Anda di halaman 1dari 16

Makalah

“JAMUR”
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Pada
Mata Pelajaran Biologi

DISUSUN OLEH :
NAMA : WISNU AJI PRATAMA
KELAS : XI IIS. 2

SMA NEGERI 1
PEKALONGAN
i
LAMPUNG TIMUR
TP. 2018/2019

ii
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“Jamur” ini dengan baik.
Karya tulis ini disusun sedemikian rupa dengan sistematika penulisan
sederhana sehingga mudah dipahami para pembacanya. Terselesaikannya tugas ini
tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini
kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
hingga terselesaikannya makalah ini.
Tak ada gading yang tak retak, penulis menyadari bahwa makalah ini masih
memiliki kekurangan-kekurangan yang dikarenakan keterbatasan kemampuan dan
pengetahuan penulis. Untuk itu sumbang saran dan kritik yang sifatnya
membangun penulis harapkan dari semua pihak guna perbaikan dalam tugas-tugas
selanjutnya.
Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita
semua.

Pekalongan, Januari 2019

Penulis

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................. i


KATA PENGANTAR ............................................................................... ii
DAFTAR ISI .............................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 1


A. Latar Belakang ............................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .......................................................................... 1
C. Tujuan Penulisan ............................................................................ 1

BAB II PEMBAHASAN ........................................................................... 2


A. Pengertian Jamur ............................................................................ 2
B. Struktur Tubuh Jamur ..................................................................... 3
C. Cara Makan Dan Habitat Jamur .................................................... 4
D. Pertumbuhan Dan Reproduksi Jamur ............................................. 5
E. Peranan Jamur ................................................................................ 6
F. Manfaat Jamur ................................................................................ 6
G. Jamur Yang Terlibat Pada Mikoriza .............................................. 8

BAB III KESIMPULAN ............................................................................ 11

DAFTAR PUSTAKA

iv
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari sering kita menjumpai jamur. Sebelum kita
membahas tentang jamur kita terlebih dahulu harus mengetahui pengertian dari
jamur itu sendiri, Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang
membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur pada umumnya multiseluler
(bersel banyak). Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara
makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reproduksinya. Dalam makalah yang
kami susun ini aka dibahas semua mengenai jamur, mulai dari struktur, sampai
cara reproduksi dari jamur tersebut.
Dalam makalah ini kami juga akan menyajikan jenis-jenis jamur yang
berbahaya dan jamur yang tidak berbahaya seiring dalam kehidupan sehari-hari
sering kita jumpai dalam jenis-jenis tersebut. Serta kami akan menyajikan manfaat
dari jamur itu sendiri.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam makalah
ini adalah :
1. Apa pengertian dari jamur ?
2. Bagaimana struktur, cara makan dan habitat, pertumbuhan dan reproduksi dari
jamur ?
3. Bagaimanakah peranan jamur ?
4. Apasajakah jenis-jenis jamur ?
5. Apasajakah manfaat jamur ?

C. Tujuan Penulisan
Adapaun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui apa itu
jamur dan apasajakah peranan jamur serta manfaatnya bagi manusia

