Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

OBSERVASI LINGKUNGAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PEDESAAN DAN


PERKOTAAN DALAM ASPEK KESEHARIAN

DOSEN PEMBIMBING : LINA EKA RETNANINGSIH, M.Pd

DISUSUN OLEH KELOMPOK 4 (EMPAT)

DEVIRA AULIA BIDARI (19.1381)

WINANDA VATHUL JANNAH (19.1380)

SHERINA (19.1378)

RISTA DILFA RIANA (19.1379)

STAIN SULTAN ABDURRAHMAN KEPULAUAN RIAU 2019/2020

PRODI : MANAJEMEN BISNIS SYARIAH

JURUSAN : SYARIAH DAN EKONOMI BISNIS ISLAM

MATA KULIAH : ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR


KATA PENGANTAR

Bismillahir-rahmaanir-rahiim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dalam suasana yang penuh dengan Berkah ini, puja dan puji syukur kita hanturkan kehadirat
Allah Swt, dengan Ucapan “Alhamdulillah Wasysyukru Lillah” atas limpahan rahmad dan
Nikmat-Nya serta taufik dan Hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah
Observasi Lingkungan kehidupan Masyarakat pedesaan dan perkotaan dalam aspek
kesehariannya.

Semoga dengan adanya Observasi ini bisa membantu masyarakat pada Umumnya dan
Khususnya Mahasiswa dalam memahami sistem georgafi pemerintahan, sistem sosial, Struktur
ruang, pola Ruang dan potensi masalah Lingkungan Yang ada didesa maupun perkotaan.

Kami mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing Mata kuliah ISBD yang telah
menegaskan kami untuk melakukan Observasi ke masyarakat perdesaan maupun perkotaan,
karena dengan Adanya tugas ini kami jadi paham dan mengerti tentang sistem pemerintahan,
sistem sosial, struktur ruang, pola ruang, dan potensi masalah lingkungan di desa dan perkotaan.

Akhir kata, tiada gading yang tak retak. Begitu pula dengan Makalah ini, yang tentunya masih
jauh dari kata sempurna. Maka dari itu Kami mohon maaf atas segala kekurangsn yang terdapat
dalam Makalah ini, semoga Makalah ini dapat berguna bagi segenap Pembaca, Dan dapat
digunakan dengan sebaik-baiknya Untuk kemajuan Ilmu Geografi Desa dan kota Itu sendiri.

Sekian kata pengantar ini, akhir kata kami mengucapkan banyak terimakasih.

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Bintan, 24 Oktober 2019

Penyusun

Kelompok Empat
DAFTAR ISI
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Masyarakat Desa dan kota dari dulu memiliki sesuatu daya tarik untuk diteliti lebih dalam.
Banyak aspek-aspek yang menarik perhatian dan hubungan antara desa dan kota tanpa disadari
sangat kuat dan penting untuk dipahami secara lebih mendalam. Dari permasalahan-
permasalahan dalam masing-masing masyarakat kelompok urban dan Rural mendapatkan
perhatian memiliki suatu yang menarik.

Bukan hanya mengenai permasalahan yang ada dalam kedua kelompok tersebut tetapi masih
banyak masyarakat yeng tidak mengetahui apa itu kelompok urban dan kelompok Rural. Melihat
kenyataan tersebut perlu dibuat sebuah pembahasan yang sistematis yang mampu menjelaskan
seperti apa komunitas rural dan urban yang terjadi disekitar masyarakat.

Proses-proses terbentuknya masyarakat urban dan rural cukup menarik untuk diamati dan
dapat mengetahui bagaimana solusi yang diberikan akibat Munculnya kedua kelompok tersebut.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang penulisan makalah Ini, dalam keterbatasan masalah ini adalah
sebagai berikut :

a) Apa pengertian Masyarakat Desa dan Masyarakat perkotaan?


b) Apa saja hal yang dialami Masyarakat selama berada didesa?
c) Bagaimana perbedaan antara Desa dan perkotaan ?
BAB II

PEMBAHASAN

A. DESA

Desa adalah pembagian wilayah Administratif Diindonesia dibawah kecamatan, yamg


dipimpin oleh kepala desa, sebuah desa merupakan kumpulan dari beberapa unit pemukiman
kecil yang disebut kampung,

Menurut peraturan pemerintah Nomor 72 tahun 2005 tentang Desa, disebut bahwa desa adalah
kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur
dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan Adat istiadat
setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan negara kesatuan Republik
Indonesia.

