Anda di halaman 1dari 14

CRITICAL JOURNAL BOOK REVIEW

PENGANTAR GEOGRAFI

DOSEN PENGAMPU: ROHANI,S.Pd,M.Si

Oleh:
ROULINA SIMANJORANG
31933131024

1
KATA PENGANTAR
Critical Book Review ini dikritik dalam suatu rangkaian paket belajar
tentang Pengantar Geografi yang merupakan dasar untuk dapat memahami
berbagai konsep Geografi dan lebeih mendalam mengenal Geografi dari masa ke
masa.

Pengkritik menyadari,bahwa bahan kuliah ini belumlah sempurna karena


dalam banyak hal masih merupakan himpunan kutipan dari berbagai buku
sumber yang digunakan.

Tujuan dari krital ini ialah untuk menyelesaikan kewajiban pengkritik


sebagai Mahasiswa UNIMED,agar kedepan nya mampu mengkritiki buku dan
mampu membedakan buku mana yang lebih layak baca bagi para pembaca
maupun Mahasiswa itu sendiri.

Akhirnya pengkritik tidak lupa mengucapkan Terima Kasih kepada semua


pihak yang telah membantu dalam penyusunan bahan ajar ini.

Medan,26 September 2019

Penulis

2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………… 2
DAFTAR ISI………………………………………………………………..3
PENDAHULUAN…………………………………………………………4
BAB I …………………………………………………………………………
A.LATAR BELAKANG……………………………………………….5
B.RUMUSAN MASALAH………………………………………….5
C.TUJUAN…………………………………………………………..….5
D. IDENTITAS BUKU…………………..…………………………..6
BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………..
A.RINGKASAN BUKU………………………………………………7
B.MENGKRITIK BUKU…………………………………………….12
BAB III PENUTUP…………………………………………………………….
KESIMPULAN…………………………………………………………13
SARAN…………………………………………………………………..13
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………14

3
PENDAHULUAN
Pengantar Geografi merupakan dasar dari ilmu pengetahuan tentang studi
Geografi, dimana kita akan mempelajari Sejarah Geografi,Filsafat Geografi,serta
konsep-konsep Geografi.

Pada dasarnya materi Pengantar Geografi ini,mempelajari dan focus pada


kajian dasar dasar Geografi dan perkembangan GEografi dari masa ke masa,mulai
dari awal hingga pada abad modern.

Untuk mempelajarinya lebih dalam, maka selaku Mahasiswa wajib


mengkritisi segala sesuatu aspek yang berkaitan dengan materi ini,agar tidak
terjerumus pada ilmu pengetahuan yang mampu mengekang. Maka dari itu hali,
yang dilakukan ialah, mengkritisi setiap buku yang dibaca, agar lebih update
terhadap berita terbaru atau ilmu pengetahuan yang lebih baru lagi.

Pada kesempatan kali ini,objek kajian buku yang saya teliti ialah:

1.Buku “PENGANTAR GEOGRAFI (Drs. N. Daljoeni )”

2.Buku “PENGANTAR FILSAFAT GEOGRAFI (Prof. Dr. Suharyono & Dr. Moch.
Amien)”

Kajian buku tersebut akan di kritisi bagaimana,keunggulan dan kelemahan


antara 2 buku tersebut dan mana yang lebih layak baca bagi para Mahasiswa
terhadap materi PENGANTAR GEOGRAFI.

4
BAB I

A. LATAR BELAKANG
Critical Book Review adalah mengkritik isi buku dan membahas nya kembali
buku yang kita baca. Kita mengkeritik isi buku agar kita mengetahui isi dari
buku tersebut lebih memahaminya lagi apabila kita bahas ulang .
Dalam kesempatan ini saya ingin CBR dengan membandingkan buku lainnya
yang membahas materi yang sama,agar kita mengetahui kekurangan dan
kelebihan isi buku tersebut dan semakin menambah wawasan para
pembaca.
B. RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah dalam critical book review :
a) Apakah ringkasan dari isi buku?
b) Apakah perbedaan antara buku Pengantar Geografi dengan buku
Pengantar Filsafat Geografi?

