Anda di halaman 1dari 12

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................... i


DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii
DAFTAR TABEL ................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ....................................................................................... 1
1.2 Tujuan .................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN ..................................................................................... 2
2.1 Pengertian Bunga ................................................................................... 2
2.2 perkembangbiakan Bunga...................................................................... 3
2.3 fungsi bunga .......................................................................................... 5
2.4 bagian-bagian bunga.............................................................................. 6
BAB V PENUTUP ............................................................................................... 11
5.1 Simpulan ................................................................................................ 11
5.2 Saran ...................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 12
BAB I
PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang
tumbuhan merupakan makhluk hidup yang tidak mempunyai alat gerak aktif. Perlu
adanya alat bantu dalam proses reproduksi untuk menghasilkan keturunan. Bunga (flos) atau
kembang adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga. Organ
reproduksi(benang sari dan putik) terdapat pada bunga. Bunga berfungsi utama
menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga.
Morfologi tumbuhan berguna untuk mengidentifikasi tumbuhan secara visual,
dengan begitu keragaman tumbuhan yang sangat besar dapat dikenali dan diklasifikasikan
serta diberi nama yang tepat untuk setiap kelompok yang terbentuk, dapat mempermudah
kita dalam menentukan metode pemuliaan yang dapat diterapkan serta dapat menentukan
jenis penyerbukannya.Proses penting dalam daur hidup suatu tanaman adalah penyerbukan
dan pembuahan.Penyerbukan (pollination) merupakan peristiwa melekatnya serbuk sari ke
kepala putik.Penyerbukan merupakan tahap awal dari terbentuknya individu atau tanaman
baru.Penyerbukan dapat terjadi secara alami dengan bantuan angin, air, manusia, serangga
atauhewan lainnya dan lain-lain
Tumbuhan yang ada dimuka bumi ini banyak sekali jenisnya. Setiap jenis tumbuhan
itu memiliki struktur yang berbeda-beda. Begitu juga dengan organ tumbuhan, seperti akar,
batang, daun dan bunga yang memiliki struktur yang berbeda-beda.
Bunga adalah pucuk yang termodifikasi, disebut demikian karena
menunjukan beberapa perubahan dalam pengaturan apeks pucuk. Bunga dianggap ranting
yang bersumbu pendek dengan daun-daun yang merapat dan memiliki bentuk khas sesuai
fungsinya. Bunga merupakan bagian organ yang berbentuk sangat bervariasi. Bunga
dikatakan sempurna jika dalam satu bunga terdapat putik dan benang sari (kedua sel gamet.
Bunga juga dikatakan lengkap jika terdapat bagian lainnya seperti kepala putik, tangkai
putik, bakal buah, kepala sari, tangkai sari, mahkota, kelopak, dasar bunga dan tangkai
bunga.

1.2. Tujuan Masalah


1) Untuk mengetahui pengertian Bunga ?
2) Untuk mengetahui macam perbungaan ?
3) Untuk mengetahui bagian penting pada Bunga ?
4) Untuk mengetahui kelamin pada Bunga ?
5) Untuk mengetahui struktur bunga
1.3. Rumusan Masalah
1) Apa yang dimaksud Bunga ?
2) Bagaimana perkembangbiakan Bunga ?
3) Apa saja fungsi Bunga ?
4) Apa saja Variasi Dan Aestifasi Bunga?
5) Apa saja bagian-bagian Bunga ?
6) bagaimana Jumlah Bunga dan Letaknya pada Suatu Tumbuhan?
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Bunga


Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan
oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu.
Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis
diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan
ketersediaan air.
Bunga adalah pucuk yang termodifikasi, disebut demikian karena menunjukan
beberapa perubahan dalam pengaturan apeks pucuk. Bunga dianggap ranting yang bersumbu
pendek dengan daun-daun yang merapat dan memiliki bentuk khas sesuai fungsinya. Bunga
merupakan bagian organ yang berbentuk sangat bervariasi.
Bunga dikatakan sempurna jika dalam satu bunga terdapat putik dan benang sari
(kedua sel gamet. Bunga juga dikatakan lengkap jika terdapat bagian lainnya seperti kepala
putik, tangkai putik, bakal buah, kepala sari, tangkai sari, mahkota, kelopak, dasar bunga
dan tangkai suatu bunga dikatakan lengkap jika memiliki bagian utama bunga yaitu:

 Kelopak bunga atau calyx


 Mahkota bunga atau corolla yang biasanya tipis dan dapat berwarna-warni untuk
memikat serangga yang membantu proses penyerbukan
 Alat kelamin jantan atau androecium (dari bahasa Yunani androsoikia: rumah pria)
berupa benang sari
 Alat kelamin betina atau gynoecium (dari bahasa Yunani gynaikos oikia:"rumah
wanita") berupa putik.

Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya
terdapat bakal buah (owarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovolum, jamak
ovula)yang membawa gamet betina dikantung embrio.pada ujung putik terdapat kepala putik
atau stigma untuk menerima serbuk sari atau pollen. Tangkai putik atau stylus berperan
sebagai jalan bagi pollen menuju bakal bakal buah. Walaupun struktur bunga yang
dideskripsikan di atas dikatakan sebagai struktur tumbuhan yang "umum", spesies tumbuhan
menunjukkan modifikasi yang sangat bervariasi. Modifikasi ini digunakan botani untuk
membuat hubungan antara tumbuhan yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh, dua
subkelas dari tanaman berbunga dibedakan dari jumlah organ bunganya:
tumbuhan dikotil umumnya mempunyai 4 atau 5 organ (atau kelipatan 4 atau 5) sedangkan
tumbuhan monokotil memiliki tiga organ atau kelipatannya.

2.2 Perkembangbiakan bunga

Pembuahan sel telur dan perkembangannya hanya akan terjadi jika butir serbuk sari
sampai kepada stigma. Penyerbukan ialah jatuhnya serbuk sari dari kepala sari kepada
kepala putik (Stigma). Penyerbukan berbeda dengan pembuahan, penyerbukan adalah
peleburan gamet jantan dan gamet betina. Penyerbukan ada dua macam, yaitu penyerbukan
sendiri dan penyerbukan silang.
Penyerbukan sendiri adalah proses penyerbukan kepala putik oleh serbuk sari yang
berasal dari bunga itu sendiri atau dari bunga lain pada tumbuhan yang sama.
Penyerbukan silang ialah proses perpindahan serbuk sari dari anther bunga tumbuhan ke
stigma bunga tumbuhan lain yang sama atau species yang berkerabat. Penyerbukan dapat
dibantu oleh angin dan serangga, burung, keong, dan binatang kecil lain. Contoh tanaman
yang menyerbuk sendiri adalah gandum, jelai, padi, kedelai dan lain-lain. Penyerbukan
silang lebih umum terjadi dibanding dengan penyerbukan sendiri.
Penyerbukan silang menghasilkan kombinasi satuan keturunan yang lebih beragam dari
keduanya. Pengaruh langsung dari penyerbukan silang adalah banyaknya species dari
produksi biji yang dihasilkan dan bersifat lebih kuat dari turunannya.

