Anda di halaman 1dari 14

1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan dan
hidayatnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam
bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat
dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi
pembaca.

Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan


dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk
maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman


yang kami miliki sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para
pembaca terlebih kepada dosen pembimbing mata kuliah ini untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Medan, Februari 2019

Penyusun
2

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .............................................................................................................. 1
BAB I ......................................................................................................................................... 3
PENDAHULUAN .................................................................................................................... 3
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................... 3
1.2 Tujuan ............................................................................................................................. 3
1.3 Batasan Masalah ............................................................................................................ 3
BAB II ....................................................................................................................................... 4
PEMBAHASAN ....................................................................................................................... 4
2.1 Sistem Distribusi Tenaga Listrik .................................................................................. 4
2.2 Trafo Distribusi .............................................................................................................. 5
2.3 Peralatan Pengaman .................................................................................................... 10
2.4 Gangguan pada trafo ................................................................................................... 11
BAB III.................................................................................................................................... 13
KESIMPULAN ...................................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 14
3

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Saat ini kebutuhan listrik adalah kebutuhan utama bagi semua lapisan masyarakat,
seperti publik, bisnis, industri, maupun sosial. Hampir di semua sektor masyarakat
memerlukan energi listrik untuk menjalankan kegiatan untuk masing-masing kepentingan.
Agar kebutuhan listrik di semua sektor ini dapat dipenuhi maka diperlukan suatu sistem
tenaga listrik yang andal agar pasokan listrik dapat terjaga dan merata distribusinya untuk
semua wilayah yang membutuhkan. PLN adalah perusahaan di Indonesia yang bertanggung
jawab mengemban tugas mulia ini, baik dari segi pembangkitan, transmisi, dan distribusi.

Jaringan distribusi adalah ujung tombak dari PLN, karena jaringan distribusi ini
adalah sisi yang paling dekat dengan pelanggan atau beban. Jaringan ini dibedakan menjadi
jaringan distribusi primer dan sekunder, jaringan distribusi primer adalah jaringan dari trafo
gardu induk (GI) sampai ke gardu distribusi, sedangkan jaringan distribusi sekunder adalah
jaringan dari gardu distribusi sampai ke pelanggan atau beban. Jaringan distribusi primer
lebih dikenal dengan jaringan tegangan menengah ( JTM 20kV ) sedangkan distribusi
sekunder adalah jaringan tegangan rendah ( JTR 220V/380V ).

Salah satu peralatan utama jaringan distribusi yaitu trafo distribusi, trafo distribusi
adalah peralatan tenaga listrik yang berfungsi untuk menurunkan tegangan tinggi ke tegangan
rendah, agar tegangan yang dipakai sesuai dengan rating peralatan listrik pelanggan atau
beban pada umumnya. Terdapat berbagai jenis dan konstruksi trafo yang digunakan sesuai
dengan fungsi dan kegunaannya pada masing-masing beban yang berbeda. Pemasangan trafo
distribusi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan lokasi beban agar tercapai optimasi yang
tinggi. Untuk mencapai performa yang maksimal, keandalan trafo distribusi harus tetap
dijaga dengan perawatan berkala dan memiliki sistem proteksi yang baik.

1.2 Tujuan
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah transformator.
2. Untuk memahami pengertian dan fungsi transformator.
3. Untuk memahami gangguan ataupun masalah yang terjadi pada transformator
distribusi.
4. Untuk memahami proses pendistribusian listrik hingga sampai kepada konsumen
ataupun pelanggan.
1.3 Batasan Masalah
Batasan masalah yang diambil oleh penulis hanya membahas tentang transformator
distribusi.
4

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sistem Distribusi Tenaga Listrik


Sistem tenaga listrik terdiri atas tiga bagian utama yaitu, sistem pembangkitan, sistem
transmisi dan sistem distribusi. Dari ketiga sistem tersebut sistem distribusi merupakan
bagian yang letaknya paling dekat dengan konsumen, fungsinya adalah menyalurkan energi
listrik dari suatu Gardu Induk distribusi ke konsumen.

