Anda di halaman 1dari 16

TELAAH KURIKULUM

“Menelaah Kerangka Dasar Kurikulum 2013, Sejarah


Kurikulum 2013, dan Konsep Kurikulum 2013”

DISUSUN OLEH:

NAMA MAHASISWA : Marlina Ayu Lestari


NIM : 2018143142

DOSEN PENGAMPU : Aldora Pratama, M.Pd

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG

2019
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun
makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini membahas tentang menelaah
kerangka dasar kurikulum 2013, sejarah kurikulum 2013, dan konsep kurikulum
2013.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan
hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi.
Olehnya, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua
pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya
mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik
dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat
penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita
sekalian.

Indralaya, 26 oktober 2019

Marlina Ayu Lestari

I
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................... i


DAFTAR ISI .................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................ 1
C. Tujuan .............................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Sejarah Kurikulum 2013................................................................... 2
B. Konsep Kurikulum 2013................................................................... 2
C. Kerangka Dasar Kurikulum 2013...................................................... 4

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ....................................................................................... 10
B. Saran ................................................................................................. 10

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 11

II
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan lingkungan yang paling penting dalam membantu manusia untuk
mencapai perkembangannya. Oleh sebab itu, penyelenggaraan pendidikan merupakan suatu keharusan.
Pendidikan dan pembelajaran selalu diorientasikan pada pencapaian kompetensi–kompetensi tertentu,
baik berkaitan dengan pengembangan kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, sosial, maupun
kreatif. Untuk mencapai hal tersebut maka diperlukan media yang relevan dengan substansi berbagai
kecerdasan tersebut. Media yang dimaksud adalah salah satunya kurikulum. Kurikulum sebagai media
pembelajaran memberikan makna terhadap proses pendidikan dan pembelajaran di lembaga
pendidikan, sehingga dimungkinkan terjadinya interaksi antara pendidik dan peserta didik. Proses
interaksi inilah yang akan mengantarkan pada pencapaian tujuan pendidikan.
Upaya peningkatan kualitas pendidikan terus menerus dilakukan baik secara konvensional
maupun inovatif. Hal tersebut lebih terfokus lagi setelah diamanatkan bahwa tujuan pendidikan
nasional adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan pada setiap jenis dan jenjang pendidikan. Salah
satunya untuk meningkatkan mutu pendidikan yaitu dengan penyempurnaan kurikulum. Sampai pada
penyempurnaan saat ini, yakni kurikulum 2013 yang akan dibahas oleh penulis pada makalah ini.

B. Rumusan Masalah
a. Bagaimana Sejarah Kurikulum 2013?
b. Jelaskan Konsep Kurikulum 2013?
c. Jelaskan Kerangka Dasar Kurikulum 2013?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Telaah
Kurikulum dan untuk pedoman belajar di kelas.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Kurikulum 2013


Inti dari Kurikulum 2013, adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif.
Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan.
Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan. Titik beratnya adalah
mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar,
dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah
menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan
penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya.
Pelaksanaan penyusunan kurikulum 2013 adalah bagian dari melanjutkan pengembangan
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup
kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu, sebagaimana amanat UU 20 tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada penjelasan pasal 35, di mana kompetensi lulusan
merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan
sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Paparan ini merupakan bagian dari uji publik
Kurikulum 2013, yang diharapkan dapat menjaring pendapat dan masukan dari masyarakat.

B. Konsep Kurikulum 2013


1. Pengertian Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 adalah pengembangan dari kurikulum yang telah ada sebelumnya, yaitu
Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi
sikap, pengetahuan, dan ketrampilan dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada tahun 2006
dengan memberikan keleluasaan penuh kepada sekolah untuk mengembangkan kurikulum dengan
tetap memperhatikan potensi masing-masing sekolah dan daerah sekitar.
Pada Kurikulum 2013 ini, menitik beratkan pada peningkatan mutu pendidikan dengan
menyeimbangkan hard skills dan soft skills melalui kemampuan sikap, keterampilan, dan pengetahuan
dalam rangka menghadapi tantangan global yang terus berkembang (Mulyasa, 2013:61). Dengan
demikian, dapat kita pahami bahwa Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang dikembangkan untuk
meningkatkan dan menyeimbangkan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap,
keterampilan, dan pengetahuan secara seimbang dan berjalan secara integratif. Kurikulum 2013
memungkinkan para guru menilai hasil belajar peserta didik dalam proses pencapaian sasaran belajar,
yang mencerminkan penguasaan dan pemahaman terhadap apa yang dipelajari.

