Anda di halaman 1dari 7

Nama : Syima Nisyam Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Lanjutan 1

NIM : 170301298 Dosen : Siti Rodiah,SE.,M.Sc

Resume materi “Kombinasi Bisnis”

Kombinasi bisnis adalah suatu transaksi atau peristiwa lain dimana pihak pengakuisisi
memperoleh pengendalian atas satu atau lebih bisnis

1. Pengembangan Bisnis
Kombinasi bisnis merupakan salah satu cara dalam melakukan pengembangan usaha
sehingga menjadi besar. Pengembangan bisnis dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.
Pengembangan bisnis internal dapat dilakukan dengan pembentukan entitas baru secara internal.
Dalam rangka pengembangan bisnis entitas membentuk entitas anak melalui penyetoran modal
secara tunai. Tujuan pembentukan entitas baru tersebut biasanya untuk membuka pasar yang
lebih luas atau memperluas jaringan produksi. Misalnya entitas melakukan ekspansi usaha ke
Timor Leste. Untuk tujuan kemudahan bisnis dan pemenuhan regulasi di negara tersebut perlu
didirikan perusahaan dengan bentuk hukum tersendiri.

2. Aspek Etika Dalam Kombinasi Bisnis


Kombinasi bisnis mampu mengakselerasi pertumbuhan perusahaan sehingga dapat
berkembang jauh lebih cepat dibandingkan jika melakukan pertumbuhan secara alami melalui
peningkatan produksi dan skala usaha. Kombinasi bisnis diakui sebesar biaya perolehan bagi
pihak pengakuisisi. Biaya perolehan didasarkan pada hasil negosiasi antara para pihak.
Pengakuisisi akan mencatat asset dan liabilitas dari hasil kombinasi bisnis tersebut dengan
menggunakan nilai wajar. Penggunaan nilai wajar ini sering kali juga dimanfaatkan untuk
meningkatkan nilai perusahaan dengan cepat sehingga dapat harga saham perusahaan juga
meningkat.
Beberapa kasus yang menunjukkan tindakan tidak etis yang dirancang dalam transaksi
kombinasi bisnis baik untuk tujuan manajemen laba maupun juga perpajakan, menjadikan
transaksi ini juga memperoleh perhatian bagi regulator pasar modal. Kompleksitas akuntansi
kombinasi bisnis menjadikan kombinasi bisnis menjadikan kombinasi bisnis menjadi transaksi
penting yang perlu dipelajari dan dicermati.

3. Jenis Kombinasi Bisnis


Strategi Bisnis
Kombinasi bisnis dapat dilihat dari aspek strategi perusahaan. Perusahaan melakukan kombinasi
bisnis dalam rangka mengembangkan usahanya. Pengembangan usaha dapat dilakukan melalui
integrasi vertical, horizontal dan konglomerasi.
a. Integrasi Vertikal adalah kombinasi bisnis dengan melakukan akuisisi entitas yang
memiliki hubungan pemasok atau distribusi. Dalam integrasi ini entitas dapat melakukan
akuisisi hilir dengan melakukan akuisisi pada jalur distribusi atau akuisisi hulu dengan
melakukan akuisisi pada jalur pemasok.

b. Integrasi horizontal adalah kombinasi bisnis dengan melakukan akuisisi entitas yang
menghasilkan produk sejenis atau produk yang berkaitan.

c. konglomerasi adalah kombinasi bisnis dengan melakukan akuisisi entitas yang tidak
memiliki hubungan dengan entitas. Hasil dari integrasi akan terentuk perusahaan
konglomerat, yaitu grup usaha dengan berbagai produk yang dihasilkan dan bergerak
dalam beberapa industry yang berbeda.

