Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH AUDITING 1

“TUJUAN AUDIT”

Disusun oleh:

Syima Nisyam (170301298)

Anita Saputri (170301261)

Dosen Pengampu:

Ardiyanti Agustina Putri,SE.,M..Ak.Ak.CA

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH RIAU

PEKANBARU
KATA PENGANTAR

Puji syukur anggota kelompok panjatkan kepada Allah SWT karena berkat limpahan
rahmat serta hidayah-Nya anggota kelompok dapat menyelesaikan tugas makalah Auditing 1
dengan judul “Tujuan Audit” ini dengan baik dan tepat pada waktunya.

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Auditing 1 dengan semaksimal
mungkin sesuai dengan kemampuan yang anggota kelompok miliki dan bantuan dari
beberapa referensi. Dan penulis ucapkan kepada ibu Ardiyanti Agustina
Putri,SE.,M..Ak.Ak.CA selaku dosen mata kuliah Auditing 1 yang telah memberikan tugas
ini.

Anggota kelompok menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih banyak


kekurangan dan masih jauh dari yang diharapkan. Oleh karena itu dengan segala kerendahan
hati, Anggota kelompok mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari semua
pihak demi perbaikan dan kesempurnaan makalah ini.

Demikian makalah ini kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca.

Pekanbaru, 28 Oktober 2019

Anggota Kelompok
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Prosedur audit dalam pekerjaan lapangan disusun berdasarkan tujuan audit yang
hendak dicapai. Dalam hal ini, tujuan audit yang dimaksud dirancang untuk menentukan
apakah tujuan operasi tertentu (yang ditetapkan oleh manajemen) dapat dicapai atau tidak.
Tujuan audit harus bersifat khusus untuk setiap langkah yang dilakukan auditor dan
dijabarkan dalam bentuk prosedur audit untuk mencapainya.
Penetapan tujuan audit dan prosedur audit merupakan unsur utama sebuah program
audit, oleh karena itu keberhasilan pekerjaan lapangan dalam mengumpulkan bukti audit
bergantung kepada baik buruknya sebuah program audit yang digunakan. Hal tersebut dapat
dipahami mengingat suatu program audit pada dasarnya merupakan abstraksi dari
perencanaan audit yang berisi rencana langkah kerja sistematis untuk memperoleh bukti audit
yang diperlukan dalam pencapaian tujuan audit.
Guna mengarahkan pekerjaan audit di lapangan, program audit berperan sebagai
pedoman pelaksanaan audit sekaligus merupakan alat pengendalian agar pekerjaan audit
secara keseluruhan berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan.
Permasalahan umum yang dihadapi oleh auditor internal adalah bagaimana menyusun dan
mengembangkan program audit yang baik.

B. Rumusan Masalah

1. Apa tujuan audit menurut audit berbasis International Standarts Of Auditing (ISA)?
2. Apa tujuan audit secara umum?
3. Apa tujuan audit secara khusus?

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui tujuan audit menurut audit berbasis International Standarts Of


Auditing (ISA).
2. Untuk mengetahui tujuan audit secara umum.
3. Untuk mengetahui tujuan audit secara khusus.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Tujuan Audit

SA 200 : Tujuan Keseluruhan Auditor Independen dan Pelaksanaan Audit


Berdasarkan Standar Audit
“Tujuan Audit adalah untuk meningkatkan keyakinan pengguna laporan keuangan yang
dituju. Hal itu dicapai melalui pernyataan suatu opini oleh auditor tentang apakah laporan
keuangan disusun, dalam semua hal yang material, sesuai dengan kerangka pelaporan
keuangan yang berlaku”.
International Standarts Of Auditing (ISA) menekankan berbagai kewajiban entitas dan
manajemen, berbagai kewajiban entitas dapat disebut pihak-pihak berkepentingan atau
TCWG “Those charged with governance”. Proses audit berbasis ISA merupakan proses
audit berbasis risiko yang mengandung tiga langkah kunci yaitu Risk Assessment (Penialain
Risiko), Risk Response (Merespon Risiko) dan Report (Pelaporan).Menurut standar audit
berbasis ISA Tujuannya audit berbasis risiko adalah memberikan keyakinan kepada Komite
Audit, Dewan Komisaris dan Direksi bahwa:
a. Perusahaan telah memiliki proses manajemen risiko, dan proses tersebut telah
dirancang dengan baik.
b. Proses manajemen risiko telah diintegrasikan oleh manajemen ke dalam semua
tingkatan organisasi mulai tingkat korporasi, divisi sampai unit kerja terkecil dan
telah berfungsi dengan baik.
c. Kerangka kerja internal dan tata kelola yang baik telah tersedia secara cukup dan
berfungsi dengan baik guna mengendalikan risiko.

