Anda di halaman 1dari 30

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Tenaga listrik merupakan salah satu kebutuhan pokok untuk
menunjang kehidupan manusia saat ini. Mengingat kebutuhan masyarakat
akan energi listrik cukup tinggi. Pusat tenaga listrik tersebut dapat berupa
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Air
(PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), Pembangkit Listrik
Tenaga Angin/Bayu (PLTB), Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG),
Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU), Pembangkit Listrik Tenaga
Nuklir (PLTN), dan lain-lain.
PLTU Barru (2 X 50 MW) Sulawesi Selatan adalah salah satu
perusahaan yang bergerak di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Uap
(PLTU). Sistem penyediaan air pada PLTU khusunya PLTU Barru (2 X 50
MW) Sulawesi Selatan merupakan bagian terpenting dalam proses. Salah satu
proses yang diperlukan dalam bidang PLTU adalah pengolahan air baku yang
nantinya air tersebut akan digunakan sebagai air umpan boiler. Pada
pengoperasiannya, diperlukan alat-alat bantu dan instalasi pendukung.
Instalasi yang sangat berperan penting adalah unit Water Treatment Plant,
dimana bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan uap adalah air,
maka air umpan boiler ini harus memenuhi standar mutu air.
Air yang digunakan pada PLTU Barru (2 X 50 MW) Sulawesi Selatan
berasal dari laut yang memiliki kandungan partikel tak terlarut yang cukup
tinggi, serta tingkat kekeruhan (turbidity) seringkali berubah-ubah tergantung
tingkat curah hujan di daerah tersebut. Berdasarkan masalah tersebut, maka
air laut perlu diolah terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai air proses.
Oleh karena itu maka perlu diketahui proses pengolahan air pada unit
Water Treatment Plant dan dilakukan pemantauan kualitas air proses secara
rutin dan berkesinambungan pada PLTU Barru (2 X 50 MW) Sulawesi
Selatan guna memenuhi standar mutu air.

1
1.2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana proses pengolahan air pada Water Treatment Plant PLTU
Barru (2 X 50 MW) Sulawesi Selatan?
2. Bagaimana poses pengolahan air laut menjadi airreverse osmosis (RO)?

1.3. Tujuan Kerja Praktek


Kerja praktek sebagai kegiatan belajar komprehensif yang berbentuk
pengamatan terhadap praktek kerja di industri atau instansi diharapkan dapat
memberikan wawasan bagi mahasiswa terhadap dunia kerja yang
sesungguhnya, terutama pada lingkungan kerja PLTU Barru. Mengetahui
perkembangan ilmu dan teknologi yang digunakan dalam proses produksi
dan penelitian alat industri yang terdapat pada PLTU Barru.
Adapun tujuan utama dari kuliah praktek ini adalah sebagai berikut:
1. Menerapkan ilmu serta teori yang telah didapat dari bangku perkuliahan.
2. Mendapatkan pengalaman serta menambah kemampuan di bidang
teknologi dan industri diluar bangku kuliah.
3. Mengetahui dan mempelajari teknologi yang digunakan dalam proses
praktek.
4. Menambah network serta relationship di lingkungan kerja dengan
bertemu orang-orang baru dan berpengalaman di dunia kerja dan.
5. Untuk Mengetahui proses pengolahan air pada Water Treatment Plant
PLTU Barru (2 X 50 MW) Sulawesi Selatan
6. Untuk mengetahui kualitas air-uap pada PLTU Barru (2 X 50 MW)
Sulawesi Selatan

1.4 Manfaat yang Diharapkan


1. Dapat memberikan pengalaman kerja kepada penulis terutama mahasiswa
Teknik Kimia FTI UMI.
2. Sebagai bahan refrensi bacaan dan bahan penelitian di Univesitas Muslim
Indonesia khususnya Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia FTI UMI.
3. Sebagai referensi pengenalan dunia kerja.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. PLTU Barru (2 X 50 MW) Sulawesi Selatan


