Anda di halaman 1dari 10

Laporan Akhir

Elektronika 1
Modul Praktikum
Op Amp Sebagai Filter Aktif

Nama : Tito Imran


NPM : 1806195570
Rekan Kerja :
Kelompok : 09
Hari : Jum’at
Tanggal : 18 Oktober 2019
Modul ke :9

Laboratorium Elektronika – Departemen Fisika


Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Indonesia
2019
1

MODUL 9
Op Amp Sebagai Filter Aktif

DATA PENGAMATAN
1) Differensiator

2) Intergrator

Universitas Indonesia, 2018


2

3) Low Pass Filter


Percobaan tidak dilakukan
4) High Pass Filter
Percobaan tidak dilakukan

ANALISIS
Analisis Percobaan
Pada praktikum modul 7 yaitu percobaan tentang rangkaian filter aktif bertujuan
untuk mempelajari pengertian dasar mengenai rangkaian integrator dan differensiator
dan penerapannya sebagai filter aktif. Pada kelima percobaan praktikan menggunakan
jenis Op amp yang sama yaitu LM741. Pada setiap percobaan praktikan harus
menberikan input menggunakan function generator. Dengan function generator ini
praktikan dapat menentukan frekuensi dan amplitude dari tegangan yang diinginkan.
Untuk dapat membaca input yang akan diatur, function generator dihubungkan dengan
osiloskop. Setelah diatur sesuai dengan frekuensi dan amplitude yang diinginkan,
function generator dihubungkan dengan rangkaian yang akan dipelajari. Kemudian pada
output dihubungkan dengan osiloskop untuk mengukur Voutnya (dapat juga
menggunakan multimeter, namun yang ingin diamati adalah bentuk sinyal outputnya,
sehingga digunakan osiloskop). Sinyal yang diamati tidak hanya pada saat input berupa
gelombang sinusoidal, namun juga gelombang kotak dan gelombang segitiga. Sehingga
pada setiap percobaan function generator diatur pada mode gelombang sinusoidal,
setelah itu kotak dan segitiga.
Pada kelima percobaan, kapasitor yang digunakan dilakukan variasi untuk
melihat hubungan kapasitor dengan Vout yang dihasilkan. Pada rangkaian integrator dan
differensiator digunakan 0.1 µF dan 100 µF, pada rangkaian filter digunakan 1 µF dan
100 µF.

Analisis Hasil
Pada praktikum dengan rangkaian integrator dan differensiator, nilai input yang tertera
sesuai dengan input yang pertama kali diatur, untuk outputnya didapatkan nilai yang
berbeda untuk setiap bentuk gelombang input yang berbeda. Hal ini disebabkan bentuk
gelombang yang berbeda memberikan nilai perhitungan integrasi dan differensiasi yang

Universitas Indonesia, 2018


3

berbeda. Karena tegangan output dari rangkaian differensiator merupakan fungsi


differensial terhadapa waktu, dan rangkaian integrator merupakan fungsi integrasi
terhadap waktu, bentuk sinyal input yang berbeda (sinusoidal, kotak, dan segitiga) akan
memberikan nilai output yang berbeda-beda pula pada osiloskop.
Pada percobaan differensiator, ketika menggunakan input gelombang sinus dan
segitiga pada osiloskop sinyal yang terbaca berbentuk kotak. Praktikan masih belum bisa
menganalisa kenapa sinyal yang terbaca menjadi berbeda, karena keadaan function
generator berfungsi dengan baik pada saat dihubungkan dengan rangkaian integrator
untuk input segitiga. Secara garis besar Vout pada integrator untuk setiap bentuk
gelombang hasilnya berbeda-beda namun nilainya sama sama mengalami penurunan
dibandingkan dengan Vin. Untuk Vout pada rangkaian differensiator ketiga gelombang
memberikan nilai Vout yang lebih besar dibanding Vin. Pada variasi kapasitor nilai Vout
yang dihasilkan memiliki perubahan yang lebih besar saat kapasistansi yang digunakan
lebih besar.

