Anda di halaman 1dari 4

Teori Caring Dan Pendokumentasian Terkait Aspek Legal

Dyah Tri Handayani (NPM 1906428335) Mahasiswa S1 Ekstensi 20129 FIK-UI


Email : dyahtry@gmail.com

Abstrak

Caring merupakan sebuah proses interpersonal yang sangat penting yang mengharuskan perawat
melakukan aktivitas perang yang spesifik melaui ekspresi emosi tertentu pada klien. Untuk
melakukan tindakan caring didasarkan pada teori caring dalam keperawatan juga pentingnya
pendokumentasian keperawatan. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan dan memberi
pemahaman tentang teori caring dalam keperawatan beserta pentingnya pendokumentasian
keperawatan terkait dengan aspek legal.
Kata Kunci : Caring, Teori Caring, Pendokumentasi keperawatan terkait aspek legal

Caring adalah fenomena universal yang memengaruhi cara manusia berpikir, merasa dan
mempunyai hubungan dengan sesame. Sejumlah ahli keperawatan membuat teori caring karena
penting dalam praktik keperawatan. (Potter, Perry, Stockert, & Hall, 2013)

A. Teori Caring Dalam Keperawatan

1. Teori Caring menurut Leininger


Leineger (1981) menggambarkan caring sebagai kegaitan perawat professional dan
membantu klien berkaitan dengan nilai dan tujuan yang ingin dicapai individu maupun
kelompok. Karakteristik caring terbagi menjadi 3 yaitu :
a. Professional caring, yaitu sebagai wujud dari kemampuan secara kognitif.
b. Scientific caring, yaitu segala keputusan dan tindakan dalam memberikan asuhan
keperawatan pada klien berdasarkan pengetahuan yang dimiliki perawat.
c. Humanistic caring, yaitu proses pemberian bantuan pada klien bersifat kreatif,
intuitif atau kognitif dan didasarkan pada filosofi, fenomenologi , perasaan objektif
maupun subjektif. (Berman, Snyder, & Frandsen MSN, RN, 2016)

2. Teori Caring menurut Watson


Dasar teori Watson adalah nilai dan penghormatannya yang sangat mendalam terhadap
keajaiban dan misteri kehidupan, Watson mengakui adanya dimensi spiritual kehidupan
dan keyakinan terhadap kekuatan internal proses perawatan dan penyembuhan. Didalam
interaksi manusia transpersonal, perawat menggunakan sepuluh factor perawatan sebagai
pedoman dalam interaksi perawat-klien yang didasarkan pada kepekaan terhadap diri dan
orang lain, yaitu :
a. Membentuk nilai nilai system humanistic dan altruistic
b. Memelihara kejujuran dan harapan
c. Menumbuhkan kepekaan terhadap diri sendiri dan orang lain
d. Meningkatkan hubungan kepedulian pada manusia yang membantu dan percaya
e. Meningkatkan belajar mengajar yang transpersonal
f. Menyediakan lingkungan yang mendukung, protektif, atau memperbaiki mental,
fisik, sosiokultural dan spiritual
g. Membantu mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan kebutuhannya
h. Memberikan keleluasaan kekuatan spiritual fenomenologikal-eksistensials spiritual

Asumsi dasar teori Watson terletak pada 7 asumsi dasar yang menjadi kerangka kerja
dalam pengembangan teori yaitu :
a. Caring dapat dilakukan dan dipraktikkan secara interpersonal
b. Caring meliputi factor factor caratif yang dihasilkan dari kepuasaan terhadap
pemenuhan kebutuhan dasar manusia
c. Caring yang efektif akan meningkatkan status kesehatan dan perkembangan
individu dan keluarga
d. Respon caring adalah menerima seseorang tidak hanya sebagai seseorang
berdasarkan kondisi saat ini tetapi seperti apa dia mungkin akan menjadi di masa
depannya.
e. Caring envirotment, menyediakan perkembangan potensi dan memberikan
keluasaan memilih kegiatan yang terbaik bagi diri seseorang dalam waktu yang
telah ditentukan.
f. Caring bersifat healt hogenic daripada sekedar curing. Praktik caring
mengintegrasikan pengetahuan biopsikal dan perilaku manusia untuk
meningkatkan kesehatan dan untuk membantu pasien yang sakit, dimana caring
melengkapi curing.
g. Caring merupakan inti dari keperawatan

