Anda di halaman 1dari 9

KERANGKA ACUAN KERJA

Program : Program Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan


Kegiatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lahan Gambut
Study Kelayakan Alternatif Mata Pencaharian Masyarakat
Pekerjaan :
Desa
Tahun Anggaran : 2019

Instansi : SATKER Dinas Kehutanan Provinsi Jambi


Sumber Dana : APBN

Uraian Pendahuluan
a. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian lingkup
1. Pendahuluan Satuan Kerja Dinas Kehutanan Provinsi Jambi
b. Pemegang mata anggaran adalah SATKER Dinas Kehutanan Provinsi Jambi

Badan Restorasi Gambut (BRG) adalah badan yang di bentuk berdasarkan


2. Latar Belakang Amanat Keputusan Presiden RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang Badan Restorasi
Gambut yang bertujuan untuk merestorasi lahan gambut di 7 Provinsi
termasuk Provinsi Jambi. Untuk membantu implementasi tugas BRG tersebut,
Provinsi Jambi telah membentuk Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD)
Provinsi Jambi berdasarkan SK Gubernur Nomor 58/KEP.GUB/BLHD-1/2016
yang kemudian di perbaharui melalui SK Nomor 838/KEP.GUB/BAPPEDA-
4.3/2018 dengan koordinator pelaksana adalah Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Dinas Kehutanan dan Dinas Lingkungan
Hidup (DLH) Provinsi Jambi.

Dalam rangka melaksanakan tugas restorasi gambut di Provinsi Jambi, BRG


melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah
menganggarkan Dana Tugas Pembantuan DIPA SATKER 105103 Tahun 2019
yang ditempatkan pada Dinas Kehutanan Provinsi Jambi. Anggaran tersebut
terdiri dari Anggaran Operasional Sekretariat TRGD, Anggaran Operasi
Lapangan Pembangunan Sekat Kanal, Sumur Bor, Revegetasi, dan Kegiatan
Revitalisasi Sosial Ekonomi Masyarakat.

Selanjutnya dalam rangka tindak lanjut kegiatan tersebut, serta untuk


memberikan acuan kepada para pihak dalam penyelengggaran kegiatan dan
mencapai keberhasilan yang diharapkan, maka perlu dilaksanakan

KAK (Kerangka Acuan Kerja)


1 Study Kelayakan Alternatif Mata Pencaharian Masyarakat Desa
penyusunan kerangka acuan kerja kegiatan penyelenggaraan Study Kelayakan
Alternatif Mata Pencaharian Masyarakat Desa.

3. Maksud dan Maksud penyusunan Study Kelayakan Alternatif Mata Pencaharian Masyarakat
Tujuan Desa adalah untuk menyediakan acuan dalam pengembangan mata
pencaharian masyarakat desa yang berada di
KHG Sungai Hitam Air Laut - Sungai Buntu Kecil
KHG Batang Tembesi - Sungai Merak dan
KHG Sungai Batang – Sungai Tungkal

Sedangkan Tujuan penyusunan Study Kelayakan Alternatif Mata Pencaharian


Masyarakat Desa adalah:
1. Tersedianya data umum desa target restorasi;
2. Tersedianya rencana pengembangan mata pencaharian masyarakat;
3. Tersedianya potensi penerimaan masyarakat terhadap rencana kegiatan
restorasi Gambut.

4. Sasaran Sedangkan Sasaran yang akan dicapai adalah :


Sasaran dari Penyusunan Study Kelayakan Alternatif Mata Pencaharian
Masyarakat Desa adalah masyarakat pada desa-desa yang berada di dalam
dan sekitar lahan Gambut target restorasi Gambut BRG pada tahun 2019.

5. Lokasi Kegiatan Penyusunan Study Kelayakan Alternatif Mata Pencaharian Masyarakat Desa
adalah wilayah KHG Sungai Hitam Air Laut - Sungai Buntu Kecil, KHG Batang
Tembesi - Sungai Merak dan KHG Sungai Batang – Sungai Tungkal Provinsi
Jambi.