Kebutuhan akan energi listrik di Indonesia, khususnya di wilayah
Sulawesi Selatan dan sekitarnya cenderung meningkat terutama untuk
masyarakat setempat. Salah satu satu kebijakan yang diambil pemerintah
untuk mengatasi masalah tersebut adalah program percepatan 10000 MW
dengan membangun PLTU Barru Sulawesi Selatan (2 X 50 MW). Sementara
itu ketersediaan energi listrik yang dihasilkan oleh PLTD, PLTG/GU dan
PLTA yang menyuplai kebutuhan listrik di wilayah Sulawesi Selatan, belum
mampu memenuhi permintaan masyarakat yang semakin meningkat.
Sehingga diharapkan dengan dibangunnya pembangkit ini, maka PLN akan
mampu memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Sulawesi Selatan dan
sekitarnya.
Secara geografis PLTU Barru terletak S 4O 17’ 872’’ dan E 119O 37’
753’’ atau tepatnya di Dusun bawasalo, Desa Lampoko, Kecamatan Balusu 2
km dari jalan utama trans Sulawesi Makassar-Parepare, kira kira 15 km dari
kota Barru dan 110 km dari kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Design untuk turbin generator (gross) output untuk masing masing unit
adalah 60 MW. Adapun owner untuk PLTU Barru adalah PT. PLN (Persero)
dengan alamat di Jl. Trunjoyo Blok M I/135, Kebayoran Baru, Jakarta 12160,
Indonesia. PLTU Barru yang dibangun menggunakan bahan bakar batu bara
berkalori rendah (LHV: 3800 – 4100 kcal/kg) memerlukan batu bara per
tahun sebesar 564.000 ton dan diangkut menggunakan barge/tongkang
menuju ke PLTU melalui jetty sebagai sarana pelabuhan khusus bongkar
muat batu bara dan energi listrik yang dihasilkan PLTU disalurkan melalui
Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV.

2.2. Water Treatment Plant


Untuk memenuhi kualitas air umpan boiler, maka air umpan boiler
diolah di Water Treatment Plant. Water treatment plant adalah salah satu

3
unit di PLTU yang berfungsi untuk mengolah air laut menjadi air murni
sebagai air umpan boiler yaitu demin water dengan conductivity<0,2 µS/cm.
Selain itu, demin water juga berfungsi sebagai fluida pendingin yang akan
melalui beberapa peralatan pembangkit yang terbuat dari logam contohnya
HE. Karena sifat logam yang dapat terkorosi tingkat kemurnian air perlu
dijaga. AadapunParameter-parameter demin water adalah sebagai berikut :
- Conductivity (<0,2µS/cm)
- pH (±6-8)
- Kadar Silika (20 ppb)
Proses utama pada water treatmen plant dapat di gambarkan pada flow
diagram sebagaiberikut :

Multi Media Filter

P-3
Sea Water Reverse
Osmosis
Feed Pump

Sea Water Poll

Clarifier HP Pump

Sea Water Pump


Micron Filter
PX Pump

Find Sand Filter Fresh Water Tank

PX
Sea Water Intake

Fresh Water
Mixed Bed Reverse Osmosis
P-60

Fresh Water Pump


RO Pump
Micron Filter

Demin Pump RO Tank


Demin Tank

Gambar 2.1 Diagram Proses Water Treatment Plant PLTU Barru

2.3. Bagian-Bagian Utama Proses Utama Water Treatment Plant


1. Clarifier
Clarifier adalah tempat proses pengolahan pertama air baku,
dimana dilakukan penghilangan partikel padat yang tidak larut
(suspended solid) dan kebanyakan dari disolved organik yang terbentuk
dalam air dapat dilakukan oleh proses koagulasi.
Zat koagulan yang digunakan di PLTU Barru (2 X 50 MW)
Sulawesi Selatan adalah Polyaluminium Chloride (PAC). Penambahan

4
PAC pada kondisi yang tepat membuat suspended solid terpecah dengan
halus dalam air koagulasi menjadi partikel-pertikel yang lebih besar dan
digabungkan menjadi flok yang lebih besar sehingga massa bertambah
agar dapat mengendap (flock). Flok yang sudah cukup besar tersebut
akan mengendap dan turun ke permukaan air karena gaya gravitasi bumi
biasa di sebut sedimentasi.

Gambar 2.2 Clarifier


2. Sea Water Pool
Sea Water Pool adalah sebagai tempat penampung air baku
setelah melalui proses koagulasi, flokulasi, dan sedimentasi di unit
clarifier. Sea Water Pool berukuran 380 m3.

