Anda di halaman 1dari 13

Jurnal Kebangsaan, Vol.I No.

2  Juli 2014 ISSN: 2089-5917

ANALISIS LINGKUNGAN GLOBAL DALAM PERSAINGAN


BISNIS INTERNASIONAL

Ade Priangani1*)
1 Dosen Program Studi Hubungan Internasional UNPAS
Bandung *) adepriangani@rocketmail.com

__________________________________________________________________________

ABSTRACT

The development of business environment in the millennium now indicated by the presence of business
globalization and international competition, the more critical consumer demands for products with high
quality, and waiting times are short, tight business competition, increasing technological capabilities, and
decrease product life cycle. In short, companies are faced in the development of business environment
driven by technology (technology-driven business). If the economy of the past (past economies), the
economy is highly dependent on resources such as land, natural resources, equipment, and capital to create
value, then the economy of the millennium, the economy depends heavily on the knowledge that has more
value than physical assets for the organization. Human resources (HR) is involved in every activity, the
company will be doing less physical work and the more do the job by using the capital of the brain , which
we are familiar with intellectual capital.

Keywords: Global Environment, Business


__________________________________________________________________________

1. Pendahuluan Proyek globalisasi terjadi ketika disetujuinya


pemberlakuan secara global suatu mekanisme
Dalam kondisi komunitas perekonomian global perdagangan melalui penciptaan kebijakan “free
yang ditandai dengan implementasi teknologi, trade”, dalam bulan April tahun 1994. Perjanjian
perusahaan-perusahaan dihadapkan pada tantangan tersebut dikenal dengan nama GATT (General
perubahan teknologi yang cepat dan peningkatan Agreement on Tariff and Trade). Kesepakatan itu
ketidakpastian dalam industrialisasi dan lingku- dibangun di atas asumsi bahwa sistem perda-
ngan bisnis global. Untuk dapat beradaptasi dalam gangan yang terbuka lebih menguntungkan bagi
perubahan lingkungan yang dinamis ini, perlu semua pihak dibanding dengan sistem yang
SDM yang berkompeten yaitu SDM yang berbasis protektif. Artinya melalui persaingan bebas maka
pengetahuan (knowledge-based worker) yang organisasi-organisasi perdagangan akan senantiasa
menguasai lebih dari satu keterampilan (mulltiskill mengelola kegiatannya dengan prinsip efektif dan
worker). Dalam kondisi ini, perlu pengelolaan aset efisien.
intelektual untuk dapat meningkatkan daya saing
Tahun 1995 didirikan satu organisasi yang ber-
perusahaan.
tugas mengawasi proses perdagangan dunia, nama-
Dewasa ini, dunia ekonomi sedang dalam proses nya adalah WTO (World Trade Organization).
menuju ekonomi global atau lebih terkenal dengan Sejak pendiriannya, WTO telah mengambil alih
istilah globalisasi. Peningkatan integrasi antar tugas-tugas GATT. Organisasi ini melayani
negara dapat dilihat melalui adanya perkembangan “komplain” yang diajukan oleh anggotanya.
dramatis dalam arus penyeberangan barang, jasa
Tanda-tanda era globalisasi atau pasar bebas
dan juga modal dari suatu negara ke negara lain.
beserta teknologinya dapat dilihat dari adanya
Globalisasi sesungguhnya dipahami sebagai suatu kecenderungan-kecenderungan yang terjadi, antara
proses pengintergrasian ekonomi nasional bangsa- lain :
bangsa ke dalam suatu sistem ekonomi global.

Ade Priangani |Analisis Lingkungan Global Dalam Persaingan Bisnis Internasional 1


Jurnal Kebangsaan, Vol.I No.2  Juli 2014 ISSN: 2089-5917

Investasi tidak mengenal batas negara maupun Contoh teori yang digunakan, adalah Stakeholder
hambatan geographis; lebih dipacu oleh yang merupakan suatu individu, sekelompok
mutu dan kesempatan yang ada/ manusia, komunitas atau masyarakat, baik secara
ditawarkan; sebagian besar oleh swasta keseluruhan maupun secara parsial yang memiliki
Badan cepat dan penuh tanggap terhadap pasar hubungan serta kepentingan terhadap perusahaan
Usaha maupun konsumen; bisnis lebih dan mempunyai kekuasaan, legitimasi, dan
terfokus; berorientasi global; lebih kepentingan terhadap perusahaan. Stakeholder
berbasis pada pengetahuan; ramping
sendiri terbagi menjadi dua, yaitu : 1. Primary
dannirbatas(borderless);multi
sourcing dan aliansi; tergabung dalam
stakeholders merupakan pihak-pihak yang
jaringan informasi bisnis global. mempunyai kepentingan secara ekonomi terhadap
perusahaan dan menanggung segala risiko, seperti
Proses berbasis pada cabang/agen; tidak ter-
investor, kreditor, karyawan, komunitas lokal
Teknologi pusat; mengorganisir sendiri; manu-
faktur di lokasi jual; makin meng- namun disisi lain pemerintah juga termasuk
gunakan teknologi cerdas; adanya kedalam golongan primary stakeholders walaupun
standar global (ISO); teknologi baru, tidak secara langsung mempunyai hubungan seca-
aman dan bersih. ra ekonomi namun hubungan diantara keduanya
Produk makin ringan namun kuat, bersih, lebih lebih bersifat non-kontraktual. 2. secondary
pintar, daur hidup pendek; dapat didaur stakeholders dimana sifat hubungan keduanya
ulang; komponen bekas dapat dipakai saling mempengaruhi namun kelangsungan hidup
lagi; ramah lingkungan; dimensinya perusahaan secara ekonomi tidak ditentukan oleh
semakin kecil; hemat energi. stakeholder jenis ini. Contoh secondary stake-
Pasar/Kon makin berorientasi pada produk global; holders adalah media dan kelompok kepentingan
sumen kompetitif dalam mutu; harga; purna seperti lembaga sosial masyarakat, serikat buruh,
jual; pelayanan dan sebagainya. Perkembangan teori stakeholders
membawa perubahan terhadap indikator kesuk-
sesan perusahaan. Hal tersebut tercermin dengan
Didalam aktifitas bisnis, Kondisi lingkungan mem-
munculnya paradigma Triple Bottom Line.
berikan refleksi tingkat produksi dan konsumsi
tertentu, dimana pada akhirnya akan berimplikasi Tujuan dari bisnis merupakan hasil akhir yang
langsung terhadap kondisi penerimaan dan penge- ingin dicapai oleh para pelaku bisnis dari usaha
luaran suatu bisnis. Pengaruh lingkungan bisnis yang mereka lakukan dan merupakan cerminan
terhadap kinerja perusahaan memberikan gambar-an dari berbagai hasil yang diharapkan bisa dilakukan
dari nilai bisnis itu sendiri. Lingkungan internal, oleh bagian-bagian organisasi perusahaan yang
adalah pengaruh lingkungan bisnis yang bersumber akan menentukan kinerja perusahaan dalam jangka
dari dalam perusahaan itu sendiri. Lingkungan waktu yang panjang. Secara umum tujuan dari
Eksternal, adalah pengaruh lingku-ngan bisnis yang bisnis adalah menyediakan produk berupa barang
bersumber dari luar perusahaan yang dapat atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen
berpengaruh terhadap kinerja perusa-haan, serta memperoleh keuntungan dari aktivitas yang
lingkungan eksternal dapat di kelompokkan menjadi dilakukan.
lingkungan khusus dan lingkungan umum.
Lingkungan khusus terdiri dari: konsumen, pemasok, Dalam jangka waktu yang panjang, tujuan yang
dan pesaing, sedangkan lingkungan umum meliputi ingin dicapai tidak hanya untuk memenuhi
lingkungan industri, lingkungan ekonomi dan kebutuhan konsumen saja, namun terdapat banyak
lingkungan global. hal yang ingin dicapai oleh perusahaan dalam
bisnis yang mereka lakukan, diantaranya:
2. Tinjauan Teoritis 1). Market standing, adalah suatu penguasan pasar
yang akan menjadi jaminan bagi perusahaan untuk
Kata Bisnis dalam pandangan Mahmud memperoleh pendapatan penjualan dan profit
Machfoedz, adalah usaha perdagangan yang dalam jangka waktu yang panjang.
dilakukan oleh sekelompok orang yang terorgani-
sasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi 2). Innovation, yaitu suatu inovasi dalam produk
dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi (barang atau jasa) serta inovasi keahlian.
kebutuhan konsumen. Usahawan atau pelaku 3). Physical and financial resources, yakni suatu
bisnis harus mampu memadukan 4 (empat) macam perusahaan memiliki tujuan penguasaan terhadap
sumber daya, yaitu : Sumber daya materi, Sumber sumber daya fisik dan keuangan yang digunakan
daya manusia, Sumber daya keuangan, Sumber untuk mengembangkan perusahaan sehingga men-
daya informasi. jadi semakin besar dan semakin menguntungkan.

