Anda di halaman 1dari 2

Quincy Apparel (A)

Alex Nelson dan Christina Wallace merupakan cofounders dari Quincy Apparel, sebuah
retail online yang beroperasi di kota New York. Quincy Apparel sedang mengalami kekurangan
dana untuk dapat melanjutkan operasinya dan mengeluarkan koleksi pakaian musim semi. Quincy
Apparel kini hanya memiliki dana untuk tujuh minggu ke depan. Quincy Apparel menghadapi
tantangan operasional yang menyebabkan sulit untuk memberikan better fit secara konsisten dan
merchandise return rates tinggi. Masalah yang terjadi disebabkan oleh kemampuan produksi yang
belum memadai, performa tim yang buruk, kurangnya kepemimpinan dari cofounders, dan faktor
eksternal.

Kapabilitas produksi yang belum memadai


Kapabilitas produksi Quincy Apparel masih belum memadai untuk memproduksi skema
ukuran pakaian yang kompleks. Kapabilitas produksi yang belum memadai terkait dengan bahan
kain yang digunakan dan ketergantungan pada hubungan personal. Kapabilitas produksi yang
belum memadai menyebabkan sebesar 60% pelanggan tidak puas terhadap kecocokan pakaian
sehingga berdampak pada tingginya rata-rata return rate sebesar 35% dari yang ditargetkan
sebesar 20%
Bahan kain yang digunakan pada saat proses produksi berbeda dengan bahan yang
digunakan pada uji coba. Setiap jenis kain memiliki elastisitas yang berbeda dan mempengaruhi
kecocokan pada pakaian. Hasil pakaian menjadi lebih ketat dari contoh yang ditawarkan kepada
pelanggan sehingga Quincy Apparel mengalami ketidakkonsistenan dengan ukuran yang
dijanjikan kepada pelanggan. Selain itu, salah satu bahan untuk membuat jaket merah muda dapat
menodai pakaian jika berkeringat. Akibatnya, biaya tambahan harus dikeluarkan untuk dry
cleaning untuk memperbaiki masalah ini dengan cepat.
Produksi pakaian juga sangat bergantung pada hubungan personal. Ketika cofounders
bertanya terkait waktu penyelesaiannya, manajer pabrik menjanjikan waktu dua minggu. Namun,
setelah dikunjungi kembali, belum ada pesanan yang sudah siap. Terkait dengan harga produksi,
manajer pabrik memberikan harga yang lebih mahal sebesar 50% dari harga tawaran sebelumnya
atau tidak terdapat slot untuk produksi Quincy Apparel karena terdapat pesanan lain dalam jumlah
besar harus selesai dalam waktu singkat.

Performa tim yang buruk


Proses produksi yang kompleks dari Quincy Apparel tidak didukung dengan tim yang ahli dan
dapat bekerja sama dengan baik untuk menyelesaikan produksi. Hal tersebut karena hanya terdapat
dua orang saja dari lima karyawan yang bekerja sejak bulan Februari sehingga tidak dapat bekerja
sama dengan karyawan baru. Setiap hasil yang diberikan oleh tim selalu terdapat masalah dan tim
kurang memiliki urgensi untuk memperbaiki masalah tersebut. Selain itu, karyawan menolak
untuk melakukan pekerjaan yang dirasa bukan tanggung jawabnya. Wallace tidak menekan para
karyawannya, tetapi Alex selalu menuntut hasil. Wallace mengambil alih otoritas dari Alex ketika
karyawan dapat menyampaikan keluh kesah mereka.

Kurangnya kepemimpinan dari cofounders


Kurangnya kepemimpinan dari cofounders Quincy Apparel disebabkan oleh perselisihan
yang tidak dapat disembunyikan dari para karyawannya dan pengambilan keputusan secara
sepihak. Perselisihan tersebut sulit disembunyikan karena tempat kerja yang kecil dan terbuka
sehingga Pengambilan keputusan hanya berada di satu orang tanpa berkonsultasi dengan
cofounder yang lain. Keputusan tersebut tidak disetujui sehingga beberapa keputusan harus
ditunda dan memerlukan banyak tenaga untuk mengambil keputusan bersama.

Faktor Eksternal
Hambatan operasional yang dihadapi oleh Quincy Apparel disebabkan oleh terjadinya
Hurricane Sandy yang melanda area metropolitan kota New York. Sebanyak lebih dari 100 orang
meninggal, transportasi publik yang berhenti beroperasi, dan pemadaman listrik dalam waktu
lama. Nelson dan Wallace menawarkan ruang kerja untuk startup lain yang kurang beruntung.
Selain itu, fokus Wallace dalam memimpin Quincy Apparel terpecah karena adanya
masalah pribadi yang dihadapinya. Nenek dari Wallace yang telah membesarkannya mengalami
sakit kritis sehingga Wallace harus kembali ke kampung halamannya dan menghabiskan waktu
bersama neneknya sebelum akhir hayatnya. Setelah prosesi pemakaman dan thanksgiving yang
penuh kesedihan, Wallace kembali bekerja dan harus menyelesaikan masalah permodalan untuk
mendanai kegiatan operasional.

Action Plan
Tujuan dari action plan adalah memperbaiki masalah dari kekurangan dana yang dihadapi oleh
Quincy Apparel. Action plan dibagi menjadi dua, yakni jangka pendek dan jangka panjang.
Jangka pendek
● Membangun hubungan relasi yang baik antar karyawan dengan atasan
● Meningkatkan komunikasi internal dan implementasi chain of commands yang lebih baik
Jangka panjang