2.3 Fungsi bunga

Bunga (flos) atau kembang adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga
(divisio Magnoliophyta atau Angiospermae. Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang
sari dan putik). Bunga secara sehari-hari juga dipakai untuk menyebut struktur yang
secara botani disebut sebagai bunga majemukatau inflorescence. Bunga majemuk adalah kumpulan
bunga-bunga yang terkumpul dalam satu karangan. Dalam konteks ini, satuan bunga yang
menyusun bunga majemuk disebut floret.
berfungsi utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahanberlangsung pada bunga.
Setelah pembuahan, bunga akan berkembang menjadi buah. Buah adalah struktur yang
membawa biji.
Fungsi utama bunga bagi tanaman itu sendiri adalah untuk menghasilkan buah. Proses
pembuahan ini akan menghasilkan biji. Pembuahan pada bunga harus melalui proses penyerbukan,
lalu pembuahan dan selanjutnya pembentukan biji. Pembuahan dilakukan agar dapat
memperbanyak bunga yang tumbuh.
Fungsi bunga juga terletak pada wanginya yang khas dan semerbak. Hal ini berguna untuk
memikat hewan serangga yang membantu proses penyerbukan. Serangga seperti kupu-kupu sangat
menyukai wangi, bentuk dan warna-warna bunga yang bervariasi. Kupu-kupu juga menyukai madu
yang ada di dalam kepala putik.
Fungsi bunga yang lain yaitu sebagai tanaman hias. Orang-orang menggunakan tanaman bunga
untuk menghiasi taman, kebun, halaman rumah, halaman perkantoran, bahkan di pinggir-pinggir
jalan. Tanaman hias bunga beraneka ragam dan variasinya bila dibudidayakan, dapat dengan cara
pencangkokan dan penyilangan antara bunga yang sejenis.Selain digunakan sebagai tanaman hias,
orang-orang senang dimanjakan dengan warna-warna bunga atau hanya sekedar mencium
wanginya.
Bunga juga digunakan oleh orang-orang dalam suatu kesempatan ataupun acara-acara
penting. Misalnya saja pada pesta pernikahan, sebagai dekorasi dan hiasan. Bunga juga dapat
digunakan pada pesta-pesta lainnya, atau bahkan upacara pemakaman seseorang yang meninggal.
Bunga juga sering digunakan oleh orang-orang hanya sekedar untuk mempercantik ruangan di
dalam rumahnya. Fungsi bunga lainnya yaitu dijadikan korsase atau bros yang dapat dipakai oleh
orang-orang yang ingin mempercantik penampilannya.
Selain memiliki keindahan, tanaman bunga juga ada yang menghasilkan makanan, sayuran dan
rempah-rempah, minuman dan bahan obat-obatan.

2.4 Variasi Dan Aestifasi Bunga

Alat Kelamin dan Kelengkapannya


1. Bunga lengkap, yaitu bunga yang mempunyai sepal, stamen, dan pistilum. Bunga tidak
lengkap, yaitu bunga yang tidak memliki salah satu atau lebih bagian-bagian tersebut.
2. Bunga banci (bisexual), yaitu bunga yang memiliki alat kelamin jantan dan betina.
Sedangkan bunga yang hanya memiliki salah satunya disebut bunga unisexual : bunga
jantan (flos maskulus), dan bunga betina (flos femineus).
3. Bunga mandul, yaitu bunga yang tidak memiliki alat kelamin. Seperti bunga pita pada
bunga matahari.
4. Bunga yang mengalami adnasi adalah bunga yang memiliki bagian-bagian yang
menyatu.
Bunga tediri dari:
1. Perhiasan bunga (periantum), yang terdiri dari:
a. Sepal/daun kelopak (sepalum, jamak sepala). Keseluruhan daun kelopak
disebut kaliks (calix).
b. Petal/daun mahkota (petalum, jamak petala). Keseluruhan petal (daun mahkota)
disebut korola (corola).
c. Perigonium/tenda. Bila bentuk sepal dan petal tidak dapat dibedakan maka
disebut tepal (tepalum, jamak tepala).
2. Alat kelamin yang terdiri dari:
a. Stamen atau benang sari. Keseluruhan stamen bunga disebut androecium.
Bagiannya adalah kepala sari (anthera) yang berisi serbuk sari (pollen) serta tangkai
sari (filamen).
b. Pistilum (putik) terdiri dari ovarium, stilus dan stigma. Ovarium disusun oleh
karpel atau daun buah. Umumnya berjumlah lebih dari satu. Jika bunga memiliki
satu karpel arau lebih yang semuanya bersatu maka karpel tesebut disebut pistilum.
Didalam ovarium terdapat bakal biji (ovulum).

