Anda di halaman 1dari 34

MAKALAH IPA TERPADU

TEMA: GERAK

DISUSUN OLEH:

DARMASIH : I2E019003
ERIS NURHAYATI : I2E019005
SAKILA WATI : I2E019019

PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN IPA


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS MATARAM
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan
karunia-Nya pada kami semua sehingga kami bisa menyelsaikan pembuatan Makalah IPA
Terpadu tentang “Gerak” ini dengan baik dan lancer.

Makalah IPA Terpadu ini telah kami usahakan semaksimal mungkin. Kami sangat berharap
makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita,
memberikan informasi yang bermanfaat sehingga dapat menjadi inspirasi terhadap
pembaca.Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapatkekurangan-
kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, kami berharap adanya saran
dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatuyang
sempurna tanpa saran yang membangun.Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi
siapapun yang membacanya.

Mataram,November 2019

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………………...... ii

DAFTAR ISI ……………………………………………………………............ iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ………………………………………………... 1

B. Tujuan …………………............................................................... 1

C. Manfaat ...........................................………………………….... 1

BAB II PEMBAHASAN

A. Gerak Pada Manusia......................................................................... 2

B. Gerak Pada Hewan …….............................................................. 9


C. Gerak Pada Tumbuhan ……........................................................ 11
D. Gerak Pada Benda …….............................................................. 15
E. Zat yang Mempengaruhi Kekuatan dan Kelemahan Otot …........ 23

BAB III PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Setiap saat, manusia melakukan aktivitas. Dimulai dari bangun tidur sampai
dengan tidur kembali. Untuk melakukan aktivitas tersebut, manusia memerlukan
energi. Energi tersebut dimanfaatkan untuk bergerak, tumbuh, sistesis biomolekul,
transport ion dan molekul melalui membran.
Kemampuan yang dimiliki oleh manusia untuk bergerak dikarenakan adanya
organ-organ yang mendukung tubuh manusia untuk melakukannya. Kerjasama organ-
organ tersebut dikenal dengan sistem gerak. Sistem gerak terdiri dari persendian, otot,
tulang yang membentuk harmoni memudahkan manusia untuk melakukan gerakan dan
aktivitas, seperti berlari, berjalan dan menari.
Alat gerak manusia ada dua jenis, yaitu alat gerak pasif dan alat gerak aktif. Yang
disebut dengan alat gerak pasif adalah tulang, sedangkan alat gerak aktif adalah otot
yang menempel pada tulang rangka manusia. Tulang disebut alat gerak pasif, karena
tidak dapat melakukan pergerakan sendiri. Otot, disebut alat gerak aktif, karena
memiliki senyawa kimia yang membentuk aktomiosin sehingga dapat bergerak. Maka
otot ini memiliki sifat yang lentur untuk kontraksi dan relaksasi.
Sistem gerak adalah suatu pembahasan yang dipelajari dengan lebih dalam pada
mata pelajaran biologi. Akan tetapi sistem gerak juga memiliki keterkaitan pada bidang
IPA yang lain, yaitu fisika dan kimia. Oleh sebab itu, makalah ini mempelajari lebih
lanjut mengenai sistem gerak serta keterkaitannya dari sisi ilmu biologi, fisika dan
kimia.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana cara kerja sistem gerak pada manusia, hewan dan tumbuhan?
2. Bagaimana keterkaitan sistem gerak dikaitkan dengan bidang Fisika?
3. Bagainana mekanisme kelelahan otot dikaitkan dengan bidang Kimia?

C. MANFAAT
1. Untuk mengetahui cara kerja sistem gerak pada manusia, hewan dan tumbuhan?
2. Untuk memahami keterkaitan sistem gerak dikaitkan dengan bidang Fisika?
3. Untuk mengetahui mekanisme kelelahan otot dikaitkan dengan bidang Kimia?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Gerak Pada Manusia
1. Tulang atau Rangka

Tulang memiliki fungsi utama yakni sebagai alat gerak pasif. Artinya tulang hanya
bisa bekerja atau bergerak apabila ada bantuan dari otot.
Tulang atau rangka pada manusia tergolong ke dalam alat gerak pasif di karenakan
tulang hanya akan bisa bergerak apabila ada suatu aktifitas yang terjadi pada otot.
Tulang sendiri terbentuk dari kandungan kalsium yang berbentuk garam yang merekat
erat dengan bantuan kalogen. Dan di dalam masa perkembangannya, bentuk tulang
dapat berubah atau mengalami kelainan.
Apabila ada gangguan yang dibawa sejak lahir seperti adanya infeksi penyakit, faktor
nutrisi dan gizi, ataupun posisi tubuh yang salah. Maka tulang yang satu dengan yang
lain biasanya terhubung oleh sendi – sendi.
a. Fungsi Rangka pada Manusia :

 Penegak tubuh.
 Pembentuk tubuh.
 Tempat Melekatnya otot.
 Tempat terjadinya proses pembentukan sel darah merah.
 Alat gerak pasif.

Kerangka pada tubuh manusia dapat dibagi ke dalam 3 buah kelompok yaitu : Bagian
tengkorak, Bagian badan, dan Bagian anggota gerak. Yang akan di jelaskan di bawah
ini :

1) Bagian Tengkorak :

Bagian tengkorak pada sistem gerak manusia tersusun dari tulang- tulang pipih yang
menjadi tempat terjadinya proses pembentukan sel – sel darah merah dan putih.
Bagian tengkorak pada manusia terdiri dari berbagai macam yakni :

2) Bagian Badan :

Bagian rangka badan pada manusia di pisahkan ke dalam 5 buah kelompok yakni
Ruas – ruas tulang belakang, Tulang rusuk, Tulang dada, Gelang bahu, dan Gelang
panggul contoh nya seperti dalam gambar di bawah ini :
3) bagian Anggota Gerak :

Bagian ini juga terbagi lagi ke dalam 2 buah bagian yakni anggota gerak atas dan
anggota gerak bawah:

Anggota Gerak Atas :


Anggota gerak ini terdapat pada tangan kanan dan tangan kiri, yang terdiri dari :

Anggota gerak atas

Anggota Gerak Bawah :


Untuk anggota gerak bawah tentunya merupakan sebuah rangka penyusun kaki kanan
dan kaki kiri yang terdiri dari :
Anggota gerak bawah
b. Jenis–jenis tulang :

1) Kartilago atau Tulang Rawan :


TulangRawanHialin
Sifatnya : lentur, semi transparan, dan matrik berwarna putih kebiruan.
Letaknya : antara tulang rusuk dan tulang dada.Tulang Rawan Elastis
Sifatnya: lentur, warna matrik keruh kekuningan.
Letaknya : daun telinga, laring, dan eusthacius.
Tulang Rawan Fibrosa
Sifatnya : kaku, kuat, warna matrik gelap dan keruh.
Letaknya : di antara ruas tulang belakang.

2) Tulang Keras ( Osteon ) :


Tulang pipa
Sifat nya : panjang, tengahnya berongga.
Contoh nya : paha, lengan atas, kering, betis, hasta, dan pengumpil.Tulang pipih
Sifat nya : pipih.
Contoh nya : belikat, tulang dada, dan rusuk.

Tulang pendek
Sifat nya: pendek dan bulat.
Contoh nya : pergelangan tangan dan kaki.
Tulang tak beraturan
Sifat nya : bentuknya tidak beraturan.
Contoh nya : ruas – ruas tulang belakang.

2. Persendian

Persendian dibedakan menjadi 3 buah, yakni sendi mati ( inartrosis ), sendi kaku
( amfiatrosis ), dan sendi gerak ( diartrosis ). Semua jenis sendi tadi melakukan
fungsinya masing – masing sebagai penghubung antar tulang ( rangka ) dan tersebar di
seluruh tubuh.Selain pembagian dari ketiga persendian di atas, terdapat juga 5 buah
sendi yang masuk ke dalam pengelompokan sendi gerak. Yakni kelima persendian
tersebut adalah sendi engsel, sendi pelana, sendi putar, sendi peluru, dan sendi geser.

Macam – macam sendi yang telah di bahas di atas akan di jelaskan lebih lengkapnya
pada ulasan di bawah ini.

a. Inartrosis atau Sendi Mati :


Hubungan antar tulang yang tidak memungkinkan adanya gerakan. Contohnya
adalah : antar tulang tengkorak.

b. Amfiatrosis atau Sendi Kaku :

Hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan terbatas. Contohnya adalah:


antara tulang rusuk dengan tulang dada.

c. Diartrosis atau Sendi Gerak :

Hubungan antar tulang yang memungkinkan terjadinya banyak gerakan. Sendi


gerak juga dibedakan menjadi 5 buah, yakni sendi engsel, sendi pelana, sendi
putar, sendi peluru, dan sendi geser.

 Sendi Engsel : memungkinkan gerakan satu arah.


Contoh nya : siku, lutut, dan ruas antar jari.
 Sendi Pelana : memungkinkan gerakan dua arah.
Contoh nya : persendian pada hubungan antara tulang ibu jari dan tulang
telapak tangan.

 Sendi Putar : memungkinkan gerakan memutar.


Contoh nya : tengkorak dengan tulang atlas, dan radius dengan ulna.

 Sendi Peluru : memungkinkan gerak ke segala arah.


Contoh nya : tulang lengan atas dengan gelang bahu dan tulang paha
dengan gelang panggul.

 Sendi Geser : memungkinkan gerakan melengkung ke depan, belakang,


ataupunmemutar.
Contoh nya: tulang pergelangan kaki dan hubungan antar tulang belakang.

3. Otot
Otot merupakan sebuah jaringan yang terdapat di dalam tubuh manusia yang
fungsinya adalah sebagai alat gerak aktif untuk membantu tulang agar dapat bergerak.
Tanpa adanya otot, tubuh manusia tidak akan pernah bisa bergerak, karena ototlah
yang bekerja untuk membuat tulang bergerak.

a. Jenis – jenis Otot :

1) Otot Polos :

Otot polos merupakan sebuah jaringan yang terbentuk dari sel – sel otot yang
bentuknya seperti gelondong dimana dibagian ujungnya berbentuk cenderung
meruncing.Ciri – cirinya ialah :
- Berbentuk gelendong.
- Warna nya polos.
- Intinya hanya satu, berada di tengah
- Bekerja secara tidak sadar.
- Lambat merespon rangsang.
2) Otot Jantung :

Otot yang terletak pada dinding jantung.Ciri – cirinya :


- Berbentuk silindris bercabang.
- Membentuk anyaman.
- Warna lurik.
- Bekerja secara tidak sadar.
- Lambat merespon rangsang.
- Hanya terdapat di jantung.

1. Otot Lurik :

Otot lurik biasanya disebut juga sebagai otot rangka, karena otot ini biasanya
melekat pada rangka. disebut juga sebagai lurik adalah karena bila di lihat
dengan menggunakan mikroskop akan tampak terlihat garis gelap terang pada
serabut otot ini.Ciri – cirinya :
- Berbentuk slindris dan memanjang.
- Warnanya lurik.
- Intinya banyak, dan letaknya di tepi.
- Bekerja secara sadar.
- Cepat merespon rangsang.
- Letaknya melekat pada tulang.

