Anda di halaman 1dari 5

LI 1.

3 Memahami dan Menjelaskan Struktur Keluarga


1) Dominasi jalur hubungan darah
a) Patrilineal
Keluarga yang dihubungkan atau disusun melalui jalur garis ayah. Suku-suku di
Indonesia rata-rata menggunakan struktur keluarga patrilineal.
b) Matrilineal
Keluarga yang dihubungkan atau disusun melalui jalur garis ibu. Suku padang salah
satu suku yang yang mengunakan struktur keluarga matrilineal.

2) Dominasi keberadaan tempat tinggal


a) Patrilokal
Keberadaan tempat tinggal satu keluarga yang tinggal dengan keluarga sedarah dari
pihak suami.
b) Matrilokal
Keberadaan tempat tinggal satu keluarga yang tinggal dengan keluarga sedarah dari
pihak istri.

3) Dominasi pengambilan keputusan


a) Patriakal
Dominasi pengambilan keputusan ada pada pihak suami.
b) Matriakal
Dominasi pengambilan keputusan ada pada pihak istri. (Setiawati & Dermawan,
2008)

Ciri-ciri struktur keluarga


1) Terorganisasi
Keluarga adalah cerminan organisasi, dimana masing-masing anggota keluarga memiliki
peran dan pungsi masing-masing sehingga tujuan keluarga dapat tercapai. Organisasi yang
baik ditandai dengan adanya hubungan yang kuat antara anggota sebagai bentuk saling
ketergantungan dalam mencapai tujuan.
2) Keterbatasan
Dalam mencapai tujuan, setiap anggota keluarga memiliki peran dan tanggung jawabnya
masing-masing sehingga dalam berinteraksi setiap anggota tidak semena-mena, tetapi
mempunyai keterbatasan yang dilandasi oleh tanggung jawab masing-masing anggota
keluarga.
3) Perbedaan
Adanya peran yang beragam dalam keluarga menunjukan masing-masing anggota
keluarga mempunyai peran dan fungsi yang berbeda dan khas seperti halnya peran ayah
sebagai pencari nafkah utama, peran ibu yang merawat anak-anak.

LI 1.4 Memahami dan Menjelaskan Fungsi Keluarga


Menurut WHO (1978)
- Fungsi biologis
Meneruskan keturunan, memelihara dan membesarkan anak; memenuhi kebutuhan gizi
keluarga; memelihara dan merawat anggota keluarga
- Fungsi psikologis
Memberikan kasih sayang dan rasa aman; memberikan perhatian di antara anggota
keluarga; membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga; memberikan identitas
keluarga.
- Fungsi sosialisasi
Membina sosialisasi pada anak; membina norma-norma tingkah laku sesuai dengan
tingkah perkembangan anak; meneruskan nilai-nilai keluarga.
- Fungsi ekonomi
Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga; pengaturan
dan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga; menabung
untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa yang akan datang (misalnya pendidikan
anak, jaminan hari tua)
- Fungsi pendidikan
Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan membentuk
perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki; mempersiapkan anak untuk
kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi perannya sebagai orang dewasa;
mendidik anak sesuai dengan tingkat-tingkat perkembangannya.
Sedangkan Friedman (1981), membagi fungsi keluarga menjadi 6 macam.
1. Fungsi Afektif (affective function)
2. Fungsi Sosialisasi (Socialization and social placement function)
3. Fungsi Reproduksi (reproduction function)
4. Fungsi mengatasi masalah keluarga (family coping function)
5. Fungsi ekonomi (economic function)
6. Fungsi pemenuhan kebutuhan fisik (provision of physical necessity)