v
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Jamur
Jamur dalam bahasa Indonesia memiliki beberapa arti yang agak berkaitan:
1. Jamur adalah tubuh buah yang tampak di permukaan media tumbuh
darisekelompok fungi (Basidiomycota) yang berbentuk seperti payung:
terdiri dari bagian yang tegak ("batang") dan bagian yang mendatar atau
membulat. Secara teknis biologis, tubuh buah ini disebut basidium.
Beberapa jamur aman dimakan manusia bahkan beberapa dianggap
berkhasiat obat, dan beberapa yang lain beracun. Contoh jamur yang bisa
dimakan: jamur merang (Volvariela volvacea), jamur tiram (Pleurotus),
jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur kancing atau
champignon (Agaricus campestris), dan jamur shiitake (Lentinus edulis).
2. Jamur adalah keseluruhan bagian dari fungi: tubuh buah, dan bagian
jaring-jaring di bawah permukaan tanah atau media mycelia yang tersusun
dari berkas-berkas hifa.
3. Jamur adalah sebutan lain untuk kapang. Makna ini misalnya dapat
disimak dariungkapan "Rotinya sudah berjamur" yang maksudnya adalah
'rotinya telah ditumbuhi kapang'.
Jamur adalah organisme yang terdapat dimana-mana di bumi, baik di
daerah tropik, subtropik, di kutub utara, maupun antarika. Fungi juga
ditemukan di darat, di perairaian tawar, di laut, di mangrove, di bawah
permukaan tanah, di kedalaman laut, dipengunungan, maupun di udara.
Banyak faktor lingkungan yang mempengaruhi kehidupan fungi, antara lain
kelembapan, suhu, keasaman substrat, pengudaraan, dan kehadiran nutrien-
nutrien yang diperlukan.
Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa Fungi adalah nama regnum
dari sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang mencerna
makanannya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya.
Fungi memiliki bermacam-macam bentuk. Awam mengenal sebagian besar

vi
anggota Fungi sebagai jamur, kapang, khamir, atau ragi, meskipun seringkali
yang dimaksud adalah penampilan luar yang tampak, bukan spesiesnya sendiri.
Kesulitan dalam mengenal fungi sedikit banyak disebabkan adanya pergiliran
keturunan yang memiliki penampilan yang sama sekali berbeda (ingat
metamorfosis pada serangga atau katak). Fungi memperbanyak diri secara
seksual dan aseksual.
Sedangkan dari sudut lain mengatakan bahwa fungi adalah
mikroorganisma eukaryotik yang hidup secara saprofit karena tidak dapat
berfotosintesa. Pada dasarnya sel -sel fungi hampir sama dengan sel - sel
hewan. Bahkan hal ini juga yang menjadi salah satu alasan mengapa sulit
ditemukan strategi yang tepat dalam mengobati infeksi oleh jamur tanpa
berefek toksik bagi inang / host nya. Di alam ini fungi dapat bersifat sangat
merugikan manusia dengan menimbulkan infeksi (penyakit) dan toksin yang
dihasilkan ataupun bersifat menguntungkan dengan menghasilkan produk -
produk yang dapat digunakan oleh manusia sebagai contoh antibiotika,
vitamin, asam organik dan enzim.

B. Struktur Tubuh Jamur


Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Ada jamur yang satu sel,
misalnya khamir, ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar
yang ukurannya mencapai satu meter, contohnya jamur kayu. Tubuh jamur
tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang
disebut miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah.
Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk
pipa. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa.
Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik.
Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. Septa
mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom, mitokondria, dan
kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Akan tetapi, adapula hifa yang
tidak bersepta atau hifa senositik.
Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang
tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma.

vii
Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi
haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat; haustoria dapat
menembus jaringan substrat.

C. Cara Makan Dan Habitat Jamur


Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Namun, berbeda dengan organisme
lainnya, jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. Clntuk memperoleh
makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan
miseliumnya, kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. Oleh karena
jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang
menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat
itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat
bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.
1. Parasit obligat
Merupakan sifat jamur yang hanya dapat hidup pada inangnya, sedangkan di
luar inangnya tidak dapat hidup. Misalnya, Pneumonia carinii (khamir yang
menginfeksi paru-paru penderita AIDS).
b. Parasit fakultatif
Adalah jamur yang bersifat parasit jika mendapatkan inang yang sesuai, tetapi
bersifat saprofit jika tidak mendapatkan inang yang cocok.
c. Sporofit
Merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang mati. Jamur
saprofit menyerap makanannya dari organisme yang telah mati seperti kayu
tumbang dan buah jatuh. Sebagian besar jamur saprofit mengeluar-kan enzim
hidrolase pada substrat makanan untuk mendekomposisi molekul kompleks
menjadi molekul sederhana sehinggamudah diserap oleh hifa. Selain itu, hifa
dapat juga langsung menyerap bahanbahan organik dalam bentuk sederhana
yang dikeluarkan oleh inangnya.
Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme. Jamur
yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga
menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Simbiosis

