Anda di halaman 1dari 11

ANCAMAN TERHADAP HILANGNYA

KEANEKARAGAMAN HAYATI

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Individu Mata


Kuliah Biokonsevasi yang Diampu oleh:
Dr. Sri Utami S.Si, M.Si

Disusun oleh :
Himmatul Ulya
24020117120010

Universitas Diponegoro
Fakultas Sains dan Matematika
Departemen Biologi
2018
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Keanekaragaman hayati merupakan variasi jenis keanekaragaman
makhluk hidup yang ada di seluruh dunia ini mulai dari keanekaragaman
tingkat gen sampai keanekaragaman tingkat ekosistem yang terbentuk dari
hubungan antaran komponen biotik dan komponen abiotik dala m
lingkungan tersebut. Keanekaragaman hayati hayati sangat penting baik
bagi suatu kawasan ekosistem itu sendiri maupun kelangsungan hidup
manusia.
Setiap jenis dari keanekaragaman hayati memiliki pera-peran
tersendiri yang sangat penting demi tercapainya keseimbangan suatu
ekosistem. Apabila suatu jenis makhluk hidup hilang keberadaannya
maka keseimbangan ekosistem akan terganggu. Misalkan saja pada hutan,
jika suatu spesies pohon hilang padahal spesies tersebut mempunyai peran
yang besar terhadap makhluk hidup dan lingkungan disekitarnya maka
akan ada gangguan terhadap ekosistem tersebut berupa kacaunya sistem
ekositem tersebut dan makhluk hidup yang bergantung pada spesies yang
hilang tersebut.
Oleh karena itu keberadaan dari setiap keanekaragaman makhluk
hidup harus kita jaga demi keseimbangan ekosistem. Maka dibuatlah
paper dengan judul “ Ancaman Terhadap Hilangnya Keanekaragaman
Hayati” untuk meningkatkan kesadaran kita semua akan ancaman yang
menyebabkan hilangnya keanekaragaman makhluk hidup di suatu
kawasan atau wilayah bahkan diseluruh dunia.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1. Apa pengertian keanekaragaman hayati?
1.2.2.Apa saja faktor yang menjadi ancaman terhadap hilangnya
keanekaragaman hayati
1.2.3. Apa saja ancaman terthada hilangnya keanekaragaman pada era
modern ini?
1.2.4. Bagaimana mekanisme hilangnya keanekaragaman hayati?

1.3 Tujuan
1.3.1 Untuk mengetahui pengertian keanekaragaman hayati.
1.3.2 Untuk mengetahui faktor yang menjadi ancaman terhadap hilangnya
keanekaragaman hayati.
1.3.3 Untuk mengetahui ancaman terthada hilangnya keanekaragaman pada
era modern.
1.3.4 Untuk mengetahui mekanisme hilangnya keanekaragaman hayati.
BAB II
PEMBAHASAN
1.Pengertian keanekaragaman hayati
Keanekaragam hayati (biological-diversity atau biodiversity) adalah semua
makhluk hidup di bumi (tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme) termasuk
keanekaragaman genetik yang dikandungnya dan keanekaragaman ekosistem
yang dibentuknya.Keanekaragaman hayati itu sendiri terdiri atas tiga tingkatan
yaitu:
(i) Keanekaragaman spesies, yaitu keanekaragaman semua spesies
makhluk hidup di bumi, termasuk bakteri dan protista serta spesies dari
kingdombersel banyak (tumbuhan, jamur, hewan yang bersel banyak atau
multiseluler).
(ii) Keanekaragaman genetik, yaitu variasi genetik dalam satu spesies, baik
di antara populasi-populasi yang terpisah secara geografis,maupun di
antara individuindividu dalam satu populasi.
(iii) Keanekaragaman ekosistem, yaitu komunitas biologi yang berbeda serta
asosiasinya dengan lingkungan fisik