6. Sumber Pekerjaan ini dilakukan secara kontraktual dan dibiayai dari APBD Provinsi
Pendanaan Tahun 2019 dengan PAGU anggaran biaya sebesar Rp. 95.000.000,- (Sembilan
puluh lima juta rupiah) Pekerjaan Penyusunan Study Kelayakan Alternatif Mata
Pencaharian Masyarakat Desa Tahun 2019 ini dibiayai dari sumber pendanaan
Tugas Pembantuan DIPA SATKER 105103 Tahun Anggaran 2019

7. Nama Pemberi Pemilik Pekerjaan adalah SATKER 105103 Dinas Kehutanan Provinsi Jambi.
Tugas Pembina/KPA : Kepala Dinas Kehutanan Prov. Jambi
Penanggung Jawab : Pejabat Pembuat Komitmen III Keg. Revitalisasi
Staff Teknis : Aparatur Dinas Kehutanan Prov. Jambi dan
Bappeda Provinsi Jambi.
KAK (Kerangka Acuan Kerja)
2 Study Kelayakan Alternatif Mata Pencaharian Masyarakat Desa
Staf Administrasi : Aparatur Dinas Kehutanan Prov. Jambi dan Bappeda
Provinsi Jambi.

Data Penunjang
8. Data Dasar - Data Kondisi Keenergian Saat ini

9. Standar Teknis -

10. Referensi Dasar hukum kegiatan Study Kelayakan Alternatif Mata Pencaharian
Hukum Masyarakat Desa Provinsi Jambi adalah sebaga iberikut :
a. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4286);
b. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan
Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816);
c. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Ekosistem Gambut (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 209, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5580), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah
Nomor 57 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah
Nomor 71 Tahun 2014;
d. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2015 tentang Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2015 Nomor 17);
e. Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016 tentang Badan Restorasi Gambut
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1);
f. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.18/
MENLHK-II /2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2015 Nomor 713);
g. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
Nomor P.16/ MENLHK/ SETJEN/KUM.1 / 2/ 2017 tentang Pedoman Teknis
Pemulihan Fungsi Ekosistem Gambut;
h. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
Nomor P.61/MENLHK/SETJEN/KUM.1/ 11/2017 tentang Penugasan
Sebagian Urusan Pemerintahan Bidang Lingkungan Hidup Dan Kehutanan
Untuk Kegiatan Restorasi Gambut Tahun Anggaran 2018 Kepada
KAK (Kerangka Acuan Kerja)
3 Study Kelayakan Alternatif Mata Pencaharian Masyarakat Desa
Gubernur Riau, Gubernur Jambi, Gubernur Sumatera Selatan, Gubernur
Kalimantan Barat, Gubernur Kalimantan Tengah, Gubernur Kalimantan
Selatan Dan Gubernur Papua (Berita Negara Republik Indonesia Tahun
2017 Nomor 1799);

Ruang Lingkup
11. Lingkup dan - Lingkup Lokasi
Tahapan Penyusunan Study Kelayakan Alternatif Mata Pencaharian Masyarakat Desa
Kegiatan adalah wilayah
KHG Sungai Hitam Air Laut - Sungai Buntu Kecil
KHG Batang Tembesi - Sungai Merak dan
KHG Sungai Batang – Sungai Tungkal

- Lingkup Kegiatan
Lingkup kegiatan Penyusunan Study Kelayakan Alternatif Mata Pencaharian
Masyarakat Desa meliputi :
Pendahuluan :
Kegiatan :
1. Persiapan yaitu mengkaji ulang terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK)
dan jadwal pelaksanaan kerja serta kebutuhan bahan dan jasa lainya,
mengatur tenaga ahli dan anggotanya untuk melaksanakan pekerjaan
sesuai dengan jadwal pelaksanaan dan sebagainya;
2. Inventarisir data-data yang diperlukan dalam menganalisa aspek-aspek
yang telah direncanakan;
3. Menginventarisir kebijakan yang terkait Alternatif Mata Pencaharian
Masyarakat;
4. Ekspose Pendahuluan