A. Tujuan Audit Umum

Tujuan umum audit atas laporan keuangan adalah untuk menyatakan


pendapatatas kewajaran laporan keuangan, dalam semua hal yang material, sesuai dengan
prinsip- prinsip akuntansi yang berlaku umum.
Secara umum auditor telah menemukan bahwa cara yang paling efisien dan efektif untuk
melakukan audit adalah dengan memperoleh beberapa kombinasi kepastian bagi setiap kelas
transaksi dan saldo akhir pada akun yang terkait.Terdapat 3 tujuan audit:

 Tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi (transaction-related audit objectives),


untuk memastikan bahwa transaksi-transaksi yang dilakukan telah dicatat dengan
tepat
 Tujuan audit yang berkaitan dengan saldo (balance-related audit objectives), untuk
memastikan saldo suatu akun
 Tujuan audit yang berkaitan dengan penyajian dan pengungkapan (presentation and
disclosure related audit objectives), untuk penyajian dan pengungkapan informasi
dalam laporan keuangan

Kewajaran laporan keuangan diukur berdasarkanasersi terkandung dalam setiap


unsur yang disajikan dalam laporan keuangan, yang disebut dengan asersi
manajemen.Asersi manajemen yang disajikan dalam laporan keuangan dapat diklasifikasikan
menjadi lima kategori:

1. Keberadaan atau keterjadian (existence or occurrence).


Asersi tengtang keberadaan atau keterjadian berhubungan dengan apakah
aktiva atau utang benar terjadi selama periode tertentu.

2. Kelengkapan (completeness).
Asersi kelengkapan berhubungan dengan apakah semua transaksi dan akun
rekening yang semestinya disajikan dalam laporan keuangan telah tercantumkan.
Menejemen membuat asersi bahwa seluruh pembelian barang dan jasa di catat dan di
cantumkan dalam laporan keuangan dan menejemen membuat asersi bahwa utang
usaha di neraca telah mencangkup semua kewajiban perusahaan kepada pemasok.

3. Hak dan kewajiban (rights and obligation)


Asersi tengtang hak dan kewajiban berhubungan dengan dua hal, yaitu:
 Apakah aktiva yang tercantum dalam laporan keuangan benar-benar
merupakan hak perusahaan pada tanggal tertentu.
 Apakah utang yang tercantum dalam laporan keungan benar-benar merupakan
kewajiban perusahaan pada tanggal tertentu.
Asersi hak dan kewajiban mempunyai hunbungan yang sangat erat dengan asersi
keberadaan atau keterjadian. Keeratan hunbungan ini mengakibatkan salah satu kantor
akuntan public besar di Indonesia, yang bersipat dengan suatu kantor akuntan public
asing dari amerika serikat yang menganggap keduanya adalah satu dan
menamakannya sebagai asersi genuine.

4. Penilaian (valuation) atau alokasi


Asersi tengtang penilaian atau pengalokasian berhubungan dengan apakah
komponen – komponen aktiva, utang, pendapatan dan biaya sudah dimasukkan dalam
laporan keuangan pada jumlah yang semestinya. Contoh manajemen membuat asersi
bahwa aktiva tetap dicatat berdasarkan harga perolehanya dan perolehan yang
semacam itu secara sistematik dialokasikan kedalam periode-periode akuntansi yang
semestinya, dan manajemen membuat asersi bahwa piutang usaha yang tercantum di
neraca dinyatakan berdasarkan nilai bersih yang dapat direalisasikan.
Dengan demikian, asersi penilaian berkaitan dengan akun – akun riil yang
tercantum pada neraca. Asersi penilaian berkaita dengan apakah harta, utang dan
modal telah di cantumkan pada neraca dengan jumlah yang semestinya. Asersi
pengalokasian berkaiatan dengan apakah akun-akun nominal, yaitu pendapatan biaya,
telah dicantumkan pada laporan rugi laba dengan jumlah yang semestinya. Asersi
pengalokasian pada intinya adalah ketetapan saat pengakuan pendapatan maupun
biaya. Contoh apakah suatu pendapatan dinyatakan sebagai pendapatan (pos rugi
laba) tahun 1991, ataukah sebaliknya diakui sebagai piutang pendapatan atau
pendapatan diterima dimuka (pos neraca) tahun 1991 dan baru diakui sebagai
pendapatan pada tahun 1992.