Bentuk Entitas
Jenis kombinasi bisnis dapat juga dibedakan tentang bagaimana bentuk perusahaan sebelum dan
sesudah melakukan kombinasi bisnis. Berdasarkan bentuk hukum ini, kombinasi bisnis dapat
diklasifikasikan atas :
a. merger adalah kombinasi bisnis yang dilakukan dengan menggabungkan dua atau lebih
entitas, dimana entitas yang diakuisisi dibubarkan serta semua asset dan liabilitasnya
diambil alih pihak yang mengakuisisi.

b. Konsolidasi adalah kombinasi bisnis dengan mementuk satu entitas baru yang akan
mengambil alih semua asset dan liabilitas entitas yang bergabung. Entitas baru dibentuk
dengan mengambil alih semua asset dan liabilitas dari entitas yang bergabung yang telah
dibubarkan.

c. Akuisisi adalah kombinasi dengan membeli kepemilikan entitas yang diakuisisi, namun
entitas yang diakuisisi tetap berdiri hanya dikendalikan oleh entitas pengakuisisi. Bentuk
akuisisi dilakukan dengan pembentukan perusahaan baru yang bertindak sebagai entitas
holding, atau pihak pengakuisisi merupakan entitas yang sebelumnya telah ada. Pihak
pengakuisis atau entitas holding yang dibentuk akan menyususn laporan keuangan
konsolidasian yang akan menggabungkan asset dan liabilitas entitas dari semua anak
yang berada dibawah kendalinya.

Metode Akuntansi
Jenis kombinasi bisnis dapat juga dilihat dari sudut pandang akuntansi. Ada dua metode yang
dikenal dalam kombinasi bisnis yaitu :
a. Metode pooling of interest atau penyatuan kepentingan. Dalam metode penyatuan
kepentingan masing-masing pihak akan menyatukan kepentingan bisnis nya sehingga
tidak diperlukan penilaian ulang asset dan liabilitas entitas yang bergabung. Dalam
metode ini dasar pencatatannya adalah nilai buku dari entitas yang bergabung.
b. Metode purchase atau pembelian atau akuisis. Dalam metode akuisisi, dasar
pencatatan adalah nilai wajar pada tanggal akuisisi, karena kombinasi bisnis dianggap
sebagai pembentukan entitas baru, sehingga dilakukan penilaian atas asset bersih
entitas yang bergabung.

4. Standar Akuntansi Bisnis Kombinasi


Perkembangan PSAK 22 : Kombinasi Bisnis
Standar akuntansi untuk kombinasi bisnis saat ini diatur dalam PSAK 22 (revisi 2010) kombinasi
bisnis yang telah mengalami penyesuaian pada tahun 2014. Sebelumnya ketentuan kombinasi
bisnis menggunakan PSAK 22 (1994) penggabungan usaha. Terdapat perbedaan istilah dalam
standar baru diandingkan dengan standar lama yaitu penggabungan usaha berubah menjadi
kombinasi bisnis.
Restrukturisasi Entitas Sepengendali
RES diatur khusus dalam PSAK 38 (revisis 2012) kombinasi bisnis entitas sepengendali. Res
adalah kombinasi bisnis yang semua entitas atau bisnis yang semua entitas atau bisnis yang
bergabung, pada akhirnya dikendalikan oleh pihak yang sama (baik seelum maupun sesudah
kombinasi bisnis) dan pengendaliannya tidak bersifat sementara.RES tidak diatur secara khusus
dalam IFRS sehingga PSAK 38 (revisis 2012) merupakan PSAK yang disusun oleh Dewan
Standar Akuntansi Keuangan tanpa mengacu pada IFRS. Saat ini belum ada ketentuan IFRS
terkait transaksi entitas sepengendali.

