Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadapan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan kesehatan jasmani dan rohani sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan
tepat waktu. Kami sangat bersyukur karena telah menyelesaikan makalah yang menjadi tugas mata
kuliah Manajemen Keuangan dengan judul “Analisis Cash Flow”. Disamping itu, kami tidak lupa
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga terselesaikannya
makalah ini.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Karena itu kami
mengharapkan saran dan kritik dari pembaca demi perbaikan makalah di masa mendatang.

Kami sangat mengharapkan agar makalah ini dapat diambil manfaatnya dan besar keinginan
kami dapat menginspirasi para pembaca untuk mengangkat permasalahan lain yang relevan pada
makalah-makalah selanjutnya.

Denpasar, 07 November 2019

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1. 1. Latar Belakang
Pengelolaan keuangan dalam perusahaan merupakan kunci utama kegiatan
operasional perusahaan dan tidak akan terlepas dari kegiatan yang berhubungan dengan
kas. Bila pemakaian dana tidak terkontrol akan berakibat kas kosong. Kas perusahaan yang
kosong menyebabkan terganggunya semua kegiatan operasional perusahaan. Manajemen
atas arus keluar-masuknya dana perusahaan yang terkontrol, akan menunjukkan
kredibilitas perusahaan yang baik di dunia bisnis.
Kondisi utang-piutang, sumber dana dan investasi adalah contoh pencerminan baik
buruknya manajemen arus kas suatu perusahaan.
Dalam kondisi kas yang buruk, manajemen dituntut untuk segera membenahi
keuangan perusahaan. Usaha mengatasi situasi tersebut akan mengarah kepada
pengawasan arus kas dengan penataan yang baik atas manajemen arus kas.
Laporan arus kas menyajikan arus kas masuk dan arus kas keluar dari kas dan setara
kas dengan kategori aktivitas operasi, investasi dan pendanaan selama waktu periode
tertentu.Laporan arus kas disyaratkan sebagai bagian dari kelengkapan dalam laporan
keuangan. Hal ini sesuai dengan PSAK 2, yang direvisi bulan Desember 2009 dan sesuai
dengan kebijakan konvergensi IFRS (International Financial Reporting Standart) yang
mensyaratkan bahwa laporan arus kas disajikan sebagai bagian tidak terpisahkan dari
laporan keungan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan.

Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pengguna laporan
keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas
serta setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut.
Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pengguna perlu melakukan evaluasi
terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian
perolehannya. Tujuan Pernyataan ini adalah memberi informasi historis mengenai
perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan melalui laporan arus kas yang
mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi, maupun pendanaan
(financing) selama suatu periode akuntansi.
1.2. Rumusan Masalah
Dalam tulisan ini, Penulis akan membahas dan berfokus pada :
1. Bagaimana menguasai konsep dan pengertian arus kas dalam
perusahaan.
2. Bagaimana langkah-langkah penyusunan Arus Kas dalam Perusahaan.
3. Bagaimana memahami komponen-komponen yang membentuk arus kas.

1.3. Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui tentang konsep dan pengertian arus kas dalam perusahaan
2. Untuk Memahami langkah-langkah penyusunan Arus Kas dalam Perusahaan.
3. Untuk memahami komponen-komponen yang membentuk arus kas.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Arus Kas (Cash Flow)


Cash flow (aliran arus) adalah sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai
akibat dari aktifitas perusahaan, dengan kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari aliran masuk
dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.
Hal utama yang perlu diperhatikan yang mendasari dalam mengatur arus kas adalah
memahami dengan jelas fungsi dana uang yang kita miliki, kita simpan atau investasikan. Secara
sederhana fungsi itu terbagi menjadi beberapa macam yaitu:
1. Fungsi Likuiditas : Yaitu dana yang tersedia untuk tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan
dapat dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi awal.
2. Fungsi anti inflasi : Yaitu dana yang disimpan guna menghindari resiko penurunan pada daya
beli dimasa datang dan dapat dicairkan dengan relatif cepat.
3. Capital growth : Dana yang diperuntukan untuk penambahan perkembangan kekayaan dengan
jangka waktu relatif panjang.

