Anda di halaman 1dari 9

PROGRAM STUDI PROFESI FISIOTERAPI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN


UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA

NAMA MAHASISWA : Putri


N.I.M. : 1810306104
TEMPAT PRAKTIK : BBKPM Bandung

Tanggal Pembuatan Laporan : 29 Oktober 2019


Kondisi/kasus : Asma

I. KETERANGAN UMUM PENDERITA


Nama : Ny. N
Umur : 49 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Muslim
Alamat : Kebon Gedang XI No. 49/126E RT 03/08, Maleer, Batu Nunggal
No. Rekam Medik : -

II. DATA-DATA MEDIS RUMAH SAKIT/KLINIK


Diagnosa Medis : Asma
Laboratorium :-

III. SEGI FISIOTERAPI


A. Anamnesis

o Autoanamnesis

o Heteroanamnesis
1. Keluhan Utama
Sesak nafas dan batuk
2. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien mulai merasakan keluhan sesak nafas dan batuk sudah dari 1 tahun
yang lalu sampai sekarang, pernah merokok dari sejak 5 SD, berhenti
merokok sudah dari 2 tahun yang lalu sampai sekarang, pekerjaan dulu kerja
di laundry tapi sekarang hanya buka toko dagangan, sudah pernah berobat ke
puskesmas dan dokter praktek, sekrang berobat di BBKPM sampai sekarang,
2 bulan yang lalu sempet dirawat di BBKPM karna sesak nafas dirawat
selama 4 hari, setelah itu sembuh tidak sesak lagi, mulai kambuh sesak nafas
lagi dari seminggu yang lalu karna kecapean angkat-angkat barang pindahan
rumah, kelelahan suka sesek, naik tangga, marah-marah, banyak pikiran,
lingkungan rumah ada yang pelihara kucing.
3. Riwayat Penyakit Dahulu
Tidak ada
4. Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada
5. Riwayat penyakit penyerta
Tidak ada

B. Pemeriksaan Obyektif
Pemeriksaan Vital sign Kemampuan Fungsional
TD : 125/90 mmHg 1. Tidur/bedrest/gendong
Denyut Nadi : 98x/mnt 2. Jalan Sendiri
Respirasi : 29x/menit 3. Kursi Roda
0
Suhu : 36 4. Alat bantu :
Skor nyeri menggunakan 5. Prothese:
VAS: 6. Deformitas:
Diam : 0 7. Resiko Jatuh:
Tekan : 0 8. Lain-lain
Gerak : 0

1. Pemeriksaan Sistemik Khusus


a. Musculoskeletal
b. Kardiopulmonal
1. Inspeksi
a. Statis
- Bahu terlihat sisi kanan lebih turun
- Pelvic terlihat sisi kiri lebih naik
- Bahu cenderung protraksi
- Forward head postur
b. Dinamis
- Frekuensi pernafasan : tachypnea
- Sifat pernafasan : pernafasan dada
2. Palpasi
- Tightness m. pectoralis dan m. upper trapezius
- Dada tidak simetris : dada kanan kurang mengembang
dibandingkan dada kiri
- Taktil fremitus menurun
3. Perkusi
Suara pekak pada lobus anterior dekstra
4. Auskultasi
Wizing : dekstra : anterior posterior lobus upper
Sinistra : superior anterior lobus upper
Ronchi : dekstra : anterior posterior lobus upper
Sinistra : superior anterior lobus upper
5. Sangkar thorak
Lokasi Inspirasi Ekspirasi Selisih
Axilla 95 92 3
Ics 4 99 95 4
Procesus xypoideus 88 85 3

b. Kardiovaskuler
Tidak dilakukan
c. Neuromuskuler
Tidak dilakukan
d. Integument
Tidak dilakukan
2. Pengukuran Khusus : *)
a. Musculoskeletal
b. Neuromuskuler
c. Kardiopulmonal
1. Peak flow : 150L/m
150L/m
130L/m
PEFR tertinggi 150L/m

2. ACT
Pertanyaan Selalu Sering Kadang- Jarang Tidak
(1) (2) kadang (3) (4) pernah (5)
Selama 4 minggu 
seberapa sering asma 3
mengganggu aktifitas
sehari-hari
Selama 4 minggu 3
terakhir seberapa
sering terkena asma
Selama 4 minggu 1
seberapa sering asma
mengganggu tidur
Selama 4 minggu 2
seberapa sering
konsumsi obat
oral/semprot
Dalam 4 minggu 3
terakhir bagaimana
control asma anda
Hasil 12 ( tidak terkontrol)
Keterangan : < 19 tidak terkontrol
20 – 24 terkontrol sebagian
25 terkontrol penuh
3. Borg scale
1-10 Borg Rating of Perceived Exertion Scale
0 Rest
1 Really easy
2 Easy
3 Moderate
4 Sort of hard
5 Hard
6
7 really hard
8
9 Really, really hard
10 Maximal : just like my hardest race
Hasil 5 (Hard)
d. Kardiovaskuler
Tidak terlihat
e. Integument
Tidak terlihat
*)Pemeriksaan dan pengukuran dilakukan sesuai dengan telaah
sistem yang dilakukan.
4. Pemeriksaan Penunjang
Underlying Proses
Ekstrinsik (alergi) Intrinsik (infeksi, kelelahan, stress)

