Anda di halaman 1dari 42

ANALISIS KARAKTERISTIK DAN SOLUSI PARKIR DI BADAN JALAN ( STUDI KASUS: JALAN SUMATERA , DENPASAR , BALI )

JALAN ( STUDI KASUS: JALAN SUMATERA , DENPASAR , BALI ) Oleh: Putu Preantjaya Winaya PROGRAM

Oleh:

Putu Preantjaya Winaya

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA

2017

1

ABSTRAK

Ada dua hal yang menyebabkan menurunnya tingkat pelayanan pada ruas jalan, di Kota Denpasar adalah pertama, penggunaan angkutan pribadi, seperti kendaraan ringan (Jeep dan sedan), dan terutama penggunaan sepedamotor. Hal kedua adanya pertokoan disepanjang Jalan Sumatera, Kota Denpasar yang tidak menyediakan parkir di luar badan jalan, maka pera pekerja di pertokoan tersebut dan para masyarakat yang berbelanja di sepanjang pertokoan tersebut membutuhkan tempat parkir di badan jalan, yang mengakibatkan berkurangnya kapasitas akibat mengecilnya lebar jalan dengan adanya parkir, sementara sementara itu peningkatan arus lalu lintas pada jam puncak pagi , siang dan sore hari.

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) . Untuk menganalisis karakteristik parkir, dan (2) untuk mencari solusi agar kebutuhan parkir dapat terlayani sementara arus lalulintas pada jam puncak tidak terganggu. Penelitian ini menggunakan data primer yang menggunakan metode survei patroli, inventarisasi parkir. Karakteristik parkir yang diperoleh dari analisis yang dilakukan, parkir kendaraan ringan dan sepeda motor di Jalan Sumatera, Kota Denpasar adalah:

volume parkir keseluruhan adalah adalah 312 kendaraan untuk kendaraan ringan dan 690 kendaraan untuk sepeda motor, akumulasi parkir tertinggi pada kendaraan ringan, sebesar 41 kend/jam, pada sepeda motor sebesar 66 kend/jam, sedangkan untuk durasi parkir pada kendaraan ringan, sebesar 1,357 jam dan pada sepeda motor, sebesar 0,852 jam, distribusi untuk lama parkir tertinggi pada kendaraan ringan, adalah 48,21%, dan pada sepeda motor, sebesar 62,30%, untuk laju pergantian parkir tertinggi pada kendaraan ringan, adalah sebesar 0,424 kend/SRP/jam dan pada sepeda motor, sebesar 0,575 kend/SRP/jam, penyediaan stall parkir pada kendaraan ringan, sebesar 435 kendaraan, dan pada sepeda motor, 1.200 kendaraan, sehingga kapasitas parkir dinamis tertinggi adalah 30 SRP/jam pada kendaraan ringan, dan 83 SRP/jam pada sepeda motor, dengan indeks parkir tertinggi adalah 1,367 pada kendaraan ringan, dan 0,795, pada sepeda motor. kapasitas parkir statis tertinggi pada kendaraan ringan, sebesar 41 SRP/jam, dan 71 SRP/jam pada sepeda motor, dengan indeks parkir tertinggi adalah 1,000 pada kendaraan ringan dan 0,930 pda sepeda motor. Solusi hasil analisis karakteristik parkir adalah: (a) Agar pekerja pada pertokoan sepanjang Jalan Sumatera dan masyarakat pembeli yang akan parkir pada badan tidak mengganggu arus lalu lintas puncak pagi pada Jalan Sumatera maka pembukaan took dilakukan pada Jam 8.30 wita pagi dan tutup pada jam 21.00 wita, (b). Dipasang marka sesuai dengan petak yang telah dirancang ulang (c).Pada Jam 6.00 wita sampai dengan jam 8.30 wita dipasang rambu tidak boleh parker.(d). Pada volume lalulintas pada jam puncak siang dan sore hari, jika ada pembeli atau pengunjung pertokoan pada Jalan Sumatera yang tidak mendapat tempat parker disediakan pelayanan Valet.(e).Untuk mengontrol itu diperlukan pemasangan CCTV.

Kata kunci: terminal parkir elektronik, karakteristik parkir, kelayakan finansial

1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Menurunnya tingkat pelayanan pada ruas jalan, di Kota Denpasar, setidaknya disebabkan oleh:

1. Penggunaan angkutan pribadi, seperti kendaraan ringan (Jeep dan sedan), dan terutama penggunaan sepedamotor. Berdasarkan Badan Pusat Statistik Kota Denpasar (2016) jumlah kendaraan bermotor di Kota Denpasar mencapai 1.381.198 buah, 2. Adanya pertokoan disepanjang Jalan Sumatera, Kota Denpasar yang tidak menyediakan parkir di luar badan jalan, menyebabkan para pekerja di pertokoan tersebut dan para masyarakat yang berbelanja di sepanjang pertokoan tersebut membutuhkan tempat parkir di badan jalan. Kedua hal tersebut mengakibatkan berkurangnya kapasitas akibat mengecilnya lebar jalan dengan adanya parkir, sementara itu terjadi peningkatan arus lalu lintas pada jam pagi , siang dan sore hari . Menyebabkan derajat kejenuhan pada ruas jalan tersebut meningkat. Parkir di badan jalan adalah parkir dengan menggunakan badan jalan yang diperuntukkan untuk pergerakan arus lalulintas. Parkir pada badan jalan disatu sisi menguntungkan pengendara karena dapat memarkir kendaraan dekat dengan tujuan. Namun disisi lainnya parkir pada badan jalan mengurangi kapasitas jalan, sehingga menyebabkan kecepatan kendaraan menurun. Salah satu jalan yang terdapat banyak kendaraan parkir di badan jalan adalah Jalan Sumatera. Jalan Sumatera yang terletak di kelurahan Dauh Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Barat ini sangat dekat dengan Pasar Badung, Pasar Kumbasari dan perkantoran. Selain itu juga banyak terdapat pertokoan yang menimbulkan tarikan perjalanan yang mempengaruhi parkir pada Jalan Sumatera. Berdasarkan informasi dari Perusahaan Daerah (PD) Parkir Kota Denpasar, Jalan Sumatera merupakan salah satu ruas jalan dengan pendapatan parkir tertinggi di Kota Denpasar, fakta ini menunjukkan bahwa pergantian parkir dan akumulasi parkir tertinggi di Kota Denpasar ada di Jalan Sumatera

2

Kajian mengenai parkir sangat dibutuhkan mendapatkan solusi dalam menyelesaikan permasalahan parkir. Penelitian mengenai analisis karakteristik parkir di badan jalan pada Kota Denpasar pernah dilakukan di daerah Pasar Badung oleh Subayu (2006), dengan kapasitas parkir untuk kendaraan ringan antara 3-45 SRP/jam dan sepeda motor antara 12-118 SRP/jam serta indeks parkir tertinggi untuk kendaraan ringan sebesar 3,44 dan sepeda motor sebesar 5,24, lalu oleh Gayatri (2009) dengan kapasitas parkir untuk kendaraan ringan antara 28-122 SRP/jam dan angkutan barang antara 11-95 SRP/jam serta indeks parkir gabungan sebesar 1,1 1,4. Penelitian lainnya adalah di Jalan Hayam Wuruk oleh Madona M. (2013) dengan kapasitas parkir adalah 23 SRP/jam serta indeks parkir sebesar

1,07.

Untuk kondisi saat ini, di Jalan Sumatera belum diketahui karakteristik parkir di daerah tersebut. Potensi pendapatan parkir di Jalan Sumatera dengan penerapan TPE juga perlu diketahui. Untuk meningkatkan sistem pengelolaan parkir pada badan jalan, sangat diperlukan menganalisis karakteristik parkir dan sistem pengadaannya di jalan ini. Oleh karena itu diperlukan adanya kajian mengenai analisis karakteristik dan finansial parkir di badan jalan pada Jalan Sumatera.

1.2 Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang di atas, rumusan masalah yang ditimbulkan adalah sebagai berikut:

1. Bagaimanakah karakteristik parkir di badan jalan di Jalan Sumatera Denpasar ?

2. Bagaimanakah solusi untuk mengatasi permasalah parkir di badan jalan di Jalan Sumatera Denpasar ?

1.3 Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini:

1. Menganalisis karakteristik parkir di badan jalan di Jalan Sumatera.

2. Mencari solusi solusi untuk mengatasi permasalah parkir di badan jalan di Jalan Sumatera, Kota Denpasar.

3

1.4

Manfaat Penelitian Adapun manfaat penelitian ini:

1. Bagi pemerintah daerah dan instansi terkait, hasil studi ini diharapkan memberi solusi dan kebijakan untuk mengatasi parkir pada badan jalan di Jalan Sumatera Denpasar. 2. Bagi institusi dan masyarakat, hasil studi ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan mengenai permasalahan dan solusi parkir di Kota Denpasar

4

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Parkir

Menurut Setijowarno dan Frazila (2001) ada dua pengertian tentang parkir yaitu tempat pemberhentian kendaraan sementara dan kemudian dijelaskan juga adalah tempat pemberhentian kendaraan untuk jangka waktu yang lama atau sebentar sesuai dengan kebutuhannya. Menurut Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (1998), parkir merupakan keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang bersifat sementara sedangkan berhenti adalah kendaraan tidak bergerak untuk sementara dengan pengemudi tidak meninggalkan kendaraan. Parkir merupakan suatu kebutuhan bagi pemilik kendaraan dan menginginkan kendaraannya parkir di tempat, dimana tempat tersebut mudah untuk dicapai. Kemudahan tersebut salah satunya adalah parkir di badan jalan.