Secara Awam Masyarakat Desa sering diartikan sebagai masyarakat Tradisional dari
Masyarakat Primitif ( sederhana ). Namun pandangan tersebut sebetulnya kurang tepat, karena
masyarakat desa adalah masyarakat yang tinggal disuatu kawasan, wilayah, teritorial, tertentu
yang disebut desa. Sedangkan Masyarakat tradisional adalah masyarakat yang penguasaan
ipteknya rendah sehingga hidupnya masih sederhana dan belum kompleks. Memang tidak dapat
dipungkiri masyarakat desa dinegara sedang berkembang seperti indonesia, ukurannya terdapat
pada masyarakat desa yaitu bersifat tradisional dan hidupnya masih sederhana, karena desa-desa
diindonesia pada umumnya jauh dari pengaruh budaya asing/luar yang dapat mempengaruhi
perubahan-perubahan pola hidupnnya.

Singkat kami ambil satu Narasumber dari sebuah Desa sebagai penambahan dari Makalah kami
tentang suatu desa, dan Beliau adalah Bapak Hadi, yang memang benar-benar Asli Warga desa
Toapaya utara, dan beliau sekarang berusia 52 Tahun.
BIODATA NARASUMBER DIPEDESAAN

NAMA : HADI

UMUR : 52 TAHUN

KERJA : DIKEBUN KARET

PENGHASILAH : Rp.120.000.00 perHari

JUMLAH ANAK : 2 ORANG

Sedikit kedaan perdesaan yang diceritakan oleh Bapak Hadi adalah sebagai Beikut :

1. Tradisi atau pun kebiasaan pada suatu Desa


Sedikit kami ketahui tentang adat Istiadat di sebuah Desa Toapapaya Utara yang telah
dijelaskan oleh beliau antara lain :
a) Hubungan dengan Masyarakat
Hubungan sosial pada masyarakat Desa Toapaya sangat bagus sekali, seperti yang kita
ketahui, masyarakatnya tidak membeda-bedakan, akur, saling ingat-mengungati, tatacara
berbicara halus sopan dan lain sebagainya, dan hal ini menunjukkan bahwa pada
masyarakat Desa Toapaya ini sendiri adalah desa yang masih memiliki Tatakrama yang
paling bagus antar Masyarakat.
b) Pernikahan
Berbicara pada pernikahan di desa toapaya ini sendiri, benar-benar menunjukkan
bahwasannya Desa ini adalah Desa yang tidak pernah lari dari segi Gotong royongnya,
Pada acara pernikahannya saja mereka tidak memesan makanan cattring, tetapi dengan
gotong royonglah mereka menyimpulkan bahwa tali silaturahmi antar masyarakat akan
semakin erat, sebagai bentuk syukur kita kepada Allah sekaligus shadaqah Meskipun
Hanya dengan menyajikan makanan-makanan yang sederhana, adapun segi gotong
royong yang mereka lakukan adalah membuat tenda, memasak dan lain-lain.

c) Budaya atau Adat Pada Suatu Desa


Budaya adat atau tradisi-tradisi pada suatu desa Identik pada pantangan-pantangan atau
kepercayaan jaman dahulu, tetapi pada Sebuah desa ini sendiri Tradisi atau kepercayaan
jaman dulu itu sebenarnya ada cuman semakin berkembangnya teknologi yang semakin
canggih, jadi semakin pudar pantangan-pantangan atau kepercayaan yang dipercayai oleh
masyarakat sekitar saat ini.