Bronchial mast cell menjadi


Penurunan stimulasi reseptor terhdp iritan pd
sensitif
traceobroncial

Peningkatan mast cell pd


tracheobronchial Hiperaktif non spesifik stimulasi penggerak
dari cell mast

Stimulasi reflek reseptor Peningkatan permiabilitas


syaraf parasimpatis pd vaskuler akibat kebocoran
Perangsangan reflek reseptor traceobroncial
mukosa bronchial protein + cairan dlm jaringan

Stimulasi bronchial smooth + kontraksi otot


bronchiolus

Perubahan jaringan penting


dalam bronkus

Bronkospasme Respon dinding bronkus Hipersekresi mukosa

Wheezing Udema mukosa Penumpukan secret kental

gg. pola napas Ronchi Auskultasi


Bronkus menyempit

Auskultasi
Breathing
Tdk efektif
exercise Ventilasi terganggu jln napas

gg. Suplai O2 Nebulizer


Suplai O2
pertukaran keotak
menurun
gas menurun

gg. perfungsi koma


jaringan
C. DIAGNOSA FISIOTERAPI
1. Impairment (Body Structure & Body Function)
a. Body Structure
- Bronchospasme
- Hypersekresi Sputum
- Thigness m. Upper Trapezius, m. Pectoralis
b. Body Function
- Sesak nafas
- Kesulitan Ekspirasi
- Fleksibilitas m. Upper Trapezius, m. Pectoralis berkurang
2. Functional Limitation
- Kesulitan naik turun tangga
- Kesulitan jalan jauh
3. Participation Restriction
Kesulitan dalam bekerja, berolahraga, bersosial dan rekreasi.

D. PROGRAM FISIOTERAPI
1. Tujuan Jangka Pendek
- Mengurangi sesak nafas
- Mengurangi Sputum
- Meningkatkan fleksibilitas m. upper trapezius, m. pectoralis
- Perbaikan pola nafas
- Mampu naik turun tangga, jalan jauh

2. Tujuan Jangka Panjang


- Mampu berkerja, olahraga dan rekreasi

E. INTERVENSI FISIOTERAPI
(Persiapan Alat, Persiapan Pasien, Persiapan Terapi, Dosis) Sesuai Evidence
Based Practice
1. Inhalasi dengan ventolin hingga obat habis
2. MWD 15 menit pada dada
3. Breathing Exercise, pursed-lip breathing 3kali pengulangan
4. Streatching m. upper trapezius dan m. pectoralis
F. PROGNOSIS
Quo ad vitam : Bonam
Quo ad sanam : Bonam
Quo ad functionam : Bonam
Quo ad cosmeticam : Bonam

G. EVALUASI DAN TINDAK LANJUT


1. Evaluasi
- Setelah dilakukan tindakan fisioterapi sebanyak 2 kali
Keterangan Pre intervensi Post intervensi 1 Post intervensi 2
Palpasi Ada thigness m. Berkurang nya Berkurang nya
upper trapezius dan tighness m. upper tighness m.
pectoralis trapezius dan upper trapezius
pectoralis dan pectoralis
Auskultasi Ada suara wising Ada suara wising Berkurang suara
dan ronchi pada dan ronchi pada wising dan
anterior posterior anterior posterior ronchi pada
lobus upper dekstra lobus upper anterior posterior
Ada suara wising dekstra lobus upper
dan ronchi pada Ada sedikit suara dekstra.
superior anterior wising dan ronchi Ada sedikit suara
lobus upper sinistra pada superior wising dan
anterior lobus ronchi pada
upper sinistra superior anterior
lobus upper
sinistra
P. sangkar Axilla : 3 Axilla : 3 Axilla : 3
thorak
Ics 4 : 4 Ics : 4 Ics 4 : 4
P. xypoideus : 3 P. xypoideus : 3 P . xypoideus : 3
Vocal premitus Peningkatan getaran Peningkatan Penurunan
getaran getaran
APE 150 L/m 230 L/m 180L/m (pasien
mengeluh batuk
berat)
Borg scale 5 (Hard) 3 (Moderate) 2 (Easy)

2. Edukasi
- Lakukan latihan pernafasan dirumah
- Batasi aktivitas, dan emosional
- Banyak mengkonsumsi air mineral

Bandung , 05 November 2019


Clinical Educator

Anda mungkin juga menyukai