Ade Priangani |Analisis Lingkungan Global Dalam Persaingan Bisnis Internasional 2


Jurnal Kebangsaan, Vol.I No.2  Juli 2014 ISSN: 2089-5917

4). Manager performance and development, ini terdiri dari semua pihak dan kekuatan yang
manager merupakan orang yang secara operasional mempengaruhi operasi dan prestasi perusahaan.
bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan Perusahaan perlu untuk memahami kecenderungan
organisasi. Untuk dapat mengelola perusahaan akan lingkungan saat ini. Lingkungan makro
dengan baik, manager perlu memiliki berbagai perusahaan terdiri dari enam kekuatan utama, yaitu
kemampuan dan keahlian yang sesuai dengan 1. Lingkungan demografi, memperlihatkan per-
profesinya. Maka diperlukan peningkatan kinerja tumbuhan penduduk dunia yang tinggi, perusahaan
dan pengembangan kemampuan manager melalui distribusi, umur, etnis, dan pendidikan, jenis
serangkaian kegiatan kompensasi yang menarik rumah tangga baru, pergeseran populasi secara
dan program training and development yang geografi, dan perpecahan dari pasar masal menjadi
berkelanjutan. pasar-pasar mikro. 2. Lingkungan ekonomi,
5). Worker Performance and Attitude, untuk memperlihatkan suatu perlambatan dalam partum-
kepentingan jangka yang panjang, maka sikap para buhan pendapatan riil, tingkat tabungan yang
karyawan terhadap perusahaan dan pekerjaan perlu rendah dan hutang yang tinggi, dan perubahan pola
diperhatikan agar dapat bekerja dengan baik dan pengeluaran konsumen. 3. Lingkungan alam,
maksimal. memperlihatkan kekurangan potensial dari bahan
baku tertentu, biaya energi yang tidak stabil,
6). Public Responsibility, suatu bisnis harus tingkat populasi yang meningkat, dan gerakan
memi-liki tanggung jawab sosial seperti
“hijau” yang berkembang untuk melindungi
memajukan kesejahteraan masyarakat dan
lingkungan. 4. Lingkungan teknologi, memper-
menciptakan lapangan kerja.
lihatkan perubahan teknologi yang semakin cepat,
Secara garis besar lingkungan bisnis dapat kesempatan inovasi yang tak terbatas, anggaran
dibedakan menjadi dua, yaitu : 1) lingkungan pasar riset dan pengembangan yang tinggi, konsentrasi
(market environment); 2) lingkungan bukan pasar pada perbaikan kecil daripada penemuan besar,
(nonmarket environment). Yang termasuk dalam dan pengaturan yang meningkat terhadap peru-
lingkungan pasar adalah unsur-unsur dalam sistem bahan teknologi. 5. Lingkungan politik, memper-
pasar yang berpengaruh terhadap kegiatan suatu lihatkan pengaturan bisnis yang substansial,
perusahaan, yang meliputi; a) Langganan; b) peranan badan pemerintah yang kuat, dan pertum-
Perusahaan yang menyediakan bahan mentah; c) buhan kelompok kepentingan umum. 6. Lingku-
Para pekerja dalam perusahaan; d) Perusahaan lain ngan budaya, memperlihatkan kecenderungan
pesaing maupun bukan pesaing. jangka panjang menuju realisasi diri, kepuasan
Sedangkan lingkungan bukan pasar mencangkup langsung, dan orientasi yang lebih sekuler.
beberapa faktor mempengaruhi kegiatan perusaha- Lingkungan mikro, dimana perusahaan dapat
an dalam perekonomian. antara lain: a) Kegiatan melakukan aksi – reaksi terhadap faktor – faktor
ekonomi keseluruhannya; b) Peraturan/Undang penentu Opportunty (peluang pasar) dan juga
undang negara dan pelaksanaannya; c) Kestabilan Threat (ancaman dari luar). Faktor – faktor yang
pemerintah/politik dan kebijakannya; d) Faktor mempengaruhi lingkungan mikro, yakni: 1.
sosial dan budaya dalam masyarakat; e) Organisasi Pemerintah; 2. Pemegang saham; 3. Kreditor; 4.
perburuhan dan masyarakat lain; f) Situasi dan Pesaing; 5. Publik; 6. Perantara; 7. Pemasok; dan
perkembangan ekonomi global. 8. Konsumen.\
Unsur lain yang mempengaruhi lingkungan bisnis Didalam aktifitas bisnis, Kondisi lingkungan
berasal dari luar Negara, antara lain perkembangan memberikan refleksi tingkat produksi dan
persaingan dan kemampuan untuk bersaing. Untuk konsumsi tertentu, dimana pada akhirnya akan
menghadapi persaingan dalam era globalisasi saat berimplikasi langsung terhadap kondisi peneri-
ini, organisasi bisnis perlu meningkatkan teknologi maan dan pengeluaran suatu bisnis. Pengaruh
dan produktivitas, melakukan penetrasi ke pasar lingkungan bisnis terhadap kinerja perusahaan
baru, dan menekan biaya produksi. memberikan gambaran dari nilai bisnis itu sendiri.
Lingkungan bisnis adalah segala sesuatu yang Lingkungan internal, adalah pengaruh lingkungan
mempengaruhi aktivitas bisnis dalam suatu bisnis yang bersumber dari dalam perusahaan itu
lembaga organisasi atau perusahaan. Di bawah ini sendiri (karyawan, manajemen, pemilik). Terdiri
adalah contoh dalam lingkungan bisnis. atas; a). Karyawan, kinerja perusahaan sangat
Lingkungan Makro, merupakan tempat di mana bergantung pada kinerja seluruh karyawan.
perusahaan harus memulai pencariannya atas Keputusan yang baik dapat membuat perusahaan
peluang dan kemungkinan ancaman. Lingkungan sukses dan sebaliknya keputusan yang kurang baik
membuat perusahaan gagal. Perusahaan memiliki

Ade Priangani |Analisis Lingkungan Global Dalam Persaingan Bisnis Internasional 3


Jurnal Kebangsaan, Vol.I No.2  Juli 2014 ISSN: 2089-5917

tanggungjawab kepada karyawannya seperti: rasa Tanggungjawab perusahaan dalam persaingan


aman, kesempatan yang sama dan perlakuan yang adalah menghindari adanya praktek-praktek mono-
wajar. Di Indonesia tanggungjawab perusahaan poli, pelanggaran hak cipta, membangun komuni-
telah diatur dalam Undang-undang tentang kasi positif.
ketenagakerjaan, yang mengatur hak dan kewajib-
Sedangkan lingkungan umum, meliputi:
an karyawan, sanksi dan tanggungjawab perusa-
1). Lingkungan Industri, kinerja perusahaan juga
haan; b). Manajemen, adalah orang yang ditunjuk
pemilik perusahaan untuk mengelola perusahaan dipengaruhi oleh kondisi industri masing-masing,
dan bertanggungjawab terhadap keseluruhan karakteristik industri yang mempengaruhi hasil
operasional perusahaan. Para anggota manajemen bisnis antara lain: permintaan industri, persaingan
terlibat langsung dalam pengambilan keputusan industri, lingkungan tenaga kerja dan lingkungan
dan kebijakan perusahaan. Perlakuan yang wajar, peraturan.
yaitu perusahaan harus dapat meyakinkan bahwa Ilustrasi 1 : Pengaruh Lingkungan Industri
perusahaan selalu berupaya untuk menciptakan pada hasil perusahaan
lingkungan kerja yang dibangun berdasarkan
komunikasi, kerjasama, saling membantu, saling Permintaan Industri
Penghasilan
menghargai dan diperlakukan secara wajar; dan c).
Pemilik, pemilik usaha dalam dunia bisnis sering Persaingan Industri
disebut sebagai wiraswasta. Manakala perusahaan
semakin besar dan membutuhkan tambahan Lingkungan Tenaga Biaya
permodalan, pemilik perusahaan umumnya mener- Kerja Operasiona
bitkan saham dan mencari investor baru.
Tanggungjawab utama pengelola perusahaan Peraturan Pemerintah Biaya
adalah memuaskan pemegang saham dengan
memberikan imbalan yang sesuai harapannya. -- Bunga
Pemegang saham biasanya melakukan pengawasan
terhadap pengelolaan perusahaan dan mereka aktif
untuk mempengaruhi kebijakan manajemen. = Keuntungan