Gambar 2.3 Sea Water Pool

5
3. Multi Media Filter
Multi Media filter berfungsi untuk menghilangkan bau, rasa,
warna, clorin, endapan dan partikel-partikel yang terdapat pada air baku
yang sebelumnya di tampung di Sea Water Pool. Bahan yang digunakan
untuk menyaring pada proses ini yaitu pasir kuarsa dan antrasit. Filter-
filter ini tersusun dalam satu vessel (tabung) dengan bagian bawah
tabung diberikan gravel atau pasir sebagai alas vessel.
Tabel 2.1 Spesifikasi Multi Media Filter

Spesifikasi MMF
G
Jumlah Set 4
a
Diameter 3000 mm
m
Standar operasi 3 run, 1 stand by
b
Kecepatan aliran 42-84 m3/h
a
Media penyaring Pasir kwarsa dan antrasit
r
Tinggi filter 1200 mm
Pressure 0,6 MPa
2
Suhu 0-50 0C
.
4 quartz sand dan antrachite 6-12 mm; 2,4 – 4,8 mm; 1,2-2,4
mm; dan 0,6-1,2 mm

Gambar 2.4 Multi Media Filter

6
4. Fine Sand Filter
Finesand Filter adalah penyaring kedua yang dapat menghilangkan
endapan dan partikel-partikel pada air baku yang lolos dari MultiMedia
Filter. bahan yang digunakan untuk menyaring pada proses ini yaitu
pasir kuarsa dengan ukuran 0.02 mm.
Tabel 2.2 Spesifikasi Find sand Filter
Material Filter Quarts sand (mm)
Spesifikasi 2 - 4 mm 1.2 - 2 mm 0.8 - 1.2 mm
Story height 150 mm 150 mm 500 mm
Jumlah set 3 buah
Diameter 3200
Tinggi 800 mm
Standar operasi 2 run, 1 stand by
Kecepatan penyaring 62-85 m3/h
Media penyaring Pasir kwarsa
Pressure 0.6 MPa

Suhu 0-500C

Gambar 2.5 Fine Sand Filter


5. Micron Filter
Micron filter adalah penyaring ketiga Yang berfungsi untuk
menyaring partikel-partikel yang sangat kecil serta mikroorganisme.

7
Pada micron filter. Terdapat 2 buah micron filter di dalamnya terdapat
25 catridge yang berukuran 5 𝜇𝑚 di mana catridgenya ini dapat
memisahkan partikel dengan diameter 3 – 0,05 𝜇.

Gambar 2.6 Micron Filter


6. High Pressure Pump
Merupakan pompa bertekanan tinggi yang berfungsi memompakan
air laut/baku untuk menekan pada SWRO yang menjadi air fresh/payau.
Tabel2.3 SpesifikasiHigh pressure pump
Quality 2 buah
Voltage 400 V
Rate Cueent 261 A
Rate Power 160 KW
Rate Speed 2975 rpm
Flow 180m3/min
Lift 150 m

Gambar 2.7 High Pressure Pump

8
7. Sea Water Reverses Osmosis (SWRO)
SWRO adalah penyaring yang berfungsi memproses air laut
menjadi air fresh/payau, yang dapat menurunkan konduktivitas sampai
1000 S/cm. Proses penyaringan ini menggunakan metode Reverses
Osmosis.
Reverse osmosis(osmosis terbalik) atau RO adalah suatu metode
penyaringan yang dapat menyaring berbagai molekul besar dan ion-ion
dari suatu larutan dengan cara memberi tekanan pada larutan ketika
larutan itu berada di salah satu sisi membran seleksi (lapisan penyaring).
Proses tersebut menjadikan zat terlarut terendap di lapisan yang dialiri
tekanan sehingga zat pelarut murni bisa mengalir ke lapisan berikutnya.
Membran seleksi itu harus bersifat selektif atau bisa memilah yang
artinya bisa dilewati zat pelarutnya (atau bagian lebih kecil dari larutan)
tapi tidak bisa dilewati zat terlarut seperti molekul berukuran besar dan
ion-ion.
Kompon pada SWRO
a. Safety filter (micron filter )
Berfungsimenyaringpartikel-partikelkecil.
Spesifikasi:
Jumlah 2 Set
Jenis Sediment Filter
Jumlah Filter/catridge 70 buah
Temperatur Maximal 1250 F ( 520)
Ukuran Catridge 5 µm
b. Px (pressure exchanger)
Berfungsi untuk mengatur tekanan dari rendah ketinggi
sehingga laju air menjadi lebih cepat.
Jenis PX- 1800 Energy Recovery
Jumlah 2 set