B. Analisis Laporan Arus Kas

Analisis arus kas merupakan alat analisis keuangan untuk mengetahui penerimaan dan
pengeluaran kas dan setara kas pada bank selama periode tertentu yang dikelompokkan dari
kegiatan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan perusaahaan. Aktivitas operasi (operating)
adalah aktivitas penghasil utama pendapatan bank (principal revenue-producing activities) dan
aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Aktivitas investasi
(investing) adalah aktivitas perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang
tidak setara kas. Aktivitas pendanaan (financing) adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan
dalam jumlah serta komposisi modal dan peminjaman bank.

Laporan arus kas memberikan informasi yang memungkinkan para pemakai untuk
mengevaluasi perubahan dalam aktiva bersih bank, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan
solvabilitas) dan kemampuan untuk memngaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka adaptasi
dengan perubahan keadaan atau peluang. Informasi arus kas berguna untuk menilai kemampuan
bank dalam menghasilkan kas dan setra kas dan memungkinkan para pemakai mengembangkan
model untuk menilai dan membandingkan nilai sekarang dari arus kas masa depan (future cash
flow) dari berbagai bank. Informasi tersebut juga meningkatkan daya banding pelaporan kinerja
operasi berbagai bank karena dapat meniadakan pengaruh penggunaan perlakuan akuntansi yang
berbeda terhadap transaksi dan peristiwa yang sama.
Jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indicator yang menentukan
apakah dari operasinya bank dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pembiayaan
dan pinjaman yang diterima, memlihara kemampuan operasi bank, membayar dividend an
melakukan investasi baru tanpamengandalkan pada sumber pendanaan dari luar. Informasi
mengenai unsur tertentu arus kas historis bersama dengan informasi lain, berguna dalam
memprediksi arus kas operasi masa depan.

C. Penyusunan Laporan Arus Kas

Menurut Smith dan Skousen (1992:191), penyusunan laporan arus kas terdiri dari sumber-
sumber data diatas meliputi empat langkah pokok :

1. Menentukan perubahan dalam kas


2. Menentukan arus kas bersih dari aktifitas operasi.
3. Menentukan arus kas dari aktifitas investasi dan pendanaan.
4. Menyiapkan suatu laporan arus kas formal.

D. Metode Penyusunan Laporan Arus Kas

Salah satu analisis keuangan yang sangat penting bagi manajer keuangan, disamping alat
keuangan lainnya adalah laporan arus kas. Yang dimaksud dari analisis ini adalah untuk mengetahui
bagaimana akan digunakan dan bagaimana kebutuhan dana tersebut akan dibelanjakan. Analisis
arus kas tersebut dapat diketahui darimana diperoleh dan untuk apa dana tersebut digunakan. Suatu
laporan yang menggambarkan darimana diperoleh dan untuk apa kas tersebut digunakan, seiring
disebut sebagai laporan arus kas.

Laporan arus kas secara langsung atau tidak langsung mencerminkan penerimaan kas entitas
yang diklasifikasikan menurut sumber-sumber utama dan pembayaran kas yang diklasifikasikan
menurut pengguna utama selama satu periode. Laporan ini memberikan informasi yang berguna
mengenai aktivitas entitas dalam menghasilkan kas mengenai aktivitas keuangannya dan mengenai
investasi atau pengeluaran kasnya.

Dalam menyusun laporan arus kas terdapat 2 (dua) Metode yang digunakan yaitu :

1. Metode Langsung

Dalam Metode Langsung dilaporkan golongan penerimaan kas bruto dari aktivitas
operasi dan pengeluaran kas bruto untuk kegiatan operasi. Perbedaan antara penerimaan kas
dan pengeluaran kas dari kegiatan operasi akan dilaporkan sebagai arus kas bersih dari
aktivitas operasi. Dengan kata lain, metode langsung mengurangkan pengeluaran kas operasi
dari penerimaan kas operasi. Metode langsung menghasilkan penyajian laporan penerimaan
dan pengeluaran kas secara ringkas.
Dalam Metode Langsung laporan arus kas juga melaporkan arus kas bersih dari
investasi operasi sebagai golongan utama dari penerimaan kas operasi (misalnya: kas yang
diterima dari pelanggan dan kas yang diterima dari bunga dan deviden) dan pengeluaran kas
(misalnya: kas yang dibayarkan kepada pemasok untuk barang, kepada karyawan untuk jasa,
kepada kreditur untuk bunga dan ke instansi pemerintah untuk pajak).