Lingkungan eksternal, adalah pengaruh lingku- Sumber: Jeff Madura, Introduction to business, 2001
ngan bisnis yang bersumber dari luar perusahaan
yang dapat berpengaruh terhadap kinerja perusa- 2). Lingkungan Ekonomi, kondisi ekonomi dapat
haan, lingkungan eksternal dapat dikelompokkan mempengaruhi tingkat penerimaan atau
menjadi lingkungan khusus dan lingkungan umum. pengeluaran suatu bisnis, faktor ekonomi makro
Lingkungan khusus terdiri dari: konsumen, yang mempengaruhi kinerja bisnis antara lain:
pemasok, dan pesaing, sedangkan lingkungan pertumbuhan ekonomi, inflasi dan suku bunga.
umum meliputi lingkungan industri, lingkungan Ilustrasi 2: Pengaruh lingkungan ekonomi
ekonomi dan lingkungan global. Lingkungan terhadap laba perusahaan
khusus meliputi : a). Konsumen, perusahaan harus
dapat meyakinkan bahwa barang/jasa yang Pertumbuhan Penerimaan
dihasilkan benar-benar berkualitas dan dengan Ekonomi
harga yang pantas serta adanya pelayanan yang
baik. Tanggungjawab kepada pelanggan, produksi,
ketika perusahaan memproduksi suatu barang,
maka perusahaan harus memastikan bahwa barang
tersebut menjamin keselamatan pengguna dan
aman bila dikonsumsi; b). Pemasok, adalah orang Inflasi Biaya
Operasional
atau badan hukum yang menyediakan bahan baku
ataupun barang untuk kepentingan produksi
ataupun usaha perusahaan. Tanggungjawab kepada
pemasok adalah perusahaan memenuhi segala Tingkat Suku
Bunga Biaya Bunga
sesuatu yang telah menjadi kesepakatan; Serta c).
Pesaing, dalam setiap operasional perusahaan
selalu dihadapkan dengan faktor persaingan, baik
persaingan yang secara langsung berkaitan dengan = Laba
barang/jasa yang dihasilkan perusahaan maupun
oleh kehadiran barang-barang substitusi. Sumber: Jeff Madura, Introduction to business, 2001

Ade Priangani |Analisis Lingkungan Global Dalam Persaingan Bisnis Internasional 4


Jurnal Kebangsaan, Vol.I No.2  Juli 2014 ISSN: 2089-5917

3). Lingkungan Global, banyak perusahaan 3. Pembahasan


berkecimpung dalam bisnis di negara asing,
bahkan telah banyak perusahaan kecil yang Dalam melakukan Analisis Lingkungan Bisnis
membeli pasokan dan juga menjual barang dari dilakukan dengan mengacu pada alur sebagai
dan ke negars asing. Setiap pelaku bisnis selalu berikut :
ingin meningkatkan nilai perusahaannya dalam
jangka panjang dan kesempatan berkecimpung
DESKRIPSI & PREDIKSI IMPLIKASI
dalam bisnis internasional menggambarkan Lingkungan Ekonomi
ANTISIPASI
pengaruh lingkungan global terhadap kinerja suatu &
Lingkungan Politik Peluang STRATEGI
perusahaan. Lingkungan Hukum Dan
Lingkungan Sosial Bud
Ilustrasi 3: Pengaruh Lingkungan Global terhadap Ancaman Prospek
Lingkungan Teknologi
Perusahaan
nilai perusahaan Lingkungan Global

Bisnis internasional merupakan kegiatan bisnis


yang dilakukan antara Negara yang satu dengan
Negara yang lain. Kita akan mempelajari tentang
apa, bagaimana dan mengapa perlu dilakukan
bisnis antar negara itu, serta hal-hal apa yang dapat
mendorong dan menghambat berlangsungnya
Bisnis Internasional itu.
Bisnis internasional merupakan kegiatan bisnis
yang dilakukan melewati batas – batas suatu
Negara. Transaksi bisnis seperti ini merupakan
transaksi bisnis internasional. Adapun transaksi
Sumber: Jeff Madura, Introduction to business, 2001 bisnis yang dilakukan oleh suatu Negara dengan
Negara lain yang sering disebut sebagai Bisnis
Bisnis dan Lingkungannya yang dihadapi oleh Internasional (International Trade). Dilain pihak
perusahaan perusahaan di Indonesia semakin transaksi bisnis itu dilakukan oleh suatu
bergejolak (turbulent), hal ini terutama sejak perusahaan dalam sutu Negara dengan perusahaan
terjadinya krisis perekonomian dan perubahan lain atau individu di Negara lain disebut
pemerintahan berikut gejolak sosial di dalam Pemasaran Internasional atau International
negeri pada tahun 1997. Apalagi dengan kondisi Marketing. Pemasaran internasional inilah yang
internal perusahaan-peruahaan secara umum yang biasanya diartikan sebagai Bisnis Internasional,
memburuk dan bangkrutnya sebagian perusahaan, meskipun pada dasarnya ada dua pengertian.
perhatian terhadap pengaruh dan dampak faktor-
Jadi kita dapat membedakan adanya dua buah
faktor lingkungan eksternal perusahaan yang
transaksi Bisnis Internasional yaitu:
bersifat makro menjadi sangat penting.
Pertama, Perdagangan Internasional
Perubahan lingkungan bisnis dapat terjadi (International Trade). Dalam hal perdagangan
kapanpun juga, yang mana umumnya berupa internasional yang merupakan transaksi antar
dinamika perubahan dari salah satu atau gabungan Negara itu biasanya dilakukan dengan cara
faktor- faktor lingkungan luar perusahaan, baik tradisional yaitu dengan cara ekspor dan impor.
skala nasional, regional maupun global. Sebagian Dengan adanya transaksi ekspor dan impor
dari dampak yang ditimbulkan banyak terbukti tersebut maka akan timbul “Neraca Perdagangan
telah mempengaruhi datangnya berbagai Antar Negara” atau “Balance Of Trade”. Suatu
kesempatan usaha (business opportunities), tetapi Negara dapat memiliki Surplus Neraca
banyak pula rekaman contoh kasus dari faktor
Perdagangan atau Devisit Neraca Perdagangannya.
eksternal ini yang menjadi kendala dalam berusaha
Neraca perdagangan yang surplus menunjukan
(business threats and constraints).
keadaan dimana Negara tersebut memiliki nilai
Memasuki era liberalisasi dan globalisasi pada ekspor yang lebih besar dibandingkan dengan nilai
abad ke 21, para pimpinan perusahaan tidak dapat impor yang dilakukan dari Negara partner
mengabaikan begitu saja perubahan-perubahan dagangnya. Dengan neraca perdagangan yang
yang terjadi di sekeliling mereka, terutama jika mengalami surplus ini maka apabila keadaan yang
mereka ingin meraih kemenangan dalam lain konstan maka aliran kas masuk ke Negara itu
berkompetisi dengan perusahaan lainnya. akan lebih besar dengan aliran kas keluarnya ke

Ade Priangani |Analisis Lingkungan Global Dalam Persaingan Bisnis Internasional 5


