Anda di halaman 1dari 10

BP

6 23 Proses regenerasi terletak pada struktur epidermis:


6 A. Stratum basale
B. Stratum granulosum
C. Stratum lusidum
D. Stratum korneum

Jawaban: A. Stratum basale.


Struktur kulit terdiri dari epidermis, dermis, dan subdermis. Epidermis terdiri dari 5 lapisan berbeda
dengan fungsi sebagai berikut (dari lapisan paling luar, hingga paling dalam):

6 24 Berikut dibawah ini adalah fungsi kulit, kecuali?


7 A. Untuk bernapas
B. Sebagai thermoregulasi
C. Pelindung dari invasi bakteri
D. Permukaan sensoris

Jawaban: A. Untuk bernapas.


Fungsi kulit adalah sebagai berikut:
• Proteksi fisik terhadap bahaya dari lingkungan.
• Lokasi penyimpanan cadangan lemak
• Tempat koordinasi respons imun terhadap pathogen dan kanker kulit
• Informasi sensorik
• Sintesis vitamin D3
• Ekskresi
• Termoregulasi
6 25 Splinting dilakukan pada:
8 A. Luka pada ekstremitas
B. Fase akut luka bakar
C. Perut yang kemerahan
D. Parut daerah sendi
E. Luka bakar derajat 1

Jawaban: D. Parut daerah sendi


Terdapat 2 indikasi utama penggunaan splinting:
- Untuk menunjang penyembuhan luka pada fase inflamasi dan awal proliferasi dengan cara
mengimobilisasi jaringan yang mengalami perlukaan. Imobilisasi dengan splint akan
memberikan proteksi serta menunjang program rehabilitasi awal. Indikasi ini khususnya
untuk luka pada daerah ekstremitas yang berpotensi menyebabkan gangguan pergerakan
(luka bakar luas, luka pada persendian, etc). Jadi, tidak semua luka pada ekstremitas
memerlukan splinting.
- Untuk mengoreksi kontraktur pada persendian. Dengan adanya splinting, memungkinkan
pemberian traksi dinamis secara gradual.
6 26 Gamabran luka bakar derajat 2b:
9 A. Capillary refill >3’
B. Tampak hiperemis
C. Adanya bula dengan dasar kemerahan
D. Adanya bula dengan capillary refill (+)
E. Adanya eskar

Jawaban: A. Capillary refill >3’


First thing first, pembagian luka bakar sudah bukan 1/superficial, 2a/superficial partial-thickness,
2b/deep partial-thickness, dan 3/full-thickness ya, tetapi: epidermal, superficial dermal, mid
dermal, deep dermal, dan full thickness.

Untuk pembagian yang lama:

Dengan tambahan:
Luka bakar 2A
- Warna pink pucat
- CRT < 3s
- Nyeri (+)

Luka bakar 2B
- Warna cherry red
- CRT > 3s
- Nyeri +/-
7 27 Sel kulit yang dapat beregenerasi (mitosis) disebut:
0 A. Keratinosit
B. Melanosit
C. Granulosit
D. Mitosis

Jawaban: A. Keratinosit
Keratinosit merupakan subtype sel epithelial yang menyusun sebagian besar epidermis. Sel-sel ini
membentuk 5 lapisan yang sudah dijelaskan sebelumnya. Pada lapisan stratum
basale/germinativum, terdapat sel basal keratinosit yang dapat beregenerasi untuk menggantikan
keratinosit di atasnya yang lebih superfisial.

Sel melanosit menghasilkan pigmen melanin. Melanosit memiliki kemampuan bertambah banyak
dan termanifestasikan sebagai nevus, tetapi tidak beregenerasi secara regular seperti keratinosit.

Granulosit adalah kelompok sel dalam sistem imun yang memiliki granul sekretorik di dalam
sitoplasmanya (neutrophil, basophil, eosinophil).
7 28 Proses penyembuhan luka dengan granulasi termasuk fase proses?
1 A. Fase lag
B. Fase inflamasi
C. Fase proliferasi
D. Fase remodeling
E. Cavus, anduksi, valgus, planus

Jawban: C. Fase proliferasi


Fase-fase dalam penyembuhan luka:
• Fase inflamatorik/lag phase
Tujuan fase ini adalah: 1) Hemostasis; 2) Membersihkan jaringan nonvital; 3) Mencegah
kolonisasi dan infeksi. Untuk mencapai tujuan pertama (hemostasis), diaktivasi system
pembekuan darah, baik hemostasis primer maupun sekunder (faktor-faktor koagulasi).
Sementara itu, utk mencapai tujuan kedua dan ketiga, terjadi rekruitmen sel-sel inflamatorik.
• Fase proliferasi
Terdapat dua bagian penting pada fase ini:
1. Pembentukan jaringan granulasi
2. Reepitelisasi
• Fase remodeling
Fase ini dimulai ketika: 1) Jaringan granulasi telah mengisi kavitas luka seluruhnya dan 2)
Reepitelisasi luka telah sempurna. Di dalam fase ini, terjadi kontraksi luka akibat aktivitas
miofibroblas dan remodeling kolagen.
7 29 Tanda parut belum matang?
2 A. Granulasi
B. Warna kehitaman
C. Basah
D. Gatal