2
Oleh karena itu, peserta didik perlu mengetahui kriteria penguasaan kompetensi dan
karakater yang akan dijadikan sebagai standar penilaian hasil belajar, sehingga para peserta didik
dapat mempersiapkan dirinya melalui penguasaan terhadap sejumlah kompetensi dan karakter
tertentu, sebagai prasyarat untuk melanjutkan ke tingkat penguasaan kompetensi dan karakter
berikutnya.

2. Pengembangan Kurikulum 2013


Kurikulum 2013 lahir karena adanya beberapa permasalahan yang ditemukan dalam
KTSP 2006. Suwandi (2013) mengemukakan permasalahan KTSP 2006 yang dipaparkan dalam
sosialisasi kurikulum, yaitu sebagai berikut.
a. Konten kurikulum masih terlalu padat yang ditunjukkan dengan banyaknya mata
pelajaran dan banyak materi yang keluasan dan kesukarannya melampaui tingkat
perkembangan usia anak.
b. Kurikulum belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan
tujuan pendidikan nasional.
c. Kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan
pengetahuan.
d. Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan
(misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills
dan hard skills, kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum.
e. Kurikulum belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat
lokal, nasional, maupun global.
f. Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci
sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada
pembelajaran yang berpusat pada guru.
g. Standar penilaian belum mengarah pada penilaian berbasis kompetensi (sikap,
keterampilan, dan pengetahuan) dan belum tegas menuntut adanya remediasi secara
berkala.
Dalam kerangka inilah perlu adanya pengembangan Kurikulum 2013 yang diharapkan
mampu menghasilkan insan yang produktif, kreatif, dan inovatif. Hal ini dimungkinkan karena
kurikulum ini berbasis karakter dan kompetensi, yang secara konseptual memiliki beberapa
keunggulan.
Mulyasa (2013: 164) mengungkapkan tiga keunggulan Kurikulum 2013. Pertama,
Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan yang bersifat alamiah (kontekstual), karena

3
berangkat, berfokus, dan bermuara pada hakekat peserta didik untuk mengembangkan berbagai
kompetensi sesuai dengan potensinya masing-masing. Dalam hal ini, peserta didik merupakan
subjek belajar dan proses belajar berlangsung secara alamiah dalam bentuk bekerja dan
mengalami, bukan transfer pengetahuan (transfer of knowledge). Kedua, Kurikulum 2013 yang
berbasis karakter dan kompetensi boleh jadi mendasari pengembangan kemampuan-kemampuan
lain. Ketiga, terdapat mata pelajaran tertentu yang dalam pengembangannya lebih tepat
menggunakan pendekatan kompetensi, terutama yang berkaitan dengan keterampilan.

C. Kerangka Dasar Kurikulum 2013

1. Landasan Filosofis

Landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas peserta didik yang
akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari kurikulum, proses pembelajaran, posisi peserta didik,
penilaian hasil belajar, hubungan peserta didik dengan masyarakat dan lingkungan alam di
sekitarnya. Kurikulum 2013 dikembangkan dengan landasan filosofis yang memberikan dasar bagi
pengembangan seluruh potensi peserta didik menjadi manusia Indonesia berkualitas yang tercantum
dalam tujuan pendidikan nasional. Pada dasarnya tidak ada satupun filosofi pendidikan yang dapat
digunakan secara spesifik untuk pengembangan kurikulum yang dapat menghasilkan manusia yang
berkualitas. Berdasarkan hal tersebut, Kurikulum 2013 dikembangkan menggunakan filosofi sebagai
berikut.

1) Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan bangsa masa kini dan
masa mendatang. Pandangan ini menjadikan Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan
budaya bangsa Indonesia yang beragam, diarahkan untuk membangun kehidupan masa kini,
dan untuk membangun dasar bagi kehidupan bangsa yang lebih baik di masa depan.
Mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan masa depan selalu menjadi kepedulian
kurikulum, hal ini mengandung makna bahwa kurikulum adalah rancangan pendidikan untuk
mempersiapkan kehidupan generasi muda bangsa. Dengan demikian, tugas mempersiapkan
generasi muda bangsa menjadi tugas utama suatu kurikulum. Untuk mempersiapkan kehidupan
masa kini dan masa depan peserta didik, Kurikulum 2013 mengembangkan pengalaman belajar
yang memberikan kesempatan luas bagi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang
diperlukan bagi kehidupan di masa kini dan masa depan, dan pada waktu bersamaan tetap
mengembangkan kemampuan mereka sebagai pewaris budaya bangsa dan orang yang peduli
terhadap permasalahan masyarakat dan bangsa masa kini.
2) Peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif. Menurut pandangan filosofi ini,

