Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN LENGKAP

PRAKTIKUM FISIKA DASAR I

(KONSTANTA PEGAS)

DISUSUN OLEH :

KELOMOPOK PROGRAM STUDI KIMIA

1. NURAQIDA (60500119024)

2. NUR ARTHIKA PUTRI (60500119066)

3. NADIATUL NISAH (60500119022)

4. MIFTAHUL JANNAH (60500119002)

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

2019/2020
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pegas adalah suatu benda yang memiliki sifat elastis atau lentur. Dalam

ilmu teknik, sifat elastis dari suatu pegas sangatlah penting. Misalnya dalam dunia

otomotif, kenyamanan berkendara sangat dipengaruhi oleh pegas yang terdapat di

dalam shockbreaker. Hukum Hooke mengatakan bahwa jikasebuah pegas diberi

sebuah gangguan sehingga pegas merenggang (berarti pegas ditarik) atau merapat

(berarti pegas ditekan), pada pegas akan bekerja gaya pemulih yang arahnya

selalu menuju titik asal. Dengan kata lain, besar gaya pemulih pada pegas ini

sebanding dengan gangguan atau simpangan yang diberikan pada pegas. Secara

matematis (Pauliza, 2008: 139).

Dalam kehidupan sehari-hari, pegas memiliki peranan penting. Sebagai

contoh, pegas dapat kita jumpai pada sepeda motor. Di mana pegas pada sepeda

motor sering disebut atau dikenal dengan istilah shock breaker. Dengan adanya

shock breaker, maka kita merasa nyaman ketika mengendarai motor. Hal ini

terjadi terjadi karena shock breaker. Terebut memiliki sifat elastisitas (kembali ke

bentuk semula) seperti sifat pega pada umumnya.


Menetukan hasil sebuah pengamatan dapat dilakukan di dalam
laboratorium. Sama halnya dengan menentukan sebuah konstanta pegas, maka
dapat dilakukan percobaan di dalam laboratorium. Setiap kegiatan laboratorium,
mahasiswa dituntut untuk mengambil dan menganalisis data untuk membuat suatu
kesimpulan dari hasil percobaan. Pengolahan data dan perbandingan data hsil
pengukuran harus memiliki pengetahuan dasar mengenai konstanta pegas, analisis
data tanpa ketidakpastian serta analisis data dengan ketidakpastian (Fauzy, 2013:
28). Berdasarkan uraian di atas maka dilakukan percobaan “Konstanta Pegas”
dengan menggunakan pegas spiral dan pengait bandul. Berdasarkan uraian di atas
maka dilakukan percobaan “Konstanta Pegas” dengan menggunakan pegas spiral
dan pengait bandul.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada percobaan ini yaitu sebagai berikut:

1. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi untuk menghasilkan getaran

selaras?

2. Bagaimana menetukan konstanta gaya pegas pada grafik hubungan antara

periode t2 dengan massa beban m?

3. Bagaimana menentukan konstanta gaya pegas pada grafik hubungan antara

gaya pegas F dengan pertambahan panjang pegas ∆x?

C. Tujuan Percobaan?
Tujuan dari percobaan ini yaitu sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi untuk menghasilkan

getaran selaras.

2. Untuk menentukan gaya pegas pada grafik hubungan antara periode T2

dengan massa beban m.

3. Untuk menentukan konstanta gaya pegas pada grafik hubungan antara

gaya pegas F dengan pertambahan panjang pegas ∆x.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Elastisitas
Elastisitas adalah kemampuann sebuah benda untuk kembali ke bentuk

semula saat gaya yang diberikan dihubungkan. Akan tetapi, bila gaya yang

diberikan melebihi batas elastisitasnya maka benda akan berubah bentuk. Besaran

sifat elastisitasnya bahan yang paling pokok adalah gaya yang diberikan kepada

benda itu. Besaran yang lain adalah tegangan, renggangan, mampatan dan

modulus elastisitas. Apabila benda elastis dikenal gaya tertentu, mak akan

mengalami perubahan bentuk/panjang. Perubahan bentuk bergantung pada arah

dan letajk gaya-gaya tersebut diberikan (Rohandi, 2018: 2).