Keunggulan utama dari metode langsung adalah metode ini memperlihatkan laporan
penerimaan dan pengeluaran kas lebih konsisten dengan tujuan suatu laporan arus kas.
Disamping itu, metode langsung ini lebih mudah dimengerti dan memberikan informasi
yang lebih banyak dalam mengambil keputusan.

Dengan metode langsung informasi mengenai kelompok utama penerimaan kas bruto dan
pengeluaran kas bruto dapat diperoleh dengan:

a. Adanya catatan akuntansi perusahaan.


b. Menyesuaikan penjualan, beban pokok penjualan dan pos-pos lain dalam laporan laba
rugi mengenai:
 Perubahan persediaan, piutang usaha dan hutang dagang selama periode berjalan.
 Pos bukan kas lainnya.
 Pos lainnya yang berkaitan dengan arus kas investasi dan pendanaan.

2. Metode Tidak Langsung

Dalam Metode Tidak Langsung, pengaruh dari semua penangguhan penerimaan dan
pengeluaran kas di masa lalu dan semua akurat dari penerimaan kas dan pengeluaran kas
yang diharapkan pada masa yang akan datang dihilangkan dan laba bersih yang
diperhitungkan laba rugi.

Keunggulan utama metode ini adalah bahwa hal ini memusatkan perbedaan antara
laba bersih dan aliran kas bersih dari aktivitas operasi. Arus kas bersih dari aktivitas operasi
ditentukan dengan menyesuaikan laba atau rugi bersih dari pengaruh :

 Perubahan persediaan dan piutang usaha serta hutang usaha selama periode berjalan.
 Pos bukan kas.

Arus kas bersih dari aktivitas operasi dapat dilaporkan (tidak langsung) dengan
menyajikan pendapatan dengan beban yang diungkapkan dalam laporan laba rugi serta
perubahan dalam persediaan, piutang usaha dan hutang usaha selama periode tertentu.
Sedangkan dengan cara pelaporan arus kas bentuk investasi dan pendanaan pada kedua
metode, baik langsung maupun tidak langsung adalah sama. Jadi yang berbeda adalah
metode pelaporan arus kas untuk kegiatan operasi perusahaan.

Metode tidak langsung juga memberikan informasi keuangan dalam penentuan laba /
rugi yang menggunakan metode akrual basis, dimana metode ini merupakan petunjuk yang
salah dalam penilaian atas arus kas dari operasi. Jika perusahaan terus memakai metode
tidak langsung, maka harus ada pengungkapan yang terpisah mengenai perubahan-
perubahan dalam perkiraan piutang, persediaan barang, investasi, biaya yang dibayar
dimuka dan perkiraan aktiva lancar lainnya.
E. Penggolongan Arus Kas
Berikut beberapa contoh penggolongan arus kas dari kegiatan aktivitas operasi, investasi,
dan pendanaan bank :
1. Aktivitas Operasi
Arus kas masuk berasal dari aktivitas berikut ini :

a. Penerimaan kas dari penjualan barang dan pemberian jasa


b. Penerimaan kas dari royalty,fees,komisi, dan pendapatan lain.
c. Pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa
d. Pembayaran kas kepada dan untuk kepentingan karyawan
e. Penerimaan dan pembayaran kas oleh entitas asuransi sehubungan dengan
premi, klaim, anuitas, dan manfaat polis lainnya
f. Pembayaran kas atau penerimaan kembali pajak penghasilan kecuali ika dapat
diidentifikasikan secara khusus sebagai bagian dari aktivias pendanaan atau
investasi
g. Penerimaan dan pembayaran kas dari kontrak yang dimiliki untuk tujuan
diperdagangkan atau diperjualbelikan (dealing)

2. Aktivitas Investasi; Arus kas masuk yang diterima misalnya hasil penjualan asset tetap,
penjualan surat berharga. Arus kas keluar dari aktivitas ini misalnya pembelian surat
berharga dan pembelian asset tetap.
3. Aktivitas Pendanaan; Sumber arus kas dari aktivitas pendanaan misalnya berasal dari
setoran modal, pembiayaan yang diterima dan surat berharga subordinasi yang diterbitkan.