9
c. Px booster pump
Berfungsi menambah tekanan air umpan untuk Hp pump agar
dapat menembus sel membran yang terdapat di dalam SWRO
Jenis PX -1800 booster pump
Jumlah 2 set
d. HPP (high pressure pump)
Adalah pompa bertekanan tinggi yang berfungsi memompakan
air laut/sea water untuk menekan membran SWRO yang kemudian
menjadi air fresh.
Jenis 3x8,5 PWTD12
Jumlah 2 set
Daya 160 KW
Putaran 2950 rpm
Tekanan Maximal 6 Mpa
Debit 51 m3/j
e. Membran
Membran berfungsi untuk memisahkan zat-zat yang terlarut
dalam suatu larutan.
Spesifikasi :
Jenis TM820C-400 atau SW20-
400HRLE
Jumlah 168 buah
Tekanan Maximal 6.9 Mpa/ 1000 psi
Produk 40 %
f. Fresh water Tank
Fresh water tan kadalah tempat penampungan hasil produksi
SWRO Kapasitas fresh water tank 2 × 800 m3.

10
Gambar 2.8 Sea Water Reverse Osmosis
Prinsip kerja filter Reverse Osmosis adalah air laut yang
bertekanantinggiakanmelewatimembran pada SWRO . membran pada
SWRO adalah membran yang terbuat dari selaput semipermeable yang
dapat diisi ulang yang berfungsi untuk menyaring atau memfilter air dari
kandungan logam, virus atau bakteri sehingga menghasilkan air murni
bebas dari pencemaran. Membran ini dapat menurunkan TDS (Total
Dissolved Solid) karena mempunyai ukuran pemfilteran yang sangat
halus yaitu mencapai 1/10.000 mikron. Berikut gambar dari membran
pada Sea Water Reverse Osmosis
Tabel 2.4 SpesifikasiMembran pada SWRO
Name Category SWRO
Quantity 2
Membran Model TM820C-400
Membran Quantity 168
Pressure Vessels Quantity 24
Capacity m /h 50
Conductivity µs/cm <1000
Arrangement One stage

8. Pressure Exchanger
PX exchanger energi recovery merupakan alat penukar tekanan
yang dimanfaatkan pada system desalinasi. Alat ini memfasilitasi
perpindahan tekanan dari air laut bertekanan tinggi yang kemudian
mengubah menjadi air laut bertekanan rendah.

11
Air dari laut bertekanan rendah dipompa dengan high pressure
pump sehingga keluaran berupa air bertekanan tinggi yang selanjutnya
dimanfaatkan untuk melewati membran reverse osmosis. Air yang tidak
tersaring di membran, akan terbuang dan tekanan dari air yang tidak ikut
tersaring pada membrane masih bertekanan tinggi, maka air yang
bertekanan ini akan melewati bantalan rotor yang berputar dan
dimanfaatkan untuk mengubah air laut yang sebelumnya bertekanan
rendah menjadi bertekanan tinggi dari saluran yang berbeda. Sehingga
tekanan tinggi dari air yang tidak tersaring di membrane tidak terbuang
sia-sia, sebaliknya air laut yang bertekanan rendah dari saluran yang lain
kemudian dimanfaatkan untuk mengubah air concentrate bertekanan
tinggi sehingga air yang terbuang dalam keadaan bertekanan rendah.
Tabel 2.5 Spesifikasi Pressure Exchange
Kapasitas 50 m3/hours
Jumlah membran 168
Tekanan Maximal 6,9 Mpa

Gambar 2.9 Alur Pressure Exchanger

12
Gambar 2.10 Pressure Exchanger
9. Fresh Water Tank
Fresh Water Tank merupakan penampung air produk hasil Sea
Water Reverses Osmosi (SWRO). Kapasitas Fresh Water Tank yaitu 2 x
800 ton.

Gambar 2.11 Fresh water Tank


10. Second High Pressure Pump
Second High Pressure Pump adalah pompa yang bertekanan
tinggi yang berfungsi memompakan air dengan kadar garam yang
rendah untuk menekan membran RO pada BWRO yang kemudian
menjadi air payau/RO produk.

