalami
kehilangan bagian anggota tubuh atau
kehilangan sesuatu atau seseorang yang paling
dicintai.
• Imobilitas sosial
• Imobilitas sosial, merupakan imobilitas ketika
seseorang mengalami hambatan dlm melakukan
interaksi sosial sehingga mempengaruhi
perannya dalam kehidupan sosial. Ex: penyakit
yg diderita oleh org tersebut
Dampak Imobilisasi
Imobiltas dpt mnyebabkan perubahan baik dlm segi fisik
maupun psikologis.
• Dampak terhadap perilaku
• Dampak terhadap sistem muskuloskeletal
• Dampak pada sistem perkemihan
• Dampak pada sistem respirasi
• Dampak pada sistem kardiovaskuler
• Dampak pada sistem gastrointestinal
• Dampak pada sistem integumen
• Dampak pada metabolisme tubuh,
Bentuk gangguan aktivitas

• Gangguan mobilitas fisik


Berarti bahwa pasien dapat bergerak dengan
bebas, tapi tidak dapat beradaptasi terhadap
peningkatan kebutuhan energy karena
pergerakannya.
• Deficit perawatan diri
Pasien tidak tergantung pada orang lain, akan
tetapi tidak mampu bergerak banyak karena
tubuhnya tidak mampu memproduksi energy yang
cukup. Tergantung pada orang lain untuk
melakukan aktivitasnya. Pasien mungkin
mempunyai diagnosa deficit perawatan diri karena
intoleransi aktivitasnya.
• Koping individu tidak efektif
Pasien mau dan dapat berpartisipasi dalam
perawatan, tapi tidak mampu bergerak banyak
karena tubuhnya tidak mampu memproduksi
energy yang cukup. pasien tidak dapat
berpartisipasi dalam perawatan atau perannya
karena mereka merasa kurang motivasi untuk
melakukan suatu pekerjaan.
• Kelelahan
Pasien pada awalnya tidak merasa lelah, akan
tetapi setelah melakukan aktivitas pasien
langsung merasa lelah, pasien merasa lemas dan
lelah karena penyakitnya.
Pengkajian kemampuan aktivitas pasien:

 Anamnesis riwayat kesehatan


 Pemeriksaan fisik (termasuk pengukuran kemampuan
ROM, kekuatan otot)
Riwayat Keperawatan Sekarang

• Pengkajian riwayat pasien saat ini meliputi alas


an pasien yang menyebabkan terjadi
keluhan/gangguan dalam mobilitas dan
imobilitas, seperti adanya nyeri, kelemahan otot,
kelelahan, tingkat mobilitas dan imobilitas,
daerah terganggunya mobilitas dan imobilitas,
dan lama terjadinya gangguan mobilitas.
Riwayat Keperawatan Penyakit yang
pernah Diderita
• Pengkajian riwayat penyakit yang berhubungan
dengan pemenuhan kebutuhan mobilitas,
misalnya adanya riwayat penyakit sistem
neurologis
Kemampuan fungsi motorik

• Pengkajian fungsi motorik antara lain pada


tangan kanan dan kiri, kaki kanan dan kiri dan
untuk menlai ada atau tidaknya kelemahan,
kekuatan.
Kemampuan Mobilitas

• Pengkajian kemampuan mobilitas dilakukan


dengan tujuan untuk menilai kemampuan gerak
ke posisi miring, duduk, berdiri, bangun, dan
berpindah tanpa bantuan.
Kategori tingkat kemampuan aktivitas
(skala aktivitas)
Tingkat Aktivitas/Mobilitas Kategori

Tingkat 0 Mampu merawat diri sendiri secara penuh

Tingkat 1 Memerlukan penggunaan alat

Memerlukan bantuan atau pengawasan orang


Tingkat 2
lain

Memerlukan bantuan, pengawasan orang lain,


Tingkat 3
dan peralatan.

Sangat tergantung dan tidak dapat melakukan


Tingkat 4
atau berpartisipasi dalam perawatan.
Pengkajian Kekuatan Otot
Skala Persentase Karakteristik
kekuatan
Normal
0 0 Paralisis sempurna

1 10 Tidak ada gerakan, kontraksi otot dapat dipalpasi atau dilihat

2 25 Gerakan otot penuh melawan gravitasi dengan topangan

3 50 Gerakan yang normal melawan gravitasi

4 75 Gerakan penuh yang normal melawan tahanan minimal

5 100 Kekuatan normal, gerakan penuh yang normal melawan


gravitasi dan tahanan penuh.
Tindakan keperawatan pada gangguan
aktivitas:
 Menerima pasien baru
 Mentransportasi pasien
 Memposisikan pasien: fowler, semi fowler,
lithotomy, dorsal recumbent, slims,
tredelenberg, supine, prone, miring kanan kiri
 Melatih berjalan
 Melatih menggunakan alat bantu berjalan:
kruk, tripot, kursi roda
• Dll yg berhubungn
THANK YOU