Anda di halaman 1dari 21

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR

(PLTA)

Disusun Oleh:

Kelompok 4

Nama : 1. Ayu Dzakiroh (061740411836)


2. Lutpi Dwi Kurniawan (061740411844)
Kelas : 5 EGD

Dosen Pembimbing : Tahdid, S.T., M.T.

JURUSAN TEKNIK KIMIA


PROGRAM STUDI D IV TEKNIK ENERGI
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
2019
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
serta hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang
berjudul “Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)”. Makalah ini disusun dalam rangka
memenuhi salah satu tugas mata kuliah Mesin Koversi Energi.
Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1. Ibu Ida Febriana, S.Si., M.T. sebagai dosen pembimbing mata kuliah Energi
dan Lingkunngan.
2. Kedua orang tua penulis, terima kasih atas segala do’a kepada penulis,
saudara – saudaraku, atas segala do’a dan dorongan semangat dari kalian.
3. Teman – teman mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya kelas 4EGD terima
kasih atas support kalian.
Harapan kami, makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca untuk lebih
memahami tentang Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Kami menyadari masih
banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Untuk itu kami mengharapkan
kritik dan saran dari para pembaca agar kedepannya kami dapat menyusun makalah
yang lebih baik.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Palembang, November 2019

Penyusun

i|Energi dan Lingkungan


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................................... i


DAFTAR ISI ....................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1


1.1. Latar Belakang ................................................................................................ 1
1.2. Rumusan Masalah ............................................................................................ 2
1.3. Tujuan............................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................................... 3


2.1. Sejarah Plta ....................................................................................................... 3
2.2. Pengertian Plta.................................................................................................. 3
2.3. Komponen Plta ................................................................................................. 4
2.4. Jenis-Jenis Plta ................................................................................................. 8
2.5. Prinsip Kerja Plta.............................................................................................. 14
2.6. Kelebihan Dan Kekurangan ............................................................................. 15

BAB III KESIMPULAN....................................................................................................... 16

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................... 17

ii | E n e r g i d a n L i n g k u n g a n
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


Energi listrik merupakan sumber energi yang sangat penting bagi kehidupan
manusia baik untuk kegiatan industri, kegiatan komersial, maupun dalam
kehidupan sehari-hari rumah tangga. Energi listrik dibutuhkan untuk memenuhi
kebutuhan penerangan dan juga proses produksi yang melibatkan barang-barang
elektronik dan alat-alat atau mesin industri. Mengingat begitu besar dan
pentingnya manfaat energi listrik sedangkan sumber energi pembangkit listrik
terutama yang berasal dari sumberdaya tak terbarui ketersediaannya semakin
terbatas, maka untuk menjaga kelestarian sumber energi perlu diupayakan langkah
strategis yang dapat menunjang penyediaan energi listrik secara optimal dan
terjangkau.
Saat ini, ketersediaan sumber energi listrik tidak mampu memenuhi
peningkatan kebutuhan listrik di Indonesia. Krisis listrik terjadi karena pesatnya
pertumbuhan permintaan listrik tidak diimbangi penambahan jaringan distribusi
dan pembangkit, sehingga permintaan listrik perlu dikelola dengan baik.
Pembangkit listrik tenaga air merupakan salah satu sumber energi listrik
yang memanfaatkan air sebagai sumber listrik. Keberadaannya diharapkan mampu
memenuhi pasokan listrik bagi masyarakat Indonesia, hal ini karena persediaan air
di Indonesia cukup melimpah. Keberadaan beberapa waduk besar di Indonesia
digunakan untuk penampungan air juga dimanfaatkan untuk menjadi energi
penghasil listrik. Pilihan mengembangkan pembangkit listrik tenaga air ini salah
satunya disebabkan potensi air yang ada di Indonesia. Jumlah air yang melimpah,
dikembangkan untuk menciptakan energi yang diubah menjadi sebuah arus listrik.
Pembangkit listrik tenaga air termasuk salah satu sumber pembangkit listrik tertua
yang pernah ditemukan.
Selain pembangkit ini, masih ada pula beberapa jenis pembangkit listrik
yang ada di dunia. Seperti pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik
tenaga diesel, dan juga pembangkit listrik tenaga nuklir. Pembangkit tinggi tenaga
air (PLTA) bekerja dengan cara merubah energi potensial (dari dam atau a i r
terjun) menjadi energi mekanik (dengan ban tuan turbin air)