B. Gerak Pada Hewan

1. Gerak Hewan dalam Air


Air memiliki kerapatan yang lebih besar dibandingkan udara Air memiliki gaya
angkat yang lebih besar dibandingkan udara Tubuh hewan yang hidup di air memiliki
massa jenis yang lebih kecil daripada lingkungannya.Gaya angkat air yang besar dan
masa jenis hewan yang kecil menyebabkan hewan dapat melayang di dalam air
dengan mengeluarkan sedikit energi Untuk lebih jelasnya, gaya akan kamu pelajari
lebih lanjut pada bagian gerak lurus dan gaya. Salah satu bentuk tubuh yang paling
banyak dimiliki oleh hewan air adalah bentuk torpedo. Bentuk tubuh ini
memungkinkan tubuh meliuk darikirikekanan.
Bentuk tubuh ikan yang streamline berfungsi untuk mengurangi hambatan ketika
bergerak di dalam air. Ekor dan sirip ekor yang lebar berfungsi untuk mendorong
gerakan ikan dalam air. Tahukah kamu, ikan dapat berenang karena memanfaatkan
bentuk tubuhnya yang unik? Berikut penjelasannya.
a. Ikan sering mengeluarkan gelembung renang yang berguna untuk mengatur
gerakan naik turun.
b. Ikan memiliki susunan otot dan tulang belakang yang fleksibel untuk
mendorong ekor ikan di dalam air.
c. Sebagian besar ikan menggunakan gerak tubuh ke kanan dan ke kiri dan sirip
ekornya untuk menghasilkan gaya dorong ke depan.
d. Ikan yang bergerak dengan sirip pasangan dan sirip tengah cocok untuk hidup
di terumbu karang. Jenis ikan ini tidak dapat berenang secepat ikan yang
menggunakan tubuh dan sirip ekornya

2. Gerak Hewan di Udara

Tahukah kamu, bagaimana cara burung terbang? Hewan-hewan yang terbang di udara
dengan cara yang unik. Tubuh hewan-hewan tersebut memiliki gaya angkat yang
besar untuk mengimbangi gaya gravitasi. Salah satu upaya untuk memperbesar gaya
angkat dengan menggunakan sayap. Prinsip yang sama diterapkan pada pesawat
terbang, khususnya pada pesawat terbang bersayap bentuk airfoil. Sayap burung
memiliki susunan kerangka yang ringan, tulang dada dan otot yang kuat. Perhatikan
Gambar 1.20. Bentuk sayap airfoil membuat udara mengalir pada bagian atas sayap
lebih cepat daripada bagian bawahnya. Saat sayap dikepakkan, udara akan mengalir
ke bawah. Dorongan ke bawah tersebut akan menghasilkan gaya yang berlawanan
arah sehingga burung akan terangkat ke atas.
c. Gerak Hewan di Darat

Kecenderungan hewan yang hidup di darat adalah Sumber: Dokumen Kemdikbud


memiliki otot dan tulang yang kuat. Otot dan tulang tersebut diperlukan untuk
mengatasi inersia (kecenderungan tubuh untuk diam) dan untuk menyimpan energi
pegas (elastisitas) untuk melakukan berbagai aktivitas. Bayangkan bagaimana bila
kita berjalan. Seorang mulai berjalan dengan mendorong lantai dengan kakinya, lantai
kemudian memberikan gaya balik yang sama dan berlawanan arah pada kaki orang
tersebut. Gaya inilah yang menggerakkan orang tersebut ke depan. Dengan cara yang
sama, seekor burung yang terbang ke depan memberikan gaya pada udara, dan udara
tersebut mendorong balik sayap burung itu kedepan.

Gajah dan kerbau memiliki massa tubuh yang besar, akibatnya untuk bergerak gajah
dan kerbau harus melawan inersia yang nilainya juga besar. Namun, perbedaan
struktur tulang dan otot hewan tersebut masing-masing hewan menyebabkan hewan
tersebut dapat bergerak lebih lincah dibanding hewan lainnya. Misalnya dengan kuda,
cheetah, dan kijang. Ketiga hewan tersebut memiliki struktur rangka dan otot yang
sangat kuat, namun kijang dan cheetah yang memiliki bentuk kaki yang lebih ramping
sehingga kijang dan cheetah memiliki elastisitas yang tinggi. Bentuk kaki yang lebih
ramping tersebut mengakibatkan kijang dan cheetah pada saat berlari lebih banyak
melompat ke udara dan meluncur di udara. Gaya gesek udara yang jauh lebih kecil
daripada gaya gesek permukaan tanah membuat kijang dapat berlari dengan kecepatan
yang lebih tinggi dari pada kuda

C. Gerak Pada Tumbuhan

Gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi 3, yaitu: gerak endonom (autonom),


higroskopis dan gerak etionoma.
1. Gerak Endonom
Gerak endonom adalah gerakan pada tumbuhan yang diakibatkan oleh rangsangan
yang berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri. Misalnya pada aliran plasma sel.
Contoh gerakendonomadalah gerak pertumbuhan daun dan gerak rotasi sitoplasma
(siklosis)pada sel-sel daun Hydrillaverticillata (ganggang) yang dapat dideteksi
dari gerak sirkulasi klorofil di dalam sel.

2. Gerak Higroskopis
Gerak higroskopis yaitu Gerak bagian tumbuhan yang terjadi karena
adanya perubahan kadar air pada tumbuhan secara terus menerus, akibatnya kondisi
menjadisangat kering pada kulit buah atau kotak spora sehingga kulit biji atau kotak
spora pecah
Misalnya: Pecahnya kulit buah polong-polongan (lamtoro, kembang merak,
kacang buncis, kacang kedelai). Hal ini disebabkan berkurangnya air pada kulit buah.
Kulit buah menjadi kering, retak dan akhirnya pecah sehingga bijinya terpental.