Jawaban: D. Gatal
Tanda-tanda parut yang masih imatur:
- Warna masih kemerahan
- Masih menimbul
- Dapat terasa sedikit nyeri
- Gatal

Sebaliknya, tanda parut yang sudah matur:


- Bekas luka samar
- Warna kemerahan tidak ada lagi
- Luka menjadi rata dan tipis
- Luka lunak pada perabaan
- Tidak ada nyeri dan gatal

Beberapa literature juga menyebutkan bahwa parut yang sudah matur akan berwarna lebih pucat.
Akan tetapi, hal ini sering disalahartikan karena parut dapat berwarna lebih terang maupun lebih
gelap dibandingkan kulit sekitar. Ketika parut sudah matang, perbedaan warna dengan kulit
menjadi tidak terlalu mencolok sebelumnya.
7 30 Eskarotomi dilakukan pada kondisi berikut:
3 A. Eskar melingkar
B. Luka bakar derajat 3
C. Luka bakar ekstremitas
D. Semua benar
E. Semua salah

Jawaban: A. Eskar melingkar


Eskarotomi perlu dilakukan pada luka bakar deep dermal atau full-thickness yang bersifat
sirkumferensial, pada dada dan ekstremitas. Khusus pada anak, eskarotomi perlu dilakukan pada
luka bakar deep dermal atau full-thickness yang melibatkan dada anterior dan lateral, serta
abdomen bagian atas sekalipun tidak bersifat sirkumferensial/melingkar.
7 72 The cleft lip abnormality is caused by (pilihan jawaban tidak ada yg tepat)
5 A. Failure of fusion of palatal shelves
B. Failure of medial nasal process to make contact with the frontonasal process
C. Failure of medial nasal process to make contact with the lateral nasal process
D. All of the above

Jawaban: Tidak ada jawaban


Struktur wajah berasal dari sel krista neuralis dan mesenkim yang membentuk 6 pasang arkus
branchialis. Arkus pertama yang membentuk struktur bibir dan palatum, arkus keempat membentuk
otot-otot di daerah palatum. Arkus branchial pertama akan membentuk masing-masing sepasang
prominensia maksilaris dan mandibularis. Di saat yang beramaan, terjadi proliferasi mesenkim
yang terletak ventral terhadap forebrain, membentuk frontonasal prominence (FNP). Pada
permukaan inferolateral FNP, terbentuk penebalan yang disebut sebagai nasal placode. Penebalan
ini berbentuk seperti mangkuk, dengan tepi-tepi yang lebih meninggi. Tepi-tepi tersebut dikenal
sebagai medial nasal prominence/process dan lateral nasal prominence/process.
Medial nasal process akan membentuk: bibir bagian atas, nasal tip, septum hidung, dan premaxilla.
Lateral nasal process membentuk cuping hidung. Sementara itu, prominensia maksila akan
membentuk komponen bibir lateral yang akan berfusi dengan medial nasal process. Jika terjadi
kegagalan fusi antara komponen bibir lateral dari prominensia maksila dengan medial nasal
process dari FNP akan terjadi cleft lip.
7 73 The Veau classification of clefts:
6 A. Divides congenital clefts into four groups
B. Is based upon morphology rather than embryology
C. Group I of Veau classification includes clefts of soft palate only
D. All of the above

Jawaban: C
7 74 A morphological defect of an organ, part of an organ or a larger area of the body resulting from
7 intrinsically abnormal development during the development process is:
A. Malformation
B. Deformation
C. Disruption
D. Anomaly

Jawaban: A. Malformation
Anomali: Variasi yang tidak lazim atau abnormalitas dari bentuk, struktur, dan/atau fungsi organ,
suatu bagian tubuh, atau jaringan.
Anomali kongenital: Anomali yang terjadi akibat permasalahan dari sejak saat konsepsi hingga di
akhir kehamilan (tidak termasuk yang terjadi akibat proses melahirkan). Anomali kongenital dapat
berupa:
- Malformasi: Abnormalitas bentuk atau struktur suatu bagian tubuh yang terjadi akibat
proses perkembangan yang mengalami disfungsi secara intrinsik (intrinsically
dysfunctional developmental process). Intrinsik berarti disfungsi perkembangan yang
terjadi disebabkan oleh kondisi genetik.
- Deformasi: Abnormalitas bentuk atau struktur suatu bagian tubuh yang terjadi akibat
gaya mekanik pada embrio/fetus.
- Disruptions: Abnormalitas bentuk atau struktur suatu bagian tubuh yang terjadi akibat
faktor ekstrinsik yang mengganggu proses perkembangan yang sebenarnya normal
secara intrinsic.
- Displasia: Pengaturan/susunan yang abnormal dari sel-sel di suatu jaringan tertentu
sehingga terjadi perkembangan morfologis yang juga abnormal. Dapat memiliki
komponen genetic.