viii
mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza, yaitu jamur yang
hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken.
Jamur berhabitat pada bermacammacam lingkungan dan berasosiasi dengan
banyak organisme. Meskipun kebanyakan hidup di darat, beberapa jamur ada
yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. Jamur yang hidup di air
biasanya bersifat parasit atau saprofit, dan kebanyakan dari kelas Oomycetes.

D. Pertumbuhan Dan Reproduksi Jamur


Reproduksi jamur dapat secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif).
Secara aseksual, jamur menghasilkan spora. Spora jamur berbeda-beda bentuk dan
ukurannya dan biasanya uniseluler, tetapi adapula yang multiseluler. Apabila
kondisi habitat sesuai, jamur memperbanyak diri dengan memproduksi sejumlah
besar spora aseksual. Spora aseksual dapat terbawa air atau angin. Bila
mendapatkan tempat yang cocok, maka spora akan berkecambah dan tumbuh
menjadi jamur dewasa.
Reproduksi secara seksual pada jamur melalui kontak gametangium dan
konjugasi. Kontak gametangium mengakibatkan terjadinya singami, yaitu
persatuan sel dari dua individu. Singami terjadi dalam dua tahap, tahap pertama
adalah plasmogami (peleburan sitoplasma) dan tahap kedua adalah kariogami
(peleburan inti). Setelah plasmogami terjadi, inti sel dari masing-masing induk
bersatu tetapi tidak melebur dan membentuk dikarion. Pasangan inti dalam sel
dikarion atau miselium akan membelah dalam waktu beberapa bulan hingga
beberapa tahun. Akhimya inti sel melebur membentuk sel diploid yang segera
melakukan pembelahan meiosis.
Berdasarkan cara hidupnya, jamur dibedakan atas 6 divisi yaitu
1 Myxomycotina (Jamur lendir)
2 Oomycotina
3 Zygomycotina
4 Ascomycotina
5 Basidiomycotina
6. Deuteromycotin

ix
E. Peranan Jamur
Peranan jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak, baik peran yang
merugikan maupun yang menguntungkan. Jamur yang menguntungkan meliputi
berbagai jenis antara lain sebagai berikut.
1. Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan
2. berproteintinggi.
3. Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan, yaitu
4. dalam pembuatan tempe dan oncom.
5. Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri
6. keju, roti, dan bir.
7. Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik.
8. Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer.
Di samping peranan yang menguntungkan, beberapa jamur juga mempunyai
peranan yang merugikan, antara lain sebagai berikut.
1. Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit rebah
semai.
2. Phythophthora inf'estan menyebabkan penyakit pada daun tanaman kentang.
3. Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh organisme air.
4. Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian.
5. Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru manusia.
6. Candida sp. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia.

F. Manfaat Jamur
Jamur telah digunakan selama ribuan tahun, baik sebagai makanan maupun
obat herbal. Studi-studi menunjukkan bahwa jamur bisa meningkatkan produksi
dan aktivitas sel-sel darah putih. Dan hal ini, menurut direktur Institute of Herbal
Medicine Douglas Schar, sangat baik untuk melawan infeksi. Berikut beberapa
manfaat lain dari jamur:
Turunkan berat badan. Jamur mengandung sekitar 80-90 persen air dengan
kandungan kalori rendah. Selain itu, jamur juga mengandung sangat sedikit
sodium dan lemak, dan 8-10 persen dari komponen kering jamur adalah serat.