1|Energi dan Lingkungan


d a n d a r i e n e r g i mekanik menjadi energi listrik (dengan bantuan generator).
Kapasitas PLTA diseluruh dunia ada sekitar 675.000 MW, setara dengan
3,6 milyar barrel minyak atau sama dengan 24 % kebutuhan listrik dunia
yang digunakan oleh lebih 1 milyar orang. PLTA termasuk jenis pembangkitan
hidro. Karena pembangkitan ini menggunakan air untuk kerjanya.
PLTA mulai dikembangkan di Indonesia secara bertahap pada tahun 1900.
Masa itu merupakan era dimana penggunaan bahan bakar minyak merupakan
sumber energi utama di dunia. Pengembangan PLTA tidak terlalu diprioritaskan
oleh karena itu progresnya berjalan lambat, sekarang pengembangan PLTA mulai
di tinjau ulang karena penggunaan bahan bakar minyak menghasilkan banyak
polusi lingkungan dan persediaan bahan bakar minyak mulai menipis.
Berdasarkan permasalahan latar belakang diatas, penulis akan menyusun
makalah yang berjudul “Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)”.

1.2. RUMUSAN MASALAH


1. Apa itu PLTA?
2. Bagaimana Cara Kerja PLTA?
3. Apa Komponen Alat PLTA?
4. Apa kelebihan PLTA?
5. Apa kekurangan PLTA?

1.3. MANFAAT DAN TUJUAN


1. Dapat memahami tentang PLTA
2. Dapat mengetahui jenis – jenis PLTA
3. Dapat memahami cara kerja PLTA
4. Dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan PLTA

2|Energi dan Lingkungan


BAB II
PEMBAHASAN

2.1. SEJARAH PLTA


Tenaga air telah digunakan sejak zaman kuno untuk menggiling gandum
dan melakukan tugas lainnya. Pada pertengahan 1770-an, insinyur
Prancis Bernard Forest de Bélidor mempublikasikan Architecture
Hydraulique yang menjelaskan mesin hidrolik sumbu-vertikal dan horizontal. Di
akhir abad ke-19, generator listrik dikembangkan dan saat ini dapat dipasangkan
dengan hidrolik. Pada tahun 1878, pembangkit listrik air pertama dunia
dikembangkan di Cragside, Northumberland, Inggris oleh William George
Armstrong. Pembangkit itu digunakan untuk menyalakan sebuah lampu busur di
galeri seninya. Pembangkit Listrik Schoelkopf No. 1 dekat Air Terjun Niagara di
Amerika Serikat mulai menghasilkan listrik tahun 1881. Pembangkit listrik
pertama buatan Edison (Pembangkit Vulcan Street, mulai beroperasi 30
September 1882 di Appleton, Wisconsin, dengan keluaran sebesar 12,5 kilowatt).
Pembangkit listrik tenaga air terus berkembang pada abad ke-20. Tenaga air
disebut-sebut sebagai batubara bersih karena hasil dan
ketersediaannya. Bendungan Hoover dengan pembangkit listrik 1.345 MW
dulunya menjadi pembangkit listrik terbesar ketika dibuka tahun 1936,
kemudian Bendungan Grand Coulee 6809 MW tahun 1942. Bendungan
Itaipu dengan kapasitas 14.000 MW yang dibuka tahun 1984 di Amerika Selatan
menjadi yang terbesar sampai tahun 2008, ketika dilewati oleh Bendungan Tiga
Gorge di China berkapasitas 22.500 MW. Tenaga air menjadi sumber listrik
utama di berbagai negara, seperti Norwegia, Republik Demokratik
Kongo, Paraguay dan Brazil, hingga 85% kapasitas.

2.2. PENGERTIAN PLTA


Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) adalah pembangkit yang
mengandalkan energi potensial dan kinetik dari air untuk menghasilkan energi
listrik. Pada tahun 2015 tenaga air menghasilkan 16.6% total listrik dunia dan
70% dari seluruh energi terbarukan, dan diperkirakan akan naik 3.1% per tahun
sampai 25 tahun ke depan.