Gambar 2.12 Second High Pressure Pump

13
11. Fresh water Reverse osmosis
Fresh water reverses osmosis adalah penyaring yang berfungsi
memproses air fresh menjadi air pure/ro product, yang dapat
menurunkan conductivity <10 µs/cm. Sebelum masuk di fresh water
water reverse osmosis air terlebih dahulu di melewati micron filter yang
berisikan membran 25 catridge untuk FWRO A dan 14 catrige untuk
FWRO B. Kemudian dipompa menggunakan high pressure pump ke
fresh water reverse osmosis.
Tabel 2.6Spesifikasi membran FWRO
Nama FWRO
Jenis TM720-400
Jumlah 1
Jumlah Membran 102
Jumlah Vessel 18
pH 6.5-8
Konduktivitas <10
Salt Rejection % Within 1 Year later ≥ 975%
After 3 Years ≥ 95%
Recovey Rate % 80 %

Gambar 2.13 Fresh Water Reverses Osmosis

14
12. RO Tank
RO Tank dalah penampung air produk hasil dari Fresh Water
Reverses Osmosis yang berbentuk silinder dengan kapasitas 30 m3.
Sistim RO di PLTU Barru dirancang untuk memproduksi air tawar
(desalinated water) 2 x 50 m3/jam. Tujuannya untuk memenuhi
persediaan air untuk kebutuhan PLTU (Service Water, Cooling Water,
Domestic Water).
Keuntungan menggunakan RO :
1. Pemakaian energy rendah (hanya untuk pompa)
2. Tidak ada perubahan fasa
3. Proses operasi pada suhu normal sehingga terhindar dari masalah
pengerakan dan korosi.

Gambar 2.14 RO Water Tank

13. Mix Bed

bed merupakan alat penukar ion, penghilangan kandungan mineral


pada air, menurunkan konduktivitasnya <0,2 S/cm. Mixed bed berisi
resin kation dan anion.

15
a. Resin kation berfungsi menghilangkan ion-ion positif yang
terkandung dalam air seperti: Ca2+, Mg2+, K+, Na+ dan sebagainya.
Resin ini akan mengikat kation dari garam-garam penyebab
kesadahan sehingga air yang melewati resin ini terbebas dari kation.

Namun ada saatnya resin penukar anion ini pun akan mengalami
kejenuhan. Untuk mengetahui apakah resin-resin tersebut telah
jenuh dapat diketahui dari hasil analisa air yang keluar dari kolom
resin penukar anion dimana kualitas air keluar ini tidak lagi
memenuhi persyaratan sebagai air umpan boiler. Oleh karena itu
resin penukar anion harus diaktifkan kembali dengan cara regenerasi
menggunakan larutan basa seperti NaOH. Reaksi yang terjadi saat
regenerasi resin penukar anion sebagai berikut:

16
Gambar 2.15 Mix Bed

14. Demin Tank


Demin tank adalah penampung air hasil dari Mixed Bed. Air
demineral adalah air dengan konduktivitas 0,2 S/cm, kesadahan 0
mol/L.
Kapasitas Demineral Tank yaitu 2 x 400 ton.

Gambar 2.16 Demin Tank 1 dan 2

17
2.4. Titik Injeksi pada Water Treatment Plant
Penginjeksian merupakan proses penambahan zat kimia kedalam
suatu wadah yang memiliki tujuan tertentu. Pada bagian WTP terdapat enam
titik injeksi bahan kimia, sebagai berkut:

1. Injeksi klorin dalam bentuk NaOCl di bagian Intake dengan tujuan


memabukkan biota laut agar tidakterpompa oleh sea water pump ke
clarifier.
2. Injeksi PAC di pipa inlet clarifier, tujuan penginjeksian adalah PAC
merupakan salah satu koagulan yang mengingat partikel-partikel kecil
menjadi besar sehingga didalam clarifier mudah mengendap.
3. Injeksi klorin pada pipa masukke MMF dengan tujuan memabukkan
biota laut yang lolos masuk ke pipa agar tidak berkembang biak didalam
MMF.
4. Injeksi anti klorin (Na2S2O5) dan anti scale pada pipa sebelum masuk
micron filter SWRO. Anti klorin berfungsi mengikat klorin dalam air
karena klorin dapat meghambat aliran air kedalam membran SWRO
(merusak membran). Anti scale berfungsi menghilangkan kerak pada
membran SWRO.
5. Injeksi anti scale dan NaOH pada pipa sebelum masuk micron filter
FWRO. Anti scale berfungsi menghilangkan kerak pada membran
FWRO. Larutan NaOH berfungsi mengatur pH 6-8.
6. Injeksi HCl dan NaOH pada mixed bed, HCl berfungsi membersihkan
resin kation sedangkan NaOH membersihkan resin anion.