5. Aspek Perpajakan dalam Kombinasi Bisnis


Pajak penghasilan dikenakan atas selisih antara nilai buku asset dan liabilitas dengan nilai
wajar asset dan liabilitas yang dialihkan dalam proses merger dan akuisisi.
Pajak harus dibayar oleh pihak yang melakukan pengalihan asset. Jika yang dialihkan tanah
dan bangunan akan dikenakan 5% pajak final atas nilai jual. Jika bukan tanah dan bangunan akan
dikenakan pajak penghasilan sebesar keuntungan dari selisih nilai wajar dengan nilai buku.
Untuk pengalihan tanah dan bangunan sebesar 5%.
Perusahaan yang ingin menggunakan nilai buku harus mengajukan permohonan kepada
Dirjen Pajak dengan melampirkan tujuan melakukan merger, melunasi seluruh pajak dan
memenuhi persyaratan tujuan bisnis.
KOMBINASI BISNIS DAN PENGENDALIAN
1. Definisi
Pembelian entitas yang sudah ada untuk digabungkan dengan entitas yang sudah ada
diartikan sebagai proses mengkombinasikan bisnis sehingga transaksi ini dikenal dengan
penggabungan usaha.

2. Pengendalian
Definisi pengendalian awalnya dijelaskan dalam PSAK 22 (penyesuaian 2014) sebagai
kekuasaan untuk mengatur keuangan dan operasi entitas yang diakuisisi. Namun definisi
pengendalian tersebut diganti dengan definisi pengendalian seiring terbitnya PSAK 65 laporan
keuangan konsolidasian dan PSAK 22 (penyesuaian 2014) kombinasi bisnis. Menurut PSAK 65,
investor mengendalikan investee ketika :

 Investor memiliki kekuasaan atas investee


 Investor terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya
dengan investee
 Investor memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui
kekuasaannya atas investor.

3. Bisnis
Dalam transaksi kombinasi bisnis harus dipastikan bahwa transaksi tersebut merupakan
pembelian sebuah bisnis bukan pembelian asset perusahaan secara terpisah. Menurut PSAK 22
(penyesuaian 2014), bisnis adalah suatu rangkaian terpadu dari kegiatan dan asset yang mampu
dikelola dengan tujuan memberikan hasil dalam bentuk dividen, efesiensi biaya atau manfaat
ekonomi lainnya secara langsung kepada pemilik entitas. Suatu rangkaian terpadu dari kegiatan
tersebut paling tidak meliputi input, proses, dan output.

4. Identifikasi Kombinasi Bisnis


Entitas pertama-tama harus menentukan apakah suatu transaksi merupakan kombinasi bisnis
atau bukan dengan menerapkan definisi dalam standar bahwa asset dan liabilitas yang diambil
alih merupakan suatu bisnis.
Dalam melakukan pencatatan transaksi kominasi bisnis PSAK 22 (penyesuaian 2014),
mengharuskan menggunakan metode akuisisi. Disyaratkan dilakukan hal-hal berikut :

 Mengidentifikasi pihak pengakuisisi


 Menentukan tanggal akuisisi
 Mengakui dan mengukur asset teridentifikasi yang diperoleh, liabilitas yang diambil alih,
dan kepentingan non pengendali pihak yang diakuisisi.
 Mengakui dan mengukur goodwill atau keuntungan dari pembelian dengan diskon
Akuntansi kombinasi bisnis terkait dengan pencatatan akuntansi untuk pihak yang
melakukan akuisisi atau pengakuisisi. Beberapa criteria yang dapat digunakan sebagai pedoman
untuk menentukan pihak pengakuisisi antara lain :
a) Pihak pengakuisisi biasanya dari sisi ukuran lebih besar
b) Phak pengakuisisi yang mengalihkan asset, saham, atau sumber daya untuk memperoleh
kepemilikan bisnis tersebut.

AKUNTANSI KOMBINASI BISNIS


1. Pengakuan dan Pengukuran Aset dan Liabilitas
Pihak pengakuisisi mengakui secara terpisah berupa goodwill, asset teridentifikasi yang
diperoleh, liabilitas yang diambil alih, dan kepentingan non pengendali dari pihak yang
diakuisisi.
Pihak pengakuisisi mengukur asset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang
diambil alih dengan nilai wajar pada tanggal akuisisi.