Jurnal Kebangsaan, Vol.I No.2  Juli 2014 ISSN: 2089-5917

Negara partner dagangnya tersebut. Besar kecilnya Perusahaan yang berdiri dengan baik dan kuat
aliran uang kas masuk dan keluar antar Negara dalam menghadapi tantangan besar, maka
tersebut sering disebut sebagai “Neraca perusahaan tersebut mengembangkan bisnis
Pembayaran” atau “Balance Of Payments”. internasional. Semua perusahaan ini menganggap
Dalam hal ini neraca pembayaran yang mengalami bahwa perluasan internasional sebagian besar
surplus ini sering juga dikatakan bahwa Negara ini penjualan dan keuntungan dalam jumlah yang
mengalami pertambahan devisa Negara. cukup signifikan semuanya bergantung pada bisnis
Sebaliknya apabila Negara itu mengalami devisit internasional.
neraca perdagangannya maka berarti nilai impor-
Mengapa perusahaaan Walmart, Federal Expres,
nya melebihi nilai ekspor yang dapat dilakukannya
dan American Online ingin menjalankan strategi
dengan Negara lain tersebut. Dengan demikian
global, terlepas dari kegagalan dan kerugian yang
maka Negara tersebut akan mengalami devisit
dihadapi di tingkat nasional. Mereka mengakui
neraca pembayarannya dan akan menghadapi
bahwa bisnis menjadi lapangan global yang
pengurangan devisa Negara.
menyatu karena hambatan pandangan telah runtuh,
Kedua, Pemasaran International (International komunikasi menjadi semakin cepat dan murah,
Marketing). Pemasaran internasional yang sering serta selera konsumen dalam segala hal berbeda.
disebut sebagai Bisnis Internasional (International
Perusahaan yang berfikir secara global memiliki
Busines) merupakan keadaan dimana suatu
keunggulan kompetitif. Pasar domestik terbilang
perusahaan dapat terlibat dalam suatu transaksi
matang bagi kebanyakan perusahaan. Satu-satunya
bisnis dengan Negara lain, perusahaan lain
potensi pertumbuhan yang signifikan terletak di
ataupun masyarakat umum di luar negeri.
luar negeri. Ada beberapa pertimbangan suatu
Transaksi bisnis internasional ini pada umumnya
perusahaan terjun kedalam bisnis global, yakni:
merupakan upaya untuk memasarkan hasil
produksi di luar negeri. Dalam hal semacam ini Menjamurnya sejumlah pesaing baru.
maka pengusaha tersebut akan terbebas dari Dengan globalisasi yang melanda semua negara di
hambatan perdagangan dan tarif bea masuk karena dunia, perusahaan-perusahaan memasuki lingku-
tidak ada transaksi ekspor impor. Dengan ngan bisnis yang berbeda dengan yang sebelum-
masuknya langsung dan melaksanakan kegiatan nya. Pesaing bisnis datang tidak hanya dari
produksi dan pemasaran di negeri asing maka lingkungan domestik, tetapi juga dari mancanegara
tidak terjadi kegiatan ekspor impor. Produk yang yang membawa teknologi kerja dan proses kerja
dipasarkan itu tidak saja berupa barang akan tetapi mutakhir. Bisnis eceran di Indonesia makin
dapat pula berupa jasa. Transaksi bisnis diramaikan oleh kehadiran pebisnis internasional
internasional semacam ini dapat ditempuh dengan seperti Sogo, Carefour; bisnis fast-food domestik
berbagai cara antara lain : Licencing; Franchising; mulai bersaing dengan Kentucy, McDonald;
Management Contracting; Marketing in Home demikian pula pabrik sepatu lokal bersaing dengan
Country by Host Country; Joint Venturing; Nike, Adidas. Dengan demikian arus globalisasi
Multinational Coporation (MNC). berdampak terhadap jumlah pesaing.
Semua bentuk transaksi internasional tersebut Tekanan-tekanan untuk meningkatkan kualitas
diatas akan memerlukan transaksi pembayaran dan produktivitas.
yang sering disebut sebagai Fee. Dalam hal itu Pesaing tidak hanya bertambah jumlahnya,
Negara atau Home Country harus membayar melainkan juga mutunya. Perusahaan yang baru
sedangkan pengirim atau Host Country akan muncul, tidak sekedar muncul melainkan muncul
memperoleh pembayaran fee tersebut. Pengertian dengan produk yang bermutu lebih baik dan harga
perdagangan internasional dengan perusahaan yang lebih bersaing. Strategi bisnis yang mereka
internasional sering dikacaukan atau sering lakukan seringkali mengejutkan pebisnis lama.
dianggap sama saja, akan tetapi seperti kita lihat Kreatif, inovatif, dan atraktif.
dalam uraian diatas ternyata memang berbeda.
Perbedaan utama terletak pada perlakuannya Kesempatan-kesempatan baru.
dimana perdagangan internasinol dilakukan oleh Adanya pasar bebas dan mobilitas modal,
Negara sedangkan pemasaran internasional adalah informasi, maka dimungkinkan muncul gagasan-
merupakan kegiatan yang dilakukan oleh gagasan baru yang dapat terealisasikan. Hambatan-
perusahaan. Disamping itu pemasaran interna- hambatan perdagangan yang berkurang mening-
sional menentukan kegiatan bisnis yang lebih aktif katkan kegairahan berusaha. Kalaupun gagasan
serta lebih progresif dari pada perdagangan tersebut sulit direalisasikan sendiri, maka kesem-
internasional. patan beraliansi dengan pihak lain terbuka. Juga
kesempatan memperoleh modal usaha.

Ade Priangani |Analisis Lingkungan Global Dalam Persaingan Bisnis Internasional 6


Jurnal Kebangsaan, Vol.I No.2  Juli 2014 ISSN: 2089-5917

Deregulasi. organisasinya. Organisasi harus kompetitif atau


Menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih kompetitif, mampu bersaing, yang dicirikan oleh produktivi-
merupakan hal yang semakin penting. Hal ini tas, fleksibilitas, kecepatan, kualitas yang mema-
dimungkinkan karena regulasi-regulasi yang dai, dan berfokus pada pelanggan. Tuntutan agar
sebelumnya ada, dikurangi atau bahkan perusahaan harus lebih kompetitif telah meng-
dihapuskan. Deregulasi dalam bidang perbankan, giring perusahaan melakukan perubahan peng-
telekomunikasi, penerbangan, dan lain sebagainya. organisasian dan pengelolaan perusahaan.
Contoh yang bisa diambil antara lain yang terjadi Beberapa cara yang telah dilakukan oleh
di Amerika Serikat dan di negara industri lainnya perusahan yang cukup ternama antara lain adalah :
seperri Jepang, Eropah, dan Prancis. Mulai dari
Pengubahan struktur organisasi.
industri penerbangan sampai perbankan, agar
berdaya saing secara nasional dan internasional, Bentuk organisasi tradisional yang piramid
pemerintah di negara-negara tersebut mencabut tampaknya sudah bukan zamannya lagi. Dalam
proteksi dan aturan tarif. perusahaan AT&T, cara baru pengorganisasian
ditekankan pada team yang bekerja antar fungsi
Keragaman Tenaga Kerja. melalui komunikasi antar departemen. Mereka
Komposisi tenaga kerja bisa sangat beragam. mulai tidak menekankan pada rantai komando
Etnik, kebangsaan, kelamin, keakhlian, pendi- yang terlampau ketat dalam mengambil keputusan.
dikan, nilai kerja, agama, dan lain sebagainya. Di GE, Jack Welch menerapkan “boundaryless
Pada tahun 2003 di mana AFTA akan mulai organization”, di mana pegawai tidak mengidenti-
diaktifkan, sudah bisa diduga bahwa banyak fikasi dirinya dengan satu departemen yang
tenaga akhli asing yang akan bekerja di Indonesia. terpisah, melainkan harus berinteraksi dengan
Demikian pula akibat perkembangan teknologi siapa saja dalam menyelesaikan pekerjaannya.
kerja, makin bertambah pekerjaan yang diambil Pemberdayaan Pegawai.
alih oleh wanita/pria, dan makin banyaknya
pasangan suami istri yang bekerja. Berbagai pakar beranggapan bahwa organisasi
masa kini harus meletakan pelanggan di atas
Sistem Sosial, Politik, Hukum Baru. segalanya, dan menekankan bahwa setiap gerak
Sistem perdagangan bebas menuntut pula yang dilakukan perusahaan harus mengarah pada
pemerintahan yang demokratis, pematuhan terha- pemuasan kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu
dap HAM, persamaan hak, aliansi perdagangan, perusahaan harus memberdayakan pegawai,
tekanan serikat pekerja internasional. khususnya yang berada di garis depan.
Pemerintahan harus dikelola dengan benar dan Organisasi yang datar makin menjadi norma
bersih (good governance dan clean government). umum.
Perusahaan dapat berpartisipasi dalam arena Sebagai pengganti organisasi piramid yang terdiri
internasional pada berbagai tingkatan, dan proses atas 7, 10, atau lebih lapisan manajerial, disusun
globalisasi umumnya berjalan melalui empat organisasi yang cenderung datar dengan lapisan
tahapan yang berbeda sebagai berikut: 1) Pada manajerial sekitar 3 atau empat lapis saja.
tahapan domestik potensi pasar terbatas pada Kerja semakin dirancang dalam bentuk
negara asal, dengan seluruh fasilitas produksi dan “teams”, ketimbang terspesialisasi dalam satu
pemasaran terletak di negara asal; 2) Pada tahapan fungsi saja.
internasional, ekspor meningkat dan perusahaan
umumnya menggunakan pendekatan multi- Di pabrik seorang pekerja tidak hanya melakukan
domestik, mungkin menggunakan sebuah divisi satu jenis pekerjaan secara berulang-ulang. Dia
internasional untuk melakukan pemasaran produk lebih merupakan bagian dari tim kerja yang
di beberapa negara secara terpisah; 3) Pada multifungsi.
tahapan multinasional, perusahaan memiliki fasili- Landasan kekuatan perusahaan berubah.
tas pemasaran dan produksi, terletak di banyak Dalam organisasi ekonomi global, posisi, jabatan,
negara, dengan lebih dari sepertiga penjualannya dan kewenangan, bukan lagi menjadi alat yang
datang dari luar negeri asal; 4) Tahapan global, memadai bagi manajer untuk bisa menyelesaikan
dari perkembangan internasional perusahaan pekerjaan. Sebagai penggantinya adalah “gagasan-
melampaui suatu negara asal. Pada tahapan ini, gagasan yang baik”.
kepemilikan, kontrol, dan manajemen puncak Manajer masa kini harus mampu membangun
cenderung terdiri atas beberapa kebangsaan. komitmen. Membangun organisasi yang lebih
Bagaimana daya tahan hidup bisnis lokal dalam baik, lebih besar, lebih kompetitif, artinya
ekonomi global, sangat tergantung pada kinerja mendatangkan pegawai-pegawai yang mempunyai
komitmen dan mampu mengendalikan diri.