2. Prasarana pada Suatu Desa


Prasarana merupakan segala sesuatu yang menjadi penunjang utama terselenggaranya
suatu proses. Proses tersebut dapat berupa pembangunan, usaha ataupun proyek pada
intinya, prasarana tertuju pada benda-penda yang tidak dapat bergerak, adapun Prasarana
yang ada di desa ini Antara lain:
1) Puskesmas
Dari segi pelayanan puskesmas pada desa ini, seperti biasa layaknya bidan/mentri
kesehatan yang melayani, itu untuk penyakit yang dikatakan Ringan, dan jika
penyakit itu dikatakan berat, bisa dirujuk di rumah sakit besar. Dari segi obat-
obatan juga masyarakat lebih lega mengkonsumsinya karena harganya terjangkau
dan kualitas obatnya terjamin menyehatkan.
Dan pada desa ini kesehatannya sangat terjaga, tidak ada penyakit-penyakit yang
berat menyerang warga sekitar, seperti penyakit DBD atau pun penyakit Yang
lainnya.
Dan pada desa ini tidak pernah dimasuki Penymprotan nyamuk Asap (Boging).
Dan Hal ini juga membuat mereka Selalu tetap aman dan terhindar dari penyakit
Berat lainnya.
2) Sekolah
Pada penelitian kali ini, kami menilai dari sisi sekolah. prasarana yang dibangun
oleh pemerintah didesa ini sudah lengkap, dari sekolah TK, SD atau SMP
semuanya ada, tetapi jauh dari harapan kita ternyata sekolah menengah Atas (
SMA) didesa ini terpecah belah, tetapi semangat para pelajar tidak putus sampai
disini, karena didesa ini tidak ada satupun pengangguran atau pun remaja yang
putus sekolah, dan paling tinggi derajat yang mereka gapaikan yaitu S1. Dan
didesa ini dari segi pendidikan sangat mencukupi sekali.
3) Lapangan Olahraga
Disini semarak ke kompakan suatu desa terlihat, lapangan olahraga didesa ini
terdapat lapangan volly yang biasanya digunakan untuk masyarakat bersatu padu
meramaikan dan mencari keringat disore hari. Disini pula kekompakan pada desa
ini terlihat, karena dari satu kesatu sorak serentak menyatu padu tanpa ada rasa
sungkan pada kekerabatan lainnya.
3. Sistem keamanan
Berbicara pada Sistem keamanan didesa ini jauh dari kata kemalingan, pencurian,
perampokan, oleh karena itu warga selalu dalam keadaan aman damai dan nyaman.

B. PERKOTAAN

Membahas masyarakat perkotaan sebetulnya tidak dapat dipisahkan dengan Masyarakat desa
karena antara desa dengan kota ada hubungan konsentrasip penduduk dengan gejala-gejala sosial
yang dinamakan urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa kekota. Masyarakat perkotaan
merupakan masyarakat urban dari berbagai asal\desa yang bersifat heterogen dan majemuk
karena terdiri dari berbad]gai jenis pekerjaan/ keahlian dan datang dari berbagai ras, etnis, dan
agama.

Mereka datang kekota dengan berbagai kepentingan dan melihat kota sebagai tempat yang
memiliki stimulus (rangsangan) untuk mewujudkan keinginan. Maka tidaklah aneh apabila
kehidupan dikota diwarnai oleh sikap yang Individualistis karena mereka memiliki kepentingan
yang beragam, lahan pemukiman dikota relatif sempit dibandingkan didesa kerena jumlah
penduduknya yang relatif besar maka mata pencaharian yang cocok adalah disektor formal
seperti pegawai negri, pegawai swasta dan sektor non-formal seperti pedagang, bidang jasa dan
sebagainya. Sektor pertanian kurang tepat dikerjakan dikota karena luas lahan menjadi masalah
apabila ada yang bertani maka dilakukan secara Hidroponik. Kondisi kota membentuk pola
perilaku yang berbeda dengan didesa, yaitu serba praktis dan realistis.

BIODATA NARASUMBER DIPERKOTAAN

NAMA : KARNETI

UMUR : 54 TAHUN

KERJA : USAHA RUMAH MAKAN

PENGHASILAN : Rp.500.000.00-Rp.800.000.00 PerHari

JUMLAH ANAK : 2 ORANG

Sedikit keadaan suatu perkotaan yang dijelaskan oleh ibu Karneti adalah sebagai berikut :