Tempat-tempat pemberhentian (parkir) kendaraan yang bersifat sementara dan dalam waktu relatif singkat seperti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang atau untuk bongkar barang. Tetapi ada juga kendaraan yang berhenti untuk waktu yang relatif lama, misalnya untuk kegiatan belanja, ke kantor, ke sekolah dan kegiatan lainnya, sehingga dibutuhkan tempat parkir bagi kendaraan- kendaraan yang akan berhenti tersebut. Dalam membahas masalah perparkiran, perlu dipahami beberapa istilah- istilah penting, diantaranya sebagai berikut:

1. Kapasitas Parkir: kapasitas parkir (nyata)/ kapasitas yang terpakai dalam satu-satuan waktu atau kapasitas parkir yang disediakan (parkir kolektif) oleh pihak pengelola.

2. Durasi Parkir: lamanya suatu kendaraan parkir pada suatu lokasi.

3. Kawasan Parkir: kawasan pada suatu areal yang memanfaatkan badan jalan sebagai fasilitas dan terdapat pengendalian parkir melalui pintu masuk.

4. Kebutuhan Parkir: jumlah ruang parkir yang dibutuhkan yang besarnya dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tingkat pemilikan kendaraan

5

pribadi, tingkat kesulitan menuju daerah yang bersangkutan, ketersediaan angkutan umum, dan tarif parkir.

5. Lama Parkir: jumlah rata-rata waktu parkir pada petak parkir yang tersedia yang dinyatakan dalam ½ jam, 1 jam, 1 hari.

6. Puncak Parkir: akumulasi parkir rata-rata tertinggi dengan satuan kendaraan.

7. Jalur Sirkulasi: tempat yang digunakan untuk pergerakan kendaraan yang masuk dan keluar dari fasilitas parkir.

8. Jalur Gang: merupakan jalur dari dua deretan ruang parkir yang berdekatan.

9. Retribusi Parkir: pungutan yang dikenakan pada pemakai kendaraan yang memarkir kendaraannya di ruang parkir.

2.2 Jenis Jenis Parkir Jenis jenis parkir dapat dibedakan dan diklasifikasikan sebagai berikut:

2.2.1 Menurut Penenempatannya Menurut cara penempatannya, penataan parkir dibagi menjadi dua yaitu:

a. Parkir di Badan Jalan (On street Parking) Menurut Ditjen Perhubungan Darat (1998) pengertian fasilitas parkir pada badan jalan mempunyai kesamaan dengan pengertian kawasan parkir. Fasilitas parkir badan jalan adalah fasilitas parkir yang menggunakan pinggir/tepi badan jalan. Fasilitas parkir pada badan jalan areal yang memanfaatkan badan jalan sebagai fasilitas parkir, hanya pada kawasan parkir terdapat pengendalian parkir melalui pintu masuk. Walaupun hanya beberapa kendaraan saja yang parkir di badan jalan tetapi kendaraan tersebut secara efektif telah mengurangi badan jalan. Kendaraan yang parkir di sisi jalan merupakan faktor utama dari 50% kecelakaan yang terjadi ditengah ruas jalan didaerah pertokoan. Hal ini terutama disebabkan karena berkurangnya kebebasan pandangan, kendaraan berhenti dan atau keluar dari tempat parkir di depan kendaraan-kendaraan yang lewat secara mendadak (Ditjen Perhubungan Darat, 1998).

6

Meskipun terdapat berbagai kerugian, namun parkir badan jalan masih sangat diperlukan karena banyak tempat (pertokoan, sekolah, tempat ibadah, dll) yang tidak mempunyai tempat parkir yang memadai. Parkir pada badan jalan sangat dipengaruhi oleh sudut parkir, lokasi parkir dan panjang jalan yang digunakan untuk parkir.

b. Parkir di luar Badan Jalan (Off Street Parking)

Fasilitas parkir di luar badan jalan menurut Ditjen Perhubungan Darat (1998), adalah fasilitas parkir kendaraan yang tidak berada pada badan jalan atau langsung menempati pada badan jalan, tetapi berada di luar badan jalan yang dibuat khusus. Parkir jenis ini mengambil tempat di pelataran parkir umum, tempat parkir khusus yang juga terbuka untuk umum dan tempat parkir khusus yang terbatas untuk keperluan sendiri seperti: kantor, pusat perbelanjaan, dan sebagainya. Sistemnya dapat berupa pelataran/taman parkir dan bangunan bertingkat

khusus parkir. Secara ideal lokasi yang dibutuhkan untuk parkir di luar badan jalan (off street parking) harus dibangun tidak terlalu jauh dari tempat yang dituju oleh pemarkir. Jarak parkir terjauh ke tempat tujuan tidak lebih dari 300-400 meter. Bila lebih dari itu pemarkir akan mencari tempat parkir lain sebab keberatan untuk berjalan jauh (Warpani,1990). Dalam penempatan fasilitas parkir di luar badan jalan dapat dikelompokkan atas dua bagian, yakni:

a. Fasilitas untuk umum yaitu tempat parkir berupa gedung parkir atau taman parkir untuk umum yang diusahakan sebagai kegiatan sendiri.

b. Fasilitas parkir penunjang yaitu berupa gedung parkir atau taman parkir yang disediakan untuk menunjang kegiatan pada bangunan utama.

disediakan untuk menunjang kegiatan pada bangunan utama. a. Parkir di tepi jalan ( on street parking

a. Parkir di tepi jalan (on street parking)

utama. a. Parkir di tepi jalan ( on street parking ) b. Parkir di luar jalan

b. Parkir di luar jalan (off street parking)

Gambar 2.1 Model-model pola parkir

Sumber: Miro (1997)

7

2.2.2

Menurut Jenis Kendaraannya

Menurut jenis kendaraan parkir, terdapat beberapa golongan parkir yaitu:

a. Parkir untuk kendaraan roda dua tidak bermesin (sepeda)

b. Parkir untuk kendaraan beroda dua bermesin (sepeda motor)

c. Parkir untuk kendaraan beroda tiga, beroda empat atau lebih. (mobil, truk,

bemo, dan lain-lain)

Pemisahan tempat parkir menurut jenisnya mempunyai tujuan agar

pelayanan lebih mudah.

2.2.3 Menurut Tujuan Parkir

Menurut jenis tujuan parkir dapat digolongkan menjadi

a. Parkir penumpang yaitu parkir untuk menaikturunkan penumpang

b. Parkir barang yaitu parkir untuk bongkar muat barang

Keduanya sengaja dipisahkan agar satu sama lain kegiatan tidak saling

mengganggu.

2.2.4 Menurut Kepemilikan dan Pengoperasiannya

Menurut kepemilikan dan pengoperasiannya dapat digolongkan menjadi:

a.

Parkir milik dan pengoperasiannya adalah milik swasta

b.

Parkir milik pemerintah daerah dan pengelolaanya adalah pihak swasta

c.

Parkir milik dan pengoperasiannya adalah pihak pemerintah.

2.3

Satuan Ruang Parkir

Satuan Ruang Parkir adalah ukuran luas efektif untuk meletakkan kendaraan

(mobil penumpang, bus/truk, atau sepeda motor) termasuk ruang bebas dan lebar

bukaan pintu. Ukuran satuan ruang parkir merupakan unit ukuran yang diperlukan

untuk memarkir kenderaan.

Untuk mengukur kebutuhan parkir digunakan Satuan Ruang Parkir (SRP).

Menurut pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Fasilitas Parkir, penentuan

besar SRP didasarkan atas pertimbangan sebagai berikut:

a) Dimensi kendaraan standar

Dimensi Kendaraan Standar, merupakan ruang batas arah lateral dan

memanjang yang diperlukan untuk memarkirkan suatu kendaraan. Dimensi

8

kendaraan standar adalah kendaraan penumpang, dimana menurut standar menurut Dirjen Perhubungan Darat adalah dengan ukuran 1,70 m x 4,70 m, dengan rincian perbandingan ukuran seperti tertera pada Gambar 2.2.

rincian perbandingan ukuran seperti tertera pada Gambar 2.2. Gambar 2.2 Dimensi kendaraan standar untuk mobil penumpang

Gambar 2.2 Dimensi kendaraan standar untuk mobil penumpang

Sumber: Ditjen Perhubungan Darat (1998)

b) Ruang bebas kendaraan parkir Berupa arah lateral dan arah longitudinal kendaraan. Ruang bebas arah lateral ditetapkan pada posisi kendaraan dibuka dan diukur dari ujung paling luar pintu ke badan kendaraan yang ada di sampingnya pada saat penumpang turun dari kendaraan. Jarak bebas arah lateral sebesar 5 cm dan jarak bebas arah longitudinal sebesar 30 cm, dengan rincian bagian depan 10 cm dan bagian belakang sebesar 20 cm (Gambar 2.3).

depan 10 cm dan bagian belakang sebesar 20 cm (Gambar 2.3). Gambar 2.3 Satuan Ruang Parkir