Ade Priangani |Analisis Lingkungan Global Dalam Persaingan Bisnis Internasional 7


Jurnal Kebangsaan, Vol.I No.2  Juli 2014 ISSN: 2089-5917

Orientasi pada “human-capital” Manusia Dunia ekonomi menjadi sistem saling tergantung
sebagai unsur penentu keberhasilan organisasi yang rumit – proses yang disebut globalisasi.
senantiasa harus menjadi pokok perhatian utama. Beberapa kekuatan yang digabungkan menyulut
Mulai dari manajer tingkat teratas sampai dengan dan mendukung globalisasi: 1) Pemerintah dan
pegawai tingkat terbawah harus berkualitas, akhli. bisnis lebih sadar akan manfaat globalisasi, 2)
“Pecundang dalam globalisasi adalah mereka yang teknologi baru membuat perjalanan internasional,
tidak meningkatkan keakhlian mereka. Mereka komunikasi, dan perdagangan lebih cepat dan
semakin hancur”. Demikian keterangan Hemmer. murah, 3) tekanan bersaing kadang-kadang
mendorong perusahaan berekspansi ke pasar asing
Semua bisnis beroperasi dalam satu lingkungan hanya supaya bisa bersaing, 4) pakta kesepakatan
eksternal yang terdiri dari segala sesuatu di luar dagang juga memainkan peran penting.
batas-batas organisasi yang mempengaruhinya.
Unsur yang tercakup dalam lingkungan organisasi Para ahli ekonomi pernah berfokus pada dua
perusahaan: kondisi ekonomi, teknologi, pertimba- bentuk keunggulan untuk menjelaskan perdaga-
ngan politik-hukum, isu sosial, lingkungan global, ngan internasional: Keunggulan absolut dan
isu tanggung jawab etis dan sosial, lingkungan Keunggulan komparatif dalam barang-barang yang
bisnis itu sendiri, dan juga tantangan dan peluang. dapat diproduksinya lebih efisien atau lebih baik
dari barang lain.
Bisnis dewasa ini lebih rumit dan menuntut
dibandingkan sebelumnya. Perusahaan yang lebih Teori baru tentang keunggulan bersaing nasional
berhasil telah menggunakan cara-cara baru dalam merupakan satu model yang diterima luas
menanggapi tantangan-tantangan ini. Mereka mengenai alasan terlibatnya suatu negara dalam
mendefinisi ulang batasan-batasan tradisional, perdagangan internasional. Neraca perdagangan
menggabungkan semuanya untuk mengembangkan suatu negara adalah total nilai ekonomi dari semua
barang dan jasa. Perusahaan-perusahaan yang produk yang diimpornya dikurangi total nilai
lebih berhasil tersebut berfokus pada kompetisi inti ekonomi dari semua produk yang diekspornya.
mereka – keterampilan dan sumber daya yang Bila negatif, negara tersebut mengalami defisit,
mereka gunakan untuk dapat bersaing dan dan bila neracanya positif, maka negara tersebut
menciptakan nilai bagi pemiliknya. Cara-cara memiliki surplus perdagangan; dimana lebih
inovatif yang dipakai perusahaan dalam banyak uang masuk dibandingkan uang keluar.
menanggapi tantangan dan peluang yang
bermunculan mencakup outsourcing, viral Nilai tukar adalah nilai dipertukarkannya mata
marketing dan manajemen proses bisnis. uang satu negara dengan mata uang negara lain.
Bila nilai mata uang suatu negara menguat,
Outsourcing: Strategi membayar pemasok dan perusahaan mengalami kesulitan mengekspor
ditributor untuk melaksanakan proses bisnis produk dan perusahaan asing menjadi lebih mudah
tertentu atau menyediakan barang atau sumber memasuki pasar lokal; bila nilai mata uangnya
daya yang dibutuhkan. Kelemahannya: Hilangnya merosot, maka neraca perdagangan sebuah negara
kontrol perusahaan atas operasi dan informasi. akan membaik karena perusahaan domestik akan
Pemasaran gaya virus (viral marketing): strategi mengalami dorongan untuk mengekspor.
penggunaan pemasaran internet dan omongan dari
mulut ke mulut untuk menyebarkan informasi Setelah memutuskan untuk go international,
produk. Kelebihannya: Orang mengandalkan sebuah perusahaan harus memutuskan tingkat
internet untuk informasi yang seharusnya didapat keterlibatannya. Ada beberapa kemungkinan: 1)
dari surat kabar, majalah dan televisi. Unsur Eksportir dan Importir; 2) Perusahaan interna-
interaktif: pelanggan menjadi peserta dalam proses sional; dan 3) Perusahaan multinasional. Spektrum
penyebaran omongan dengan melanjutkan strategi organisasi internasional mencakup hal-hal
informasi ke pengguna internet lainnya. berikut: 1) Agen independen; 2) Pemberian lisensi;
3) Kantor cabang; 4) Aliensi strategis (atau usaha
Manajemen proses bisnis: pendekatan yang bersama); dan 5) Investasi langsung di negara lain
ditempuh perusahaan untuk beralih dari organisasi
berorientasi-departemen ke struktur tim berorien- Perbedaan ekonomi dapat jelas terlihat dari
tasi proses yang melintasi batas-batas departemen. perbedaan seperti bahasa dan juga nilai-nilai kecil
Kelebihannya: Pengambilan keputusan yang jauh yang dapat mempengaruhi kegiatan operasional.
lebih cepat dan lebih berorientasi pada pelanggan, Dalam menghadapi ekonomi campuran,
bahan baku, dan kegiatan operasional lebih perusahaan harus menyadari kapan dan sampai
terkoordinasi, dan produk lebih cepat menjangkau sejauh mana pemerintah terlibat dalam satu
pelanggan. industri tertentu. Dampak ekonomi bahkan bisa
lebih besar dalam ekonomi terpimpin.