3|Energi dan Lingkungan


Tenaga air dihasilkan di 150 negara, dan kawasan Asia-Pasifik
menghasilkan 33% tenaga air global tahun 2013. China adalah produsen tenaga
air terbesar (920 TWh tahun 2013) menyumbang 16,9% kebutuhan listrik
domestik.
Ongkos listrik tenaga air relatif rendah, menjadikannya sumber yang
kompetitif untuk energi terbarukan. Pembangkitnya tidak menghabiskan air, tidak
seperti pembangkit batu bara atau gas. Ongkos listrik rata-rata untuk pembangkit
berukuran lebih dari 10 megawatt adalah 3 - 5 sen dolar AS per kilowatt-jam.
Dengan bendungan dan reservoir juga membuatnya sumber listrik yang fleksibel
karena listrik yang dihasilkan dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai kebutuhan.
Ketika sebuah kompleks tenaga air dibangun, maka tidak menghasilkan limbah
langsung dan tingkat gas rumah kaca yang relatif lebih rendah daripada
pembangkit listrik berbahan bakar fosil
Bentuk utama dari pembangkit listrik jenis ini adalah generator yang
dihubungkan ke turbin yang digerakkan oleh tenaga kinetik dari air. Namun,
secara luas, pembangkit listrik tenaga air tidak hanya terbatas pada air dari sebuah
waduk atau air terjun, melainkan juga meliputi pembangkit listrik yang
menggunakan tenaga air dalam bentuk lain seperti tenaga ombak.
Hidroelektrisitas adalah sumber energi terbarukan.

2.3. KOMPONEN – KOMPONEN PLTA


1. Kolam Tando
Kolam tando (reservoir) atau waduk adalah tempat yang digunakan
untuk menampung air yang kemudian akan disalurkan menuju turbin.
Sumber air waduk terutama berasal dari aliran permukaan dtambah dengan
air hujan langsung.

Gambar 2.1. Kolam Tando


4|Energi dan Lingkungan
Berdasarkan fungsinya, waduk dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis
yaitu :
a. Waduk Eka Guna
Waduk yang dioperasikan untuk memenuhi satu kebutuhan saja,
misalnya untuk kebutuhan air irigasi, air baku atau PLTA. Pengoperasian
waduk eka guna lebih mudah dibandingkan dengan waduk multi guna
dikarenakan tidak adanya konflik kepentingan di dalam. Pada waduk eka
guna pengoperasian yang dilakukan hanya mempertimbangkan
pemenuhan satu kebutuhan.
b. Waduk Multi Guna
Waduk yang berfungsi untuk memenuhi berbagai kebutuhan,
misalnya waduk untuk memenuhi kebutuhan air, irigasi, air baku dan
PLTA. Kombinasi dari berbagai kebutuhan ini dimaksudkan untuk dapat
mengoptimalkan fungsi waduk dan meningkatkan kelayakan
pembangunan suatu waduk.

2. Dam
Dam adalah suatu bangunan menahan laju air sehingga mencapai
ketinggian tertentu agar menghasilkan energi yang besar saat air dialirkan.
Dam berfungsi untuk menampung air dalam jumlah besar karena turbin
memerlukan pasokan air yang cukup dan stabil. Selain itu dam juga berfungsi
untuk pengendalian banjir.

Gambar 2.2. DAM

5|Energi dan Lingkungan


3. Reservoir Gate
Digunakan untuk mengatur banyaknya air yang masuk menuju pipa
pesat.

Gambar 2.3. Intake Building


4. Pipa Pesat
Penstock adalah pipa tempat mengalirnya air bertekanan tinggi karena
perbedaan gravitasi. Penstock dipasang dengan kedudukan vertikal ini
digunakan untuk mengalirkan air dari kolam tando (reservoir) menuju ke
turbin.

Gambar 2.5. Pipa Pesat

5. Turbin
Turbin merupakan alat yang digunakan untuk mengkonversi energi
kinetik menjadi energi mekanik. Dimana system kerja dari turbin adalah
ketika ada suatu aliran air yang cukup kencang, dan aliran air tersebut
menabrak dan kemudian mendorong sudu-sudu secara kontinyu akibatnya
turbin tersebut berputar.