3. Gerak Etionom
Gerak Etionom adalah gerak pada tumbuhan yang dipengaruhi oleh arah
datangnyarangsang. Rangsangan dapat berupa cahaya matahari, air, sentuhan, gaya
gravitasi bumi dll.
Macam - macam Gerakan Etionom
a. Tropisme
Tropisme adalah gerak tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh
arahdatangnya rangsangan. Tropisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu trope,
yang berartimembelok. Tropisme positif adalah gerak yang arahnya mendekati
rangsangan, sedangkantropisme negatif adalah gerak yang arahnya menjauhi
rangsangan.
Berdasarkan jenis rangsangannya, tropisme dibedakan menjadi beberapa
macam, yakni:
1) Geotropisme, geotropisme atau gravitropisme merupakan gerak tropisme
yangdisebabkan rangsangan gaya gravitasi bumi
2) Fototropisme, fototropisme merupakan gerak tropisme yang disebabkan
oleh pengaruh rangsangan cahaya.Fototropisme terbagi dua yaitu
fototropisme positif dan fototropisme negatif. Padaumumnya, bagian
tumbuhan di atas tanah bersifat fototropisme positif, misalnya bunga
matahari akan mekar dan batangnya mengikuti arah sinar matahari. Dan
akar bersifat fototropisme negatif
3) Tigmotropisme merupakan gerak tropisme yang disebabkan karena
rangsangansentuhan.Pada umumnya tigmotropisme terjadi pada tumbuhan
pemanjat (tumbuhan yangmemiliki sulur)seperti anggur, ubi jalar, melon,
dan tumbuhan pemanjat lainnya.

4) Hidrotropisme merupakan gerak tropisme yang disebabkan karena


rangsangan air.Contohnya gerak pertumbuhan akar menuju ke air.

b. Nasti
Nasti adalah gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya tidak dipengaruhi ole
harah datangnya rangsangan. Gerak nasti disebabkan oleh perubahan turgor
pada jaringandi tulang daun
Berdasarkan jenis rangsangannya, nasti dibedakan menjadi beberapa macam,
yakni:

1) Seismonasti atau tigmonasti merupakan gerak nasti yang terjadi akibat


rangsangansentuhan. Contohnya adalah gerak menutupnya daun putri malu
(Mimosa pudica)ketika disentuh.
2) Niktinasti merupakan gerak nasti yang terjadi akibat pengaruh gelap.
Contohnyaadalah "gerak tidur" yang dilakukan daun dari tumbuhan
polong-polongan.
3) Termonasti merupakan gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan
suhu. Contohnyamekarnya bunga tulip ketika suhu udara naik.
4) Fotonasti merupakan gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan
cahaya. Contohnyaadalah mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis
jalapa) pada saat sore hari di saatterkena sinar matahari

c. TaksisTaksis adalah gerak yang terjadi akibat rangsangan luar. Seluruh


tubuhtumbuhan akan bergerak, dan arah geraknya ditentukan oleh arah
rangsangan.
Berdasarkan jenis rangsangannya, taksis dibedakan menjadi beberapa
macam, yakni:

1) Fototaksis merupakan gerak taksis yang disebabkan rangsangan


cahaya.contohnya gerak Euglena menuju cahaya. Fototaksis dibedakan
menjadi duayaitu fototaksis positif dan fototaksis negatif. Fototaksis
positif adalah geraktumbuhan mendekati rangsangan cahaya, sedangkan
fototaksis negatif adalahgerak tumbuhan menjauhi rangsangan cahaya.
2) Kemotaksis merupakan gerak taksis yang disebabkan rangsangan zat
kimia.Contohnya gerak sel spermatozoid menuju sel telur.

3) Termotaksis merupakan gerak taksis yang disebabkan oleh rangsangan


suhu atautemperatur.

D. Gerak pada Benda

Gerak merupakan sebuah sebuah perubahan kedudukan benda terhadap suatu titik acuan
yang diam. Maksud dari titik acuan adalah titik awal benda tersebut berada, atau titik
tempat pengamat itu berada.

 Gerak menurut Keadaan Benda

Gerak sebenarnya: Gerak benda yang benar-benar terjadi ditinjau dari titik acuan yang
diam. Contohnya kelapa jatuh dari pohon menuju tanah.

Jika dijelaskan secara ilmiah, kelapa yang ada di pohon berada pada titik acuan
"A" kemudian karena sudah masak, maka kelapa tersebut jatuh ke tanah. Saat kelapa ada
di tanah, maka kelapa ada pada titik acuan "B". Karena adanya perpindahan titik acuan,
maka kelapa tersebut dikatakan bergerak, dengan bentuk gerak sebenarnya (objeknya
berpindah).

Gerak semu: Gerak tidak nyata yang dihasilkan karena gerakan pengamat. Jadi, benda itu
sebenarnya diam, tetapi terlihat bergerak karena gerakan yang dilakukan pengamat.
Contohnya matahari terbit dan terbenam, sebenarnya matahari diam, tetapi karena bumi
berotasi, maka matahari seolah bergerak terbit dan terbenam.
Matahari terbit

 Gerak menurut Lintasan Benda

a. Gerak lurus
merupakan suatu gerak yang lintasannya berbentuk garis lurus ( tidak
berbelok-belok ). Lintasan merupakan titk-titik berurutan yang di lalui oleh
suatu benda yang sedang bergerak. Contoh benda yang bergerak lurus
merupakan gerak benda jatuh bebas, misalnya buah mangga yang jatuh dari
tangkainya, dan sebagai contoh lain, coba kalian ingat-ingat ketika kalian
bermain kelereng, kelereng tersebut menggelinding dengan lintasan yang
lurus, dan contoh lain adalah pesawat yang sedang terbang dengan lintasan
lurus di udara.
Buah kelapa yang jatuh
merupakan salah satu
contoh gerak lurus

b. Gerak melingkar
merupakan gerak yang lintasannya berbentuk lingkaran atau bagian dari
lingkaran itu. Dalam gerak melingkar jarak benda dengan pusat putaran tetap,
namun posisi benda terhadap pusat lingkaran berubah, adapun contoh sebagai
berikut: asteroid yang bergerak mengelilingi matahari dan jarum jam yang
mengeliling pusat rotasi nya.

Jam dinding salah satu


contoh gerak melingkar

c. Gerak parabola
merupakan gerak benda dengan lintasan berbentuk parabola. Contoh gerak
parabola, seperti: benda yang di lempar dengan sudut elevasi tertentu terhadap
bidang datar, bola yang di tendang melambung ke atas, dan ketika seseorang
melakukan gerakan lempar lembing yang melambung ke atas.