Gambar 2.3 Satuan Ruang Parkir (SRP) untuk mobil penumpang (dalam cm)

Sumber: Ditjen Perhubungan Darat (1998)

9

Dimensi dari SRP untuk kendaraan ringan memiliki ukuran yang berbeda- beda berdasarkan jenis golongan kendaraan. Kendaraan penumpang dibagi atas 3 (tiga) golongan yaitu golongan I, golongan II, dan golongan III. Dimana ukuran tiap dimensi pada Gambar 2.2 dapat diperoleh dari Tabel 2.1 berikut. Tabel 2.1 Dimensi gambar dalam cm

 

B

= 170

a1 = 10

Bp = 230 = B + O + R

Gol I

O

= 55

L

= 470

Lp = 500 = L + a1 + a2

R

= 5

a2 = 20

 

B

= 170

a1 = 10

Bp = 250 = B + O + R

Gol II

O

= 75

L

= 470

Lp = 500 = L + a1 + a2

R

= 5

a2 = 20

 

B

= 170

a1 = 10

Bp = 300 = B + O + R

Gol III

O

= 80

L

= 470

Lp = 500 = L + a1 + a2

R

= 5

a2 = 20

Sumber: Ditjen Perhubungan Darat (1998)

Satuan Ruang Parkir (SRP) untuk sepeda motor dapat dilihat pada Gambar 2.3 berikut.

untuk sepeda motor dapat dilihat pada Gambar 2.3 berikut. Gambar 2.4 Satuan Ruang Parkir (SRP) untuk

Gambar 2.4 Satuan Ruang Parkir (SRP) untuk sepeda motor (dalam cm)

Sumber: Ditjen Perhubungan Darat (1998)

Penentuan satuan ruang parkir (SRP) untuk masing-masing jenis kendaraan telah dianalisis sedemikian rupa dan dengan beberapa pendekatan. Penentuan SRP

10

dibagi atas tiga jenis kendaraan dan berdasarkan penentuan SRP untuk mobil penumpang diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) golongan seperti pada tabel di bawah ini:

Tabel 2.2 Penentuan Satuan Ruang Parkir (SRP)

No

Jenis Kendaraan

Pengguna dan/untuk peruntukan fasilitas parkir

Satuan Ruang Parkir (m 2 )

 

a. Mobil Penumpang Untuk Golongan I

Karyawan/pekerja kantor, tamu/pengunjung pusat kegiatan perkantoran, perdagangan, pemerintahan, universitas.

2,30 x 5,00

1

b. Mobil Penumpang Untuk Golongan II

Pengunjung tempat olahraga, pusat hiburan rekreasi, hotel, pusat perdagangan eceran/swalayan, rumah sakit, bioskop.

2,50 x 5,00

c. Mobil Penumpang Untuk Golongan III

Orang cacat.

3,00 x 5,00

2

Sepeda Motor

0,75 x 2,00

Sumber: Ditjen Perhubungan Darat (1998

Tabel 2.3 Lebar bukaan pintu kendaraan

Jenis bukaan pintu

Penggunaan dan/atau peruntukan fasilitas parkir

Gol.

 

Karyawan/pekerja kantor

 

Pintu depan/belakang terbuka tahap awal 55 cm

Tamu/pengunjung pusat kegiatan perkantoran, perdagangan, pemerintah, universitas

I

Pintu depan/belakang terbuka penuh 75

Pengunjung tempat olahraga, pusat hiburan/rekreasi, hotel, pusat perdagangan, rumah sakit, dan bioskop

 

cm

II

Pintu depan terbuka penuh dan ditambah untuk pergerakan kursi

Orang cacat

III

Sumber: Ditjen Perhubungan Darat (1998)

11

Mobil penumpang diklasifikasikan menjadi tiga golongan yang didasarkan atas lebar bukaan pintu kendaraan yang dapat dilihat pada tabel di atas ini:

2.4 Inventarisasi Fasilitas Parkir dan Pola Parkir

Untuk keteraturan kendaraan yang di parkir biasanya kendaraan ditempatkan pada kotak-kotak parkir (stall) yang sudah disediakan. Kotak-kotak parkir ini digambarkan secara khusus pada lantai parkir kendaraan sehingga dapat dilihat secara jelas dan mudah. Inventarisasi fasilitas parkir dalam studi parkir selalu dimulai dari keadaan yang ada sekarang. Inventarisasi fasilitas parkir berguna untuk mengetahui jumlah petak parkir yang ada pada daerah studi, yang berkaitan dengan kapasitas parkir. Pada pelataran parkir yang tidak terdapat marka dari petak parkir, maka untuk menentukan ukuran petak parkir dipakai standar fasilitas parkir (Warpani, 1990). Untuk melakukan suatu kebijakan yang berkaitan dengan parkir terlebih dahulu dipikirkan pola parkir yang akan diinplementasikan. Pola parkir tersebut akan baik apabila sesuai dengan kondisi yang ada. Bila ditinjau posisi parkir dapat dibagi menjadi; parkir sejajar dengan sumbu jalan atau yang bersudut 180 o atau 0 o (Gambar 2.5), parkir bersudut 30 o (Gambar 2.6), parkir bersudut 45 o (Gambar 2.7), parkir bersudut 60 o (Gambar 2.8), serta parkir tegak lurus terhadap sumbu jalan atau bersudut 90 o (Gambar 2.9). Parkir

dengan sudut tegak lurus mampu menampung kendaraan lebih banyak dari parkir sejajar atau bersudut dibawah 90 o , tetapi lebih banyak mengurangi lebar jalan. Gambar dan ketentuan-ketentuan untuk berbagai sudut parkir ditunjukkan dalam Tabel 2.5, Tabel 2.6, Tabel 2.7, dan Tabel 2.8.

1. Parkir Paralel Pola parkir pararel menampung kendaraan lebih sedikit dibandingkan dengan pola parkir bersudut. Pola parkir ini memiliki jarak antara awal dan akhir persimpangan dengan stall sebesar 6 meter, dengan minimal kerb 0,2 meter. Ukuran stall untuk pola parkir ini adalah 6m x 2,3 m (minimal).

12

Gambar 2.5 Parkir paralel pada daerah datar Sumber: Ditjen Perhubungan Darat (1998) 2. Parkir Menyudut

Gambar 2.5 Parkir paralel pada daerah datar

Sumber: Ditjen Perhubungan Darat (1998)

2. Parkir Menyudut

Pola pakir meyudut akan menampung lebih banyak kendaraan dibandingkan pola parkir pararel. Pola parkir ini memiliki jarak antara awal persimpangan dengan stall sebesar 9 m, antara akhir persimpangan dengan stall adalah sebesar 12 m.

a. Membentuk Sudut 30°, 45°, 60° Kemudahan dan kenyamanan pengemudi melakukan maneuver masuk dan keluar ruangan parkir lebih besar jika dibandingkan dengan pola parkir dengan sudut 90°.

b. Membentuk sudut 90° Pola parkir ini mempunyai daya tampung lebih banyak jika dibandingkan dengan pola parkir pararel.

c. Lebar ruang parkir, ruang parkir efektif dan ruang manuver berlaku untuk jalan kolektor dan lokal.

d. Lebar ruang parkir, ruang parkir efektif dan ruang manuver berbeda.

Pola parkir menyudut dengan sudut 30° dapat dilihat pada Gambar 2.6 berikut.

dengan sudut 30° dapat dilihat pada Gambar 2.6 berikut. Gambar 2.6 Parkir menyudut dengan sudut 30°

Gambar 2.6 Parkir menyudut dengan sudut 30°

Sumber: Ditjen Perhubungan Darat (1998)

13

Pada Gambar 2.6 pola parkir menyudut 30° memiliki ukuran yang berbeda- beda berdasarkan golongan kendaraan penumpang. Ukuran dan dimensi SRP dengan pola parkir menyudut 30° dapat diperoleh dari Tabel 2.4 berikut.

Tabel 2.4 Ketentuan parkir menyudut dengan sudut 30°

Golongan

A

B

C

D

E

 

I 2,30

4,60

3,45

4,70

7,60

 

II 2,50

5,00

4,30

4,85

7,75

 

III 3,00

6,00

5,35

5,00

7,90

Sumber: Ditjen Perhubungan Darat (1998)

Pola parkir menyudut dengan sudut 45° dapat dilihat pada Gambar 2.7 berikut.

dengan sudut 45° dapat dilihat pada Gambar 2.7 berikut. Gambar 2.7 Parkir menyudut dengan sudut 45°

Gambar 2.7 Parkir menyudut dengan sudut 45°

Sumber: Ditjen Perhubungan Darat (1998)

Pada Gambar 2.7 pola parkir menyudut 45° memiliki ukuran yang berbeda- beda berdasarkan golongan kendaraan penumpang. Ukuran dan dimensi SRP dengan pola parkir menyudut 45° dapat diperoleh dari Tabel 2.5 berikut.

Tabel 2.5 Ketentuan parkir menyudut dengan sudut 45°

Golongan

A

B

C

D

E

 

I 2,30

3,50

2,50

5,60

9,30

 

II 2,50

3,70

2,60

5,65

9,35

 

III 3,00

4,50

3,20

5,75

9,45

Sumber: Ditjen Perhubungan Darat (1998)

Pola parkir menyudut dengan sudut 60° dapat dilihat pada Gambar 2.8 berikut.