2. Biaya Transaksi
Transaksi kombinasi membutuhkan biaya yang besar. Biasanya biaya tersebut dikeluarkan
oleh pihak pengakuisisi, namun tidak menutup kemungkinan pihak yang diakuisisi juga akan
mengeluarkan biaya. Biaya tersebut mencakup biaya makelar, advis, hukum, akuntansi, penilaian
dan biaya professional atau konsultasi lainnya, biaya administrasi umum dan biaya pendaftaran
serta penerbitan efek utang dan efek ekuitas.

3. Imbalan yang Dialihkan


Dalam suatu kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi membayar imbalan kepada pihak yang
diakuisisi atas akuisisi yang dilakukan. Akuisisi pada prinsipnya adalah pembelian sebuah bisnis,
seperti halnya pembelian suatu asset secara tunai, maka imbalan yang dialihkan atas pembelian
tersebut adalah kas. Imbalan dalam kombinasi bisnis dapat berupa kas, asset non kas lainnya,
efek, efek utang dan efek ekuitas yang diterbitkan oleh pihak pengakuisisi. Imbalan yang
dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil
penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh asset yang dialihkan oleh pihak
pengakuisisi, liailitas yang diambil alih oleh pihak pengakuisisi kepada pemilik pihak yang
diakuisisi sebelumnya. Jika imbalan yang dialihkan berupa kas, maka nilai wajar nya sama
dengan nilai nominalnya. Namun jika imbalan yang dialihkan selain kas, naka timbul
konsekuensi harus diukur pada nilai wajar.

Goodwill
Goodwill adalah asset yang diklarifikasikan sebagai asset tak berwujud. Goodwill muncul
pada saat entitas melakukan akuisisi entitas lain. Goodwill akan diakui oleh entitas yang
melakukan akuisisi.
Nilai goodwill dihitung sebagai berikut :
Goodwill = (imbalan yang dialihkan + kepentingan non pengendali pada pihak yang diakuisisi) –
asset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih.
Untuk akuisisi asset dan liabilitas, goodwill diakui dalam laporan posisi keuangan pihak
pengakuisisi. Sedangkan pada akuisisi saham, goodwill yang timbul pada akuisisi diakui dalam
saldo investasi dalam laporan posisi keuangan pihak pengakuisisi dan akan diakui secara terpisah
pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

4. Pencatatan Transaksi Kombinasi Bisnis


Pencatatan transaksi kombinasi bisnis sangat dipengaruhi bagaimana bentuk transaksi
tersebut dilakukan. Transaksi bisnis kombinasi akan dicatat oleh pihak yang diakuisisi atau pihak
yang melakukan akuisisi.
Untuk pencatatan pihak yang mengakuisisi terdapat peredaan jurnal jika pihak pengakuisisi
menerima asset dan tidak menerima asset. Jika pihak pengakuisisi menerima asset , pihak
pengakuisisi akan mengakui seluruh asset dan liabilitas pihak yang diakuisisi berdasarkan nilai
wajar serta mencatat imbalan yang diserahkan dalam rangka akuisisi tersebut. Jika terdapat
perbedaan antara nilai perolehan dan nilai wajar asset akan diakui sebagai goodwill.

5. Pembelian Diskon
Tidak semua akuisisi menghasikan goodwill. Terkang pihak pengakuisisi melakukan
pembelian pada nilai imbalan yang lebih rendah dari pada nilai wajar asset teridentifikasi yang
diperoleh dan liabilitas yang diambil alih, kondisi ini disebut pembelian dengan diskon, yaitu
suatu kominasi isnis yang mana jumlah nilai wajar asset teridentifikasi yang diperoleh dan
liabilitas yang diambil alih melebihi nilai agregat (imbalan yang dialihkan + kepentingan ekuitas
yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi + kepentingan non pengendali pada pihak
yang diakuisisi). Selisih tersebut dikaui oleh pihak pengakuisisi sebagai keuntungan dalam
laporan laba rugi pada tanggal akuisisi. Keuntungan tersebut diatribusikan kepada pihak
pengakuisisi.