Gerak parabola
Perlu di ketahui bahwa gerakan parabola memilii keunikan tersendiri, seperti
sebuah benda pada ketinggian tertentu di lemparkan dalam arah horizontal.
Ternyata, waktu yang di butuhkan oleh benda tersebut untuk mencapai tanah
adalah sama dengan waktu yang di butuhkan oleh benda yang di jatuhkan
vertical tanpa kelajuan awal dari ketinggian yang sama, fenomena ini
menunjukkan bahwa gaya tarik bumi ( gaya gravvitasi bumi ) memberikan
percepatan ke bawah yang sama besar kepada benda tersebut.

1. Gerak Lurus

Dalam keseharian biasanya sulit membedakan antara kecepatan dan kelajuan, namun
dalam fisika kelajuan dan percepatan dibedakan. Perbedaannya adalah sebagai berikut
ini : Kelajuan yaitu perbandingan antara jarak yang ditempuh dengan selang waktu
yang diperlukan benda. Sedangkan Kecepatan adalah perpindahan suatu benda dibagi
selang waktunya. Jadi kelajuan adalah besaran skalar yaitu besaran yang hanya
memiliki nilai. Sedangkan kecepatan adalah besaran vector yaitu selain memiliki nilai
juga memiliki arah.
Ada perbedaan makna antara jarak dan perpindahan. Jarak merupakan panjang
lintasan yang ditempuh, sedangkan perpindahan merupakan jumlah lintasan yang
ditempuh dengan memperhitungkan posisi awal dan akhir benda, atau dengan kata
lain perpindahan merupakan jarak lurus dari posisi awal sampai posisi akhir. Misalnya
seorang atlet berlari menempuh jarak 30 meter dalam waktu 6 detik. Dengan kata lain,
atlet tersebut menempuh jarak mencapai 5 meter setiap detiknya. Jarak tertentu (s)
setiap detiknya (t) disebut sebagai kelajuan atau secara matematis dapat ditulis (v),
dan dirumuskan sebagai:
S
v= T

Keterangan :
v = kecepatan benda, satuan m/s
s = perpindahan yang ditempuh benda, satuan m
t = waktu yang diperlukan, satuan sekon (s) atau detik

Speedometer yang ada di kendaraan tidak mengukur kecepatan gerak, tetapi


mengukur kelajuan. Angka yang ditunjukkan pada speedometer selalu berubah-ubah.
Speedometer ini menunjukkan kelajuan sesaat mobil yang sedang bergerak. Berbeda
dengan speedometer, biasanya mobil modern menggunakan GPS (Global Positioning
System) untuk menginformasikan letak, kecepatan, arah, dan waktu secara akurat.
Sebuah mobil melaju dengan GPS yang menunjukkan angka yang tetap 20 m/s atau
72 km/jam. Jika kelajuan mengukur jarak tempuh, maka kecepatan (v) mengukur
perpindahan (Δs) gerak benda tiap waktu (t), jika dirumuskan adalah:
Δs
= Δt
Meskipun kelajuan dan kecepatan memiliki definisi konsep yang berbeda, namun
pada gerak lurus kecepatan dan kelajuan memiliki nilai, simbol (v), serta satuan yang
sama (m/s).

Mobil yang sedang bergerak menjauhi lampu merah lalu lintas akan dipercepat,
sedangkan saat mendekati lampu merah lalu lintas akan diperlambat. Percepatan atau
perlambatan mobil tersebut dengan mudah dapat diamati dari adanya perubahan besar
kecepatan mobil yang ditunjukkan oleh jarum speedometer atau angka yang muncul
pada GPS.
Karena perubahan kecepatan mobil dalam setiap detik selalu tetap, maka percepatan
gerak mobil adalah tetap sehingga mobil tersebut bergerak lurus berubah beraturan
(GLBB).
Percepatan benda tidak hanya berlaku pada kendaraan yang sedang bergerak secara
horisontal, tetapi juga pada benda yang bergerak secara vertikal. Semua benda yang
ada di permukaan bumi mengalami gaya gravitasi. Gaya gravitasi yang dimaksud
adalah gaya tarik oleh bumi sehingga benda mengalami percepatan konstan sebesar
10 m/s² (percepatan gravitasi).

2. Gaya

Dengan pengembangan teori medan kuantum dan relativitas umum, disadari bahwa
“gaya” adalah konsep pengembangan yang muncul dari kekekalan momentum
(momentum 4 dalam relativitas dan momentum partikel virtual dalam elektrodinamika
kuantum). Dengan demikian istilah gaya fundamental adalah lebih akurat disebut
“interaksi fundamental”. Berbagai macam gaya yang ada di alam yang merupakan
interaksi fundamental diantaranya:

1) Gaya listrik, yaitu gaya yang timbul karena adanya muatan listrik. Air yang mengalir
akan membelok setelah di dekatkan batang plastik yang muatan listriknya telah
disearahkan dengan cara digosok kain wol

2) Gaya magnet, yaitu gaya yang berasal dari kutub-kutub magnet, berupa tarikan atau
tolakan. Globe dunia yang memiliki massa dapat terakat sehingga tampak melayang
diakibatkan gaya magnet menarik bagian logam yang ada di kutub globe

3) Gaya pegas, gaya pemulih yang ditimbulkan oleh struktur pegas untuk
mengembalikan ke posisi asalnya. Misalkan pegas yang di tarik pada alat fitnes akan
memberikan dampak tarikan balik terhadap lengan, sehingga otot lengan menegang
sebesar gaya pemulih pegas
4) Gaya mesin, yaitu gaya yang berasal dari mesin. Kendaraan dapat bergerak melaju
karena terdapat mesin yang merubah energi untuk menghasilkan gaya mekanik pada
putaran ban

