Anda di halaman 1dari 51

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Setiap individu pasti memiliki manajemen dalam menjalankan aktivitas
hidupnya. Dengan adanya manajemen, maka di harapkan semua aktivitas dapat di
lakaukan dengan sistematis atau berurutan, maksimal sehingga medapatkan hasil yang
baik. Apa bila seorang individu saja membutuhkan adanya manajemen untuk mengatur
hidupnya, pastinya sebuah organisasi atau pun perusahaan akan lebih membutuhkan
adanya manajemen untuk mengatur kinerja dari anaggota agar dapat mencapai tujuan
yang di inginkan dan mendapatkan hasil kerja yang baik, salah satu manajemen yang
penting ialah adanya manajemen keuangan dalam suatu organisasi atau pun
perusahaan.
Pengertian Manajemen Keuangan mengalami perkembangan mulai dari
pengertian manajemen yang hanya mengutamakan aktivitas memperoleh dana saja
sampai yang mengutamakan aktivitas memperoleh dan menggunakan dana serta
pengelolaan terhadap aktiva. Khususnya penganalisisan sumber dana dan penggunaan-
nya untuk merealisasikan keuntungan maksimum bagi perusahaan tersebut. Seorang
manajemen keuangan harus memahami arus peredaran uang baik eksternal maupun
internal.
Namun, Manajemen keuangan juga berkepentingan dengan penentuan jumlah
aktiva yang layak dari investasi pada berbagai aktiva dan pemilihan sumber-sumber
dana untuk membelanjai aktiva tersebut. Untuk memperoleh dana, manajer keuangan
bisa memperolehnya dari dalam maupun luar perusahaan. Sumber dari luar perusahaan
berasal dari pasar modal, bisa berbentuk hutang atau modal sendiri.

B. Rumusan Masalah
1. Apa tujuan dan fungsi manajemen keuangan ?
2. Apa fungsi pasar uang dan modal?
3. Apa konsep nilai waktu dan uang?
4. Bagaimana penilaian surat berharga?
5. Apa nilai tambah ekonomis dan nilai tambah pasar?

1
6. Bagaimana analisis rasio keuangan ?
7. Apa resiko investasi dan teori portofolio?
8. Apa konsep penilaian investasi?
9. Apa teori struktur modal?
10. Bagaimana analisis leverage operasi dan leverage keuangan?
11. Bagaimana kebijakan deviden ?
12. Apa itu sumber dan jangka menengah?
13. Apa itu sumber jangka pendek?
14. Apa pengertian perdagangan opsi ?
15. apa pengertian merger dan reorganisasi?
16. Apa yang dimaksud dengan manajemen modal kerja?
17. Apa pengertian manajemen kas dan surat berharga?
18. Apa pengertian manajemen piutang?
19. Apa pengertiaan manajemen persediaan ?
20. Apa pengertian manajemen keuntungan untuk bisnis nonlaba ?
21. Apa pengertian manajemen keuangan multinasional?

C. Tujuan Penulisan

Tujuan dalam penulisan CBR “Manajemen Keuangan” adalah sebagai berikut :


1. Mengetahui tujuan dan fungsi manajemen keuangan
2. Mengetahui fungsi pasar uang dan modal
3. Mengetahui konsep nilai waktu dan uang
4. Mengetahui penilaian surat berharga
5. Mengetahui nilai tambah ekonomis dan nilai tambah pasar
6. Mengetahui analisis rasio keuangan
7. Mengetahui resiko investasi dan teori portofolio
8. Mengetahui konsep penilaian investasi
9. Mengetahui teori struktur modal
10. Mengetahui analisis leverage operasi dan leverage keuangan
11. Mengetahui kebijakan deviden
12. Mengetahui sumber dan jangka menengah
13. Mengetahui sumber jangka pendek
14. Mengetahui perdagangan opsi

2
15. Mengetahui merger dan reorganisasi
16. Mengetahui manajemen modal kerja
17. Mengetahui majemen kas dan surat berharga
18. Mengetahui manajemen piutang
19. Mengetahui manajemen persediaan
20. Mengetahui manajemen keuntungan untuk bisnis nonlaba
21. Mengetahui manajemen keuangan multinasional

3
BAB II

REVIEW BOOK

IDENTITAS BUKU

Judul Buku : Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi Edisi 4


Nama Pengarang : Dr. R. Agus Sartono, M.B.A
Tahun Penerbit : 2015

BAB 1 TUJUAN DAN FUNGSI MANAJEMEN KEUANGAN

Manajemen Keuangan dan Disiplin Ilmu yang Lain

Dalam penerapanny, manajemen keuangan tidak dapat berdiri sendiri. Manajemen


keuangan selalu berkaitan erat dengan berbagai disiplin ilmu yang lain seperti akuntansi, ilmu
ekonomi mikro dan makro, manajemen pemasaran, manajemen produksi, metode kuantitatif,
dan manajemen sumberdaya manusia.

Akuntansi

hampir dalam setiap pengambilan keputusan, manajer keuangan bertitik tolak dari data-
data akuntansi. tugas seorang akuntansi meliputi penyampaian laporan keuangan seperti neraca,
laporan rugi laba serta laporan sumber dan penggunaan modal. untuk mencapai tujuan tersebut
diperlukan adanya sistem informasi akuntansi dan manajemen yang baik agar proses
perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih baik.

Ilmu Ekonomi

Ada dua bidang ilmu ekonomi yang harus diperhatikan dalam kaitannya dengan
manajemen keuangan, yakni ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro ilmu ekonomi mikro.

4
mempelajari tingkah laku individu, rumah tangga dan perusahaan, sementara ilmu ekonomi
makro lebih bersifat global dan mempelajari ekonomi secara keseluruhan swasta, pemerintah
dan rumah tangga.

Pemasaran, Produksi dan Metode Kuantitatif

hubungan antara manajemen keuangan dengan manajemen pemasaran, manajemen


produksi dan metode kuantitatif secara langsung berpengaruh terhadap keputusan keuangan.
tujuan akhir yang harus dicapai dari keseluruhan keputusan keuangan tersebut adalah
memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dan maximization Wealth of stockholders
melalui maksimisasi nilai perusahaan

Tujuan Manajemen Keuangan

ada prinsipnya fungsi utama seorang manajer keuangan meliputi : pengambilan


keputusan investasi, pengambilan keputusan pembelanjaan, dan kebijakan deviden. fungsi
pertama menyangkut tentang kepuasan alokasi dana Baik dana yang berasal dari dalam
perusahaan Maupun dana yang berasal dari luar perusahaan pada berbagai bentuk investasi.
yang kedua, manajer keuangan berfungsi sebagai pengambil keputusan pembelanjaan atau
pembiayaan investasi. fungsi ketika seorang manajer keuangan adalah kebijakan deviden.

Maksimisasi Profit

tujuan pokok yang ingin dicapai manajer keuangan adalah memaksimumkan profit.
Namun demikian perlu disadari bahwa tujuan ini mengandung banyak kelemahan. yang
pertama, standar ekonomi mikro dengan memaksimumkan profit ingat profit maksimum yang
dapat dicapai pada saat biaya Marginal sama dengan pendapatan Marginal adalah bersifat statis
karena tidak memperhatikan dimensi waktu. yang kedua adalah pengertian produk itu sendiri
bisa menyesatkan. apakah perusahaan harus memaksimumkan profit secara nominal atau
tingkat trofik ? ketiga, adalah menyangkut risiko yang berkaitan dengan setiap alternatif
keputusan.

Memaksimumkan kemakmuran Pemegang Saham Melalui Maksimisasi Nilai


Perusahaan

melihat kelemahan tersebut maka seharusnya tujuan yang harus dicapai oleh manajer
keuangan adalah bukan memaksimumkan profit mainkan memaksimumkan kemakmuran
pemegang saham atau maximization wealth stockholder melalui maksimisasi nilai perusahaan.

5
tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat ditempuh dengan
memaksimumkan nilai sekarang atau present value semua keuntungan pemegang saham yang
diharapkan akan diperoleh di masa datang. kemakmuran pemegang saham akan meningkat
apabila harga saham yang dimilikinya meningkat sementara itu harga saham itu terbentuk di
pasar modal dan ditentukan oleh beberapa faktor seperti laba per lembar saham atau earning
per share, rasio laba terhadap harga per lembar saham atau price earning ratio, tingkat bunga
bebas risiko yang diukur dari tingkat bunga deposito pemerintahan dan tingkat kepastian
operasi perusahaan.

Konflik Antarkelompok dalam Perusahaan

Yang dimaksud dengan konfik antarkelompok atau-agency problem adalah konfik yang
timbul antara pemilik, karyawan dan manajer perusahaan dimana ada kecenderungan manajer
lebih mementingkan tujuan individu danpada tujuan penusahaan. " Agency problem muncul
terutama apabila perusahaan menghasikan free cash flows yang sangat besar. Yang dimaksud
dengan free cash flows adalah aliran kas bersih yang tidak dapat di investasikan kembali karena
tidak tersedia kesempstan investasi yang profitable. Selain itu konflik antara manjemen dan
pemegang saham sering tinbul dalam transaksi pembelian sebuah perusahaan oleh perusahaab
besar dengan menggunakan utang yang sering disebut dengan leveraged buyout (LBO).

BAB 2 FUNGSI PASAR UANG DAN MODAL

Tiga Alternatif Bentuk Perusahaan

tiga bentuk umum perusahaan adalah perusahaan perseorangan atau sole proprietorship,
persekutuan atau Partnership, dan perseorangan terbatas atau Corporation.

Perusahaan perseroan

perusahaan perseorangan adalah satu usaha yang dimiliki dan dikelola oleh 1 orang
untuk memperoleh keuntungan bagi dirinya sendiri. bentuk usaha semacam ini mudah dalam
pembentukannya karena Seorang entrepreneur dapat memulai sendiri usaha yang diinginkan.

Perusahaan persekutuan

Perusahaan persekutuan Adalah bentuk usaha dimana dua orang atau lebih yang secara
bersamasama membentuk saty badan usaha. Untuk menghindari kesalahpahaman dimasa
datang, masing* pihak biasanya nenandatangu perjanjian tertulis secara formal.

6
Perusahaan Terbatas

Perseroan terbatas Adalah suatu bentuk badan hukum yang diciptakan atas dasar hukum
yang berlaku. Dalam perseroan terbatas terdapat pemisahan antara pemilik dan manajer
pemisahan ini memberikan perseroan terbatas keuntungan.

Sistem Keuangan Secara Garis Besar

Tujuan sistem keuangan adalah untuk menjembatani aliran dana dari pihak yang surplus
dana kepada pihak yang memerlukan dana. dalam pengertian umum, rumah tangga dan
individu adalah pihak yang surplus dana sementara perusahaan adalah pihak yang nenerlukan
atau defisit dana. Dengan demikian pasar keuangan atau financial market terdiri atas lembaga
dan mekanisme yang memungkinkan terciptanya aliran dana dari pihak yang mengalami
surplus dana kepada pihak yang memerlukan dana.

Struktur Pasar Keuangan

pasar keuangan memungkinkan perusahaan untuk memperoleh darah pada saat


memerlukan dan menginvestasikan kelebihan dana. dalam ekonomi global, perkembangan
pasar keuangan suatu negara tidak dapat terlepas dari perkembangan pasar keuangan negara
lain. aktivitas perdagangan pada suatu pasar finansial akan mempengaruhi aktivitas
perdagangan pada masa depan dan sosial yang lain.

Pasar Uang

pasar uang adalah tempat terjadinya transaksi aset keuangan jangka pendek atau short
term financial asset. yang dimaksud dengan aset keuangan jangka pendek adalah aset keuangan
yang beredar kurang dari 1 tahun.

Medium Term Loan (MTL)

Medium term loan (mtl) Juga berkembang salah satu bentuk sumber daba jangka
menengah yaitu Medium Term Loan (MTL). biasanya memiliki jangka waktu hingga 3 tahun.

Pasar Modal

Pasar modal Pasar modal adalah tempat terjadinya transaksi asset keuangan jangka
panjang atau long-term financial asset. Jenis surat berharga yang diperjualbelikan dipasar
modal memiliki jatuh tempo lebih dari satu tahun. Bentuk umum surat berharga yang
diperjualbelikan di pasar modal adalah : a. Obligasi b. Saham preferens c. Saham biasa.

7
Pengertian dan Sejarah Pasar Modal di Indonesia

pengertian klasik pasar modal adalah suatu sarana dengan mana surat berharga surat
berharga yang berjangka panjang diperjualbelikan. dalam pengertian ini pasar modal memiliki
tujuan normatif mencapai keuntungan yang optimal. Namun demikian sebagai salah satu
pelaku ekonomi nasional pasar modal memiliki fungsi intermediasi yaitu menjembatani antara
pihak yang membutuhkan modal dengan pihak yang kelebihan modal. pengertian Bursa Efek
menurut UU Nomor 8 Tahun 1995 adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan
sistem dana atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain
dengan tujuan memperdagangkan efek di antara mereka. pasar modal di Indonesia sudah
dimulai sejak pemerintahan kolonial Belanda. perdagangan efek sudah dimulai pada tanggal
14 Desember 1912 bersamaan dengan mendirikan vereeniging voor de effectenhandel yang
anggotanya semula 13 makelar. yang diperjualbelikan adalah saham dan obligasi perusahaan
perkebunan Belanda yang beroperasi di Indonesia. perkembangan selanjutnya adalah dibuka
Bursa Efek Surabaya dan Semarang pada tahun 1955.