4
prestasi bangsa di berbagai bidang kehidupan di masa lampau adalah sesuatu yang harus
termuat dalam isi kurikulum untuk dipelajari peserta didik. Proses pendidikan adalah suatu
proses yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya
menjadi kemampuan berpikir rasional dan kecemerlangan akademik dengan memberikan
makna terhadap apa yang dilihat, didengar, dibaca, dipelajari dari warisan budaya berdasarkan
makna yang ditentukan oleh lensa budayanya dan sesuai dengan tingkat kematangan psikologis
serta kematangan fisik peserta didik. Selain mengembangkan kemampuan berpikir rasional dan
cemerlang dalam akademik, Kurikulum 2013 memposisikan keunggulan budaya tersebut
dipelajari untuk menimbulkan rasa bangga, diaplikasikan dan dimanifestasikan dalam
kehidupan pribadi, dalam interaksi sosial di masyarakat sekitarnya, dan dalam kehidupan
berbangsa masa kini.
3) Pendidikan ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual dan kecemerlangan
akademik melalui pendidikan disiplin ilmu. Filosofi ini menentukan bahwa isi kurikulum
adalah disiplin ilmu dan pembelajaran adalah pembelajaran disiplin ilmu (essentialism).
Filosofi ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kecemerlangan
akademik.
4) Pendidikan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik dari masa
lalu dengan berbagai kemampuan intelektual, kemampuan berkomunikasi, sikap sosial,
kepedulian, dan berpartisipasi untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih
baik (experimentalism and social reconstructivism). Dengan filosofi ini, Kurikulum 2013
bermaksud untuk mengembangkan potensi peserta didik menjadi kemampuan dalam berpikir
reflektif bagi penyelesaian masalah sosial di masyarakat, dan untuk membangun kehidupan
masyarakat demokratis yang lebih baik.

Dengan demikian, Kurikulum 2013 menggunakan filosofi sebagaimana di atas dalam


mengembangkan kehidupan individu peserta didik dalam beragama, seni, kreativitas, berkomunikasi,
nilai dan berbagai dimensi inteligensi yang sesuai dengan diri seorang peserta didik dan diperlukan
masyarakat, bangsa dan umat manusia.

2. Landasan Sosiologis
Kurikulum 2013 dikembangkan atas dasar adanya kebutuhan akan perubahan rancangan dan
proses pendidikan dalam rangka memenuhi dinamika kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara,
sebagaimana termaktub dalam tujuan pendidikan nasional. Dewasa ini perkembangan pendidikan di
Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Perubahan
ini dimungkinkan karena berkembangnya tuntutan baru dalam masyarakat, dunia kerja, dan dunia ilmu
5
pengetahuan yang berimplikasi pada tuntutan perubahan kurikulum secara terus menerus. Hal itu
dimaksudkan agar pendidikan selalu dapat menjawab tuntutan perubahan sesuai dengan jamannya.
Dengan demikian keluaran pendidikan akan mampu memberikan kontribusi secara optimal dalam
upaya membangun masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society).

3. Landasan Psikopedagogis
Kurikulum 2013 dimaksudkan untuk memenuhi tuntutan perwujudan konsepsi pendidikan
yang bersumbu pada perkembangan peserta didik beserta konteks kehidupannya sebagaimana
dimaknai dalam konsepsi pedagogik transformatif. Konsepsi ini menuntut bahwa kurikulum harus
didudukkan sebagai wahana pendewasaan peserta didik sesuai dengan perkembangan psikologisnya
dan mendapatkan perlakuan pedagogis sesuai dengan konteks lingkungan dan jamannya. Kebutuhan
ini terutama menjadi prioritas dalam merancang kurikulum untuk jenjang pendidikan menengah
khususnya SMK. Oleh karena itu implementasi pendidikan di SMK yang selama ini lebih menekankan
pada pengetahuan, perlu dikembangkan menjadi kurikulum yang menekankan pada proses
pembangunan sikap, pengetahuan, dan keterampilan kejuruan peserta didik melalui berbagai
pendekatan yang mencerdaskan, mendidik dan memandirikan. Penguasaan substansi mata pelajaran
tidak lagi ditekankan pada pemahaman konsep yang steril dari kehidupan masyarakat melainkan
pembangunan pengetahuan melalui pembelajaran otentik. Dengan demikian kurikulum dan
pembelajaran selain mencerminkan muatan pengetahuan sebagai bagian dari peradaban manusia, juga
mewujudkan proses pembudayaan peserta didik sepanjang hayat.