x
Karena itu, makanan satu ini sangat ideal bagi Anda yang sedang mengikuti
program pengontrolan berat badan atau diet untuk mengontrol hipertensi.
Sumber kalium. Jamur kaya kalium, mineral yang membantu menurunkan
tekanan darah dan mengurangi risiko stroke. Satu jamur portabella ukuran sedang
dinyatakan mengandung lebih banyak kalium dibandingkan sebuah pisang atau
segelas jus jeruk. Satu takar jamur juga menyediakan 20-40 persen ajuran
tembaga harian Anda. Tembaga merupakan mineral yang mengandung komponen
pelindung jantung.
Lawan radikal bebas. Jamur kaya akan riboflamin, niacin, dan selenium.
Selenium merupakan antioksidan yang bekerja dengan vitamin E untuk
melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Kurangi risiko kanker prostat. Selain melawan radikal bebas, kandungan
selenium dalam jamur juga membantu mencegah kanker prostat. Baltimore study
yang mempelajari penuaan menemukan, mereka yang mengonsumsi selenium
dengan dosis dua kali lipat dari anjuran harian berisiko 65 persen lebih rendah
mengalami kanker prostat. Laki-laki dengan kadar selenium terendah berisiko
empat hingga lima kali lebih besar mengalami kanker prostat dibandingkan
mereka yang memiliki kadar selenium tertinggi dalam darah.
Cegah kanker payudara. Jamur kancing mengandung komponen yang
berfungsi menghambat aktivitas aromatase (enzim yang terlibat dalam produksi
estrogen) dan 5-alpha-reductase (enzim yang berfungsi mengubah testosteron
menjadi DHT). Temuan terbaru menunjukkan bahwa jamur kancing bisa
mengurangi risiko kanker payudara dan kanker prostat. Ekstrak jamur kancing
mengurangi perbanyakan sel dan memperkecil ukuran tumor. Efek kemoterapi ini
bisa dilihat dengan asupan sekitar 100 gram jamur per hari.
Atasi flu. Di China dan Jepang, jamur shiitake telah digunakan selama
berabad-abad untuk mengatasi demam dan flu. Lentinan, yang diisolasi dari
batang jamur shiitake, dinyatakan menstimulasi sistem kekebalan tubuh,
membantu melawan infeksi, dan menunjukkan aktivitas antitumor. (IK/OL-5)

xi
G. Jamur Yag Terlibat Pada Mikoriza
Mikoriza adalah asosiasi stabil atau simbiosis yang biasanya bersifat
mutualistik, antara jamur dan akar (atau rizoid) sebuah tanaman.
Jamur mendapatkan karbohidrat langsung dan tetap dari tanaman, sementara
tanaman mendapatkan perlindungan dan tambahan nutrisi, terutama fosfat. Akar
tanaman sendiri sering tidak mampu mengambil ion fosfat yang mengalami
demineralisasi, misalnya dalam tanah dengan pH dasar. Miselium dari jamur
mikoriza dapat mengakses sumber fosfat ini dan membuatnya tersedia bagi
tanaman yang mereka koloni. Tanaman yang memiliki mikoriza sering pula lebih
tahan penyakit, seperti yang disebabkan patogen tanah mikrobial dan juga lebih
tahan terhadap dampak kekeringan. Tanaman yang tumbuh di tanah yang steril
dan media pertumbuhan steril sering berkinerja buruk tanpa tambahan spora atau
hifa jamur mikoriza untuk mengkoloni akar tanaman dan membantu pengasupan
nutrisi mineral tanah.
Tidak heran jika Mikoriza muncul pada 80% spesies tanaman, termasuk
spesies berpembuluh dan beberapa spesies yang tidak berpembuluh (misalnya
liverwort). Jamur yang terlibat (misalnya basidiomycetes, ascomycetes atau
deuteromycetes) selalu berasosiasi dengan korteks utama akar, dan banyak
tampaknya tidak pernah hidup sebagai saportrof yang bebas. Formasi mikoriza
meningkatkan asupan nutrisi tanaman inang; nutrien tampaknya diserap oleh hifa
(yang dapat menjulur jauh dari akar) dan dikirim balik ke akar untuk dilepaskan
ke jaringan inang. Formasi mikoriza paling banyak dan paling efektif di tanah
miskin nutrisi, dan dapat dikurangi atau dibuang dengan pupuk tanah. Ada tiga
jenis mikoriza. Potongan melintang akar poplar menunjukkan jamur laccaria yang
berwarna hijau terang.
Ektomikoriza disebut juga mikoriza ektotrofik. Ia umumnya muncul di pohon
hutan sedang; jamur yang terlibat antara lain basidiomycetes (misalnya agarics,
boletes), ascomycetes (misalnya. Tuber spp) dan zygomycetes (Endogone).
Sebuah pohon bisa dihinggapi lebih dari satu jamur. Pada ektomikoriza, hifa
jamur muncul di permukaan akar dan dapat masuk ke antara sel-sel kortikal di
akar, namun sel kortikalnya sendiri tidak dimasuki. Biasanya akar inang menjadi
sepenuhnya tertutupi oleh selimut jaringan jamur pseudoparenkim; hifa dari