Adapun bagian-bagian dari sistem distribusi tenaga listrik adalah:

1. Gardu Induk Distribusi


2. Jaringan Primer (JTM) 20kV
3. Transformator Distribusi
4. Jaringan Sekunder (JTR) 220/380V

Klasifikasi Sistem Jaringan Distribusi:

1. Tegangan pengenalnya :

a. JTM 20kV
b. JTR 380/220Volt

2. Konfigurasi jaringan primer

a. Jaringan distribusi pola radial


b. Jaringan distribusi pola loop / ring
c. Jaringan distribusi Jaring-jaring (NET)
d. Jaringan distribusi spindel
e. Saluran Radial Interkoneksi

3. Konfigurasi penghantar jaringan primer

a. Konfigurasi penghantar segitiga


b. Konfigurasi penghantar vertikal
c. Konfigurasi penghantar horisontal

4. Sistem pengetanahan :

a. Sistem distribusi tanpa pengetanahan


b. Sistem distribusi pengetanahan tak langsung
c. Sistem distribusi pengetanahan langsung
5

Energi listrik yang kita gunakan sehari-hari berasal dari pusat listrik (pembangkit
listrik). Penyaluran listrik yang dibangkitkan dari pusat listrik/pembangkit listrik ini
dapat sampai ke pelanggan listrik dengan beberapa tahapan. Mulai dari pembangkit,
saluran transmisi, distribusi, hingga sampai ke konsumen. Konsumennya pun dapat di
golongkan dari industri, bisnis, rumah tangga dan lain sebagainya.

Tahapan Penyaluran

2.2 Trafo Distribusi

Transformator adalah peralatan pada tenaga listrik yang berfungsi untuk


memindahkan/menyalurkan tenaga listrik arus bolak-balik tegangan rendah ke tegangan
menengah atau sebaliknya, pada frekuensi yang sama, sedangkan prinsip kerjanya melalui
kopling magnit atau induksi magnit, dan menghasilkan nilai tegangan dan arus yang berbeda.

Trafo Distribusi
Bagian-Bagian Dari Transformator :
1) Inti Besi
Inti besi tersebut berfungsi untuk membangkitkan fluksi yang timbul
karena arus listrik dalam belitan atau kumparan trafo, sedang bahan ini terbuat
dari lempengan-lempengan baja tipis, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi
panas yang diakibatkan oleh arus eddy (eddy current).
6

Inti besi

2) Kumparan Primer dan Kumparan Sekunder


Kawat email yang berisolasi terbentuk kumparan serta terisolasi baik antar
kumparan maupun antara kumparan dan inti besi. Terdapat dua kumparan pada
inti tersebut yaitu kumparan primair dan kumparan sekunder, bila salah satu
kumparan tersebut diberikan tegangan maka pada kumparan akan membangkitkan
fluksi pada inti serta menginduksi kumparan lainnya sehingga pada kumparan sisi
lain akan timbul tegangan.

Kumparan primer dan sekunder pada trafo


3) Minyak Trafo
Belitan primer dan sekunder pada inti besi pada trafo terendam minyak trafo, hal
ini dimaksudkan agar panas yang terjadi pada kedua kumparan dan inti trafo oleh
minyak trafo dan selain itu minyak tersebut juga sebagai isolasi pada kumparan
dan inti besi.

Minyak trafo
4) Isolator Bushing
Pada ujung kedua kumparan trafo baik primer ataupun sekunder keluar menjadi
terminal melalui isolator yang juga sebagai penyekat antar kumparan dengan body
badan trafo.
7

Isolator
5) Tangki dan Konservator
Bagian-bagian trafo yang terendam minyak trafo berada dalam tangki, sedangkan
untuk pemuaian minyak tangki dilengkapi dengan konserfator yang berfungsi
untuk menampung pemuaian minyak akibat perubahan temperature.

Konservator
6) Katub Pembuangan dan Pengisian
Katup pembuangan pada trafo berfungsi untuk menguras pada penggantian
minyak trafo, hal ini terdapat pada trafo diatas 100kVA, sedangkan katup
pengisian berfungsi untuk menambahkan atau mengambil sample minyak pada
trafo.
7) Oil Level
Fungsi dari oil level tersebut adalah untuk mengetahui minyak pada tangki trafo,
oil level inipun hanya terdapat pada trafo diatas 100kVA.
8) Indikator Suhu Trafo
Untuk mengetahui serta memantau keberadaan temperature pada oil trafo saat
beroperasi, untuk trafo yang berkapasitas besar indikator limit tersebut
dihubungkan dengan rele temperature.

Indikator Suhu trafo


9) Pernapasan Trafo
Karena naik turunnya beban trafo maupun suhu udara luar, maka suhu minyaknya
akan berubah-ubah mengikuti keadaan tersebut. Bila suhu minyak tinggi, minyak
akan memuai dan mendesak udara diatas permukaan minyak keluar dari tangki,
8

sebaliknya bila suhu turun, minyak akan menyusut maka udara luar akan masuk
kedalam tangki. Kedua proses tersebut diatas disebut pernapasan trafo, akibatnya
permukaan minyak akan bersinggungan dengan udara luar, udara luar tersebut
lembab. Oleh sebab itu pada ujung pernapasan diberikan alat dengan bahan yang
mampu menyerap kelembaban udara luar yang disebut kristal zat Hygrokopis
(Clilicagel).