7 90 In hypospadias, the congenital abnormalities frequently associated with other anomalies, which
8 are:
A. Undescended testis
B. Diverticulum
C. Scrotum bifida
D. Atresia ani
E. A and C right

Jawaban: E. A dan C benar


Anomali kongenital dari genitalia yang paling sering menyertai hipospadia adalah undescended
testicles. Sementara itu, scrotum bifida adalah salah satu variasi anatomis hipospadia yang paling
sering ditemukan pada pasien hipospadia posterior.
7 91 When is the time to treat cleft lip with the NAM (Nasoalveolar molding):
9 A. >2 years old
B. 12-24 months
C. 1 years old
D. 3-6 months
E. 0-3 months

Jawaban: E. 0-3 months

8 92 Indication to have cheiloplasty in cleft lip patient


0 A. Age of 3 months
B. Hb level >8 g/dl
C. Body weight >5 kg
D. Body weight >10 pounds
E. All true

Jawaban: E. All true


Pembahasan sama dengan yang sebelumnya. Tambahan:
- Usia > 10 minggu setara dengan usia > 3 bulan
- Hb >8-10 g/dL
- Body weight 10 pounds = 5 kg
Full thickness skin graft dipilih karena
a. Dapat menutupi area yang luas
b. Take lebih baik
c. Estetik lebih baik
d. Durable
e. Donor sembuh sendiri

Jawaban: C. Estetik lebih baik


Yang tidak termasuk dalam fase proliferasi
a. Epitelisasi
b. Hemostasis
c. Neovaskularisasi
d. Kontraksi
e. Pembentukan matriks

Jawaban: B. Hemostasis
Penjelasan sesuai nomor pertama. Hemostasis adalah bagian dari fase inflamasi/lag phase.
Yang termasuk dalam penegakkan diagnosis degloving injury
a. Capillary refill time kurang dari 4 detik
b. Fluorescent test menggunakan sinar infra red
c. Teraba jaringan subkutis yang melekat pada dasar
d. Pedicle terletak di proximal
e. Perforator kulit yang masih intak

Jawaban: Tidak ada jawaban


Tidak ada kriteria diagnosis khusus. Pemeriksaan klinis akan ditemukan seluruh lapisan kulit dan
jaringan subkutan yang terlepas dari lapisan fascia dan otot di bawahnya (C salah). Penggunaan
fluorescence IV akan memperlihatkan area kulit dengan perfusi yang terganggu di bawah
pencahayaa Woods lamp. Woods lamp mengemisikan radiasi UV bergelombang panjang (bukan
infra red, jadi B salah). Perfusi yang terganggu menandakan perforator kulit tidak intak (E salah).

Yang tidak termasuk pilihan manajemen degloving injury


a. Replantasi/ revaskularisasi
b. Skin graft
c. Skin flap
d. Eksisi luas
e. Jahitan seperlunya yang tidak tegang

Jawaban: D. Eksisi luas


Pilihan manajemen degloving injury:
- Replantasi/revaskularisasi, khususnya jika pada area jari tangan
- Skin graft berasal dari kulit yang mengalami avulsi
- Skin flap atau musculocutaneous flap didapatkan dengan metode free flap
- Jahitan primer bisa dipertimbangkan selama masih terdapat perfusi yang cukup dan
dilakukan dengan prinsip tanpa tegangan.
Tatalaksana pasien luka bakar berat dengan myoglobinuria, produksi urin berwarna merah gelap
akibat deposisi hemochromogen pada tubulus proksimal adalah
a. Menginkatkan urine output: 2-2.5 ml/kgBB/jam dan pemberian Mannitol 0.5
gram/liter cairan resusitasi selama 1 jam
b. Meningkatkan urine output : 2 ml/kgBB/jam dan pemberian Mannitol 12.5
gram/liter cairan resusitasi selama 1 jam
c. Meningkatkan urine output : 2 ml/kgBB/jam dan pemberian Mannitol 12.5
gram/liter cairan resusitasi selama 1 jam
d. Semua salah

Jawaban: B/C.
EMSB
Tissue injury, particularly muscle tissue, from electrocution, blunt trauma or ischemia causes
release of myoglobin and hemoglobin. Strongly consider performing a fasciotomy (as opposed to
an escharotomy which doesn’t release deep muscle fascia). These hemochromogens color the
urine a dirty red. Acute renal failure will soon ensue as a result of deposition of these
hemochromogens in the proximal tubules, and prompt treatment is required :