xii
selimut ini dapat menerobos tanah di sekitar akar dan juga masuk ke antara sel
kortikal akar untuk melingkupi sel-sel kortikal individual dalam sebuah jaringan
hifa yang disebut jaringan Hartig. Akar yang diselimuti ektomikoriza berbeda
dengan akar yang tidak diselimuti: misalnya ia tidak memiliki rambut akar dan
tudung akar; ia lebih tebal daripada akar biasa dan warnanya juga bisa berbeda;
percabangan akar juga bisa berbeda dan lebih banyak – misalnya secara menjari
seperti pada Fagus spp) atau menyirip (seperti pada Pinus spp) – atau bahkan tidak
sama sekali (seperti pada Quercus spp). Dalam kasus tertentu, ektomikoriza dapat
membentuk nodul (tuberkel), masing-masing terdiri dari massa padat bulat akar
mikoriza.
Jamur ektomikoriza tampaknya hanya memiliki sedikit atau tidak sama
sekali, kemampuan menggunakan karbohidrat kompleks (misalnya selulosa);
mereka mendapatkan gula sederhana (seperti glukosa, fruktosa, sukrosa) dari
tanaman dan menyimpannya (misalnya sebagai mannitol, trehalosa atau glikogen)
dalam selimut.
Manfaat yang diperoleh tanaman selain peningkatan asupan nutrisi (terutama
fosfat) adalah peningkatan perlindungan dari kuman berbahaya (patogen) –
misalnya jamur di selimutnya dapat menghasilkan antibiotik atau selimutnya yang
berfungsi sebagai benteng mekanik bagi infeksi.
Banyak jamur ektomikoriza menghasilkan fitohormon, namun manfaatnya
bagi tanaman masih belum diketahui. Dalam kasus tertentu, sebuah asosiasi
mikoriza tampak mendasar bagi perkembangan normal tanaman (misalnya pada
beberapa jenis Pinus spp).
Mikoriza arbuskular pada akar tanaman gandum. Endomikoriza atau disebut
juga mikoriza endotrofik. Ia melibatkan perkembangan jamur di dalam sel korteks
akar; biasanya sedikit atau tidak ada perubahan dalam morfologi akar, dan selimut
jamur luar biasanya tidak terbentuk. Biasanya, hifa jamur memasuki sel kortikal di
akar dan berkembang secara intrasel; akibatnya, hifa ini dicerna oleh sel akar,
menyisakan simpul bahan dinding hifa yang tidak dapat dicerna di dalam sel. Saat
akar tumbuh, jamur menginvasi sel baru dibalik meristem akar; akibatnya
keseimbangan terbangun antara invasi jamur ke tanaman dan pencernaan tanaman
pada jamur.