Ade Priangani |Analisis Lingkungan Global Dalam Persaingan Bisnis Internasional 8


Jurnal Kebangsaan, Vol.I No.2  Juli 2014 ISSN: 2089-5917

Pemerintah dapat menetapkan kondisi untuk spesifik: 1) Memberikan pedoman bagi para
melakukan bisnis dan bahkan melarangnya sama manajer; 2) Membantu mengalokasikan sumber
sekali. Mereka dapat mengontrol arus modal dan daya; 3) membantu menentukan budaya
menggunakan pajak untuk mempengaruhi aktivitas perusahaan; dan 4) membantu manajer menilai
dalam satu industri tertentu, bahkan dapat menyita kinerja.
properti milik pihak asing. Isu politik dan hukum
Perencanaan terjadi dalam tiga level yang
yang umum di bisnis internasional mencakup
membantu hierarki, karena impementasi rencana
kuota, embargo, tarif, subsidi, peraturan
praktis hanya terjadi bila ada aliran logis dari satu
kandungan lokal, dan peraturan praktek bisnis.
level ke level berikut. Ditentukan oleh dewan dan
Munculnya pesaing-pesaing baru dalam ekonomi manajemen puncak, rencana strategis mencermin-
global menuntut adanya perluasan seperangkat kan keputusan tentang alokasi sumber daya,
ketrampilan yang “hard” (teknologi) dan “soft” prioritas perusahaan, dan rencana strategis.
(interpersonal dan komunikasi) secara seimbang. Rencana taktis, mencakup manajemen atas dan
Ketrampilan yang diidentifikasikan oleh beberapa menengah, adalah rencana dengan rentang yang
pengarang manajemen, meliputi manajemen lebih pendek untuk mengimplementasikan aspek
informasi, sumber-sumber daya, hubungan dengan khusus dari rencana strategis. Rencana operasi-
manusia, dan “self-management”. Titik awal, onal, yang dikembangkan oleh manajer level
sudah tentu adalah ketrampilan dasar : membaca, menengah atau rendah, menetapkan target jangka
menulis, berhitung, dan, yang paling penting pendek untuk kinerja harian, mingguan atau
adalah “kemampuan untuk terus-menerus belajar bulanan. Perusahaan sering mengembangkan
sepanjang hidup” (ability to learn continuously rencana alternatif apabila segala sesuatunya
throughout life). Sebagai tambahan, pekerja berjalan salah. Ada 2 metode umum menyangkut
“global” memerlukan fleksibilitas, kemampuan apa yang tidak terlihat sebelumnya yaitu rencana
memecahkan masalah dan mengambil keputusan, kontingensi dan manajemen krisis
mampu beradaptasi, berpikir kreatif, motivasi-diri,
Manajemen merupakan proses perencanaan,
dan memiliki kapasitas refleksi.
pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan
Perusahaan tidak harus beradaptasi secara pasif semua sumber daya perusahaan untuk mencapai
terhadap lingkungan dimana perusahaan tersebut sasaran organisasi. Perencanaan ialah menetapkan
beroperasi. Perusahaan tersebut dapat memodifi- apa yang harus dilakukan perusahaan dan cara
kasi bahkan mengubah lingkungan yang ada dalam terbaik melakukannya. Proses menata sumber daya
suatu negara, sehingga perusahaan tersebut dapat dan kegiatan menjadi struktur yang koheren
beroperasi secara lebih efektif dan efisien. disebut pengorganisasian. Dalam pengarahan,
Misalnya jika undang-undang di suatu negara seorang manajer memandu dan memotivasi
menghambat suatu aktivitas bisnis, perusahaan karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan.
tersebut dapat mengubah undang-undang tersebut Pengawasan adalah proses memantau kinerja
dengan cara mendukung calon pembuat undang- perusahaan untuk menjamin perusahaan mencapai
undang (legislatif) yang mau mengubah undang- sasarannya.
undang yang sudah ada, atau dengan cara melobi
pihak yang berwenang agar undang-undang yang Terdapat 3 (tiga) level manajemen, dalam hal ini,
sudah ada tersebut diganti. yakni: 1. Manajer puncak: Eksekutif puncak
yang jumlahnya sedikit dan bertanggung jawab
Ada dua poin yang harus dicatat untuk memahami atas keseluruhan kinerja perusahaan besar; 2.
berbagai perbedaan praktek bisnis yang terjadi di Manajer menengah: Manajer yang mengimple-
berbagai negara, yaitu : satu, Analisis lingkungan mentasikan strategi, kebijakan, dan keputusan
merupakan alat yang bernilai (valueable tool) yang diambil oleh manajer puncak; 3. Manajer
untuk menjelaskan dan memahami perbedaan cara lini pertama: Manajer yang bekerja dengan dan
beroperasi perusahaan di suatu negara. Dua, menyelia karyawan yang melapor kepada mereka.
Memaklumi adanya relativitas budaya (culture
relativism), artinya rasionalitas suatu perilaku Setiap perusahaan memiliki identitas yang unik
harus dinilai berdasarkan konteks budaya yang ada yang disebut budaya perusahaan, yakni:
dalam negara itu sendiri, dan bukan budaya luar. pengalaman, riwayat, keyakinan, dan norma
perusahaan yang dianut bersama. Hal tersebut ikut
Manajemen yang efektif dimulai dengan menentukan iklim bisnis dan iklim kerja dari
menetapkan sasaran – tujuan yang diharapkan (dan sebuah organisasi. Budaya perusahaan yang kuat
direncanakan) untuk dicapai oleh sebuah bisnis. akan mengarahkan usaha dan membantu setiap
Penetapan sasaran memiliki 4 (empat) tujuan orang bekerja untuk mengejar tujuan yang sama.

Ade Priangani |Analisis Lingkungan Global Dalam Persaingan Bisnis Internasional 9


Jurnal Kebangsaan, Vol.I No.2  Juli 2014 ISSN: 2089-5917

Agar penggunaan satu budaya perusahaan dapat sulit untuk ditiru. Dalam kondisi perubahan
meraih manfaat, manajer harus menyelesaikan lingkungan bisnis yang dinamis seperti saat ini,
beberapa tugas, yang semuanya bergantung pada penilaian aset berdasarkan sumber daya muncul
komunikasi, yaitu: 1) Manajer sendiri harus sebagai jawaban dalam pengelolaan bentuk-bentuk
memiliki pemahaman yang jelas tentang budaya aset intelektual. Melalui penilaian modal
perusahaan. 2) mereka harus menyalurkan budaya intelektual, perusahaan dapat mengelola dan
itu ke orang lain dalam organisasi; 3) mereka dapat mengembangkan aset yang dimiliki sehingga
melestarikan budaya dengan menghargai dan bermanfaat bagi upaya pencapaian keunggulan
mempromosikan mereka yang memahaminya dan kompetitif berkelanjutan.
bekerjasama untuk mempertahankannya. Jika
ternyata suatu organisasi harus mengubah budaya- Untuk dapat memanfaatkan modal intelektual,
nya, organisasi tersebut harus mengkomunikasikan perusahaan perlu memahami apakah yang
sifat perubahan itu kepada karyawan maupun pada dimaksud dengan modal intelektual tersebut.
pelanggannya. Melalui pemahaman makna aset intangible
tersebut perusahaan dapat menyusun dan menetap-
Memasuki abad 21, lingkungan bisnis kan strategi serta kebijakan-kebijakan yang
dikarakterisasikan dengan akselerasi perubahan mengevaluasi dan memaksimalkan produktivitas
yang sangat radikal dibandingkan dengan dekade aset mereka yang paling bernilai tersebut. Ide atau
sebelumnya. Perubahan pasar global, siklus gagasan tentang modal intelektual dimulai pada
inovasi yang makin pendek, organisasi yang pertengahan tahun 1980an yang diindikasikan
dikendalikan oleh pengetahuan (knowledge-driven dengan munculnya pergeseran dari production
business), meningkatnya peran konsumen akhir based to service ke knowledge-based economy.
dalam proses pengembangan produk, serta Mouritsen (1998) mendefinisikan modal
pentingnya informasi dan teknologi komunikasi intelektual sebagai suatu proses pengelolaan
dalam hubungan intern dan intra perusahaan. teknologi yang mengkhususkan untuk menghitung
Kecepatan perkembangan pengetahuan baru yang prospek perusahaan di masa yang akan datang.
harus diasimilasi mempersulit perusahaan untuk Sedangkan menurut Reilly (1992) kategori
menghasilkan pengetahuan internal, menciptakan intangible asset merupakan sesuatu yang
jaringan kerja dengan suplier, klien, dan bahkan berhubungan dengan teknologi, konsumen,
pesaing. Dengan kata lain, tekanan lingkungan kontrak, proses data, modal personal, pemasaran,
eksternal mendorong organisasi untuk lokasi dan goodwill. Definisi ini masih luas dan
meningkatkan kompleksitas internal. mencakup hampir semua dimensi aset intangible.
Dalam era pengetahuan saat ini, kemampuan suatu Definisi intangible asset oleh International
produk dan perusahaan untuk bisa bertahan atau Accounting Standard (IAS) yaitu bahwa aset
tidak dalam persaingan sangat tergantung pada intangible merupakan aset non moneter yang dapat
kapasitas untuk mengelola asset intangible, diidentifikasi dan penanganan substansi phisik
pengetahuan, dan kapabilitas inovasi secara efektif untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan
dan efisien menjadi nilai penting bagi pengendali barang dan jasa, untuk dipinjamkan pada pihak
aktivitas perusahaan. Perkembangan pengetahuan lain atau untuk tujuan administratif. Sumber daya
mengindikasikan adanya suatu variabel baru yang yang ada merupakan sumber daya yang
diperkenalkan ketika mengembangkan dan berhubungan dengan konsumen seperti
menganalisa rantai nilai dan strategi perusahaan. kompetensi, reputasi dan loyalitas. Kompetensi
Selain itu, pengetahuan juga mengindikasikan didefinisikan sebagai kemampuan untuk
bahwa pasar dan peran kompetensi telah melakukan tugas-tugas tertentu yang ada pada
dimodifikasi dengan menggunakan pemikiran tingkat individual dan organisasional. Pada tingkat
seluruh rantai nilai. Dalam kondisi ini, kapasitas individual, mencakup pengetahuan, keterampilan,
perusahaan untuk mengelola aset pengetahuan sikap sedangkan pada tingkat organisasional
menjadi faktor kunci dalam mensukseskan bisnis mencakup database klien yang spesifik, teknologi,
dan menjaga kelangsungan hidup perusahaan. metode, prosedur, dan budaya organisasi.
Perubahan orientasi strategi dalam aset pengeta- Harrison dan Sullivan (2000) mengemukakan
huan memerlukan pemahaman bahwa penciptaan bahwa kesuksesan perusahaan sangat dipengaruhi
keunggulan kompetitif perusahaan sangat oleh usaha-usaha rutin perusahaan untuk
tergantung pada kemampuan perusahaan untuk memaksimumkan nilai-nilai dari modal intelektual
menciptakan, menggunakan, dan mentransfer, dan yang dimiliki perusahaan. Modal intelektual
mmemanfaatkan aset-aset intangible yang bersifat memberikan diversitas nilai-nilai organisasi yang
langka, tidak dapat diperdagangkan dan sangat berbeda-beda seperti peningkatan keuntungan