Periode 1926-1966

pada periode ini mulai masuk kalangan perbankan Belanda untuk turut serta sebagai
makelar semua anggota bursa adalah pengusaha Belanda dan pemenangnya adalah
perseorangan, pensiunan lembaga investasi dan perusahaan yang dikuasai Belanda. sehingga
praktis Bursa Efek pada saat itu hanya untuk kepentingan masyarakat Belanda. pada saat
perang dunia ke II sekitar tahun 1939, Bursa Efek Surabaya, Semarang dan Jakarta tutup hingga
aktivitas pasar modal Indonesia terhenti. Pada tahun 1950 pemerintah indonesia mengeluarkan
obligasi, ini mendorong untuk mengaktifkan krmbali pasar modal indonesia.

Periode 1967-1976

pada tahun 1971 pemerintah mengenalkan deposito, tabanas dan taska. bersamaan
dengan itu Bank Indonesia mengeluarkan sertifikat Bank Indonesia atau (SBI). pada tahun
1974 bank-bank diberi kesempatan untuk mengadakan interbank call money market.
Disampung pengarahan dana di atas, pemerintah juga memprrsiapkan untuk diaktifkannya
kembali pasar modal dengan membentuk team persiapan pasar uang dan modal. Pada tanggal
10 agustus 1977 kegiatan pasar modal diresmikan oleh prrsiden dengan misi dan motivasi
untuk pemerataan pemilik saham sehingga tidak jatuh ke tangan satu golongan saja.

8
Organisasi Pasar Modal di Indonesia

Dalam mekanisme pasar modal organisasi-organisasu yang terlibat di dalamnya adalah :


1. Pemerintah dalam hal ini menteri keuangan melaluiBAPEPAM 2. perusahaan emiten 3.
Bursa efek 4. Lembaga penunjang 5. Perentara perdagangan efek, pedagang efek 6. Profesi
penunjang 7. Pemodal.

Badan Pembina Pasar Modal

berdasarjan kaprrs no 37/ 1978 yang menjadi pengurus badan pembina pasar modal
(BPPM) adalah : a. Menteri keuangan sebagai ketua b. Menteri pendayagunaan/ wakil ketua
Bapenas c. Menteru perindustrian d. Menteri skertaris negara e. Menteri perdagangan f.
Menteri sekretaris kabinet g. Gubernur Bank Indonesia h. Ketua badan koordinasi penanaman
modal.

Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM)

untuk mencapai tujuan pasar modal sebagai sarana investasi yang efisien Maka tahun
1976, melalui Keputusan Presiden, daparlemen keuangan Indonesia mendirikan Badan
Pelaksana Pasar Modal atau (BAPEPAM) .peran Bapepam pada saat itu adalah untuk
melaksanakan jalannya kegiatan pasar modal dan juga meregulasinya

1. Bursa efek
2. Lembaga penyimpanan dan penyelesaian (LPP)
3. lembaga kliring dan penjaminan (LKP)
4. bank kustodian
5. Lembaga penunjang pasar modal
6. Lembaga penunjang pasar modal
7. Perusahaan penilai
8. Akuntansi publik
9. Notaris
10. Konsultan hukum
11. Eali amanat
12. Penanggung
13. Perantara perdagangan efek pedagangan efrk dan biro administrasi efek

9
PROSEDUR GO PUBLIK

Persyaratan Go Publik Melalui Bursa untuk Emisi Saham

1. Perusahaan berbadan hukum Perseroan Terbatas


2. Bertempat kedudukan di Indonesia
3. Mempunyai modal disetor penuh Rp200.000 000,00
4. Dua tahun terakhir memperoleh keuntungan
5. Laporan keuangan dua tahun terakhir harus diperiksa oleh akuntan publik dengan
unqualified opinion
6. Khusus bank. selama tiga tahun terakhir harus memenuhi ketentuan dua tahun pertama
hare ergolong cukup sehat dan satu tahun terakhir tergolong sehat.

Untuk Emisi Obligasi

1. Badan Usaha Mililk Negara/Daerah maupun badan usaha milik swasta yang berstatus
bodan hulkum
2. Bertempat kedudukan di Indonesla
3. Modal disetor minimum Rp200.000 000 00
4. Dua tahun terakhir memperoleh keuntungan
5. Laporan keuangan dua fahun terakhir harus dipenksa oleh akuntan publik dengan
pendapat wajar tanpa syarat (unqualified opinion)
6. Obligasi harus dijamin dengan kekayaan perusahaan
7. Apabila debt to equity ratio > 80 % harus menunjuk guarator
8. Khusus bank harus melampirkan rekomendasi dari Bank Indonesia mengenai jumlah
obligasi yang dizinkan dan Rp10.000 00 membentuk sinking fund Setelah syarat syarat
tersebut dipenuhi maka perusahaan bisa mengajukan Pernyatsan
9. Nilai obligasi dinyatakan dalam rupiah nilai obligasi yang akan diemist tidak kurang
10. Denominasi tidak kurang dan Rp10 000 00 dan harus menunjuk trustee, serta
membentuj sinking fund.

Setelah syarat yerpenuhi maka perusahaan bisa mrngajukan Pendaftaran Emist kepada
Ketua BAPEPAM ,melalui Penjamin emisi yang telah ditentukan emiten.

MEKANISME PERDAGANGAN SAHAM

Pasar Primer atau Pasar Perdana

10
Pasar perdana menurt keputusan menteri keuagan No. 859/KMK.01/1987 adalah
penawaran ssurat berharga untuk pertama kali kepada pemodal selama masa tertentu sebelum
surat berharga sebelum surat berharga tersebut dicatatkan di bursa. Dengan kata lain pasar
primer adalah pasar tempat penjualan surat berharga untuk pertama kali atau disebut juga
dengan pasar emisi surat berharga baru karena untuk pertama kali emisi surat berharga tersebut
dijual.

Pasar Skunder

Di Indonesia ada dua pasar skunder yang utama Bursa Efek Jakarta Dijakarta dan Bursa
Efek Surabaya. Transaksi yang tejadi di pasar skunder tidak akan mempengaruhi posisi
keuangan perusahaan karena pada dasarya transaksi tersebut hanya merupakan pemindahan
kepemilikan saham dari satu investor ke inverstor ain.

Perdagangan dengan Sistem Kol

Perdagangan ini dipimpin oleh pemimpin kol dibantu oleh pembantu pimpinan Kol dan
dan petugas bursa. pelaksanaan tata cara perdagangan dengan sistem kol adalah bahwa sebelum
perdagangan dimulai pada anggota bursa terlebih dahulu harus mengisi kemudian
menyampaikan daftar pesanan yang memuat jumlah, jenis, serta batasan amanat pembelian
saham dari pemuda kepada petugas bursa.

Perdagangan dengan Sistem Terus Menerus

perdagangan dengan sistem ini dipimpin oleh penanggung jawab acara yaitu pejabat
Bapepam yang bertugas, setelah penanggung jawab acara membuka perdagangan dengan
sistem terus menerus, perdagangan dilaksanakan serentak untuk semua efek. dengan sistem ini,
anggota bursa mengajukan penawaran jual beli efek yang bersangkutan tanpa melalui
penanggung jawab acara.

MANFAAT PASAR MODAL

Bagi Emiten

(1) Junlah dana yang dapet dhimpun berjumiah besar 2) Tidak ada covenant (3)
Solvabilitas perusahaan tinggi (4) Cash flow hasil penjuelan saham biasanya akan lebih besar
daripada harga nominal perusahaan. (5) Tidak ada beban finansial yang tetap

Bagi Pemodal

11
1. Nilai investasi berkembang mengikuti pertumbuhan ekonomi 2. Sebagai penegang
saham investir memperoleh deviden 3. Mempunyai hak suara dalam RUPS 4. dapat dengan
mudah mengganti instrumen investasi 5. Dapat sekaligus melakukan investasi dalam beberapa
instrumen.

Bagi Lembaga Penunjang

erkembangnya pasar modal juga akan mendorong perkembangan lembaga penunjang


menjadi lebih profesional dalam memberikan pelayanan sesuai dengan bidang masing-masing.

Bagi Pemerintah

perkembangan pasar modal merupakan alternatif lain sebagai sumber pembiayaan


pembangunan selain dari sektor perbankan dan Tabungan pemerintah.

PROSES PENILAIAN SURAT BERGARGA

Seperti telah dibahas sebelumnya bahwa fungsi utama pasar modal adalah untuk
menciptakan harga pasar dan tingkat keuntungan yang wajar secara kontinu. tanpa pasar modal
investor harus menahan aplikasi sampai saat jatuh tempo atau sama-sama jangka waktu yang
tidak terbatas. pada dasarnya harga saham ditentukan oleh interaksi antara permintaan dan
penawaran

KEUNTUNGAN YANG DISYARATKAN DAN TINGKAT BUNGA

lembaga keuangan dan pasar modal memungkinkan terciptanya mekanisme aliran dana
dari pihak yang surplus dana kepada pihak yang memerlukan dana. intensitas aliran dana ini
akan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. interaksi antara berbagai faktor seperti
penawaran uang, neraca perdagangan, kebijakan ekonomi juga mempengaruhi pertumbuhan
ekonomi dan tingkat bunga. secara umum semakin rendah tingkat bunga maka akan semakin
besar intensitas aliran dana sehingga semakin besar tingkat pertumbuhan ekonomi, dan
sebaliknya

BAB 3 KONSEP NILAI WAKTU UANG NILAI KEMUDIAN (FUTURR VALUE)

Nilai kemudian atau future value dapat diperoleh dengan mengalikan tingkat bunga
dengan pokok pinjaman untuk periode tertentu. Tingkat bunga dapat dihung setiap bulan,
kuartalan, enam bulan atau satu tahun sekali.

12
Nilai Kemudian Jika Bunga Dihitung Lebih Dari Satu Kali dalam Satu Periode

Lazimnya bunga diperhitungkan setiap hari, mingguan,bulanan, semesteran, dan sekali


dalam setahun.

Nilai Kemudian Anuitas

Anuitas adalah sejumlah aliran kas yang berasal dari suatu investasi maupun alira kas
keluar berupa investasi untuk memperoleh keuntungan di masa datang.

NILAI SEKARANG (PRESENT VALUE)

Dalam penilaian investasi , manajer keuangan diharuskan mengukur nilai sekarang


aliran kas yang diharapkan akan dihasilkan oleh investasitersebut.dalam konsep nilai sekarang
ada dua alteratif aliran kas . aliran kas yang terjadi sekali dalam satu periode dan aliran kas
yang berkali-kali dengan jumlahyang sama setiap tahun atau anuitas

Nilai Sekarang Apabila Bunga Dihitung Lebih Dari Satu Kali dalam Satu Periode

Nilai Sekarang Anuitas

Nilai sekarang dari anuitas n tahun disebut An dan nilai sekarang faktor bunga anuitas
disebut PVIFAk,n.

An = PMT (PVIFAk,n)

PVIFAk,n = 1 – ___1____ = 1/k – ____1____

(1+k)n k (1+k)n

PENENTUAN TINGKAT BUNGA

Dalam praktik tidak jarang manajer keuangan dihadapkan pada pengambilan keputusan
untuk menentukan apakah tingkat keuntungan yang dihasilkan cukup rasional. dengan
demikian manajer keuangan harus menjadi berapa tingkat keuntungan minimal yang
menyamakan nilai sekarang aliran kas keluar dengan nilai sekarang kas masuk ini diharapkan
akan diperoleh di masa datang disebut juga dengan internal rate of return.

AMORTISASI PINJAMAN

13
pada umumnya pihak pemberi pinjaman meminta pembayaran yang sama setiap
periode. pembayaran tersebut meliputi angsuran pokok pinjaman dan pembayaran bunga yang
dapat diperhitungkan secara bulanan semesteran maupun 1 tahun sekali. karena pembayaran
pinjaman dilakukan dengan jumlah yang sama, maka konsep nilai sekarang anuitas sangat
cocok untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

BAB 4 PENILAIAN SURAT BERHARGA

Nilai Aktiva Finansial = PV Cash Flow – PV Investasi

PV Investasi adalah nilai uang yang dibutuhkan investor untuk membiayai investasi
suatu aktiva finansial pada saat ini. nilai ini merupakan harga pasar atas suatu aktiva finansial
yang besarnya ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan pasar.

RETURN ON INVESTMENT SERTA PENILAIAN SURAT BERHARGA

Sofyan Syafri Harahap (2004:305) mengemukakan dalam “ Analisis Kritis atas


Laporan Keuangan” bahwa :

“Return on invesment adalah suatu rasio yang menunjukkan berapa besar laba bersih
diperoleh perusahaan bila diukur dari modal pemilik”.

Rasio ini menunjukkan berapa besar laba bersih diperoleh perusahaan bila diukur dari
nilai aktiva. Semakin besar rasio ini maka semakin baik. Analisa Return on Investment dalam
analisa keuangan mempunyai arti yang sangat penting sebagai salah satu teknik analisa
keuangan yang bersifat menyeluruh (komprehensif). Analisa Return on Investment merupakan
teknik analisa yang lazim digunakan oleh pimpinan perusahaan untuk mengukur efektifitas dari
keseluruhan operasi perusahaan.

SAHAM DENGAN MODEL PERTUMBUHAN

Model Pertumbuhan Satu Tahap

telah dijelaskan bahwa tingkat keuntungan yang diharapkan adalah merupakan discount
rateyang menyebabkan present value dividen yang diterima dengan harga pasar akhir periode
dengan harga beli saham tersebut. dengan demikian apabila deviden dari tahun ke tahun
mengalami pertumbuhan. sesuai dengan harapan pemegang saham maka untuk menentukan
harga pasar saham akan sangat mudah.