xiii
Ada tiga tipe endomikoriza
1. Tipe vesikular arbuskular (VA), ditemukan dalam sejumlah besar tanaman,
dimana hifa jamur (aseptat) menyebar lewat korteks utama dari akar dan
memasuki sel kortikal. Haustorium karakteristik yang terbagi-bagi (arbuskula)
terbentuk, dan baik hifa intraseluler maupun ekstraseluler biasanya
mengembangkan perut terminal atau interkalar yang bulat dan kaya lemak
(vesikel). Jamur mikoriza VA merupakan anggota genus Acaulospora,
Gigaspora, Glomus dan Sclerocystis (semua sebelumnya adalah Endogone
spp); mereka belum lagi tumbuh dalam kultur murni. Mikoriza VA
meningkatkan asupan nutrisi (terutama fosfat) bagi tanaman inang. Tipe ini
adalah tipe paling purba dan paling banyak dalam kerajaan tanaman.
2. Tipe ericoid, ditemukan dalam anggota famili Ericaceae, dimana jamur
mengkoloni akar terminal halus dari tanaman inang dan membentuk spiral atau
loop di dalam sel inang. Jamur yang terlibat semuanya anggota atau dekat
kekerabatannya dengan spesies Pezizella ericae.
3. Tipe anggrek, ditemukan dalam janin dan akar anggota Orchidaceae, dimana
jamur memasuki sel inang dan membentuk spiral hifa intrasel. Semua jamur
mikoriza anggrek yang diketahui juga merupakan saprotrof tanah normal atau
parasit tanaman lain; mereka biasanya basidiomycetes (misalnya Armillaria,
Ceratobasidium, Marasmius, Thanatephorus, Tulasnella). Asosiasi mikoriza
tampaknya mendasar bagi sang anggrek – paling tidak untuk pemekaran dan
pertumbuhan benih; benih anggrek sangat kecil dan punya sedikit atau bahkan
tidak sama sekali, persediaan makanan, sehingga (dalam kondisi alami) nutrisi
harus dipasok oleh jamur yang menginvasi agar pemekaran terjadi. Anggrek
saprotrof tergantung pada jamur mikoriza seumur hidupnya, berasosiasi dengan
jamur (misalnya Armillaria mellea) yang dapat meluruhkan substrat seperti
selulosa dan pektin menjadi senyawa sederhana yang dapat di asimilasi
anggrek. Anggrek hijau umumnya berasosiasi dengan Rhizoctonia
(Thanatephorus) spp, namun dapat kehilangan jamur mikorizanya saat dewasa
Akar Asarum canadense dan jamur mikoriza

xiv
BAB III
KESIMPULAN

Dari makalah ini dapat diambil kesimpulan bahwa Jamur adalah organisme
yang terdapat dimana-mana di bumi, baik di daerah tropik, subtropik, di kutub
utara, maupun antarika. Fungi juga ditemukan di darat, di perairaian tawar, di laut,
di mangrove, di bawah permukaan tanah, di kedalaman laut, dipengunungan,
maupun di udara.
Banyak faktor lingkungan yang mempengaruhi kehidupan fungi, antara lain
kelembapan, suhu, keasaman substrat, pengudaraan, dan kehadiran nutrien-nutrien
yang diperlukan.
Jamur memiliki struktur yang tergantung pada jenisnya begitupun dengan
cara makan dan habitatnya serta pertumbuhan dan reproduksinya. Jamur memiliki
banyak peranan ada yang bermanfaat adapaun yang tidak bermanfaat
(merugikan), dan jenis jamur itu dibedakan berdasarkan yang beracun dan yang
tidak beracun, jamur juga meiliki manfaat yang begitu banyak bagi manusia.

xv
DAFTAR PUSTAKA

Campbell, dkk. 2003. Biologi jilid 2. Jakarta: Erlangga

http://anhiimizke.blogspot.com/2011/07/makalah-jamur.html
http://makalahmakalahtentang.blogspot.com/2017/07/makalah-tentang-jamur.html
http://www.academia.edu/31040539/Makalah_Jamur_dan_Klasifikasinya

xvi