2. Faktor yang menjadi ancaman terhadap hilangnya keanekaragaman


hayati
Faktor- faktor yang menjadi ancaman bagi hilangnya keanekaragaman
hayati dibagi menjadi 2 jenis yaitu faktor yang terjadi secara alami dan faktor
yang terjadi akibat ulah manusia (antropogenik).
1. Faktor Alami
Faktor faktor alami berkaitan dengan masalah adaptasi suatu
organisme. Apabila dapat beradaptasi terhadap kondisi yang baru maka
organisme tersebut akan bertahan hidup. Sedangkan Apabila tidak dapat
beradaptasi maka organisme tersebut tidak dapat bertahan hidup.
2. Faktor Antropogenik
Faktor secara antropogenik cenderung yang paling mengakibatkan
kerusakan pada lingkungan. Faktor-faktor tersebut seperti pertambahan
jumlah penduduk kurangnya kesadaran, pemahaman dan kepedulian untuk
menjaga keanekaragaman hayati. Pesatnya pembangunan dan penegakan
hukum yang lemah juga menjadi penyebab dari hilangnya
keanekaragaman hayati.

3. Ancaman terthada hilangnya keanekaragaman pada era modern


3.1. pertumbuhan penduduk
Kebutuhan manusia tampak terus meningkat karena adanya
pertumbuhan penduduk yang pesat Maka manusia memep ergunakan
sumber alam yang ada &ada alam lingkungan hidupnya untuk memenuhi
kebutuhan tersebut yang dimaksud dengan sumber alam ialah 3 semua kekayaan
alam baik yang berupa m a k h l u k h i d u p m a u p u n b e n d a , b e n d a m a t i
y a n g d i m i l i k i o l e h s u a t u t e m p a t y a n g d a p a t dipergunakan untuk
memenuhi kebutuhan hidup manusia . M a s a l a h k e p e n d u d u k a n d a n
k e r u s a k a n l i n g k u n g a n h i d u p m e r u p a k a n d u a permasalahan
yang kini sedang di hadapi bangsa Indonesia, dan m e n y a t a k a n b a h a y a
masalah lingkungan hidup dan kependudukan yaitu
m a s a l a h pencemaran lingkungan fisik, desertifikasi, deforestasi, dan
eksploitasi terhadap sumber, sumber alam, serta berbagai fenomena degradasi
ekologis semakin hari semakin menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Seperti yang kita ketahui bahwa manusia


m e r u p a k a n b a g i a n i n t e g r a l d a r i lingkungan hidupnya, ia tidak
dapat dipisahkan dari padanya. Padatnya penduduk suatu daerah akan
menyebabkan ruang gerak suatu daerah semakin menyempit.P e r t a m b a h a n
penduduk yang cepat makin lama makin meningkat
hingga akhirnya memadati muka bumi. Hal ini membawa
akibat serius terhadap rentetan masalah besar yang membentur
keseimbangan sumber daya alam. Karena bagaimanapun juga setiap manusia
tidak lepas dari bermacam-macam kebutuhan mulai dari kebutuhan pokok hingga
kebutuhan pelengkap. Sedangkan semua kebutuhan yang diperlukan oleh
manusia tersebut sangat banyak dan tidak terbatas, sementara
itu kebutuhan yang diperlukan baru akan terpenuhi manakala
siklus cadangan sumber da ya alam m asih mampu dan
mencukupi. Tetapi akan lain jadinya jika angka pertumbuhan
penduduk semakin melewati batas siklus atau pun jumlah cadangan
sumber-sumber kebutuhan. Seandainya kondisi ini tidak diupayakan
penanganannya dengan serius maka suatu saat akan terj adi suatu masa
krisis yang sangat berat.