Penyusunan Study
Kegiatan :
1. Pengumpulan data dan informasi;
2. Menganalisis data dan informasi;
3. Penyusunan rancangan hasil Kegiatan pencaharian masyarakat desa;
4. Pembahasan rancangan hasil kegiatan studi kelayakan mata
pencaharian masyarakat desa; dan
5. Ekspose Laporan Akhir.

Penetapan Study
Kegiatan :

KAK (Kerangka Acuan Kerja)


4 Study Kelayakan Alternatif Mata Pencaharian Masyarakat Desa
Penetapan dokumen hasil Kegiatan studi kelayakan mata pencaharian
masyarakat desa

Lingkup Materi
Materi utama Penyusunan Study Kelayakan Alternatif Mata Pencaharian
Masyarakat Desa adalah semua obyek yang bekaitan dengan peningkatan
ekonomi masyarakat, ramah lingkungan dan rendah emisi (Green
Economy).

12. Keluaran Keluaran (output) dari kegiatan penyelenggaraan Study Kelayakan Alternatif
Mata Pencaharian Masyarakat Desa ini adalah rencana pengembangan mata
pencaharian masyarakat di dalam dan sekitar lahan Gambut target restorasi
Gambut BRG pada wilayah KHG Sungai Hitam Air Laut - Sungai Buntu Kecil ,
KHG Batang Tembesi - Sungai Merak dan, KHG Sungai Batang - Sungai
Tungkal Provinsi Jambi seperti:
1. Data Umum Desa
2. Rencana pengembangan mata pencaharian masyarakat
3. Potensi penerimaan masyarakat terhadap rencana kegiatan restorasi
Gambut
13. Peralatan, Data dan fasilitas yang disediakan oleh pengguna anggaran/Kuasa Pengguna
Material, Anggaran /Pejabat Pembuat Komitmen yang dapat digunakan dan harus
Personil dan dipelihara oleh penyedia jasa :
Fasilitas dari 1. Laporan dan data (bila ada)
pemberi tugas Kumpulan laporan dan data sebagai hasil studi terdahulu serta photografi
(bila ada).
2. Staf Pengawas/pendamping
Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat
Komitmen akan mengangkat petugas atau waknya yang bertindak sebagai
pengawas atau pendamping (counterpart), atau project officer (PO) dalam
rangka pelaksanaan pekerjaan.
3. Fasilitas yang disediakan oleh pejabat pembuat komitmen yang dapat
digunakan oleh penulis akan ditentukan kemudian.
14. Peralatan dan 1. Kendaraan survey milik sendiri/sewa ;
Material dari 2. Peralatan survey dan perencanaan milik sendiri/sewa ;
pemberi Jasa 3. Kantor milik sendiri/sewa ;
Konsultasi 4. Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang ;
5. Materi dan penggadaan laporan ;
6. Biaya-biaya rapat ;
7. Biaya perjalanan ;
KAK (Kerangka Acuan Kerja)
5 Study Kelayakan Alternatif Mata Pencaharian Masyarakat Desa
8. Jasa dan overhead perencanaan ;
9. Pajak-pajak ;

15. Lingkup Penyedia jasa mempunyai hak dan kewenangan yang meliputi :
Kewenangan  Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan mata pencaharaian
Penyedia Jasa masyarakat
 Mengumpulkan data sekunder meliputi informasi penyediaan
 Mendapat informasi dan konsultasi teknis dari pengguna jasa ;
 Penulis bertanggung jawab dan berwenang sepenuhnya terhadap
terlaksananya Penyusunan Study Kelayakan Alternatif Mata Pencaharian
Masyarakat Desa berdasarkan SK yang telah ditetapkan, dan sesuai dengan
kerangka acuan kerja.