6|Energi dan Lingkungan


Gambar 2.6. Turbin

6. Generator
Generator merupakan alat yang digunakan untuk memproduksi energi
listrik dari sumber energi mekanik. Tenaga mekanik dapat berasal dari panas,
air, uap, dan lain – lain. Nergi listrik yang dihasilkan oleh generator dapat
berupa listrik AC maupun DC. Hal tersebut tergantung dari konstruksi
generator yang dipakai oleh pembangkit tenaga listrik. Pada gambar 8. dapat
dilihat konstrusi generatot pada suatu pembangkit.

Gambar 2.7. Generator

7. Draft tube
Draft tube merupakan saluran divergen kedap udara untuk membawa
air keluar dari sudu turbin menuju ke tail race. Secara bertahap meningkatkan
penampang draft tube membantu untuk mengubah energi kinetik air keluar
menjadi energi tekanan.

7|Energi dan Lingkungan


Gambar 2.8. Draft Tube

8. Kanal
Kanal untuk mengarahkan aliran air kembali ke saluran irigasi / sungai
yang berasal dari draf tube untuk pemanfaatan lebih lanjut.

Gambar 2.9. Kanal

2.4. JENIS-JENIS PLTA

1. Berdasarkan Tinggi Terjun PLTA :


a. PLTA Jenis Terusan Air
Pusat listrik yang mempunyai tempat ambil air (intake) di hulu
sungai dan mengalirkan air ke hilir melalui terusan air dengan
kemiringan (gradient) yang agak kecil.Tenaga listrik dibangkitkan
dengan cara memanfaatkan tinggi terjun dan kemiringan sungai.

8|Energi dan Lingkungan


Gambar 2.10. PLTA Jenis Terusan Air

b. PLTA Jenis DAM


Pembangkit listrik dengan bendungan yang melintang disungai,
pembuatan bendungan ini dimaksudkan untuk menaikkan permukaan air
dibagian hulu sungai guna membangkitkan energi potensial yang lebih
besar sebagai pembangkit listrik.

Gambar 2.11. PLTA Jenis DAM

c. PLTA Jenis Terusan dan DAM (campuran)


Pusat listrik yang menggunakan gabungan dari dua jenis
sebelumnya, energi potensial yang diperoleh dari bendungan dan terusan.

9|Energi dan Lingkungan


2. Berdasarkan Aliran Sungai :
a. PLTA Dengan Waduk (Reservoir)

Gambar 2.12. PLTA Dengan Waduk (Reservoir)


Air sungai dialirkan ke kolam melalui saluran terbuka atau tertutup
dengan disaring terlebih dahulu dan ditampung di suatu kolam yang
berfungsi untuk:
 Mengendapkan pasir
 Mengendapkan lumpur
 Sebagai waduk (reservoir)
Air dari satu sungai atau lebih ditampung di suatu tempat untuk
mendapatkan ketinggian tertentu dengan jalan dibendung. Air dari waduk
tersebut dialirkan melalui saluran terbuka, melalui pintu air ke saluran
tertutup yang selanjutnya melalui pipa pesat menggerakkan turbin untuk
membangkitkan tenaga listrik. Contoh : PLTA Cirata.
Desa Tegal Waru, Kecamatan Plered,
Daerah
Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat
Tipe PLTA Dengan waduk
Mulai beroperasi 1988
Jumlah pembangkit 8
126 MW tiap pembangkit, total kapasitas
Kapasitas
1008 MW
Daya listrik rata-rata pertahun 1428 GWH
Jaringan transmisi 500 KV

10 | E n e r g i d a n L i n g k u n g a n
Turbin PLTA Cirata
Kapasitas turbin 129.000 KW
Putaran Turbin 187,5 RPM
Tinggi air jatuh efektif untuk
112,5 meter
memutar turbin
Debit air maksimum 135 m3/detik

b. PLTA Aliran Danau

Gambar 2.13. PLTA Aliran Danau

Sumber air dari PLTA ini adalah sebuah danau yang potensinya
cukup besar. Untuk pengambilan air yang masuk ke PLTA dilaksanakan
dengan:
 Pembuatan bendungan yang berfungsi juga sebagai pelimpas yang
berlokasi pada mulut sungai.
 Perubahan duga muka air (DMA) + 4 meter
 Intake