Sepal atau petal


Jika sepal berlekatan dengan sepal yang lain disebut sinsepal, yang akan membentuk tabung
kaliks atau bersatu pada pangkalnya saja. Bila petanya terpisah satu sama lain disebut
koriopetal.
Stamen
Bila semua stamen menyatu pangkal sarinya sehingga berbentuk tabung da menjadi
berbekas satu disebut monodelphous. Bila berbekas dua disebut diadelphous, dan bila
berbekas banyak disebut polydelphous.
Karpel
Bila semua karpel menyatu sehingga pada tepinya terdapat singkap, maka pistilum
berstruktur majemuk. Bila karpel menyatu di tepi-tepinya maka tidak akan terdapat sekat di
dalam ruang ovarium.
Adnasi
Adnasi yang terjadi antara sepal dan petal akan membentuk tabung perianthium. Pada adnasi
antara sepal dan stamen, petal tidak ada sehingga tangkai sari melekat pada tabung kaliks.
Berdasarkan alat kelamin bunga yang terdapat pada satu tumbuhan, maka tumbuhan dapat
dibedakan mejadi:
a. Berumah satu (monoecus/monoecious), yaitu tumbuhan yang mempunyai bunga jantan
dan bunga betina dalam satu individu.
b. Berumah dua (dioecus/dioecious), jika bunga janta dan bunga betina terletak pada
individu berbeda.
c. Poligami (polygamus), jika suatu tumbuhan terdapat bunga jantan, bunga betina dan
bunga banci seperti pada pepaya. Ada beberapa macam sifat poligami:
1) Gynodeoecus, jika pada satu individu hanya terdapat bunga betina saja, sedangkan pada
individu lain bunga banci. Contoh pada Labiate.
2) Androdeiocus, jika pada satu individu terdapat bunga jantan saja sedangkan pada
individu lain tedapat bunga banci. Contoh pada Dyras octopelata.
3) Monoeco-polygamus, jika pada satu ndividu terdapat bunga jantan, betina, dan banci
bersama-sama. Contoh pada pepaya.
4) Gynomonoecus, jika pada satu individu terdapat bunga betina da bunga banci
bersama-sama.
5) Trioecus atau trioeco-polygamus, jika bunga jantan, betina, dan banci terpisah pada
individu ynag berlainan.
Aestifasi
Aestifasi merupakan tata letak daun kelopak dan mahkota tehadap sesamanya. Variasi
susunan daun kelopak dan mahkota antara lain sebagai berikut:
1. Terbuka (aperta), jika tepi daun kelopak atau mahkota tidak bersenuhan sama sekali.
2. Berkatup (valvata), jika tepi daun kelopak atau mahkota tidak bertemu (bersentuhan)
tapi tidak berlekatan.
3. Berkatup dengan tepi melipat kedalam (induplicativa).
4. Berkatup dengan tepi melipat keluar (reduplicativa)
5. Menyirap (impricata), tepi saling menutup seperti genting. Susunan yang saling
meutupi ini dapat dibedakan sbb:
a) yang terpuntir satu arah (convulata)
b) mengikuti rumus 2/5 (quniacuncialis)
c) coclearis (koklearis), jika daun mahkota atau kelopak satu di dalam dan satu di luar.