Model Pertumbuhan Dua Tahap

14
banyak perusahaan yang mengalami pertumbuhan penjualan,laba dan dividen yang
tidak konsen. pada umumnya perusahaan mengalami masa pertumbuhan Di Atas Normal,
misalnya karena penerapan teknologi baru pasar, life cycle yang lebih panjang dan sebagainya.
dapat dikembangkan untuk menilai saham yang memiliki pola pertumbuhan dividen semacam
itu.

Model Pertumbuhan Tiga Tahap

tidak jarang saat mengalami pertumbuhan tiga tahap, pertumbuhan di atas normal,
normal dapat tumbuhan di bawah normal.untuk menyelesaikan masalah tersebut hanya
diperlukan modifikasi atas persamaan.

NILAI INTRINSIK VERSUS HARGA PASAR

model umum digunakan untuk mengukur nilai perusahaan yang going concern adalah
dengan menggunakan kembali saham yang beredar. kapitalisasi itu sendiri sangat dipengaruhi
oleh penentuan harga pasar saham. sementara itu harga saham ditentukan oleh deviden yang
diharapkan dan tingkat keuntungan yang disyaratkan.

PRICE EARNING RATIO DAN GROWTH OPPORTUNITIES

anyak para pialang, praktisi dan pelaku pasar modal yang lebih menaruh perhatian
terhadap price earning ratio yaitu ratio antara harha saham dengan earning per share.

PENILAIAN SAHAM PREFEREN

pemegang saham preferen akan mendapatkan deviden yang pasti setiap periode. tingkat
keuntungan yang disyaratkan oleh investor saham preferen adalah fungsi dan risiko perusahaan
atau tidak terbayarnya deviden tersebut. apabila resiko meningkat maka tingkat keuntungan
yang disyaratkan juga meningkat.

PENILAIN OBLIGASI DENGAN JATUH TEMPO

penilaian obligasi relatif mudah, cara mendapatkan atas obligasi berupa bunga secara
pasti setiap periode akan diterima. pemegang obligasi biasanya akan meminta tingkat
keuntungan yang lebih besar daripada tingkat keuntungan bebas resiko. pemegang obligasi
memiliki jatuh tempo pada akhir periode tertentu akan mendapatkan pembayaran bunga setiap
periode selama periode dan pembayaran sebesar nilai nominal sebesar m pada tahun akhir
tahun ke n atau pd jatuh tempo.

15
OBLIGASI TANPA JATUH TEMPO

Untuk menendang obligasi yang tidak memiliki jatuh tempo atau holding periodenya
tidak terbatas maka kita dapat dengan mudah memodifikasi formula. Dalam obligasi tanpa
jatuh tempo berati nilai maturity atau face value adalah sama dengan nol.

BAB 5 NILAI TAMBAH EKONOMIS DAN NILAI TAMBAH PASAR

Aset dan Kapital Operasional

perusahaan yang berbeda seringkali memiliki perbedaan pada struktur keuangan, pajak,
dan jumlah dan operating asset Seperti surat berharga. perbedaan-perbedaan ini tentu saja yang
menyebabkan perbedaan pada ukuran-ukuran akuntansi tradisional seperti Return of equity
ratio ratio lain sehingga 20 soal dengan tingkat operasi yang mirip penampakan efisiensi
operasi yang berbeda.

Laba Operasi Bersih Sesudah Pajak

Jika dua perusahaan memiliki utang yang berbeda, dan juga perbedaan jumlah
pembayaran bunga, perusahaan tersebut tersebut memiliki kinerjaa operasi yang sama tetapi
berbeda pada penghaasilan bersih atau net income, maka perusahaan dengan lebih banyak
utang akan memiliki net income yang lebih kecil.

Aliran Kas Bebas

Aliran kas bersih atau net cash flow merupakan penjumlahan dari net income ditambah
non-cash adjustmen. Perlu dicatat bahwa aliran kas tidak dapat dipertahankan terus menerus
terkecuali fixed asset yang telah didepresikan dgaanti. Sehingga manajemen perusahaan tidak
sepenuhnya bebas menggunakan aliran kas yang ada.

Market Value Added (MVA) dan Economic Value Added (EVA)

Tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan kemakmuran pemegang saham,


selain memberi manfaat bagi pemegang saham, tujuan ini juga menjamin sumber daya
perusahaan yang langka dialokasikan secara efisien dan memberi manfaat ekonomi.

BAB 6 ANALISIS RASIO KEUANGAN

PEMBAGIAN ANALISIS RASIO

Pengertian analisis rasio keuangan atau yang dikenal dengan istilah financial ratio ialah
sebagai alat analisis untuk membandingkan angka-angka yang terdapat pada laporan keuangan
16
dan juga untuk melihat atau mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan serta menilai kinerja
manajemen perusahaan tersebut dalam satu periode tertentu..

- Rasio Liquiditas

Seperti yang sdudah dijelas kan di atas bahwa rasio liquiditas merupakan rasio yang
menunjukan kemampuan atau kesanggupan perusahaan dalam memenuhi kewajiban (utang)
jangka pendek. Perusahaan yang sanggup membayar kewajibanya atau hutang jangka pendek
maka perusahaan tersebut di sebut likuid, sedangkan perusahaan yang tidak sanggup
membayar hutang jangka pendeknya maka disebut perusahaan ilikuid.

- Rasio Solvabilitas\

Rasio solvabilitas merupakan rasio yang memiliki kemampuan dalam memenuhi kewajiban
jangka pendek maupun jangka panjang apabila perusahaan dilukuidasi. Perusahaan yang
memiliki kekayaan atau aktiva yang cukup untuk membayar semua hutang-hutangnya disebut
sebagi perusahaan yang solvable, sedang yang tidak disebut dengan perusahaan yang
insolvable.

- Rasio Rentabilitas

Rasio pofitabiliti merupakan rasio yang berfungsi untuk mengukur kemampuan perusahaan
dalam mendapatkan keuntungan atau laba. Rasio yang satu ini cukup mendapatkan perhatian
yang khusus karena rasio ini berkaitan erat dengan kelangsuhan hidup suatu perusahaan

BAB 7 RISIKO INVESTASI DAN TEORI PORTOFOLIO DISTRIBUSI


PROBABILITAS

Secara umum, risiko mengacu pada probabilitas bahwa sesuatu yang tidak diharapkan
akan terjadi. Probabilitas dinyatakan dalam persentasi kemungkinan suatu event akan muncul.

NILAI YANG DIHARAPKAN DAN STANDAR DEVIASI UNTUK MENGUKUR


RISIKO PORTOFOLIO

Untuk mengukur penyimpangan tingkat keuntungan yang diharapkan, maka kita perlu
memahami konsep variasi. Koefisien varian mengukur penyimpangan suatu distribusi sekitar
nilai yang diharapkan.

ANALISIS RISIKO PORTOFOLIO

17
Portofolio adalah kombinasi dari berbagai asset baik berupa asset keuangan atau
sekuritas maupun asset riil. Teori portofolio menekankan pada usaha untuk mencari kombinasi
investasi optimal yang memberikan tingkat keuntungan atau rates of return maksimal pada
suatu tingkat risiko tertentu.

KOEFISIEN KORELASI DAN KOVARIAN

Koefisien determinasi r2 dalam suatu regresi linier mengukur besarnya perubahan


variabel tak bebas atau independent variabel yang dijelaskan oleh perubahan variabel bebas
atau dependent variabel.

ANALISIS PEMILIHAM PORTOFOLIO DAN CAPITAL ASSET PRICING MODEL


(CAPM)

Teori portofolio telah menunjukkan bahwa proses pemilihan investasi adalah tidak
hanya sekedar penentuan dan peenjumlahan setip karakteristik sekuritas pembentuk portofilo,
investor harus memahami benar hubungan antar sekuritas pembentuk portofolio yang mudah
untuk dipahami tetapi sangat sulit untuk diukur.

PORTOFOLIO YANG EFISIEN

Dalam kenyataannya kecil kemunkinan setiap sekuritas atau kelompokm sekuritas


berkorelasi sempurna ataupun tidak berkorelasi sama sekali. Koefisien korelasi akan terletak
antara positif satu dan negatif satu.

CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM)

Konsep CAPM mendasarkan pada asumsi bahwa pasar modal adalah efisien. dalam
pasar modal yang efisien semua aset dapat dibagi-bagi secara sempurna atau perfectly divisible
dan Liquid dapat diperjualbelikan setiap saat.

Garis Pasar Modal

menunjukkan suatu zat dari berbagai kombinasi portofolio yang terdiri dari dua aset
dan bagaimana kurva Tajur dipergunakan untuk memilih portofolio yang optimal portofolio
optimal. sehingga terjadi saat tangan aja sama dengan tanggal kurva portofolio yang efisien.

Garis Pasar Sekuritas

Pada prinsipnya kita dapat menerapkan konsep CAPM pada sekuritas secaraindividual.
Dalam Konsep CAPM, tingkat resiko sekuritas diukur dengan keofisien beta, dan hubungan

18
antara resiko dan tingkat keuntunga sekuritas secara individu digambarkan dalam garis pasar
sekuritas (GPS).

Portofolio dengan Diversifikasi Global

perkembangan teknologi komunikasi yang sangat cepat akhir-akhir ini didukung


dengan perkembangan teknologi komputer, memungkinkan terbentuknya pasar global.
sehingga manajer keuangan dan investor memiliki kesempatan investasi atau diverifikasi yang
lebih baik dan pengumpulan dana yang lebih luas.

BAB 8 KONSEP PENILAIAN INVESTASI

1. PROYEKSI ALIRAN KAS

Kas adalah sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas
perusahaan. Dengan kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan
dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.

1. Capital Growth

Yaitu dana yang diperuntukkan untuk penambahan/perkembangan kekayaan dengan


jangka waktu relatif panjang. Arus Kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat di bagi
menjadi tiga kelompok, yaitu:

1. Arus Kas Operasional (Operational Cash Flow)

merupakan Aliran Kas Operasional yang meliputi penerimaan dan pengeluaran kas
perusahaan secara riil yang berkaitan dengan kegiatan operasi, Operational Cash In Flow
(OCIF) meliputi penerimaan hasil penjualan tunai, hasil pengumpulan piutang,dan penerimaan
laba perusahaan. Sedangkan Operational Cash Out Flow (OCOF) meliputi biaya-biaya
produksi dan biaya-biaya operasi perusahaan

2. Arus Kas Pendanaan ( Financial Cash Flow )

Aliran Kas Pendanaan meliputi penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan yang
berkaitan dengan kegiatan pendanaan. Financial Cash In Flow (FCIF), meliputi penerimaan
modal, baik dari sumber modal sendiri maupun dari sumber modal asing berupa pinjaman atau
kredit bank. Sedangkan Financial Cash Out Flow (FCOF) meliputi biaya-biaya yang timbul
karena adanya tambahan modal. Biaya modal tersebut dapat berupa pembagian keuntungan

19
kepada para pemilik modal sendiri (dividen atas saham), dan berupa biaya bunga yang harus
dibayarkan kepada bank atas kredit yang kita terima.

3. Arus Kas Investasi (Investment Cash Flow)

Arus Kas Pendanaan meliputi penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan yang berkaitan
dengan kegiatan Investasi. Investment Cash In Flow (ICIF), meliputi penerimaan yang berasal
dari aktivitas investasi perusahaan pada aktiva tetap dan investasi pada surat-surat berharga,
seperti penerimaan berupa dividen atas saham, bunga (kupon) atas obligasi, dan capital gain
atas penjualan aktiva tetap dan penjualan saham. Sedangkan Investment Cash Out Flow (OCOF)
meliputi sejumlah dana yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membeli aktiva tetap dan
surat-surat berharga, seperti saham dan obligasi.

C. Metode Penilaian Investasi

1. Metode Payback Period (PP)

Payback period adalah suatu periode yang diperlukan untuk dapat menutup kembali
pengeluaran investasi dengan menggunakan aliran kas netto (net cash flow), atau total arus kas
bersih dalam periode tertentu sama dengan pengeluaran investasi di awal periode. Atau dengan
kata lain metode payback period adalah suatu periode yang diperlukan untuk dapat menutup
kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan proceeds atau aliran kas netto (net cash
flow).

2.Metode Net Present Value (NPV)

Dalam metode ini, pertama-tama yang dihitung adalah nilai sekarang (present value)
dari keseluruhan proceeds yang diharapkan atas discount rate tertentu. Kemudian jumlah
present value dari keseluruhan selama usianya dikurangi dengan present value dari jumlah
investasinya (initial investment). Selisih antara Present Value dari keseluruhan dengan Present
Value dari pengeluaran modal (Capital outlays) dinamakan nilai neto sekarang ( Net Present
Value).

3. Internal Rate of Return (IRR)

IRR ialah salah satu metode penilaian investasi dengan cara menentukan tingkat bunga
yang akan menjadikan jumlah nilai sekarang dari arus kas bersih yang diharapkan akan
diterima (PV of future proceeds) sama dengan jumlah nilai sekarang dari pengeluaran modal
(PV if capital outlays).

20
4. Average Rate of Return (ARR)

Model ini adalah menghitung rata-rata laba bersih (earning after tax) dari suatu proyek
dibagi nilai tunai investasi. Jika hasil lebih besar daripada biaya modal proyek, maka dianggap
proyek tersebut layak dan begitupula sebaliknya.

5. Profitability Index (PI)

Model ini adalah menghitung nilai tunai arus kas masuk bersih dibagi nilai tunai investasi. Jika
nilainya lebih besar dari 1, maka proyek investasi tersebut dianggap layak, dan sebaliknya.

