Anda di halaman 1dari 4

Nama : Syima Nisyam Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Lanjuatann1

NIM : 170301298 Dosen : Siti Rodiah,SE.,M.Sc

Resume materi “Investasi Pada Instrumen Ekuitas”

A. Definisi Instrumen Ekuitas Dan Investasi Pada Instrumen Ekuitas


Menurut PSAK 50 (Revisi 2014) Instrument Keuangan : Penyajian, instrumen ekuitas
adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu antitas setelah dikurangi
dengan seluruh liabilitasnya. Pada Perseroan Terbatas, hak residual ini terdapat pada saham
sehingga instrumen ekuitas yang akan dibahas pada bab ini adalah saham biasa. Investasi pada
instrumen ekuitas mencerminkan kepemilikan atassahamyang diterbitkan oleh entitas lain. Pada
PSAK 50 ( Revisi 2014 ) dinyatakan bahwa investasi pada instrument ekuitas yang diterbitkan
entitas lain memenuhi definisi instrument keuangan, yaitu aset keuangan. Pihak yang
memperoleh kepemilikan sahamdisebut investor sedangkan pihak yang menerbitkan saham
disebut investee.

B. Karakteristik Saham
Menurut Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas,
sahammemberikan hak kepada pemiliknya untuk:
1. Menghadiri dan mengeluarkan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham(RUPS).
2. Menerima pembayaran dividen dan sisa kekayaan hasil likuidasi.
3. Menjalankan hak lainnya berdasarkan undang-undang ini.
Hak suara yang dimiliki oleh investor memungkinkan investor memengaruhi atau
mengendalikan keputusan atau kebijakan pada Perseroan Terbatas. Karakteristik inilah yang
membedakan dengan investasi pada instrumen utang, dimana hak investor pada instrument utang
hanya sebatas penerimaan bunga dan pengembalian pokok utang.

METODE BIAYA DAN NILAI WAJAR


Dalam PSAK 55 (Revisi 2015), asset keuangan berupa investasi pada instrument ekuitas
diukur pada nilai wajar, sedangkan investasi pada instrument ekuitas yang tidak memiliki koutasi
dan tidak diukur pada nilai wajar karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal, dapat
diukur pada biaya perolehan. Pada metode biaya, investasi diakui dan diukur sebesar nilai
perolehannya, sehingga jika tidak terdapat penambahan dan penjualan pada investasi tersebut,
maka nilai investasi tiaak akan berubah dan disajikan jika sebesar nilai perolehan. Karena acuan
pengakuan, pengukuran, dan penyajian adalah biaya perolehan, maka disebut dengan metode
biaya.
Sementara itu, pada metode nilai wajar investasi awalnya diakui sebesar biaya perolehan.
Namun, selanjutnya diukur pada nilai wajar dan disajikan juga pada nilai wajar tanggal
pelaporan. Oleh karena acuan pengukuran dan penyajian adalah nilai wajar, maka disebut dengan
metode nilai wajar.

 Pengakuan dan Pengukuran


Pada metode biaya, investasi pada awalnya diakui sebesar baiaya perolehan. Setelah
pengakuan awal, investasi tetap diukur pada biaya perolehan. Ketika investee mengumumkan
dividen, investor mengakuinya sebagai pendapatan secara proporsional atas kepemilikan
sahamnya. Nilai investasi dengan metode biaya hanya berubah jika ditambah, dijual atau
mengalami penurunan nilai. Sedangkan pada metode nilai wajar, perlakuan akuntansinya hampir
sama denga metode biaya, kecuali setelah pengakuan awal, investasi diukur pada nilai wajar.

 Penyajian dan Pengungkapan


Pada metode biaya, investasi disajikan tetap sebesar biaya perolehan yang juga
merupakan nilai tercatatnya. Sedangkan pada metode nilai wajar, nilai tercatat investasi
disesuaikan terhadap nilai wajar pada tanggal pelaporan sesuai ketentuan pada PSAK 55 (Revisi
2014).

METODE EKUITAS

 Pengakuan dan Pengukuran


Berdasarkan PSAK 15 (Revisi 2014) , investasi denga metode ekuitas pada awalnya
diakui sebesar biaya perolehan. Setelah pengakuan awal, investasi diukur secaraproporsional
terhadap nilai ekuitas entitas asosiasi. Perubahan atas nilai ekuitas entitas asosiasi di antaranya
dapat terjadi akibat:
1. Pengakuan laba atau rugi bersih entitas asosiasi (meningkat atau menurun).
2. Pembagian dividen oleh entitas asosiasi (menurun).
3. Pengakuan penghasilan komprehensif lain oleh entitas asosiasi (meningkat atau
menurun).