• Increase urine output to 2 ml / kg / hr 


• Consider a single dose of Mannitol 12.5g over 1 hour and observe response 


Berikut adalah parameter dan tanda gejala keloid kecuali


a. Muncul lambat, setelah beberapa bulan/tahun
b. Penyembuhan luka melewati batas luka
c. Lokasi di area pergerakan / sendi
d. Terkadang memburuk setelah pembedahan

Parut Hipertrofik Keloid


Timbul segera setelah pembedahan (dalam Timbul lebih lambat bisa sampai setahun
bbrp minggu atau bbrp bulan)
Ada maturasi, cenderung regresi dalam Tidak ada maturasi, cenderung membesar
perjalanan waktu dengan perjalanan waktu
Terbatas pada daerah luka Tumbuh melewati batas luka
Ukuran parut sesuai dengan besarnya cedera Cedera minimal bisa menimbulkan parut
yang besar
Timbul karena pergerakan Tidak tergantung gerak
Biasanya menyebrang permukaan yang bisa Ada area predileksi, jarang menyebrang
bertekuk (sendi, abdomen, dll) persendian
Ada perbaikan dengan pembedahan Pembedahan sering membuat menjadi
lebih buruk

Beberapa etiologic berikut diakitkan dengan penyembuhan luka yang tidak normal sehingga
terjadi parut hipertrofik kecuali
a. Tepi luka yang tegang saat ditautkan
b. Terdapat infeksi pada luka
c. Benang jahit yang mengiritasi
d. Teori genetic
e. Semua benar

Penyebab parut hipertrofik


1. Tension : Luka yang melawan garis lipatan kulit atau relaxed tension lines (RSTLs)
mempunyai kekuatan regangan 2 kali lipat
2. Ras : Orang kulit berwarna lebih gelap kemungkinan terjadinya keloid 5 – 18 kali
dibandingkan dengan orang kulit putih
3. Lokasi : Lebih sering muncul pada daerah kulit tebal, banyak bergerak dan teregang
seperti: deltoid, presternal dan punggung atas.
4. Umur : 88% pada usia di bawah 30 tahun, kulitnya relatif lebih tension dan sintesis
kolagen lebih tinggi
5. Genetik : Sering terjadi pada pada pasien dengan riwayat keluarga yang mempunyai
keloid
6. Hormon : Estrogen berperan terhadap altivitas fibroblas dan sekresi TGF-β1 yang telah
diketahui berperan penting pada pembentukan fibroblas dan parut.

Berikut merupakan tanda klinis parut sembuh (matang) kecuali


a. Warna kemerahan tidak ada lagi
b. Gatal sangat berkurang
c. Teraba lebih rata dan halus
d. Terjadi perubahan warna antara sebelum dan sesudah ditekan
e. Pada perabaan terasa lunak

Parut matang (acceptable scar):


Tipis, lunak, berwarna pucat, tidak nyeri maupun gatal. Biasanya terjadi apabila luka sesuai garis
kulit.
Preparasi bed luka dilakukan dengan cara dibawah ini, kecuali:
a. debridement
b. control bakteri
c. peneglolaan jaringan non vital
d. pengelolaan eksudat
e. skin graft

Prinsip Wound bed preparation:


• Wound bed preparation is the management of the wound to accelerate endogenous
healing or to facilitate the effectiveness of other therapeutic measures.
• Local management of a non-healing wound involves:
a. an ongoing debridement,
b. management of exudate, and
c. resolution of bacterial imbalance.

21. yang tidak termasuk dalam cara debridement adalah…


a. surgical
b. penggunaan enzim papain
c. penggunaan maggot
d. pemberian kondisi basah
e. autolitik

Methods of Debridement
1. Autolytic : Wound bed clears itself by utilizing phagocytic cells and proteolytic enzymes
2. Chemical: Application of proteolytic enzymes to the wound that can chemically digest and
remove cellular debris
3. Mechanical : Physically remove debris from the wound bed, example: wet-to-dry dressings,
hydrotherapy, irrigation, NPWT
4. Surgical : Removal of necrotic tissue by using surgical instruments
5. Biological : Application of maggots to the wound bed also called biosurgery

27. evaluasi penyembuhan sensorik dapat dilakukan dengan….


a. two points discrimination 1 mm
b. tinnel test
c. sensasi tingling di ujung jari
d. gerakan involunter pada otot kecil
e. sensasi panas/ burning yang menetap

The two-point discrimination (TPD) test is one of the most commonly used neurosensory tests
to assess mechanoperception in the clinical settings. TPD is one of the most commonly used
clinical tests due to its simplicity for evaluation of peripheral nerve injury and sensory recovery
after nerve damage or repair.