Menurut Undang-Undang (1992) membagi fungsi keluarga sebagai berikut


1. Fungsi keagamaan
- Membina norma/ajaran agama sebagai dasar dan tujuan hidup seluruh anggota
keluarga,
- Menerjemahkan ajaran dan norma agama kedalam tingkah laku hidup sehari-hari bagi
seluruh anggota keluarga,
- Memberi contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari dalam pengalaman ajaran agama,
- Melengkapi dan menambah proses belajar anak tentang keagamaan yang tidak/kurang
diperoleh disekolah atau masyarakat,
- Membina rasa, sikap ,dan praktik kehidupan beragama.
2. Fungsi Budaya adalah
- Membina tugas keluarga sebagai sarana untuk meneruskan norma budaya masyarakat
dan bangsa yang ingin dipertahankan,
- Membina tugas keluarga untuk menyaring norma dan budaya asing yang tidak sesuai,
- Membina tugas keluarga sebagai saran anggota nya untuk mencari pemecahan masalah
dari berbagai pengaruh negatif globalisasi dunia,
- Membina tugas keluarga sebagai sarana bagi anggotanya untuk mengadakan
kompromi/adaptasi dan praktik (positif) serta globalisasi dunia,
- Membina budaya keluarga yang sesuai ,selaras , dan seimbang dengan budaya
masyarakat /bangsa untuk menunjang terwujudnnya norma keluarga kecil bahagia dan
sejahtera.
3. Fungsi Cinta kasih adalah
- Menumbuhkembangkan potensi simbol cinta kasih sayang yang telah ada diantara
anggota keluarga dalam simbol yang nyata, seperti ucapan dan tingkah laku secara
optimal dan terus menerus,
- Membina tingkah laku ,saling menyayangi diantara anggota keluarga maupun antara
keluarga yang satu dengan yang lainnya secara kuantitatif dan kualitatif,
- Membina praktik kecintaan terhadap kehidupan duniawi dan uhkrawi dalam keluarga
secara serasi, selaras, dan seimbang,
- Membina rasa ,sikap, dan praktik hidup keluarga yang mampu memberikan dan
menerima kasih sayang sebagai pola hidup ideal menuju keluarga kecil bahagia dan
sejahtera.
4. Fungsi perlindungan
- Memenuhi kebutuhan akan rasa aman diantara anggota keluarga.Bebas dari rasa tidak
aman yang tumbuh dari dalam maupun dari luar keluarga,
- Membina keamanan keluarga baik fisik maupun psikis dari berbagai bentuk ancaman
dan tantangan yang datang dari luar maupun dalam,
- Membina dan menjadikan stabilitas dan keamanan keluarga sebagai modal menuju
keluarga kecil bahagia dan sejahtera.
5. Fungsi reproduksi
- Membina kehidupan keluarga sebagai wahana pendidikan reproduksi sehat baik bagi
anggota keluarga maupun keluarga sekitarnya.
- Memberikan contoh pengalaman kaidah-kaidah pembetukan keluarga dalam hal usia ,
kedewasaan fisik dan mental,
- Mengamalkan kaidah-kaidah reproduksi sehat baik yang berkaitan dengan jangka waktu
melahirkan, jarak antara kelahiran dua anak, dan jumlah ideal anak yang diinginkan dalam
keluarga,
- Mengembang kan kehidupan reproduksi sehat sebagai modal yang kondusif menuju
keluarga kecil bahagia dan sejahtera.
6. Fungsi sosialisasi
- Menyadari, merencanakan dan menciptakan lingkungan keluarga sebagai wahana
pendidikan dan sosialisasi anak yang pertama dan utama,
- Menyadari ,merencanakan, dan menciptakan kehidupan keluarga sebagai pusat tempat
anak dapat mencari pemecahan masalah dari berbagai konflik dan permasalahan yang
dijumpainya baik lingkungan masyarakat maupun sekolahnya. Membina proses
pendidikan dan sosialisasi anak tentang hal yang perlu dilakukannya untuk meningkatkan
kemantangan dan kedewasaan baik fisik maupun mental, yang tidak/kurang diberikan
lingkungan sekolah maupun masyarakat.
- Membina proses pendidikan dan sosialisasi yang terjadi dalam keluarga sehingga tidak
saja bermamfaat positif bagi anak, tetapi juga orang tua untuk perkembangan dan
kematangan hidup bersama menuju keluarga kecil bahagia dan sejahtera.
7. Fungsi Ekonomi
Adalah melakukan kegiatan ekonomi baik diluar maupun didalam kehidupan keluarga
dalam rangka menopang perkembangan hidup keluarga, mengelola ekonomi keluarga
sehingga terjadi keserasian, keselamatan dan keseimbangan antara pemasukan dan
pengeluaran keluarga, mengatur waktu sehingga kegiatan orang tua diluar rumah dan
perhatiaanya terhadap anggota rumah tangga bejalan serasi, selaras, dan seimbang,
membina kegiatan dan hasil ekonomi keluarga sebagai modal untuk mewujudkan keluarga
kecil bahagia dan sejahtera.
8. Fungsi Pelestarian Lingkungan
Adalah membina kesadaran dan praktik kelestarian lingkungan internal keluarga,
membina kesadaran, sikap, dan praktik pelestarian lingkunga hidup yang serasi, selaras,
dan seimbang antara lingkungan keluarga dan lingkungan hidup sekitarnya.