14

Gambar 2.8 Parkir menyudut dengan sudut 60° Sumber: Ditjen Perhubungan Darat (1998) Pada Gambar 2.8

Gambar 2.8 Parkir menyudut dengan sudut 60°

Sumber: Ditjen Perhubungan Darat (1998)

Pada Gambar 2.8 pola parkir menyudut 60° memiliki ukuran yang berbeda- beda berdasarkan golongan kendaraan penumpang. Ukuran dan dimensi SRP dengan pola parkir menyudut 60° dapat diperoleh dari Tabel 2.6 berikut.

Tabel 2.6 Ketentuan parkir menyudut dengan sudut 60°

Golongan

A

B

C

D

E

 

I 2,30

2,90

1,45

5,95

10,55

 

II 2,50

3,00

1,50

5,95

10,55

 

III 3,00

3,70

1,85

6,00

10,60

Sumber: Ditjen Perhubungan Darat (1998)

Pola parkir menyudut dengan sudut 90° dapat dilihat pada Gambar 2.9 berikut.

dengan sudut 90° dapat dilihat pada Gambar 2.9 berikut. Gambar 2.9 Parkir menyudut dengan sudut 90°

Gambar 2.9 Parkir menyudut dengan sudut 90°

Sumber: Ditjen Perhubungan Darat (1998)

15

Pada Gambar 2.9 pola parkir menyudut 90° memiliki ukuran yang berbeda- beda berdasarkan golongan kendaraan penumpang. Ukuran dan dimensi SRP dengan pola parkir menyudut 90° dapat diperoleh dari Tabel 2.7 berikut.

Tabel 2.7 Ketentuan parkir menyudut dengan sudut 90°

Golongan

A

B

C

D

E

 

I 2,30

2,30

-

5,40

11,20

 

II 2,50

2,50

-

5,40

11,20

 

III 3,00

3,00

-

5,40

11,20

Sumber: Ditjen Perhubungan Darat (1998)

Keterangan:

A

= lebar ruang parkir (m)

B = lebar kaki ruang parkir (m)

C

= selisih panjang ruang parkir (m)

D = ruang parkir efektif (m)

M = ruang manuver (m)

E = ruang parkir efektif ditambah ruang manuver (m)

3.

Pola Parkir Sepeda Motor Tata cara dan pola parkir untuk sepeda motor dapat dilihat pada Gambar 2.10 berikut.

untuk sepeda motor dapat dilihat pada Gambar 2.10 berikut. Gambar 2.10 Tata cara parkir sepeda motor

Gambar 2.10 Tata cara parkir sepeda motor

Sumber: Ditjen Perhubungan Darat (1998)

2.5

Karakteristik parkir merupakan sifat dasar yang memberikan penilaian terhadap pelayanan parkir dan permasalahan parkir yang terjadi pada daerah studi.

Karakteristik Parkir

16

Berdasarkan karakteristik parkir, akan dapat diketahui kondisi perparkiran yang terjadi pada daerah studi seperti mencakup volume parkir, akumulasi parkir, lama waktu parkir, pergantian parkir, kapasitas parkir, indeks parkir, dan penyediaan parkir.

2.5.1 Volume Parkir

Volume parkir adalah jumlah kendaraan yang termasuk dalam beban parkir (yaitu jumlah kendaraan per periode waktu tertentu, biasanya per hari). Waktu yang digunakan untuk parkir dihitung dalam menitan atau jam-jaman, menyatakan lamanya parkir. Perhitungan volume parkir dapat digunakan sebagai petunjuk apakah ruang parkir yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan parkir kendaraan atau tidak. Berdasarkan volume tersebut maka dapat direncanakan besarnya ruang parkir yang diperlukan apabila akan dibuat pembangunan ruang parkir baru (Hobbs, 1995). Rumus yang digunakan:

ruang parkir baru ( Hobbs , 1995). Rumus yang digunakan: Keterangan: (2.1) Ei : Jumlah kendaraan

Keterangan:

(2.1)

Ei

: Jumlah kendaraan yang masuk (kend)

X

: Kendaraan yang sudah ada sebelum waktu survei (kend)

2.5.2 Akumulasi Parkir Akumulasi parkir adalah jumlah kendaraan yang sedang berada pada suatu lahan parkir pada selang waktu tertentu dan dibagi sesuai dengan kategori jenis maksud perjalanan, dimana integrasi dari akumulasi parkir selama periode tertentu menunjukkan beban parkir (jumlah kendaraan parkir) dalam satuan jam kendaraan per periode waktu tertentu (Hobbs, 1995). Informasi ini dapat diperoleh dengan cara menjumlahkan kendaraan yang telah menggunakan lahan parkir ditambah dengan kendaraan yang masuk serta dikurangi dengan kendaraan yang keluar. Perhitungan akumulasi parkir dapat menggunakan persamaan seperti di bawah ini.

parkir dapat menggunakan persamaan seperti di bawah ini. dimana: (2.2) Ei : Entry (jumlah kendaraan yang

dimana:

(2.2)

Ei

: Entry (jumlah kendaraan yang masuk pada lokasi parkir) (kend)

Ex

: Exit (kendaraan yang keluar pada lokasi parkir) (kend)

17

X

: jumlah kendaraan yang ada sebelumnya (kend)

2.5.3 Durasi Parkir Lama waktu parkir atau durasi adalah rata-rata lama waktu yang dihabiskan oleh pemarkir pada ruang parkir. Menurut waktu yang digunakan, maka parkir dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Parkir Waktu Singkat (Short Parkers), yaitu pemarkir yang menggunakan

ruang parkir kurang dari 1 jam dan untuk keperluan berdagang (Busines Trip).

2. Parkir Waktu Sedang (Middle Parkers), yaitu pemarkir yang menggunakan Antara 1 4 jam dan untuk keperluan berbelanja.

3. Parkir Waktu Lama (Long Parkers), yaitu pemarkir yang menggunakan ruang parkir lebih dari 4 jam, biasanya untuk keperluan bekerja. Untuk mengetahui rata-rata lamanya parkir dari seluruh kendaraan selama

waktu survei, dapat diketahui dengan rumus berikut (Hobbs, 1995):

Keterangan:

diketahui dengan rumus berikut ( Hobbs , 1995): Keterangan: (2.3) D : Rata-rata lama parkir/durasi (jam)

(2.3)

D

: Rata-rata lama parkir/durasi (jam)

Nx

: Jumlah kendaraan yang parkir selama interval waktu survei (kend)

x

: Jumlah dari interval

I

: Interval waktu survei (jam)

Nt

: Jumlah total kendaraan selama waktu survei (kend)

Dari hasil perhitungan durasi dapat diketahui rata-rata lama penggunaan ruang parkir oleh pemarkir. Durasi ini mengindikasikan apakah diperlukan suatu pembatasan waktu parkir (dilihat dari rata-rata durasi waktu parkirnya), dapat dilihat pada Tabel 2.8. Menurut Hobbs (1995), lama waktu parkir sesuai dengan maksud perjalanan terkait dengan jumlah penduduk suatu kota. Untuk kota dengan jumlah penduduk 50.000 250.000 jiwa, lama waktu parkir untuk belanja dan bisnis sekitar 0,9 jam,untuk bekerja sekitar 3,8 jam, untuk perjalanan sekitar 1,5 jam, sedangkan untuk tujuan lain-lain sekitar 1,1 jam. Durasi tersebut akan meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk.

18

Tabel 2.8 Lama waktu parkir sesuai dengan maksud perjalanan

Jumlah Penduduk

Lama Waktu Parkir (dalam jam) Tiap Maksud Perjalanan

(ribuan jiwa)

Belanja dan Bisnis

Bekerja

Lain-lain

Perjalanan

50 < X < 250

0,9

3,8

1,1

1,5

250 ≥ X ≤ 500

1,2

4,8

1,4

1,9

X > 500

1,5

5,2

1,6

2,6

Sumber: Hobbs (1995)

2.5.4 Pergantian Parkir (Parking Turn Over)

Tingkat pergantian parkir akan menunjukkan tingkat penggunaan ruang parkir yang diperoleh dari pembagian antara jumlah kendaraan yang parkir selama waktu pengamatan. Rumus yang digunakan untuk menyatakan pergantian parkir adalah sebagai berikut (Oppenlander, 1976):

Keterangan:

adalah sebagai berikut ( Oppenlander , 1976): Keterangan: (2.4) TR : Angka pergantian parkir (kend/SRP/jam) Nt

(2.4)

TR

: Angka pergantian parkir (kend/SRP/jam)

Nt

: Jumlah total kendaraan selama waktu survei (kend)

S

: Jumlah total stall (SRP)

Ts

: Lama periode analisis/waktu survei (jam)

2.5.5 Kapasitas Parkir

Kapasitas ruang parkir merupakan kemampuan maksimum ruang tersebut dalam menampung kendaraan, dalam hal ini adalah volume kendaraan pemakai fasilitas parkir tersebut. Kendaraan pemakai fasilitas parkir ditinjau dari prosesnya yaitu datang, berdiam diri (parkir), dan pergi meninggalkan fasilitas parkir.