16. Jangka Waktu Untuk melaksanakan pekerjaan ini ditetapkan waktunya selama 45 (empat
Penyelesaian puluh lima) hari kalender/ 1,5 (satu koma lima) Bulan terhitung sejak
Kegiatan dikeluarkannya SK dari KPA. Jangka waktu pelaksanaan tersebut sudah
memadai untuk pelaksanaan pekerjaan ini yang secara umum dibagi menjadi
tiga tahap kegiatan yaitu : Pendahuluan, analisis dan penyusunan serta
penetapan dokumen.

17. Personil Jumlah


Klasifikasi dan
Posisi Orang
Kualifikasi

Tenaga Ahli
1. Ahli PWK (Team Leader) S1 Planologi /3 Thn 1
2. Ahli Ekonomi S1 Eknomi/2 Thn 1
Pembangunan S1 Sosial/Ekonomi/2 Thn 1
3. Ahli Sosial Masyarakat

Tenaga Pendukung
1. Tenaga Administrasi SMK/Sederajat 1
2. Operator Komputer SMK/Sederajat 1

KAK (Kerangka Acuan Kerja)


6 Study Kelayakan Alternatif Mata Pencaharian Masyarakat Desa
Tugas dan spesifikasi tenaga ahli dan tenaga pendukung

A. Tenaga Ahli
1. Ahli Perenc. Wilayah/Kota (TL)
Ketua Tim disyaratkan seorang Sarjana Planologi Strata Satu (S1) Jurusan
Planologi lulusan universitas negeri atau universitas swasta yang telah
disamakan berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan di bidang
penyusunan study kelayakan sekurangkurangnya 3 (tiga) tahun, sebagai
Ketua Tim, tugas utamanya adalah memimpin dan mengkoordinir seluruh
kegiatan anggota tim kerja dalam pelaksanaan pekerjaan sampai selesai.

2. Ahli Ekonomi Pembangunan


Ahli Ekonomi Pembangunan disyaratkan seorang Sarjana Ekonomi
Pembangunan/Manajemen/Akuntansi Strata Satu (S1) Jurusan Ekonomi
lulusan universitas negeri atau universitas swasta yang telah disamakan
berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan di bidang kelembagaan
sekurangkurangnya 2 (dua) tahun.

3. Ahli Sosial Masyarakat


Ahli Sosial Masyarakat disyaratkan seorang Sarjana Sosial/Ekonomi Strata
Satu (S1) Jurusan Sosial/Ekonomi Masyarakat lulusan universitas negeri
atau universitas swasta yang telah disamakan berpengalaman dalam
pelaksanaan pekerjaan di bidang kelembagaan sekurangkurangnya 2
(dua) tahun.

B. Tenaga Pendukung
1. Tenaga Administrasi
Berpengalaman dalam pelaksanaan administrasi dan memahimi
manajemen, mempunyai pengalaman 1-2 tahun

2. Operator Komputer.
Lulusan lembaga pendidikan/akademi yang sudah berpengalaman
dibidang administrasi dan bahasa mempunyai pengalaman 1-2 tahun

Laporan
18. Laporan – Produk yang dihasilkan oleh penulis harus sesuai dengan keluaran yang
Laporan diinginkan, meliputi :
a) Laporan Pendahuluan
b) Laporan Akhir

KAK (Kerangka Acuan Kerja)