3.2 Dampak Kegiatan Manusia

Kecepatan pertambahan penduduk dan permintaan penggunaan lahan


pertanian serta penggunaan hasil hutan untuk kayu bakar, makanan teraak, kayu
lapis dan ilegal loging Mempercepat proses perusakan hutan pada banyak negara
tropis Paraahli Yang peduli pada kerusakan hutan dinegara tropis dan akibat pada
mata pencaharian terpusat pada negara yang memiliki hutan yang besar seperti
Brasil .Teori Ekologi Modern (Ecological Modernization Theory /EMT )
berasumsi bahwa pengembangan kapitalis dapat membentuk embali dan
mengendalikan lingkungan akibat proses inovasi teknologi , seperti penambahan
penghasilan, kerusakan lingkungan termasuk didalamnya penebangan hutan akan
dapat dihentikan.

Penelitian pada komunitas iklim tropis sekarang ini haruslah dikaitkan


dengan aktifitas manusia. Manusia yang hidup sebelum era industri mendiami
hampir setiap sudut wilayah pesisir dan wilayah tropis, dan pengaruh mereka
memainkan peranan penting baik dalam bentuk pemburuan, penangkapan ikan,
mengumpulkan hasil hutan, bercocok tanam ataupun menciptakan api. Dahulu
banyak area dimana terdapat hutan tropis sekarang ini seperti Kamboja dan
Yucatan Peninsula tergantikan fungsinya untuk pertanian. Terdapat bukti yang
mungkin dilakukan oleh manusia bahkan pada wilayah yang basah / lembah
dikawasan hutan Amazon .

Perburuan yang dilakukan manusia juga telah memberikan dampak besar


pada daerah iklim tropis baik dengan cara membunuh hewan herbivora maupun
predator atau dengan cara mengurangi jumlah populasi dalam jumlah yang besar.
Perubahan dalam jumlah besar berpotensi memutuskan mata rantai ekologis yang
secara mendasar akan merubah komposisi pada suatu komunitas Selain itu, saat
bangsa Eropa datang kewilayah tropis selama masa kolonial Eropa, Banyak
populasi masyarakat wilayah tropis tradisional mengalami penurunan secara
drastisYang disebabkan peperangan dan penyakit, sebaliknya orang-orang yang
masih hidup Menggantikan aktifitas mereka dengan mengumpul kan hasil hutan
tertentu untuk dijual dengan harga yang sangat murah. Tidaklah masuk akal untuk
berspekulasi bahwa semua manusia pada komunitas iklim tropis telah
menyebabkan gangguan yang merubah struktur dan komposisi spesies dan
menghilangkan keseimbangan .

Daerah tropis berada dalatn kehancuran dan daerah yang belum sepenuhnya
rusak secara perlahan akan hancur dan tidak dapat memberikan ruang yang cukup
bagi spesies-spesies besar dan populasi spesies lain yang dapat hidup dalam waktu
yang lama. Dampak dari pemisahan (fragmentasi) habitat ini mungkin menjadi
catatan penting terhadap manusia,spesies yang ada, dan penyakit yang tidak lazim
yang kemudian mengurangi bahkan membunuh banyak spesies pada skala lokal.
Fragmentasi komunitas tersebut sering hanya melibatkan salah satu atau beberapa
individu dari spesies tertentu, dan spesies ini dapat dikatakan" mati dalm
kehidupan" karena tidak mempunyai jumlah yang cukup untuk membentuk
sebuah populasi, mereka mengalami kepunahan dalam skala besar .

4. Mekanisme Hilangnya Keanekaragaman Hayati


4.1 Transformasi habitat
Beberapa tahun terakhir ini cukup banyak tipe-tipe ekosistem bervegetasi
yang produktif terkena gangguan kerusakan akibat pesatnya pembangunan
perkebunan, infrastruktur kota, pemukiman, tambak, dan lain-lain yang
menyebabkan terdegradasinya bahkan lenyapnya ekosistem tersebut.