F. Skematis Laporan Arus Kas


Secara skematis, laporan perubahan laporan arus kas dapat dijabarkan sebagai berikut :

Dalam perubahan non-kas dan perubahan hutang dan modal akan dibedakan yang mana
yang merupakan sumber dan yang mana yang merupakan pengguna kas.
Untuk membedakan sumber dan penggunaan kas ini dapat dijabarkan ringkasan sebagai berikut :

 Peningkatan dalam Hutang:Dianggap bahwa setiap peningkatan atau penambahan hutang


atau dana, bank akan menrima uang kas sehingga sebagai sumber kas
 Penurunan dalam Aktiva Non-Kas:Setiap penurunan dalam aktiva non-tunai akan dianggap
menimbulkan dana bagi bank, seperti penjualan aktiva, pencairan investasi, dan sebagainya.
Dengan demikian penurunan ini dianggap sebagai sumber kas.
 Penurunan dalam Hutang; Setiap penurunan dalam hutang dianggap mempergunakan dana
bank untuk memnuhi kewajiban tersebut. Dengan demikian penurunan dalm hutang
dianggap sebagai penggunaan kas.
 Peningkatan dam Akativa Non-Kas; Setiap peningkatan dalam aktiva non-kas dianggap
memerlukan dana untuk mebiayainya. Dengan demikian peningkatan dalam aktiva non-kas
dianggap sebagai pengguna dana
 Perubahan dalam komponen Modal; Perubahan dalam komponen modal dibagi kedalam
peningkatan dan penurunan. Peningkatan dalam komponen modal lazimnya diperoleh dari
laba usaha.
 Depresiasi Aktiva Tetap; Semua depresiasi aktiva tetap akan meruupakan beban n on-kas
yang dikurangkan terhadap saldo laba.

G. Penyusunan Aliran Uang


Dalam menyusun Cash Flow, ada beberapa prinsip yang harus diketahui terlebih dahulu
yaitu: Cash Flowdisusun dengan basis tunai (Cash Basis).Hal ini berbeda dengan penyusunan
Laporan Keuangan yang umumnya menggunakan Accrual Basis.
Pada Cash Basis:
1. Pendapatan diakui pada saat uang tunai diterima, bukan pada saat penjualan dilakukan.
2. Biaya-biaya diakui pada saat uang tunai dikeluarkan, bukan pada saat biaya timbul.
PadaAccrual Basis:
Pendapatan dan biaya diakui pada saat kejadian, dan hal tersebut belum tentu sama dengan
waktu terjadi perpindahan uang tunai.
Cash Flow dapat disusun dengan periode (interval) per tahun, per bulan, bahkan per
hari. Tentu saja semakin pendek interval yang dipakai, hasil penyusunan akan memiliki
ketepatan yang lebih tinggi. Untuk Bank, umumnya kita menggunakan interval bulanan atau
tahunan.
Bentuk (format) cash flowsangat bervariasi. Tidak ada satu bentuk baku yang dipakai
secara umum. Walaupun demikian, apapun bentuk yang dipakai, format Cash Flowterdiri
dari komponen-komponen berikut:
1. Saldo Awal Kas (Beginning Cash Balance):
Yaitu jumlah uang tunai (kas) yang dimiliki perusahaan di awal periode.
2. Kas Masuk atau Penerimaan kas (Cash Inflow):
Yaitu aliran kas yang diterima oleh perusahaan selama waktu tertentu sesuai dengan
interval perhitungan (sehari, sebulan, triwulan, dan seterusnya). Yang dimaksud dengan
Cash Flow adalah uang tunai yang benar-benar diterima.
3. Total Kas yang Tersedia (Total Cash Available):
Yaitu penjumlahan antara saldo awal kas dengan penerimaan tunai periode yang
bersangkutan. Saldo ini menunjukkan total uang tunai yang dimiliki perusahaan untuk
periode tersebut. Kas yang tersedia inilah yang dipergunakan oleh perusahaan untuk
membayar seluruh kewajiban tunainya.

4. Kas Keluar atau Pengeluaran Kas (Cash Out Flow):


Yaitu aliran pembayaran kas (tunai) yang dilakukan perusahaan. Komponen ini adalah
kebalikan dari Cash In Flow. Pada Cash In Flow perusahaan menerima uang tunai, maka
pada Cash Out Flow perusahaan mengeluarkan uang tunai.