11 | E n e r g i d a n L i n g k u n g a n
Contoh : PLTA TES
Desa Turan Tiging, Kecamatan Tes,
Daerah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi
Bengkulu, Sumatera.
Tipe PLTA Memanfaatkan aliran danau
1923 (saat pemerintahan Kolonial
Mulai beroperasi
Belanda)
Jumlah pembangkit 4 buah
4 MW tiap pembangkit, total kapasitas 16
Kapasitas
MW
Jaringan transmisi 70 KV

Data Operasi
Lantai dasar intake EL 560.20 mdpl
Lantai dasar inlet EL 557.40 mdpl
Turbin lama EL 520.00 mdpl
Turbin baru EL 507.50 mdpl
Debit air rata-rata 34 m3/S
Level efektif maksimal EL 563.50 mdpl
Level efektif minimal EL 563.00 mdpl
Unit terpasang 6 Unit
Kapasitas terpasang 18,96 MW
Beban puncak 18 W

12 | E n e r g i d a n L i n g k u n g a n
c. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)

Gambar 2.14. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)

Suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air


sebagai tenaga penggeraknya seperti, saluran irigasi, sungai atau air
terjun alam dengan cara memanfaatkan tinggi terjunan (head) dan jumlah
debit air. Mikrohidro merupakan sebuah istilah yang terdiri dari kata
mikro yang berarti kecil dan hidro yang berarti air.
Komponen mikrohidro sebagai berikut:
 Air : (sebagai sumber energi).
 Turbin: mengkonversi energi aliran air menjadi energi putaran
mekanis.
 Generator : menghasilkan listrik dari putaran mekanis.
 Saluran Pembawa (Headrace): Saluran pembawa mengikuti kontur
dari sisi bukit untuk menjagaelevasi dari air yang disalurkan.
 Panel kontrol : panel kontrol berfungsi untuk menstabilkan tegangan.
 Kincir air : sebagai pengerak dinamo.
Prinsip dasar mikrohidro adalah memanfaatkan energi potensial
yang dimiliki oleh aliran air pada jarak ketinggian tertentu dari tempat
instalasi pembangkit listrik. Sebuah skema mikrohidro memerlukan dua
hal yaitu, debit air dan ketinggian jatuh (head) untuk menghasilkan
tenaga yang dapat dimanfaatkan. Hal ini adalah sebuah sistem konversi
energi dari bentuk ketinggian dan aliran (energi potensial) ke dalam

13 | E n e r g i d a n L i n g k u n g a n
bentuk energi mekanik dan energi listrik. Daya yang masuk (Pgross)
merupakan penjumlahan dari daya yang dihasilkan (Pnet) ditambah
dengan faktor kehilangan energi (loss) dalam bentuk suara atau panas.
Contoh : PLTMH Sengkaling I
Debit 1 m3/detik
Tinggi jatuh 15,2 m
Daya terbangkit 1 KW

2.5. PRINSIP KERJA PLTA

Gambar 2.16. Skema Pembangkit Listrik Tenaga Air

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) merupakan pembangkit tenaga


listrik yang mengubah energi potensial air (energi gravitas air) menjadi energi
listrik. Mesin penggerak yang digunakan adalah turbin air untuk mengubah energi
potensial air menjadi kerja mekanis poros yang akan memutar rotor generator
untuk menghasilkan energi listrik.
Sistem PLTA bekerja dengan cara aliran sungai dibendung agar terjadi
penimbunan air sehingga terjadi kolam tando. Selanjutnya air dari kolam tando
dialirkan ke bangunan air PLTA melalui pipa pesat untuk menggerakkan turbin
yang menyebabkan rotor generator ikut berputar juga karena rotor turbin seporos
dengan rotor dari generator. Dengan adanya penimbunan air terlebih dahulu dalam