Pernafasan Trafo
10) Pendingin Trafo
Perubahan temperature akibat perubahan beban maka seluruh komponen trafo
akan menjadi panas, guna mengurangi panas pada trafo dilakukan pendingin pada
trafo, guna mengurangi pada trafo dilakukan pendinginan pada trafo. Sedangkan
cara pendinginan trafo terdapat dua macam yaitu : alamiah/natural (Onan) dan
paksa/tekanan (Onaf). Pada pendinginan alamiah (natural) melalui sirip-sirip
radiator yang bersirkulasi dengan udara luar dan untuk trafo yang besar minyak
pada trafo disirkulasikan dengan pompa. Sedangkan pada pendinginan paksa pada
sirip-sirip trafo terdapat fan yang bekerjanya sesuai setting temperaturnya.
11) Tap Canger Trafo (Perubahan Tap)
Tap changer adalah alat perubah pembanding transformasi untuk mendapatkan
tegangan operasi sekunder yang sesuai dengan tegangan sekunder yang diinginkan
dari tegangan primer yang berubah-ubah. Tiap changer hanya dapat dioperasikan
pada keadaan trafo tidak bertegangan atau disebut dengan “Off Load Tap
Changer” serta dilakukan secara manual.

Tap changer

Prinsip kerja transformator dijelaskan pada gambar di bawah ini


9

Rangkaian dasar trafo


Bila kumparan primer suatu transformator dihubungkan dengan sumber tegangan V1 yang
sinusoid, akan mengalirlah arus primer lg yang juga sinusoid dan dengan menganggap belitan
N1 reaktif murni. lg akan tertinggal 900 dari V1. Arus primer lg menimbulkan fluks (Ø)
yang sefasa dan juga berbentuk sinusoid.

Fluks yang sinusoid ini akan menghasilkan tegangan induksi e1 (Hukum Farraday).

Harga efektifnya :

Pada rangkaian sekunder fluks (Ø) bersama tadi menimbulkan

Sehingga

Dengan mengabaikan rugi tahanan dan adanya fluks bocor.

a = perbandingan transformator
10

Dalam hal initegangan induksi E1 mempunyai besaran yang sama tetapi berlawanan arah
dengan tegangan sumber V1

2.3 Peralatan Pengaman


a. Pengaman lebur

Pengaman lebur (FCO) merupakan pengaman bagian dari saluran dan peralatan dari
gangguan hubung singkat antar fasa, dapat pula sebagai pengaman hubung singkat fasa ke
tanah bagi sistem yang ditanahkan langsung.

b. Relai Arus Lebih

Relai arus lebih merupakan pengaman utama sistem distribusi tegangan menengah
terhadap gangguan hubung singkat antar fasa. Relai arus lebih adalah suatu relai yang bekerja
berdasaran adanya kenaikan arus yang melebihi nilai setting-nya pengaman tertentu dalam
waktu tertentu.

c. Relai Arus Gangguan Tanah

Relai arus gangguan tanah ( round fault relay ) merupakan pengaman utama terhadap
gangguan hubung singkat fasa ke tanah untuk sistem yang ditanahkan langsung atau melalui
tahanan rendah.

d. Relai Arus Gangguan Tanah Berarah

Reai arus gangguan tanah berarah (irectional ground fault relay) adalah pengaman
utama terhadap hubung singkat Fasa ke tanah untuk sistem yang ditanahkan melalui tahanan
tinggi.

e. Relai Penutup Balik

Relai penutup balik (reclosing relay) adalah pengaman pelengkap untuk


membebaskan gangguan yang bersifat temporer untuk keandalan sistem.

f. Penutup Balik Otomatis (Recloser)

Penutup balik otomatis (PBO, automatic circuit recloser) digunakan sebagai


pelengkap untuk pengaman terhadap gangguan temporer dan membatasi luas daerah yang
padam akbiat gangguan.

g. Saklar Seksi Otomatis (SSO, Sectionalizer)

Saklar seksi otomatis (SSO, Sectionalizer) adalah alat pemutus untuk mengurangi luas
daerah yang padam karena gangguan. Ada dua jenis SSO ya itu dengan pengindera arus yang
disebut Automatic Sectionalizer dan pengindera tegangan yang disebut Automatic vacum
Switch (AVS).
11

2.4 Gangguan pada trafo

1. Tegangan Lebih Akibat Petir

Gangguan ini terjadi akibat sambaran petir yang mengenai kawat phasa, sehingga
menimbulkan gelombang berjalan yang merambat melalui kawat phasa tersebut dan
menimbulkan gangguan pada trafo. Hal ini dapat terjadi karena arrester yang terpasang
tidak berfungsi dengan baik, akibat kerusakan peralatan/pentanahan yang tidak ada. Pada
kondisi normal, arrester akan mengalirkan arus bertegangan lebih yang muncul akibat
sambaran petir ketanah. Tetapi apabila terjadi kerusakan pada arrester, arus petir tersebut
tidak akan dialirkan ketanah oleh arrester sehingga mengalir ke trafo. Jika tegangan lebih
tersebut lebih besar darikemampuan isolasi trafo, maka tegangan lebih tersebut akan
merusak lilitan trafo danmengakibatkan hubungan singkat antar lilitan.