1) Tradisi atau Kebiasaan pada suatu Kota

Sedikit kami ketahui tentang adat Istiadat pada suatu perkotaan yang telah dijelaskan oleh
ibu Karneti :

a. Hubungan Dengan Masyarakat lain


Pada masyarajat perkotaan, mereka juga menjelaskan sama seperti masyarakat
pedesaan, hubungan dengan Masyarakat lain pun masih terbilang sangat dekat untuk
saling tegur-menegur, sapa-menyapa maupun saling bercanda atau pun tawa bersama,
bahkan pada masyarakat perkotaan tingkat bantu membantu mereka sangat tinggi ,
cohntohnya : Ada masyarakat 1 meninggal dunia, masyarakat yang lain membantu
menyiapkan atau merapikan rumah duka untuk seseorang yang meninggal tersebut,
padahal mereka bukan sanak saudara atau kerabat dekat, hanya saja selayaknya
tetangga mereka membantu selagi mampu.
b. Pernikahan
Berbicara pada pernikahan di perkotaan biasanya juga identik degan Gotong royong,
tetapi pada Masyarakat perkotaan biasanya lebih banyak menggunakan jasa lain,
seperti makanan contohnya, pada masyarakat ini mereka menggunakan Cattring
untuk konsumsi pernikahan, sedikit sekali sedah kita melihat bahwasannya paada
masyarakat ini menggunakan tungku kayu utnuk bergotong royong memasak
bersama.
c. Budaya dan adat
Jika berbicara budaya dan adat, di perkotaan sangat jauh sekali dengan yang
nammnya mengingat budaya atau pun adat, dengan perubahan zaman yang canggih
ini, masyarakat akan lupa dengan budaya dan adat mereka karena pergaulanlah yang
merubah segalanya, kalaupun ada budaya dan adat tersebut mungkin hanya
peringatan hari-hari besar saja. Jika itu diselenggarakan, kalo tidak diselenggarakan
sangat jauh sekali perubahannnya.

2). Prasarana pada sebuah kota

Berbicara prasarana pada sebuah kota, disini sanggat lengkap sekali, dari sekolah seterata
bawah sampai unuversitas tertinngipun mencukupi, tetapi beda dengan desa, karena dikota
memiliki rumah sakit yang Elit dan terjamin untuk pengobatan, tetapi harga obatnya jauh lebih
tinggi dibandingkan dikota, karena penangganan dokter lebih serius pada pasien yang merujuk
sakitnya. Adapun Prasarana yang ada dikota antara lain :

i. Rumah sakit umum


ii. Sekolah TK,PAUD,Sd,SMP,SMA,SMK,UNIVERSITAS TINGGI dll
iii. Kantor polisi
iv. Kantor pos
v. Bank
vi. Pertamina
vii. Dll,sebagainya

3).sistem keamanan

Kota, memiliki kendaraan yang sangat banyak, berbicara segi keamanan pada kota sangat
jauh dari kata aman, karena apa. Pencurian, perampokan, pemerkosaan, begal, bahkan tidakan
kriminalitas lainnya sangat banyak terjadi pada kalangan orang-orang yang berpergian larut
malam atau pulang kerja terlalu malam, setidaknya jika kalian atau kita semua yang ingin
berpergian jangan berpergian sendiri, cobalah ajak teman atau berkelompok, karena kita lebih
baik menghindar dari pada telah terjadi. Oleh karena itu, sistem keamanan disini sangat rawan
akan kriminalitas berusahalah untuk hati-hati dan kurangi untuk beraktivitas dimalam hari.

C. PERBEDAAN KOTA DAN DESA

Perbedaan utama antara masyarakat pedesaan dan perkotaan diantaranya adalah sebagai
berikut.

1. Kehidupan masyarakat perkotaan biasanya lebih modern, sedangkan di pedesaan kebanyakan


memilih hidup yang sederhana.

2. Sebagian besar masyarakat pedesaan umumnya lebih kekeluargaan, sedangkan di perkotaan


cenderung lebih personal.

3. Masyarakat di perkotaan memiliki lebih banyak fasilitas, sedangkan di pedesaan relatif lebih
terbatas.
4. Kebanyakan masyarakat pedesaan bekerja di sektor agraris, sedangkan di perkotaan bekerja di
sektor industri.

5. Masyarakat perkotaan biasanya lebih terbuka terhadap pengaruh dari luar, sedangkan
masyarakat pedesaan kebanyakan cenderung membatasi pengaruh dari luar.