5) Gaya gravitasi, yaitu gaya tarik yang berasal dari pusat bumi. Jika loncat dari sebuah
ketinggian, maka tubuh ini akan bergerak mengarah ke pusat bumi

6) Gaya gesekan, yaitu gaya yang ditimbulkan akibat pergeseran antara dua permukaan
yang bersentuhan. Pernahkan Anda merenungkan, mengapa kita dapat berjalan di atas
lantai tanpa tergelincir? Mengapa kendaraan Anda dapat sampai ke tempat manapun
yang Anda tuju? Coba perhatikan gambar mobil di samping, mobil dapat melaju
dengan kencang dan ketika berada di atas tanah, menimbulkan semburan debu dan
butiran tanah ke arah belakang mobil. Mengapa Mobil dapat melaju di atas tanah?
Dan bagaimana debu dan butiran tersebut dapat terlontar ke belakang mobil? Gaya
gesekan antar ban dengan tanah lah yang menyebabkan mobil dapat melaju, serta
debu dan butiran tanah dapat terlontar ke belakang.

3. Hukum Newton

a. Hukum I Newton (Kelembamam Benda)

Ketika Anda berkendaraan yang sedang melaju, tiba-tiba kendaraan tersebut direm
secara mendadak, tubuhmu seolah-olah terdorong ke depan berlawanan arah dengan
gaya pengereman kendaraan yang arahnya ke belakang. Hal ini terjadi karena
tubuhmu cenderung mempertahankan posisinya yang terus bergerak ke arah depan,
namun karena kendaraan direm mengakibatkan ada gaya yang menahan gerak ini
sehingga Anda seperti terdorong ke depan.

Oleh karena itulah, maka undang-undang lalu lintas mewajibkan pengendara mobil
memakai sabuk pengaman untuk menghindari kecelakaan mobil. Begitu juga ketika
Anda berada dalam kendaraan yang diam. Kemudian tiba-tiba kendaraan tersebut
bergerak, tubuhmu akan terasa seperti terdorong ke belakang. Hal ini terjadi karena
tubuhmu cenderung mempertahankan posisinya yang diam.
Gambar 1. Sifat kelembaman dalam mempertahankan posisi awal yang sedang diam

Hukum I Newton berbunyi “jika resultan gaya yang bekerja pada benda sama
dengan nol maka benda yang mula-mula diam akan tetap diam dan benda yang
mula-mula bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus beraturan”

Secara matematis, HK I Newton dinyatakan sebagai berikut:: ∑F= 0

Keterangan:∑F= resultan gaya

Contoh penerapan hukum I Newton lainnya di sekitar kehidupan, diantaranya:

o Meja diam tidak akan bergerak kecuali digerakkan atau mendapat gaya dari luar.
o Menarik taplak meja dengan cepat tidak akan membuat makanan yg sudah
terlanjur ditaruh diatasnya jatuh.
o Pola pada ayunan bandul sederhana.
o Penggunaan roda gila pada mesin mobil.
o Dua ekor badak jantan yang bermassa sama melakukan adu kekuatan untuk
memperebutkan daerah kekuasaan. Keduanya saling mendorong dengan gaya
yang sama, sehingga tidak ada satupun badak yang bergeser dari posisinya.
Alasan karena kedua gaya yang sama dan berlawanan arah mengakibatkan
resultan gaya bernilai nol
o Seorang joki kuda mengikuti kompetisi final berkuda. Pada menit terakhir kuda
yang ditungganginya berhenti secara tiba tiba, sehingga jokitersebut terpental ke
depan. Alasannya karena joki akan mempertahankan keadaannya awalnya, yaitu
sedang bergerak

b. Hukum II Newton (Gerak Dipercepat)


Pernahkah Anda mengamati pemain sepak bola menendang bola yang sedang menuju
ke arahnya? Apakah arah dan laju bola akan berubah? Dari Gambar 4, Anda dapat
mengamati bahwa bola akan berubah arah ketika ada gaya yang mengenai bola
tersebut. Dalam contoh tersebut, bola mengalami percepatan.

Ukuran kemampuan benda mempertahankan keadaan diam atau keadaan geraknya


dinamakan inersia. Hal ini berarti percepatan gerak benda dipengaruhi inersianya,
sedangkan kualitas inersia diukur oleh massanya.

Gambar 2. Bola akan berubah arah ketika pemain menendangnya

HK II Newton berbunyi “Jika ada resultan gaya yang bekerja pada sebuah benda,
maka akan dihasilkan suatu percepatan dalam arah yang sama dengan resultan gaya.
Besarnya percepatan tersebut berbanding lurus terhadap resultan gaya dan
berbanding terbalik terhadap massa bendanya”

Secara matematis, HK II Newton ini dinyatakan sebagai berikut:

∑F
a=
m

∑F= m.a

Keterangan: ∑F= resultan gaya (N)

M= massa (kg)

A= percepatan (m/s)
Contoh penerapan hukum II Newton lainnya di sekitar kehidupan, diantaranya:

 Taksi yg sedang melaju dijalan akan mendapatkan percepatan yang sebanding,


namun massanya berbanding terbalik.
 Ketika bermain kelereng, kelereng yg lebih besar akan lebih lambat melaju
dibandingkan dg kelereng yg kecil.
 Menindahkan barang pada bidang yang miring.
 Seekor banteng jantan mendorong anak anak kijang dengan kekuatan penuh
hingga terpental jauh. Dengan gaya yang kuat banteng jantan mampu
menggerakkan anak kijang dengan percepatan tertentu
 Seekor gajah betina mendorong anaknya ke sungai untuk minum. Gajah betina
tersebut mendorong anaknya dengan hati-hati karena massa tubuhnya yang
jauh lebih besar dari pada massa tubuh anaknya. Dengan gaya yang gajah
betina mampu menggerakkan anak gajah dengan percepatan tertentu

c. HukumIII NewtonAksi Reaksi


Contoh penerapan hukum III Newton lainnya di sekitar kehidupan, diantaranya:
Contoh Hukum III Newton dalam kehidupan sehari-hari ditunjukkan pada
Gambar 5. Tahukah Anda, bagaimana penyelam dapat berenang di dalam laut?
Kaki dan tangan penyelam mendorong air ke belakang (gaya aksi) sehingga badan
penyelam terdorong ke depan sebagai gaya reaksi

HK III Newton berbunyi “Jika benda I mengerjakan gaya terhadap benda II


maka benda II mengerjakan gaya pada benda I yang besarnya sama, tetapi dengan
arah yang berlawanan dengan arah gaya dari benda I”
Faksi = -F reaksi

 Peristiwa gaya tarik-menarik ataupun tolak menolak pada gaya magnet.