18
BAB III
PROSEDUR PENGOPERASIAN

3.1.Pelaksaan MMF dan FSF


Pada MMF, FSF,
Pilih menu Filter System pada menu DCS – Klik, - Pilih All in One – Klik

a. Pilih 3 dari 4 MMF yang akan di opersikan


b. Pilih 2 dari 3FSF yang akan dioperasikan
c. Pilih Oxidator Dosing Pump yang akan dioperasikan : 1 atau 2
d. Klik start

19
3.2 Proses Backwash MMF dan FSF manual-Auto
Pilih menu Filter System pada menu DCS – Klik, Gambar MMF- Maka
akan muncul tahapan
Drain Katup akan membuka, sekitar 1,5 menit, Valve drain
membuka V7 – untuk menjaga level air pada 200-300 mm
diatas permukaan filter, kemudian tutup

Air Blow Katup akan terbuka, sekitar 5.00 menit. Buka backwash
discharge valve VS, buka air inlet Valve V6, udara roots
blower mengalir kedalam filter dengan kecepatan 10-15
L/m.s. Melonggarkan Media Fiter yang padat dan
memperluas bidang permukaan

Backwash Katup akan terbuka, sekitar 5.00 menit. BackWash valve


V4 membuka, outlet discharge back wash valve V5
membuka, air mengalir dari bawah keatas untuk
membuang kotoran. Kontrol Otulet Back Wash discharge
tidak mengandung partikel partikel filter. Control flow

20
back wash selesai – Pilih “Offline” klik

Operasi Flush dan Run,


Klik Filter System Klik All in One Klik Start  MMF yang dipilih
sebelumnya akan beroperasi bersamaan pada tahap :

Filling Katup akan terbuka, selama 1.00 menit. Setelah Back


Wash discharge water bersih, filling MMF melalui inlet
valve dan keluarmelalui valve udara vent

Flush Selama flushing berlangsung, discharge valve (V7) dan


inlet Valve (V2).
Atur flow dari manual valve inlet V1 : 42 t/jam (MMF) dan
62,5 t/jam (FSF)
Selama flushing, diperiksa :
 Mengandung material filter atautidak
 Bilamengandung material berarti back wash gagal,
terjadikerusakan pada water distribution sisibawah
filter

21
Syarat-syaratkualitas : pH 7-8, Free Cl2 : <0.1 ppm atau
mv : <200, Temp : <40 C, Turbidity <1 NTU atau SDI <5

Run Inlet Valve (V2) dan product/outlet valve (V3)


Atur flow 50 m3/H darimenual inlet valve (V1)

FSF Pada tahap MMF Run,secara automatic FSF akan beroprasi


pada :Filling –Flush-Run pada kondisi Run,atur flow rate
RUN Normal operasi
Atur flow rate : 50 m3/jam
Product water di tamping di SWRO tank

22
3.3 Pengoperasian SWRO Secara Manual-Auto

Klik tampilan SWRO #1 atau #2 pada layar, kemudian akan muncul menu
pengoperasian.

Operation 1: 5.00 Valve outlet dan inlet terbuka


 Flow concentrate : (75-80 m3/h)
 Inlet pressure micron filter ± 0,4 Mpa, outlet
pressure micron filter ±0,35 MPa

Operation 2: 5.00

PX pump beroperasi
Frekuensi PX booster pump akan naik sampai ± 40-43

23
Operation 3: 5.00

HP pump, PX Booster pump beroperasi

Operation 4

HP pump, PX Booster Pump beroperasi

Run : 400 menit - mengatur volume recovery. HP pump, PX Booster


Pump start.
 Inlet flow SWRO : 120-150 m3/h
 product SWRO : 50 m3/h
 Concemtrat : 60% (75-80 m3/h)
 Product conductivy <20000 µs/cm
 ORP <200 mv

24
Flush : 5.00 menit

open

Stop

stand by

3.4. Pengoperasian BWRO

Klik On Pada BWRO Auto Start 1. RO Feed Pump Aktif


SW 2. Feed Valve Open
3. High Presure Pump Aktif
4. Drain Valve Close
(Merah = Open, Hijau = Close)