Ade Priangani |Analisis Lingkungan Global Dalam Persaingan Bisnis Internasional 10


Jurnal Kebangsaan, Vol.I No.2  Juli 2014 ISSN: 2089-5917

akuisisi inovasi dari perusahaan lain, loyalitas kita dalam mengelola perubahan; bisa saling
konsumen, pengurangan biaya dan perbaikan memahami; memperluas batasan-batasan; mem-
produktifitas. peroleh kebebasan, dan menghargai saling
ketergantungan.
Pendekatan lain adalah dengan cara organisasi
belajar. Organisasi belajar dapat dipandang sebagai Organisasi belajar lebih dari sekedar pelatihan
tanggapan atas makin mening- katnya dinamika (training). Pelatihan membantu seseorang
dan “unpredictable”-nya lingkungan bisnis. Ada mengembangkan ketrampilan dalam bidang
beberapa penulis yang mengemukakan definisi: tertentu, sedangkan organisasi belajar mengem-
“Inti organisasi belajar adalah kemam-puan bangkan ketrampilan dan pengetahuan pada
organisasi untuk memanfaatkan kapasitas mental tingkat yang lebih tinggi. Organisasi Belajar,
dari semua anggotanya guna menciptakan sejenis belajar berinovasi secara terus menerus dengan
proses yang akan menyempurnakan organisasi” cara menempatkan perhatian pada “lima
(Nancy Dixon, 1994) “Organisasi di mana orang- komponen”. Memang, kelimanya tidak pernah bisa
orangnya secara terus-menerus mengembangkan terkuasai, tetapi organisasi yang terbaik
kapasitasnya guna menciptakan hasil yang benar- mempraktekannya secara konstan.
benar mereka inginkan, di mana pola-pola berpikir
baru dan berkembang dipupuk, di mana aspirasi 1) System Thinking : Orang dalam organisasi
kelompok diberi kebebasan, dan di mana orang- belajar bekerja dalam lingkungan sistemik.
orang secara terus-menerus belajar mempelajari Jantung berpikir sistem adalah kesadaran akan
(learning to learn) sesuatu secara bersama” (Peter keterkaitan dirinya dalam tim, keterkaitan tim
Senge, 1990). dengan organisasi, keterkaitan organisasi
dengan lingkungan yang lebih luas lagi.
Di samping itu ada satu definisi yang mencoba 2) Personal Mastery : Dalam organisasi belajar,
menguraikannya secara lebih komprehensif. individu dan profesinya dipandang sebagai
"Organisasi belajar adalah organisasi yang di faktor yang krusial untuk membawa
dalamnya terdapat sistem, mekanisme, dan proses, keberhasilan organisasi. Oleh karena itu
yang digunakan secara kontinyu oleh anggota- individu tidak boleh berhenti belajar. Dia harus
anggotanya guna meningkatkan kapabilitas memiliki visi (mimpi) pribadi, harus kreatif,
sehingga mampu mencapai sasaran pribadinya dan dan harus komit pada kebenaran. 7 Habits of
komunitas di mana dia berpartisipasi" (David J. Effective People.
Skyrme). Beberapa pokok pikiran penting yang
mencirikan organisasi belajar adalah : Adaptif 3) Mental Models : Respon atau perilaku kita atas
pada lingkungan eksternal; Terus-menerus lingkungan dipengaruhi oleh asumsi yang ada
meningkatkan kapabilitas untuk berubah; dalam pikiran kita tentang pekerjaan dan
Mengembangkan kemampuan belajar secara organisasi. Kognitif. Persoalannya muncul
individual dan kolektif; Menggunakan hasil belajar ketika mental kita terbatas atau bahkan tidak
untuk mencapai hasil yang lebih baik. berfungsi, sehingga menghalangi perkemba-
ngan organisasi. Dalam organisasi belajar
Awalnya perusahaan berupaya memperbaiki model mental menjadi tidak terbatas,
produk, pelayanan, dan inovasinya melalui melainkan bebas dan selalu bisa berubah. Jika
continues improvement dan breakthrough organisasi menginginkan berubah menjadi
strategies. Cari ini menghasilkan konsep yang di- organisasi belajar maka harus bisa mengatasi
kenal dengan nama Total Quality Management dan ketakutan atau kecemasan untuk berpikir.
Business Process Reengineering. Namun perusa- 4) Shared Vision : Tujuan, nilai, misi akan sangat
haan menemukan fakta bahwa kegagalan atau berdampak pada perilaku dalam organisasi, jika
juga keberhasilan program tadi sangat ditentukan dibagikan dan dipahami bersama, dan dimiliki
oleh faktor manusia (human factors) seperti : oleh semua anggota organisasi. Gambaran
ketrampilan, sikap dan budaya organisasi. masa depan organisasi merupakan juga mimpi-
Art Kleiner penyusun buku Fifth mimpi indah kelompok dan individu. Visi
Discipline bersama akan menghasilkan komitmen yang
Fieldbook mengutarakan bahwa gagasan kokoh dari individu ketimbang visi yang hanya
organisasi belajar disebar luaskan guna : mencapai datang dari atas.
kinerja tinggi dan memenangkan persaingan; 5) Team Learning : Tim senantiasa ada dalam
hubungan dengan pelanggan lebih baik; setiap organisasi. Sebutannya bermacam-
menghindari penurunan; memperbaiki kualitas; macam : departemen, unit, divisi, panitia, dan
memunculkan inovasi; memenuhi kebutuhan lain sebagainya. Seringkali seorang individu
pribadi dan spiritual; meningkatkan kemampuan

Ade Priangani |Analisis Lingkungan Global Dalam Persaingan Bisnis Internasional 11