 Ketika kita mendorong kendaraan yg mogok ditengah jalan.
 Gas panas yg dikeluarkan roket ketika pertama kali meluncur akan mendorong roket
tersebut naik ke atas
 Dua ekor kijang yang saling beradu kekuatan terpental akibat saling mendorong satu
sama lain. Terpentalnya kedua ekor kijang dikarenakan gaya aksi reaksi dari masing
masing kijang yang saling beradu
 Seekor anak badak bermain-main dengan induknya. Anak badak tersebut terpental
kebelakang karena mencoba mendorong induknya dengan kuat. Anak badak terlempar
kebelakang akibat gaya reaksi dari gaya aksi saat mendorong induknya
 Seekor elang terbang bebas di udara dengan cara mengepakkan sayapnya kebawah.
Kecepatan udara yang lebihcepat dibagian atas sayap mengakibatkan elang tersebut
terangkat keatas Kepakan sayap burung kebawah (gaya aksi) mengakibatkan burung
terangkat keatas (gaya reaksi)
 Seekor ikan berenang di dalam air dengan cara menggerakkan siripnya kebelakang.
Gerakan siripikan kebelakang (gayaaksi) mengakibatkan ikan terdorong kedepan
(gayareaksi)

E. Zat yang Mempengaruhi Kekuatan dan Kelelahan pada Otot

Kelelahan biasanya berhubungan dengan cepat habisnya kapasitas anaerobik,


atau kecilnya kapasitas anaerobik yang dimiliki. Sedangkan dalam fisiologis otot
kelelahan disebabkan oleh habisnya cadangan glikogen dalam otot, transmisi
signal dalam neuromuscular jungction berkurang, gangguan aliran darah akan
mempercepat terjadinya kelelahan karena gangguan suplai nutrisi pada otot. Dalam
mensintesis molekul ATP membutuhkan proses metabolisme, Adenosin Three
Phosphat adalah suatu ikatan yang memiliki energi tinggi yang merupakan bentuk
penyimpanan energi dalam sel, sel akan selalu membentuk ATP untuk mencukupi
energi yang dibutuhkan. Contoh penggunaanya adalah kontraksi dari otot. Penggunaan
ATP untuk bekerja secara biologis dimana pemisahan ATP ini dilakukan dengan
bantuan oksigen atau tanpa oksigen. Pada saat berlari dan berenang adalah contoh
bahwa pemisahan ATP bisa dilakukan tanpa membutuhkan oksigen. Dalam
metabolisme energi untuk suplai otot energi biasanya berasal dari proses anaerobik. Zat
ini merupakan suatu senyawa yang selama aktivitas otot diubah menjadi adenosine
difosfat atau ADP. Secara singkat dapat diartikan bahwa ATP diuraikan menjadi ADP
+ Energi
Pada saat berlari, otot yang bekerja akan meningkatkan kecepatan
metabolismenya untuk berusaha memenuhi kebutuhan akan energi. Metabolisme yang
dapat menghasilkan energi paling cepat adalah metabolisme yang tidak menggunakan
oksigen, tetapi metabolisme jenis ini akan menghasilkan sisa metabolisme berupa asam
laktat. Penumpukan asam laktat di dalam otot ini adalah salah satu hal yang
menyebabkan timbulnya rasa lelah pada otot

1. Siklus Cori

Dalam tiap sel, kedua lintasan, glukoneogenesis dan glikolisis berada dalam
koordinasi sedemikian rupa sehingga salah satu lintasan akan relatif tidak aktif pada
saat lintasan yang lain menjadi sangat aktif. Jika kedua lintasan melakukan aktivitas
tinggi pada saat yang bersamaan, hasil akhir akan berupa hidrolisis terhadap
2 ATP dan 2 GTP untuk tiap siklus reaksi. Namun sejumlah enzim dengan kadar dan
aktivitas yang berbeda dari tiap lintasan dikendalikan agar hal tersebut tidak terjadi.
Lagipula, laju lintasan glikolisis juga ditentukan oleh kadar gula darah, sedangkan
laju lintasan glukoneogenesis ditentukan oleh asam laktat dan
beberapa senyawa prekursor glukosa. Sehingga lintasan glikolisis dalam satu sel akan
berpasangan dengan lintasan glukoneogenesis dalam sel lain melalui mediasi plasma
darah dan membentuk satu siklus yang disebut siklus Cori. Siklus Cori biasa terjadi
antara sel otot lurik dan organ hati, oleh karena otot lurik, pada saat berkontraksi,
akan mendifusikan asam laktat dan asam piruvat keluar menjadi sirkulasi darah. Asam
laktat lebih banyak disekresi oleh karena rasio NADH:NAD+ saat kontraksi otot akan
mengubah sebagian asam piruvat menjadi asam laktat. Asam laktat akan terdifusi
masuk ke dalam hati oleh karena rasio NADH:NAD+ yang rendah, untuk dioksidasi
menjadi asam piruvat dan kemudian dikonversi menjadi glukosa. Siklus Cory dapat
digambarkan pada diagram berikut:
2. Asam Laktat