D. Pertimbangan Resiko Investasi

Pertimbangan unsur resiko dalam penilaian Investasi ini menjelaskan bagaimana kalau
kita masukkan faktor ketidakpastian dalam penilaian usulan investasi. Pada prinsipnya para
investor selalu akan memilih investasi yang memberikan resiko terendah dengan keuntungan
yang sama, atau keuntungan terbesar dengan resiko kecil. Berdasarkan prinsip tersebut maka
suatu usulan investasi yang lebih besar harus memberikan keuntungan yang lebih besar pula
agar investor mau mengambilnya.

Antara keuntungan dan resiko terdapat hubungan yang positif, yaitu semakin tinggi
resiko suatu investasi semakin tinggi pula tingkat keuntungan yang diharapkan/disyaratkan dari
investasi tersebut. Masalah yang kemudian timbul adalah bagaimana kita mendifinikan resiko
tersebut. Untuk itu kita menggunakan bantuan teori portfolio. Dalam teori portfolio resiko
didefinisikan sebagai Deviasi Standar tingkat keuntungan. Semakin besar deviasi standar
semakin berisiko investasi tersebut.

BAB 9 TEORI STRUKTUR MODAL

1. Pendekatan Laba Bersih (NI), Pendekatan Laba Operasi Bersih (NOI) Dan
Pendekatan Tradisional
Teori Struktur Modal
1)Teori Pendekatan Tradisional
Pendekatan Tradisional berpendapat akan adanya struktur modal yang optimal.
Artinya Struktur Modal mempunyai pengaruh terhadap Nilai Perusahaan, dimana
Struktur Modal dapat berubah-ubah agar bisa diperoleh nilai perusahaan yang optimal.
2)Teori Pendekatan Modigliani dan Miller

21
Pada tahun 1950-an, dua orang ekonom menentang pandangan tradisional
struktur modal. Mereka berpendapat bahwa struktur modal tidak mempengaruhi nilai
perusahaan. Kemudian pada awal tahun 1960-an, kedua ekonom tersebut memasukkan
faktor pajak ke dalam analisis mereka. Mereka sampai pada kesimpulan bahwa nilai
perusahaan dengan hutang lebih tinggi dibandingkan nilai perusahaan tanpa hutang.
Kenaikan nilai tersebut dikarenakan adanya penghematan pajak dari penggunaan
hutang.
Teori MM tanpa pajak
Pada tahun 1958 mereka mengajukan suatu teori yang ilmiah tentang struktur
modal perusahaan. Teori mereka menggunakan beberapa asumsi: Risiko bisnis
perusahaan diukur dengan σ EBIT (Standard Deviation Earning Before Interest and
Taxes). Investor memiliki pengharapan yang sama tentang EBIT perusahaan di masa
mendatang. Saham dan obligasi diperjual belikan di suatu pasar modal yang sempurna
Seluruh aliran kas adalah perpetuitas (sama jumlahnya setiap periode hingga waktu tak
terhingga). Dengan kata lain, pertumbuhan perusahaan adalah nol atau EBIT selalu
sama.
Teori struktur modal modern yang pertama adalah teori Modigliani dan Miller
(teori MM). Mereka berpendapat bahwa struktur modal tidak relevan atau tidak
mempengaruhi nilai perusahaan.
Nilai perusahaan yang menggunakan hutang akan sama dengan nilai perusahaan
yang tidak menggunakan hutang sebagai berikut ini.
VL = VU
dimana :

VL = Nilai untuk perusahaan yang menggunakan hutang (value for leveraged


companies)

VU = Nilai untuk perusahaan yang tidak menggunakan hutang (100%saham, atau


value for unlevered companies

Dengan menggunakan hutang yang semakin banyak, perusahaan bisa


menggunakan sumber modal yang lebih murah yang semakin besar. Penggunaan
sumber modal yang murah yang semakin banyak akan menurunkan biaya modal rata-
rata tertimbang perusahaan (WACC) tersebut, jika tingkat keuntungan yang disyaratkan
untuk saham (ks) konstan. Tetapi dengan semakin meningkatnya hutang, tingkat

22
keuntungan yang disyaratkan untuk saham (ks) juga akan meningkat. Dua efek yang
saling berlawan tersebut menghasilkan biaya modal rata-rata tertimbang yang konstan.
Hasilnya, nilai perusahaan akan konstan.
ks = ko + B / S (1 – Tc) (ko – kb) ………
Formula tersebut mempunyai implikasi bahwa penggunaan hutang yang
semakin banyak akan meningkatkan biaya modal saham. Tetapi penggunaan hutang
yang lebih banyak, berarti menggunakan modal yang lebih murah (biaya modal hutang
lebih kecil dibandingkan biaya modal saham), akan menurunkan biaya modal rata-rata
tertimbang (meskibiaya modal sahamnya meningkat).
Teori MM tersebut sangat kontroversial. Implikasi teori tersebut adalah
perusahaan sebaiknya menggunakan hutang sebanyak-banyaknya. Dalam praktiknya,
tidak ada perusahaan yang mempunyai hutang sebesar itu, karena semakin tinggi
tingkat hutang suatu perusahaan, akan semakin tinggi juga kemungkinan
kebangkrutannya. Inilah yang melatarbelakangi teori MM mengatakan agar perusahaan
menggunakan hutang sebanyak-banyaknya, karena MM mengabaikan biaya
kebangkrutan.
III. Pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan jika ada pajak dan biaya
kebangkrutan
1) Teori Trade-Off dalam Struktur Modal
Dalam kenyataan, ada hal-hal yang membuat perusahaan tidak bisa
menggunakan hutang sebanyak-banyaknya. Satu hal yang terpenting adalah dengan
semakin tingginya hutang, akan semakin tinggi kemungkinan (probabilitas)
kebangkrutan. Biaya kebangkrutan tersebut bisa cukup signifikan. Penelitian di luar
negeri menunjukkan biaya kebangkrutan bisa mencapai sekitar 20% dari nilai
perusahaan.
2)Teori Pecking Order
Menurut Myers (1984), pecking order theory menyatakan bahwa ”Perusahaan dengan
tingkat profitabilitas yang tinggi justru tingkat hutangnya rendah, dikarenakan
perusahaan yang profitabilitasnya tinggi memiliki sumber dana internal yang
berlimpah.”
3) Teori Asimetri Informasi dan Signaling
Teori ini mengatakan bahwa dalam pihak pihak yang berkaitan dengan
perusahaan tidak mempunyai informasi yang sama mengenai prospek dan resiko
perusahaan. Pihak tertentu mempunyai informasi yang lebih dari pihak lainnya.
23
4) Teori Keagenan (Agency Approach)
Menurut pendekatan ini, struktur modal disusun untuk mengurangi konflik antar
berbagai kelompok kepentingan. Konflik antara pemegang saham dengan manager
adalah konsep free-cash flow. Ada kecenderungan manager ingin menahan sumber
daya sehingga mempunyai control atas sumber daya tersebut.
5) Model Miller dengan Pajak Perusahaan dan Personal
Modigliani dan Miller mengembangkan model struktur modal tanpa pajak, dan
dengan pajak. Nilai perusahaan dengan pajak lebih tinggi dibandingkan dengan nilai
perusahaan tanpa pajak. Selisih tersebut diperoleh melalui penghematan pajak karena
bunga bisa dipakai untuk mengurangi pajak. Penghematan pajak tersebut bisa dihitung
sebagai berikut ini.

Pengaruh biaya kebangkrutan pada tingkat pengembalian modal sendiri

Faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan struktur modal

1. Stabilitas penjualan. Perusahaan dengan penjualan yang relatif stabil dapat lebih aman
memperoleh lebih banyak pinjaman dan menanggung beban tetap yang lebih tinggi
dibandingkan dengan perusahaan yang penjualannnya tidak stabil.
2. Struktur aktiva. Perusahaan yang aktivanya sesuai untuk dijadikan jaminan kredit
cenderung lebih banyak menggunakan banyak utang.
3. Leverage operasi. Jika hal-hal lain tetap sama, perusahaan dengan leverage operasi yang
lebih kecil cenderung lebih mampu untuk memperbesar leverage keuangan karena ia akan
mempunyai risiko bisnis yang lebih kecil.
4. Tingkat pertumbuhan. Jika hal-hal lain tetap sama, perusahaan yang tumbuh dengan pesat
harus lebih banyak menggunakan modal eksternal. Lebih jauh lagi, biaya pengambangan
untuk penjualan saham biasa jauh lebih besar daripada biaya untuk penerbitan surat utang,
yang mendorong perusahaan untuk lebih banyak mengandalkan utang.
5. Profitabilitas. Seringkali pengamatan menunjukan bahwa perusahaan dengan tingkat
pengembalian yang tinggi atas investasi menggunakan utang yang relatif kecil. Meskipun
tidak ada pembenaran teoritis mengenai hal ini, namun penjelasan pratis atas kenyataan ini
adalah bahwa perusahaan yang sangat menguntungkan seperti Intel, Microsoft dan Coca-
Cola memang tidak memerlukan banyak pembiayaan dengan utang

BAB 10 ANALISA LEVERAGE OPERASI DAN LEVERAGE KEUANGAN

Leverage dan Laporan Rugi Laba


24
Perusahaan Perusahaan Perusahaan

Keterangan A B C

(Rp) (Rp) (Rp)

Penjualan 80.000.000 88.000.000 156.000.000

Biaya operasi:

Biaya tetap 56.000.000 16.000.000 112.000.000

Biaya variabel 16.000.000 56.000.000 24.000.000

Keuntungan operasi
(EBIT) 8.000.000 16.000.000 20.000.000

Rasio biaya operasi:

Biaya tetap / Biaya total 0,78 0,22 0,82

Biaya tetap / Biaya


variabel 0,70 0,18 0,72

Biaya variabel /
penjualan 0,20 0,64 0,15

25
Perusahaan menggunakan financial dan operating leverage dengan tujuan agar keuntungan
yang diperoleh lebih besar daripada biaya aset dan sumber dananya, dengan demikian akan
meningkatkan keuntungan pemegang saham. Sebaliknya leverage juga meningkatkan
variabilitas (risiko) keuntungan, karena jika perusahaan ternyata mendapatkan keuntungan
yang lebih rendah dari biaya tetapnya maka penggunaan leverage akan menurunkan
keuntungan pemegang saham. Konsep leverage tersebut sangat penting terutama untuk
menunjukkan kepada analis keuangan dalam melihat trade-off antara risiko dan tingkat
keuntungan dari berbagai tipe keputusan finansial.

1.Definisi Operational dan Financial Leverage

Leverage operasi timbul pada saat perusahaan menggunakan aktiva yang memiliki
biaya-biaya operasi tetap. Biaya tetap tersebut misalnya biaya penyusutan gedung dan
peralatan kantor, biaya asuransi dan biaya lain yang muncul dari penggunaan fasilitas dan biaya
manajemen. Dalam jangka panjang, semua biaya bersifat variabel, artinya dapat berubah sesuai
dengan jumlah produk yang dihasilkan. Oleh karena itu, dalam analisis ini diasumsikan dalam
jangka pendek. Biaya operasi tetap, dikeluarkan agar volume penjualan dapat menghasilkan
penerimaan yang lebih besar daripada seluruh biaya operasi tetap dan variabel. Pengaruh yang
timbul dengan adanya biaya operasi tetap yaitu adanya perubahan dalam volume penjualan
yang menghasilkan perubahan keuntungan atau kerugian operasi yang lebih besar dari proporsi
yang telah ditetapkan.

Misalnya perusahaan mengalami peningkatan penjualan sebesar 50%, maka tabel di atas
menjadi:

Leverage keuangan merupakan penggunaan dana dengan beban tetap dengan harapan
atas penggunaan dana tersebut akan memperbesar pendapatan per lembar saham (earning per
share, EPS). Masalah leverage keuangan baru timbul setelah perusahaan menggunakan dana
dengan beban tetap

Analisis titik indifferen atau analisis hubungan EBIT – EPS

26
Analisis titik indifferen (merupakan analisis break even dalam financial leverage) adalah
analisis untuk menentukan titik yang menunjukkan tingkat laba operasi (EBIT) yang
menghasilkan laba per lembar saham (EPS) yang sama untuk dua pilihan struktur modal. Untuk
menentukan titik indifferen atau titik impas EBIT – EPS di antara alternatif pendanaan, dimulai
dari menghitung laba per lembar saham (EPS).

2. Degree of Operating Leverage


Tingkat leverage operasi atau degree of operating leverage (DOL) adalah persentase
perubahan dalam laba operasi (EBIT) yang disebabkan perubahan satu persen dalam output
(penjualan). Dengan demikian maka,

Tingkat elastisitas

Persentase perubahan laba operasi (EBIT)

operasi pada unit =

Persentase perubahan output (penjualan)

output penjualan

3. Degree of Financial Leverage


Tingkat leverage keuangan atau degree of financial leverage (DFL) merupakan persentase
perubahan laba per lembar saham (EPS) yang diakibatkan adanya perubahan dalam laba
operasi (EBIT). Dengan kata lain, DFL merupakan persentase perubahan EBIT yang
menyebabkan perubahan pada EPS. Dengan demikian DFL merupakan ukuran kuantitatif dari
sensitivitas EPS perusahaan akibat perusahaan dalam laba operasi perusahaan (EBIT).

4.Degree of Total Leverage

Leverage total atau sering disebut leverage kombinasi merupakan gabungan atau
kombinasi antara leverage operasi dan leverage keuangan. Artinya kita melakukan dua langkah
pengaruh perubahan penjualan terhadap perubahan EPS. Langkah pertama melihat pengaruh
penjualan terhadap EBT yang dianalisis dengan DOL. Sedangkan langkah kedua adalah

27
pengaruh EBIT terhadap EPS yang dianalisis dengan DFL. Dalam leverage total ini kita
langsung melihat pengaruh perubahan penjualan terhadap EPS. Dengan demikian ukuran
kuantitatif dari sensitivitas total perubahan EPS perusahaan sebagai akibat perubahan
penjualan perusahaan disebut “tingkat leverage total” (degree of total leverage atau DTL).