C.TUJUAN
Tujuan nya adalah agar kita mengetahui kekurangan setiap buku maupun
kelebihannya.

5
D.IDENTITAS BUKU
1.BUKU PENGANTAR GEOGRAFI
Judul : Pengantar Geografi

Terbitan : Penerbit Ombak (anggota IKAPI),2017)

Cetakan : II 2017

Penulis : Drs. N. Daldjoeni

Prolog : Prof. Dr. Suharyono

Tata Letak : Adik Mustofa Tamam

Sampul : Dian Qamajaya

Ukuran : 14,5 x 21 cm

Ketebalan : xvi + 192 hlm

ISBN : 978-602-258-176-5

2. BUKU PENGANTAR FILSAFAT GEOGRAFI


Judul : Pengantar Filsafat Geografi

Terbitan : IKAPI 2017

Cetakan : II 2017

Penulis : Prof. Dr. Suharyono & Dr. Moch. Amien

Tata Letak : Nanjar Tri Mukti

Sampul : Dian Qamajaya

Ukuran : 14,5 x21 cm

Ketebalan : viii + 332 hlm ISBN : 978-602-258-077-5

6
BAB II PEMBAHASAN
A.RINGKASAN BUKU
1. BUKU PENGANTAR GEOGRAFI
Sesuaia pada RPS, buku ini memiliki materi yang sama yaitu pada

“BAB 3 SEJARAH PERKEMBNGAN GEOGRAFI” PADA HALAMAN 59.

3.1. Geografi di Zaman Kuno, Abad Pertengahan dan Renaisans

-Geografi di zaman kuno ialah Herodotus (485-428 SM) yang


pertama kali menguraikan seluk beluk keadaan tempat tempat (topografi) dan
menerangan mengapa hal nya demikian. Lembah Sungai Nil dengan tanah yang
subur dibahasnya,apalagi daerah deltanya yang berbentuk segi tiga seperti huruf
delta di sekitar muaranya itu. Pada masa itu Thales (± 580 SM) sudah memastikan
bahwa bentuk muka bumi kita ini seperti bola,bahkan Eratosthenes (176-194 SM)
mengkalkulasikan ukuran-ukurannya dengan teliti pula.Dengan begitu disusunnya
pula jaringan garis lintang dan garis bujur bola bumi untuk menyatakan lokasi
lautan,negeri,gunung,sungai,dan kota. Demikianlah lahirnya peta meskipun masih
dalam bentuk yang sederhana tetapi sudah memuat system koordinat tadi.

-Geografi abad pertengahan pada zaman pertengahan, bangsa eropa


merasa mengalami hadirnya abad-abad gelap. Gambaran tentang dunia yang
berasal dari pikiran Yunani dirasa tidak cocok dengan sabda Allah di dalam
Alkitab. Peta bumi diubah,karena bumi tidak bulat tetapi datar seperti cakram dan
kota Yerusalem menempti pussatnya.

-Geografi Varenius dikembangkan pada 1622-1650 di Amsterdam. Ia


memecahkan uraian tentang bumi dua bagian,bagian yang alami,sehingga lahir
geografi fisis dan bagian yang social,dimana dibicarakan gejala-gejala social
budaya masyarakat. Tetapi Varensius menamakannya geografi umum dan
geografi khusus.

7
3.2. Awal Geografi Modern (abad ke 18)

-Sumbangan Kant menurut ia semua pengetahuan itu dapat di


kategorikan menjadi 3 kelompok. Pertama ilmu ilmu sistematis misalnya:
Botani,menstudi tumbuhan,geologi menstudi kulit bumi,sosiologi menstudi
masyarakat kelompok. Pikiran kant ini dioper oleh Alfred heetner geograf Jerman
abad yang lalu dan kemudian juga oleh geograf amerika Richard Hrtson yang
menulis buku terkenal The Nature Of Geography pada tahun 1939.