Konstanta pegas adalah besarnya gaya yang dibutuhkan atau yang harus

diberikan sehingga terjadi perubahan panjang sebesar satuan panjang. Sebuah

gaya pemulih yang ditimbulkan oleh sebuah pegas ditentukan oleh hukum Hooke

yang hukum atau ketentuannya mengenai gaya dalam ilmu fisika yang terjadi

karena sifat elastisitas suatu pegas. Hubungan antara gaya F yang merenggang

pegas dan pertambahan panjang pegas ∆𝑋 di daerah yang ada batas kelentuan

yaitu.
𝐹 = 𝑘 ∆x (1)

Gerak benda yang terjadi secara berulang-ulang di dalam selang waktu

yang sama disebut gerak periodik. Karena gerak ini terjadi secara teratur, maka

gerak ini pun disebut sebagai gerak harmonik. Periode T dari getaranharmonik

adalah waktu yang dibutuhkan untuk menempuh suatu lintasan dari geraknya,

yaitu satu getaran penuh atau satu putaran sehingga dapat di tulis dalam rumus:
𝑡
T𝑛 (2)
Keterangan:

T = periode (s)

t = waktu (s)

n = jumlah getaran

Pada elastisitas ini terdapat tiga jenis perubahan bentuk yaitu tegangan,

regangan, dan mampatan. Tegangan adalah besarnya gaya yang bekerja pada

permukaan benda persatuan luas. Regangan adalah bagian dari deformasi, yang

dideskripsikan sebagai perubahan relatif dari partikel-partikel di dalam benda

yang bukan merupakan benda kaku. Mampatan adalah perubahan bentuk yang

dialami sebuah benda jika dua buah gaya yang berlawanan arah (menuju pusat

benda) dikenakan pada ujung-ujung benda (Rohandi, 2018: 2).

B. Gerak Harmonik
Bentuk yang sederhana dari gerak periodik adalah gerak harmonik

sederhana. Gerak harmonik sederhana adalah gerak bolak-balik suatu benda

melalui titik keseimbangannya. Beberapa benda yang melakukan gerak harmonik

sederhana antara lain gerak benda pada ayunan sederhana, gerak benda pada

lintasan licin yang berbentuk busur lingkaran dan gerak benda yang digetarkan

pada pegas.

Ayat yangb berhubungan dengan percobaan ini yaitu QS. Ar-Rahman ayat

7 yang berbunyi:

 
  
Terjemahannya:
“Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca
(keadilan)”.
Ayat di atas tersirat makna yang memiliki hubungan dengan suatu hal

yang telah diketahui oleh manusia dan berbagai gejala yang telah terlihat atau

telah dilakukan percobaan beserta pengukurannya. Dalam kaitan masalah yang

akan di bahas di sini bukan hanya peristiwa pemuaian atau pum

keseimbangannya. Namun juga sifat yang ikut menyertai peristiwa tersebut yaitu

sifat elastis.

BAB III

METODE PERCOBAAN

A. Waktu dan Tempat


Pengamatan dilakukan pada hari Senin, 11 November 2019 di

Laboratorium Fisika Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas

Islam Negeri Alauddin Makassar.

B. Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu pegas spiral 2

buah, mistar biasa 100 cm, statif dan klem 1 set, Pengait bandul 1 buah, beberapa

beban 10 buah, stopwatch dan berfungsi.

C. Prosedur Kerja
a. Hubungan antara T2 dengan massa beban m

Prosedur kerja untuk hubunga T2 dengan massa beban m yaitu:

1. Menggantungkan pegas besar pada sebuah statif kemudian

menggantungkan beban pada ujung bawah pegas.

2. Mencatatlah hasilnya pada tabel hasil pengamatan.

3. Menarik pegas itu ke bawah sedikit kemudian melepaskan sehingga pegas

itu bergetar.

4. Mengukur waktu ayun 10 pegas dengan menggunakan stopwatch.

Mencatat hasilnya ke dalam hasil pengamatan.

5. Ulangi lang 1-4 dengan setiap pengulangan ditambah 10 gram pada beban.

6. Tentukan periode ayun T dengan rumus perbandingan waktu ayun dengan

banyaknya ayunan.

7. Membuat grafik T2 terhadap m (beban), kemudian hitung konstanta gaya

pegas dari grafik tersebut.

b. Hubungan antara gaya pegas dengan pertambahan gaya pegas

Prosedur kerja untuk hubungan antara gaya pegas dengan pertambahan

panjang pegas adalah sebagai berikut:


1. Memiilih salah satu pegas yang telah disediakan, kemudin menggantung

penggaris bersama pegas pada statif. Usahakan pegas tidak bersinggungan

dengan penggaris.

2. Mwngkur dan catat panjang awalnya X0 ketika belum dibebani, usahakan

hindari kesalahan paralaks.

3. Membebani pegas dengan beban gantung yang telah diketahui massanya,

kemudia ukur dan catat massa beban gantung dan panjang pegas pada

keadaan itu.

4. Menglangi langkah no.3 sebanyak 6 kali dengan penambahan beban

gantung (usahakan) penambahan beban gantung dengan massa beban

gantung lebih kurang 5 gram, 10 gram, dan seterusnya.