Tinjauan dari kejadian-kejadian diatas akan memberikan besaran kapasitas dari fasilitas parkir. Hal ini disebabkan karena dari masing-masing proses mempunyai karakteristik yang berbeda sehingga proses-proses tersebut tidak memberikan suatu besaran kapasitas yang sama. Disamping itu bahwa proses yang satu sangat

19

berpengaruh terhadap proses yang lainya. Volume di ruang parkir akan sangat tergantung dari volume kendaraan yang datang dan pergi. Ada dua macam kapasitas parkir yaitu, kapasitas dinamis dan kapasitas statis. Kapasitas dinamis yaitu kapasitas yang diperoleh dari jumlah petak dibagi oleh durasi parkir, sedangkan kapasitas statis adalah kapasitas parkir dimana kapasitas sama dengan jumlah petak. Akan tetapi rumus kapasitas yang biasa digunakan dalam perhitungan parkir adalah kapasitas dinamis. Rumus yang digunakan untuk menyatakan kapasitas dinamis adalah Persamaan 2.5 dan rumus untuk kapasitas Statis adalah Persamaan 2.6 berikut:

Keterangan:

kapasitas Statis adalah Persamaan 2.6 berikut: Keterangan: KP = S KP : Kapasitas parkir (SRP/jam) S

KP = S

KP

: Kapasitas parkir (SRP/jam)

S

: Jumlah total stall (SRP)

D

: Waktu rata-rata lama parkir (jam)

(2.5)

(2.6)

2.5.6 Penyediaan Parkir Penyediaan ruang parkir merupakan batas ukuran yang memberikan gambaran mengenai banyaknya kendaraan yang dapat di parkir pada daerah studi selama periode survei. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar daya tampung dari ruang parkir yang tersedia atau seberapa banyak kendaraan yang dapat parkir di daerah studi selama periode survei (parking supply). Fasilitas parkir yang diatur dengan baik sangat diperlukan khususnya di daerah dimana jumlah kendaraan sangat besar dengan diiringi keterbatasan lahan yang dapat digunakan untuk parkir bagi penduduknya. Penggunaan badan jalan sebagai tempat parkir jelas memperkecil kapasitas jalan karena sebagian besar lebar jalan digunakan sebagai tempat parkir. Pada saat tidak digunakan di jalan maka sebuah kendaraan berhenti di suatu tempat untuk sementara, Oleh karena itu penyediaan fasilitas khusus dimana kendaraan berhenti pada saat tidak digunakan merupakan satu bagian dari sistem lalu lintas secara keseluruhan sama seperti penyediaan fasilitas jalan. Artinya bahwa kendaraan yang berhenti tersebut haruslah cukup aman baik bagi lalu lintas

20

kendaraan lainya maupun dari segi keamanan terhadap tindakan kriminal serta mudahnya akses oleh pengguna kendaraan tersebut saat diperlukan. Parking Supply dapat dihitung dengan persamaan (Oppenlander, 1976):

Keterangan:

dihitung dengan persamaan ( Oppenlander , 1976): Keterangan: (2.7) P : Penyediaan parkir (SRP) S :

(2.7)

P

: Penyediaan parkir (SRP)

S

: Jumlah total stall (SRP)

Ts

: Periode analisis/waktu selama survei (jam)

D

: Waktu rata-rata lama parkir (jam)

F

: Faktor pengurangan akibat pergantian parkir (Insufficiency factor = 0,85

0,95)

2.5.7 Indeks Parkir (IP) Indeks parkir adalah perbandingan antara akumulasi kendaraan yang parkir

dengan kapasitas parkir yang tersedia. Indeks parkir ini dipergunakan untuk mengetahui apakah jumlah petak parkir tersedia di lokasi penelitian memenuhi atau tidak untuk menampung kendaraan yang parkir dapat dirumuskan sebagai

berikut:

kendaraan yang parkir dapat dirumuskan sebagai berikut: (2.8) Sebagai pedoman besaran nilai IP adalah: Nilai IP

(2.8)

Sebagai pedoman besaran nilai IP adalah:

Nilai IP > 1 artinya kebutuhan parkir melebihi daya tampung / jumlah petak

parkir.

Nilai IP < 1 artinya kebutuhan parkir di bawah daya tampung / jumlah petak

parkir.

Nilai

IP = 1 artinya kebutuhan parkir seimbang dengan daya tampung / jumlah

petak

parkir.

21

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Karakteristik Parkir Eksisting di Jalan Sumatera

Karakteristik parkir terdiri dari volume parkir, akumulasi parkir, tingkat

pergantian parkir, durasi parkir, kapasitas parkir, penyediaan parkir, serta indeks

parkir. On street parking pada Jalan Sumatera terletak pada sisi timur jalan

sepanjang 250 m dan terletak pada sisi barat jalan sepanjang 50 m. Dari analisis

karakteristik parkir akan dapat diketahui permasalahan parkir yang ada di

daerah studi.

3.1.1 Inventarisasi Fasilitas Parkir Ruang parkir yang ada pada daerah studi terdiri dari ruang parkir untuk

kendaraan ringan (roda empat) dan sepeda motor. Garis atau marka parkir pada

beberapa segmen di Jalan Sumatera hanya terdapat pada parkir untuk sepeda

motor, akan tetapi marka sudah pudar dan beralih digunakan untuk kendaraan

ringan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa garis atau marka parkir pada Jalan

Sumatera sudah pudar atau tidak ada.

Tabel 3.1 Inventarisasi fasilitas parkir pada jalan sumatera

No

Jenis Kendaraan

Segmen

Jumlah

Sudut

Ukuran

Jalan

Petak

Parkir

Petak

 

Jalan

     

1

Kendaraan Ringan

Sumatera

26

-

 

Jalan

     

2

Kendaraan Ringan

Sumatera

15

60°

-

 

Jalan

     

3

Sepeda Motor

Sumatera

71

90°

-

Sumber: Hasil Analisis (2017)

Berdasarkan Tabel 3.1, jumlah petak parkir didapat dari jumlah kendaraan

kendaraan ringan pada saat ruang parkir khusus kendaraan ringan terisi penuh

yaitu sebanyak 41 SRP. Sudut petak parkir yang digunakan adalah 0 o dan 60 o.

Untuk jumlah petak parkir didapat dari jumlah kendaraan sepeda motor pada saat

ruang parkir khusus sepeda motor terisi penuh, akan tetapi ruang parkir khusus

sepeda motor jika sesuai dengan dilapangan yaitu sebanyak 71 SRP. Sudut petak

22

parkir yang digunakan adalah 90°. Untuk lebih jelasnya lokasi lahan parkir dapat dilihat pada Gambar 4.1.

jelasnya lokasi lahan parkir dapat dilihat pada Gambar 4.1. Gambar 4.1 Layout on street parking di

Gambar 4.1 Layout on street parking di Jalan Sumatera Denpasar

Sumber: Hasil Analisis (2017)

23

Setiap kendaraan yang parkir di sisi jalan Sumatera dikenakan biaya parkir Rp. 1.000,00 untuk sepeda motor dan Rp. 2.000,00 untuk kendaraan ringan (mobil). Dari hasil analisis inventarisasi parkir pada jalan Sumatera, tidak terdapat petak parkir yang tersedia baik untuk kendaraan ringan maupun sepeda motor.

4 Volume Parkir Volume parkir adalah jumlah kendaraan yang termasuk dalam beban parkir yaitu jumlah kendaraan per periode waktu tertentu. Dari hasil pengolahan data survei, diperoleh volume parkir kendaraan baik kendaraan ringan maupun sepeda motor pada lokasi parkir selama 16 jam pengamatan yang terlihat pada Lampiran C.1 dan Lampiran C.2. Berikut hasil volume parkir pada parkir di badan jalan di Jalan Sumatera dapat dilihat pada Tabel 4.2.

Tabel 4.2 Volume kendaraan yang parkir

   

Jumlah Kendaraan

Jumlah Kendaraan

No.

Jenis Kendaraan

(16 Jam)

Rata-rata per Jam

1.

Kendaraan Ringan

312

19

2.

Sepeda Motor

690

43

Sumber: Hasil Analisis (2017)

Dari Tabel 4.2 dapat dilihat bahwa jumlah kendaraan ringan yang parkir di Jalan Sumatera Denpasar sebanyak 312 kendaraan dengan rata-rata kendaraan parkir tiap jam adalah 19 kend/jam. Jumlah sepeda motor yang parkir di Jalan Sumatera Denpasar sebanyak 690 kendaraan dengan rata-rata kendaraan parkir tiap jam adalah 43 kend/jam. Berdasarkan Tabel 4.2 selanjutnya dapat dibuat grafik jumlah kumulatif pada masing-masing lokasi parkir, seperti yang terlihat pada Gambar 4.3 dan Gambar 4.4 sebagai berikut.

24

Gambar 4.2 Jumlah kumulatif kendaraan ringan di Jalan Sumatera Denpasar Sumber: Hasil Analisis (2017) Jumlah

Gambar 4.2 Jumlah kumulatif kendaraan ringan di Jalan Sumatera Denpasar

Sumber: Hasil Analisis (2017)

Jumlah kumulatif kendaraan ringan yang parkir pada Jalan Sumatera Denpasar selama 16 jam survei sebanyak 300 kendaraan untuk kendaraan yang masuk dan 278 kendaraan untuk kendaraan yang keluar dari lahan parkir, dapat dilihat pada Gambar 4.2.

keluar dari lahan parkir, dapat dilihat pada Gambar 4.2 . Gambar 4.3 Jumlah kumulatif sepeda motor

Gambar 4.3 Jumlah kumulatif sepeda motor di Jalan Sumatera Denpasar

Sumber: Hasil Analisis (2017)

Dari Gambar 4.3 dapat dilihat bahwa jumlah kumulatif kendaraan sepeda motor yang parkir pada Jalan Sumatera selama 16 jam survei sebanyak 682 untuk kendaraan yang masuk dan 653 untuk kendaraan yang keluar.