BAB 11 KEBIJAKAN DEVIDEN

TEORI KEBIJAKAN DEVIDEN

Teori dividen berkembang terus dan mengalami kemajuan dan sampai saat ini ada
beberapa teori yang telah dikemukakan sebagai berikut1:

a. Hipotesa Irrelevan Dividen

Teori ini menyatakan bahwa tidak ada pengaruhnya kebijakan dividen yang diputuskan
atau dilaksanakan perusahaan terhadap nilai perusahaan (aset) yang dimiliki. Investor yang
memiliki saham pada perusahaan tidak akan terpengaruh nilai aset/investasi bila perusahaan
melakukan atu memutuskan membagi dividen. Tidak ada pengaruhnya kebijakan dividen
terhadap investasi/aset investor dikarenakan investor bisa membuat dividen sendiri
(homemade).

b. Hipotesis Pengaruh Pajak

Teori MM menyatakan bahwa pada pasar yang sempurna tidak diperlukan pajak, sehingga
tidak ada perlakukan pajak yang berbeda antara dividen dengan kapital gain. Tetapi,
kenyataannya pajak itu selalu ada seperti investor alami saat ini dimana setiap dividen yang
dibayarkan dikenakan pajak.

d. Hipotesa Dividen Clientele Effect

Pemegang saham perusahaan bervariasi dari segi pendapatan dan karakteristik lainnya.
Akibatnya, investor tersebut mempunyai preferensi tersendiri atas investasinya pada saham.
Kelompok berpendapatan rendah menginginkan dividen yang tinggi untuk menambah
pendapatan, sementara kelompok berpendapatan yang tinggi meninginkan dividen yang rendah
dan kapital gain yang tinggi. Sehingga, terjadi kelompok pada pemilik perusahaan yang bisa
disebut dengan Clientele. Perusahaan harus memperhatikan Clintele ini dalam mengambil
keputusan dalam membayar dividen.

28
e. Hipotesa Information Content of Dividend (Signaling)

Pembayaran dividen oleh perusahaan mengandung informasi yang dapat dilihat dari
dua sisi yaitu sisi pandangan investor dan sisi dari manager perusahaan. Kedua pihak
mempunyai informasi yang berbeda, manager perusahaan lebih tahu keadaan perusahaan dan
kelanjutannya (going concern), sementara investor tidak banyak tahu. Laporan keuangan yang
dipublikasikan tidak banyak memberikan informasi mengenai perusahaan. Salah satu tindakan
perusahaan yang banyak memberikan informasi kepada investor adalah pembayaran dividen
yang dilakukan perusahaan.

f. Hipotesa Agency Costs and Free Cash Flow

Pada teori MM diuraikan bahwa diasumsikan tidak terjadi konflik antara manager
dengan pemegang saham perusahaan pada pasar yang sempurna. Kenyataannya bahwa konflik
tersebut sering terjadi dikarenakan manager tidak bekerja sesuai dengan keinginan pemegang
saham, karena manager juga sering melakukan tindakan yang biaya atau risikonya ditanggung
oleh pemegang saham. Akibatnya, pemegang saham mengangkat pihak lain atau lembaga yang
memonitor manager dengan mengeluarkan biaya dan biaya ini dikenal dengan biaya agensi
dimana biaya ini merupakan biaya implisit yang timbul karena potensi konflik yang terjadi atas
manager dan pemegang saham.

BAB 12 SUMBER DANA JANGKA MENENGAH

TERM LOAN DAN EQUIPMENT LOAN

1. Term loan

Term loan adalah kredit usaha dengan umur lebih dari satu tahun dan kurang dari
sepuluh tahun. Term loan pada umumnya dibayar kembali dengan angsuran tetap selama
periode tertentu, misalnya setiap bulan, kuartal atau setiap tahun. Term loan ini biasanya
disediakan oleh bank komersial atau bank dagang, perusahaan asuransi, dana pensiun, lembaga
pembiayaan pemerintah, dan suplier perlengkapan. Di pandang dari biaya, term loan ini
memiliki biaya yang lebih rendah dari pada modal saham atau obligasi, karena tidak adanya
biaya yang berkaitan dengan penerbitan saham atau obligasi. Jika dibandingkan dengan hutang
jangka pendek, term loan lebih baik karena tidak segera jatuh tempo dan peminjam
memberikan jaminan pembayaran secara periodik yang mencakup bunga dan pokok pinjaman.
Bagi kreditur, jaminan atas pembayaran secara periodik ini dapat diperjual belikan kepada
pihak lain biasanya lembaga pengumpul piutang.

29
2. Equipment Loan

Equipment loan adalah pendanaan atau pembiayaan yang dipergunakan untuk


pengadaan perlengkapan baru. Perlengkapan yang biasa dibiayai dengan equipment loan
adalah perlengkapan yang mudah diperjualbelikan. Peminjam biasanya menanggung beban
lebih tinggi dari harga perlengkapan tersebut dan selisihnya antara harga perlengkapan dengan
beban total merupakan margin of safety bagi kreditur

3. Leasing

Leasing atau sewa guna usaha adalah persetujuan atas dasar kontrak di mana pemilik
dari aktiva atau pihak yang menyewakan aktiva (lessor) menginginkan pihak lain atau penyewa
(lessee) untuk menggunakan jasa dari aktiva tersebut selama periode tertentu. Manfaat dari
leasing antara lain, bahwa lessee dapat memanfaatkan aktiva tersebut tanpa harus memiliki
aktiva tersebut

a. Sale and leaseback

Pada sale and leaseback, perusahaan yang memiliki aktiva menjual aktiva tersebut
kepada perusahaan lain dan sekaligus dibuat perjanjian untuk menyewa kembali aktiva tersebut
untuk periode tertentu. Aktiva yang biasa disewagunakan antara lain: tanah, bangunan, dan
peralatan pabrik. Sedangkan perusahaan yang biasanya sebagai pembeli adalah bank,
perusahaan asuransi, perusahaan leasing, pegadaian, atau investor individu. Manfaat dari sale
and leaseback ini adalah bahwa penyewa atau lessee menerima pembayaran segera sebagai
tambahan dana yang dapat diinvestasikan ke-investasi lain, dan bersamaan dengan itu lessee
masih dapat menggunakan aktiva yang dijualnya selama jangka waktu perjanjian leasing.
Lessee mempunyai kewajiban membayar secara periodik sebesar harga jual ditambah dengan
tingkat keuntungan yang disyaratkan lessor.

b. Operating Lease

Operating lease atau service lease memberikan service atau pelayanan baik mengenai
bidang finansial maupun mengenai pemeliharaannya. Jadi pihak lessor menyediakan
pendanaan sekaligus biaya perawatan yang keseluruhannya tercakup dalam pembayaran
leasing. Aktiva yang sering digunakan adalah komputer, mobil, dan truk.

c. Financial Lease

30
Financial lease atau capital lease berbeda dengan operating lease, yaitu lessor tidak
menanggung biaya perawatan, perjanjian kontrak leasing tidak dapat dibatalkan (not
cancelable), dan leasing diangsur secara penuh. Dengan demikian lessor menerima
pembayaran sebesar harga perolehan aktiva plus tingkat keuntungan yang disyaratkan. Pada
umumnya lessee juga harus membayar pajak dan asuransi aktiva obyek leasing tersebut.
Perbedaan utama antara financial leases dengan operating leases adalah bahwa perusahaan
memperoleh aktiva baru bukan yang selama ini telah dipergunakan. Lessor pada umumnya
adalah dari pihak perusahaan asuransi atau bank komersial.

BAB 13 SUMBER DANA JANGKA PANJANG

INSTRUMEN UTANG JANGKA PANJANG

Hutang jangka panjang atau long term loan adalah satu bentuk perjanjian
antarapeminjam dengan kreditur di mana kreditur bersedia memberikan pinjaman sejumlah
tertentudan peminjam bersedia untuk membayar secara preiodik yang mencakup bunga dan
pokokpinjaman. Hutang jangka panjang ini dapat diperoleh melalui bank, perusahaan asuransi,
ataudapat juga kepension fund. Hutang jangka panjang ini mempunyai tiga karakteristik yaitu:
cepat,fleksibel dan biaya yang rendah. Ini disebabkan karena pinjaman ini dinegosiasikan
langsungantara peminjam dengan kreditur. Biaya administrasi menjadi relatif kecil dan tidka
diperlukanadanya persetujuan dengan pengawas pasar modal seperti halnya jika perusahaan
mengeluarkan obligasi.

- Ketentuan standar hutang

Standar perjanjian hutang panjang bagi peminjam

a) Wajib mempertahankan pencatatan akuntansi sesuai dg GAAP

b) Wajib menyampaikan laporan keuangan yang telah diaudit

c) Wajib membayar pajak dan kewajiban lain pada saat jatuh tempod.

d) Wajib mempertahankan seluruh fasilitas agar tetap dalam kondisi yang baik

- Ketentuan Pembatasan hutang

Secara umum perjanjian pembatas ini mencakup

a) Debitur wajib mempertahankan tingkat modal kerja bersih minimum.


b) Debitur dilarang untuk menjual piutang dagang (account receivables)

31
c) Kreditur membatasi aset tetap pada perusahaan
d) Debitur dibatasi menambah pinjaman jangka panjange.
e) Debitur dilarang untuk mengadakan leasesf
f) Debitur dilarang melakukan melakukan kondolidasi, merger atau penggabungan
dengan perusahaan laing
g) Debitur dilarang membayar gaji yang besar, pemberi pinjaman atau membatasi
kenaikan gaji bagi pegawai tertentu
h) Manajemen wajib mempertahankan ”tenaga kerja inti” tertentu,
i) Debitur dilarang melakukan alternatif investasi
j) Debitur wajib menggunakan dana pinjaman sesuai tujuank. Debitur dibatasi dalam
pembayaran dividen tunai dengan nilai maksimum 50 persen sampai 70 persen dari laba
bersih

C.Jenis-jenis Pendanaan Jangka Panjang

a.Kredit Investasi

Kredit investasi adalah merupakan alternatif pendanaan jangka panjang yang umumnya
disediakan oleh kalangan perbankan selain kredit modal kerja (pendanaan jangka pendek )
yang selama ini kita kenal.

b. Hipotek ( Mortgage ),

Hipotek adalah merupakan alternatif pendanaan jangka panjang dalam bentuk hutang
yang biasanya harus disertai dengan agunan berupa aktiva tidak bergerak ( tanah, bangunan ).
Dalam hal terjadinya likuidasi perusahaan yang mempunyai hutang, maka kewajiban kreditur
harus dipenuhi terlebih dahulu dari hasil penjualan aktiva yang dijadikan sebagai agunan
tersebut.

c.obligasi

Obligasi merupakan surat tanda hutang, dan umumnya tidak dijamin dengan aktiva
tertentu. Oleh karenanya kalau perusahaan bangkrut, pemegang obligasi akan diperlakukan
sebagai kreditur umum.

- Jenis-jenis obligasi
1) Obligasi yang tidak dijamin dengan aktiva tertentu ( unsecured bond ) atau disebut juga
dengan “ debenture “.

32
2) Subordinate debenture, merupakan obligasi yang pelunasannya akan dilakukan oleh
perusahaan setelah debenture terselesaikan pada saat terjadi likuidasi perusahaan.
3) Income Bonds, merupakan jenis obligasi yang hanya membayarkan bunga saja kepada
pemiliknya, apabila perusahaan memperoleh keuntungan
4) Zero Coupon Bonds, merupakan jenis obligasi yang tidak membayarkan bunga kepada
pemiliknya, dan perusahaan dalam menjual obligasi jenis ini dengan memberikan
discount. Penerbitan jenis obligasi semacam ini sering didasarkan atas maksud untuk
memperoleh keuntungan karena present value pembayaran pajak.

d.Saham

satu efek yang pasar umumnya dijual di pasar modal (bursa efek) adalah saham adalah
tanda penyertaan modal pada suatu Perseroan Terbatas (PT).

Manfaat yang diperoleh dari pemilikan saham adalah sebagai berikut

1.Deviden : bagian dari keuntungan yang dibagikan kepada pemilik saham

2. Capital gain : keuntungan yang diperoleh dari selisih positif harga beli dan harga jual saham.

3. Manfaat nonfinansial, yaitu mempunyai hak suara dalam aktivitas perusahaan

BAB 14 PERDAGANGAN OPSI

PENTINGNYA PERDAGANGAN SAHAM

Opsi, dalam dunia pasar modal, adalah suatu hak yang didasarkan pada suatu perjanjian
untuk membeli atau menjual suatu komoditi, surat berharga keuangan, atau suatu mata uang
asing pada suatu tingkat harga yang telah disetujui (ditetapkan di muka) pada setiap waktu
dalam masa tiga bulan kontrak. Opsi dapat digunakan untuk meminimalisasi risiko dan
sekaligus memaksimalkan keuntungan dengan daya ungkit (leverage) yang lebih besar.

Apabila pemegang option melaksanakan haknya untuk membeli atau menjual satu
barang tertentu maka harga barang yang dibeli atau dijual tersebut sudah ditentukan
sebelumnya (biasanya ditentukan pada saat transaksi option dilakukan) tidak peduli berapa
harga pasar barang tersebut saat pelaksanaan hak. Jadi harga yang dipakai saat pelaksanaan
hak sudah ditentukan sebelumnya dan bukan harga pasar barang tersebut saat itu.