Umumnya, asam laktat diproduksi oleh otot lurik dan eritrosit sebagai
sumber energi bagi organ lain. Pada saat otot lurik melakukan kontraksi seperti saat
berolahraga, laju lintasan glikolisis yang memproduksi asam piruvat akan bereaksi
lebih cepat daripada laju siklus asam sitrat yang mengoksidasi asam tersebut. Dalam
kondisi ini, terjadi peningkatan kadar NADH oleh karena perbedaan kecepatan dua
lintasan tersebut. Oleh karena kelangsungan lintasan glikolisis bergantung pada
tersedianya molekul NAD+ untuk mengoksidasi gliseraldehida 3-fosfat, akumulasi
asam piruvat dan NADH akan dikatalisis oleh enzim dehidrogenase
laktat dalam reaksi redoks yang mengoksidasi NADH menjadi NAD+ dan mereduksi
asam piruvat menjadi asam laktat. Keberadaan enzim LD akan menjaga kelangsungan
proses glikolisis pada otot lurik, dan terutama pada eritrosit oleh karena eritrosit tidak
memiliki mitokondria sehingga tidak dapat mengoksidasi glukosa dengan sempurna.

Peningkatan kadar asam laktat dalam darah dan/atau urin dapat merupakan indikasi
terjadinya penyimpangan metabolisme energi.[3] Rasio asam laktat:asam piruvat di
dalam darah berbanding lurus terhadap rasio NADH:NAD+ di dalam sitoplasma, akan
mulai meningkat pada saat terjadi penyimpangan metabolisme. Reaksi dehidrogenasi
laktat, dapat digambarkan pada diagram berikut:
3. Glikolisis

Saat terjadi kontraksi otot berlebih, laju lintasan glikolisis yang memproduksi asam
piruvat akan meningkat hingga ke suatu titik menyebabkan lintasan glikolisis lain
yang mengubah glukosa menjadi asam laktat dan menghasilkan molekul ATP yang
lebih banyak daripada produksi fosforilasi oksidatif oleh mitokondria. Lintasan
glikolisis yang kedua membutuhkan oksigen dan disebut efek Warburg. Umumnya,
rasio produksi asam laktat per konsumsi glukosa diregulasi oleh IL-3, namun
konsumsi oksigen oleh glikolisis akan berkurang seiring dengan meningkatnya IL-
3.4Glutamina

4. Glutamina adalah asam amino terbanyak yang ditemukan pada plasma darah dan
berperan dalam sintesis protein, penyediaan atom nitrogen dalam sintesis asam amino
non-esensial seperti purina, pirimidina dan heksoamina, dan merupakan sumber
utama dari asam glutamat yang diperlukan dalam sintesis anti-oksidan GSH

Reaksi oksidasi yang terjadi pada glutamina disebut glutaminolisis, akan


menghasilkan asam laktat, dan NADPH yang diperlukan bagi reaksi reduksi asam
lemak dan sintesis nukleotida.Glutamina juga dapat dikonversi menjadi asam α-
ketoglutarat dan masuk ke dalam siklus asam sitrat di dalam mitokondria untuk
menghasilkan asam oksaloasetat. Proses ini disebut anaplerosis.
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas, bisa disimpulkan sebagai berikut.
1) Tema gerak terintegrasi dalam biologi, fisika dan kimia. Dalam bidang biologi
dijabarkan tentang gerak pada manusia, hewan dan tumbuhan. Dalam bidang fisika
dijabarkan tentang gerak benda dan dalam bidang kimia dijabarkan tentang proses
metabolisme zat-zat yang mempengaruhi kerja otot.
2) Bidang biologi:
a. Berdasarkan bentuk tulangnya tulang dapat dibedakan menjadi empat jenis
tulang, yaitu; tulang panjang, tulang pipih, tulang pendek dan tulang tidak
beraturan
b. Sendi adalah tempat bertemunya dua tulang atau lebih. Sendi dapat dibedakan
dari banyak dan sedikitnya gerak yang dilakukan.
c. Ada tiga jenis jaringan otot yang menyusun tubuh manusia yaitu otot rangka, otot
jantung, dan otot polos
d. Kecenderungan hewan yang hidup di darat adalah memiliki otot dan tulang yang
kuat
e. Berdasarkan asal datangnya rangsangan, gerak pada tumbuhan dibedakan
menjadi tiga yaitu, gerak endonom, gerak higroskopis, dan gerak esionom
3) Bidang fisika:
a. Jarak merupakan panjang lintasan yang ditempuh, sedangkan perpindahan
merupakan jumlah lintasan yang ditempuh dengan memperhitungkan posisi awal
dan akhir benda
b. Gerak lurus dibedakan menjadi dua, yaitu Gerak Lurus Beraturan (GLB), dan
Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)
c. Gaya adalah tarikan atau dorongan. Gaya dapat mengubah bentuk, arah, dan
kecepatan benda
4) Bidang Kimia:
a. Kelelahan dapat diklasifikasikan menjadi kelelahan yang berlokasi di sistem saraf
pusat yang dikenal dengan kelelahan pusat dan kelelahan yang berlokasi di luar
sistem saraf pusat yang dikenal dengan kelelahan perifer.
b. Factor-faktor yang menyebabkan kelelahan Otot yaitu: penumpukan asam laktat,
kekurangan ATP dan kekurangan glikogen.

B. Saran
Setiap fenomena yang terjadi di alam, bisa dikaji dari tiga aspek keilmuan yakni; biologi,
fisika dan kimia. Sehingga ke depannya diharpakan kepada guru untuk bisa mengaitkan
ketiga aspek ini dalam berbagai konsentrasi yang ditekuni.
DAFTAR PUSTAKA

Praginda,W. 2019. Mekanika. Jakarta:Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga


Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Sutanto, S. Dkk. 2014.Ilmu Pengetahuan Alam.Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama.
Zubaidah, S. Dkk. 2017. Ilmu Pengetahuan Alam.Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan, balitbang, Kemendikbud
wikipedia.org/wiki/Siklus_Cori. Diakses pada tanggal 5 November 2019