6. Akuisisi Bertahap
Akuisisi bertahap terjadi ketika proses akuisisi entitas tidak dilakukan sekaligus tetapi
sebelumnya entitas pengakuisisi memiliki kepemilikan pada entitas yang diakuisisi.

7. Kombinasi Bisnis Tanpa Pengalihan Imbalan


Ketika investor memiliki investasi pada saham entitas lain yang awalnya tidak memiliki
pengendalian namun pengendalian dapat diperoleh tanpa adanya pengalihan imbalan. Hal ini
dapat terjadi diantaranya karena :
a. Pihak yang diakuisisi membeli kembali sahamnya dari pihak lain sehingga pihak
pengakuisisi memperoleh pengendalian. Hal ini disebabkan jumlah lemar saham yang
dimiliki pengakuisisi tetap namun jumlah lembar saham beredar berkurang sehingga
proporsi kepemilikan pihak pengakuisisi meningkat.
b. Hilangnya hak veto yang seelumnya menghalangi pengakuisisi untuk mengendalikan.
Hal ini terjadi ketika pengakuisisi memiliki hak suara mayoritas, namun tidak memiliki
pengendalian karena ada investor lain yang memiliki hak veto, ketika hak veto investor
lain tersebut hilang, maka pihak pengakuisisi akan memperoleh pengendalian dengan
sendirinya.
c. Pengakuisisi yang diakuisisi sepakat untuk mengkombinasikan isnisnya dengan kontrak
semata.

PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN KOMBINASI BISNIS


1. Penyajian
Seluruh asset teridentifikasi dan liabilitas pihak yang diakuisisi langsung diakui secara
individual pada tanggal akuisisi oleh pihak pengakuisisi pada nilai wajarnya.
Sedangkan pada akuisisi saham, seluruh asset teridentifikasi dan liabilitas pihak yang
diakuisisi tidak langsung diakui secara individual pada tanggal akuisisi oleh pihak pengakuisisi.
Pihak pengakuisisi hanya mengakui saldo investasi sebagai representasi atas asset dan liabilitas
tersebut, termasuk goodwill yang timbul saat akuisisi. Pada akhir periode pelaporan, jika
memiliki pengendalian, pihak pengakuisisi akan mengonsolidasikan laporan keuangannya
dengan pihak yang diakuisisi sehingga asset dan liabilitas kedua pihak akan disajikan pada
laporan keuangan konsolidasian.

2. Pengungkapan
Berdasarkan PSAK 22 (penyesuaian 2014), pihak pengakuisisimengungkapkan informasi
yang memungkinkan pengguna laporan keuangan agar dapat mengevaluasi sifat dan dampak
keuangan dari kombinasi bisnis yang terjadi, baik selama periode pelaporan berjalan ataupun
setelah akhir periode pelaporan tetapi sebelum tanggal penyelesaian laporan keuangan.

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN


Ketika sebuah entitas melakukan transaksi kombinasi bisnis, laporan keuangan entitas
tersebut akan berbeda diandingkan dengan laporan keuangan entitas periode sebelumnya. Jika
kombinasi isnis terseut dilakukan dengan melakukan akuisisi entitas lain dengan ukuran yang
signifikan maka akan terjadi perubahan material atas komponen laporan keuangan.
Jika pembaca laporan keuangan ingin membandingkan laporan keuangan dari periode
sebelumnya, padahal entitas tersebut melakukan aksi korporasi kombinasi usaha, maka analisisi
harus dilakukakn dengan hati hati. Analisis biasanya akan memberikan perhatian besar apakah
kinerja usaha sebelum dan sesudak dilaukan kombinasi mengalami perubahan atau tetap sama.