Jurnal Kebangsaan, Vol.I No.2  Juli 2014 ISSN: 2089-5917

berfungsi di beberapa tim. Dalam organisasi dorong; Mulai dari masalah yang kronis
individu harus mampu mendudukan dirinya (menahun) selalu baik untuk memunculkan pemi-
dalam tim. Dia harus mampu berpikir bersama, kiran; Bentuk Task Force, tapi masih memerlukan
berdialog, saling melengkapi, saling mengo- dorongan dan visi; Mulai dengan mendiagnosa
reksi kesalahan. Individu melihat dirinya organisasi. Dept SDM dapat dijadikan konsultan
sendiri sebagai satu unit yang tidak bisa ter- (seharusnya); Kaitkan dengan proses yang sedang
pisahkan dari unit lain, dan saling tergantung. berlangsung; Kaji ulang proses dan sistem yang
ada, audit untuk mengetahui capability gap;
Adapun ciri-ciri organisasi belajar adalah sebagai Kembangkan sistem baru.
berikut: Misi dan Visi Perusahaan dinyatakan dan
dipahami secara luas oleh anggota organisasi;
Mengalirkan Misi dan Visi ke Kelompok, Divisi, 4. Simpulan
dan Depatemen; Misi dan Visi perusahaan meru-
Dari bahasan sebelumnya dapat disimpulkan
pakan inspirasi yang membimbing kinerja setiap
bahwa: Pertama, Kondisi lingkungan memberikan
anggota organisasi; Menyediakan pelatihan
refleksi tingkat produksi dan konsumsi tertentu,
berkesinambungan bagi setiap anggota di setiap
dimana pada akhirnya akan berimplikasi langsung
tingkatan; Para manajer mengalirkan jenis-jenis
terhadap kondisi penerimaan dan pengeluaran
pelatihan kepada para anak buahnya; suatu bisnis. Pengaruh lingkungan bisnis terhadap
Mengembangkan budaya kerja dalam tim; kinerja perusahaan memberikan gambaran dari
Memberdayakan pegawai agar mampu bekerja nilai bisnis itu sendiri. Lingkungan internal, adalah
tanpa arahan langsung dari manajer, atau pengaruh lingkungan bisnis yang bersumber dari
melaksanakan “continuous improvement” berdasa- dalam perusahaan itu sendiri (karyawan,
rkan visi bersama; Memelihara iklim keterbukaan; manajemen, pemilik). a). Karyawan, kinerja
Mendorong eksperimen-eksperimen kerja dan perusahaan sangat bergantung pada kinerja seluruh
keberanian mengambil resiko, dan mencegah karyawan. Keputusan yang baik dapat membuat
saling menyalahkan; Komunikasi terbuka agar perusahaan sukses dan sebaliknya keputusan yang
semua pegawai “well-informed” – (tidak percaya kurang baik membuat perusahaan gagal.
pada rumor); Memiliki mekanisme kesadaran Perusahaan memiliki tanggungjawab kepada
untuk menyebarkan pengetahuan dan pemahaman; karyawannya seperti: rasa aman, kesempatan yang
Keputusan diambil berdasarkan fakta; Di semua sama dan perlakuan yang wajar. Di Indonesia
level, diajarkan dan diaplikasikan cara mendiano- tanggungjawab perusahaan telah diatur dalam
sis, analisis, dan pengambilan keputusan; Konstan Undang-undang tentang ketenagakerjaan, yang
menilai pasar, pesaing, lingkungan, dan mengeva- mengatur hak dan kewajiban karyawan, sanksi dan
luasi ulang strategi-strateginya; Mencobakan tanggungjawab perusahaan; b). Manajemen,
gagasan baru, menyebarkannya jika berhasil, atau adalah orang yang ditunjuk pemilik perusahaan
membuang dan memperbaikinya jika gagal; untuk mengelola perusahaan dan bertanggung-
Berinvestasi pada Litbang (R&D); Sering jawab terhadap keseluruhan operasional perusa-
memperkenalkan proses kerja baru, produk dan haan. Para anggota manajemen terlibat langsung
pelayanan baru; Secara konstan memperbaiki dalam pengambilan keputusan dan kebijakan
kapabilitas dan kinerja; Memahami klien atau perusahaan. Perlakuan yang wajar, yaitu
pelanggan, dan berdialog dengan mereka secara perusahaan harus dapat meyakinkan bahwa
berkesinambungan; Menetapkan tujuan yang jelas, perusahaan selalu berupaya untuk menciptakan
dan yakin tujuan tersebut diketahui oleh semua lingkungan kerja yang dibangun berdasarkan
orang; Mendorong semua pegawai untuk secara komunikasi, kerjasama, saling membantu, saling
konstan menantang kondisi “status quo”; menghargai dan diperlakukan secara wajar untuk
Mengurangi permainan politik dalam perusahaan; mencapai tujuan bersama; c). Pemilik, pemilik
Menghargai, menghargai, menghargai; Memper- usaha dalam dunia bisnis sering disebut sebagai
pendek siklus waktu kerja di semua proses; Tidak wiraswasta. Manakala perusahaan semakin besar
memelihara sikap “berpuas diri”; Memiliki dan membutuhkan tambahan permodalan, pemilik
pegawai yang kepuasan kerja dan kebanggaan atas perusahaan umumnya menerbitkan saham dan
pekerjaan tinggi; Fokus pada pencegahan mencari investor baru (pemegang saham).
ketimbang perbaikan; Melibatkan setiap orang Tanggungjawab utama pengelola perusahaan
dalam “continuous improvement” adalah mereka harus dapat memuaskan pemegang
Banyak cara untuk mulai menciptakan iklim saham dengan memberikan imbalan yang sesuai
Organisasi Belajar salah satu cara adalah: Mulai harapannya. Pemegang saham biasanya melakukan
dari top, membantu untuk memberikan daya pengawasan terhadap pengelolaan perusahaan dan

Ade Priangani |Analisis Lingkungan Global Dalam Persaingan Bisnis Internasional 12


Jurnal Kebangsaan, Vol.I No.2  Juli 2014 ISSN: 2089-5917

mereka aktif untuk mempengaruhi kebijakan David J. Skyrme dalam; http://www.skyrme.com/


manajemen. Lingkungan eksternal, adalah insights/31rnorg.htm, 2000
pengaruh lingkungan bisnis yang bersumber dari Gary Dessler. 2000. Human Resurce Management.
luar perusahaan yang dapat berpengaruh terhadap Hadi Waratama.1998. Pengembangan SDM untuk
kinerja perusahaan, lingkungan eksternal dapat Sektor Manufaktur pada Era Pasar Bebas, dalam
dikelompokkan menjadi lingkungan khusus dan http://www.cfep.uci.edu/Community?
lingkungan umum. Lingkungan khusus terdiri dari: KSR/global economy.html Hans-Rimbert
konsumen, pemasok, dan pesaing, sedangkan Hemmer. 2001. Globalisasi Akan
lingkungan umum meliputi lingkungan industri, Dapat Meningkatkan Kemakmuran, Tempo
lingkungan ekonomi dan lingkungan global. Interaktif.
Hill,Charles. 2008. International Business:
Kedua, Lingkungan Global, banyak perusahaan
competing in the global market place. 7th
berkecimpung dalam bisnis di negara asing, ed. bab 5 McGrawHill.
bahkan telah banyak perusahaan kecil yang Jeff Madura. 2001. Introduction to business,
membeli pasokan dan juga menjual barang dari Grasindo, Jakarta.
dan ke negars asing. Setiap pelaku bisnis selalu
Mansour Fakh. 2001. Sesat Pikir : Teori
ingin meningkatkan nilai perusahaannya dalam Pembangunan dan Globalisasi, Jakarta.
jangka panjang dan kesempatan berkecimpung
Millman, J. 1999. Wall Street Journal. October 29
dalam bisnis internasional menggambarkan
Nancy Dixon. 1994. The Organizational Learning.
pengaruh lingkungan global terhadap kinerja suatu
Peter M. Senge. 1994. The Fifth Discipline
perusahaan.
Fieldbook : Strategies and Tools for
Building a Learning.
Daftar Pustaka http://www.skyrme.com/insights/31rnorg.htm.
Samuelson. 2001. Economics, 17th edition,
Ball, Donald 2006. International Business: The Erlangga, Jakarta.
Challenge of global competition. 10ed.

Ade Priangani |Analisis Lingkungan Global Dalam Persaingan Bisnis Internasional 13