4. Landasan Teoritis
Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori “pendidikan berdasarkan standar” (standard-based
education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi (competency-based curriculum). Pendidikan
berdasarkan standar menetapkan adanya standar nasional sebagai kualitas minimal warganegara yang
dirinci menjadi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar
penilaian pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman
belajar seluas-luasnya bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan untuk bersikap,
berpengetahuan, berketerampilan, dan bertindak.
Kurikulum 2013 menganut: (1) pembelajaan yang dilakukan guru (taught curriculum) dalam
bentuk proses yang dikembangkan berupa kegiatan pembelajaran di sekolah, kelas, dan masyarakat;
dan (2) pengalaman belajar langsung peserta didik (learned-curriculum) sesuai dengan latar belakang,
karakteristik, dan kemampuan awal peserta didik. Pengalaman belajar langsung individual peserta

6
didik menjadi hasil belajar bagi dirinya, sedangkan hasil belajar seluruh peserta didik menjadi hasil
kurikulum.

5. Landasan Yuridis
Landasan yuridis Kurikulum 2013 adalah:
1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
3. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Nasional, beserta segala ketentuan yang dituangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional; dan
4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang
Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan.

D. Keunggulan dan Kelemahan Kurikulum 2013

a. Keunggulan kurikulum 2013

1. Siswa lebih dituntut untuk aktif, kreatif dan inovatif dalam setiap pemecahan masalah yang
mereka hadapi di sekolah.
2. Adanya penilaian dari semua aspek. Penentuan nilai bagi siswa bukan hanya didapat dari nilai
ujian saja tetapi juga didapat dari nilai kesopanan, religi, praktek, sikap dan lain-lain.
3. Munculnya pendidikan karakter dan pendidikan budi pekerti yang telah diintegrasikan ke dalam
semua program studi.
4. Adanya kompetensi yang sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional.
5. Kompetensi yang dimaksud menggambarkan secara holistic domain sikap, ketrampilan, dan
pengetahuan.
6. Banyak kompetensi yang dibutuhkan sesuai perkembangan seperti pendidikan karakter,
metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan.
7. Hal yang paling menarik dari kurikulum 2013 ini adalah sangat tanggap terhadap fenomena dan
perubahan sosial. Hal ini mulai dari perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional,
maupun global.
8. Standar penilaian mengarahkan kepada penilaian berbasis kompetensi seperti sikap,
ketrampilan dan pengetahuan secara proporsional.
9. Mengharuskan adanya remediasi secara berkala.

7
10. Sifat pembelajaran sangat kontekstual.
11. Meningkatkan motivasi mengajar dengan meningkatkan kompetensi profesi, pedagogi, sosial
dan personal.
12. Ada rambu-rambu yang jelas bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran (buku induk)
13. Guru berperan sebagai fasilitator
14. Diharapkan kreatifitas guru akan semakin meningkat
15. Efisiensi dalam manajemen sekolah contohnya dalam pengadaan buku, dimana buku sudah
disiapkan dari pusat
16. Sekolah dapat memperoleh pendampingan dari pusat dan memperoleh koordinasi dan supervise
dari daerah
17. Pembelajaran berpusat pada siswa dan kontekstual dengan metode pembelajaran yang lebih
bervariasi
18. Penilaian meliputi aspek kognitif, afektif, psikomotorik sesuai proporsi
19. Ekstrakurikuler wajib Pramuka meningkatkan karakter siswa terutama dalam kedisiplinan,
kerjasama, saling menghargai, cinta tanah air dan lain-lain.