5. Penyajian dan pengungkapan (presentation and disclosure)


Asersi tengtang penyajian dan pengungkapan berhubungan dengan apakah
komponen-komponen tertentu dalam laporan keuangan sudah diklasifikasikan,
dijelaskan dan diungkapkan secara semestinya. Pelaopran komponen laporan
keuagan pada jumlah yang semestinya mengandung arti bahwa jumlahnya sudah
ditentukan dengan menggunakan metode perlakuan akuntansi bedasar prinsip
akuntansi yang berlaku umum, dan bebas dari kesalahan matematikal.
Misalnya menejemen membuat asersi bahwa kewajiban-kewajiban yang
diklasifikasikansebagai utang jangka panjang di neraca tidak akan jatuh tempo dalam
waktu satu tahun, dan menajemen membuat asersi bahwa jumlah yang disajikan
sebagai pos luar biasa dalam laporan rugi laba dikalsifikasikan dan diungkafkan
semestinya.
Asersi penyajian tidak hanya menyangkut penyajian dan pengungkapan dalam
neraca, atau laporan rugi laba. Asersi ini juga menyangkut pengungkapan lainnya,
termasuk catatan atas laporan keuangan. Disamping itu kelima asersi tersebut sebagai
mana yang tercantum dalam SA 326, masih ada satu jenis asersi lagi yaitu asersi
ketetapan administrasi/klerikal.

6. Ketetapan administrasi ( clerical Accuracy )


Kecepatan administrasi merupakan salah satu tujuan khusus auditing.
Ketetapan klerikal atau kecepatan andministrasi merupakan suatu keadaan
berjalannya kegiatan klerikal secara tepat sesuai system yang telah ditentukan. Semua
pihak yang terkait akan didorong untuk lebih cermat dan system yang telah
ditentukan. Semua pihak yang terkait yang didorong untuk lebih cermat dan system
yang telah ditentukan. Semua pihak yang terkait akan didorong untuk lebih cermat
dan seksama dalam melaksanakan tugasnya yang berkaitan dengan pelaksanaan
system akuntansi bila mereka mengetahui bahwa auditing dilaksanakan secara
berkesinambungan.
Prosedur auditing meliputi studi dan evaluasi terhadap struktur pengendalian
internal klien termasuk system akuntansi. Auditor, melalui pemahaman struktur
pengendalian internal, dapat menentukan apakah system akuntansi sudah benar-benar
dilaksanakan oleh semua pihak sebagaimana mestinya, dan apakah system akuntansi
tersebut dapat menghasilkan catatan akuntansi yang falid.

7. Membuat Pisah Batas (Cut-Off)


Audit bertujuan untuk memastikan bahwa semua transaksi yang dekat tanggal
neraca dicatat dalam periode yang sesuai. Pencatatan transaksi di akhir periode
akuntansi sangat mungkin terjadi salah saji.
B. Tujuan Audit Khusus

Audit dengan ruang lingkup pemeriksaan hanya terhadap pemenuhan kepada tertentu.
Dengan kata lain, audit hanya dilakukan terhadap beberapa transksi tertentu saja. Menguji
kewajaran elemen-elemen laporan keuangan atau yang disebut dengan asersi manajemen.
Tujuan umum tidak bisa dicapai tanpa melalui penyelesaian tujuan khusus.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

SA 200 : Tujuan Keseluruhan Auditor Independen dan Pelaksanaan Audit


Berdasarkan Standar Audit
“Tujuan Audit adalah untuk meningkatkan keyakinan pengguna laporan keuangan yang
dituju. Hal itu dicapai melalui pernyataan suatu opini oleh auditor tentang apakah laporan
keuangan disusun, dalam semua hal yang material, sesuai dengan kerangka pelaporan
keuangan yang berlaku”.
Tujuan umum audit atas laporan keuangan adalah untuk menyatakan
pendapatatas kewajaran laporan keuangan, dalam semua hal yang material, sesuai dengan
prinsip- prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Tujuan audit khusus hanya dilakukan terhadap beberapa transksi tertentu saja.
Menguji kewajaran elemen-elemen laporan keuangan atau yang disebut dengan asersi
manajemen. Tujuan umum tidak bisa dicapai tanpa melalui penyelesaian tujuan khusus.
DAFTAR PUSTAKA

Halim,Abdul.1994."Pemeriksaan Akuntansi 1".Gunadarma: Jakarta.

Arens & Loebbecke, Adaptasi oleh : Amir Abadi Jusuf.1999."Auditing : Pendekatan


Terpadu", Buku 2, Edisi Indonesia. Salemba Empat:Jakarta.

Agoes,Ukrisno.2000."Auditing (Pemeriksaan Akuntan) oleh Kantor Akuntan Publik", Jilid 1,


Edisi kedua.Lembaga Penerbitan FEUI:Jakarta

Hiro,Tugiman.2000. "Standar Profesional Audit Internal”.Kanisius:Yogyakarta

http://www.sinarharapan.co.id/ ekonomi/ Keuangan/ 2005/ 0103/keu2.html)

http://www.triharyono.com