3. Teori Caring menurut Kristen M. Swason


Teori caring swanson masuk dalam level midlle range theory, mempelajari tentang
seseorang perawat yang dapat merawat klien dengan tetap menghargai martabat klien
tersebut dengan komitmen dan tanggung jawab yang tinggi. Fokus teori caring swanson
dalam the caring model mengembangkan 5 proses dasar yaitu knowing, being with, doing
for, enabling dan maintening belief. Swanson mengidentifikasi 3 tipe kondisi penyebab
caring, yaitu klien, perawat dan organisasi. Kondisi organisasi meliputi beberapa
komponen dari professional practice model yaitu : kepemimpinan, kompenasasi dan
penghargaan dan hubungan professional. Apabila 3 komponen ini diciptakan dalam
lingkungan kerja akan mendukung praktik caring dalam pelayanan. (Potter et al., 2013)

B. Aspek Legal Pendokumentasian

Pengertian dokumentasi keperawatan adalah laporan baik komunikasi secara lisan,


tertulis maupun melalui komputer untuk menyampaikan informasi kepada orang lain.
Dokumentasi merupakan aspek penting dari praktik keperawatan. system dokumentasi yang
ideal harus memberikan informasi klien yang komprehensif, menunjukkan hasil dan standar
klien. (Berman et al., 2016)

Dokumentasi berfungsi sebagai instrument komunikasi meliputi status, kebutuhan, dan


kegiatan askep yang telah dilakukan dan direncanakan untuk pasien tersebut. Dalam
melaksanakan pendokumentasian keperawatan selain harus sesuai dengan standar
dokumentasi keperwatan tentunya diperlukan aturan atau norma yang mengatur untuk
pertanggung jawaban dan tanggung – gugat. Aturan atau norma yang mengatur tentang aspek
legal dalam pendokumentasian keperawatan adalah sebagai berikut :

1. Kode Etik Keperawatan


2. Undang – Undang Kesehatan
3. Keputusan Menteri Kesehatan
Terdapat 2 tipe tindakan legal dalam keperawatan yaitu :

1. Tindakan sipil atau pribadi


Tindakan sipil berkaitan dengan isu antar individu
2. Tindakan criminal
Tindakan kriminal berkaitan dengan perselisihan antara individu dan masyarakat
secara keseluruhan. Menurut hukum jika sesuatu tidak di dokumentasikan berarti pihak
yang bertanggungjawab tidak melakukan apa yang seharusnya di lakukan. Jika perawat
tidak melaksanakan atau tidak menyelesaikan suatu aktifitas atau mendokumentasikan
secara tidak benar, dia bisa dituntut melakukan malpraktik. Dokumentasi keperawatan
harus dapat diparcaya secara legal, yaitu harus memberikan laporan yang akurat mengenai
perewatan yang diterima klien. Tappen Weiss dan whitehead (2001) manyatakan bahwa
dokumen dapat dipercaya apabila hal-hal sebagai berikut :
a. Dilakukan pada periode yang sama
Perawatan dilakukan pada waktu perawatan diberikan.
b. Akurat
Laporan yang akurat ditulis mengenai apa yang dilakukan oleh perawwat dan
bagian klien berespon.
c. Jujur
Dokumentasi mencakup laporan yang jujur mangenai apa yang sebenarnya
dilakukan atau apa yang sebenarnya diamati.
d. Tepat
Apa saja yang dianggap nyaman oleh seseorang untuk dibahas di lingkungan umum
didokumentasikan.

Catatan medis klien adalah sebuah dokumentasi legal dan dapat diperliahatkam di
pengadilan sebagai bukti sering kali catatan tersebut digunakan untuk mengingatkan saksi
mengenai kejadian di seputar tuntutan karena beberapa bulan atau tahun biasanya sudah
berlalu sebelum tuntutan di bawa ke pengadilan. Efektivitas kesaksian oleh saksi dapat
bergantung pada akurasi dari catatan semacam ini. Oleh karena itu perawat perlu untuk
tetap akurat dan melengkapi catatan askep yang diberikan pada klien. Kegagalan membuat
catatan yang semestinya dapat dianggap kelalaian dan menjadi dasar Liabilitas yang
merugikan. Pengkajian dan dokumentasi yang tidak memadai atau tidak akurat dapat
menghalangi diagnosis dan terapi yang tepat dan mengakibatkan cedera pada klien.

DAFTAR PUSTAKA
Berman, A. T., Snyder, C., & Frandsen MSN, RN, G. E. (2016). Kozier & Erb’s Fundamentals
of Nursing, Global Edition. In Kozier & Erb’s Fundamentals of Nursing, Global Edition.
Potter, P. A., Perry, A. G., Stockert, P., & Hall, A. (2013). Fundamentals of nursing, 8th edition.
In Notes.