b. Kelemahan kurikulum 2013

1. Guru banyak salah kaprah, karena beranggapan dengan kurikulum 2013 guru tidak perlu
menjelaskan materi kepada siswa di kelas, padahal banyak mata pelajaran yang harus tetap ada
penjelasan dari guru.
2. Banyak sekali guru-guru yang belum siap secara mental dengan kurikulum 2013 ini, karena
kurikulum ini menuntut guru lebih kreatif, pada kenyataannya sangat sedikit para guru yang
seperti itu, sehingga membutuhkan waktu yang panjang agar bisa membuka cakrawala berfikir
guru, dan salah satunya dengan pelatihan-pelatihan dan pendidikan agar merubah paradigm
guru sebagai pemberi materi menjadi guru yang dapat memotivasi siswa agar kreatif.
3. Kurangnya pemahaman guru dengan konsep pendekatan scientific
4. Kurangnya ketrampilan guru merancang RPP
5. Guru tidak banyak yang menguasai penilaian autentik
6. Tugas menganalisis SKL, KI, KD buku siswa dan buku guru belum sepenuhnya dikerjakan oleh
guru, dan banyaknya guru yang hanya menjadi plagiat dalam kasus ini.
7. Tidak pernahnya guru dilibatkan langsung dalam proses pengembangan kurikulum 2013,
karena pemerintah cenderung melihat guru dan siswa mempunyai kapasitas yang sama.
8. Tidak adanya keseimbangan antara orientasi proses pembelajaran dan hasil dalam kurikulum
2013 karena UN masih menjadi factor penghambat.
8
9. Terlalu banyak materi yang harus dikuasai siswa sehingga tidak setiap materi bisa tersampaikan
dengan baik, belum lagi persoalan guru yang kurang berdedikasi terhadap mata pelajaran yang
dia ampu.
10. Beban belajar siswa dan guru terlalu berat, sehingga waktu belajar di sekolah terlalu lama.
11. Timbulnya kecemasan khususnya guru mata pelajaran yang dihapus yaitu KPPI, IPA dan
Kewirausahaan dan terancam sertifikasiya dicabut.
12. Sebagian besar guru masih terbiasa menggunakan cara konvensional
13. Penguasaan teknologi dan informasi untuk pembelajaran masih terbatas.
14. Guru tidak tiap dengan perubahan
15. Kurangnya kekmampaun guru dalam proses penilaian sikap, ketrampilan dan pengetahuan
secara holistic.
16. Kreatifitas dalam pengembangan silabus berkurang
17. Otonomi sekolah dalam pengembangan kurikulum berkurang
18. Sekolah tidak mandiri dalam menyikapi kurikulum
19. Tingkat keaktifan siswa belum merata
20. KBM umumnya saat ini mash konvensional
21. Belum semua guru memahami sistem penilaian sikap dan ketrampilan.
22. Menambah beban kerja guru.
23. Citra sekolah dan guru akan menurun jika tidak berhasil menjalankan kurikulum 2013
24. Pramuka menjadi beban bagi siswa yang tidak menyukai Pramuka, sehingga ada unsur
keterpaksaan.

9
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kurikulum 2013 adalah pengembangan dari kurikulum yang telah ada sebelumnya, yaitu
Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi
sikap, pengetahuan, dan ketrampilan dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada tahun 2006
dengan memberikan keleluasaan penuh kepada sekolah untuk mengembangkan kurikulum dengan
tetap memperhatikan potensi masing-masing sekolah dan daerah sekitar.
Kurikulum 2013 memiliki beberapa kerangka dasar seperti landasan filosofis, landasan
sosiologis, landasan psikopedagogis, landasan teoritis, dan landasan yuridis. Selain itu juga kurikulum
2013 memiliki kelebihan dan kekurangan yang telah dibahas dalam makalah ini.

B. Saran
Makalah ini tentu masih mempunyai banyak kekurangan dan kesalahan, karena itu kepada para
pembaca untuk berkenan menyumbangkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi
bertambahnya wawasan kami di bidang ini. Akhirnya kepada Allah jualah penulis memohon taufik dan
hidayah. Semoga usaha penulis ini mendapat manfaat yang baik, serta mendapat ridho dari Allah SWT.
Amin ya rabbal ‘alamin.

10
DAFTAR PUSTAKA

Endarta. 2018. Kerangka Dasar Kurikulum 2013. Artikel dipublikasikan.


http://putrautama.id/index.php/kurikulum-2013/kerangka-dasar-kurikulum-2013/8-kurikulum.
Diakses pada tanggal 26 Oktober 2019 pukul 12.22 WIB.

Muhammedi. 2016. Perubahan Kurikulum Di Indonesia: Studi Kritis Tentang Upaya Menemukan
Kurikulum Pendidikan Islam Yang Ideal. Jurnal dipublikasikan. Serdang: Sekolah Tinggi Ilmu
Tarbiyah Ar-Raudhah.

Winoto, Sagi (2017) Studi Komparasi Konsep Materi Dan Konsep Pembelajaran Teks Eksposisi Pada
Kurikulum 2013 Dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Ktsp) Bahasa Indonesia Sekolah
Menengah Kejuruan. Skripsi Dipublikasikan. Jawa Tengah: Universitas Muhammadiyah
Purwokerto.

Jumal, Ahmad. 2014. Perihal Keunggulan Dan Kelemahan Kurikulum 2013. Artikel dipublikasikan.
https://ahmadbinhanbal.wordpress.com/2014-/04/27/perihal-keunggulan-dan-kelemahan-
kurikulum-2013/. Diakses pada tanggal 26 Oktober 2019 pukul 13.26 WIB

11
12
13