14 | E n e r g i d a n L i n g k u n g a n
kolam tando, maka pada musim hujan di mana debit air sungai besarnya melebihi
kapasitas penyaluran air bangunan air PLTA dapat ditampung dalam kolam tando.
Jika terjadi kelebihan air pada DAM, maka petugas PLTA biasanya
memperbesar aliran air ke sungai dengan membuka pintu air. Namun jika
kekurangan, aliran sungai akan diperkecil. Hal ini bertujuan untuk menjaga
ketinggian air DAM. Fenomena seperti ini biasanya terjadi ketika puncak musim
kemarau tiba.
DAM yang ada harus memiliki perbedaan ketinggian dengan turbin.
Semakin tinggi perbedaan ketinggiannya, maka semakin besar pula daya listrik
yang dihasilkan generator. Untuk menghubungkan antara DAM dengan turbin,
digunakan pipa besar dengan diameter yang menyesuaikan debit air yang akan
dialirkan. Pipa ini dinamakan dengan pipa pesat (penstock). Semakin besar
diameter, maka semakin besar pula debit air yang dialirkan.
Pada musim kemarau di mana debit air sungai lebih kecil dari pada
kapasitas penyaluran air bangunan air PLTA, selisih kekurangan air ini dapat di
atasi dengan mengambil air dari timbunan air yang ada dalam kolam tando. Inilah
keuntungan penggunaan kolam tando pada PLTA. Hal ini tidak dapat dilakukan
pada PLTA run off river. Namun, biaya pembangunannya mahal karena kolam
tando memerlukan bendungan yang besar dan juga memerlukan daerah genangan
yang luas.

2.6. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PLTA


Ada beberapa kelebihan dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang
dapat dirangkum secara garis besar sebagai berikut :
1. Respon pembangkit listrik yang cepat dalam menyesuaikan kebutuhan beban,
sehingga pembangkit listrik ini sangat cocok digunakan sebagai pembangkit
listrik tipe peak untuk kondisi beban puncak maupun saat terjadi gangguan di
jaringan.
2. Kapasitas daya keluaran PLTA relatif besar dibandingkan dengan pembangkit
energi terbarukan lainnya dan teknologinya bisa dikuasai dengan baik oleh
Indonesia.
3. PLTA umumnya memiliki umur yang panjang, yaitu 50-100 tahun.

15 | E n e r g i d a n L i n g k u n g a n
4. Bendungan yang digunakan biasanya dapat sekaligus digunakan untuk
kegiatan lain, seperti irigasi atau sebagai cadangan air dan pariwisata.
5. Bebas emisi karbon yang tentu saja merupakan kontribusi berharga bagi
lingkungan.
Sedangkan kekurangan dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dapat
dituliskan sebagai berikut :
1. Dampak dari Kegiatan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Terhadap
Kualitas Danau.
2. Berdampak Terhadap Lingkungan di Sekitar Bendungan
3. Rusaknya Kawasan Hutan Yang di Tempatinya
4. PLTA Mengganggu Kehidupan Satwa Langka

16 | E n e r g i d a n L i n g k u n g a n
BAB III
PENUTUP

4.1. KESIMPULAN
Indonesia memilki sumber daya alam yang berlimpah, terutama sumber
daya air yang bisa dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) merupakan pusat pembangkit tanaga
listrik yang mengubah energi potensial dan kinetik dari air menjadi energi listrik.

4.2. SARAN
Sebaiknya energi PLTA lebih dimanfaatkan agar dapat menjadi sumber
energi alternatif untuk pembangkit listrik masa depan.

17 | E n e r g i d a n L i n g k u n g a n
DAFTAR PUSTAKA

Kadir, Abdul, 1995. Energi; Sumber daya, inovasi, tenaga listrik, potensi ekonomi.
Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia ( UI-Press).

Kadir, Abdul, 1996, Pembangkit Tenaga Listrik, Rancangan Sistem Kontrol Operasi
Pembangkit Listrik Tenaga Air. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).

M. M Dandekar dan K. N Sharma Penerjemah, D. Bambang Setyadi, Sutanto. 1991.


Pembangkit Listrik Tenaga Air. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia ( UI-
Press).

18 | E n e r g i d a n L i n g k u n g a n