4.2 Perubahan iklim


Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk yang memerlukan berbagai
barang dan jasa untuk menunjang kehidupannya, pembangunan di berbagai sektor
semakin pesat untuk memenuhi berbagai kebutuhan barang dan jasa bagi
penduduk tersebut. Sebagian besar kegiatan pembangunan, khususnya di sektor
industri dan transportasi banyak digunakan energi fosil yang mengeluarkan
limbah gas rumah kaca (terutama gas CO2).
Selain itu proses pembangunan tersebut juga banyak mengkonversi lahan
bervegetasi yang produktif menjadi bentuk lahan lain yang tidak bervegetasi,
sehingga kapasitas penyerap karbon dari atmosfir semakin menurun. Fenomena
tersebut mengakibatkan terjadinya pemanasan global yang memicu terjadinya
perubahan iklim. Situasi seperti ini menyebabkan naiknya permukaan air laut,
perubahan pola distribusi dan musim hujan, naiknya frekuensi kejadian bencana
alam (kekeringan, banjir, longsor, dan lain-lain) yang berpotensi menimbulkan
dampak negatif terhadap keanekaragaman hayati (biodiversity) yang menunjang
keberlangsungan perikehidupan manusia .

4.3 Polusi
Semakin pesatnya kegiatan industi untuk memenuhi berbagai barang
keperluan hidup disertai dengan semakin intensifnya kegiatan pertanian untuk
meningkatkan produksi telah menyebabkan pencemaran tanah, air, dan udara.
Pencemaran lingkungan tersebut akan berdampak negatif terhadap biodiversitas,
baik dalam tingkat genetik, spesies, maupun ekosistem.
4.4 Species invasif
Dengan bantuan manusia berbagai jenis tumbuhan dan hewan dapat tersebar
ke suatu daerah, contohnya pada kegiatan budidaya pertanian yang menggunakan
jenis tumbuhan atau satwa eksotik yang di-import dari negara lain. Jenis-jenis
eksotik tersebut akan tumbuh dan berkembang mengalahkan jenis-jenis asli
setempat, merubah genetic pool, atau menyebarkan hama dan penyakit yang
mengancam keanekaragaman hayati di suatu daerah tertentu.

4.5 Eksploitasi berlebihan

Eksploitasi yang berlebihan akan menyebabkan menurunnya kelimpahan


atau jumlah individu jenis-jenis yang dieksploitasi yang pada akhirnya
mengakibatkan kelangkaan atau kepunahan dari jenis-jenis tersebut. Hal ini dapat
terlihat pada kegiatan intensifikasi pertanian, perikanan, peternakan, dan
kehutanan yang akan mengakibatkan berkurang atau hilangnya keanekaragaman
hayati (biodiversity) bahkan rusaknya ekosistem.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Keanekaragaman hayati merupakan variasi jenis keanekaragaman makhluk
hidup yang ada di seluruh dunia ini mulai dari keanekaragaman tingkat gen
sampai keanekaragaman tingkat ekosistem. Keberadaan dari keanekaragaman
hayati sangat penting bagi ekosistem karena setiap jenis dari makhluk hidup
memiliki peran tersendiri bagi ekosistem. Ancaman terhadap keanekaragaman
hayati secara garis besar terbagi menjadi 2 bagian yaitu faktor alam dan faktor
antropogenik. Faktor alam disebabkan oleh adaptasi dari makhluk hidup tersebut
maupun dari peristiwa alam berupa bencana alam dan lainnya. Sedangkan faktor
manusia merupakam hilangnya keanekaragaman hayati yang disebabkan oleh
aktivitas manusia yang kurang bijak dalam pemanfaatan keanekaragaman hayati
sehingga mengancam keanekaragam hayati.
Daftar Pustaka
Kusmana, Cecep. 2015. Keanekaragaman hayati sebagai kunci ekositem kota
hijau.
Bogor : Intitut Pertanian Bogor
Said, maizer. 2008. Konservasi ekosistem dan keanekaragaman hayati berbasis
masyarakat. Yogyakarta ; UIN Sunan Kalijaga
Wulandari,dwi. 2013. Analisa dampak tingkat pertumbuhan penduduk terhadap
lingkungan hidup. Surabaya : Universitas negri surabaya

Anda mungkin juga menyukai