5. Menghitung besar gaya pegas dengan manggunakan g = 980 cm.s-2.

6. Membuat grafik hubungan antara gaya pegas F dengan pertambahan

panjang pegas ∆x, kemudian menghitung besarnya konstanta pegas dari

grafik yang dibuat.

7. Membandingkan hasil antara nilai konstanta pegas menurut perhitungan

rumus k̅rata-rata dengan nilai konstanta pegas menurut grafik yang diperoleh.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisis Data
a. Analisis data tanpa ketidakpastian
Kegiatan 1: Hubungan antara T2 dengan massa beban m.
Tabel 1. Hubungan anatra T2 dengan massa beban m.
No. Massa beban Waktu 10 ayunan Periode T (s) T2
(Kg) (s)
1. 0,05 kg 8,4 s 0,84 s 0,7056
2. 0,06 kg 9,3 s 0,93 s 0,8649
3. 0,07 kg 9,9 s 0, 99 s 0,9801
4. 0,08 kg 10, 8 s 1,08 s 1,1664
5. 0,09 kg 11, 3 s 1,13 s 1,2769
6. 0,1 kg 12, 3 s 1,23 s 1,5129

Kegiatan 2: Hubungan antara gaya pegas dengan pertambahan panjang pegas


(∆x).

Tabel 2. Hubungan antara gaya pegas dengan pertambahan panjang pegas (∆x).
Panjang mula (X0) = 0,146 m g = 9,8 m/s
No. Massa Xakhir (m) ∆X (m) F = m.g 𝐹
k = ∆𝑋
beban m (dyne)
(kg)
1. 0,01 kg 0,17 m 0,24 m 9,08 37,9
2. 0,02 kg 0,185 m 0,39 m 0,196 0.50
3. 0,03 kg 0,196 m 0,5 m 0,294 1,84
4. 0,04 kg 0,212 m 0,66 m 0,392 0,59
5. 0,05 kg 0,224 m 0,78 m 0,49 0.62
6. 0,06 kg 0,242 m 0,96 m 0,588 0,61
7. 0,07 kg 0,254 m 0,108 m 0,686 6,35
8. 0,08 kg 0,265 m 0,119 m 0,784 6,58
9. 0,09 kg 0,283 m 0,137 m 0,882 6,43
10. 0,1 kg 0,296 m 0,15 m 0,98 6,53

b. Analisis data dengan ketidakpastian


Tabel 3. Hasil analisis data dengan ketidakpastian
∆∆X = 0,0975
∆F = 0,852
No. ∆K (N/m) KR (%) DK (%) AB PF (N/m)
1. 18,878 49,898% 50,102% 1 18,8 + 37,8
2. 2,307 4,595% 95,405% 2 2,30 + 0,50
3. 3,092 1,81% 98,19% 2 3,09 + 0,58
4. 1,367 2,31% 97,69% 2 1,36 + 0,59
5. 1,16 1,863% 98,137% 1 1,16 + 0,62
6. 0,939 1,539% 98,461% 1 0,93 + 0,61
7. 13,60 2,072% 97,928% 1 13,6 + 6,35
8. 12,53 1,904% 98,096% 1 12,5 + 6,58
9. 10,788 1,675% 98,325% 1 10,7 + 6,43
10. 4,808 73,595% 26,405% 1 4,80 + 6,53

c. Grafik
Grafik 1. Hubungan antara T2 dengan massa benda.

Grafik 2. Hubungan antara gaya pegas dengan pertambahan gaya pegas.

Pembahasan
Pegas adalah benda elastis yang digunakan untuk menyimpan energi
mekanis. Konstanta pegas menurut hukum Hooke bahwa besar pertambahan
panjang pegas akan sebanding dengan gaya yang diberikan pada pegas asalkan
gayanya tidak melebihi batas kemampuan pegas tersebut. Berdasarkan rumusan
tersebut, berarti batas kemampuan yang dinaksud yaitu K yang dikenal sebagai
konstanta pegas.
Pada percobaan ini dilakukan dua kegiatan yaitu untuk mengetahui
hubungan antara T2 dengan massa beban m dan hubungan antara gaya pegas
dengan pertambahan panjang pegas (∆x). Pada hubungan periode T2 dengan
massa beban m diperoleh hasil bahwa semakin besar massa beban yang diberikan
kepada pegas, maka semakin besar periodenya dan semakin renggang pula
pegasnya. Pada hubungan antara antara gaya pegas dengan pertambahan panjang
pegas (∆x) diperoleh hasil bahwa semakin besar massa beban yang diberikan,
maka semakin kecil gaya pegas dan semakin besar perpanjangannya dan
konstanta pegas yang dihasilkan semakin besar.
Berdasarkan percobaan di atas, maka diperoleh hasil bahwa dalam
percobaan tetapan pegas ini, hukum Hooke terbukti benar, di mana hubungan
antara gaya yang diberikan pada pegas sebanding dengan pertambahan panjang
pegas ( F = k.x ). Pada saat massa beban ditambah maka panjang pegas semakin
bertambah dan apabila massa beban ditambah, maka waktu yang dibutuhkan
untuk menghitung periode semakin lama. Artinya, hubungan antar gaya yang
diberikan pada pegas dengan massa beban m dan T2 adalah berbanding lurus.
Hasil penentuan antara pegas pada grafik hubungan T2 dengan massa beban m
sebesar ( 18,8 + 37,8 ) dengan derajat kepercayaan yaitu sebesar 50,102%.
Dari hasil percobaan diperoleh nilai konstanta pegas yang berbeda, hal ini
disebabkan karena beberapa faktor antara lain kurang telitinya praktikan dalam
membaca hasil pengukuran dan juga dipengaruhi oleh faktor keelastisan pegas.