-Jasa Humboldt adalah ahli geografi karena petualangnya


mengelilingi benua-benua ,khususnya Amerika Topica ,ia sekaligus ahli
kosmografi. Dengan pengalamannya semua itu ia melihat relasi yang jelas antara
gejala social dan latar belakang alamnya.Adapun di bidang geografi alam ia
menonjolkan dengan usahanya memisahkan asoek fisis dan biotis nya.

3.3. Aneka Pandangan Geografi pada akhir Abad ke 19


-Zaman Pengagungan Alam Sejak pertengahan abad ke 19 kemajuan
di bidang ilmu pengetahuan alam dan hayat menarik perhatian masyarakat.
Geografi dengan sendirinya mengutamakan pendalman studi aspek alam seperti
iklim ,dunia tumbuhan, dan hewan serta bentang alam (bidang geomorfologi).

-Antropogeografi dari Ratzel (1844-1904) gagsan Darwin berjudul On


the origin of species. Tentang adaptasi terhadap lingkungan dan
evolusi,membelokkan kembali perhatian para ahli ilmu pengetahuan alam kepada
penghargaan kembali atas konsep lama dari geografi yang mereka tinggalkan.
Sejak zaman yunani kuno, iklim dipandang sebagai latar belakang yang kuat dari
karakter bangsa. Muncullah penelitian-penelitian tentang peranan lingkungan
alam terhadap kegiatan ekonomi dan budayawi.

8
3.4. Geografi Dalam Abad ke 20
-Pendekatan Sosial Budaya adalah Geografi sepantasnya menstudi
bagaimana alam mensyarati bahkan menentukan perilaku manusia. Bumi hanya
sekedar menawarkan berbagai kemungkinan,sedang manusialah yang
menentukan pilihannya.

-Geografi Budaya tekanan perhatian pada cirri cirri kultur dari


masyarakat. Ini mencakup topic-topik seperti bentuk pemukiman (desa,kota), tipe
rumah rumah,sebaran agama,bahasa,teknologi,ternak dan tanaman. Cultural
geography pada dasarnya menstudi aspek material atau man-made features dari
budaya yang memberikan corak khas kepada suatu region, terutama pada
kenampakan landscape-nya.

-Geografi Agama bukan hanya menelaah pengaruh ruang atas


agama-agama dan gejala gejala keagamaan pada umumnya tetapi juga sebaliknya
yakni pengaruh agama dan gejala keagamaan atas tata ruang. Meskipun relasi
antara agam dan tata ruang sudah diketahui di zaman kuno oleh Hippocrates,
tetapi baru menjai popular di zaman para filsuf pencerahan seperi Montesquieu
di Prancis.

-Geografi Ekonomi eksplorasi sumber daya alam dari bumi oleh


manusia,produksi dari komoditi kemudian usaha transportasi ,distribusi dan
konsumsi. Pengetahuan yang eksak dan sistematis tentang persebaran serta
penataan gejala di permukaan bumi.

3.5. Arah Perkembangan Geografi Mutakhir


-Tiga Gejala Perkembangan pertama,jenis bidang khusus yang di
studinya bertambah,misalnya sampai muncul geografi agama dan geografi
penyakit sebagai spesialisasi baru. Kedua dalam menganalisa masalah lebih
diberikan tekanan pada kausalitas dan hubungan. Ketiga dalam menelaah
fenomena lebih diutamakan dimananya itu terdapat.

-Defenisi Geografi Berdasarkan Tugas Telaah adalah studi mengenai:


(1) bentang alam,(2)tempat,(3)ruang,(4) pengaruh alam atas mantisia,(5)kovariasi
9
pola wilayah,(6)lokasi, sebaran saling ketergantungan setempat maupun
sedunia,(7)kombinasi gejala di permukaan bymi,(8) system alam-manusia,(9)
system manusia-alam,(10) relasi dan respirositas,(11)ekologi manusia,(12)
perbedaan wilayah dan antar hubungan gejala di permukaan bumiyang penting
bagi manusia.