2.5 Bagian-Bagian Bunga


Bunga majemuk
Bunga majemuk dapat dibedakan dari cabang yang mendukung sejumlah bunga di
ketiaknya. Pada suatu bunga majemuk lazimnya dapat di bedakan dari bagian-bagian
berikut:
1) Bagian-bagian yang bersifat seperti batang atau cabang, yaitu:
a. Ibu tangkai bunga (pedunculus comunis atau rachis), yaitu bagian yang biasanya merupakan
terusan batang atau cabang yang mendukung bunga majemuk tadi. Ibu tangakai ini dapat
bercabang, dan cabang-cabanagnya bercabang lagi, dapat pula tidak bercabang.
b. Tangkai bunga (pedicellus), yaitucabang ibu tanngkai yang mendukung bunganya.
c. Dasar bunga (receptacullum), yaitu ujung tangkai bunga yang mendukung bagian-bagian
bunga lainnya.
Dasar Bunga (receptaculum)
Dasar bunga (receptaculum) merupakan ujung tangkai bunga tempat melekatnya
bagian-bagian bunga seperti calyx, corola, stamen, dan ovarium. Dasar bunga biasanya
berukuran kecil dan letak perhiasan bunga merapat pada dasar bunga dengan ruas yang
pendek sekali.
Dasar bunga dapat megalami perkembangan sebagai berikut:
a.Hipantium (hipanthium). Jika dasar bunga berbentuk seperti cangkir atau tabung. Calyx,
corola, dan stamen melekat di tepinya. Contoh pada bunga ros.
b.Torus. Dasar bunga berbentuk kuba yang tinggi dan bakal buah melekat di sisi-sisinya.
Contoh pada Passifloraceae.
c. Antofor (anthophore). Jika ruas dasar bunga diantara kelopak dan bagian lain dari bunga
menjadi panjang. Contoh pada bunga anyelir.
d. Androginofor (androgynophore). Jika dasar bunga memanjang diantara hiasan bunga da
mendukung benang sari serta putik. Contoh pada Passiflora.
e. Androfor (androphore). Jika sumbu dasar bunga memanjang di antara hiasan bunga dan
mendukung benang sari, ditemukan pada bunga jantan seperti pada Myristica corticosa.
f. Ginofor (gynophore). Jika sumbu dasar memanjang dan mendukung putik. Seperti pada
bunga cempaka.
g. Discus atau cakram (discus). Tonjolan yang tumbuh di dasar bunga. Diskus seringkali
menghasilkan sekret. Diskus bisa berbentuk tipis dan tak mencolok serta melapisi bagian
dalam hipantium. Namun ada pula diskus yang membentuk dasar yang tebal bagi bakal
buah, dan bisa berkembang berbentuk cincin , bantal, atau struktur yang terbagi-bagi.
Kelopak (calyx)
Kelopak merupakan daun-daun hiasan bunga yang terletak pada lingkaran bunga
paling luar. Kelopak tersusun dari daun-daun kelopak (sepala) yang mempunyai sifat:
1. berlekatan (gamosepalus)
2. berbagi (paritus)
3. bercangap (fissus)
4. berlekuk(labotus)
5. lepas dan bebas (polysepalus)
6. beraturan atau aktinomorf
7. setangkup tunggal atau zigomorf
Tajuk Bunga atau Mahkota Bunga (Corolla)
Bagian-bagian tajuk bunga dinamakan daun tajuk (petala), menunjukkan sifat yang
berbeda-beda pula:
a. Berlekatan (sympetal, gamopetalus, atau monopetalus)
b. Lepas atau bebas (choriopetalus, dialypetalus, atau polypetalus). Dalam hal ini, setiap
daun tajuk dapat dibedakan :
1) Kuku daun tajuk
2) Helaian daun tajuk
Tajuk bunga bentuknya bermacam-macam, dan berdasarkan simetri bunga dapat dibedakan:
a. Beraturan (regularis). Bila tajuk bunga dapat dibagi menjadi dua bagian yang sama atau
setangkup dengan beberapa cara , meliputi bentuk-bentuk bintang, tabung, terompet,
mangkuk, corong.
b. Setangkup tunggal, bersimetri satu atau monosimetris. Jika tajuk bunga hanya dapat
dibagi menjadi dua bagian yang setangkup dengan satu cara, seperti pada bunga yang
bertaji, berbibir, seperti kupu-kupu, bertopeng atau berkedok, pita.
Tenda Bunga
Tenda bunga dalah hiasan bunga yang tidak dapat dibedakan anatra kelopak
dan tajuk bunganya. Bagian-bagian yang menyusun tenda bunga disebut daun tenda bunga
(tepala).
Menurut bentuk dan dan warnanya, tenda bunga dapat dibedakan:
1. Serupa kelopak (calycinus)
2. Serupa tajuk (corollinus)
Benang Sari (Stamen)
Benang sari adalah alat kelamin janatn. Pada benang sari dapa dibedakan 3 bagian yaitu:
angkai sari (filamentum), kepala sari (anrhera), dan penghubung benang sari(connectivum).
Duduk benang sari dapat dibedakan dalam 3 golongan:
1. Duduk pada dasar bunga (thalamiflorae)