6. Masyarakat perkotaan lebih mudah menerima hal-hal baru, sedangkan masyarakat pedesaan
biasanya lebih mengutamakan mempertahankan hal-hal lama.

7. Masyarakat di pedesaan umumnya lebih mudah disatukan, sedangkan tidak demikian di


perkotaan karena pengaruh perbedaan pandangan politik dan kepercayaan.

Uraian Perbedaan Masyarakat Desa dan Kota

Kita bisa menganalisis kehidupan masyarakat desa dan kota di Indonesia. Masing-masing
memiliki perbedaan yang berkaitan dengan kepadatan penduduk, pembangunan, fasilitas,
peluang pekerjaan, dan pendidikan.

Masyarakat Kota

Istilah kota mengacu pada wilayah yang padat penduduk dan memiliki karakteristik lingkungan
dengan pembangunan yang sangat berkembang. Mereka yang tinggal di kota biasanya terlibat
dalam pekerjaan perdagangan atau pelayanan. Dengan begitu, wilayah ini dapat menghasilkan
peluang kerja yang lebih baik. Namun wilayah kota tidak terbatas pada perkotaan saja, tetapi
juga pinggiran kota juga termasuk di dalamnya dan ikut terlibat kehidupan masyarakat
perkotaan.

Ada banyak kelebihan kehidupan di perkotaan. Misal memiliki akses ke berbagai fasilitas yang
lebih mudah, transportasi umum yang lebih baik, pilihan hiburan yang banyak, standar
pendidikan yang tinggi, dan fasilitas kesehatan yang memadai. Standar hidup di kota juga lebih
tinggi daripada di desa. Kendati perkotaan juga memiliki kekurangan. Misal polusi kendaraan
yang dapat menyebabkan masalah kesehatan.
Masyarakat Desa

Kita bisa mendefinisikan istilah desa untuk wilayah yang tidak padat penduduk dan
dengan pembangunan yang relatif kecil. Mereka yang tinggal di desa, banyak yang terlibat dalam
pekerjaan pertanian dan peternakan. Kehidupan di desa biasanya lebih sederhana dan santai.

Wilayah ini umumnya bersentuhan langsung dengan alam dan memengaruhi kegiatan sehari-hari
mereka. Oleh karena itu, pekerjaan utama di desa adalah pertanian dan peternakan. Populasi di
pedesaan lebih rendah, dengan begitu masyarakat desa cenderung memiliki hubungan yang lebih
dekat. Bahkan setiap orang di lingkungan desa dapat dengan mudah mengenal satu sama lain
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Masyarakat pedesaan adalah sekelompok orang yang mendiami suatu wilayah dan mempunyai
hubungan yang erat serta perasaan yang sama terhadap adat kebiasaan yang ada dan menunjukkan adanya
kekeluargaan, seperti gotong royong dan tolong-menolong. Masyarakat pedesaan mencari mata
pencaharian dengan cara bertani di sawah atau di ladang, di desa belum mengenal teknologi canggih yang
telah ada dizaman modern. Sedangkan masyarakat perkotaan merupakan suatu himpunan penduduk yang
bertempat tinggal di dalam pusat kegiatan ekonomi, pemerintahan kesenian, ilmu pengetahuan dan
sebagainya. Masyarakat kota mencari mata pencahariannya rata-rata menggunakan tekhnologi yang
canggih, seperti menggunakan tenaga mesin, komputer dan lain-lain.

B. SARAN

Masyarakat pedesaan merupakan wilayah yang masih agraris dan lingkungannya yang masih alamiyah,
oleh karena itu sebaiknya kealamian lingkungan tersebut harus tetap terjaga sebab lingkungan yang masih
alami memiliki udara yang sejuk. Selain itu, masyarakat desa juga memiliki rasa persaudaraan yang erat,
sebaiknya penduduk desa selalu menjaga kerukunan bersama.

Masyarakat kota yang modern dengan berbagai alat tekhnologi yang canggih, alangkah baiknya jika
memanfaatkan alat-alat tersebut dengan baik tanpa ada penyalahgunaan. Seperti penyalah gunaan pada
internet, sehingga banyak terjadi suatu kejadian yang tidak diinginkan