Dalam pasar valuta asing transaksi option valuta asing dapat di artikan sebagai satu
instrumen keuangan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli atau menjual

33
satu mata uang tertentu dalam jumlah tertentu pada saat waktu tertentu dimasa yang akan
datang dan atau sebelumnya dengan kurs yang sudah ditentukan sebelumnya (biasanya sudah
ditentukan saat transaksi dilakukan).

3 Jenis-jenis Option / Opsi

Terdapat beberapa kategori untuk membedakan jenis option yang ada saat ini. Apabila dilihat
dari jenis hak yang dimiliki oleh pemegang option maka option dapat dibagi menjadi dua yaitu :

1. Call Option yang memberikan hak membeli sesuatu kepada pemegangnya.

Opsi beli, atau yang lebih dikenal dengan istilah call option, adalah suatu hak untuk
membeli sebuah asset pada harga kesepakatan (strike price) dan dalam jangka waktu tertentu
yang disepakati—baik pada akhir masa jatuh tempo ataupun di antara tenggang waktu masa
sebelum jatuh tempo.

2. Put Option yang memberikan hak menjual sesuatu kepada pemegangnya.

Opsi jual, atau yang lebih dikenal dengan istilah put option, adalah suatu hak untuk menjual
sebuah asset pada harga kesepakatan (strike price) dan dalam jangka waktu tertentu yang
disepakati—baik pada akhir masa jatuh tempo ataupun di antara tenggang waktu masa sebelum
jatuh tempo.

Nilai Option / Opsi

Option merupakan bagian dari satu instrumen keuangan yang disebut Derivatives.
Dimana Derivatives itu sendiri dapat didefinisikan sebagai satu instrumen keuangan yang
nilainya tergantung pada instrumen lain yang mendasarinya. Sebagai salah satu bagian dari
instrumen Derivative maka nilai sebuah produk option bergantung dari nilai instrumen atau
produk lain yang mendasari option tersebut

- Nilai Option Pada Saat Jatuh Tempo

Dari pengertian diatas dapat kita lihat bahwa untuk melihat apakah satu option
mempunyai nilai atau tidak pada tanggal jatuh temponya dapat kita lakukan dengan
membandingkan antara kurs valuta asing dipasar valuta asing pada tanggal jatuh tempo tersebut
dengan exercise price dalam kontral option tersebut..

- Nilai Option Call Bagi Pembeli/Pemegang Option Call

34
Option call adalah hak untuk membeli. Dengan memegang atau membeli satu kontrak
option maka seseorang mempunyai hak untuk membeli. Secara logika orang awam hak ini akan
dipergunakan apabila di pandang menguntungkan. Apabila dengan mempergunakan hak untuk
membeli tersebut seseorang dapat membeli sesuatu dengan harga yang lebih murah atau lebih
rendah daripada dia tidak mempunyai hak tersebut.

- Nilai Option Call Bagi Penerbit/Penjual Option Call

Apabila satu pihak menerbitkan option call berarti dia telah memberikan satu hak pada
pihak lain yang memegang option tersebut. Karena option yang diterbitkan adalah option call
maka hak yang diberikan adalah hak untuk membeli sesuatu dengan harga yang telah
ditetapkan pada saat yang sudah ditetapkan pula. Apabila saatnya tiba maka pemegang option
call dapat melakukan exercise terhadap option call yang dimilikinya kepada penerbit option
call tersebut.

- Nilai Option Put Bagi Pembeli/Pemegang Option Put

Option put adalah hak untuk menjual. Dengan memegang atau membeli satu kontrak
option maka seseorang mempunyai hak untuk menjual. Hak untuk menjual ini dipandang
menguntungkan apabila dengan mempergunakan hak untuk menjual tersebut seseorang dapat
menjual sesuatu dengan harga yang lebih mahal atau lebih tinggi daripada dia tidak mempunyai
hak tersebut

- Nilai Option Put Bagi Penerbit /Penjual Option Put

Apabila satu pihak menerbitkan option put berarti dia telah memberikan satu hak pada
pihak lain yang memegang option tersebut. Karena option yang diterbitkan adalah option put
maka hak yang diberikan adalah hak untuk menjual sesuatu dengan harga yang telah ditetapkan
pada saat yang sudah ditetapkan pula. Apabila saatnya tiba maka pemegang option put dapat
melakukan exercise terhadap option put yang dimilikinya kepada penerbit option tersebut

BAB 15 MERGER DAN REORGANISASI

Akuisisi ini dapat dilakukan terhadap anak perusahaan yang semula sudah go publc dan disebut
dengan akuisisi internal; atau akuisisi terhadap perusahaan lain dan disebut dengan akuisisi
eksternal. Dalam proses akuisisl pada umumnya pemegang saham perusahaan yang diakuisisi
memperoleh manfaat yang lebih tinggi dibanding dengan peme- gang saham perusahaan yang
mengambil alih. Hal inl terjadi apabila perusahaan yang terlibat dalam pengambilalihan cukup

35
banyak sehingga penawaran saham perusahaan menjadi lebih baik atau tinggi.
Pengambilalihan perusahaan atau takeover dapat terjadi dengan cara yang mudah dan baik dan
disebut juga dengan friendly takeover. Tetapi dapat juga perusahaan yang akan diamil alih
tidak bersedia dan melakukan perlawanan. Dalam kasus keua perusaha an yang mengambil
alth dapat saja membeli saham di secondary market dengan melakukan penawaran atau tender
offer. Akuislsi dengan cara demikian disebut juga dengan hostik take offer.

1. JENIS-JENIS MERGER DAN PROSEDUR MERGER


Secara umum penggabungan usaha dapat dikelompokkan menjadi empat kelomni (1)
horisontal, (2) vertikal, (3) congeneric, dan (4) konglomerat. Merger horisontal terjadi
apabila satu perusahaan menggabungkan diri dengan perusahaan lain dalam Jenis bisnis
yang sama. Dengan kata lain satu atau dua perusahaan yang menghasilkan produk atau
jasa yang sama. Sedangkan merger vertikal adalah penggabungan perusahaan yang
memiliki keterkaitan antara Input-output maupun pemasaran. Sebagal contoh perusahaan
baja n penggabungan dengan supplier seperti perusahaan tambang contoh lain perusahaan
dibidang pengolahan hasil pertanlan merger dengan distributor atau pemasaran. Bentuk
merger yang ketiga adalah congeneric merger yaltu peng gabungan dua perusahaan yang
sejenis atau dalam industri yang sama tetapl tidak mem- produksi produk yang sama
maupun tidak ada keterkaitan supplier. Jenis lain penggabungan usaha adalah
conglomerate merger yaitu penggabungan dua atau lebih perusahaan darl industri yang
berbeda. Sebagal contoh perusahaan pengeboran minyak membellpe perusahaan
penerbangan atau real estate. Pada umumnya merger yang vertikal dan horisontal akan
memberkan sinergl yang terbesar dibanding dua Jenis merger lainnya.

2. TAKTIK MEMPERTAHANKAN DIRI


Tidak jarang perusahaan melakukan berbagal cara untuk menghindarkan diri dari
pembelian oleh perusahaan lain. Secara umum taktik untuk mempertahankan diri ini dapat
diklasifikasikan menjadi dua: (1) sebelum penawaran dan (2) sesudah penawaran Sebelum
penawaran, cara terbaik untuk mempertahankan diri dari pengam- bilalihan oleh
perusahaan lain adalah mengubahnya menjadi perusahaan perseorangan Kedua adalah
mempertahankan proporsi kepemilikan saham pada satu orang atau kelompok orang.
Misalkan minimal 50 persen saham perusahaan tetap dipegang oleh pendiri perusahaan,
atau 30 persen saham perusahan dipegang oleh karyawan perusahaan Cara lain adalah
dengan meningkatkan skala usaha seperti halnya IBM dan Exxon, skala perusahaan yang

36
begitu besar akan menyulitkan perusahaan lain yang ingin membelinya karena tentu
diperlukan dana yang sangat besar.
Jika strategi sebelum penawaran ini tidak berhasil melindungi perusahaan dari pembelian
oleh perusahaan lain, maka setelah penawaran perusahaan masih dapat melakukan
berbagai cara untuk menggagalkan pembelian tersebut. Pertama adalah dengan
mengajukan tuntutan dengan dalih antimonopoli ataupun jika dirasa harga penawaran
tidak wojar, perusahaan dapat meminta untuk dilakukan penawaran yang lebih baik. Cara
lain yang dapat dilakukan adalah menjual sebagian saham perusahaan kepada pihak ketiga
atau menciptakan utang yang semakin besar dengan cara membeli kembali sebagian saham
perusahaan. Bentuk lain untuk membuat perusahaan menjadi tidak menarik adalah
pembuatan kontrak khusus yang menjamin eksekutif bahwa mereka tidak akan kehilangan
pekerjaan atau pemberian kompensasi yang sangat besar apabila terjadi penggabungan Ini-
disebut juga dengan payung emas atau golden parachute. Dengan cara ini tentunya manajer
tidak khawatir akan kehlangan pekerjaan, kalau saja pembelian ini akan dilakukan, maka
manajer akan melakukan negosiasi untuk menentukan harga yang wajar dan lebih
mementingkan kepentingan pemegang saham

3. ALASAN PERUSAHAAN MELAKUKAN MERGER


 Economies of Scale

Dengan merger perusahaan dapat mencapai skala operasi yang ekonomis. Yang
dimaksud dengan skala yang ekonomis adalah skala operasi dengan biaya rata-rata
terendah. Tidak jarang dengan melakukan merger maka duplikasi fasilitas operasi
dapat thilangkan, begitu juga dengan usaha pemasaran dapat lebih efisien, sistem
akuntansi akan lebih baik, pengadaan, dan proses produksi dapat dikonsolidasikan.
Sales force dapat dkurangi untuk menghindari duplikasi usaha pemasaran yang
menyangkut wilayah. Dengan merger dapat diperoleh synergism yaitu nilai
keseluruhan lebih besar dari penjumlahan nlai bagian-bagiannya (4 4 10). Skala
ekonomis bukan hanya dalam artian proses produksi saja melainkan dalam bidang
pemasaran, personalia, keuangan, tetapi juga bidang administrasi. Secara luas tian
skala ekonomis yang ingin dicapai dengan melakukan merger adalah dalam penger
penggunaan sumber daya yang ada. Skala ekonomis dapat dicapai dengan merger baik
secara horisontal, yakni dua perusahaan yang memiliki product line yang sama
digabungkan. Tujuannya adalah untuk menghilangkan duplikasi fasilitas o perasi

37
panjang jaringan usaha. Merger vertikal ini dapat dari depan ke belakang untuk
menjarnin suplai bahan baku ataupun dari belakang ke depan untuk menjangkau
konsumen ebih banyak lagi tetapi kedua perusahaan tersebut masih memiliki garis
usaha yang sama. Sedangkan cara yang lain adalah penggabungan dua usaha yang
tidak memiliki hubungan antarproduk yang dihasilkan dan cara disebut dengan
conglomerate merger.

 Memperbaiki Manajemen

Beberapa perusahaan dikelola dengan cara yang kurang efisien, akibatnya profita-
bilitasnya menjadi rendah. Dengan demikian alasan lain perusahaan untuk melakukan
merger adalah untuk memperbaiki manajemen. Kurangnya motivasi untuk mencapai
profit yang tinggi, kurangnya keberanian untuk mengambil risiko sering
mengakibatkan per- usahaan kalah dalam persaingan yang makin sengit. Dengan
merger maka perusahaan karyawannya hanya pada tingkat yang memang benar-benar
diper- saham dapat ditingkatkan. Di samping itu efisiensi Be dapat mempe ukan
sehingga kemakmuran pemegang serta produktivitas karyawan dapat ditingkatkan.
Tidak jarang perusahaan dapat memper- oleh manajer yang profesional dengan cara
menggabungkan (membeli) perusahaan lain.

 Penghematan Pajak

Sering perusahaan mempunyai potensi memperoleh penghematan pajak, tetapi karena


perusahaan tidak pernah dapat memperoleh laba maka tidak dapat memanfaatkannya.
Untuk itu lebih baik menggabungkan dengan perusahaan lain yang memperoleh laba
de- ngan maksud agar pajak yang dibayarkan oleh perusahaan yang profitable dapat
lebih kecil.

 Diversifikasi/Risk Reductiorn

Faktor lain yang mendorong perusahaan untuk melakukan merger adalah untuk
diverfisikasi usaha. Cara ini memang paling mudah yakni dengan menggabungkan
dua perusahaan yang berbeda maka kini dimiliki jenis usaha yang lebih besar tanpa
harus melakukan dari awal. Dengan diversifikasi ini maka akan dapat diperkecil
pengaruh siklus laba perusahaan yang diperoleh. Dengan diversifikasi maka risiko
yang dihadapi atas suatu saham dapat dikompensasi oleh saham yang lain dengan
demikian risiko secara keseluruhan menjadi lebih kecil. Pendapat ini dengan asumsi

38
bahwa investor bersifat risk averse dan investor dapat melakukan diversifikasi dengan
efisien.

 REORGANISASI/RESTRUKTURISASI

Mulai tahun 1997 hingga tahun 1999 terjadi krisis ekonomi yang berkepanjangan di
Indonesia. Krisis ekonomi ini telah mengakibatkan hancurnya perusahaan-perusahaan
besar yang selama ini menjadi tulang punggung penggerak ekonomi Indonesia. Krisis
tersebut semula terjadi di Korea, Thailand, Malaysia dan akhirnya di Indonesia. Krisis
itu di picu oleh jatuhnya nilai tukar Rupiah hingga pada tingkat yang paling rendah
mencapai Rp14.000,- per dolar Amerika. Akibatnya nilai perusahaan turun drastis,
harga saham perusahaan papan atas turun hingga tinggal dua puluh lima persen.
Saham-saham di sektor perbankan boleh dikatakan tidak ada lagi nilainya dan bahkan
lebih mahal nilai kertas dan ongkos cetaknya. Sementara itu utang valuta asing
menjadi sangat besar dilihat dari nilai yang jatuh tersebut.