2. Tampak seperti duduk di atas kelopak (calyciflorae)
3. Tampak duduk di atas tajuk bunga (corolliflorae)
Jumlah benang sari umumnya dibedakan 3 golongan:
1. Benang sari banyak atau lebih dari 20 benang sari
2. Benang sari dua kali lipat jumlah tajuknya,biasanya tersusu dalam dua lingkaran dan
ada dua kemungkinan:
a. diplostemon, pada lingkaran luar berseling dengan daun tajuk.
b. obdiplostemon, pada lingkarn dalam berseling dengan daun tajuk.
3. Benang sari sama banyak dengan daun tajuk atau kurang, duduknya ada yang episepal
(berhadapan dengan daun kelopak), dan ada yang epipetal (berhadapan dengan daun tajuk).
Berdasarkan panjangnya, benang sari dapat dibedakan:
Tangkai Sari( filanentum)
Tangkai sari biasanya duduk terpisah-pisah diatas dasar bunga, namun ada pula yang
bersatu:
1. berbekas satu atau bertukal satu (monodelphus)
2. berbekas dua atau bertukal dua (diadelphus)
3. berbekas banyak atau bertukal banyak (polyadelphus).
Kepala Sari (anthera)
Daun kepala sari duduk pada tangkai sari bermacam-macam seperti: tegak (innatus),
menempel (adnatus), dan bergoyang (vertasilis).
Putik
Putik disusun oleh daun buah (carpellum), dan daun-daun sebagai keseluruhan yang
menyusun putik dinamakan gynaecium. Putik merupakan alat kelamin betina yang salah
satu bagiannya mengandung sel telur atau bakal biji (ovulum) yang akhirnya akan menjadi
biji (semen).
Putik terdiri dari tiga bagian yaitu : kepala putik (stigma), tangkai putik (sylus), dan bakal
buah ovarium)
Bakal buah (ovarium), menurut letaknya pada dasarnya bunga dapat dibedakan :
a. Bakal buah menumpang (superus)
b. Bakal buah setengah tenggelam (semi inferus)
c. Bakal buah tenggelam (inferus)
Jumlah ruang yang terdapat dalam suatu bakal buah :
a. Beruang satu (inilocular)
b. Beruang dua ( bilocularis)
c. Beruangn tiga (trilocularis)
d. Beruang banyak (multilocularis)
Tembuni adalah bagian bakal buah yang menjadi pendukung bakal biji. Menurut letaknya
tembuni dibedakan menjadi :
1. Marginal (marginalis). Letaknya pada tepi daun buah
2. Laminal (laminalis), letaknya pada helaian tepi daun buah
Untuk bakal buah yanghanya satu ruang maka letak tembuninya adalah :
a. Parietal (parietalis), yaitu hanya pada dinding daun buah yang dapat pula dibedakan
1. pada dinding di tepi daun buah (parietalis-marginalis)
2. pada dinding di helaian daun buah (parietalis-laminalis)
b. Sentral )centralis atau axilis), yaitu di pusat atau diporos
c. Aksilar (axilaris), yaitu di sudut tengah.
Kepala putik (Stigma)
Bentuk kepala putik beraneka ragam, biasanya disesuaikan dengan cara penyerbukan pada
bunga
a. Seperti benang, pada bunga jagung
b. Seperti bulu ayam, pada bunga padi
c. Seperti bulu-bulu, pada kecipir
d. Bulat, pada jeruk
e. Bermacam bentuk lain, seperti bentuk bibir, cawan, serupa daun mahkota
Tangkai kepala putik (stylus)
Tangkai putik biasanya berbentuk buluh yang di dalamnya berongga. Stylus ada yang
panjang dan ada yang pendek bahkan ada yang tidak mempunyai stylus (sangat pendek
sekali), ada yang bercabang dan ada yang tidak, tapi ujung yang bercabang mendukung
stigma.
2) Bagian-bagian yang bersifat seperti daun
a. Daun daun pelindung (bractea), yaitu bagian-bagian serupa daun yang dari ketiaknya muncul
cabang-cabang ibu tangkai atau tangkai bunganya.
b. Daun tangkai (bracteola), yaitu satu atau dua daun kecil yang terdapat pada tangkai bunga.
c. Selundang bunga (spatha), yaitu daun pelindung yang besar, yang seringkali menyelubungi
seluruh bunga majemuk sebelum tumbuh. Contohnya bunga kelapa (cocosnucifera L).
d. Daun–daun pembalut (bractea involucralis), yaitu sejumlah daun-daun pelindung yang tersusun
dalam saurtu lingkaran. Contohnya bunga matahari (halliantus annuus L).
e. Kelopak tambahan (eoicalyx), yaitu bagian-bagian serupa daun yang berwarna hijau, tersusun
dalam suatu lingkaran dan terdapat di bawah kelopak.
f. Daun-daun kelopak (sepaele)
g. Daun-daun mahkota atau daun tajuk (petalae)
h. Daun-daun tenda bunga (tepaele)
i. Benang-benang sari (stamina)
j. Daun-daun buah (carpella)

