Anda di halaman 1dari 5

Tabel 1.

Variabel
Variables Entered/Removeda
Mode Variables Entered Variables Removed Method
l
BIAYA PENGENDALIAN MUTU,
1 HARGA JUAL PER LITER, JUMLAH . Enter
PRODUKSI, BIAYA IKLANb
a. Dependent Variable: PENERIMAAN
b. All requested variables entered.

Tabel diatas menunjukan variabel-variabel bebas (Biaya Pengendalian Mutu, Harga Jual Per
Liter, Jumlah Produksi dan Biaya Iklan), dan Variabel terikat (Penerimaan).

Tabel 2. Ringkasan Model

Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .999a .997 .996 .457
a. Predictors: (Constant), BIAYA PENGENDALIAN MUTU, HARGA JUAL PER LITER, JUMLAH
PRODUKSI, BIAYA IKLAN

Tabel diatas menunjukan besarnya korelasi R, koefisien determinasi (R2), koefisien korelasi
yang disesuaikan (adjusted R2) dan standar error.

Koefisien korelasi (R) sebesar 0,999 menunjukan bahwa hubungan yang sangat kuat antara
variabel bebas (X1, X2, X3, X4) dengan Variabel terikat (Y). koefisien determinan (R2) sebesar
0,997 memberi pengertian bahwa 99% penerimaan Pabrik Minyak Goreng SITI Sawit
ditentukan oleh pengendalian mutu, harga jual perliter, jumlah produksi dan biaya iklan.

Adjusted R-Square merupakan koreksi dari R2 sehingga gambarannya lebih mendekati mutu
penjajakan odel populasi.

Adjusted R2 =
Tabel 3. Tabel Anova

ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
Regression 757.243 4 189.311
905.588 .000b
1 Residual 2.090 10 .209
Total 759.333 14
a. Dependent Variable: PENERIMAAN
b. Predictors: (Constant), BIAYA PENGENDALIAN MUTU, HARGA JUAL PER LITER, JUMLAH
PRODUKSI, BIAYA IKLAN

Fhitung = 905,588

Ftabel = 3,48 (dilihat pada table F untuk α = 0,05 dengan derajat pembilang = (k-1) = 5 – 1 = 4 ;
derajat penyebut = n – k = 15 – 5 = 10, Ftabel (0,05 ; 4 ; 10) = 3,48)

Karena Fhitung > Ftabel maka dapat disimpulkan bahwa model yang digunakan sudah tepat.
Model yang digunakan dapat diterima.

Tabel 4. Koefisien
Coefficientsa
Model Unstandardized Standardize t Sig.
Coefficients d
Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) -6.865 2.982 -2.302 .044
JUMLAH PRODUKSI 3.443 1.167 .435 2.950 .015
HARGA JUAL PER
1.878 .808 .140 2.323 .043
LITER
1
BIAYA IKLAN .888 .401 .407 2.214 .051
BIAYA
PENGENDALIAN .026 .054 .024 .483 .640
MUTU
a. Dependent Variable: PENERIMAAN

Pada table diatas digunakan Uji – t untuk menguji signifikansi konstanta dari setiap variabel
bebas.

H0 = pengaruh variabel bebas terhadap variabel tak bebas tidak nyata


Ha = variabel bebas berpengaruh nyata terhadap

Derajat bebas (k) = n-k = 15 – 5 = 10


t table = 2,228 (t0,025)
thitung (X1) = 2,950
thitung (X2) = 2,323
thitung (X3) = 2,214
thitung (X4) = 0,483

Keputusan :
Variabel Jumlah Produksi (X1)
Terlihat bahwa thitung X1 > ttabel maka H0 ditolak, artinya pengaruh jumlah produksi (X1)
dalam Penerimaan Pabrik minyak Goreng SITI SAWIT signifikan atau dapat dikatakan
bahwa jumlah pemasukan yang diterima pabrik tersebut nyata dipengaruhi oleh
jumlah produksi.

Variabel Harga Jual per liter (X2)


Terlihat bahwa thitung X2 > ttabel maka H0 ditolak, artinya pengaruh Harga Jual Per Liter
(X2) dalam Penerimaan Pabrik minyak Goreng SITI SAWIT signifikan atau dapat
dikatakan bahwa jumlah pemasukan yang diterima pabrik tersebut nyata
dipengaruhi oleh Harga Jual Per liter.

Variabel biaya iklan (X3)


Terlihat bahwa thitung X3 < ttabel maka H0 diterima, artinya pengaruh biaya iklan (X3)
dalam Penerimaan Pabrik minyak Goreng SITI SAWIT tidak signifikan atau dapat
dikatakan bahwa jumlah pemasukan yang diterima pabrik tersebut tidak nyata
dipengaruhi oleh biaya iklan.

Variabel Biaya Pengendalian Mutu (X4)


Terlihat bahwa thitung X3 < ttabel maka H0 diterima, artinya pengaruh biaya
pengendalian mutu (X4) dalam Penerimaan Pabrik minyak Goreng SITI SAWIT tidak
signifikan atau dapat dikatakan bahwa jumlah pemasukan yang diterima pabrik
tersebut tidak nyata dipengaruhi oleh biaya pengendalian mutu.

Persamaan Regresi Y = -6.865 + 3.443X1 + 1.878X2 + 0.888X3 + 0.026X4

Dimana, Y = Pendapatan Pabrik Minyak Goreng SIti Sawit (Rp.)


X1 = Biaya Produksi (Rp.)
X2 = Harga Jual Per Liter (Rp.)
X3 = Biaya Iklan (Rp)
X4 = Biaya Pengendalian Mutu (Rp)

Dari persamaan diatas, dapat diuraikan :


1. Konstanta a = -6.865 artinya jika pabrik minyak goreng siti sawit tidak mengeluarkan
biaya untuk produksi, menaikan harga jual per liter, mengeluarkan biaya untuk iklan,
dan biaya pengendalian mutu maka pabrik tersebut akan mengalami kerugian
sebesar Rp. 6.865.000,-
2. Koefisien Regresi X1 (b1) = 3,443 artinya dengan mengeluarkan biaya produksi
sebanyak 3 juta maka akan diberikan tambahan penerimaan pendapatan pabrik
minyak goreng siti sawit sebesar Rp. 3.443.000
3. Koefisien regresi X2 (b2) = 1.878 artinya penentuan harga jual perliter minyak goreng
yang tepat dapat memberi tambahan penerimaan pendapatan pabrik siti sawit
sebesar Rp. 1.878.000,-
4. Koefisien Regresi X3 (b3) = 0.888 artinya untuk biaya iklan yang di keluarkan pabrik
akan memberikan tambahan penerimaan pendapatan sebesar Rp. 888.000
5. Koefisien Regresi X4 (b4) = 0.026 artinya pengeluaran perusahaan untuk kegiatan
pengendalian mutu akan memberi tambahan penerimaan sebesar Rp. 26.000
TUGAS ANALISIS STATISTIK

PETRIZIA JELITA KAIHATU

PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PATTIMURA
AMBON
2019