 Restrukturisasi Bisnis

Restrukturisasl bisnis tidak ain merupakan penataan kembali rantal blanis dengan
tuuan unuk meningkatkan keunggulan daya saing atau competitive adventage
perusahaan. rRestrukturisasi bisnís inl dapat ditempuh melalui berbegal alternatif

 Regrouping dan konsolidasi, sebagal contoh adalah konsolidasi Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) yang dikembangkan oleh Kantor Menteri Negara BUMN dengan
menggabungkan BUMN sejenis ke dalam satu kelompok. Tujuannya adalah untuk
meningkatkan efislensi dan membuat agar BUMN menjadi lebih menarik. Dari skala
usaha maka pengelompokan Itu akan membuat skala usahanya menjadi lebih besar
sehingga dapat menarik minat investor asing. Meskipun penggabungan tersebut
memberikan manfaat, tetapi tidak mudah dalam implementasinya karena kendala
utarna dalam penggabungan adalah adanya perbedaan kultur dan mekanisme kerja.
 Joint operation adalah dengan cara mengundang manajemen yang sudah berpenga-
laman Sebagal contoh joint operation di Unit terminal Peti Kemas (UTPK0 di
Pelabuhan Indonesia II dengan melibatkan operator asing. Contoh lain adalah di
bidang teleko- munikasi dengan mengundang partner asing untuk membangun
jaringan telekomunikasi.
 Strategic alliancles adalah suatu bentuk kerjasama antara dua perusahaan untuk
meningkatkan efisiensi dan kinerjanya. Aliansi strategis ini menjadi strategi yang
39
tepat misalnya di bidang promosl, penelitian dan pengembangan dan pelatihan
karyawan.
 Pemecahan bisnis ke dalam unit usaha atau yang dikenal dengan strategic business
unit agar lebih mandiri dan efisien Pemecahan ini bertujuan agar business unit menjadi
lebih terukur kinerjanya Divestasi merupakan alternatif lain apabila perusahaan
memandang tidak dapat lagi mempertahankan operasinya.
 Divestasi Ini dapat dilakukan dengan menjual pernisahan unit usaha terleblh dahulu
baru dijual atau spin-off alau menghentikan operasi unit usaha yang tidak lagi
profitable
 Alternatif terakhir dalam restrukturisasi bisnis adalah dengan melikuidasi perusahaan.
Hal ini ditempuh jika tidak ada lagi alternatif yang feaseable untuk menolong
perusahaan agar tetap dapat bertahan hidup. Likuidasi inl dilakukan dengan menjual
aset perusahaan kepada pihak lain.
 Restrukturisasi Keuangan

Selain restrukturisasi bisnis dpaat pula dilakukan restrukturisasi keuangan yaiti


penataan kembali sruktur keuangan untuk meningkatkan kinerja keuangan perisahan.
Restrukturis keuangan dapat dilakukan dengan beberapa alternatif :

o Alternatif pertama restrukturisasi keuangan adalah dengan melakukan penjadwalan


kembali pembayaran bunga dan pokok pinjaman. Hal ini dapat dilakukan dengan
menunda pembayaran bunga, mengurangl pembayaran bunga ataupun penghapusan
beban bunga. Melalui alternatif inl diharapkan dapat membantu perusahaan untuk
melanjutkan operasinya dan diharapkan di kemudian hari dapat memenuhi kembali
kewajibannya.
o Alternatif kedua adalah dengan melakukan rescheduling atau penjadualan kembali
pembayaran pokok pinjaman. Jika alternatif ini masih belurm membantu maka dapa
saja dilakukan dengan melakukan pengurangan beban pokok pinjaman atau hair cut
hingga maksimum 70 % dari pokok pinjaman.
o Selain kedua alternatif tersebut, alternatif lain yang dapat ditempuh oleh perusahaan
adalah dengan mengubah utang menjadi modal sendiri atau disebut juga dengan debt
equity swap. Melalui alternatif ini maka utang akan dikonversi menjadi penyertaan
dalam bentuk saham, sehingga perusahaan tidak perlu harus membayar beban bunga
dan melunasi pokok pinjaman.

40
o Kemudian masih ada alternatif lain yaitu dengan menjual non core business melalul
spin off, sell off atau liquidation. Hal Ini dimaksudkan agar unit-unit yang tidak
penting tidak lagi membebani usaha utama perusahaan. Di samping itu dapat juga
perusahaan menjual sebagian aset kemudian menyewanya kembali untuk digunakan
dan disebut dengan sale and lease back assets.
o Alternatif berikutnya adalah dengan cara mengundang investor individu yang
potensial disebut juga dengan private placement ataupun memberikan hak kepada
karyawan termasuk manajemen untuk membeli saham perusahaan atau Melalui
alternatif ini diharapkan akan diperoleh fresh money sebagai tambahan modal dan
dapat membantu keuangan perusahaan. Melaluf kepemilikan oleh manajemen
management buyout diharapkan pula rasa ikut memilildi akan tumbuh dan manajemen
dapat bekerja lebih baik lagi.
o Restrukturisasi keuangan dapat ditempuh melalui penjtualan saham kepada publik
atau public. Alternatif ini dipandang cukup strategis tidak saja bagi perusahaan swasta
tetapi juga perusahaan milik negara.
 Restrukturisasi Manajemen

Krisis ekonomi yang telah meruntuhkan konglomerasi di Indonesia, disinyalir oleh


emahnya pengelolaan dan kualitas manajemen. Oleh karena itu menjadi sangat
strategis untuk melakukan restrukturisasi manajemen atau penataan manajemen yang
dapat ditempuh melalui berbagai alternatif

 Business process reengineering yaitu proses penataan ulang secara radikal manajemen
dan bisnis perusahaan. Kata-kata radikal inl muncul dengan alasan bahwa pe yang
sedikit-sedikit diyakini tidak akan berhasil. Hal ini disebabkan oleh resistensi individu
dalam perusahaan terhadap setiap perubahan. Oleh sebab ittu untuk merombak dan
menata ulang organisasi perusahaan harus dilakukan secara radikal dan sekaligus.
 Delaying dan right-sizing adalah alternatif kedua yang dimaksudkan untuk
mengurangi layer layer dalam struktur organisasl perusahaan. Organisasi di masa
depan tidak lagi blrokratis dan sangat dalam tetapi lebih flat dan hanya terdiri atas
sedikit layer. Manfaat utamanya dalam organisasi. Di samping itu juga dalam
dilakukan pengurangan o o adalah untuk mengurangi destorsi informasi akibat terlalu
banyaknya jenjang bagian-bagian sering disebut juga dengan right- sizing. Alternatif
ini ditempuh oleh bank-bank dalam masa krisis dengan memberikan golden shake
hand atau menawarkan pensiun awal disertal dengan pemberian

41
 Selain alternatif tersebut mash ada alternatif untuk melakukan restrukturisasi
manajemern yaltu melalui downsizing dan downscoping. Downsizing adalah
pengurangan karyawan sedangkan downscoping adalah pengecilan bisnis melaluí
pengurangan unit-unit yang tidak penting dan mempertahankan core business saja.
 Restrukturisasi Organisasi

Penataan ulang organisasi perusahaan dapat ditempuh baik dengan mengubah kembali
struktur manajemen termasuk dewan komisarisnya ataupun menyangkut status
perusahaan. Restrukturisasi organisasi dapat saja dilakukan dengan mengubah
kembali komposisi kepemilikan dan status badan hukum perusahaan. Pada umumnya
restrukturisasi organlsasi melikuidasi perusahaan yang apabila aktiva dijual dalam
kondisi yang sulit semacam itu maka harganya akan menjadi lebih rendah dan
akhirnya pemegang saham tidak menerima apa-apa.

BAB 16 MANAJEMEN MODAL KERJA

Manajemen modal kerja berkepentingan terhadap keputusan Investasi pada aktiva lancar dan
utang lancar terutama mengenal bagaimana menggunakan dan komposisi keduanya akan
mempengaruhl risko. Modal kerja diperlukan perusahaan untuk membiayal keglatan
operasional perusahaan. Ada dua pengertian modal kerja, yang pertama gross working capital,
adalah keseluruhan aktiva car, sementara pengertian net working capital adalah kelebihan
aktiva lancar di atas utang lancar lan Manajemen modal yang efektlf menjadi sangat penting
untuk pertumbuhan kelangsungan perusahaan dalam jangka panjang. Apabila perusahaan
kekurangan modal kerja untuk memperluas penjualan dan meningkatkan produksinya, maka
besar kernugkinannya akan kehlangan pendapatan dan keuntungan. Perusahaan yang tidak
pada waktunya dan akan menghadapl masalah lIkulditas. Investasi modal kerja merupakan
proses terus-menerus selama perusahaan beroperasl, yang dipengaruhi oleh:

(1) tingkat investasl aktiva lancar perusahaan

(2) proporsi utang Jangka pendek yang digunakan

(3) tingkat Investasi pada setlap jenis aktiva lancar Sumber dana yang spesilfik dan komposisl
utang lancar yang harus dipertahankan.

42
PENENTUAN KEBUTUHAN MODAL KERJA

Kemudian pertanyaan yang muncul adalah berapa proporsi utang lancar dan utang jangka
panjang yang optimal, maka jawabnya adalah tidak ada kombinasi utang jangka pendek dan
utang jangka panjang yang optimal untuk semua perusahaan. Dalam memilih kebijakan
pemenuhan kebutuhan dana yang akan memaksimumkan kemakmuran peme- gang saham,
manajer keuangan juga harus mempertimbangkan faktor lain seperti varia- bilitas penjualan,
aliran kas yang akan mempengaruhi penilaian perusahaan. Dengan mengetahui adanya trade-
off antara profitabilitas dengan risiko untuk setiap alternatif pemenuhan kebutuhan dana maka
manajer keuangan harus dapat mengambil keputusan yang terbaik dalam investasi modal kerja
agar tujuan maksimisasi kemakmuran pemegang saham dapat tercapai. Terdapat beberapa
metode yang biasa dipergunakan untuk menentukan besarnya kebutuhan modal kerja seperti
(1) metode keterikatan dana, (2) metode perputaran modal kerja dan (3) metode aliran kas.
Ketiga metode tersebut sengaja dijelaskan dalam bab ini dengan harapan akan memberlkan
gambaran yang lebih mudah bagi para mahasiswa dan praktisi.

BAB 17 MANAJEMEN KAS DAN SURAT BERHARGA

Kas dan surat berhargs merupakan yenls akdiva yang paling likuid bagi pengusaha an.
Pengertian kas adalah seluruh uang tunal yang ada di tangan (cash on hand) dan dana yeng
disimpan di bank dalam berbegal bentuk seperti de posito, rekening koran Kas merupakan alat
tukar yang memungkinkan ma- najemen menjalankan berbagal kegiatan usahanya. Bahkan
tidak jarang bahwa dalan kenyataan, keberhasilan perusahaan untuk mempertahankan
kelangsungan usahanya tergantung pada kemampuan menyediakan kas untuk memenuhi
kewajiban finansial tepat pada waktunysa. Surat berharga merupakan Investasi jangka pendek
yang bersilat temporal, yang apabila perusahaan memerlukan kas dengan segera dapat dijual
atau diubah dalam bentuk kas. Pembicaraan manajemen kas akan meliputi tigs hol yaltu (1)
penentuan aktiva liquid yang optimal, (2) menentukan metode yang paling efisien dalam
pengendalian pengumpulan dan penggunaan dana dan yang (3) menentukan jenis investasi
jangka perdek yong tepat bagi perusahaan.

RISIKO DAN TINGKAT KEUNTUNGAN

Memang ada trade-off darl mempertahankan kas yang cukup. Namun keuntungan yang dapat
diharapkan dengan memiliki kas yang cukup adalah :

43
a. Memperoleh bunga dari investasi pada surat berharga. Manajemen surat berharga
b. Dengan memiliki kas yang cukup, perusahaan dapat memperoleh potongan pembelian.
c. Seringkali perusahaan memperoleh kesempatan pembelian yang lebih baik dengan
d. Perusahaan akan memperoleh ranking yang lebih baik dengan mempertahankan aktiva
yang dapat diharapkan dengan memiliki kas yang cukup

Risiko yang dihadapi perusahaan dengan mempertahankan kas yang kecil adalah terganggunya
kegiatan sehari-hari. Apa yang terjadi seandainya perusahaan mengalami kesulitan kas masuk,
maka pembayaran utang jangka pendek akan terganggu. Untulk menjamin agar tidak
mengalami kesulitan, maka diperlukan kas yang cukup. Pada saat yang sama secara aktf
perusahaan harus mempertahankan portofolo surat berharga untuk menjaga likuiditas
perusahaan.

ANGGARAN (BUDGET) KAS

Perusahaan mengestimasikan kebutuhan kas sebagai bagian dari proses penggang- garan secara
keseluruhan. Pertama perusahaan harus memproyeksikan kebutuhan untuk aktiva tetap dan
persediaan dengan waktu pembayaran yang harus dilakukan. Informasi ini kemudian
digabungkan dengan proyeksi penerimaan atau pengumpulan piutang, pembayaran pajak,
dividen, pembayaran bunga dan berbagai kewajiban lainnya. Selanjutnya informasi tersebut
dirangkum dalam anggaran kas yang menunjukkan proyeksi kas masuk dan proyeksi kas keluar
selama jangka waktu tertentu. Pada umumnya perusahaan meng- gunakan proyeksi anggaran
kas bulanan untuk tahun yang akan datang. Namun ada juga yang melengkapi dengan anggaran
kas mingguan dan bahkan harian untuk bulan yang akan datang. Tujuan anggaran kas ini tidak
lain adalah untuk pengendalian kas perusahaan.