Sifat sifat bunga majemuk dapat di bedakan menjadi tiga golongan yaitu :
· Bunga majemuk berbatas (inflorencia racemosa), yaitu bunga majemuk yang ibu tangkainya
dapat tumbuh terus, dengan cabang-cabang yang dapat tumbuh terus dengan cabang-cabang yang
dapat bercabang lagi atau tidak, dengan mempunyai susunan ‘’acropetal’’ (semakin muda semakin
dakat dengan ujung ibu tangkai), dan bunga-bunga pada bunga majemuk ini mekar berturut-turut
dari bawah ke atas. Bunga majemuk tak berbatas terdapat misalnya pada: kembang merak
(caesalpinia pulcherrima swartz), mangga (mangipera indica L).
· Bunga majemuk berbatas(inflorescentia cymosa), yaitu bunga majemuk yang ujung ibu
tangkainya selalu di tutup dengan suatu bunga, jadi ibu tangkai mempunyai pertumbuhan tangkai
terbatas.
· Bunga majemuk campuran (inflorecentia mixta),yaitu bunga majemuk yang memperlihatkan
baik sifat-sifat bunga majemuk berbatas maupun bunga majemuk tak berbatas.
2.6. Jumlah Bunga dan Letaknya pada Suatu Tumbuhan
Berdasarkan jumlah bunga yang dihasilkannya, tumbuhan dibagi menjadi 2 macam,
yaitu :
1. Tumbuhan berbunga tunggal (planta uniflora), yaitu tumbuhan yang hanya
menghasilkan satu bunga saja pada satu tangkai, biasanya terdapat pada ujung
batang.
2. Tumbuhan berbunga banyak (planta multiflora), yaitu tumbuhan yang hanya
menghasilkan lebih dari satu bunga dalam satu ibu tangkai bunga. Sebagian bunga
terdapat dalam ketiak-ketiak daun dan sebagian pada ujung batang atau cabang-
cabang.Menurut tempatnya pada tumbuhan, kita dapat membedakan :
1. Bunga pada ujung batang (flos terminalis), misalnya kembang merak (Caesalpinia
pulcherrima Swartz.)
2. Bunga di ketiak daun (flos lateralis atau flos axillaris), misalnya kembang sepatu
(Hibiscus rosa-sinensis)
2.7. Jenis-Jenis Bunga
Jika ditinjau dari kelengkapan bagian bunga dan alat kelamin bunga, maka dapat
dibedakan menjadi 4 bagiah yaitu bunga lengkap, bunga tidak lengkap, bunga sempurna dan
tidak sempurna. Keempat jenis bunga ini akan kita bahas satu persatu.