BAB V

PENUTUP
A. Kesimpulan

Kesimpulan dari percobaan ini yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi

untuk menghasilkan getaran selaras yaitu amplitudo, frekuensi, massa dan

periode. Menentukan konstanta pegs grafik hubungan antara periode dan massa

beban m adalah makin besar beban yang diegerakkan maka semakin besar periode

yang dibutuhkan.

B. Saran

Saran pada percobaan ini yaitu sebaiknya pada percoban berikutnya

menggunakan jenis pegas yang berbeda agar dapat membandingkan hasil dari

pegas yang satu dengan pegas yan lain.

DAFTAR PUSTAKA

Halliday Resnick, Dasar-Dasar Pengukuran Jilid 1. Jakarta: Erlangga, 1989.


Giancoly, Dauglas C, Fisiska Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga, 2001.
Tim Fisika Dasar, Panduan Praktikum Fisika Dasar1. Surabaya: Unpress Unesa,
2015.
Rohandi, Pendalaman Materi Fisika. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaa,2018.

LAMPIRAN

1. Analisis data
∆∆x = 0,097
𝜕K 𝜕𝐾
∆K = |𝜕F ∆𝐹| + | 𝜕X ∆∆𝑥|
𝜕 (𝐹∆𝑥 −1 ) 𝜕 (𝐹∆𝑥 −1
∆𝑘 = | ∆𝐹| + | ∆∆𝑥|
𝜕𝐹 𝜕𝑥

∆𝑘 = |∆𝑥 −1 ∙ ∆𝐹| + |𝐹∆𝑋 −2 ∙ ∆∆𝑥|


∆𝑘 ∆𝑥 −1 𝐹∆𝑥 −2
= |𝐹∆𝑥 −1 | + |𝐹∆𝑥 −1 |
𝑘
∆𝑘 ∆𝐹
= | 𝐹 | + |∆∆𝑥 ∙ 𝑥 −1 |
𝑘
∆𝑘 ∆𝐹 ∆∆𝑥
=|𝐹 + |
𝑘 𝑥
∆𝐹 ∆∆𝑥
∆𝑘 = | 𝐹 + |k
𝑥

i. Analisis data dengan ketidakpastian


1) Hubungan antara periode T2 dengan massa beban benda
 Kesalahan relatif (KR)
∆m
KR = × 100%
T2

0,45
KR = 0,705 × 100%

KR = 0,638 × 100%

KR = 63,829%

 Derajat kepercayaan (DK)

DK = 100% - KR

DK = 100% - 63,829%

DK = 36,171%

 Angka berarti (AB)


∆m
AB = 1 – log T2

AB = 1 – ( - 0,195)

AB = 1,195
 Pelaporan fisika (PF)

PF = |∆m ± T2|

PF = |0,45 ± 7,05|
2) Hubungan antara gaya pegas dengan pertambahan pamjang pegas
 ∆𝑘
∆𝐹 ∆∆𝑥
∆k = | 𝐹 + 𝑥 |k
22,4 0,097
∆𝑘 = |9,08 + 0,17 |37,9
∆𝑘 = |2,46 + 0,57|37,9
∆𝑘 = 144,837
 Kesalahan relatif (KR)
∆k
KR = ∆x × 100%
144,837
= × 100%
0,24

= 603,487 × 100%

= 60,348
 Derajat kepercayaan (DK)

DK = 100% - KR

= 100% - 60,348

= 39,652%
 Angka berarti (AB)
∆k
AB = 1 – log ∆x

= 1 – (- 2,78)

= 3,78
 Pelaporan fisika (PF)

PF = |∆k ± ∆x|

= |144,837 ± 0,24|

Anda mungkin juga menyukai