5 Akumulasi Parkir Akumulasi parkir merupakan jumlah kendaraan yang melakukan parkir di lokasi Jalan Sumatera pada interval waktu tertentu. Dari hasil survei akan

25

diketahui fluktuasi kendaraan yang melakukan parkir setiap interval waktu 15 menit, akan tetapi dalam laporan tugas akhir ini interval waktu yang digunakan adalah setiap 1 jam. Dapat diketahui pula interval puncak per jam dengan melihat akumulasi parkir tertinggi atau akumulasi parkir puncak, baik untuk kendaraan ringan maupun sepeda motor. Untuk akumulasi parkir keseluruhan tiap interval waktu dapat dilihat pada Lampiran C.1 dan Lampiran C.2. Sedangkan untuk akumulasi tertinggi atau akumulasi puncak pada Jalan Sumatera Denpasar dapat dilihat pada Tabel 4.3 Tabel 3.3 Akumulasi parkir tertinggi kendaraan

Lokasi Parkir

Jalan Sumatera

Denpasar

Jenis Kendaraan

Kendaraan Ringan

Sepeda Motor

Waktu (Wita)

Waktu (Wita)

14.00

14.00

15.00

15.00

Akumulasi

41

66

Sumber: Hasil Analisis (2017)

Dari Tabel 3.3 dapat dilihat bahwa akumulasi tertinggi di Jalan Sumatera Denpasar untuk kendaraan ringan pada pukul 14.00 15.00 WITA yaitu sebesar 41 kendaraan. Akumulasi tertinggi untuk sepeda motor terjadi pada pukul yang sama dengan kendaraan ringan yaitu 14.00 15.00 WITA sebesar 66 kendaraan. Selanjutnya dari Tabel 3.3 dapat dibuat grafik akumulasi kendaraan di Jalan Sumatera Denpasar, seperti pada Gambar 3.5 sampai dengan Gambar 3.6.

26

Gambar 3.4 Akumulasi parkir kendaraan ringan di Jalan Sumatera Denpasar Sumber: Hasil Analisis (2017) Dari

Gambar 3.4 Akumulasi parkir kendaraan ringan di Jalan Sumatera Denpasar

Sumber: Hasil Analisis (2017)

Dari Gambar 3.4 di atas menunjukkan bahwa akumulasi parkir puncak di Jalan Sumatera untuk kendaraan ringan terjadi pada pukul 14.00 15.00 Wita sebesar 41 kendaraan/jam.

pada pukul 14.00 – 15.00 Wita sebesar 41 kendaraan/jam. Gambar 3.5 Akumulasi parkir sepeda motor di

Gambar 3.5 Akumulasi parkir sepeda motor di Jalan Sumatera

Sumber: Hasil Analisis (2017)

27

Dari Gambar 3.5 di atas menunjukkan bahwa akumulasi parkir puncak di

Jalan Sumatera untuk sepeda motor terjadi pada pukul 14.00 15.00 Wita sebesar

66 kendaraan/jam.

6 Durasi Parkir

Durasi parkir adalah waktu yang digunakan oleh suatu kendaraan pada

waktu tertentu tanpa berpindah-pindah. Analisis rata-rata lama parkir keseluruhan

tiap interval waktu untuk kendaraan ringan dan sepeda motor dapat dilihat pada

Lampiran C.3 dan Lampiran C.4. Berikut durasi parkir di Jalan Sumatera dari

hasil pengolahan data-data tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.4.

Tabel 3.4 Durasi parkir di Jalan Sumatera Denpasar

Durasi Parkir

(Jam)

Lokasi Parkir

Jenis Kendaraan

Jalan Sumatera

Denpasar

Kendaraan Ringan

1,357

Sepeda Motor

0,852

Sumber: Hasil Analisis (2017)

Dari Tabel 3.4 dapat dilihat bahwa rata-rata lama parkir untuk kendaraan

ringan di Jalan Sumatera sebesar 1,357 jam. Sedangkan untuk rata-rata lama

parkir sepeda motor di Jalan Sumatera sebesar 0,852 jam.

7 Distribusi Waktu Parkir

Distribusi waktu parkir kendaraan selama waktu pengamatan dilihat pada

Lampiran C.5 Lampiran C.6. Dari distribusi waktu parkir kendaraan ringan di

lahan Jalan Sumatera Denpasar ditentukan persentase terbesar untuk lama parkir 0

1 jam sebesar 48,21 % dan sepeda motor untuk lama waktu 0 1 jam yaitu

sebesar 62,30 %. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 3.5.

8 Tingkat Pergantian Parkir (Parking Turnover)

Tingkat pergantian parkir akan menunjukkan tingkat penggunaan ruang

parkir yang diperoleh dari pembagian antara jumlah kendaraan yang parkir selama

waktu pengamatan. Tingkat pergantian parkir diperoleh dengan membagi jumlah

28

total kendaraan yang parkir selama waktu survei dengan jumlah petak parkir yang

tersedia dikalikan lama waktu survei yaitu 16 jam.

Tabel 3.5 Distribusi waktu parkir di Jalan Sumatera Denpasar

Waktu Parkir

% Jumlah Kendaraan Parkir di Jalan Sumatera Denpasar

(Jam)

Kendaraan Ringan

Sepeda Motor

0

- 1

48.21

62.30

1

- 2

5.61

6.32

2 - 3

3.14

2.69

3 - 4

1.35

2.11

4 - 5

0.67

1.76

5

- 6

0.45

0.70

6

- 7

0.22

0.12

7

- 8

0.22

0.23

8

- 9

0.22

0.12

9 - 10

0.22

0.12

10 - 11

0.22

0.00

11 - 12

0.00

0.00

12 - 13

0.00

0.00

13 - 14

0.00

0.00

14 - 15

0.45

0.00

15 - 16

1.35

0.00

Sumber: Hasil Analisis (2017)

Dari data hasil survei dapat dicari tingkat pergantian parkir dengan

Persamaan 2.4. Berikut adalah hasil perhitungan tingkat pergantian parkir untuk

kendaraan ringan dan sepeda motor di Jalan Sumatera Denpasar dapat dilihat pada

Tabel 3.6.

Tabel 3.6 Tingkat pergantian parkir kendaraan di Jalan Sumatera Denpasar

 

Jumlah

Jumlah

Lama

Tingkat

Jenis Kendaraan

Kendaraan

Petak

Survei

Pergantian

(Nt)

(S)

(Ts)

TR=Nt/(S.Ts)

Kendaraan

SRP

Jam

Kend/SRP/Jam

Kendaraan Ringan

278

41

16

0,424

Sepeda Motor

653

71

16

0,575

Sumber: Hasil Analisis (2017)

Dari Tabel 3.6 dapat dilihat bahwa tingkat pergantian parkir di Jalan

Sumatera untuk kendaraan ringan sebesar 0,424 Kend/SRP/Jam dan sepeda

29

sepeda motor sebesar 0,575 Kend/SRP/Jam yang berarti dalam setiap petak parkir,

rata-rata waktu parkir per kendaraan kurang dari 1 (satu) jam.

9 Kapasitas Parkir

Kapasitas parkir merupakan kemampuan maksimum ruang parkir dalam

menampung kendaraan. Rumus kapasitas parkir dapat dicari dengan

menggunakan Persamaan 2.5 dan Persamaan 2.6. Dari hasil survei serta analisis

data, maka dapat diketahui kapasitas parkir dinamis dan kapasitas parkir statis

untuk kendaraan yang parkir pada lokasi survei dapat dilihat pada Tabel 3.7.

Tabel 3.7 Kapasitas parkir di Jalan Sumatera Denpasar

Kapasitas

Parkir

(Kapasitas

Dinamis)

KP=S/D

SRP/Jam

Kapasitas Parkir (Kapasitas Statis) KP = S SRP

Durasi Parkir

(D)

Jam/Kendaraan

Jumlah Petak

(S) SRP

Jenis Kendaraan

Kendaraan Ringan

41

1,357

30

41

Sepeda Motor

71

0,852

83

71

Sumber: Hasil Analisis (2017)

Dari Tabel 3.7 dapat dilihat pada Jalan Sumatera pada kendaraan ringan

terdapat 41 petak parkir dengan durasi parkir 1,357 jam/kendaraan. Hasil

perhitungan diatas terdapat kapasitas dinamis parkir untuk kendaraan ringan

sebesar 30 SRP/jam, sedangkan kapasitas parkir statis untuk kendaraan ringan

sebesar 41 SRP. Untuk sepeda motor terdapat 71 petak parkir dengan durasi

parkir yaitu 0,852 jam/kendaraan. Hasil perhitungan kapasitasnya yaitu kapasitas

parkir dinamis untuk sepeda motor sebesar 83 SRP/jam, sedangkan untuk

kapasitas parkir statis untuk sepeda motor adalah sebesar 71 SRP.