7 Study Kelayakan Alternatif Mata Pencaharian Masyarakat Desa
Laporan pendahuluan yang berisi penjelasan rinci antara lain :
 Perumusan masalah secara umum dan pembuatan alur pikir Penyusunan
Study Kelayakan Alternatif Mata Pencaharian Masyarakat Desa
 Perencanaan persiapan survey dan penyiapan formulir dan matrik
pendataan dan produk yang diperlukan, penentuan sumber data, daftar
kebutuhan data yang diperlukan, jadwal pelaksanaan, alat pengukuran data
indikator pencapaian target data yang diperlukan, personil yang melakukan
pendataan dan metode pelaksanaan pengumpulan data.
 Perumusan rencana kerja pekerjaan dan pencapaian sasaran, penetapan
metode dan pendekatan kajian, penyusunan kerangka pencapaian sasaran,
jadwal, waktu, tenaga teknis/ahli yang terlibat, dsb.
 Laporan pendahuluan diserahkan paling lambat 30 (tiga puluh) hari
kalender setelah SK ditandatangani KPA, dibuat sebanyak 5 (lima) dokumen
kemudian dilakukan diskusi pembahasan bersama Tim yang dibentuk oleh
KPA.
Laporan Akhir Dokumen hasil Kegiatan studi kelayakan mata pencaharian
masyarakat desa harus diserahkan paling lambat 45 (empat puluh lima) hari
kalender setelah SK ditandatangani KPA, dibuat sebanyak 10 (sepuluh)
dokumen.

Hal-Hal Lain
19. Produk Dalam Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan didalam
Negeri wilayah Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam angka 4 KAK
dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri.

20. Asistensi dan Agar pekerjaan yang dilakukan dapat mencapai sasaran maka Konsultan wajib
Diskusi melakukan diskusi sebagai berikut :
Diskusi dilakukan sebanyak 2 (dua) kali meliputi :
 Diskusi pendahuluan / awal, membahas rencana kerja, metode kerja dan
jadwal kerja.
 Diskusi akhir, untuk membahas laporan antara untuk disyahkan menjadi
laporan akhir.

21. Persyaratan Dalam melaksanakan pekerjaan perencanaan teknik seperti yang dimaksudkan
Kerjasama pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini, Konsultan perencana perlu
memperhatikan persyaratan-persyaratan sebagai berikut :

KAK (Kerangka Acuan Kerja)


8 Study Kelayakan Alternatif Mata Pencaharian Masyarakat Desa
a. Persyaratan Umum
Setiap bagian pekerjaan perencanaan harus dilaksanakan secara benar
dan tuntas sampai dengan memberi hasil/keluaran sebagaimana yang
telah ditetapkan dan diterima dengan baik oleh Pejabat Pembuat
Komitmen.
b. Persyaratan Profesional
Pekerjaan harus dilaksanakan secara profesional oleh tenaga-tenaga ahli
konsultan dibidangnya.
c. Persyaratan Prosedural
Penyelesaian administrasi sehubungan dengan pekerjaan perencanaan
harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku.

22. Penutup Demikianlah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini disusun sebagai pedoman dalam
pelaksanaan pekerjaan “Study Kelayakan Alternatif Mata Pencaharian
Masyarakat Desa” sehingga tujuan yang diinginkan dari pelaksanaan
pekerjaan ini dapat tercapai secara optimal.
Kerangka Acuan Kerja ini masih bersifat umum, sehingga pihak Konsultan
diharapkan dapat mengembangkan secara inovatif dengan tetap
berkonsultansi dengan Tim Teknis dan Pemberi Tugas.

23. Alih Jika diperlukan, penyedia Jasa Konsultasi berkewajiban untuk


Pengetahuan menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih
pengetahuan kepada personil proyek/satuan kerja Pejabat Pembuat
Komitmen, Penyedia jasa harus menyampaikan laporan secara tertulis kepada
Pengguna jasa dalam bentuk buku setiap bulan yang memfokuskan perhatian
pada pemberian jaminan dipenuhinya persyaratan mutu pekerjaan (Quality
Assurance).

Jambi, Oktober 2019


Pejabat Pembuat Komitmen

…………………………
NIP. ………………………..

KAK (Kerangka Acuan Kerja)


9 Study Kelayakan Alternatif Mata Pencaharian Masyarakat Desa