-Geografi Baru :Impian dan Kenyataan gepgrafi alama itu sifatnya


retrospektif,sedang yang kita inginkan itu yang prospektif. Yang lama berorientasi
kepada masa lampau,dan tata kerjanya serba ideogratis yang nomotetis artinya
yang mampu menemukan hukum-hukum dari gejal-gejal yang di telaah.

2.BUKU PENGANTAR FILSAFAT GEOGRAFI


Sesuai pada RPS , dalam buku ini juga mengkaji pada Sejarah
Pertumbuhan Geografi. Pada pembahasannya pada buku ini terdapat pada BAB II
halaman 73 yang isinya :

A.Penggolongan Pertumbuhan Geografi Klasik, Geografi Modern dan


Geografi Mutakhir

1.Geografi Zaman Yunani sumbangan Herodotus bagi


Geografiterutama berasal dari hasil-hasil pengamatannya selama bertahun-
tahun melakukan perjalanan ke berbagai wilayah dunia. Selain perjalananya
di daerah laut tengah, ia juga melaakukan perjalanan ke daerahlaut hitam
hingga muara sungai donau, bahkan berlanjut menjelajah ke utara melalui
daerah stepa Rusia di sepanjang Sungai Donauu. Ia juga mengadakan
perjalanan ke timur di banyak daerah kekaisaran Persia dan mengunjungi
kota Susa dan Babylon. Plato dan Aristoteles merupakan dua filsuf Yunani
terkemuka yang juga member sumbangan penting bagi perkembangan
gagasan dalam geografi. Semua pemikir filsuf yunan menerima gagasan
bahwa bentuk simetris yang paling sempurna ada pada bentuk bola.
Karena itu diciptakan bumi dalam bentuk sempurna sebagai tempat hunian
manusia .

10
2.Geografi Masa Abad Pertengahan di Eropa dan Asia dengan
pesatnya pengetahuan pada zaman Yunani. Di eropa, geografi mengalami
kemunduran setelah Ptolomaeus meninggal. Sepeninggalnya tak muncul
lagi karya penting geografi masa Yunani. Karenanya Ptolomaeus disebut
sebagai tokoh akhir dan perangkum pemikoran geografi zaman yunani.
Kurun waktu tahun 200 hingga 1200 merupakan zaman kegelapan bagi
pertumbuhan geografi dan pengetahuan perpetaan. Keadaan yang
demikian itu bertalian erat dengan perjalanan sejarah Eropa. Abad
pertengahan yang disebut juga sebagai zaman kegelapan,diwarnai dengan
perkembangan kehidupan eeropa yang di dominasi kekuaasaan gereja.
Disamping itu [pula disebutkan bahwa tata aturan teologi masa itu telah
turut pula member arah penyimpangan pertumbuhan geografi. Letak
absolute yang di dasaripada kedudukan suatu tempat menurut garis lintang
dan garis bujur tidak lagi di pandang sebagai hal yang perlu.

3.Kecenderungan Geografi Mutakhir Scaefer yang mylanya ahli


ekonomi dan bergabung dengan kelompok ahli geografi yang mengajar agar
geografi menerima filsafat dan metodologi aliran positivism ilmmu. Schaefer
menginginkan perubahan geografi tidakk saja dalam hal metodologinya tetapi
juga filsafatnya. Dengan menggantikannya cara kerja ideografis dengan yang
nomotetis maka geografi akan menjadi ilmu seperti ilmu-ilmu yang lain. Ia
menginginkan geografi jangan lagi merupakan ilmu tentang alam keanekaan
wilayah yang memuat kajian-kajian mengenai region secara sintetis belaka.
Penekanan telaahnya harus diubah dari sintesis menjadi analisi. Geografi secara
primer harus menjadi ilmu yang tugasnya mengkaji pola-pola keruangan.
Pergeseran paradigm regional ke analisis keruangan makin nyata terjadi dalam
geografi ekonomi yang mendapat dukungan para ahli berlatar belakang disiplin
ilmu ekonomi.