 Alokasi Selisih atas Biaya Perolehan Investasi


PSAK 15 (Revisi 2014) menyatakan bahwa pada saat perolehan investasi, setiap selisih antara
biaya perolehan investasi dengan bagian entitas atas nilai wajar neto aset dan liabilitas
teridentifikasi dari investee dicatat dengan cara sebagai berikut :
1. Goodwill yang terkait dengan entitas asosiasi termasuk dalam jumlah tercatat investasi.
Amortisasi goodwill tersebut tidak diperkenankan.
2. Setiap selisih lebih bagian entitas atas nilai wajar neto aset dan liabilitas teridentifikasi
dari investee terhadap biaya perolehan investasi dimasukkan sebagai penghasilan dalam
menentukan bagian entitas atas laba rugi entitas asosiasi atau ventura bersama pada
periode investasi diperoleh.
 Penghentian Pengakuan
Investor menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal investasinya berhenti
menjadi investasi pada entitas asosiasi (hilangnya pengaruh signifikan), yaitu ketika:
1. Investasi menjadi investasi pada anak perusahaan, maka investor mencatat
investasinya sesuai dengan PSAK 22 (Revisi 2010) dan PSAK 65.
2. Menjual sebagian investasinya dan sisa kepentingan dalam entitas asosiasi merupakan
aset keuangan, maka investor mengukur sisa kepentingan tersebut pada nilai wajar sesuai PSAK 55
(Revisi 2014). Investor mengakui dalam laba rugi selisih apa pun antara:
a. Nilai wajar sisa kepentingan apapun dan hasil apa pun dari epelepasan sebagian
kepentingan pada entitas asosiasi atau ventura bersama.
b. Jumlah tercatat investasi pada tanggal penggunaan metode ekuitas dihentikan.

 Penyajian dan Pengungkapan


Pada metode ekuitas,investasi disajikan pada nilai tercatatnya. Sedangkan Bagian Laba atas entitas asosiasi
di sajikan dalam Laporan Laba Rugi dalam pos tersendiri. Berikut contoh penyajian dan
pengungkapan atas investasi dengan metode biaya dan nilai wajar.
Pengungkapan yang disyaratkan PSAK 67 Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain
terkait investasi pada entitas asosiasi adalah untuk setiap entitas asosiasi yang material bagi
entitas pelapor :
1. Nama pengaturan bersama satu entitas asosiasi.
2. Sifat hubungan entitas dengan pengaturan bersama atau entitas asosiasi (sebagi contoh,
dengan menggambarkan sifat aktivitas pengaturan bersama dan entitas asosiasi dan
apakah mereka strategis terhadap aktivitas entitas).
3. Lokasi utama kegiatan usaha (dan negara tempat pendirian, jika dpat diterapkan dan
berbeda dari lokasi utama kegiatan usaha) pengaturan bersama atau entitas asosiasi.
4. Proporsi bagian kepentingan atau penyertaan modal yang dimiliki oleh entitas dan,
jika berbeda, proporsi hak suara yang dimiliki (jika dapat diterapkan).

ISU LAIN SEPUTAR METODE EKUITAS

 Nilai Tercatat Investasi Negatif Pada Metode Ekuitas


Jika nilai tercatat investasi menjadi nol atau negatif akibat bagian investor terhadap rugi
entitas asosiasi sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi maka investor
menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi lebih lanjut.
 Transaksi Hulu dan Hilir
Dalam praktiknya, banyak terjadi transaksi antara investor dengan entitas asosiasi.
Transaksi tersebut dapat berupa jual beli aset ataupun jasa yang menghasilkan keuntungan atau
kerugian. Jika investor bertindak sebagai pihak penjual dan entitas asosiasi sebagai pembeli
maka transaksi tersebut disebut transaksi hulu, dan jika sebaliknya disebut transaksi hilir.
Keuntungan dan kerugian yang dihasilkan dari transaksi hulu dan hilir antara investor dan entitas
asosiasinya diakui dalam laporan keuangan investor tersebut hanya sebesar bagian investor lain
dalam entitas asosiasi. Bagian investor atas keuntungan atau kerugian entitas asosiasi yang
dihasilkan dari transaksi tersebut dieliminasi. Contoh transaksi hilir adalah penjualan aset dari
entitas asosiasi kepada investor. Contoh transaksi hulu adalah penjualan aset dari investor kepada
entitas asosiasinya.