Menentukan Kas yang Optimal

Kas dan surat berharga yang optimal sangat tergantung atas trade-off antara tingkat bunga
dengan blaya transaksi. Jika kondisi yang akan datang diketahui dengan pasti, maka akan
sangat mudah menentukan kas yang optimal. Apabila diperkirakan perusahaan kelebihan kas,
maka akan segera dilinvestasikan dalam bentuk surat berharga sepanjang tidak mempersulit
perusahaan untuk melakukan pembayaran. Jika tak ada biaya transaksi dan surat berharga dapat
diubah menjadi kas seketika, maka perusahaan sebenarnya tidak memerlukan kas.

44
BAB 18 MANAJEMEN PIUTANG

Dalam kondisi persaingan yang semakin tajam, akan memaksa perusahaan untuk berlomba
memberikan kemudahan dalam persyaratan penjualan. Ha ini dapat dilakukan misalnya dengan
mengubah syarat pembayarannya menjual produknya yang semula dengan cara tunai kemudian
asumsi langganan tidak mengubah Perusahaan dapat dian diubah dengan cara kredit. Dengan
demikian maka akan timbul piutang, sem longgar persyaratan yang diberikan tentunya deng
kebiasaan membayarnya maka akan semakin besar jumlah piutang yang dimiliki. Masalah
piutang ini menjadi begitu penting dalam kaitannya dengan perusahaan manakala harus
menentukan berapa jumlah piutang yang optimal? Di samping itu piutang juga harus dikelola
dengan efisien yang menyangkut tentang laba atau tambahan laba yang diperoleh dengan
perubahan kebijakan penjualan dengan beban yang timbul karena adanya piutang. Di dalam
bab ini akan dibicarakan analisis kredit yang menyangkut laba yang diperoleh dengan beban
yang timbul dengan adanya piutang itu. Memang terdapat trade of antara kedua hal tersebut,
apabila perusahaan menghendaki labanya meningkat maka jumlah piutang dapat diperbesar,
tetapi hal ini akan menimbulkan adanya beban seperti potongan kredit, piutang yang mungkin
tak dapat ditagih.

KEBIJAKAN MANAJEMEN PIUTANG

 Standar Kredit Standar kredit adalah salah satu kriteria yang dipakai perusahaan untuk
menyeleks para langganan yang akan diberl kredit dan berapa jumlah yang harus diberikan.
Hal ini menyangkut kebiasaan langganan dalam membayar kembali, kemungkinan
langganan tidak membayar kredit yang diberikan, dan rata-rata jangka waktu pembayaran
para langganan. Jangka waktu pengumpulan piutang adalah jangka waktu dari saat
terjadinya piutang sampai dengan pembayaran kembali piutang tersebut. Semakin lama
jangka waktu pe- ngumpulan piutang berarti semakin besar investasi pada piutang dan
biaya yang timbul juga semakin besar Selain itu kenalkan investasl pada piutang, kenaikan
piutang juga menimbulkan kenaikan piutang yang tak tertagih atau bed-debt. Perusahaan
dapat memperkirakan bed debt dengan memperhatikan keblasaan pada masa yang lampau.
Jadi pada prinsipnya untuk mengevaluasi kebijakan penjualan kredit yang harus
diperhatikan adalah besamya tambahan profit margin dibanding dengan tambahan biaya.
Ada dua komponen biaya yaitu biaya modal akibat agak panjang naiknya piutang dan
piutang yang tidak dapat ditagih. Untuk memberikan gambaran, berikut contoh perubahan
standar kredit pada sebuah perusahaan.

45
 Persyaratan Kredit Persyaratan kredit atau credit term adalah merupakan kondisi yang
disyaratkan untuk pembayaran kembali piutang dari para langganan. Kondisi tersebut
meliputi iama waktu pemberian kredit dan potongan tunai serta persyaratan khusus lainnya
seperti seasonal dating.
 Kebijakan Kredit dan Pengumpulan Piutang
Kita mengetahui bahwa kebijakan kredit dan pengumpulan piutang mencakup beberapa
keputusan: (1) kualitas account accepted, (2) periode kredit, (3) potongan tunai, (4)
persyaratan khusus dan (5) tingkat pengeluaran untuk pengumpulan piutang.
 Evaluasi terhadap Para Langganan
Perusahaan yang telah menjalankan kebijakan kredit dan pengumpulan piutang, dapat
melakukan evaluasi calon langganan yang baru dengan mendasarkan diri pada cara-cara
yang telah digunakan. Secara umum terdapat beberapa langkah dalam evaluasi calon
langganan:
1. Mengumpulkan informasi yang relevan tentang calon pelanggan.
2. Menganalisis kondisi calon atas dasar informasi yang diperolehnya.
3. Mengambil keputusan apakah calon langganan akan diberikan kredit atau tidak, dan
berapa jumlahnya.
 Mengumpulkan dan Menganalisis Informasi
Informasi yang diperlukan dalam kaitan dengan pemberian kredit sepe keuangan, bank, d
dapat dip rti: laporan an sumber lain seperti pusat data dan studi industri. Laporan
keuangan ergunakan untuk mengevaluasi prestasi calon di masa yang lampau dan
prospeknya di masa mendatang. Kekuatan apa yang dimiliki serta hambatan yang dihadapi
pelanggan Melalui pusat data dan studi industri kita dapat juga memperoleh informasi
tentang posisinya dalam industri. Di samping itu dapat juga diketahui pola pembayaran di
masa yang lalu, kepemilikan, lokasi, jenís produk yang dihasilkan serta variabel lain yang
relevan. Untuk memberikan kredit biasanya cara yang paling mudah dan ini sering
dilakukan oleh bank adalah dengan syarat the five Cs of Credit dan three Rs of Credit
yakni: Character, Capacity, Capital, Collateral, Conditions dan Rate of Return, Risk
Abiaring, Repayment Capacity.

BAB 19 MANAJEMEN PERSEDIAAN

Ditinjau dari segi neraca persedlaan adalah barang-barang atau bahan yang masih tersisa pada
tanggal neraca, atau barang-barang yang akan segera dijual, digunakan atau diproses dalam

46
periode normal perusahaan. Sifat dan wujud persedlaan sangat bervariasi tergantung sifat, jenis
dan bidang usaha perusahaan. Persediaan bagi perusahaan yang satu mungkin bukan
merupakan persediaan bagi perusahaan yang lain. Misalkan mobil, bagi perusahaan dagang
kendaraan bermotor merupakan persediaan tetapi bagi perusahaan suatu transportasi itu
merupakan aktiva tetap.

JENIS PERSEDIAAN

Jenis persediaan dalam suatu perusahaan akan nampak dalam rekening persedlaan yang
digunakan pada akhir periode. Jenis persediaan yang ada dalam perusahaan akan tergantung
dengan jenis perusahaan. Sebagai contoh perusahaan jasa persediaan yang biasanya timbul
seperti: persediaan bahan pembantu atau persediaan habis pakai, yang termasuk di dalamnya
adalah kertas, karbon, stampel, tinta, buku kuitansi, meterai. Sedangkan untuk perusahaan
manufaktur jenis persediaannya meliputi persediaan bahan pembantu, persediaan barang jadi,
persediaan barang dalam proses dan persediaan bahan baku.

AKUNTANSI PERSEDIAAN

Bagi setiap perusahaan sangat penting untuk menentukan besarnya harga pokok produksi
barang yang dijual dengan tepat. Ketidakmampuan untuk menentukan atau mengidentifikasi
harga pokok produksi yang melekat pada barang yang dihasilkan akarn menyulitkan dalam
penentuan harga jual atau pricing policy. Boleh dikatakan bahwa pricing policy hanya
merupakan penurunan darl penentuan harga pokok produksi. Salah satu komponen harga
pokok produksi adalah persediaan. Terdapat empat metode untuk menentukan persediaan:
identifikasi secara speslfik, first-in first-out (FIFO), last-in first-out (LIFO, dan rata-rata
tertimbang atau weighted average.

BAB 20 MANAJEMEN KEUANGAN UNTUK BISNIS NONLABA

BISNIS LABA VERSUS BISNIS NONLABA

Jika kita berbicara bisnis atau penusahaan, maka apa yang muncul dalam pemikiran kita adalah
suatu bentuk perusahaan atau bisnis yang dimiliki oleh investor (investors owned) atau bersifat
mencari laba (profit motif. PT Sari Husada adalah salah satu perusahaan yang dimiliki oleh
investor. Investor menjadi pernilik dengan cara membeli saham perusahaan baik melalul
penawaran pertama atau initial public offering (IPO) maupun melalui transaksi di pasar

47
sekunder. Perusahaan yang dimiliki Investor miliki tiga karakteristik: (a) pemegang saharmnya
Jelas dan mereka mengendalikan perusahaan melalui board of directors, (b) keleblhan bersth
pendapatan atas semua blaya atau laba merupakan hak pemegang saham, sehingga manajer
mempunyel tanggung jawab tunggal terhadap pemegang saham, dan (c) perusahaan harus
membayar palak penghasilan yang bersifat progresif sesual dengan undang-undang perpajakarı
yang berlaku Sementara itu bisnis nonlaba sepertl rumah sakit, tldak perlu membayar pajak
dan karakteristik utama bisnis nonlaba adalah bahwa (a) pengendalian berada di board of
trustees, (b) bisnis nonlaba tidak mempunyal pemegang saham atau shareholders, (c) tidak ada
grup atau Individu yang memiliki hak atas laba, (d) tldak ada pihak luar yang mengendalikan
perusahaan. Dari segi struktur organlsasl perusahaan, baik laba maupun bisnis nonlaba dapat
menggunakan pendekatan yang sama. Dillhat dari seg tujuan perusahaan maka terdapat
perbedaan antara bisnis yang mencari laba dengan bisnis nonlaba. Tujuan utama perusahaan
yang mencari laba adalah memaksimumkan kemak muran pemegang saham atau shareholders'
wealth maximlzation, yang diterjemahkan dalam maksimisasi harga saham. Sementara itu
bisnis nonlaba bertujuan melayani beberapainve kelompok stakeholders, yang anggotanya
lebih luas darlpada stockholders. Stakeholders meliputi board of trustees, manaler, pegawal
atau karyawan, kreditur, supplier, konsumen, dan masyarakat sekitar.

BAB 21 MANAJEMEN KEUANGAN MUKTINASIONAL

MANAJEMEN KEUANGAN MULTINASIONAL VERSUS MANAJEMEN


KEUANGAN DOMESTIK

Secara teoritis tidak ada bedanya antara manajemen keuangan perusahaan multina- dengan
manajemen keuangan perusahaan domestik. Tujuan utama manajemen keuangan adalah untuk
memaksimumkan kemakmuran pemegang saham melalui maksimi sasi nilai perusahaan.
Namun demikian beberapa masalah yang timbul dalam perusahaan multinasional mungkin
tidak dijumpai dalam perusahaan domestik. Terdapat enam faktor yang membedakan
manajemen keuangan untuk perusahaan multinasional dengan manaje- sional men keuangan
perusahaan domestik.

(a) kas dari anak perusahaan di berbagai negara terdiri atas beberapa mata uang yang berbeda,
dengan demikian analisis nilai tukar (exchange rates) dan pengaruh perubahan nilai mata uang
harus diperhatikan dalam perbedaan denominasi mata uang aliran analisis keuangan;

48
(b) ramifkasi legal dan ekonomi - setiap negara di mana perusahaan beroperasi mem- punyal
institusi ekonomi dan politik yang unique, dan perbedaan ini menimbulkan masalah serius bagi
holding company yang ingin mengkonsolidasikan operasi anak perusahaan di berbagai negara.
Sebagai contoh, perbedaan sistem perpajakan mempunyai dampak yang besar dalam
penyelesalan transaksi Internasional. Bahkan tidak jarang perbedaan tersebut menghambat
fleksibilitas perusahaan multinasional dalam alokasi sumber dayanya.

49
BAB IV

PEMBAHASAN

A. Kelebihan

Buku ini dilengkapi materi proyeksi aliran kas dan metode penilaian investasi. Buku
ini juga banyak membahas mengenai investasi dan dapat dilihat ini pembasanya sampai
mendalam dan dapat membantu kita untuk melakukan investasi, seperti bagaimana awal
memulai investasi dan lain sebagainya. Dalam bab 9 juga membahas menganai pasar modal
yaitu saham. Bab 11 membahas mengenai materi kebijakan deviden yang sangat luas
cakupanya dari mulai teori kebijakan deviden sampai kelebihan dan kelemahan kebijakan
deviden. Buku ini membahas mengenai sumber dana jangka panjang dan sumber dana jangka
pendek. Isi buku ini juga membahas tentang perdagangan opsi, merger dan berorganisasi. Buku
banyak membahas mengenai saham dan bagaimana cara mengendalikan saham dan
keuntungan bermain saham dan resiko nya jika menanamkan modal didalam pasar modal yang
berupa saham maupun surat berharga. Buku ini juga dilengkapi dengan pertanyaan setiap
babnya.

B. Kelemahan

Dalam penulisan daftar isi yang sangat tidak rapi yang membuat minat dalam membaca
berkurang

50
DAFTAR PUSTAKA

Sartono Agus, R. 2016. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi Edisi. Yogyakarta: BPFE-
YOGYAKARTA.

51