1. Bunga Lengkap

Bunga lengkap yaitu salah satu jenis bunga yang memiliki 9 bagian bunga (seperti
penjelasan diatas). Ini artinya adalah seluruh bagian bunga ada diataranya induk tangkai
bunga, tangkai bunga, dasar bunga, daun pelindung, daun tangkai bunga, kelopak bunga,
mahkota bunga, benang sari dan putik bunga.
Contoh dari bunga lengkap yaitu bunga kembang sepatu, bunga bakung, tembakau, mawar,
melati, dan terung.
2. Bunga Tidak Lengkap

Dikatan bunga tidak lengkap ialah tidak utuhnya salah satu satu dari 9 bagian bunga yang
ada, bisa itu dari perhiasan dan juga alat kelamin bunga. Bunga tidak lengkap dibedakan
menjadi dua kelompok.
 tidak memiliki bagian mahkota bunga atau kelopka bunga. Bunga dengan jenis ini uga
disebut dengan bunga telanjang. Contohnya bunga kamboja dan bunga kelapa
 merupakan jenis bunga yang hanya memiliki satu kelamin saja. Jenis bunga seperti ini
biasanya disebut bunga berkelamin tunggal. Karena hanya tersdiri dari bunga jantan dan
ungabetina.Contohnya bunga mentimun dan bungan salak. Namun ada juga bunga tidak
berkelamin atau disebut bunga mandul. Misalnya saja bunga pita pada bunga matahari.

3. Bunga Sempurna

suatu jenis bunga dikatakan bunga sempurna ialah memiliki banyak fungsi dan bagian
bunga yang paling komplit. Ini disebabkaan karena memiliki bagian mahkota dan kelopak
bunga. Namun di dalam bunga sempurna juga memiliki dua organ kelamin sehingga ini
sering diistilahkan dengan bunga hermaprodit.
Contoh dari bunga sempurna adalah bunga matahari dan bunga mawar. Kedua jenis bunga
ini memiliki bagian dan fungsi yang paling komplit.

4. Bunga Tidak Sempurna


Bunga jenis ini hanya memiliki satu alat reproduksi saja, misalnya hanya ada alat kelamin
jantan (benang sari ) atau alat kelamin betinan (putik).
Pada umumnya jenis bunga tidak sempurna antara pohon dengan alat kelaminnya itu
terpisah satu sama lain. Dengan begitu sering sekali muncul istilah tumbuhan atau tanaman
jantan atau juga tanaman betina.mengacu pada jenis bunga yang hanya memiliki satu alat
kelamin saja. Kita bisa ambil contohnya yaitu pada tumbuhan jagung dan mentimun,salak.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh
dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu. Ada tiga
macam bentuk bunga majemuk yaitu, bunga majemuk tak berbatas (inflorescentia
racemosa), bunga majemuk berbatas (inflorescentia cymosa), bunga majemuk campuran
(inflorescentia mixta). Bagian-bagian bunga yaitu tangkai bunga, dasar bunga, hiasan bunga,
alat-alat kelamin jantan, dan alat-alat kelamin betina.

B. SARAN
Morfologi Tumbuhan tepatnya bunga perlu di pelajari lebih seksama untuk lebih
memahimanya. Namun semoga dengan adanya makalah ini dapat membantu para pembaca
atau pendengar untuk mengetahui tentang materi bunga.