Analisis Kesalahan
Semua percobaan 1 sampai 2 menunujukan nilai yang cukup berbeda dengan hasil
simulasi karena kesalahan pembacaan alat yang disebabkan alat yang kurang teliti dan
alat yang sudah tidak memadai seperti osiloskop yang tidak dapat diam pada saat
mengatur tegangannya. Adapun kesalahan acak yang terjadi seperti human error saat
pengukuran yang mungkin terjadi. Terlebih pengukuran pada praktikum ini tidak
dilakukan berulang sehingga kesalahan-kesalahan yang terjadi tidak dapat diminimalisir
dengan variasi data yang lebih banyak.

KESIMPULAN
 Rangkaian differensiator adalam rangkaian yang outputnya merupakan fungsi
turunan terhadap waktu dan input dengan konstanta waktu.
 Rangkaian integrator adalah rangkaian yang outputnya merupakan fungsi
integrasi inputnya.
 Low pass filter berfungsi meneruskan sinyal yang frekuensinya berada di bawah
frekuensi cutoff.

Universitas Indonesia, 2018


4

 High pass filter merupakan rangkaian filter yang memberikan redaman sangat
kecil pada frekuensi di atas frekuensi cut-off
 Band pass filter meneruskan frekuensi tertentu yang diinginkan

TUGAS AKHIR
1. Gambar bentuk gelombang input dan output untuk rangkaian
differensiator dan integrator!
a. Rangkaian differensiator
Gelombang sinusoidal

Universitas Indonesia, 2018


5

Gelombang Kotak

Universitas Indonesia, 2018


6

Gelombang Segitiga

b. Rangkaian integrator
Gelombang Sinusoidal

Universitas Indonesia, 2018


7

Gelombang Kotak

Universitas Indonesia, 2018


8

Gelombang Segitiga

2. Hitung dan bandingkan frekuensi cut off untuk masing-masing filter


antara teori dan percobaan yang dilakukan!
a. Low Pass Filter

Percobaan Teori

b. High Pass Filter


Percobaan Teori

3. Sebutkan kegunaan, aplikasi dan pengembangan masing-masing filter.


a. Low Pass Filter digunakan untuk meneruskan sinyal berfrekuensi rendah
dan meredam sinyal berfrekuensi tinggi. Sinyal dapat berupa sinyal
listrik seperti perubahan tegangan maupun data-data digital seperti citra
dan suara.Contoh penggunaan filter ini adalah pada aplikasi audio, yaitu
pada peredaman frekuensi tinggi (yang biasa digunakan pada tweeter)
sebelum masuk speaker bass atau subwoofer (frekuensi rendah). Untuk
sinyal berupa data-data digital dapat difilter dengan melakukan operasi
matematika seperti konvolusi. Finite impulse response (FIR) dan Infinite

Universitas Indonesia, 2018


9

impulse response (IIR) adalah algoritma untuk memfilter sinyal digital.


Contoh aplikasi low-pass filter pada sinyal digital adalah memperhalus
gambar dengan Gaussian blur.
b. High Pass Filter sering digunakan dalam aplikasi audio. Berguna sebagai
filter yang dapat memblokir component frekuensi rendah yang tidak
diinginkan dari sebuah sinyal komplek saat melewati frekuensi tertinggi.
High-pass filter memiliki banyak aplikasi. Diantaranya digunakan
sebagai bagian dari pengembangan crossover audio untuk mengarahkan
frekuensi tinggi ke tweeter sementara pelemahan sinyal bass yang dapat
mengganggu, atau kerusakan, pembicara. Ketika filter seperti dibangun
menjadi loudspeaker kabinet itu biasanya filter pasif yang juga mencakup
pass filter rendah untuk woofer dan sering menggunakan kedua kapasitor
dan induktor (meski sangat sederhana tinggi-pass filter untuk tweeter
dapat terdiri dari kapasitor seri dan tidak ada yang lain).
c. Band Pass Filter. Digunakan untuk melewatkan frekuensi tertentu dan
menahan range frekuensi tertentu. Band pass filter sangat sering
digunakan terutama di nirkabel pemancar dan penerima. Fungsi utama
filter seperti di pemancar adalah untuk membatasi bandwidth sinyal
output minimum yang diperlukan untuk menyampaikan data pada
kecepatan yang diinginkan dan dalam bentuk yang diinginkan. Pada
receiver, BPF memungkinkan sinyal dalam rentang frekuensi yang
dipilih untuk didengarkan.

REFERENSI
 Penuntun Praktikum Elektronika 1 , Modul 9
 http://elektronika-dasar.web.id

Universitas Indonesia, 2018