Menurut BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) bahwa fungsi


keluarga dibagi menjadi 8. Fungsi keluarga yang dikemukakan oleh BKKBN ini senada
dengan fungsi keluarga menurut Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1994, yaitu :
1. Fungsi Keagamaan
yaitu dengan memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam
kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan bahwa ada kekuatan
lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini.
2. Fungsi Sosial Budaya
Dilakukan dengan membina sosialisasi pada anak, membentuk norma-norma tingkah laku
sesuai dengan tingkat perkembangan anak, meneruskan nilai-nilai budaya keluarga
3. Fungsi Cinta Kasih
Diberikan dalam bentuk memberikan kasih sayang dan rasa aman, serta memberikan
perhatian diantara anggota keluarga.
4. Fungsi Melindungi
Bertujuan untuk melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik, sehingga
anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
5. Fungsi Reproduksi
Merupakan fungsi yang bertujuan untuk meneruskan keturunan, memelihara dan
membesarkan anak, memelihara dan merawat anggota keluarga
6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
Merupakan fungsi dalam keluarga yang dilakukan dengan cara mendidik anak sesuai
dengan tingkat perkembangannya, menyekolahkan anak. Sosialisasi dalam keluarga juga
dilakukan untuk mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik
7. Fungsi ekonomi
Adalah serangkaian dari fungsi lain yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah keluarga.
Fungsi ini dilakukan dengan cara mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi
kebutuhan keluarga, pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi
kebutuhan keluarga, dan menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa datang.
8. Fungsi Pembinaan Lingkungan
Memberikan kepada setiap keluarga kemampuan menempatkan diri secara serasi, selaras,
seimbang sesuai dengan daya dukung alam dan lingkungan yang berubah secara dinamis.
Untuk mengukur fungsi keluarga dikembangkan instrumen penilaian yang disebut
APGAR Keluarga (Family APGAR). Instrumen ini menilai lima fungsi pokok keluarga
(Balgis, 2009):
1. Adaptasi (Adaptation)
Tingkat kepuasan anggota keluarga dalam menerima bantuan yang diperlukannya dari
anggota keluarga lainnya
2. Kemitraan (Partnership)
Tingkat kepuasan anggota keluarga terhadap berkomunikasi, musyawarah dalam
mengambil suatu keputusan dan atau menyelesaikan suatu masalang sedang dihadapi
dengan anggota keluarga lainnya
3. Pertumbuhan (Growth)
Tingkat kepuasan anggota keluarga terhadap kebebasan yang diberikan keluarga dalam
mematangkan pertumbuhan dan atau kedewasaan setiap anggota keluarga.
4. Kasih Sayang (Affection)
Tingkat kepuasan anggota keluarga terhadap kasih sayang serta interaksi emosional yang
berlangsung dalam keluarga.
5. Kebersamaan (Resolve)
Tingkat kepuasan anggota keluarga terhadap kebersamaan dalam membagi waktu,
kekayaan dan ruang antar anggota keluarga