30

Gambar 3.6 Akumulasi dan kapasitas parkir kendaraan ringan di Jalan Sumatera Denpasar Sumber: Hasil Analisis

Gambar 3.6 Akumulasi dan kapasitas parkir kendaraan ringan di Jalan Sumatera Denpasar

Sumber: Hasil Analisis (2017)

Dari Gambar 3.6 dapat dilihat bahwa dari 41 petak kendaraan ringan yang

ada, kapasitas dinamis sebesar 30 SRP/jam. Kapasitas dinamis tersebut tidak

dapat menampung permintaan parkir pada pukul 09.00 10.00 Wita lalu pada

pukul 11.00 17.00 Wita, lalu pada pukul 19.00 20.00 Wita. Untuk kapasitas

statis sebesar 31 SRP, kapasitas statis sama dengan jumlah petak parkir yang ada.

Sehingga kapasitas statis dapat menampung semua permintaan parkir yang ada

selama waktu survei.

semua permintaan parkir yang ada selama waktu survei. Gambar 3.7 Akumulasi dan kapasitas parkir sepeda motor

Gambar 3.7 Akumulasi dan kapasitas parkir sepeda motor di Jalan Sumatera Denpasar

Sumber: Hasil Analisis (2017)

Dari Gambar 3.7 dapat dilihat bahwa dari 71 petak sepeda motor yang ada,

kapasitas dinamis sebesar 83 SRP/jam. Kapasitas dinamis tersebut dapat

menampung semua permintaan parkir yang ada selama waktu survei. Untuk

31

kapasitas statisnya sebesar 71 SRP, kapasitas statis sama dengan jumlah petak parkir yang ada. Kapasitas statis dapat menampung semua permintaan parkir selama waktu survei.

10 Penyediaan Parkir

Penyediaan ruang parkir (Parking Supply) merupakan batas ukuran banyaknya kendaraan yang dapat parkir pada lokasi survei selama 16 jam. Perhitungan daya tamping menggunakan Persamaan 2.7. Dari hasil analisis data, besarnya parking supply di lokasi studi dapat dilihat pada Tabel 3.8.

Tabel 3.8 Penyediaan ruang parkir di jalan sumatera

No.

Jenis

Kendaraan

Lamanya

Survei

(T)

Jam

Durasi

Parkir

(D)

Jam

Jumlah

Petak

(S)

SRP

Insuffiency

Factor

Akibat

Pergantian

Parking

Supply

Ps=(S.T.f)/

D

Parkir

Kendaraan

(f)

1

Kendaraan Ringan

16

1,357

41

0,9

435

2

Sepeda Motor

16

0,852

71

0,9

1200

Sumber: Hasil Analisis (2017)

Dari Tabel 3.8 dapat dilihat bahwa parking supply di Jalan Sumatera selama waktu 16 jam survei untuk kendaraan ringan sebesar 435 kendaraan, dan sepeda motor sebesar 1200 kendaraan.

11 Indeks Parkir

Indeks Parkir merupakan perbandingan antara akumulasi dengan kapasitas parkir. Kapasitas yang digunakan ada 2 macam yaitu kapasitas dinamis dan kapasitas statis. Indeks Parkir dapat dijadikan ukuran penilaian kebutuhan ruang parkir apakah kapasitas ruang parkir yang ada masih bisa menampung permintaan parkir. Nilai indeks parkir dapat dihitung dengan Persamaan 2.8. Perhitungan

Indeks Parkir berdasarkan akumulasi puncak dapat dilihat pada Lampiran C.7 dan Lampiran C.8. Berikut adalah indeks parkir tertinggi kendaraan pada lokasi studi berdasarkan akumulasi puncak.

a. Indeks Parkir dengan menggunakan Kapasitas Dinamis Indeks parkir dengan kapasitas dinamis dapat dilihat pada tabel berikut.

32

Tabel 3.9 Indeks parkir eksisting berdasarkan akumulasi puncak menggunakan kapasitas dinamis

         

Indeks

Lokasi

Jenis

Kendaraan

Waktu

Akumulasi

(Kend/Jam)

Kapasitas

(Kend/Jam)

Parkir

(IP)

Jalan

Kendaraan

       

Sumatera

Ringan

14.00-15.00

41

30

1,367

Denpasar

Sepeda Motor

14.00-15.00

66

83

0,795

Sumber: Hasil Analisis (2017)

Dari Tabel 3.9 diatas dapat dilihat bahwa kondisi parkir eksisting

berdasarkan akumulasi puncak pada lokasi Jalan Sumatera Denpasar untuk

kendaraan ringan memiliki indeks parkir lebih dari 1 (satu). Hal ini menunjukkan

kebutuhan tempat parkir pada kondisi puncak melebihi kapasitas parkir dinamis

yang tersedia. Sedangkan untuk sepeda motor memiliki indeks parkir kurang dari

1 (satu), hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan tempat parkir sepeda motor pada

kondisi puncak tidak melebihi kapasitas parkir dinamis yang ada.

b. Indeks Parkir dengan menggunakan Kapasitas Statis

Indeks parkir dengan kapasitas statis dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.10 Indeks parkir eksisting berdasarkan akumulasi puncak menggunakan kapasitas statis

         

Indeks

Lokasi

Jenis Kendaraan

Waktu

Akumulasi

(Kend/Jam)

Kapasitas

(Kend/Jam)

Parkir

(IP)

Jalan

Kendaraan

       

Sumatera

Ringan

14.00-15.00

41

41

1,000

Denpasar

Sepeda Motor

14.00-15.00

66

71

0,930

Sumber: Hasil Analisis (2017)

Dari Tabel 3.10 diatas dapat dilihat bahwa kondisi parkir eksisting

berdasarkan akumulasi puncak pada lokasi Jalan Sumatera Denpasar untuk

kendaraan ringan memiliki indeks parkir sama dengan 1 (satu). Hal ini

menunjukkan kebutuhan tempat parkir pada kondisi puncak tidak melebihi dan

tidak kurang kapasitas parkir statis yang tersedia. Sedangkan untuk sepeda motor

memiliki indeks parkir kurang dari 1 (satu), hal ini menunjukkan bahwa

kebutuhan tempat parkir sepeda motor pada kondisi puncak tidak melebihi

kapasitas parkir statis yang ada.

33

4.2

Perancangan Ulang Petak Parkir

Survei inventarisasi menunjukkan bahwa Jalan Sumatera tidak memiliki

marka parkir, sehingga petak parkir harus dirancang kembali. Rancangan petak

parkir menyesuaikan dengan Pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Fasilitas

Parkir. Pedoman parkir atau peraturan parkir menentukan sudut, pola, dan

larangan parkir pada parkir di badan jalan. Beberapa ketentuan yang digunakan

untuk perancangan ulang adalah memberi jarak pada akhir persimpangan sebelum

diletakkan SRP, memberi jarak sebelum dan sesudah zebra cross, dan memberi

jarak untuk sebelum dan sesudah akses gedung. Ketentuan tersebut akan

mempengaruhi jumlah petak eksisting yang berbeda dengan jumlah petak

berdasarkan pedoman yang dibuat oleh Ditjen Perhubungan Darat. Jumlah petak

parkir setelah dirancang kembali dan jumlah petak parkir eksisting dapat dilihat

pada Tabel 3.11 berikut.

Tabel 3.11 Perbandingan petak parkir eksisting dengan petak parkir setelah dirancang kembali

     

Jumlah Petak

Jumlah Petak

No

Jenis Kendaraan

Sudut Parkir

Eksisting

Rancangan Baru

1

Kendaraan Ringan

26

23

2

Kendaraan Ringan

60°

15

11

3

Sepeda Motor

90°

71

68

Sumber: Hasil Analisis (2017)

Dari Tabel 3.11 dapat dilihat perbedaan jumlah petak parkirnya adalah

jumlah petak parkir kendaraan ringan eksisting berjumlah 41 SRP berkurang

menjadi 34 SRP setelah dirancang baru. Untuk sepeda motor jumlah petak parkir

eksisting berjumlah 71 SRP berkurang menjadi 68 SRP. Untuk kendaraan ringan,

terdapat dua jenis petak parkir di Jalan Sumatera yaitu dengan derajat pola parkir

0° atau 180° dan dengan derajat pola parkir 60°. Petak parkir kendaraan ringan

menggunakan golongan I, hal ini dikarenakan Jalan Sumatera yang sebagian

besarnya merupakan pertokoan. Petak parkir dengan kendaraan ringan

menggunakan dua jenis pola parkir yaitu dengan derajat 0° atau 180° yang

berukuran 2,3 m x 6 m, untuk 60° berukuran sesuai dengan pedoman. Jarak yang

harus diberikan dengan pola parkir 0° atau 180° adalah 6 m setelah persimpangan

34

dan 6 m di akhir persimpangan, untuk pola parkir 60° jarak yang harus diberikan

adalah 9 m setelah persimpangan dan 12 m di akhir persimpangan. Petak parkir

untuk sepeda motor dengan derajat 90° berukuran 0,75 m x 2 m. Untuk sepeda

motor jarak yang harus diberikan diasumsikan sepanjang 6 m di akhir

persimpangan. Pemilihan pola parkir disesuaikan dengan lebar jalan, keadaan

eksisting, dan kemudahan manuver kendaraan untuk parkir. Derajat pola parkir 0°

dan 90° dipilih karena lebar jalan yang memadai hanya cukup untuk pola parkir

pararel, untuk derajat pola parkir 60° dipilih untuk mempermudah manuver

kendaraan yang parkir.

