Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung yang terutama disebabkan


karena adanya penyempitan arteri koronaria akibat proses arterosklerosis, spasme
vaskular, atau kombinasi keduanya. Manifestasi klinis dari penyakit jantung koroner
adalah angina pektoris (respon nyeri). Angina pektoris merupakan suatu sindroma
klinis dimana didapatkan rasa sakit atau nyeri di dada yang timbul saat melakukan
aktivitas karena adanya iskemik miokard. Angina pektoris dapat muncul sebagai angina
pektoris stabil, jika tidak mendapatkan penanganan yang baik, maka dapat berkembang
menjadi sindrom koroner akut (SKA) yang dapat menyebabkan kematian.
Oleh karena itu, karena keadaan ini adalah suatu kondisi yang berbahaya, maka
penting bagi mahasiswa kedokteran untuk mengetahui definisi hingga proses edukasi
kepada pasien sehingga diharapkan mampu mengerti permasalahan yang nantinya
ditemukan pada pasien saat di klinis.

1.2 Tujuan
Adapun tujuan makalah ini adalah untuk mengetahui pentingnya mempelajari
mengenai definisi sindrom koroner akut (SKA), etiologi, patofisiologi, gejala klinis,
diagnosa, diagnosa banding, hingga penatalaksanaan.

1.3 Manfaat
Adapun manfaat dari laporan ini, yaitu:
1. Agar mengetahui definisi sindrom koroner akut.
2. Agar mengetahui etiologi sindrom koroner akut
3. Agar mengetahui patofisiologi sindrom koroner akut
4. Agar mengetahui gejala dan tanda dari sindrom koroner akut
5. Agar mengetahui tatalaksana dari sindrom koroner akut
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Data tutorial

Hari/Tanggal
 Sesi 1 : Senin, 3 Desember 2018
 Sesi 2 : Rabu, 5 Desember 2018
Tutor : Dr. Dina Quratuainin
Moderator : Nadi Kurniawan
Sekretaris : Ariznahrudiya Wibowo

2.2 Skenario LBM

LBM 2

DADAKU NYERI BANGET

Skenario

Seorang laki-laki berusia 36 tahun dibawa keluarganya ke UGD RS


dengan keluhan susah bernafas disertai nyeri pada dada sebelah kiri. Keluhan
ini dirasakan tiba-tiba sekitar 30 menit yang lalu saat pasien sedang bermain
bersama anaknya. Keluhan baru pertama kali dirasakan. Riwayat penyakit
jantung maupun hipertensi disangkal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan
kesadaran somnolen, tekanan darah 80/50 mmHg, ferkuensi nadi 108 x/menit
ferkuensi nafas 27x/menit, suhu afebris, pemeriksaan thoraks dalam batas
normal pemeriksaan EKG dan didapatkan hasil
Dokter kemudian menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan
laboratorium enzim jantung untuk dapat menegakan diagnosis. Penanganan
awal dilakukan dokter dengan memberikan oksigen, aspilet peroral,
clopidogrel peroral.

Bagaimana penatalaksanaan selanjutnya pada kasus pasien diatas ?

2.3. PEMBAHASAN LBM

I. Identifikasi Masalah
1. Apa penyebab nyeri dada dan sulit bernafas ? jelaskan !
2. Bagaimana penyebab dan interpretasi dari pemeriksaan fisik ?

II. Brain Storming


1. Apa penyebab nyeri dada dan sulit bernafas ? jelaskan !
2. Bagaimana penyebab dan interpretasi dari pemeriksaan fisik ?
III. Rangkuman Permasalahan
Penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung yang terutama
disebabkan karena adanya penyempitan arteri koronaria akibat proses
arterosklerosis, spasme vaskular, atau kombinasi keduanya. Manifestasi klinis
dari penyakit jantung koroner adalah angina pektoris (respon nyeri). Nyeri ini
dapat menjalar sesuai dengan aliran saraf yang sejalan (nyeri alih). Untuk
mengetahui pusat nyeri maka harus diketahui gambaran anatomi arteri koroner
yang mengalami gangguan dan untuk mengetahui seberapa parah gangguan
maka perlu diketahui histologi dari arteri koroner.
IV. Learning Issue
1. Apa definisi dari sindrom koroner akut ?
2. Bagaimana etiologi dari sindrom koroner akut ?
3. Bagaimana patofisiologi dari sindrom koroner akut ?
4. Bagaimana penanganan awal dari sindrom koroner akut ?
5. Bagaimana diagnosis banding dari sindrom coroner akut ?
6. Bagaimana diagnosa dari sindrom koroner akut ?
7. Bagaimana penatalaksanaan pada pasien sindroma koroner akut ?
V. Referensi