25
1. Nyalakan Booster pump #1 atau #2
2. Lakukan flush denganmembuka valve RO1 dan RO2
3. LakukanTes Run denganmenyalakan High Pressure Pump #2
4. Ketika High Pressure Pump #2 mencapai 47Hz tekan Run
5. Setelah BWRO Run,valve RO1 dan RO2 tertutup.
Pengoperasian FWRO

Valve outlet FWRO dalam posisi OPEN (Local)

Buka valve outlet Fresh Water Booster Pump (Local)

Klik Tab Mix Bed System. Pilih System mode (manual/step/auto)

Klik RO unit, kemudian klik FLUSH. Fresh Water Booster Pump


operasi, (RO 01 Substandrad water outlet pump) (RO 02 dense water
outle valve). [DCS]

Setelah Flush, Klik TEST RUN. Fresh Water RO HP Pump operasi (RO
01 Substandrad Water Outlet Pump) (RO 02 Dense Water Outle Valve)
posisi open. Pump NaOH dosing device dan pump Scale Onhibitor
dosing device oeparsi [DCS]

Kemudian klik RUN. Fresh Water Booster Pump operasi. Fresh water
RO HP pump operasi, (RO 01 Substandrad Water Outlet Pump) (RO 02
Dense Water Outle Valve) posisi close. [DCS]

Lanjutan pengisian sampai RO Tank full

26
3.5 Flow Diagram Pada Mix Bed

Panel Pengoperasian Mix Bed

27
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
1. Water treatment plant adalah salah satu unit di PLTU yang berfungsi untuk
mengolah air laut menjadi air murni sebagai air umpan boiler yaitu demin
water dengan conductivity <0,2 µS/cm.
2. Peralatan Utama pada water treatment plant di PLTU Barru meliputi :
a. Multimedia Filter (MMF), merupakan penyaring pertama berisikan
pasir kuarsa dan antrasit untuk partikel-partikel tersuspensi dalam air
yang juga berfungsi menghilangkan bau, warna pada air
b. Finesand Filter (FSF), merupakan penyaring kedua yang berisikan
pasir kuarsa untuk partikel-partikel tersuspensi dalam air yang lolos
pada multimedia filter, finesand filter
c. Micron Filter, merupakan penyaring ketiga yang menyaring partikel-
partikel terkecil pada air bakuseperti micro organaisme.
d. RO unit merupakan filtrasi dengan sistem reverse osmosis, disini
partikel-partikel kecil akan tertahan dan hanya molekul air yang akan
lolos, ada 2 unit alat yang dipakai yaitu :
1) Proses Sea Water Reverses Osmosis (SWRO) adalah penyaring
yang berfungsi memproses air laut menjadi air fresh/payau, yang
dapat menurunkan conductivity sampai <1000 µS/cm.
2) Fresh water reverses osmosis (FWRO) adalah penyaring yang
berfungsi memproses air fresh/payau menjadi air pure/ro product,
yang dapat menurunkan conductivity<20 µS/cm.
e. Mixed bed adalah tempat proses penghilangan kandungan mineral
pada air, seperti: na+, mg2+, k+, ca2+ dll yang sesuai dengan
persyaratan standar air pengisi boiler.
4.2 Saran
1. Melakukan perbaikan kebocoran-kebocoran yang adapada system
SWRO agar peralatan lebih terjaga dari korosi akibat kebocoran
tersebut.

28
2. Melakukan perbaikan dan kalibrasi terhadap parameter alat ukur seperti
pada alat ukur turbidity dan yang lainnya secara berkala, sehingga dapat
mempermudah penginputan data di lapagan dan pembacaannya pun
semakin akurat.

29
DAFTAR PUSTAKA

Sulistyowati. 2014. PemantauanKualitas Air dan Uap Sistem Internal Treatment


Pada PLTU Barru. TugasAkhirJurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri
Ujung Pandang.
Zulhi, M.Aswar dan UlilAmri Jamal . 2019. Sistem Internal Treatment Pada
PLTU Barru. LaporanKerjaPraktekKementrian Perindustrian RI
Politeknik ATI Makassar.
Muhjahid,Ahmad . dkk. 2018. Sistem Internal Treatment Pada PLTU Barru.
LaporanPraktekKerjaLapanganPoliteknik Negeri Ujung Pandang.
Jaelani, Ahmad. 2016. PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap). (online),
(http://www.google.com/amp/s/achmadjaelani89.wordpress.com/2016/09/13/pltu-
pembangkit-listrik-tenaga-uap/amp.html, Diakses 10September 2019)

30