5. Surplus/Defisit Kas Perusahaan (Net Cash Surplus/Defisit):


Yaitu selisih antara total kas yang tersedia dengan Cash Out Flow. Ada beberapa
indikasi yang ditunjukkan oleh perusahaan yang memiliki kas surplus yang cukup besar
terus menerus yaitu:
1. Kemampuan membayar angsuran pokok pinjaman (bila ada) masih cukup besar.
2. Jika perusahaan memiliki pinjaman jangka pendek, kas yang surplus menunjukkan
bahwa pinjaman jangka pendek tersebut dapat dilunasi.
Segalanya, bila kas adalah defisit, ada beberapa indikasi yang ditunjukkan:
1. Angsuran pokok pinjaman (bila ada) terlalu besar. Untuk menguji hal ini, kita dapat
mencoba mengeluarkan angsuran pokok dari Cash Out Flow.
2. Perusahaan membutuhkan tambahan pinjaman untuk menutup kekurangan kas
tersebut.
3. Bila defisit hanya terjadi pada interval awal, berarti terdapat kebutuhan akan grace
period untuk pinjaman jangka panjang yang diberikan.
6.Saldo Kas Minimum (Minimum Cash Balance):
Yaitu sejumlah uang tunai tertentu yang mengendap di perusahaan sepanjang waktu,
misalnya untuk keperluan kas kecil.
7. Kebutuhan Dana Tambahan (Additional Financial Needs):
Yaitu jumlah dana yang dibutuhkan untuk menutup defisit kas.Jumlah dana yang
dibutuhkan ini tergantung pada besarnya saldo kas minimum dan kondisi kas perusahaan
(defisit / surplus).
1. Bila tidak ada saldo kas minimum yang ingin dipelihara oleh perusahaan, saldo defisit
kas sama dengan jumlah kebutuhan dananya.
2. Bila ada saldo kas minimum yang harus di jaga, dan saldo kas adalah defisit, kebutuhan
dana tambahan sebesar saldo kas minimum ditambah jumlah defisit kas.
3. Bila ada saldo kas minimum yang harus di jaga, dan saldo kas adalah surplus, tetapi
lebih kecil daripada saldo kas minimum yang disyaratkan, kebutuhan dana tambahan
adalah sebesar selisih antara saldo kas minimum dengan saldo surplus.
4. Bila ada saldo kas minimum yang harus di jaga, dan posisi kas adalah surplus, dimana
nilai surplus di atas saldo kas minimum, maka tidak dibutuhkan dana tambahan.
8. Saldo Kas Akhir (Ending Cash Balance):
Yaitu posisi kas di akhir periode (interval) setelah memperhitungkan kebutuhan dana
tambahan.
Contoh Laporan Arus Kas
PT Manasultan adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang konsultasi manajemen. Pada saat
mulai beroperasi pada tanggal 1 Januari 2009, PT Manasultan memperoleh Rp 50.000 dari
penerbitan modal saham. PT Manasultan tidak melakukan pembelian asset tetap , tetapi menyewa
kantor, mebel, dan peralatan kantor selama tahun pertama operasinya. Laporan laba rugi dan
laporan posisi keuangan PT Manasultan pada akhir tahun 2009 adalah ….
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Cash flow (aliran arus) adalah sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai
akibat dari aktifitas perusahaan, dengan kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari aliran
masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap
periode. Secara sederhana fungsi itu terbagi menjadi beberapa macam yaitu:
- Fungsi Likuiditas
- Fungsi anti inflasi
- Capital growth
Analisis arus kas merupakan alat analisis keuangan untuk mengetahui penerimaan dan
pengeluaran kas dan setara kas pada bank selama periode tertentu yang dikelompokkan dari
kegiatan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan perusaahaan. Aktivitas operasi (
operating) adalah aktivitas penghasil utama pendapatan bank (principal revenue-producing
activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas
pendanaan. Aktivitas investasi (investing) adalah aktivitas perolehan dan pelepasan aktiva
jangka panjang serta investasi lain yang tidak setara kas. Aktivitas pendanaan
(financing)adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi
modal dan peminjaman bank.
Dalam menyusun laporan arus kas terdapat 2 (dua) Metode yang digunakan yaitu :
- Metode Langsung
- Metode Tidak Langsung