Demikian lah isi ringkas dari kedua Bab masing-masing buku yang di kritik.

11
B.MENGKRITIK BUKU
PERBEDAAN BUKU YANG DIKRITIK DAN BUKU
PEMBANDINGNYA:

1.BUKU PENGANTAR GEOGRAFI (buku yang dikritik) :

Kelebihan buku :

Buku ini ringkas,membahas tentang seluk beluk geografi,konsep


konsep pengantar geografi dan sejarah perkembangan geografi juga.
Penggunaan tatanan bahasa sesuai kaidah bahasa Indonesia sudah benar
dan bahasanya mudah untuk di pahami. Namun, karena buku ini cukup
ringkas terutama pada Sejarah perkembang geografi dari masa ke masa.
Buku ini hanya mengambil inti-inti luar nya saja. Namun, bagi pembaca
seperti Mahasiswa cocok untuk di kembangkan. Buku ini juga di lengkapi
dengan gambar gambar sederhana agar lebih mudah dipahami lagi

Kelemahan buku :

Dari segi cover buku ini kurang menarik, karena terlalu sederhana
sehingga pembaca kurang tertarik untuk melihat isinya. Kemudian
ketebalan halamannya masih sedikit karena isi teorinya hanya dimasukkan
yang sering kita dengar.

2.BUKU PENGANTAR FILSAFAT GEOGRAFI


(buku pembanding)
Kelebihan buku :

Dari segi covernya, buku ini menarik untuk dibaca dan memiliki
ketebalan halaman yang meyakinkan. Isi dari buku ini juga sangat bagus karena
memuat berbagai teori teori yang yang bertumbuh dari masa ke masa. Tokoh
tokoh yang di muat dan istilah istilah yang di pakai dapat menambah wawasan si
pembaca lebih leluasa. Buku ini juga di lengkapi dengan gambar gambar agar si
pembaca lebih mudah untuk di mengerti. Buku ini sangat di rekomendasikan bagi

12
para mahsiswa yang belajar Geografi atau para pembaca lainnya yang ingin
menambah leluasa pengetahuannya.

Kelemahan buku:

Penggunaan bahasa nya yang masih sulit dipahami karena banyak


menggunakan istilah lain yang belum kita ketahui. Selain itu, penggunaan tata
bahasa nya juga belum sesuai dengan kaidah kaidah bahasa Indonesia.

BAB III PENUTUP


KESIMPULAN
Buku yang ditulis “Drs. N. Daldjoeni” dan “Prof. Dr. Suharyono & Dr. Moch.
Amien” memiliki persamaan di dalam penjelasan materi Pengantar Geografi
terutama pada bagian Sejarah dan Perkembangan Geografi dari masa ke masa.
Hanya saja dalam penulisan buku Pengantar Filsafat Geografi (“Prof. Dr.
Suharyono & Dr. Moch. Amien”) Memiliki kosa kata yang sulit di pahami
pembaca. Di dalam bukunya, banyak menggunakan kata kata ilmiah dan jaman
dulu. Sehingga sulit untuk dipahami namun isi dari bukunya sangat lengkap akan
teori teorinya daripada buku yang di kritisi ( Pengantar Geografi).

SARAN
Dalam makalah ini penulis memiliki harapan agar pembaca memberikan
kritik dan sasran yang membangun. Karena penulis sadar dalam penulisan
makalah ini terdapat begitu banyak kekurangan.

13
DAFTAR PUSTAKA

● Daldjoeni. N (2017). Pengantar Geografi. Yogyakarta : Ombak

● Hartson. Richard (1939). The Nature of Geography

● Suharyono.dkk (2017). Pengantar Filsafat Geografi. Yogyakarta : IKAPI

14