Jumlah petak yang berbeda menyebabkan beberapa unsur dari karakteristik

parkir eksisting yang berbeda. Sehingga dilakukan analisis karakteristik parkir

untuk mengetahui perubahan karakteristik parkir setelah dilakukan rancang ulang

petak parkir. Hasil analisis karakteristik parkir setelah dilakukan rancang ulang

petak parkir dapat dilihat pada Tabel 3.12 berikut.

Tabel 3.12 Hasil analisis karakteristik parkir setelah dirancang ulang petak parkir

No

Karakteristik

Satuan

Kendaraan Ringan

Sepeda Motor

Parkir

Existing

Baru

Existing

Baru

1

Tingkat Pergantian Parkir

(Kend/SRP/

0,424

0,511

0,575

0,600

jam)

2

Kapasitas Parkir

(SRP/jam)

30

25

83

80

Dinamis

3

Kapasitas Parkir

(SRP)

41

34

71

68

Statis

4

Parking Supply

(Kendaraan)

435

361

1200

1150

5

Indeks Parkir dengan Kapasitas Dinamis (saat jam puncak tertinggi)

 

- 1,367

1,640

0,795

0,825

6

Indeks Parkir dengan Kapasitas Statis (saat jam puncak tertinggi)

 

- 1,000

1,206

0,930

0,971

Sumber: Hasil Analisis (2017)

Dari Tabel 3.12 dapat dilihat karakteristik parkir setelah dirancang ulang

berbeda dengan karekteristik parkir eksisting. Akan tetapi untuk Indeks Parkir

pada kendaraan ringan tetap tidak memenuhi permintaan parkir dan nilai IP

semakin besar. Hal ini berlaku untuk sepeda motor, IP semakin besar akan tetapi

nilai IP tetap tidak melebihi kapasitas parkir yang ada.

35

Gambar 3.8 Rancangan petak parkir dan penempatan CCTV di Jalan Sumatera Denpasar Sumber: Hasil Analisis

Gambar 3.8 Rancangan petak parkir dan penempatan CCTV di Jalan Sumatera Denpasar

Sumber: Hasil Analisis (2017)

36

SIMPULAN DAN SARAN

4.1. Simpulan Dari proses penelitian yang meliputi pengumpulan data dan analisis data, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Karakteristik Parkir di Jalan Sumatera

a. Untuk Kendaraan Ringan Volume parkir dalam 16 jam survei adalah 312 kendaraan, akumulasi tertinggi adalah 41 kend/jam, durasi parkir sebesar 1,357 jam, distribusi parkir sebesar 48,21% dalam durasi waktu 01 jam, tingkat pergantian parkir sebesar 0,424 kend/SRP/jam, kapasitas parkir dinamis sebesar 30 SRP/jam, kapasitas parkir statis 41 SRP, penyediaan parkir sebesar 435 kendaraan, indeks parkir dengan kapasitas parkir dinamis sebesar 1,367, dan indeks dengan kapasitas parkir statis sebesar 1,0. Hal ini menunjukkan bahwa kapasitas parkir dinamis pada saat jam puncak tidak dapat menampung permintaan parkir, sedangkan kapasitas parkir statis pada saat jam puncak dapat menampung permintaan parkir.

b. Untuk Sepeda Motor Volume parkir dalam 16 jam survei adalah 690 kendaraan, akumulasi tertinggi adalah 66 kend/jam, durasi parkir sebesar 0,852 jam, distribusi parkir sebesar 62,30% dalam durasi waktu 01 jam, tingkat pergantian parkir sebesar 0,575 kend/SRP/jam, kapasitas parkir dinamis sebesar 83 SRP/jam, kapasitas parkir statis 71 SRP, penyediaan parkir sebesar 1.200 kendaraan, indeks parkir dengan kapasitas parkir dinamis sebesar 0,795, dan indeks dengan kapasitas parkir statis sebesar 0,930. Hal ini menunjukkan bahwa kapasitas parkir pada saat jam puncak dapat menampung permintaan parkir.

2. Solusi hasil analisis karakteristik parkir adalah:

a.Agar pekerja pada pertokoan sepanjang Jalan Sumatera dan masyarakat pembeli yang akan parkir pada badan tidak mengganggu arus lalu lintas puncak pagi pada Jalan Sumatera maka pembukaan took dilakukan pada Jam 8.30 wita pagi dan tutup pada jam 21.00 wita b.Dipasang marka sesuai dengan petak yang telah dirancang ulang

37

c.Pada Jam 6.00 wita sampai dengan jam 8.30 wita dipasang rambu tidak boleh parker. d.Pada volume lalulintas pada jam puncak siang dan sore hari, jika ada pembeli atau pengunjung pertokoan pada Jalan Sumatera yang tidak mendapat tempat parker disediakan pelayanan Valet. e.Untuk mengontrol itu diperlukan pemasangan CCTV sesuai dengan Gambar

3.8.

5.1 Saran Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian, dapat diberikan beberapa saran sebagai berikut:

1. Penerapan pelayan Valet dan pemasangan CCTV yang terhubung ke ruang

kontrol terpusat, perlu dihitung kelayakan finansialnya.

2. Diperlukan penelitian lanjutan untuk penerapan pemasangan CCTV dan pelayanan Valet dari kelancaran lalulintas dan kinerja jalannya.

38

DAFTAR PUSTAKA

Adler, M. and Dumas, B. 1984. Exposure to Currency Risk: Definition and Measurement. Financial Management/Summer. Badan Pusat Statistik Kota Denpasar. 2016. Denpasar Dalam Angka 2016. Berita Resmi Statistik. Denpasar: Katalog BPS. Detiknews. 2017. Terminal Parkir Elektronik Diluncurkan. http://news.detik.com/foto-news. Diakses tanggal 05/01/2017 Ditjen Perhubungan Darat. 1998. Pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Fasilitas Parkir. Jakarta: Departemen Perhubungan. Encyclopedia. 2016. Parking Meters, https://en.wikipedia.org/wiki/Parking_meter. Diakses tanggal 25/12/2016 Ensiklopedia. 2016. Meter Parkir, https://id.wikipedia.org/wiki/Meteran_parkir. Diakses tanggal 25/12/2016 e-catalouge. 2016. Katalog, https:// ekatalog.lkpp.go.id/ backend/ katalog/

lihat_produk/275406

Diakses tanggal 24/12/2016 Gayatri, P. A. 2009. Analisis Karakteristik Dan Pengelolaan Parkir Di Pasar Badung Yang Berdampak Terhadap Kondisi Jalan Disekitar (Studi Kasus Gedung Parkir Di Pasar Payuk Jalan Gajah Mada Denpasar). Denpasar:

Universitas Udayana. Giatman, M. 2006. Ekonomi Teknik. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Hobbs, F. D. 1995. Perencanaan dan Teknik Lalu Lintas. Edisi Kedua. Yogyakarta: Penerbit Gajah Mada University Press. Kompas.com. 2017. Inilah Keunggulan Terminal Parkir Elektronik. http://megapolitan.kompas.com/read. Diakses tanggal 08/01/2017 LPKM-ITB. 1997. Modul Pelatihan Studi Kelayakan Proyek Transportasi (Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat ITB bekerjasama dengan Kelompok Bidang Keahlian Rekayasa Transportasi Jurusan Teknik Sipil ITB) . Bandung: LPKM-ITB. Madona M., G. Y. 2013. Analisis Kinerja Ruas Jalan Hayam Wuruk Denpasar Akibat Adanya Parkir Pinggir Jalan Di Depan English First. Denpasar:

Universitas Udayana. Miro, F. 1997. Sistem Transportasi Kota Bandung: Bandung: Tarsito Bandung. Oppenlander, J. C. 1976. Manual of Trafic Engineering Studies, 4th edition. Washington, DC: Institute of Transportation Engineers. Republika. 2016. Parkir Meter Dongkrak PAD, http://www.republika.co.id/

berita/koran/urbana/14/10/08/nd40kh37-parkir-meter-dongkrak-pad

Diakses tanggal 26/12/2016 Safitri, B.2012. Pengelolaan Parkir On Street Oleh Unit Pengelola Perparkiran DKI Jakarta (Studi Kawasan Parkir On Street Melawai, Jakarta Selatan). Skripsi FISIP Universitas Indonesia. Setijowarno, D. dan Frazila, R. B. 2001. Pengantar Sistim Transportasi. Semarang: Universitas Katolik Soegijopranata.

39

Soeharto, I., 1997. Manajemen Proyek (Dari Konseptual Sampai Operasional), Erlangga, Jakarta. Subayu, I M. 2006. Studi Karakteristik Dan Kebutuhan Parkir Dengan Alternatif Pengendalian Melalui Rencana Gedung Patkir Pasar Badung. Denpasar:

Universitas Udayana. Warpani, S. 1990. Merencanakan Sistem Perangkutan. Bandung: Penerbit ITB. Wordpress.com. 2008. Break Even Point. http://syelviapoe3.files.wordpress.com

/2008/04/grf_bep.jpg.

Diakses

tanggal

40

10/17/2017