Sindroma koroner akut (SKA) merupakan kumpulan gejala klinis yang


menggambarkan kondisi iskemik miokard akut.Nyeri dada adalah gejala utama
yang dijumpai serta dijadikan dasar diagnostik dan terapeutik awal, namun
klasifikasi selanjutnya didasarkan pada gambaran elektrokardiografi (EKG).
Terdapat dua klasifikasi pasien SKA berdasarkan gambaran EKG yaitu infark
miokard dengan elevasi segmen ST (STEMI) dan infark miokard tanpa elevasi
segmen ST (NSTEMI).
NSTEMI biasanya disebabkan oleh penyempitan arteri koroner yang
berat, sumbatan arteri koroner sementara, atau mikroemboli dari trombus dan
atau materi-materi atheromatous. Dikatakan NSTEMI bila dijumpai
peningkatan biomarkers jantung tanpa adanya gambaran ST elevasi pada EKG,
apabila tidak didapati peningkatan enzim-enzim jantung kondisi ini disebut
dengan unstable angina (UA) dan diagnosis banding diluar jantung harus tetap
dipikirkan.
Setiap tahunnya di Amerika Serikat 1.360.000 pasien datang dengan
SKA, 810.000 diantaranya mengalami infark miokard dan sisanya dengan UA.
Sekitar dua per tiga pasien dengan infark miokard merupakan NSTEMI dan
sisanya merupakan STEMI. Didunia sendiri, lebih dari 3 juta orang pertahun
diperkirakan mendapatkan STEMI dan lebih dari 4 juta orang mengalami
NSTEMI. Di Eropa diperkirakan insidensi tahunan NSTEMI adalah 3 dari 1000
penduduk, nam un angka ini cukup bervariasi di negara-negara lain.
Angka mortalitas di rumah sakit lebih tinggi pada STEMI namun mortalitas
jangka panjang didapati dua kali lebih tinggi pada pasien-pasien dengan
NSTEMI dalam rentang 4 tahun.
Oleh karena itu, manajemen yang optimal terhadap kondisi NSTEMI
sangat penting. Anamnese, pemeriksaan fisik, EKG, pertanda biokimia, dan
ekokardiografi merupakan alat-alat yang sangat penting digunakan untuk
mendapatkan diagnosis yang tepat. Manajemen SKA harus berfokus pada
diagnosis yang cepat dan tepat, stratifikasi resiko, tindakan terapi yang sesuai
untuk mengembalikan aliran darah pembuluh koroner dan mengurangi iskemik
miokard.

VI. Pembahasan Learning Issue


1. Apa definisi dari sindrom koroner akut ?
2. Bagaimana etiologi dari sindrom koroner akut ?

3. Bagaimana patofisiologi dari sindrom koroner akut ?


4. Bagaimana penanganan awal dari sindrom koroner akut ?

5. Bagaimana diagnosis banding dari sindrom coroner akut ?

6. Bagaimana diagnosa dari sindrom koroner akut ?

7. Bagaimana penatalaksanaan pada pasien sindroma koroner akut ?


BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Dari hasil diskusi LBM 2 ini dapat disimpulkan bahwa, pasien yakni Tn. B
mengalami penyakit jantung koroner dan lebih mengarah pada sindroma koroner akut.
Dimana terlihat manifestasi klininya yakni timbul serangan nyeri (Angina Atipikal)
berdasarkan skenarionya. Sindroma Koroner Akut (SKA) merupakan suatu istilah
yang menggambarkan kumpulan gejala klinik yang ditandai dengan nyeri dada dan
gejala lain yang disebabkan oleh penurunan aliran darah ke jantung, biasanya
disebabkan oleh plak aterosklerotik, spasme, atau kombinasi keduanya. Namun untuk
menegakkan suatu diagnosa pastinya perlu dilakukan pemeriksaan penunjang seperti
EKG dan evaluasi marka jantung.