2. Overload dan Beban Tidak Seimbang

Overload terjadi karena beban yang terpasang pada trafo melebihi kapasitas
maksimum yang dapat dipikul trafo dimana arus beban melebihi arus beban penuh
( full load ) dari trafo. Overload akan menyebabkan trafo menjadi panas dan kawat tidak
sanggup lagi menahan beban,sehingga timbul panas yang menyebabkan naiknya suhu lilitan
tersebut. Kenaikan inimenyebabkan rusaknya isolasi lilitan pada kumparan trafo.

3. Loss Contact Pada Terminal Bushing

Gangguan ini terjadi pada bushing trafo yang disebabkan terdapat kelonggaran pada
hubungan kawat phasa (kabel schoen) dengan terminal bushing. Hal ini mengakibatkan
tidakstabilnya aliran listrik yang diterima oleh trafo distribusi dan dapat juga menimbulkan
panasyang dapat menyebabkan kerusakan belitan trafo.

4. Isolator Bocor/Bushing Pecah


Gangguan akibat isolator bocor/bushing pecah dapat disebabkan oleh :
1. Flash Over Flash Over

Dapat terjadi apabila muncul tegangan lebih pada jaringan distribusi seperti pada saat
terjadi sambaran petir/surja hubung. Bila besar surja tegangan yang timbul menyamai atau
melebihi ketahanan impuls isolator, maka kemungkinan akan terjadi
flash overpada bushing. Pada system 20 KV, ketahanan impuls isolator adalah 160 kV.
Flash over menyebabkan loncatan busur api antara konduktor dengan bodi trafo sehingga
mengakibatkanhubungan singkat phasa ke tanah.

2. Bushing Kotor

Kotoran pada permukaan bushing dapat menyebabkan terbentuknya lapisan


penghantardi permukaan bushing. Kotoran ini dapat mengakibatkan jalannya arus melalui
permukaan bushing sehingga mencapai body trafo. Umumnya kotoran ini tidak menjadi
penghantar sampaiendapan kotoran tersebut basah karena hujan/embun.
12

5. Kegagalan Isolasi Minyak Trafo/Packing Bocor

Kegagalan isolasi minyak trafo dapat terjadi akibat penurunan kualitas minyak
trafosehingga kekuatan dielektrisnya menurun.
Hal ini disebabkan oleh :
1. Packing bocor, sehingga air masuk dan volume minyak trafo berkurang.
2. Karena umur minyak trafo sudah tua.
13

BAB III
KESIMPULAN
Dari pembahasan-pembahasan pada bab-bab terdahulu dapat diambil beberapa kesimpulan
sebagai berikut
1. Sistem tenaga listrik adalah salah satu mekanisme untuk memenuhi kebutuhan
energi manusia yang sangat penting. Sistem tenaga listrik terdiri dari tiga bagian
utama yaitu sistem pembangkit, sistem transmisi, dan sistem distribusi.
2. Jaringan distribusi adalah ujung tombak suatu sistem tenaga listrik karena berada
paling dekat dengan sisi beban atau konsumen.
3. Analisis efisiensi dan regulasi teganagan dapat digunakan sebagai parameter
unjuk kerja transformator apakah laik operasi atau tidak.
4. Untuk mencapai performa sistem yang maksimal, keandalan dan kontinuitas
pelayanan harus tetap dijaga dengan maintenance atau perawatan berkala.
14

DAFTAR PUSTAKA

http://egsean.com/bagaimana-proses-listrik-bisa-sampai-ke-rumah-rumah/

https://www.slideshare.net/seprianusmt/trafo-distribusi?from_action=save

http://muhamadrizkifauzikadili.blogspot.com/2012/06/trafo-distribusi.html

https://industri3601.wordpress.com/transformator-dan-sistem-distribusi-daya/

https://www.academia.edu/15319949/SISTEM_DISTRIBUSI_TENAGA_LISTRIK_Ma
kalah_Diajukan_untuk_memenuhi_salah_tugas_mata_kuliah_Teknik_Tenaga_Listrik_
Disusun_oleh?auto=download