Anda di halaman 1dari 3

RINCIAN TUGAS

MATA KULIAH METODE PEMULIAAN ANAMAN


GUIDING QUESTION 3C
MARKER ASSITED SELECTION (MAS) DAN TANDEM SELECTION

Mahasiswa menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini untuk memahami konsep-


konsep selekasi berbasis marka molekuler

1. Sebutkan salah satu dasar pemanfaatan marka molekuler dibandingkan dengan


pemuliaan tanaman konvensional!

2. Apakah alasan utama dibalik pemanfaatan Marker Assisted Breeding?

3. Diskusikan mengenai kunci utama keberhasilan pengembangan marka molekuler


sehingga bisa dilakukan Marker Assisted Selection!

4. Komponen apa saja yang dibutuhkan agar MAS dapat dilakukan lebih efisien?

Jawab : markah berbasis DNA dapat menjadi efektif jika 3 komponen terlaksana, yaitu (1)
galur-galur tetua yang tepat untuk perbaikan suatu karakter untuk tujuan khusus, (2) alel-
alel yang sesuai (favorable) dominan atau resesif pada tiap generasi persilangan, dan (3)
individu-individu sasaran sesuai dengan karakter yang diinginkan di antara turunan yang
bersegregasi, berdasarkan pada komposi.

5. Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan dan perlu dipenuhi untuk marka DNA dalam
MAS?

6. Apa yang dimaksud dengan marka dominan dan ko-dominan?

Jawab : Marka kodominan ditunjukkan oleh adanya perbedaan dalam ukuran pita DNA dari satu individu
dengan lainnya, sebaliknya marka dominan ditunjukkan oleh ada tidaknya pita dalam ukuran yang sama.
Secara sederhana, perbedaan ukuran pita DNA yang terlihat pada suatu gel disebut sebagai alel. Marka
kodominan bisa terdiri atas banyak alel yang berbeda, sedangkan marka dominan hanya memiliki dua alel
(Collard et al. 2005).

7. Kemukakan alasan mengapa dibutuhkan peta molekuler dengan kerapatan tinggi pada
MAS!

8. Mengapa perlu megetahui Polymorphism information content (PIC) value dalam MAS?

9. Sebutkan apa saja keuntungan yang bisa didapat dengan menggunakan MAS!

Jawab : Perkembangan marka molekuler diawali dengan munculnya marka biokimia seperti
isozim, yang kemudian dengan cepat digantikan dengan marka berbasis DNA karena memberikan banyak
keuntungan dibandingkan marka lainnya dalam studi genetika tanaman (Hendre & Aggarwal, 2007).
Keuntungan marka berbasis DNA adalah dapat diwariskan, relatif mudah penggunaannya, dan tidak
dipengaruhi oleh lingkungan. Dalam beberapa tahun terakhir, hasil yang dicapai dalam perkembangan
marka berbasis DNA telah meningkatkan pemahaman kita mengenai sumber daya genetik
(Kalia, Rai, Kalia, Singh, & Dhawan, 2011).

- Lebih sederhana dibandingkan seleksi fenotipik


- Dapat dilakukan pada fase awal perkembangan
- Meningkatkan akurasi

10. Diskusikan mengenai studi kasus berikut! Seorang mahasiswa ingin melakukan seleksi
untuk karakter ketahanan tanaman padi terhadap wereng coklat. Mahasiswa tersebut
telah memiliki bahan tanaman dan serangga wereng untuk pengujian. Kemudian ia
melakukan pengujian ketahanan dengan melakukan ekstraksi DNA, amplifikasi PCR,
marker genotyping dan melakukan analisis statistik. Apakah langkah yang dilakukan
mahasiswa tersebut sudah benar?

11. Apa alasan yang mendasari seorang pemulia untuk melakukan tandem selection?
(Dapat mengambil contoh kasus dari literature Pengembangan populasi Mentimun
dengan pemanfaatan tandem selection)

12. Sebutkan keuntungan yang bisa didapat dengan penggunaan tandem selection!

13. Diskusikan mengenai prosedur yang dilakukan dalam tandem selection untuk
menyeleksi karakter yang diinginkan!

14. Sebutkan faktor apa saja yang menjadi pertimbangan pemilihan marka yang akan
digunakan dalam tandem selection!

- Jawab : Pemilihan gen target


- Marka molekuler harus berkolerasi kuat dengan karakter yang akan diseleksi
- Pemilihan jenis marka molekuler yang akan digunakan harus dipertimbangkan

15. Jawab dengan singkat apa saja hal-hal yang dilakukan dalam seleksi fenotipik pada
tandem selection!

Menjawab pernyataan-pernyataan di bawah ini BENAR atau SALAH dan berikan penjelasan
berdasarkan konsep-konsep seleksi berbasis marka molekuler

1. Penggunaan DNA Marker untuk seleksi tidak langsung memberikan manfaat


terbaik untuk karakter quantitative dengan heritabilitas rendah
2. Seleksi dengan MAS tidak tergantung pada marka molekuler yang digunakan
karena tidak berhubungan dengan proses pengkarakterisasian

3. Marka kodominan tidak lebih penting dibanding marka dominan dalam MAS untuk
tanaman hibrida

4. Sebaik apa marka dapat terkait dengan karakter target menjadikan faktor
besar yang memperngaruhi efisiensi dalam MAS

5. Karakterisasi dengan marka molekuler tidak terlalu berperan penting dalam


mengidentifikasi marka yang dekat dengan gen dari karakter yang dibutuhkan

6. Semakin sedikit alel yang terdapat dalam lokus, semakin sedkit pula keragaman yang
dimiliki

7. Penggunaan MAS belum dapat memungkinkan untuk menyeleksi pada seluruh tingkat
genome

8. Tandem selection merupakan penggabungan prosedur seleksi pada pemuliaan


tanaman antara seleksi fenotipik dan seleksi berbasis marka molekuler

9. Pada tandem selction, karakter yang diseleksi terus ditingkatkan hingga memenuhi
indicator yang diinginkan atau memenuhi nilai kritis genotipe

10. Genotyping and selection adalah bagian dari prosedur MAS yang dilakukan dalam
tandem selection